Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Penyakit Kanker

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 17 ... 30, 31, 32
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Sat Aug 24, 2013 7:46 pm

DIAGNOSIS KANKER IBARAT 'HUKUMAN MATI'
SABTU, 24 AGUSTUS 2013 | 13:06 WIB
TEMPO.CO, London - Hampir setengah dari pasien kanker percaya bahwa mereka akan meninggal akibat penyakit ini meskipun ada kemajuan pesat dalam pengobatan. Senada dengan survei ini, sebuah jajak pendapat di Inggris mengungkapkan, 2 dari 5 orang Inggris mengganggap diagnosis kanker ibarat “hukuman mati”. “Penelitian ini dilakukan oleh kampanye peduli kanker Lilly PACE di Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat,” tulis Daily Mail, hari ini. Sebanyak 4.000 orang dilibatkan, termasuk pasien kanker, perawat pasien, dan masyarakat umum, termasuk 700 warga Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 dari 4 warga Inggris puas dengan kemajuan terbaru dalam memerangi kanker. Namun, sebanyak 42 persen masih merasa diagnosis kanker adalah hukuman mati . Pada kenyataannya, sebanyak 56 persen wanita dan 46 persen pria tetap hidup hingga 5 tahun setelah didiagnosis. Tingkat kelangsungan hidup pasien kanker paru-paru meningkat hingga persen, pasien kanker payudara meningkat hingga 85 persen, dan pasien kanker testis meningkat hingga 98 persen. Angka-angka ini telah meningkat secara dramatis sejak 1970-an. Pasien kanker umumnya merasa pesimis dengan aspek-aspek lain dari perawatan kanker. Misalnya, sebanyak 75 persen pasien mengatakan obat-obatan perawatan kanker terlalu lama tersedia. Tdak hanya itu, pasien juga tidak percaya pada perkembangan penelitian mengenai masalah ini sehingga karya-karya inovatif yang dapat mencegah atau mengobati kanker tidaklah berkembang sesuai harapan.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Wed Aug 28, 2013 5:47 pm

KENALI GEJALA AWAL PENYAKIT KANKER
Helmi Ade Saputra - Okezone RABU, 28 AGUSTUS 2013 15:22 wib
SEMUA mungkin tahu bahwa kunci untuk sembuh dari penyakit kanker adalah mendeteksi sejak dini ketika penyakit itu masih bisa diobati. Tetapi tanda-tanda kanker sering tidak tidak terasa, samara atau kondisi lain yang kurang serius. Mantan juru bicara American Cancer Society seorang onkologi, Herman Kattlove, MD mengatakan langkah yang paling penting dalam diagnosis kanker adalah skrining atau deteksi dini yang tepat. Hal ini berarti pap smears dan mammograms dengan interval direkomendasikan untuk wanita, sedangkan skrining prostate rutin untuk pria. Kemudian juga direkomendasikan colonoscopy awal untuk semua orang berusia 50 tahun, dan CT scan dada untuk para perokok. “Tetapi ada gejala tertentu yang mungkin orang melihat hal tersebut bisa menjadi kanker dan tidak boleh diabaikan”kata Dr Kattlove, dikutip Newsmaxhealth. Ia menambahkan, mengetahui 5 tanda-tanda kanker sangat penting untuk tetap bebas kanker seumur hidup.

Pertama adalah penurunan berat badan tanpa diketahui sebabnya.
Kebanyakan orang dengan kanker akan kehilangan berat badan di beberapa titik. Jika tidak ada penyebab yang diketahui dari penurunan berat badan sampai 10 kilogram atau lebih mungkin hal itu merupakan tanda pertama dari kanker. Hal ini paling sering terjadi pada kanker pancreas, perut, kerongkongan, atau paru-paru.

Kemudian, tanda-tanda berikutnya adalah sakit kepala.
Periksa ke dokter jika Anda memiliki skit kepala yang tidak kunjung hilang atau mengalami nyeri punggung menahun yang tidak hilang meskipun sudah istirahat.

Selanjutnya adalah perubahan kulit.
Selain kanker kulit, kanker lainnya juga dapat menyebabkan kulit tampak lebih gelap, dan mata kekuningan (seperti penyakit kuning), kulit memerah, dan gatal-gatal atau pertumbuhan rambut yang berlebihan.

Berikutnya ialah luka yang tidak kunjung sembuh.
Kanker kulit bisa menyebabkan kulit berdarah dan terlihat seperti luka yang tidak kunjung sembuh. Sebuah sakit yang tidak kunjung sembuh di bagian mulut dapat menunjukkan kanker mulut dan harus diperiksa.

Lalu, tanda-tanda yang terakhir adalah perdarahan yang tidak biasa.
Batuk darah mungkin merupakan tanda dari kanker paru-paru. Sedangkan, darah berwarna gelap dalam kotoran mungkin menandakan kanker usus besar atau rektum. Selain itu, kanker serviks atau lapisan rahim dapat menyebabkan perdarahan vagina abnormal, dan darah dalam urin dapat menjadi tanda kanker kandung kemih atau ginjal. Kemudian, keluarnya darah dari puting susu bisa menandakan sebagai kanker payudara. “Saran terbaik jika Anda melihat atau merasakan adanya perubahan besar dalam cara tubuh bekerja adalah biarkan dokter memeriksanya,”imbuh Dr Kattlove. (ind)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Wed Sep 11, 2013 7:45 pm

PENTINGNYA KENALI GEJALA KANKER ANAK SEJAK DINI
Laporan: Prita DaneswariRabu, 11 2013 | 12:52 WIBIlustrasi -- MI/SenoTERKAIT
Metrotvnews.com, Jakarta: Hingga kini penyebab pasti kanker memang belum dapat terungkap secara medis. Semua faktor risiko pun hanya sebatas teori. Namun, khusus pada anak, kanker sebenarnya dapat diobati dan diupayakan sembuh bila dideteksi lebih dini. Hal tersebut diungkapkan Dr Yana selaku dokter spesialisasi anak dari RS Dharmais Jakarta, saat berbicara dalam konferensi pers Shave for Hope di kawasan SCBD Jakarta, Rabu (11/9). "Meskipun kanker anak baru mencapai angka 6% secara nasional, nyatanya tren penyakit ini meningkat dua kali lipat dari tahun ke tahun. Untuk itu, sangat penting bagi orang tua untuk segera mengenali gejala kanker pada anak sehingga bisa diantisipasi sejak awal," ujarnya. Ia pun menyeru pada para orangtua untuk selalu waspada bila ada hal-hal ganjil pada anak. Misalnya, adanya benjolan pada tubuh, sering demam, atau pendarahan tidak wajar. Dr Yana lalu menyebutkan tiga kanker yang paling banyak diderita anak-anak yakni kanker darah (leukimia), kanker mata (retinoblastoma), dan kanker otak (kelenjar getah bening). Khusus untuk kanker mata, kata Dr Yana, ini adalah jenis yang paling banyak dialami anak-anak di bawah 5 tahun. Sedangkan leukimia paling sering terjadi pada anak usia 2-5 tahun."Penyebab kanker hingga kini memang belum diketahui secara persis. Adapun semua dugaan baru sekadar teori, seperti terlibatnya faktor radiasi, genetik, dan kimia," katanya. "Sayangnya pula, pasien yang datang ke kami mayoritas sudah dalam stadium lanjut," katanya menyayangkan. Maka itulah, Yana menegaskan perlunya pengenalan dini gejalanya sebab kanker pada anak dapat diobati dan diupayakan sembuh bila dideteksi lebih dini.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Wed Oct 09, 2013 11:05 am

EFEK SAMPING PENGOBATAN KANKER
Qalbinur Nawawi - Okezone - RABU, 9 OKTOBER 2013 00:35 wib
TERKAIT kemoterapi dan radioterapi bisa membantu memusnahkan pertumbuhan sel kanker. Tapi, pengobatan ini tak jauh juga dari efek samping sama seperti obat lain. Kemoterapi dan radioterapi merupakan bagian dari program standar untuk menyembuhkan gejala kanker. Kemoterapi tradisional yang biasanya digunakan bertindak dengan membunuh sel-sel yang membelah dengan cepat, salah satu sifat utama dari sel kanker. Kondisi itu berarti bahwa kemoterapi dan terapi radioaktif juga merugikan sel-sel yang membelah dengan cepat dalam keadaan normal, seperti sel-sel di sumsum tulang, saluran pencernaan, dan folikel ( kantong kelenjar) rambut. Sehingga mengakibatkan efek samping myelosupresi (penurunan produksi sel darah), imunosupresan, mucositis ( peradangan lapisan saluran pencernaan), dan alopecia (rambut rontok ), seperti dilansir Healthmeup. Pada efek samping pengobatan kanker ini, alopecia atau kerontok rambut cenderung memengaruhi harga diri dan kepercayaan diri dari pasien kanker. Sedangkan, pada efek samping hanya dibutuhkan waktu lebih lama untuk bisa kembali normal. Menanggapi hal itu Rahul Bajpai, BNH HCG, Kepala Pusat Kanker berkata, "Kemoterapi dan terapi radioaktif memang akan menyebabkan rambut rontok. Di mana perubahan penampilan itu bisa merusak citra diri pasein dan menyebabkan trauma tambahan. Namun demikian, sebenarnya pendekatan 'total care' bisa dikedepankan, yaitu menggunakan pendekatan multidisiplan untuk memenuhi kebutuhan fisik dan emosional pasien. Terpenting, memberi mereka pilihan baru dan harapan baru." Lebih jauh, Dr. Kailash Mishra, Konsultan Onkologi (Radiasi) BNH HCG menambahkan, "Rambut rontok pada kulit kepala adalah efek samping umum yang tidak diinginkan pengobatan kanker yang disebabkan oleh kemoterapi dan radioterapi. Namun, setelah fase peralihan selesai dan seorang pasien sembuh, ia bisa mengembalikan harga dirinya." (ind)


Last edited by gitahafas on Wed Oct 23, 2013 2:13 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Wed Oct 16, 2013 4:32 pm

BEGINI CARA IDENTIFIKASI GEJALA KANKER (I)
Qalbinur Nawawi - Okezone - SELASA, 15 OKTOBER 2013 16:21 wib
SULIT memang mendeteksi kanker pada stadium awal. Namun, ada tanda-tanda yang bisa diidentifikasi dari keseharian Anda dimana sebenarnya merupakan gejala kanker.   Selain memerhatikan gejala umum, Anda juga perlu memerhatikan gejala lain dari jenis kanker lainnya mengingat ada jenis kanker yang tak memiliki gejala khusus sampai pada stadium akhir. Guna memastikan lebih lanjut, skrining kanker secara rutin merupakan suatu keharusan. Lantas, bagamanakah cara mengidentifikasi gejala kanker? Berikut ulasannya, seperti dilansir Healthmeup.

- Penurunan berat badan lebih dari satu bulan dijelaskan bisa menjadi salah satu petunjuk ke arah kanker.
Kondisi itu bisa menyebabkan kanker pankreas, kanker perut, kanker kerongkongan atau kanker paru-paru.

- Setiap pasien kanker akan mengalami demam pada beberapa waktu tertentu atau lainnya.
Hal itu terjadi terutama ketika kanker atau pengobatan memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

- Kelelahan adalah gejala lain dari kanker, yang terjadi bersamaan dengan serangan demam tiba-tiba.

- Rasa nyeri terjadi ketika kanker telah menyebar di dalam tubuh, dan gejala kanker ini akan datang pada stadium berikutnya. Kondisi itu bisa menjadi pelopor untuk kanker tulang atau kanker testis.

- Menyaksikan perubahan penampilan seperti warna tahi lalat yang sudah mengalami perubahan atau muncul luka baru.
Luka itu tak bisa disembuhkan dan mungkin akan lebih buruk pada periode tertentu.  Gejala kanker ini sangat umum terjadi bagi orang pecandu rokok, pecandu alkohol, dan mengunyah tembakau.

- Sembelit, diare, perdarahan pada urin, nyeri saat buang air kecil, ada darah dalam urin, atau perubahan fungsi kandung kemih .


Last edited by gitahafas on Wed Oct 23, 2013 2:14 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Wed Oct 16, 2013 4:32 pm

BEGINI CARA IDENTIFIKASI GEJALA KANKER (II-Habis)
Qalbinur Nawawi - Okezone - SELASA, 15 OKTOBER 2013 17:13 wib
MEMAHAMI cara mengidentifikasi kanker merupakan salah satu cara pencegahan kanker. Dengan demikian, Anda harus mengetahuinya lebih lanjut agar dapat bijak menghadapi serangan mematikan tersebut. Pencegahan sejatinya merupakan cara terbaik dalam upaya penanganan kanker. Sebab, saat seseorang menderita kanker, proses penyembuhan bakal berlangsung panjang. Karenanya, menjadi penting untuk mengetahui cara identifikasi gejala kanker ini. Bila Anda belum mengetahui cara mengidentifikasi gejala kanker, berikut ulasanya yang bisa Anda jadikan referensi, sebagaimana dilansir Healtmeup.

- Munculnya leukoplakia, sebuah bercak putih ditemukan di dalam mulut atau di lidah.
Di mana gejala ini biasanya berkembang menjadi kanker mulut.

- Perdarahan yang tak biasa merupakan tanda kanker stadium dini atau lanjut.
Darah dalam dahak mungkin merupakan tanda dari kanker paru-paru. Darah pada tinja bisa menjadi tanda kanker usus besar atau rektum. Kanker leher rahim atau endometrium (lapisan rahim) bisa terjadi disebabkan perdarahan vagina yang abnormal. Darah dalam urin bisa menjadi tanda kandung kemih atau kanker ginjal. Sebuah perdarahan dari puting mungkin tanda kanker payudara.

- Benjolan di payudara atau bagian lain dari tubuh tak bisa diabaikan begitu saja.
Jadi jalan keluar terbaik ialah berkonsultasi dengan dokter ketika Anda merasakan benjolan itu.

- Gangguan pencernaan atau kesulitan menelan biasanya dikaitkan dengan kanker perut atau kerongkongan (pipa makanan).

- Batuk yang abnormal bisa menjadi tanda kanker tenggerokan, yang juga bisa berkembang menjadi paru-paru atau kanker pita suara.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Thu Oct 24, 2013 8:37 am

WASPADAI EFEK KEMOTERAPI UNTUK KELUARGA PASIEN
Penulis : Wardah Fajri | Rabu, 23 Oktober 2013 | 13:30 WIB
KOMPAS.com - Pasien kanker yang menjalani kemoterapi juga orang yang tinggal bersamanya perlu berhati-hati 48 jam pertama setelah kemoterapi. Pasalnya obat kemoterapi punya efek menimbulkan kanker bagi penderitanya, juga orang di sekitarnya yang kontak dengan muntah, urin, feses, orang yang menjalani kemoterapi. "Jika ada yang sedang menjalani kemoterapi, entah anak atau suami di rumah harus tetap hati-hati. Kontak dengan urin, muntah, tinja orang yang menjalani kemoterapi memang tidak banyak, namun hati-hati. Ingat, muntah, urin, tinja atau produk apa pun dari pasien yang menjalani kemoterapi baru bisa bersih dalam dua hari, jadi 48 jam harus dijaga," ungkap Dr Ronald A Hukom, MhSc, SpPD-KHOM dari RS Kanker Dharmais, di sela kegiatan Philips Mom2Mom Talk Brast Cancer Awareness: "Deteksi Dini dengan Spot It Yourself" di Jakarta, Selasa (22/10/2013). Ronald mengatakan, kemoterapi mempunyai efek yang bisa menimbulkan kanker. Kontak dengan bahan kemoterapi juga bisa meningkatkan risiko kanker pada orang lain di lingkungan penderita kanker. Ia melanjutkan, obat kemoterapi bisa membuat si pasien terkena kanker kedua, paling sering kanker darah. Leukimia muncul karena pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan kanker lainnya. Jadi jika seseorang menjalani kemoterapi kanker payudara, jika tidak hati-hati dalam 48 jam setelah kemo, risiko muncul kanker darah meningkat, termasuk pada orang lain di sekitarnya akibat kontak dengan obat kemoterapi. "Obat kemoterapi keluar dari tubuh penderita kanker lewat berbagai cara, muntah, urin, tinja, darah karenanya hati-hati sebelum dua hari pascakemo," terangnya. Mesi begitu, bukan berarti keluarga penderita kanker harus memisahkan diri, misalnya tidak menggunakan toilet yang sama. Boleh saja pakai toilet yang sama, asal yakin perilaku pasien di toilet benar atau misalnya menyiram bekas urin dengan benar. Efek kemoterapi yang menimbulkan kanker pada orang lain, bukan hanya pada pasien, terbukti pada perawat yang bekerja di ruang pencampuran obat kemoterapi. Ronald menyebutkan data yang mengungkapkan ada perawat yang tidak menggunakan pelindung, seperti sarung tangan, terkena kanker 15-20 tahun kemudian.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Sun Dec 15, 2013 5:48 am

JUMLAH PENDERITA KANKER DIDUNIA MENINGKAT
Kamis, 12 Desember 2013, 21:00 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA — Angka kematian global akibat kanker dilaporkan meningkat menjadi 8,2 juta kasus pada 2012 atau naik sebesar 8 persen dari empat tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, kanker payudara menjadi penyebab utama kematian kanker di negara-negara berkembang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memaparkan, jumlah penderita kanker di dunia pada 2012 diiperkirakan 14,1 juta orang, atau meningkat dibandingkan data 2008 yang berjumlah 12,7 juta. “Sampai tahun lalu, ada sekitar 1,7 juta perempuan yang didiagnosis menderita kanker payudara. Sebanyak 522 ribu di antaranya meninggal dunia karena penyakit tersebut,” kata David Forman, peneliti yang fokus menghimpun data kanker global, seperti dilansir BBC, Kamis (12/12). WHO belum lama ini juga memberikan perkiraan yang paling up to date untuk 28 jenis kanker yang berbeda di 184 negara. Menurut mereka, kanker yang paling sering didiagnosis di seluruh dunia, baik pada pria maupun wanita, adalah kanker paru-paru, payudara, dan kolorektal. “Dari semua jenis kanker yang ditemukan, yang paling kerap menyebabkan kematian adalah kanker paru, hati, dan kanker perut.”
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Sun May 17, 2015 7:15 am

KENDALA PENGOBATAN KANKER DI INDONESIA
Sabtu, 16 Mei 2015 | 11:56 WIB
BISNIS.COM, Jakarta - Kanker bukan lagi penyakit langka. Sepanjang 2014, terdapat 347.792 kasus kanker di Indonesia. Dan dari jumlah itu, kanker payudara merupakan yang terbanyak. Namun perawatan kanker itu sendiri masih memiliki sejumlah hambatan. Iwan Dwiprahasto, Ketua Divisi Pharmacoepidemiology dan Pharmacoeconomics UGM, mengatakan setidaknya ada enam tantangan dan hambatan dalam perawatan kanker di Indonesia, dan persoalan itu harus segera dicarikan solusinya. “Indonesia ini negara kepulauan dengan luas wilayah yang cukup kompleks. Kendala utama tentu soal akses,” ujarnya dalam seminar tentang kanker yang digelar Novartis Oncology di Singapura, Kamis, 14 Mei 2015. Iwan menjelaskan, kendala pertama adalah minimnya program deteksi kanker sejak dini. Banyak penderita kanker yang mengetahui penyakitnya ketika sudah masuk stadium lanjut. Sedangkan kanker yang memasuki stadium lanjut sangat sulit disembuhkan, bahkan tidak bisa disembuhkan. Pada akhirnya, pengobatan hanya untuk bertahan hidup dalam jangka waktu tertentu.

Kendala kedua, tutur Iwan, adalah sulitnya akses terhadap diagnosis yang komprehensif. Banyak rumah sakit di berbagai daerah yang tidak memiliki fasilitas mumpuni untuk diagnosis kanker.

“Tidak hanya itu, ketiga, biaya diagnosis itu sendiri juga sangat mahal,” ucapnya.
Selain itu, Iwan menyebut ada fenomena para penderita kanker mendatangi klinik herbal yang mengklaim bisa mengobati kanker. Padahal itu yang dihilangkan hanyalah rasa sakit. Sedangkan sel kankernya masih bersemayam di tubuh pasien. “Ketika para pasien menyadari dan datang ke rumah sakit, semuanya sudah terlambat,” kata Iwan. Fenomena tersebut, ujar dia, merupakan dampak dari hambatan kelima, yakni mahalnya harga obat kanker. Bahkan ada obat yang harganya sekitar Rp 200 ribu per butir, dan itu harus diminum tiga kali sehari. Itu artinya, untuk bertahan hidup sebulan, dibutuhkan sekitar Rp 18 juta.

Terakhir, tidak tersedianya obat-obat kanker tersebut di seluruh pelosok negeri. Menurut Iwan, perusahaan farmasi hanya menyediakan obat kanker di kota-kota besar.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Wed May 20, 2015 7:48 pm

JANGAN PERCAYA MITOS KANKER INI?
Selasa, 19 Mei 2015 | 19:00 WIB
KOMPAS.com - Kanker dipandang sebagai salah satu penyakit paling menakutkan. Tak dipungkiri, kanker memang termasuk penyakit yang mematikan. Meski begitu, bukan berarti tak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker. Sayangnya, masih ada berbagai mitos yang beredar tentang kanker

Mitos 1 : Kanker adalah penyakit modern

Apakah Anda termasuk orang yang berpendapat bahwa kanker adalah penyakit baru, yang kebanyakan disebabkan oleh berbagai kebiasaan di masa modern, seperti merokok, proses makanan yang tidak sehat, hingga stress tiada henti? Faktanya adalah, kanker sudah ada sejak dahulu kala, pada 1200 Sebelum Masehi, kanker ditemukan di wilayah Sudan. Lalu, di pertengahan tahun ‘70-an, penderita kanker meningkat hingga 20%. Namun, seiring itu berbagai obat-obatan medis ditemukan untuk membantu penderita kanker bertahan hidup. Sebenarnya, faktor risiko terbesar terserang kanker adalah usia, semakin tua usia, semakin besar risiko kanker. Namun, kebiasaan merokok meningkatkan risiko terkena kanker di usia muda.

Mitos 2: Tak ada yang bisa dilakukan. Terkena kanker adalah takdir yang bisa dihindari

Berdasarkan hasil penelitian kanker di Inggris, sebagian kecil penyebab kanker, sekitar 5-10% berkaitan dengan faktor genetik, tapi 40% lainnya berkaitan dengan lifestyle. Tapi, karena kanker muncul dari kerusakan gen yang tumbuh dari waktu ke waktu, Anda sebenarnya masih dapat melakukan pencegahan agar sel kanker tak memburuk. “Meski tak ada jaminan terhindar dari kanker, Anda bisa menghadang kanker dengan tidak merokok, mengonsumsi makanan sehat, menjaga berat badan ideal, tidak mengonsumsi alkohol berlebih, olaharaga, dan beraktivitas di bawah sinar matahari dengan aman,” ujar Sarah Williams, senior staf informasi kesehatan Cancer Research UK.

Mitos 3: Deodoran menyebabkan kanker

Banyak yang mengatakan, saat menggunakan deodorant atau antiperspirant, akan menghentikan produksi keringat. Kemudian, keringat yang terhambat keluar akan berubah menjadi racun, yang kemudian akan membentuk gumpalan di bawah ketiak. Ini dipercaya sebagai awal mula terjadinya kanker kelenjar getah bening dan kanker payudara. “Tak ada bukti meyakinkan bahwa deodorant dan antiperspirant menyebabkan kanker  payudara. Semua penjelasan itu tidaklah benar. Kanker payudara berawal dari payudara. Selain itu, tubuh memiliki berbagai cara menyingkirkan racun. Keringat dan kelenjar getah bening tidaklah berhubungan,” jelas Sarah.

Mitos 4: Merokok sesekali, aman dari kanker

Anda mungkin bukan perokok berat yang menghabiskan rokok beberapa kotak dalam sehari, tapi merokok sesekali bukan berarti Anda terhindar dari risiko kanker. Sebuah penelitian menunjukkan, seseorang yang hanya menghabiskan empat batang rokok per hari hampir 50% tutup usia lebih dulu, dibanding mereka yang tak merokok sama sekali.  Begitupun jika Anda merokok untuk pergaulan, misalnya hanya merokok di akhir pecan. Belum lagi, jika itambah dengan konsumsi alkohol. Perpaduan rokok dan alkohol akan membuat kerusakan dalam tubuh berkali lipat dan memudahkan sel kanker berkembang. Lalu, bagaimana dengan shisa? Efeknya memang tidak seburuk rokok, tapi penelitian menunjukkan adanya keterkaitan dengan munculnya kanker. Ada baiknya, menjauhi agar terhindar dari risiko kanker.
Back to top Go down
 
Penyakit Kanker
View previous topic View next topic Back to top 
Page 32 of 32Go to page : Previous  1 ... 17 ... 30, 31, 32
 Similar topics
-
» Jus Lalat sebagai obat untuk penyakit
» Cara Mengobati Penyakit Liver
» Dampak Meditasi dan Bahayanya
» Penipuan Pendeta Gyntara Yongky Wenas alias Oen Tay Joeng
» Pantangan Makanan Penderita Sakit Ginjal

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: