Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Penyakit Kanker

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 17 ... 30, 31, 32  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Sat Jun 15, 2013 8:15 pm

KENALI TANDA TANDA KANKER PADA ANAK
Penulis : Unoviana Kartika | Sabtu, 15 Juni 2013 | 11:49 WIB
KOMPAS.com - Tak seperti kanker pada orang dewasa yang umumnya terjadi karena gaya hidup tidak sehat, kanker pada anak belum diketahui penyebab pastinya. Hal ini menjadikan kanker pada anak tak dapat dicegah. Dokter spesialis anak bagian onkologi Rumah Sakit Kanker Dharmais dr. Edi Setiawan Tehuteru mengatakan, meski kanker pada anak tidak dapat dicegah, mewaspadai tanda-tanda kanker sejak dini dapat mengurangi risiko kanker yang ditemukan dalam stadium lanjut. "Jika ditemukan adanya tanda-tanda maka segera diperiksakan. Bila ternyata bukan kanker maka kita patut bersyukur, namun saat itu kanker pun kita juga patut bersyukur karena ditemukan sejak dini sehingga kemungkinan sembuhnya tinggi," paparnya dalam peluncuran Aksi 1000 dan Buku "Waspadai & Kenali Kanker pada Anak Sejak Dini" di Jakarta, Jumat (14/6/2013).  Aksi 1.000 merupakan aksi donasi untuk membantu anak-anak pasien kanker melalui Yayasan Anyo Indonesia (YAI). Sedangkan buku "Waspadai & Kenali Kanker pada Anak Sejak Dini" merupakan pelengkap dari program edukasi kanker pada anak yang dilakukan oleh YAI. Kanker pada anak terjadi sebanyak dua hingga tiga persen dari total kasus kanker di Indonesia. Edi mengatakan, jumlah tersebut masih belum mencakup kasus-kasus yang belum diketahui, sehingga kemungkinan jumlahnya masih lebih banyak lagi. Diperkirakan tahun ini ada sekitar 4100 kasus baru kanker anak. Kasus kanker anak yang paling banyak terjadi adalah kanker darah (leukimia), dan kanker bola mata (retinoblastoma). Selain itu ada pula kanker tulang, kanker kelenjar getah bening, kanker hati, ginjal, indung telur, otak, dan lain-lain. Edi memaparkan, secara garis besar kanker anak terbagi menjadi dua yaitu cair dan padat. Bentuk cair di dalam tubuh manusia adalah darah. Jadi kanker yang masuk dalam kelompok cair yaitu kanker darah. Sedangkan bentuk padat, biasanya terlihat seperti benjolan yang dapat dijumpai pada semua organ manusia seperti otak, mata, hati, ginjal, dan organ-organ lainnya.

Belum dapat dideteksi dini
Sebagian dari kanker pada orang dewasa bisa dideteksi dini dengan metode-metode tertentu dengan tingkat akurasi yang cukup baik. Misalnya kanker leher rahim atau serviks dengan metode papsmear, dan kanker payudara dengan metode sadari. Namun kanker pada anak masih belum dapat dideteksi dini. Kalaupun ada, baru satu jenis kanker yang dapat dideteksi dini yaitu kanker bola mata. Deteksi dini untuk kanker bola mata dinamakan "Lihat Merah". Pemeriksaannya bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah dilatih sebelumnya menggunakan alat yang disebut dengan ophthalmoscope. "Sementara ini belum ada teknik pemeriksaan untuk deteksi dini kanker jenis lain. Namun selama belum ditemukan, orangtua jangan hanya berdiam diri, tetaplah waspada terhadap gejala-gejala kanker pada anak," tandas Edi. Gejala kanker darah umumnya pucat, demam, dan darah sulit membeku. Sedangkan gejala kanker kelompok padat umumnya terjadi benjolan di bagian-bagian tumbuhnya kanker. Sebagaimana sudah diketahui, jika kanker ditemukan pada stadium awal, maka kemungkinan untuk sembuh lebih besar dibanding jika baru ditemukan pada stadium lanjut.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Tue Jul 02, 2013 2:40 pm

KANKER PADA ANAK TIDAK BISA DICEGAH, BAWA KE DOKTER JIKA ADA GEJALA INI
Nurvita Indarini - detikHealth Senin, 28/01/2013 10:20 WIB
Jakarta, Kanker pada anak tidak bisa dicegah. Sebab penyebab kanker pada anak umumnya tidak bisa diketahui. Karena itu segeralah bawa anak ke dokter jika ada sesuatu yang mencurigakan pada anak. "Penyebab kanker pada anak tidak diketahui. Tapi diduga interaksi fungsi kimia, radiasi, genetik," kata pakar kanker anak dr Edi Setiawan Tehuteru Sp.A(K), MHA, IBCLC, di Rumah Anyo, Jl Anggrek Nelli Murni A110, Slipi, Jakarta Barat, dan ditulis pada Senin (28/1/2013). Rumah Anyo merupakan tempat tinggal sementara anak-anak penyandang kanker. Karena kanker pada anak tidak bisa dicegah, maka yang bisa dilakukan orang tua adalah mewaspadai gejalanya. "Kalau curiga karena anak pucat, demam, dan pendarahan maka cek dulu ke dokter. Sebab itu bisa dicurigai leukemia," imbuh dr Edi. Selain itu jika menemukan benjolan di tubuh anak, maka janganlah dibiarkan. Apalagi jika benjolan bertambah besar dalam waktu singkat. Harus dicek untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pun jika melihat bercak putih di bagian tengah mata bayi yang seolah bersinar bila kena cahaya, atau mata juling mendadak. Sebab hal itu bisa dicurigai sebagai retinoblastoma atau kanker kornea mata. Jika anak mengeluh pusing, muntah yang menyemprot, lumpuh, dan gangguan keseimbangan maka patut dicurigai terkena kanker otak. Jika perut anak membuncit tanpa sebab jelas, maka jangan kerap ditekan-tekan. Sebaiknya Anda segera membawa anak ke dokter. "Semakin awal kanker terdeteksi maka semakin besar kemungkinan untuk sembuh," sambung dr Edi. dr Edi mewanti-wanti agar orang tua tidak melakukan penundaan pada pengobatan anak. Sebab penundaan hanya akan membuat keadaan semakin buruk. "Kalau diketahui sejak dini ada retinoblastoma, bisa dilakukan pengobatan sehingga meminimalkan pengangkatan bola mata. Demikian pula dengan kanker lainnya," kata dokter yang berpraktik di RS Dharmais ini.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 20, 2013 2:39 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Thu Jul 11, 2013 5:31 pm

BILA BUAH HATI TERKENA KANKER
Selasa, 03 Juli 2012, 09:04 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Kanker memang tak mengenal usia. Di Indonesia, retinoblastoma dan leukemia termasuk kanker yang paling banyak diderita anak. Ketika diagnosis sudah ditegakkan, bagaimana cara terbaik meresponsnya? Psikolog Indria Laksmi Gamayanti mengajak orang tua untuk segera memulihkan mentalnya. Kekhawatiran berlebih bisa berdampak pada mental anak. “Sebaiknya, cari tahu sebanyak mungkin tentang kanker, pahami kondisi berikut rencana terapinya, dan bergaullah dengan orang tua survivor kanker anak untuk belajar dari peng alaman mereka,” sarannya. Keluar dari keterpurukan mental bukan hal mudah. Gamayanti meng imbau orang tua untuk bertawakal dan percaya pada kehendak-Nya. “Sudah banyak studi yang membuktikan kekuatan doa.” Pada anak usia sekolah, terapi kanker kerap membuat mereka harus izin untuk beberapa saat. Di lain sisi, terus bersekolah membuat optimisme terhadap kesembuhannya menjadi lebih besar. Mereka akan lebih termotivasi, terpercik keberaniannya untuk melawan kanker. “Untuk melindungi hak anak, tenaga kesehatan, guru, dan orang tua mesti bekerja sama sebagai tim yang solid,” urai psikolog di Bagian Tumbuh Kembang Anak RSUP dr Sardjito, Yogyakarta.

Tips itulah yang diterapkan orang tua Suci Nanda Nur Syahputri ber tahun silam. Di usia 13 bulan, ia ter kena tumor wilms yang mengganggu fungsi ginjalnya. “Seiring bertambahnya usia, saya mulai mempertanyakan mengapa harus cek darah berkala,” kata gadis berusia 20 tahun ini. Di usia SD, Suci mulai memahami ia kehilangan satu ginjal akibat serangan kanker. Hidup dengan satu ginjal mendatangkan konsekuensi tersendiri. Ia harus banyak minum, menjauhi mi instan, dan tidak sembarang me ngonsumsi obat ataupun suplemen. Di kesehariannya, Suci gampang letih. “Gara-gara mudah capek, saya sempat dikira anak manja oleh teman-teman,” kenangnya. Memasuki masa praremaja, tepatnya di usia 13 tahun, sang ayah memperkenalkan Suci dengan perkumpulan survivor kanker anak. Setelah berinteraksi dengan teman senasib, ia mampu mengadvokasi diri. Di tahap awal, peran bunda sangat besar. Ibu memulai dengan memberi penjelasan tentang kanker ke teman dekat anandanya. “Mereka kini ikut menjaga saya, mengingatkan harus banyak minum dan tak melakukan kegiatan berlebih,” ujar aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta ini. Suci kini sudah lebih piawai menakar dosis aktivitasnya. Ia juga sudah memikirkan karier masa depannya. Jenis pekerjaan yang akan dilakoninya tak boleh yang menguras energi. “Saya mulai merintis bisnis online,” ucap pemilik akun Chindashop di Facebook ini.

Anak berhak mengetahui penyakit yang dideritanya. Kemauan untuk sembuh sangat penting untuk dimiliki. Semangat untuk menggempur sel-sel liar itu juga mesti besar pada orang tua. “Orang tua yang putus asa, yang mengira anaknya akan segera berpulang hanya bakal menyurutkan mental anak,” komentar Prof Dr dr Iskandar Wahidayat SpA(K) selaku ketua umum panitia International Confederation of Childhood Cancer Parent Organizations (ICCCPO) Meeting Asia menjawab Republika. Bagaimana cara menjelaskan kanker pada anak? Langkah awal, cobalah menggali pemahamannya. “Lalu, luruskan pemahamannya de ngan memberikan informasi yang disesuaikan dengan usianya,” saran Dr Edi Setiawan Tehuteru SpA dari Departemen Onkologi Anak RS Dharmais, Jakarta. Di ruang praktiknya, Edi sering memanfaatkan alat bantu berupa buku cerita untuk memberi penjelasan tentang kanker pada anak. Ia juga membuat dongeng dengan lakon anak pejuang kanker. “Ada musuh yang harus dilawan oleh Kemo Man,” kata Edi mencontohkan manfaat kemoterapi bagi pasien ciliknya.

Kanker juga kerap mendatangkan bayangan akan kematian pada anak. Kekhawatiran mereka terhadap kematian perlu diredakan. “Ketika saya tanyakan, seorang anak pengidap kanker yang masih berusia dua tahun mengatakan dia takut meninggal karena harus dikubur dan nanti ada cacing yang menghampirinya,” papar Edi. Edi kemudian menceritakan mati itu seperti tidur. Ini berarti ketika meninggal, anak tak akan merasakan apa pun. “Sama saja ketika dokter datang saat ananda sedang tidur, apakah ananda tahu dokter masuk ke kamar?” tanya Edi kepada si kecil yang sedang gelisah. Orang tua, lanjut Edi, juga harus membangun sikap mental yang positif, terlebih di masa kanker tak lagi bisa ditumpas. Itu akan sangat bermanfaat bagi kualitas hidup anak yang berada di tahap paliatif. “Jika Tuhan kelak memanggil anandanya, prosesnya tidak membuat anak menderita dan orang tua pun tidak mengenangnya sebagai peristiwa yang traumatis,” tutur Edi.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 20, 2013 2:34 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Thu Jul 11, 2013 5:32 pm

CEGAH KANKER PADA ANAK SEJAK DALAM KANDUNGAN
Rabu, 22 September 2010, 16:38 WIB Petti Lubis, Mutia Nugraheni
VIVAnews - Pertumbuhan sel kanker dalam tubuh anak ternyata bisa dicegah sejak dalam kandungan. Sebuah laporan medis terbaru memberikan informasi tentang penyebab kanker, terutama pada anak. Yaitu, berkaitan dengan risiko dan kebiasaan, baik ayah maupun ibu, bahkan sebelum pembuahan.

Tanda-tanda genetik bisa meningkatkan risiko kanker muncul pada telur dan dibawa melalui perkembangan janin hingga lahir. “Risiko seseorang mengalami kanker bisa dicegah bahkan sebelum terjadinya pembuahan. Faktor risiko ini sudah ada dalam sel telur ibu," kata profesor Ricardo Uauy, penasihat kesehatan PBB dan WHO, seperti dikutip dari Bable.com. Risiko yang ada sebenarnya bisa dikurangi jika calon ibu menerapkan dengan kebiasaan hidup sehat. Untuk mengurangi risiko terjadinya kanker pada bayi atau anak ada tiga langkah yang bisa dilakukan para calon ibu.

1. Berhenti merokok
Asap rokok satu dari sekian banyak penyebab utama kanker yang hampir sepenuhnya berada dalam kontrol baik calon ibu maupun calon ayah. Sebenarnya, jika ingin memiliki bayi sehat dan kehamilan tidak bermasalah, bukan hanya calon ibu yang harus berhenti merokok tetapi juga calon ayah. Cukup sulit memang, terutama jika calon ayah perokok berat, tetapi setidaknya harus diusahakan.

2. Kurangi konsumsi makanan kaleng
Kaleng mengandung Bisphenol A dan bahan kimia lain yang bisa luluh ke dalam makanan. Hal ini bisa menjadi pencetus perkembangan sel kanker. Makanan kaleng juga ada yang belum terlalu matang dan mengandung lebih sedikit nutrisi daripada makanan segar atau beku.

3. Pilih bahan makanan bebas pestisida
Sayuran segar mengandung senyawa antioksidan dan zat anti-kanker lainnya. Sayuran seperti brokoli, bunga kol, kubis, kecambah dianggap pelawan zat kanker yang cukup kuat. Banyak sayuran memiliki tingkat pestisida yang rendah atau tanpa pestisida. Tumbuhan yang terpapar pestisida biasanya ditandai dengan banyak lubang di daun karena serangga pemakan tumbuhan bisa hidup di daun dan batang. Untuk itu, pintar-pintarlah dalam memilih buah dan sayuran.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 20, 2013 2:29 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Mon Jul 15, 2013 4:33 pm

WASPADAI KANKER PADA ANAK
Monday, 08 October 2012 Seputar Indonesia
Kanker merupakan penyakit yang mematikan bagi siapa pun,tidak terkecuali pada anak.Umumnya gejala kanker pada anak berupa sakit biasa tetapi para orang tua tetap harus waspada. Bagi para orang tua,tentu tidak menginginkan buah hatinya sakit atau mengidap penyakit tertentu.Salah satunya penyakit kanker yang bisa menyerang siapa pun dan tidak terkecuali pada anakanak. Namun,siapa sangka bahwa di negara Indonesia—berdasarkan data WHO—setiap tahun penderita penyakit kanker bertambah dan sekitar 4% anak-anak menderita penyakit kanker,serta tidak sedikit yang menyebabkan kematian. Tidak ada salahnya dimulai sejak dini,para orang tua lebih peka terhadap penyakit yang diderita anak,sekecil apa pun sakitnya.Hal ini agar orang tua mengenali gejalanya sebagai upaya deteksi dini. Jika mengetahui penyakit lebih awal,maka akses kesembuhannya lebih besar dibandingkan telat terdeteksi. Menurut dr Novi Amelia Chozie SpA (K) Hematologi- Onkologi,dokter spesialis anak dalam seminarnya di Rumah Sakit Ibu dan Anak Brawijaya Jakarta,mengatakan, terdapat berbagai penyakit kritis yang kerap terjadi pada anak-anak,salah satunya penyakit kanker. Sebagaimana yang telah diketahui bahwa kanker memiliki banyak jenis, namun terdapat beberapa jenis kanker yang kerap terjadi pada anak-anak.”Leukemia (kanker darah),kanker otak, neuroblastoma,limfoma (kelenjar limfe),rhabdomyosarcoma (otot),retinoblastoma (kanker retina mata),kanker tulang,”lanjutnya.

Kanker pada anak bisa terjadi karena timbul dari berbagai faktor,mulai kelainan genetik hingga faktor lingkungan.” Kanker pada anak bisa timbul sejak lahir dari berbagai organ tubuh karena adanya kelainan genetik,virus,maupun faktor lingkungan yang memengaruhinya,”papar dr Novi.Dan yang harus diwaspadai adalah gejala pengidap penyakit ini serupa dengan sakit kesehatan umum. Namun, yang membedakan adalah pada terdapat benjolan atau pembesaran kelenjar. Banyak gejala yang harus diperhatikan dan dicurigai ke arah kanker oleh para orang tua.”Seperti mengalami demam berkepanjangan,sakit kepala disertai muntah,kelainan kulit,terdapat benjolan pada rongga dada dan perut, pembesaran kelenjar di leher, penurunan berat badan,hal itu merupakan gejala kanker,” kata dr Novi.

Dia pun menambahkan, misalnya saja pada anak pengidap leukemia itu, gejalanya gampang pucat, cepat lelah,ada nyeri-nyeri tulang,dan pendarahan.Adapun tumor mata memiliki gejala mata kucing.”Setiap jenis kanker,berbeda pula gejala yang dimiliki,”imbuhnya. Bukan hanya itu,kanker pada anak yang terjadi juga bergantung pada usia mereka masing-masing. ”Usia rentan anak pengidap kanker itu sekitar berumur 4-5 tahun untuk pengidap leukimia, jika pengidap kanker tulang,biasanya berusia belasan tahun atau remaja,semua bergantung jenis kankernya,”tutur dr Novi.Semua jenis penyakit kanker juga bisa merenggut nyawa seseorang,tidak peduli berapa pun usia mereka.Karena jika penyakit ini tersebar ke seluruh bagian atau alat tubuh,maka akan menyebabkan kematian. ”Terjadinya kanker itu karena bertambahnya sel abnormal (kanker) secara berlebihan dan tidak terkendali sehingga menyebar ke seluruh bagian atau alat tubuh yang berakibat mengganggu atau merusak fungsinya dan menyebabkan kematian,”papar dr Novi. Meski begitu,penyakit kanker pada anak juga sebenarnya bisa disembuhkan. ”Kanker bisa sembuh jika sudah terdeteksi sejak dini, jika sudah stadium 3 atau 4, akses untuk sembuh agak sulit.Jadi bergantung pada stadium penyakit dan jenis kankernya,”tuturnya. Selain itu,juga harus didukung penuh pada perawatan dan pengobatan yang dilakukannya. ”Dilihat dari gambaran histopatologis, ketaatan pengobatan, keadaan fisik atau gizi anak, pengobatan support atau penunjang,”tutur dr Novi. rehdian khartika


Last edited by gitahafas on Tue Aug 20, 2013 2:37 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Mon Aug 19, 2013 2:09 pm

HARAPAN BARU PASIEN NEUROBLASTOMA
Friday, 01 October 2010 Seputar Indonesia
PARA ilmuwan berhasil menemukan cara baru untuk meningkatkan kelangsungan dan harapan hidup bagi anak-anak penderita kanker neuroblastoma.Caranya menggunakan teknik imunoterapi atau kemoterapi yang bertujuan agar penyakitnya tak kambuh lagi. Penyakit kanker dapat menyerang siapa saja.Tidak memandang jenis kelamin, usia, maupun status seseorang. Tak hanya orang tua, tapi juga bisa mendera anak-anak.Menurut data International Agency for Research on Cancer (IARC),satu dari 600 anak di dunia di bawah usia 16 tahun menderita kanker. Diperkirakan, dalam waktu 10 tahun ini terjadi 9 juta kematian akibat kanker per tahun. Dari total jumlah penderita kanker, 4% di antaranya anakanak. Kanker pada anak merupakan 4,9% dari kanker pada semua usia. Kanker pada anak lebih banyak menyerang laki-laki (53,5%) daripada perempuan (46,5%). Salah satu jenis kanker yang sering menyerang anak-anak adalah neuroblastoma. Kanker ini menempati urutan kedua terbanyak setelah leukemia. Kanker neuroblastoma adalah kanker yang merusak sistem saraf simpatik—saraf yang merespons stres. Pengobatan kanker pada jenis ini biasanya menjalankan prosedur kombinasi antara operasi, radioterapi, kemoterapi, dan transplantasi. Namun, dua penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal terkemuka dunia pada minggu ini mengemukakan cara baru untuk meningkatkan kelangsungan dan kualitas hidup bagi anak-anak penderita kanker neuroblastoma parah dan menengah. Peneliti dari The Children’s Hospital of Philadelphia menemukan fakta bahwa jenis baru imunoterapi dapat meningkatkan kelangsungan hidup sebanyak dua tahun pada anak dengan kanker neuroblastoma parah.

Terapi baru ini menggunakan “jasa” agen biologis untuk merangsang kekebalan tubuh sendiri untuk melawan penyakit. Dengan ditemukannya perawatan ini, akhirnya dapat meningkatkan harapan hidup penderita sebesar 20% dibandingkan dengan hanya menjalankan perawatan standar. Hasil temuan ini merupakan kenaikan substansial pertama di tingkat kesembuhan yang disingkap oleh para peneliti selama lebih dari satu dekade. Penelitian lain menyebutkan, uji klinis selama delapan tahun yang melibatkan pasien kanker neuroblastoma menengah yang dilakukan di University of California, San Francisco,Amerika Serikat, menunjukkan bahwa ada kemungkinan tingkat kelangsungan hidup pasien mengalami kenaikan sekitar 96% dengan menggunakan teknik kemoterapi, kurang dari yang sebelumnya diyakini. Kemoterapi juga bisa menghindari penderita dari bahaya efek samping yang disebabkan obat kanker. Penelitian tentang imunoterapi tersebut didanai oleh The National Institutes of Health and the Food and Drug Administration (FDA). Sementara penelitian terkait kemoterapi dibiayai oleh The National Cancer Institute di semua negara bagian Amerika Serikat. Hasil dua studi ini bisa dibaca dalam edisi 30 September 2010, jurnal New England Journal of Medicine. Berbicara tentang prosedur imunoterapi,penulis pendamping studi, Dr John M Maris, Direktur Center for Childhood Cancer Research di The Children’s Hospital of Philadelphia, Amerika Serikat, mengatakan seperti dikutip laman medicalnewstoday.com,“Kami berharap temuan ini akan mengubah praktik klinis,menetapkan standar tinggi baru pengobatan untuk penyakit yang sering mematikan ini.”

Maris juga duduk sebagai anggota komite neuroblastoma di The Children’s Oncology Group (COG), sebuah organisasi riset kooperatif yang berada di belakang dua studi ini. Dia juga menjadi penulis pendamping dalam penelitian soal kemoterapi, juga bergabung mendalami studi terkait imunoterapi. Saat ini sekitar 6 dari 10 anak pasien kanker neuroblastoma sebenarnya berhasil diobati dengan perawatan seperti bedah atau kemoterapi. Namun,kelanjutannya tidak begitu baik pada anak yang memiliki bentuk penyakit lain. Dokter memperkirakan, sekitar 40 anak setiap tahunnya di Inggris bisa mendapatkan keuntungan dengan pengobatan imunoterapi ini. Pengobatan imunoterapi bekerja dengan cara mencari sel-sel neuroblastoma yang masih tetap bertahan meskipun sudah dilakukan pengobatan sebelumnya, kemudian memasukkan molekul antibodi spesifik di permukaannya. Antibodi ini akan memobilisasi sistem kekebalan tubuh anak untuk menyerang dan menghancurkan sel-sel neuroblastoma yang masih tersisa. “Hasil awal dari penelitian di Amerika Serikat menunjukkan anak yang menerima perawatan imunoterapi memiliki kemungkinan terkena penyakit kanker lagi lebih kecil dibandingkan dengan anak yang tidak menerima perawatan ini. Diharapkan, perawatan ini bisa meningkatkan kelangsungan hidup anak nantinya,” ujar Dr Penelope Brock,konsultan onkologi pediatrik di Great Ormond Street Hospital,London,Inggris. (rendra hanggara)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Tue Aug 20, 2013 2:40 pm

KENALI GEJALA KANKER PADA ANAK
Penulis : Lusia Kus Anna | Kamis, 21 Februari 2013 | 16:09 WIB
Kompas.com - Kanker memang masih momok yang menakutkan, tetapi pengobatan modern dewasa ini menjadikan usia harapan hidup pasien semakin besar. Di Amerika, lebih dari 70 persen anak penderita kanker bisa bertahan hidup. Kanker yang paling umum terjadi di usia anak-anak adalah leukimia. Boleh dibilang hampir sepertiga dari kanker yang terjadi pada anak-anak adalah leukimia. Dengan adanya pengobatan baru, masa depan anak-anak dengan penyakit ini meningkat cukup signifikan. "Beberapa jenis kanker jika ditemukan lebih awal akan memberikan peluang kesembuhan yang lebih besar," kata dr.Anky Tri Rini Sp.A, dari RS.Kanker Dharmais Jakarta dalam acara talkshow dalam Hari Kanker Anak Internasional di Pinisi Edutainment Park Jakarta, beberapa waktu lalu. Anky menambahkan, orangtua harus mewaspadai beberapa gejala pada ciri fisik anak yang bisa mengarah keganasan. "Curigai setiap benjolah yang terdapat di sekujur tubuh anak. Namun ada benjolan juga benjolan yang tidak bisa teraba, misalnya di otak atau paru. Untuk itu harus diperhatikan juga tanda-tanda lain," katanya. Selain itu waspadai juga jika pertumbuhan tulang anak berbeda, misalnya antara kaki kiri dan kanan. Terutama jika anak sering mengeluh nyeri di malam hari. "Gangguan pertumbuhan tulang juga bisa menjadi gejala kanker tulang," imbuhnya. Pada kasus retinoblastoma (kanker mata) biasanya gejalanya bisa diketahui lebih awal. Misalnya saja sering keluar kotoran dari mata anak, bola mata merah, serta anak silau melihat cahaya. Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah anak sering mengeluh pusing, gangguan keseimbangan saat berjalan, muntah tanpa sebab yang jelas, ada benjolan di leher, atau testis anak. "Benjolan juga bisa menjadi tanda adanya penyebaran leukemia," katanya. Setiap kecurigaan atau kelainan pada tubuh anak sebaiknya diperiksakan ke dokter sehingga lebih cepat ditangani.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Tue Aug 20, 2013 2:47 pm

WASPADA 11 KANKER YANG SERING MENGANCAM ANAK
Rahma Lillahi Sativa - detikHealth Jumat, 26/04/2013 08:29 WIB
Jakarta, Salah satu faktor risiko seseorang terkena kanker adalah pertambahan usia. Namun kanker juga dapat menyerang generasi muda. National Cancer Institute AS pun melaporkan 68.400 remaja dan orang dewasa muda yang berusia 15-39 tahun terdiagnosis kanker pada tahun 2009. Ironisnya, tingkat insidensi kanker pada kelompok usia ini meningkat secara dramatis tapi sayangnya tingkat keberlangsungan hidup generasi muda pengidap kanker tidak meningkat dalam kurun waktu 30 tahun. Sebagian besar karena diagnosis yang terlambat atau rendahnya pemahaman terhadap biologi dan etiologi kanker pada populasi ini. Untuk itu, sebagai bentuk pencegahan dan deteksi ini, setiap orang perlu tahu 11 jenis kanker yang paling sering ditemui pada anak seperti halnya dikutip dari Emaxhealth, Jumat (26/4/2013) berikut ini.

1. Kanker otak dan tumor pada sistem saraf pusat
Kanker otak dan kanker saraf tulang belakang sendiri merupakan jenis kanker ketiga yang paling banyak ditemukan pada anak-anak setelah leukemia dan limfoma. Penyebab kedua kanker ini sendiri masih belum diketahui. Gejalanya bisa berbeda dari satu pasien ke pasien yang lain. Namun gejala yang paling sering ditemukan pada pasien tumor otak diantaranya sakit kepala di pagi hari atau sakit kepala yang tak kunjung pergi setelah muntah-muntah; sering mual dan muntah-muntah; gangguan penglihatan, pendengaran dan bicara; kehilangan keseimbangan dan kesulitan berjalan; rasa kantuk yang tak biasa atau perubahan kadar aktivitas; perubahan kepribadian atau perilaku yang tak wajar; kejang-kejang; dan peningkatan ukuran kepala (pada bayi).  Sedangkan gejala tumor saraf tulang belakang antara lain nyeri punggung atau nyeri yang menyebar dari punggung dan menjalar ke lengan atau kaki; perubahan kebiasaan buang air besar atau sulit buang air kecil; kaki lemas; dan sulit berjalan.

2. Kanker payudara
Sayangnya, menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer, wanita berusia 30 tahun ke bawah yang didiagnosis dengan kanker payudara mempunyai prognosis untuk bertahan hidup yang lebih rendah ketimbang wanita yang lebih tua. Alasannya, wanita yang lebih muda cenderung terserang kanker payudara yang lebih agresif daripada wanita yang lebih tua.

3. Kanker serviks
Kanker yang menyerang jaringan serviks atau organ yang menghubungkan antara rahim dengan vagina ini biasanya berkembang secara lambat dan tak memunculkan gejala tertentu namun dapat ditemukan tes Pap rutin.  Biasanya kanker serviks ini disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV) dan sebagian besar menyebar lewat kontak seksual. Itulah mengapa wanita yang telah aktif secara seksual sejak muda dan mempunyai banyak pasangan seksual berisiko tinggi terkena infeksi HPV sekaligus kanker serviks.  Kebiasaan merokok dan paparan terhadap asap rokok (perokok pasif) juga dapat meningkatkan risiko kanker serviks. Diantara wanita yang terinfeksi dengan HPV, dysplasia (kondisi pra-kanker) dan kanker invasif terjadi 2-3 kali lebih sering pada perokok dan mantan perokok.

4. Kanker kolorektal atau kanker anus
Memiliki keluarga inti dengan riwayat kanker kolorektal dapat melipatgandakan risiko seseorang untuk terserang penyakit serupa. Riwayat penyakit peradangan usus juga dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal. Faktor risiko yang dapat dicegah dari kanker ini diantaranya merokok, konsumsi alkohol berlebihan dan obesitas.

5. Germ cells tumor, termasuk kanker testis
Germ cells adalah sel-sel di dalam tubuh yang berkembang menjadi sperma dan sel telur. Mayoritas sel-sel ini ditemukan di dalam ovarium atau testis namun terkadang sel ini juga bisa tertinggal di bagian tubuh lain ketika janin berkembang di dalam rahim seperti di dada, otak atau bagian belakang perut (kanker retroperitoneal). Germ cells tumor yang paling banyak ditemukan adalah teratoma atau seminoma pada testis pria. Wanita juga dapat mengidap germ cells tumor di ovarium namun sebagian besar bersifat jinak dan hanya 1-2 persen yang benar-benar kanker. Kanker testis sendiri paling sering dialami pria muda atau paruh baya. Faktor risikonya antara lain undescended testicle (testis tidak turun), pertumbuhan testis yang abnormal, memiliki riwayat kanker testis sendiri atau riwayat keluarga, dan berkulit putih.

6. Leukemia
Jenis leukemia yang paling sering ditemukan pada anak-anak yaitu Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL). Faktor risiko untuk ALL diantaranya terpapar sinar X sebelum lahir, terpapar radiasi, riwayat kemoterapi, perubahan genetik tertentu dan gangguan genetik tertentu seperti Down Syndrome.  Jika terjadi gejala mencurigakan pada anak, segera kunjungi dokter karena ALL akan memburuk dengan cepat jika tak kunjung ditangani.

7. Kanker hati
Kanker ini sebenarnya jarang dialami anak-anak dan remaja. Kalaupun iya, bisa jadi itu hepatoblastoma (tidak menyebar di luar hati dan biasanya terjadi pada anak berusia tiga tahun ke bawah) dan hepatocellular carcinoma (kanker hati yang lebih umum pada anak di atas tiga tahun dan remaja). Gejalanya seperti benjolan yang tak terasa sakit di perut, pembengkakan atau nyeri perut, penurunan berat badan yang tak wajar, kehilangan selera makan serta mual dan muntah.

8. Limfoma
Limfoma merupakan kanker yang menyerang kelenjar getah bening, timus, limpa, amandel, kelenjar gondok dan sumsum tulang. Terdapat dua jenis limfoma yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin (NHL). Limfoma sendiri tercatat sebagai jenis kanker terbanyak kedua yang menyerang anak-anak. Biasanya gejala awal limfoma Hodgkin adalah pembesaran kelenjar getah bening yang tak terasa nyeri di leher, di atas tulang selangka, di bawah ketiak atau pangkal paha. Sedangkan untuk NHL, gejalanya antara lain susah bernafas, mengi, batuk-batuk, nafas yang mengelurkan suara bernada tinggi, pembengkakan kepala, leher atau tubuh bagian atas, susah menelan makanan, penurunan berat badan yang tak wajar dan berkeringat di malam hari.

9. Melanoma
Meski paling banyak terjadi pada orang dewasa, terkadang kanker ini juga ditemukan pada anak-anak dan remaja berusia antara 10-19 tahun. Faktor risikonya antara lain berkulit putih, terpapar cahaya matahari atau penggunaan tanning bed, mempunya sejumlah tahi lalat atau keluarga memiliki riwayat melanoma. Cara terbaik untuk mencegah melanoma adalah melindungi kulit dari radiasi UV dengan memakai tabir surya, tidak berada di bawah sinar matahari dalam waktu lama, dan mengenakan baju pelindung ketika keluar ruangan.

10. Sarkoma
Sarkoma berkontribusi sebagai kanker yang menyerang anak-anak sebesar 15 persen. Sarkoma dapat menyerang bagian tubuh manapun namun yang paling sering terkena kanker ini adalah kaki dan tangan karena sebagian besar jaringan ikat tubuh terletak di dalam keduanya. Secara garis besar ada lima sub-kanker sarkoma yang biasa menyerang anak-anak dan orang dewasa muda yaitu kanker tulang, sarkoma Ewing, rhabdomyosarcoma, sarkoma jaringan lunak dan sarkoma rahim.

11. Kanker tiroid
Kanker tiroid kebanyakan terjadi pada wanita berusia antara 25-65 tahun. Orang yang sering terpapar radiasi pada kepala dan lehernya ketika masih kecil berisiko tinggi terkena kanker ini. Penduduk benua Asia juga dikatakan paling tinggi risikonya terkena kanker tiroid. Gejala yang paling umum diantaranya benjolan di leher, susah bernafas, sulit menelan makanan atau suara serak.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Wed Aug 21, 2013 2:04 pm

FAKTOR RISIKO KANKER YANG DITURUNKAN ORANGTUA
Penulis : Unoviana Kartika | Jumat, 21 Desember 2012 | 11:06 WIB
Kompas.com – Faktor genetik atau keturunan memang menjadi faktor risiko terjadinya kanker. Selama ini risiko seseorang terkena kanker lebih besar jika orangtua terdiagnosa kanker di usia muda. Namun menurut studi terbaru, risiko kanker tetap besar jika orangtua terdiagnosa di usia lanjut. Kesimpulan tersebut dihasilkan para peneliti yang menganalisa data di Swedia dan melibatkan 8 juta orang dan orangtua mereka. Ternyata tetap ditemukan risiko kanker cukup tinggi pada mereka yang orangtuanya terdiagnosis kanker di usia muda.  Jenis kanker yang merupakan faktor risiko keturunan antara lain, kanker non-Hodgkin lymphoma sebanyak 1,6%, kanker kandung kemih sebanyak 2,8%, kanker kulit sebanyak 3,5%, kanker kulit melanoma sebanyak 4,6%, kanker paru-paru sebanyak 5%, kanker kolon sebanyak 6,4%, kanker payudara sebanyak 8,8%, dan kanker prostat sebanyak 30,1%. Para peneliti juga menemukan bahwa antara 35-81% dari kanker pada orang tua terjadi ketika mereka berusia lebih dari 69 tahun. Jenis kankernya antara lain kanker non-Hodgkin lymphoma sebanyak 54%, kanker kandung kemih sebanyak 62%, kanker kulit sebanyak 81%, kanker kulit melanoma sebanyak 35%, kanker paru-paru sebanyak 59%, kanker kolon sebanyak 59%, kanker payudara sebanyak 41%, dan kanker prostat sebanyak 75%. Menurut para peneliti, belum ada faktor non-genetik yang dapat meningkatkan resiko kanker pada anak ketika orang tua diagnosis terkena kanker. Oleh karenanya resiko kanker besar kemungkinannya ditentukan oleh faktor genetik. Hasil penelitian ini penting bagi mereka yang sudah memiliki faktor resiko untuk lebih memperhatikan gaya hidupnya, yang dapat menjadi faktor lain yang dapat memperbesar resiko kanker. Meskipun studi ini belum menunjukkan hubungan sebab akibat pada orangtua yang terdiagnosis kanker pada usia tua dengan kenaikan resiko pada anak.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Wed Aug 21, 2013 2:31 pm

JANGAN TAKUT, KANKER PADA IBU BELUM TENTU MENURUN PADA ANAKNYA
Erninta Afryani Sinulingga - detikHealth Jumat, 22/03/2013 12:30 WIB
Jakarta, Kanker pada seseorang bisa 'diturunkan' secara genetika. Tapi bukan berarti jika ibunya terkena kanker maka serta merta anaknya juga terkena kanker. Mata rantai kanker bisa diputus melalui pola hidup sehat. "Ibu terkena kanker, belum tentu anak juga terkena kanker. Walaupun faktor genetik berperan, tetapi kita bisa menghindarinya dengan menerapkan pola hidup sehat," kata ahli radiologi, Prof dr Soehartati Gondhowiardko, SpRad(K)OnkRad. Hal itu disampaikan perempuan yang akrab disapa Prof Tati itu dalam seminar awam bertajuk Menepis Mitos Tentang Kanker di RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta, dan ditulis pada Jumat (22/3/2013). Menurut Prof Tati, ada tiga pola hidup sehat yang dianjurkan oleh World Health Organization (WHO). Ketiga pola hidup sehat tersebut adalah dengan mencegah obesitas, mencegah infeksi, dan mencegah tembakau. "Juga hindari makanan berpenyedap, pengawet, perasa pewarna. Kurangi protein hewan budidaya, dan pastinya alkohol serta tembakau," tambah Prof Tati. Profesor cantik berkacamata ini juga mengatakan pola hidup sehat sangat berperan bagi pengidap kanker dan keluarga pasien. Mengutip WHO, dengan menerapkan pola hidup sehat, maka 43 persen masalah kanker dapat dipotong rantainya. Prof Tati juga menganjurkan pada penderita kanker atau keluarga pasien untuk tetap berpikir positif, menjaga olahraga, dan mengonsumsi makanan yang sehat. "Positif thinking saja. Itu yang perlu dibangun ketika terdiagnosa kanker dan di sinilah peran keluarga untuk tetap mendukung pasien, bukan malah ikut-ikutan panik," ucapnya.
Back to top Go down
 
Penyakit Kanker
View previous topic View next topic Back to top 
Page 31 of 32Go to page : Previous  1 ... 17 ... 30, 31, 32  Next
 Similar topics
-
» Dampak Meditasi dan Bahayanya
» Pengobatan Penyakit Jantung yang Aman pada Ibu Hamil

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: