Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Penyakit Kanker

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 18 ... 32  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Sat Jun 09, 2012 6:04 pm

MEMAHAMI TERJADINYA KANKER
Selasa, 30 November 2010 | 15:16 WIB
Kompas.com - Begitu mendengar vonis kanker, banyak orang seakan mendengar lonceng kematian. Kanker memang penyakit paling unggul dalam merenggut usia karena sel-sel abnormalnya yang tumbuh tak terkendali dapat menyebar ke seluruh tubuh dan merusak sel-sel normal di sekelilingnya. Saat ini sedikitnya ada sekitar 200 jenis kanker. Namun, karateristik dari semua kanker itu sama saja, yakni pertumbuhan dan penyebaran sel-sel abnormal yang tak terkendali. Mengapa kanker bisa berkembang pada seseorang dan tidak pada yang lain, belum diketahui sepenuhnya. Para peneliti menduga, 5-10 persen kanker mungkin diwariskan. Artinya, penyakit ini diturunkan oleh suatu generasi ke generasi berikutnya melalui gen yang tidak normal. Tetapi dalam sebagian besar kasus, kanker berkembang melalui serangkaian tahapan kompleks yang sering meliputi paparan berlebihan karena karsinogen (zat penyebab kanker), seperti tembakau atau matahari. Karsinogen dipercaya menyebabkan terbentuknya radikal bebas, yang dapat merusak untaian molekul-molekul DNA pembawa informasi tentang cara reproduksi. Begitu ada DNA yang megnalami kerusakan, sel kanker bisa terbentuk. Karena itu salah satu cara untuk mencegah kanker adalah dengan mengurangi paparan pada apa pun yang merangsang pembentukan radikal bebas, termasuk makanan kaya lemak, tembakau, dan alkohol.

Kanker bisa berkembang dalam beberapa bentuk, yakni:
Karsinoma
Ini merupakan kanker yang berasal dari permukaan tubuh luar maupun dalam, seperti kanker kulit dan kanker usus besar.

Sarkoma
Sarkoma adalah kanker yang berkembang dalam jaringan pendukung tubuh seperti tulang dan otot.

Limfoma
Disebut limfoma bila kanker itu berasal dari kelenjar limfe atau getah bening dan sistem kekebalan tubuh.

Leukemia
Leukemia berasal dari sumsum tulang dan terdapat dalam aliran darah.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 7:37 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Sat Jun 09, 2012 6:05 pm

WASPADALAH, ORANG ORANG INI BERPOTENSI KENA KANKER
Rabu, 27/06/2012 19:01 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Setiap orang yang tidak menjalani hidup sehat punya potensi untuk diserang kanker. Tapi potensi lebih besar bisa mengincar orang-orang yang tinggal atau hidup di lingkungan tertentu. "Ada banyak faktor risiko yang menyebabkan kanker, mulai dari bawaan genetik, lingkungan, bahan kimia di sekitar, kebiasaan makan tak sehat, kurang olahraga, serta penyebab tidak langsung dari infeksi, hepatitis dan HIV," jelas Dr Ronald Hukom, SpPD, KHOM, dokter ahli kanker dari RS Kanker Dharmais saat berbincang dengan detikHealth, Rabu (27/6/2012). Setiap orang-orang dengan faktor risiko tersebut berpotensi untuk terkena kanker. Tapi Dr Ronald menjelaskan ada orang-orang yang memiliki potensi lebih besar terkena kanker, yaitu:

1. Orang gemuk
Berdasarkan studi diketahui bahwa perempuan menopause yang bertubuh gemuk (obesitas) memiliki risiko 35 persen lebih tinggi terkena kanker payudara 'triple-negative' dibanding perempuan yang tidak obesitas. Kanker payudara 'triple-negative' ini tergolong jenis kanker payudara yang agresif. Perempuan gemuk juga memiliki peningkatan risiko sebesar 39 persen terkena kanker payudara reseptor estrogen positif, yaitu suatu jenis kanker yang akan diberi makan oleh hormon estrogen. Penyebab kegemukan sendiri seperti makanan berlemak, gorengan, kurang serat, serta kurang olahraga, juga merupakan faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker. Jadi tidak berlebihan bila orang yang bertubuh gemuk perlu lebih waspada terhadap ancaman bahaya kanker.

2. Perokok
Rokok merupakan penyebab utama dari berbagai kanker, terutama kanker paru. Kanker paru sendiri menempati urutan ketiga kanker terbanyak yang diderita orang Indonesia, khususnya oleh kaum lelaki yang perokok. Umumnya tidak ada satu pun organ di dalam tubuh yang tidak terpengaruh oleh asap rokok, karenanya hampir semua bagian tubuh bisa rusak oleh rokok. Hal ini karena di dalam satu batang rokok mengandung 4.000 senyawa kimia yang 40 diantaranya termasuk racun (toksik) atau karsinogenik (bisa menyebabkan kanker).

3. Pekerjaan tertentu
"Kanker juga berisiko untuk orang-orang yang pekerjaannya berhubungan dengan bahan kimia atau bahan tertentu, seperti asbes (kanker paru), pekerja tambang (kanker paru), pekerja bengkel (kanker paru), pekerja di perkebunan yang sering terpapar insektisida hama, pekerjaan lain yang terpapar radiasi berlebihan. Ini semua bisa meningkatkan risiko kanker," jelas Dr Ronald.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 7:29 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Sat Jun 09, 2012 6:06 pm

KEKELIRUAN BESAR PENYEBAB KANKER
Selasa, 19/07/2011 09:02 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Beberapa hal memang diketahui bisa menyebabkan kanker. Tapi sayangnya ada beberapa kesalahpahaman mengenai penyebab kanker yang beredar di masyarakat. Apa saja mitos seputar penyebab kanker? Mitos seputar penyebab kanker dari benda dan produk sehari-hari bisa membuat seseorang menjadi ketakutan dan khawatir berlebihan mengenai kesehatan dirinya atau orang lain. Sebelum menjadi panik, Timothy Moynihan, MD, spesialis kanker dari Mayo Clinic di Rochester, Minnesota memberikan beberapa penjelasan mengenai mitos seputar penyebab kanker, seperti dikutip dari Mayoclinic, Selasa (19/7/2011) yaitu:

Mitos: Deodoran bisa menyebabkan kanker payudara
Fakta: Hingga saat ini belum ada bukti yang konklusif mengenai hubungan antara penggunaan antiperspirants atau deodoran dengan kanker payudara. Beberapa laporan memang menuturkan bahwa kandungan bahan seperti paraben dan alumunium bisa terserap melalui kulit dan memasuki tubuh. Tapi tidak ada studi klinis yang menunjukkan produk ini bisa menyebabkan kanker. Jika memang merasa khawatir, maka pilihlah produk antiperspirant atau deodoran yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

Mitos: Wadah plastik dan pembungkus makanan untuk microwave bisa menyebabkan kanker
Fakta: Jika memang di wadah tersebut sudah dicantumkan kode aman untuk makanan, maka wadah atau pembungkus makanan ini aman digunakan. Tapi jika wadah tersebut tidak diperuntukkan untuk microwave, maka jangan digunakan karena bahan di dalam wadah tersebut berpotensi mengalami kebocoran dan bereaksi dengan makanan saat terkena suhu panas.

Mitos: Orang dengan kanker tidak boleh mengonsumsi gula karena bisa membuat kanker tumbuh lebih cepat
Fakta: Semua sel termasuk sel kanker memang bergantung pada gula darah (glukosa) untuk energi. Tapi memberikan gula lebih banyak pada sel-sel kanker tidak mempercepat pertumbuhannya, dan mengurangi gula juga tidak memperlambat pertumbuhannya.

Mitos: Orang baik tidak akan mendapatkan kanker
Fakta: Pada zaman kuno, orang yang sakit sering dipandang sebagai hukuman atas tindakan atau pikiran yang buruk dan masih banyak dipercaya oleh orang. Tapi tidak ada bukti sama sekali bahwa orang baik bisa terbebas dari kanker.

Mitos: Kanker bisa menular
Fakta: Kanker bukanlah penyakit menular, karenanya tidak perlu menghindari orang yang terkena kanker. Menghabiskan waktu dna menyentuh orangd engan kanker justru bisa menjadi bentuk dukungan yang baik.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 1:26 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Sat Jun 09, 2012 6:06 pm

DAFTAR 8 SENYAWA BARU PENYEBAB KANKER
Senin, 13/06/2011 12:41 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Beberapa senyawa diketahui bisa menyebabkan kanker (karsinogenik). Dan kini ada 8 senyawa baru yang dimasukkan ke dalam kategori karsinogenik yang patut diwaspadai. Departemen Kesehatan dan Pelayanan AS melaporkan 8 senyawa karsinogen baru yaitu formaldehid, asam aristolochic, 0-nitrotoluen, captafol, cobalt-tungsten carbide (baik dalam bentuk bubuk atau logam keras), riddelliine, serat gelas tertentu dan stirena. Sehingga saat ini ada sekitar 240 daftar senyawa karsinogen yang terdaftar. "Mengurangi paparan agen penyebab kanker adalah sesuatu yang diinginkan semua orang, dan laporan ini memberikan informasi penting mengenai zat yang bisa menimbulkan risiko kanker," ujar Linda Birnbaum, PhD, direktur NIEHS (National Institute of Environmental Health Sciences) dan NTP (National Toxicology Program), seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Senin (13/6/2011). Delapan senyawa yang digolongkan karsinogen tersebut adalah:

1. Aristolochic acid
Orang dengan penyakit ginjal yang mengonsumsi produk nabati dengan aristolochic acid ditemukan memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker kandung kemih dan saluran kemih atas. Asam ini ditemukan pada beberapa produk herbal seperti untuk obat peradangan, asam urat dan arthritis.

2. Formaldehid
Saat ini ada bukti kuat dari studi pada manusia yang menunjukkan orang dengan paparan tinggi formaldehid memiliki risiko lebih besar terkena kanker nasofaring, sinonasal dan leukemia myeloid. Senyawa ini tidak berwarna, mudah terbakar dan dipergunakan dalam produksi serat sintetis, tekstil, coating product, pengawet, produk untuk meluruskan rambut.

3. Captafol
Senyawa ini digunakan dalam fungisida untuk melindungi buah, sayuran, tanaman hias dan rumput dari jamur. Di AS sudah melarang penggunaan senyawa ini sejak tahun 1999, dan percobaan pada hewan tikus menunjukkan paparan senyawa ini bisa menyebabkan tumor.

4. Cobalt-tungsten carbide
Senyawa ini digunakan untuk memotong atau menggiling alat dan beberapa produk dalam industri. Logam keras ini sering disebut sebagai disemen (cemented).

5. Serat wol kaca
Beberapa wol kaca dan serat buatan telah teridentifikasi bisa masuk ke saluran pernapasan, sangat bertahan lama dan tinggal di paru-paru dalam waktu yang lama (biopersisten).

6. O-nitrotoluen
Studi laboratorium pada tikus menunjukkan pembentukan tumor akibat zat ini. Zat ini digunakan sebagai pewarna untuk kertas, kulit, sutra, wol dan kapas serta untuk bahan kimia pertanian, pestisida, petrokimia, bahan kimia karet, bahan peldak dan obat-obatan. Zat ini juga bisa ditemukan dalam air dekat fasilitas amunisi dan fasilitas pelatihan militer.

7. Riddelliine
Zat ini ditemukan pada tanaman genus Senecio yang banyak tumbuh di daerah berpasir di AS, studi laboratorium menemukan risiko lebih tinggi mengalami kanker hati dan leukemia pada tikus dan kanker paru pada mencit. Paparan pada manusia bisa terjadi jika mengonsumsi teh, madu, obat herbal atau makanan dari hewan yang diberi tanaman terkontaminasi.

8. Stirena
Bahan kimia sintetik ini digunakan secara global dalam pembuatan plastik, isolasi, fiberglass, pipa, wadah makanan, alas karpet dan bagian mobil. Paparan manusia bisa terjadi dengan menghirup stirena dari asap rokok, bahan bangunan dan produk lainnya. Pada studi terbatas menunjukkan risiko lebih tinggi terkena kanker lymphohematopoietic dan kerusakan genetik dalam limfosit.

Senyawa yang termasuk dalam daftar karsinogen tidak dengan sendirinya bisa menyebabkan kanker, tapi ada banyak faktor yang menyebabkan kanker termasuk berapa lama ia terpapar dan kerentanan seseorang terhadap suatu zat tertentu.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 7:39 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Mon Jun 11, 2012 8:35 am

PENYEBAB KANKER
Penyebab kanker biasanya tidak dapat diketahui secara pasti karena penyebab kanker dapat merupakan gabungan dari sekumpulan faktor, genetik dan lingkungan. Namun ada beberapa faktor yang diduga meningkatkan resiko terjadinya kanker, sebagai berikut :

Faktor keturunan
Faktor genetik menyebabkan beberapa keluarga memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker tertentu bila dibandingkan dengan keluarga lainnya. Jenis kanker yang cenderung diturunkan dalam keluarga adalah kanker payudara, kanker indung telur, kanker kulit dan kanker usus besar. Sebagai contoh, risiko wanita untuk menderita kanker meningkat 1,5 s/d 3 kali jika ibunya atau saudara perempuannya menderita kanker payudara.

Faktor Lingkungan
- Merokok sigaret meningkatkan resiko terjadinya kanker paru - paru, mulut, laring (pita suara), dan kandung kemih.
- Sinar Ultraviolet dari matahari
- Radiasi ionisasi (yang merupakan karsinogenik) digunakan dalam sinar rontgen dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan ledakan bom atom yang bisa menjangkau jarak yang sangat jauh. Contoh, orang yang selamat dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II, berisiko tinggi menderita kanker sel darah, seperti Leukemia.

Faktor Makanan yang mengandung bahan kimia.
Makanan juga dapat menjadi faktor risiko penting lain penyebab kanker, terutama kanker pada saluran pencernaan. Contoh jenis makanan yang dapat menyebabkan kanker adalah :

- Makanan yang diasap dan diasamkan (dalam bentuk acar) meningkatkan resiko terjadinya kanker lambung
- Minuman yang mengandung alkohol menyebabkan berisiko lebih tinggi terhadap kanker kerongkongan.
- Zat pewarna makanan
- Logam berat seperti merkuri yang sering terdapat pada makanan laut yang tercemar seperti: kerang, ikan, dsb.
- Berbagai makanan (manis,tepung) yang diproses secara berlebihan.

Virus
Virus yang dapat dan dicurigai menyebabkan kanker antara lain :
- Virus Papilloma menyebabkan kutil alat kelamin (genitalis) agaknya merupakan salah satu penyebab kanker leher rahim pada wanita.
- Virus Sitomegalo menyebabkan Sarkoma Kaposi (kanker sistem pembuluh darah yang ditandai oleh lesi kulit berwarna merah)
- Virus Hepatitis B dapat menyebabkan kanker hati.
- Virus Epstein - Bar (di Afrika) menyebabkan Limfoma Burkitt, sedangkan di China virus ini menyebabkan kanker hidung dan tenggorokan. Ini terjadi karena faktor lingkungan dan genetik.
- Virus Retro pada manusia misalnya virus HIV menyebabkan limfoma dan kanker darah lainnya.

Infeksi
- Parasit Schistosoma (bilharzia) dapat menyebabkan kanker kandung kemih karena terjadinya iritasi menahun pada kandung kemih. Namun penyebab iritasi menahun lainnya tidak menyebabkan kanker.
- Infeksi oleh Clonorchis yang menyebabkan kanker pankreas dan saluran empedu.
- Helicobacter Pylori adalah suatu bakteri yang mungkin merupakan penyebab kanker lambung, dan diduga bakteri ini menyebabkan cedera dan peradangan lambung kronis sehingga terjadi peningkatan kecepatan siklus sel.

Faktor perilaku
- Perilaku yang dimaksud adalah merokok dan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan daging yang diawetkan juga peminum minuman beralkohol.
- Perilaku seksual yaitu melakukan hubungan intim diusia dini dan sering berganti ganti pasangan.

Gangguan keseimbangan hormonal
Hormon estrogen berfungsi merangsang pertumbuhan sel yang cenderung mendorong terjadinya kanker, sedangkan progesteron melindungi terjadinya pertumbuhan sel yang berlebihan. - Ada kecenderungan bahwa kelebihan hormon estrogen dan kekurangan progesteron menyebabkan meningkatnya risiko kanker payudara, kanker leher rahim, kanker rahim dan kanker prostat dan buah zakar pada pria.

Faktor kejiwaan, emosional
- Stres yang berat dapat menyebabkan ganggguan keseimbangan seluler tubuh. Keadaan tegang yang terus menerus dapat mempengaruhi sel, dimana sel jadi hiperaktif dan berubah sifat menjadi ganas sehingga menyebabkan kanker.

Radikal bebas
- Radikal bebas adalah suatu atom, gugus atom, atau molekul yang mempunyai electron bebas yang tidak berpasangan dilingkaran luarnya. Sumber - sumber radikal bebas yaitu :

1. Radikal bebas terbentuk sebagai produk sampingan dari proses metabolisme.
2. Radikal bebas masuk ke dalam tubuh dalam bentuk racun-racun kimiawi dari makanan , minuman, udara yang terpolusi, dan sinar ultraviolet dari matahari.
3. Radikal bebas diproduksi secara berlebihan pada waktu kita makan berlebihan (berdampak pada proses metabolisme) atau bila kita dalam keadaan stress berlebihan, baik stress secara fisik, psikologis,maupun biologis.

Sumber : Dari berbagai sumber
Compiled by : www.cancerhelps.com


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 7:34 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Mon Jun 11, 2012 8:37 am

KANKER MENGINTAI DIBALIK MINUMAN BERSODA
JUM''AT, 29 JUNI 2012 | 19:20 WIB
TEMPO.CO, Washington - Jika Anda ingin membuat pewarna makanan karamel di rumah, Anda cukup melelehkan gula dalam panci. Namun produsen minuman bersoda, melakukan cara yang jauh berbeda. Mereka membuat interaksi gula-amonia dalam tekanan dan suhu yang tinggi. Hasilnya? Sebuah warna karamel dengan ''bonus'' tak diinginkan siapapun: zat yang dapat memicu kanker. Masalah muncul, kata para ahli, adalah pada zat bernama 4-MI, kontaminan yang ditemukan dalam warna karamel yang dibuat dengan cara demikian. Warna ini umum dipakai dalam minuman bersoda, yang tanpa menyebut merek, Anda pasti tahu. Inilah yang menjadi karsinogen, alias pemicu munculnya penyakit kanker. Dalam laboratorium pemerintah Amerika Serikat dengan uji coba pada hewan, bahan initelah terbukti dapat menyebabkan leukemia, serta kanker paru-paru, hati, dan tiroid. Meskipun alternatif yang lebih aman tersedia, namun harganya empat kali lebih mahal, hal yang dihindari produsen minuman manapun, kecuali yang mau menanggung risiko merogoh kocek lebih dalam dan untung sedikit. Di negara bagian California, pemerintah setempat berhasil memaksa produsen minuman ringan untuk menuliskan peringatan dalam kemasan kaleng produk mereka. Coca-cola dikabarkan telah melakukan reformulasi warna karamel hingga menekan tingkat 4-MI ke ambang aman.

Menurut analisis terbaru Center for Science in the Public Interest (CSPI), di wilayah tanpa aturan ini, tingkat 4-MI empat kali lebih tinggi. "Tak mungkin sepenuhnya menghilangkan karsinogen dari minuman bersoda, tapi siapapun produsennya harus menekan sekecil mungkin jumlahnya," kata direktur eksekutif IHSG, Michael F. Jacobson. Para peneliti menemukan bahwa sampel Coke yang dijual di California berisi 4 mikrogram (mcg) 4-MI, jauh lebih rendah dari 30 mcg sebelum aturan label peringatan. Namun, Coke dijual di Brazil berisi 267 mcg per 12 ons; di Kenya terdaftar 177 mcg, sementara Coke dijual di Washington DC terkandung 144 mcg. Food and Drug Administration (FDA)mengatakan bahan kimia tersebut masih aman, meskipun proyeksi IHSG bahwa tingkat umum dari 4-MI ditemukan di Coke dan Pepsi menjadi pemicu 15.000 kasus kanker tiap tahun. "Sulit untuk mengetahui seberapa serius masalah pewarna makanan berefek pada kesehatan," kata Marion Nestle PhD, profesor gizi, studi pangan, dan kesehatan masyarakat di Universitas New York.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 7:16 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Mon Jun 11, 2012 8:39 am

MENGATASI RAMBUT RONTOK KARENA KANKER
Rabu, 22/09/2010 09:40 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Pengobatan kemoterapi dan radioterapi pada pasien kanker sering menimbulkan efek samping yang terlihat nyata, seperti rambut rontok, mual dan hilang nafsu makan. Untuk rambut rontok ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Kemoterapi dan radioterapi merupakan pengobatan yang efektif dalam mengatasi kanker dan menghilangkan gejala-gejala kanker. Potensi efek samping hendaknya tidak membatasi pasien untuk mendapatkan pengobatan kembali. "Efek samping pengobatan kanker berbeda dari satu pasien dengan pasien yang lainnya. Untuk radioterapi misalnya, efek samping akan tergantung dari bagian tubuh mana yang diradiasi," jelas dr Fielda Djuita, Sp.Rad (K).Onk.Rad, Staf Medik Fungsional Instalasi Radioterapi RS Kanker Dharmais, Rabu (22/9/2010). Tapi, menurut dr Fielda, efek samping yang paling bisa terlihat adalah rambut rontok. Setelah kemoterapi, biasanya rambut akan mulai rontok pada seluruh daerah kepala. Tetapi pada radioterapi, rambut hanya rontok pada daerah yang diradiasi saja. Rambut yang rontok akan tumbuh lagi pada saat pengobatan telah selesai, tetapi biasanya akan lebih tipis. Berikut beberapa cara untuk mengatasi rambut rontok selama dan setelah pengobatan kanker:

1. Menutup kepala dengan menggunakan gel yang dingin atau menggunakan es selama perawatan
Hal ini untuk mengurangi obat kemoterapi yang diserap oleh kantung-kantung rambut, sehingga mencegah kerusakan kantung rambut dan rambut rontok.

2. Mencukur habis rambut
Dengan mencukur habis, rambut yang rontok akan tumbuh kembali dengan lebih rata setelah pengobatan selesai.

3. Menggunakan penutup kepala
Dengan menggunakan topi, scraf atau penutup kepala lain dapat membuat kepala terlindungi, terutama bila pasien habis menjalani radioterapi di daerah kepala.

4. Mengenakan wig yang lembut
Untuk mengatasi rambut rontok, dapat diatasi dengan mengenakan rambut palsu alias wig. Tapi khusus untuk pasien yang mengalami radioterapi pada daerah kepala, pastikan wig yang digunakan tidak mengiritasi kulit kepala yang baru saja diradiasi, karena bagian tubuh yang baru saja diradiasi akan sangat sensitif.

Selain rambut rontok, efek samping pengobatan kanker yang paling sering terjadi adalah mual dan kurangnya selera makan.
Untuk mengatasinya, ada beberapa yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Makanlah sedikit-sedikit
2. Makanlah sesering mungkin, porsi kecil dan makanlah pelan-pelan
3. Hindari makanan terlau berlemak
4. Minumlah air dingin (suhu ruang) diantara waktu makan
5. Makanlah makanan yang tidak terlalu berbau dan dapat dihidangkan dalam suhu ruang
6. Untuk rasa mual yang hebat, cobalah makanan cair seperti jus, makanan yang diblender atau makanan yang mudah diserap seperti roti bakar dan gelatin
7. Cobalah bernapas panjang dan teknik relaksasi setiap Anda mual


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 2:21 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Mon Jun 11, 2012 8:40 am

'PENYEBAB KANKER ITU SAMA
SELASA, 1 MEI 2012 18:02 wib Gustia Martha Putri - Okezone
KANKER kian akrab di telinga masyarakat. Tak heran, kanker kini dianggap sebagai penyakit yang biasa-biasa saja. Tapi, apa sebenarnya penyebab penyakit berbahaya ini? Beberapa waktu lalu, media massa dihebohkan dengan pemberitaan mengenai kanker paru-paru yang menyerang Endang Rahayu Sedianingsih, mantan Menteri Kesehatan. Demikian juga hari ini, kanker kelenjar getah bening atau kanker limfoma yang menimpa pengamat mode Muara Bagdja. Apa sebenarnya yang menjadi penyebab penyakit kanker itu bisa menimpa seseorang? “Pada umumnya, penyebab kanker itu sama. Ada faktor genetik dan faktor lingkungan,” tutur Dr Handrawan Nadesul saat dihubungi Okezone, Selasa (1/04/2012). “Kanker adalah tumor ganas. Tumor itu ada yang ganas dan ada yang tidak. Kalau dikatakan ganas, itu berarti kanker. Sedangkan yang disebut tumor adalah benjolan,” jelas health motivator ini. Seseorang bisa terserang kanker karena memiliki gen yang berbakat kanker atau faktor genetik. Kedua, didorong oleh faktor lingkungan, yang meliputi gaya hidup, makanan, polusi, termasuk gelombang elektromagnetik. “Ada saja orang yang tidak terserang kanker walaupun gaya hidupnya tidak sehat. Mungkin saja memang dia tidak memiliki bakat kanker. Tapi, risiko terserang ada,” jelasnya. Mengenai adanya berbagai jenis kanker, seperti kanker paru-paru, kanker otak, kanker payudara, atau kanker kelenjar getah bening disebabkan letak sel kanker yang berbeda-beda dalam tubuh manusia. “Kalau ada yang terkena kanker limfoma, kebetulan bibit kankernya ada pada kelenjar betah gening. Kalau bibit kankernya ada di paru-paru dan dipicu faktor lingkungan yang tidak sehat, jadilah kanker paru-paru,” tambahnya. Faktor lingkungan tak sehat yang dimaksud adalah penerapan gaya hidup yang keliru, seperti halnya tidak mengonsumsi makanan dengan menu seimbang, kurang berolahraga, rokok, alkohol, stres, tidak cukup tidur, dan lain-lain. “Pada dasarnya, gaya hidup yang tidak sehat adalah terlalu banyak mengonsumsi daging, lemak, tetapi kurang serat, buah, tidak olahraga, merokok, dan stres. Semua itu pemicu sel kanker menjadi aktif,” tutupnya. (tty)


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 7:36 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Mon Jun 11, 2012 8:41 am

5 PENYEBAB KANKER BERSEMBUNYI DIRUMAH ANDA
Kamis, 28 Juni 2012 08:10:00 Merdeka.com
Kanker adalah pembunuh nomor satu di dunia. Sayangnya, kebanyakan dari kita tak tahu bahwa penyebab kanker bisa tersembunyi di rumah. Sebenarnya, ada beberapa benda di rumah kita yang mengandung karsinogen (elemen yang menyebabkan kanker). Kadang kita mengabaikannya. Berikut adalah tips dari Boldsky.com tentang lima hal yang dapat menyebabkan kanker di rumah Anda.

1. Alat makan yang terbuat dari plastik.
Mereka telah menggerogoti sel-sel tubuh Anda, apalagi jika bahan plastiknya sangat murah. Kebiasaan terburuk yang sering kita lakukan adalah menaruh makanan panas ke dalam wadah plastik. Hal itu menyebabkan karsinogen tercampur ke dalam makanan Anda.

2. Botol air plastik sangat berbahaya bagi kesehatan Anda.
Kebanyakan botol air mineral kini dibuat dari plastik berkualitas rendah.

3. Semprotan penyegar ruangan.
Sering menyemprotkannya di dalam ruangan tertutup? Wah, jika diibaratkan, Anda sedang bunuh diri secara perlahan. Penyegar udara mengandung formalin dan naftalena. Jika Anda menghirup wanginya, maka Anda secara perlahan sedang menumbuhkan kanker.

4. Lilin aroma terapi.
Mungkin tak banyak yang tahu tentang fakta ini. Namun, lilin wewangian tersebut adalah salah satu dari beberapa penyebab munculnya kanker. Ketika lilin terbakar, mereka menghasilkan gas cancinogenic. Ketika kita menghirup asap ini, maka berarti Anda sedang memasukkan racun ke dalam tubuh.

5. Cat pernis:
Pindah ke rumah yang baru saja dicat bisa sangat berbahaya bagi kesehatan Anda. Senyawa organik yang mudah menguap di dalam cat pernis dapat menyebabkan sakit kepala. Hal ini secara perlahan juga menyebabkan kanker.

Lima hal ini cukup sering kita abaikan, padahal mereka dapat menyebabkan timbulnya kanker. Tentu saja mencegah lebih baik daripada mengobati!


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 7:39 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Mon Jun 11, 2012 8:42 am

PENELITIAN TERBARU MENYEBUTKAN PONSEL TAK SEBABKAN KANKER OTAK
JUM'AT, 21 OKTOBER 2011 | 13:21 WIB
TEMPOInteraktif, New York - Sebanyak 5 miliar orang di seluruh dunia yang berkomunikasi via telepon seluler (ponsel) tak perlu mengkhawatirkan risiko terkena kanker otak, demikian hasil penelitian terbaru di Denmark. Satu dari penelitian terbesar dan terlama mengenai hubungan antara kanker otak dan ponsel mengungkapkan bahwa tidak ditemukan tumor otak pada orang yang menggunakan ponsel selama 17 tahun dibandingkan dengan orang-orang yang tidak menggunakan ponsel. Meskipun tidak ada studi yang bisa menyingkirkan bahaya tersebut dengan kepastian yang mutlak, “Risikonya, jika ada (hubungan), sangat kecil sekali,” ujar Dr Ezriel E. Kornel, Direktur Neuroscience Institute di Northern Westchester Hospital di Mount Kisco, New York. Penelitian-penelitian yang dilakukan sebelumnya belum menjawab dengan pasti pertanyaan apakah ponsel berbahaya atau tidak. Sementara beberapa studi menemukan tidak ada alasan untuk khawatir, yang lainnya menunjukkan adanya risiko kenaikan tumor ganas.

Berdasarkan pada bukti yang ada secara keseluruhan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Mei lalu mengklasifikasikan ponsel sebagai sesuatu ‘yang berpeluang menyebabkan kanker pada manusia”. Dan menempatkan ponsel dalam kategori yang sama dengan pestisida dan knalpot kendaraan bermotor. Para ahli juga khawatir jika radio medan elektromagnetik yang dikirimkan oleh ponsel dari dekat telinga bisa memicu tumor. Riset terbaru ini dilakukan oleh peneliti dari the Institute of Cancer Epidemiology di Copenhagen, yang merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya yang juga mengungkapkan tidak ada peningkatan risiko kanker pada para pengguna ponsel. Penelitian ini menganalisis data sekitar 360 ribu orang di Denmark yang menggunakan ponsel.

Hasilnya, tidak ada perbedaan untuk terjadinya tumor pada kedua kelompok secara keseluruhan atau pada mereka yang menggunakan ponsel selama 13 tahun atau lebih. Juga tidak ditemukan indikasi bahwa tumor bisa ditemukan di area otak yang terdekat dengan telinga–tempat ponsel biasanya diletakkan. Namun ada peningkatan yang sangat kecil atas risiko dari glioma, sebuah tipe tumor otak ganas, pada otak pria yang kemudian menghilang setelah lima tahun. “Hal itu menunjukkan kemungkinan bahwa orang yang secara genetis mempunyai kecenderungan kena kanker berisiko lebih tinggi terkena kanker jika menggunakan ponsel. Namun bertahun-tahun kemudian efek itu dihilangkan karena orang yang berpeluang terkena kanker memang sudah mempunyai kanker tersebut,” kata Dr Michael Schulder, Wakil Ketua Neurosurgery di Cushing Neuroscience Institute di Hofstra North Shore-LIJ School of Medicine di Manhasset, New York.

Salah satu masalah dalam studi terbaru ini adalah para peneliti tidak bisa mengungkapkan seberapa lama atau sering orang menggunakan ponsel mereka, ungkap Dr Kornel. Penelitian ini menjawab pertanyaan banyak orang mengenai hubungan antara kanker otak dan ponsel. Namun, kata Dr Schuler, ”Ketimbang meletakkan ponsel persis di telinga kita, sebaiknya gunakan earphones.” Saran lain adalah, “Jika Anda ingin menggunakan ponsel, usahakan sesingkat mungkin menggunakannya,” ujar Dr Jay Brooks dari Ochsner Health System di Baton Rouge, Louisiana. Ditambahkan Dr Schulder, risiko terbesar dari penggunaan ponsel bukanlah kanker otak, tetapi saat mengemudi kendaraan. “Jika Anda meneliti 10 juta orang selama 100 tahun mulai dari ber-sms ketika mengemudi, mengecek e-mail, memegang ponsel dengan tangan Anda berada di kepala Anda, dan mungkin untuk beberapa hal, berbicara di telepon, semua itu berisiko lebih besar ketimbang hasil riset mengenai hubungan antara kanker dengan ponsel,” ujar dia.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 7:43 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
 
Penyakit Kanker
View previous topic View next topic Back to top 
Page 4 of 32Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 18 ... 32  Next
 Similar topics
-
» Cara Mengobati Penyakit Liver
» Dampak Meditasi dan Bahayanya
» Penipuan Pendeta Gyntara Yongky Wenas alias Oen Tay Joeng
» Jus Lalat sebagai obat untuk penyakit
» Pantangan Makanan Penderita Sakit Ginjal

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: