Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Penyakit Kanker

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 16 ... 29, 30, 31, 32  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Wed Apr 24, 2013 9:40 am

KANKER PADA TAHUN 2030
Lusia Kus Anna | Rabu, 26 Oktober 2011 | 06:45 WIB Oleh SALOMO SIMANUNGKALIT
Kompas.com - Dua puluh tahun kelak praktik dokter tak lagi angkat tangan menghadapi pasien kanker. Nanoteknologi yang mampu merakit perkakas berskala atom, saat itu, dinubuatkan sanggup memproduksi perangkat pengobatan kanker yang mustajab. Nanoteknologi pada 1997 melalui tangan- tangan cerdas ilmuwan tangguh Universitas Cornell berhasil menempa gitar enam senar berskala atom. Dengan tata letak dari pangkal ke ujung seperti yang kaprah pada susunan gerbong kereta api, rangkaian 20 gitar seukuran itu dapat menembus penampang seutas rambut anak manusia. Begitulah sekilas tingkat kesubtilan nanoteknologi, yang masih merupakan teknologi terbayangkan—imagined technology—di kalangan industri garda depan. Menjelang 2030, seperti yang dinubuatkan ahli fisika teori Michio Kaku dalam bukunya, Physics of the Future (2011), teknologi belia ini akan merevolusikan pengobatan kanker karena keberhasilannya mencipta nanopartikel pengangkut sekaligus pembungkus obat perontok hingga tiba tepat di sasaran: sel kanker. Nanopartikel mirip bom pintar: menghancurkan sasaran spesifik tepat di jantung pertahanannya, sementara tetangga terdekatnya—apalagi yang lebih nun di sana—aman tenteram. Pola serangan seperti itulah yang kontras membedakan pengobatan kanker pada masa depan dengan kemoterapi, upaya medis setakat ini menangani pasien kanker. Pada kemoterapi, obat perontok kanker disirami di sepanjang sirkulasi darah dan berenang hingga mencapai sel kanker. Pasien yang baru menjalani kemoterapi biasanya menghadapi rasa mual, rambut berguguran, dan tubuh melemah. Nanopartikel akan drastis mengurangi bahkan melenyapkan siksa demi siksa itu.

Kok bisa? Ya, bisalah, sebab obat perontok kanker tak dibiarkan telanjang memasuki aliran darah. Ia diberi pakaian pengaman berupa molekul mirip kapsul. Pribadi sopan yang dinamakan nanopartikel itu kemudian diceburkan ke dalam sirkulasi darah hingga tiba tepat di jantung pertahanan sel-sel kanker. Di situ sang nanopartikel menembus dinding sel kanker dan menyemburkan zat perontok dari dalam hingga sel kanker roboh satu per satu. Kata kunci dalam episode ”robohnya kanker kami” ini ialah ukuran. Diameter nanopartikel berkisar dari 0,00000001 hingga 0,0000001 meter. Rada gede untuk bisa menembus sebuah sel darah, tetapi cukup kerdil untuk bisa lolos memasuki sel kanker yang pori-porinya tak beraturan dan jauh lebih besar ketimbang garis tengah nanopartikel. Nanopartikel dapat dengan leluasa masuk ke dalam sel kanker dan melepaskan obat di sana, sementara jaringan-jaringan sehat yang sukatannya lebih renik sama sekali tak tersentuh. Itu sebabnya dokter tak butuh sistem pemanduan yang rumit untuk menuntun nanopartikel mencapai sasarannya. Nanopartikel tak hanya dapat memasuki lalu menyemburkan obat perontok sel kanker, tapi juga membunuh sel kanker seketika itu sebab dapat menyerap sinar berfrekuensi tertentu yang membuatnya memanas, bervibrasi, dan—dengan itu—menghancurkan sel kanker dari dalam hingga dindingnya.

Optimistis
Apa dasar bagi Kaku optimistis dengan penglihatan kenubuatannya pada pengobatan kanker yang ditunggu pasien penyakit mematikan ini bermanifestasi pada 2030? Optimisme itu berlandaskan catatan para penyusun biografi sastrawan besar Jules Verne, pengarang Paris in the Twentieth Century. Ditulis pada 1863, novel profetis itu meramalkan Paris pada tahun 1960 dengan gedung kaca pencakar langit, AC, televisi, elevator, kereta api berlaju tinggi, mobil berbahan bakar gas, mesin faksimile, bahkan sesuatu yang mengarah kepada internet. Dengan akurasi mengagumkan, Verne menggambarkan kehidupan di Paris yang modern 100 tahun sebelum semua itu jadi kenyataan. Para penulis biografi Verne mencatat bahwa, meski bukan seorang ilmuwan, Verne rajin menemui ilmuwan semasanya menghujani mereka dengan pertanyaan mengenai visi mereka akan masa depan. Berbeda dengan novelis yang sudah-sudah, Verne menyadari bahwa, seperti kata Kaku, ”sains merupakan mesin yang mengguncang fondasi peradaban, mendorongnya ke dalam suatu abad baru yang kuyup dengan kekaguman dan keajaiban mencengangkan”. Kaku—sekali lagi—adalah ahli fisika teori terkemuka. Bidang kajiannya sekubu dengan bidang kajian Albert Einstein dan Stephen Hawking. Ia juga seorang perintis teori, tepatnya teori string dalam fisika partikel elementer yang pernah berjaya pada dasawarsa 1990-an.

Kaku dalam menulis Physics of the Future menempuh rute yang sama dengan jalan yang dilalui Verne menggubah Paris in the Twentieth Century. Ia mewawancarai sekaligus masuk laboratorium 300 ilmuwan dan teknolog terkemuka—kebanyakan bermarkas di AS— yang sudah tiba di masa depan melalui laboratorium mereka. Empat belas di antaranya peraih Nobel fisika, kimia, dan kedokteran. Berdasarkan wawancara itu, ia menggambarkan bagaimana sains mengubah nasib manusia dan kehidupan kita sehari-hari menjelang 2100 terkait dengan komputer, inteligensi buatan, pengobatan kanker dan penyakit genetik, nanoteknologi, energi, serta wisata ke luar angkasa. Misalnya, sebelum memasuki abad ke-22 dinubuatkan kita akan mengendalikan komputer dengan sensor otak sehingga, seperti pesulap, akan dapat menggerakkan benda di sekitar kita dengan kekuatan pikiran. Pengobatan kanker dengan nanopartikel pada 2030, kata Kaku, sudah memperlihatkan titik cerah. Sekelompok ilmuwan Universitas California di Santa Cruz telah membuat nanopartikel emas berdiameter 20-70 nanometer yang, dengan suatu peptida dan sinar inframerah sebagai penggetar, berhasil merontokkan tumor kulit pada tikus. Ilmu dasar untuk menaikkelaskan inovasi ini sehingga dapat diterapkan bagi pengobatan kanker pada manusia sedang dibangun. Karena akselerasi sering berlangsung di dunia penelitian, bukan tak mungkin nanopartikel untuk pengobatan kanker akan menemukan aktualisasinya jauh sebelum 2030.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 20, 2013 2:23 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Fri Apr 26, 2013 7:53 pm

JANGAN TAKUT, KANKER PADA IBU BELUM TENTU MENURUN PADA ANAKNYA
Erninta Afryani Sinulingga - detikHealth Jumat, 22/03/2013 12:30 WIB
Jakarta, Kanker pada seseorang bisa 'diturunkan' secara genetika. Tapi bukan berarti jika ibunya terkena kanker maka serta merta anaknya juga terkena kanker. Mata rantai kanker bisa diputus melalui pola hidup sehat. "Ibu terkena kanker, belum tentu anak juga terkena kanker. Walaupun faktor genetik berperan, tetapi kita bisa menghindarinya dengan menerapkan pola hidup sehat," kata ahli radiologi, Prof dr Soehartati Gondhowiardko, SpRad(K)OnkRad. Hal itu disampaikan perempuan yang akrab disapa Prof Tati itu dalam seminar awam bertajuk Menepis Mitos Tentang Kanker di RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta, dan ditulis pada Jumat (22/3/2013). Menurut Prof Tati, ada tiga pola hidup sehat yang dianjurkan oleh World Health Organization (WHO). Ketiga pola hidup sehat tersebut adalah dengan mencegah obesitas, mencegah infeksi, dan mencegah tembakau. "Juga hindari makanan berpenyedap, pengawet, perasa pewarna. Kurangi protein hewan budidaya, dan pastinya alkohol serta tembakau," tambah Prof Tati. Profesor cantik berkacamata ini juga mengatakan pola hidup sehat sangat berperan bagi pengidap kanker dan keluarga pasien. Mengutip WHO, dengan menerapkan pola hidup sehat, maka 43 persen masalah kanker dapat dipotong rantainya. Prof Tati juga menganjurkan pada penderita kanker atau keluarga pasien untuk tetap berpikir positif, menjaga olahraga, dan mengonsumsi makanan yang sehat. "Positif thinking saja. Itu yang perlu dibangun ketika terdiagnosa kanker dan di sinilah peran keluarga untuk tetap mendukung pasien, bukan malah ikut-ikutan panik," ucapnya.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 20, 2013 2:47 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Tue Apr 30, 2013 11:05 am

MISTERI PENYEBARAN KANKER TERPECAHKAN
Tuesday, 13 September 2011 Seputar Indonesia
Dalam sejumlah kasus kanker, satu “ledakan” tunggal di dalam sel ternyata bisa menyebabkan kerusakan banyak DNA. Hal itulah yang menyebabkan mengapa seseorang bisa menderita kanker dengan cepat, padahal saat hasil pemeriksaan x-ray sebelumnya,tidak ditemukan sesuatu yang mencurigakan. Kanker adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti manusia di muka bumi ini. Penyakit mematikan ini merupakan penyebab utama kedua kematian orang dewasa di belahan barat,dan merupakan salah satu penyebab utama kematian anak-anak akibat penyakit yang berusia antara 1 hingga 14 tahun. Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO) menyatakan bahwa diagnosis kanker di seluruh dunia diperkirakan menemukan 12 juta penderita pada tahun ini. Sementara,kematian akibat kanker secara global akan mencapai tujuh juta orang.Baru-baru ini misteri penyebaran kanker yang begitu cepat,yang sejatinya bisa karena beberapa faktor, telah dipecahkan oleh ilmuwan dari Inggris.Dalam beberapa kasus,“ledakan”tunggal apokaliptik dalam sel dapat menyebabkan sejumlah kerusakan pada DNA sebagai cetak biru kehidupan. Temuan ini dari Wellcome Trust Sanger Institute di dekat Cambridge,bertentangan dengan teori lama bahwa kanker adalah konsekuensi dari ratusan atau bahkan ribuan mutasi gen yang mengembangkan waktu kehidupan seseorang. Hal ini menunjukkan bahwa tidak peduli seberapa besar upaya seseorang untuk sehat, takdir sudah siap untuk melawannya.

Kesimpulan ini membantu menjelaskan mengapa beberapa orang terdiagnosis dengan kanker hanya beberapa bulan setelah dia menjalankan pemeriksaan x-ray atau tes lain yang sebenarnya tidak menemukan tanda-tanda penyakit.Penemuan ini dilakukan dari sejumlah studi yang pernah berlangsung tentang kelemahan genetik pada 750 jenis tumor. Kebanyakan kasus kanker, kerusakan terlihat pada bagian kromosom yang dilengkapi dengan gambaran konvensional kanker yang merambat naik selama bertahun-tahun.Namun, setidaknya,seperti dilaporkan di jurnal Cell,satu dari 40 kasus di antaranya tidak sesuai dengan pola standar alias lebih cepat berkembang. Proses kerusakan tersebut tampaknya telah dilakukan hanya dalam waktu semalam. “Hasil ini mengejutkan kami.Itu artinya hanya dalam satu sel,dalam satu langkah, satu jenis atau lebih kromosom meledak,benar-benar menjadi ratusan fragmen,” kata peneliti,Dr Peter Campbell, seperti dilansir laman Daily Mail. Jika sel tersebut kemudian melakukan perbaikan, jahitan fragmen kembali bergabung dalam pola “porak-poranda”,kerusakan genom,atau menyembunyikan DNA,hingga matang untuk pengembangan cepat kanker.“Sel tersebut mengatakan ’sudah cukup’,lalu menyerah, tapi di balik itu mencoba menyambungkan kembali potongan-potongan kromosom seperti bagian berharga dari porselen,”tutur Campbell.

“ Mereka berusaha untuk merekonstruksi sesuatu yang sebenarnya tidak bisa diubah dan menyelesaikannya menjadi gen merusak yang bisa menjadi jalan yang lebih cepat menuju kanker,”lanjutnya. Fenomena ini khususnya biasa terjadi pada penderita kanker tulang. Pola kerusakan yang berbeda tersebut terlihat pada satu dari empat kasus.Namun,hal itu diduga menjadi penyebab pada lebih dari satu dalam 40 kasus penyakit. “Banyak kanker akan memakan waktu bertahun- tahun,dekade,untuk berkembang,tapi kita juga tahu bahwa beberapa pasien kanker tampaknya jauh lebih cepat terkena daripada itu,” kata Campbell. “Kami memiliki contoh orang-orang yang memiliki hasil pemeriksaan mammogram atau x-rayyang benar-benar normal,dan dalam beberapa bulan selanjutnya mereka malah menderita kanker agresif jahat dan satu gejala tunggal,bahkan bisa mempercepat pengembangan penyakit tersebut,“ tuturnya. Para peneliti tidak yakin apa yang menjadi pemicu terjadinya kerusakan sel hebat karena “kanker instan”ini,tetapi kemungkinan akibat pemeriksaan x-raydan sengatan matahari.“ Jika kami dapat memahami akarnya,kami dapat belajar bagaimana seharusnya mencegah terjadinya kanker,” kata Campbell.

Studi ini merupakan bagian dari proyek besar untuk memetakan kelemahan genetis dalam puluhan jenis kanker.Pada masa depan,setiap pasien bisa memiliki “bagan mutasi”sendiri, pemetaan kelemahan genetik yang menjadi latar belakang penyakit mereka dan menunjukkan obat terbaik untuk mengobatinya. Sebelumnya,laporan U.S. National Cancer Institute yang merupakan bagian dari U.S.Centers for Disease Control and Prevention,The American Cancer Society dan The North American Association of Central Cancer Registries, menyebutkan,tingkat kematian dan diagnosis dari semua kanker secara keseluruhan menurun secara signifikan beberapa tahun terakhir. Hasil penelitian ini berlaku semua baik bagi pria maupun perempuan,dan untuk populasi ras dan etnis terbesar di Amerika Serikat.Disebutkan dalam laporan tersebut,diagnosis baru untuk semua jenis kanker mengalami penurunan rata-rata hampir 1% per tahun sejak 1999 hingga 2006.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 20, 2013 2:24 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Fri May 17, 2013 7:05 pm

UNGKAP MITOS MENGERIKAN SEPUTAR KANKER
Wuri Handayani, Marlina Irdayanti Jum'at, 17 Mei 2013, 05:39 WIB
VIVAlife - Kanker sering disebut sebagai penyebab kematian. Meski demikian, bukan berarti penyakit kanker tidak dapat disembuhkan. Biasanya, kematian akibat kanker bukan hanya disebabkan oleh kanker itu sendiri, melainkan sugesti masyarakat tentang kanker, teknik pengobatan, dan mitos-mitos seputar kanker yang masih dipercaya hingga kini, seperti dilansir Everydayhealth. Apa saja mitos itu?

Mitos: Kanker selalu fatal
Fakta: Pada kenyataannya, sebagian besar penyakit kanker dapat disembuhkan jika terdekteksi sejak dini. Kanker yang didiagnosis dengan cepat dapat diobati dan memiliki kemungkinan untuk sembuh. Bahkan untuk kanker yang sudah masuk pada tahap tertentu, penderita kanker masih dapat bertahan hidup jika menjalani pengobatan dengan benar.

Mitos: Kanker membuat rambut rontok
Fakta: Kanker tidak membuat Anda kehilangan rambut. Kerontokan terjadi akibat beberapa jenis pengobatan dan kombinasi kemoterapi dan radiasi.

Mitos: Usia mempengaruhi pengobatan kanker
Fakta: Usia tidak menentukan pengobatan kanker. Sebaliknya, kondisi kesehatan secara keseluruhan dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi pengobatan yang tepat untuk penyembuhan penyakit kanker.

Mitos: Kanker itu menular
Fakta: Bukan kanker yang menular, tetapi beberapa virus penyebab kanker seperti HPV. Virus tersebut dapat diperoleh karena orang-orang di sekitar Anda menderita virus tersebut.

So, Anda masih percaya mitos-mitos itu? (umi)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Mon May 27, 2013 8:45 am

''KENA KANKER ITU BUKAN KUTUKAN''
Gita Ramadian - Okezone RABU, 8 MEI 2013 14:50 wib
MEMILIKI anggota keluarga yang terkena kanker memang bukan hal yang mudah. Terlebih jika hal ini terjadi pada anak yang masih kecil. Vonis kanker memang bisa menyerang siapa saja. Orang dewasa hingga anak kecil bisa mengidap penyakit ini. Rasa sakit yang menyiksa ditambah pengobatan jangka panjang menjadi risiko yang tak bisa dipilih. Derita ini terasa semakin berat, apalagi jika dialami oleh seorang anak. Peran orangtua begitu sentral dalam penyembuhan anak. "Kesiapan dari orangtua sangat diperlukan untuk memberi dukungan pada anak penderita kanker," tutur dr. Sonar Sonny Panigoro, Direktur Utama RS Kanker Dharmais pada Okezone, Rabu (8/5/2013). Selain itu, kata Sonar, orangtua juga perlu menghilangkan stigma negatif dari kanker. "Perlu diingat jika kanker itu bukan kutukan. Penyakit ini dipengaruhi berbagai hal dan bisa menimpa siapa saja," sambungnya. Dalam memberi perawatan pada anak penderita kanker, kesiapan mental orangtua dirasa begitu krusial. "Terpenting orangtuanya harus siap dulu, sehingga nanti anak bisa menyesuaikan diri. Kalau orangtuanya tidak siap, besar kemungkinan anaknya lebih tidak siap lagi," tutupnya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Tue May 28, 2013 10:07 am

5 JURUS CEGAH KANKER LEWAT MAKANAN
Mona Indriyani, Stella Maris Minggu, 5 Mei 2013, 06:38 WIB
VIVAlife -Kanker merupakan salah satu penyakit yang telah melayangkan jutaan nyawa setiap tahunnya. Meski demikian, penyakit ini pada dasarnya dapat dicegah dengan pola hidup sehat. Memang cukup terdengar klasik, namun kenyataannya hal tersebut merupakan cara alami yang ampuh untuk pencegahan. Sudah menjadi rahasia umum kalau merokok berpotensi menyebabkan kanker. Ini karena setiap bagian pada rokok mengandung racun yang dapat berpengaruh pada mulut, tenggorokan, bahkan paru-paru, mulut. Selain itu menghindari alkohol juga dapat menjauhkan seseorang dari kanker, khususnya payudara. Beberapa yang terdengar klise adalah mengkonsumsi sayuran hijau, buah serta berolahraga yang dapat membantu mengeluarkan racun dari tubuh. Selain hal tersebut, ada poin lain yang direkomendasikan Boldsky, sebagai pencegahan kanker alami:

Takaran Gula
Bukan hanya penderita diabetes yang diwajibkan membatasi makanan manis atau gula. Ini berlaku umum. Pada dasarnya setiap orang memiliki sel kanker. Artinya membatasi atau pantang gula dapat mematikan sel kanker. Tak hanya itu, Anda agar sel kanker tidak berkembang, hindari makanan atau olahan pemanis buatan. Anda cukup menggunakan pemanis alami seperti madu. Namun, yang terpenting adalah Anda harus memperhatikan takarannya.

Teh Hijau
Teh hijau mengandung polifenol dalam antioksidan, dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Para peneliti mengatakan, zat tersebut dapat mengurangi tumor sebanyak 77 persen, serta mengurangi risiko pertumbuhannya sebanyak 92 persen.

Konsumsi Ikan
Sebagai sumber omega3 dan vitamin B12, methylcobalamin, dan D ikan salmon dipercaya dapat mencegah pertumbuhan sel kanker, apalagi kalau dikonsumsi secara teratur. Cara terbaik mengkonsumsinya dengan dikukus atau dipanggang, atau dipadu dengan bumbu rempah yang menyehatkan.

Bawang Putih
Allium, merupakan senyawa dalam bawang putih yang dapat melawan kanker. Tak hanya itu, bawang putih juga diketahui dapat memperlambat pertumbuhan tumor, sekaligus mencegah risiko kanker payudara.

Paprika
Bagi penderita kanker, mengkonsumsi paprtika dapat mengatasi kanker. Termasuk paprika berwarna merah dan kuning yang dapat membantu melawan kanker. Ini karena kandungan likopen di dalamnya. Tak hanya paprika, likopen juga terdapat pada pepaya yang juga dapat diresepkan untuk mencegah atau melawan kanker.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Tue May 28, 2013 10:40 am

CARA CARA ALAMI UNTUK MENCEGAH KANKER
Nurvita Indarini - detikHealth Senin, 06/05/2013 07:28 WIB
Jakarta, Kanker adalah penyakit mematikan yang menghantui banyak orang. Seseorang yang terkena kanker bukan berarti divonis mati. Sebab dalam beberapa kasus banyak pasien yang sembuh dari kanker. Makanan yang kaya antioksidan selama ini dipercaya sebagai nutrisi 'sakti' untuk melawan kanker. Nah, makanan yang kaya antioksidan antara lain teh hijau, bawang putih, paprika, dan ikan. Selain itu gaya hidup menghindari radiasi berbahaya juga diyakini merupakan cara untuk aman dari kanker. Nah, berikut ini cara-cara mudah yang bisa dilakukan untuk menghindarkan diri dari kanker, seperti dikutip dari Boldsky, Senin (6/5/2013):

1. Kurangi Asupan Gula
Setiap orang memiliki sel kanker dalam tubuhnya. Sel-sel kanker ini memerlukan gula untuk tumbuh. Karena itu, Anda perlu mengurangi asupan yang manis-manis dan juga bertepung seperti kentang, nasi, dan gula.

2. Berhenti Merokok Sekarang Juga
Sebagaimana ditulis dalam label peringatan di kemasan rokok, rokok dapat menyebabkan sejumlah penyakit seperti impotensi dan kanker. Rokok bisa menyebabkan kanker lantaran semua bagian tubuh teracuni. Maka itu, kanker pada perokok tak hanya di satu bagian tubuh saja. Kanker pada perokok bisa menjangkit paru-paru, tenggorokan, dan mulut.

3. Teh Hijau
Dalam berbagai penelitian telah terbukti bahwa teh hijau dapat memangkas risiko kanker jika dikonsumsi secara teratur. Sebab teh hijau memiliki kandungan antioksidan yang bisa melawan kanker. Tapi pastikan tidak menambahkan gula atau susu saat Anda meminum teh ini.

4. Batasi Konsumsi Alkohol
Mungkin Anda tidak akan menemukan kaitan langsung antara alkohol dan kanker. Namun penyalahgunaan alkohol dapat meningkatkan risiko kanker, khususnya pada perempuan. Perempuan peminum alkohol lebih rentan terkena kanker payudara.

5. Sayuran Hijau Organik
Jika makanan Anda semakin dekat dengan alam, maka ini baik bagi kesehatan Anda. Sayuran hijau yang bebas pestisida akan membantu Anda melawan kanker. Mulai sekarang berhentilah mengonsumi makanan dan minuman berpengawet, dan semakin dekatlah dengan nutrisi alam.

6. Kurangi Daging Merah
Daging merah bisa memicu kanker usus. Sebab daging merah memiliki kandungan lemak jenuh dan kolesterol jahat.

7. Makan Ikan
Ketimbang daging, pilihlah ikan untuk melawan kanker. Sebab ikan memiliki banyak kandungan asam lemak omega-3 yang berperan sebagai pelindung dari pertumbuhan sel kanker. Jangan memasak ikan terlalu matang agar nutrisi yang dikandungnya tidak hilang.

8. Makan Paprika
Paprika sangat dianjurkan dikonsumsi mereka yang berisiko ataupun pasien kanker. Sebab paprika merah dan kuning kaya akan lykopene yang bisa membantu Anda mencegah kanker.

9. Bergerak & Berkeringatlah
Jangan takut berkeringat karena keringat membantu menghilangkan racun dari dalam tubuh. Untuk mendapatkan keringat sehat, berolahragalah secara teratur. Tidak perlu olahraga berat, berjalan atau berlari di atas treadmill secara teratur sudah cukup untuk membuat Anda berkeringat.

10. Makan Bawang Putih
Meski baunya agak tajam, namun bawang putih adalah salah satu makanan paling sehat. Sebab bawang putih memiliki kandungan untuk melawan kanker dan sekaligus juga meningkatkan imunitas tubuh.

11. Minum Air
Air adalah obat terbaik untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Jika tidak punya masalah dengan ginjal, minumlah air yang banyak. Sebab air minum bisa membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Dengan minum cukup air setiap hari, Anda dapat membersihkan sistem tubuh.

12. Gunakan Plastik Berkualitas
Jangan gunakan plastik berkualitas rendah. Sebab plastik kualitas buruk akan mengalami degenerasi seiring berlalunya waktu. Untuk itu pilihlah plastik dengan kualitas yang baik, atau gunakan wadah berbahan kaca atau besi.

13. Pakailah Masker
Polusi udara sangat berbahaya bagi kesehatan. Di beberapa kota besar, polusi udara sama level bahayanya dengan asap rokok. Karena itu pakailah masker untuk menutupi hidung dan mulut Anda agar racun tidak bisa leluasa masuk ke tubuh Anda.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Sat Jun 08, 2013 5:47 am

ORANGTUA ANDA MENDERITA KANKER?
Jumat, 07 Juni 2013, 08:57 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Bila orang tua Anda menderita kanker, Anda harus lebih waspada. Ini lantaran sel kanker juga dapat muncul dari keturunan. Seperti dilansir situs apakabardunia, gen dalam sel ada yang disebut gen kanker ( oncogen ), gen penekan tumor ( tumor suppressor gen ), dan gen yang bertugas memperbaiki gen yang rusak, yaitu repair gen. Bila salah satu dari gen tersebut mengalami kerusakan, maka bisa menjadi kanker. Kerusakan pada materi gen atau biasa disebut sebagai mutasi gen dapat terjadi melalui beberapa cara, baik internal maupun eksternal. Terjadi kesalahan replikasi pada saat sel-sel yang mati diganti oleh sel yang baru. Ini merupakan kesalahan genetika yang diturunkan dari orang tua. Kesalahan ini biasanya mengakibatkan kanker pada usia dini. Bila seorang ibu mengidap kanker payudara, tidak serta merta semua anak gadisnya akan mengalami hal yang sama, karena sel yang mengalami kesalahan genetik harus mengalami kerusakan lebih dulu sebelum berubah menjadi sel kanker. Hanya saja individu pembawa sel genetika yang salah, memang lebih berisiko terkena kanker daripada yang tidak memiliki mutasi gen yang salah. Faktor mutasi gen secara internal, tidak dapat dicegah namun faktor eksternal dapat dicegah. Menurut WHO, 10-15 persen kanker, disebabkan oleh faktor internal dan 85 persen disebabkan oleh faktor eksternal.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Wed Jun 12, 2013 9:16 am

ALAMI GEJALA INI? WASPADAI KEMUNGKINAN KANKER
Wednesday, 12 June 2013, 03:08 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Dr Jeffri, spesialis bedah kanker usus besar, mengakui yang banyak menemui penderita disebabkan faktor klinik sel normal dan membesar menjadi sel ganas. Menurut dia, penderita apabila tidak ditangani secara dini, maka dampaknya dari sel normal berkembang menjadi sel ganas, sehingga memerlukan operasi. "Jika penanganan operasi, pasien tidak perlu khawatir karena sekarang ini para dokter spesialis yang ada sudah menggunakan peralatan canggih, sehingga bekas goresan akan diupayakan serapi mungkin," katanya. Tetapi, kata dia, banyak juga pasien penderita kanker usus besar termasuk tumor payudara yang tidak menghendaki dioperasi, dan bisa melalui kemoterapi dengan cara pemberian obat. Sementara, faktor penyebabnya antara lain lingkungan banyak makan lemak dan kalori tinggi, kurang kalsium, sayuran, sering minum alkohol termasuk perokok berat. Biasanya gejala sering buang air besar disertai berdarah, dan terjadi penurunan berat badan. Biasanya penderita kanker usus besar yang sudah menyebar menjadi sel besar tingkat kematian sangat tinggi. Salah satu upaya pencegahan apabila ada gejala tersebut, segeralah melakukan pemeriksaan awal sehingga tingkat kesembuhan cukup tinggi mencapai 70-95 persen, sedangkan kanker sudah menyebar stadium IV, penanganan tingkat kesembuhan hanya 0-19 persen, katanya.


Last edited by gitahafas on Thu Jun 27, 2013 1:48 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Wed Jun 12, 2013 10:43 am

TES TES KESEHATAN YANG TIDAK PENTING DILAKUKAN
Kamis, 05/04/2012 10:02 WIB Putro Agus Harnowo - detikHealth
Jakarta, Sembilan asosiasi kesehatan di Amerika Serikat, termasuk American Society of Clinical Oncology dan American College of Cardiology yang mewakili hampir 375.000 dokter menantang pendapat bahwa makin banyak pemeriksaan kesehatan yang diberikan kepada pasien akan lebih baik. Untuk itu, asosiasi-asosiasi ini menyusun pedoman mengenai beberapa macam pemeriksaan kesehatan yang dianggap tidak perlu dilakukan. Rekomendasi ini muncul setelah banyaknya pertanyaan dari berbagai pihak mengapa Amerika Serikat menghabiskan begitu banyak anggaran untuk perawatan medis dibanding negara maju lainnya namun masih menghasilkan hasil yang biasa-biasa saja secara keseluruhan. Rekomendasi ini mungkin akan menimbulkan kontroversi dan memunculkan tudingan bahwa pihak medis tidak menggunakan kemoterapi dan perawatan lainnya untuk mengobati pasien kanker agresif seperti kanker kolorektal atau paru-paru. Kedua kanker ini memang sering tidak berefek jika hanya sekali mendapat kemoterapi. "Tujuannya adalah untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu tanpa merugikan pasien. Manfaat lainnya adalah menghindari risiko yang berhubungan dengan tes medis, misalnya terkena radiasi. Kami melakukan ini karena kami pikir pemeriksaan kesehatan tidak diperlukan jika masalahnya sudah dapat disingkirkan," kata Dr Christine Cassel, presiden dari American Board of Internal Medicine seperti dilansir MSNBC, Kamis (5/4/2012). Berikut adalah daftar tes kesehatan yang seharusnya tidak diperlukan tapi sering diberikan kepada pasien :

1. Melakukan scan computed tomography (CT) atau magnetic resonance imaging (MRI) kepada orang yang telah pingsan tetapi tidak menunjukkan gejala neurologis, menurut American College of Physicians

2. Pemindaian kepadatan tulang untuk mengetahui gejala osteoporosis pada wanita berusia di bawah 65 tahun dan pria di bawah 70 tahun tanpa faktor risiko penyakit, menurut American Academy of Family Physicians (AAFP)

3. Tes pencitraan untuk pasien nyeri punggung bagian bawah dalam 6 minggu pertama gejalanya, kecuali ditemukan kondisi bahaya seperti gangguan neurologis berat, menurut AAFP.

4. Pap smear untuk wanita berusia di bawah 21 tahun karena kelainan pada remaja biasanya hilang dengan sendirinya, menurut AAFP.

5. Tes pencitraan pada orang dengan sakit kepala biasa, menurut American College of Radiology

6. Pencitraan tes tekanan jantung untuk orang dewasa sehat tanpa gejala penyakit jantung. Tes harus dilakukan hanya pada pasien yang berisiko penyakit jantung, penderita diabetes yang berusia lebih dari 40 tahun, dan penderita penyakit arteri perifer, menurut American College of Cardiology.

7. Antibiotik untuk penderita infeksi sinus karena sebagian penderitanya sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan dalam beberapa minggu. Virus adalah penyebab sebagian besar infeksi sinus, sehingga antibiotik tidak akan membantu menurut American Academy of Allergy, Asthma & Immunology.

8. Kolonoskopi (pemeriksaan usus besar) dalam waktu 10 tahun untuk pasien berusia 50 tahun atau lebih yang telah diperiksa namun hasilnya negatif, menurut American Gastroenterological Association.

9. Tes pemeriksaan rutin untuk mendeteksi kanker pada pasien dialisis dengan harapan hidup terbatas dan tidak ada tanda-tanda atau gejala kanker. Tes ini tidak meningkatkan kelangsungan hidup pasien dan dapat menyebabkan stres yang tidak perlu, menurut American Society of Nephrology.

Pada pasien kanker payudara dan kanker prostat, pencitraan seperti PET dan CT untuk mencari metastasis tidak dapat meningkatkan deteksi kanker atau memperpanjang kelangsungan hidup. Apalagi, menemukan metastase awal tidak akan meningkatkan kelangsungan hidup pasien kanker payudara. "Tetapi tes pencitraan yang mahal ini seringkali mendeteksi perubahan sel sebagai kanker sehingga membuat dokter melakukan prosedur bedah yang tidak perlu atau memberikan pengobatan yang justru dapat mempersingkat hidup," kata Dr Lowell Schnipper, spesialis kanker di Boston yang membantu menysusun pedoman ini. Penelitian menemukan bahwa 99% pasien kanker stadium awal yang memiliki risiko kanker prostat kecil tidak mendapatkan manfaat dari tes scan atau pencitraan. Pada pasien kanker payudara yang telah berhasil diobati, pencitraan maupun tes darah dapat meningkatkan kelangsungan hidup. Namun kekambuhannya kebanyakan ditemukan melalui pemeriksaan fisik atau mammogram. "Mengapa dokter terus melakukan pemeriksaan ini? Kebanyakan dokter memang menyadari bahwa tes ini tidak bermanfaat bagi pasien Tapi dalam pengalaman saya sendiri mengobati pasien kanker payudara, kadang-kadang ketika saya menjelaskan bagaimana prosedur ini tidak membantu pasien, pasien akan berkata, 'pemeriksaan ini akan membantu saya tidur nyenyak di malam hari'. Dan saya pun melakukannya," kata Schnipper.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 20, 2013 2:25 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
 
Penyakit Kanker
View previous topic View next topic Back to top 
Page 30 of 32Go to page : Previous  1 ... 16 ... 29, 30, 31, 32  Next
 Similar topics
-
» Dampak Meditasi dan Bahayanya
» Pengobatan Penyakit Jantung yang Aman pada Ibu Hamil

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: