Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Penyakit Kanker

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 16 ... 28, 29, 30, 31, 32  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Tue Mar 26, 2013 8:52 am

POLA HIDUP SEHAT CEGAH 43% KASUS KANKER
Senin, 25 Maret 2013 | 23:15 WIBIstTERKAIT
Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 43 persen kasus kanker bisa dicegah melalui pola hidup sehat. Pola hidup sehat meliputi pola pikir, pola aktivitas dan pola makan yang seimbang dan teratur. Menurut Kepala Departemen Radioterapi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Soehartati Gondhowiardjo, penerapan hidup sehat menjadi sangat penting karena kanker disebabkan banyak faktor. "Tidak ada satu hal yang secara langsung dapat menyebabkan kanker karena proses menuju kanker adalah proses panjang dan saling mempengaruhi," ujar Soehartati saat ditemui dikantornya pada Kamis (21/3) lalu. Guru Besar Universitas Indonesia (UI) ini mengatakan yang ada hanyalah faktor resiko. Faktor resiko dapat dikurangi dengan melakukan pencegahan. Beberapa faktor resiko antara lain faktor karsinogen yaitu zat kimia seperti pewarna, perasa, pengawet, asap rokok, asap kendaraan dan alkohol. Kedua adalah infeksi virus lalu ketiga adalah radiasi yang tidak pada tempatnya. Ketiga hal tersebut dapat memicu terjadinya kanker jika ada kelainan genetik tertentu. Perubahan pola hidup di negara berkembang juga diduga menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus kanker di negara-negara itu. Di saat negara-negara barat beralih ke gaya hidup tradisional dan alami, negara-negara berkembang justru ramai-ramai mengikuti gaya hidup dunia barat yang belum tentu sesuai dengan alam dan kondisi masyarakatnya. Karenanya, ia menganjurkan agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat. Pola hidup sehat itu bisa dimulai dengan tiga hal. Pola pikir sehat dapat dimulai dengan berpikir positif untuk menghindari stres. Sementara pola aktivitas yang baik adalah rutin berolahraga dan beristirahat. Adapun pola makan yang ideal adalah dengan mengonsumsi sayur dan buah karena kaya serat. Pola makan sehat juga bisa diperbanyak dengan konsumsi makanan laut terutama yang berasal dari laut dalam. Terlebih, menghindari makanan yang mengandung pewarna, perasa, pengawet, serta menjauhi alkohol maupun tembakau. Kasus kanker di seluruh dunia meningkat sejak 2005 antara 200-300 persen. Sebanyak 70 persen kasus tersebut ada di negara berkembang. Jumlah penderita kanker di Indonesia pun diperkirakan meningkat. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 2012 menyebutkan prevalensi kanker mencapai 4,3 banding 1.000 orang. Padahal pada data sebelumnya menyebutkan prevalensinya adalah 1 banding 1.000 orang. Kanker payudara dan kanker serviks bergantian berada di urutan pertama dan kedua sebagai jenis kanker terbanyak yang diidap pasien kanker di Indonesia. Di belakangnya berturut-turut diikuti kanker nasofaring, kanker liver dan kanker usus. Jumlah penderita yang membludak itu berbanding terbalik dengan penyediaan fasilitas radioterapi. Menurut Soehartati, fasilitas radioterapi yang ada di tanah air baru bisa melayani kebutuhan sekitar 15 persen pasien saja. (Vera Erwaty)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Fri Mar 29, 2013 8:41 pm

KURANG ZAT BESI BISA JADI INDIKATOR KANKER
Penulis : Unoviana Kartika | Rabu, 27 Maret 2013 | 16:20 WIB
Kompas.com - Anemia alias kekurangan zat besi bukan cuma terkait dengan gejala mudah letih dan lelah, tapi juga bisa menjadi indikator penyakit kanker. Kendati jarang, namun ada sel kanker yang bisa memakan zat besi dalam darah sehingga menyebabkan seseorang anemia. Gejala anemia antara lain selalu merasa letih, lesu, sakit kepala, insomnia, hingga berkurangnya nafsu makan. Kelompok ibu hamil dan anak berusia kurang dari dua tahun adalah kelompok yang akan mengalami dampak paling buruk jika menderita anemia karena bisa menganggu tumbuh kembang anak. Menurut dokter spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Nadia Ayu Mulansari, anemia bukanlah penyakit, melainkan gejala yang harus dicari penyebab dasarnya atau penyakit yang mendasari anemia tersebut. Anemia, lanjut Nadia, merupakan suatu keadaan yang menggambarkan kadar hemoglobin atau jumlah eritrosit (sel darah merah) dalam darah yang kurang dari nilai normal. Anemia umumnya disebabkan oleh kehilangan sel darah merah akibat pendarahan saat kecelakaan atau operasi. Menurunnya produksi sel darah merah, dan peningkatan destruksi sel darah merah atau hemolisis juga menyebabkan anemia. Nadia menuturkan, adanya penyakit kanker yang ditandai oleh anemia bukan hanya kanker yang berhubungan dengan darah seperti leukimia, namun juga kanker lainnya seperti kanker payudara, kanker saluran cerna dan lain-lain. "Kanker usus misalnya, biasanya terjadi pendarahan di sekitar sel kanker. Itulah yang mengurangi volume darah di tubuh, salah satu penyebab anemia," paparnya dalam acara peluncuran Tanya Anemia Center yang diadakan oleh Sangobion Rabu (27/3/2013) di Jakarta. Selain penurunan volume darah akibat pendarahan, sel kanker juga bisa merusak zat besi yang mengakibatkan anemia. Hemblogin merupakan parameter yang menentukan anemia. "Wanita dikatakan mengalami anemia jika hemoglobinnya kurang dari 12, sedangkan pada pria jika kurang dari 13,5," tutur dokter dari Divisi Hematologi-Onkologi Medik ini. Namun, bukan berarti anemia selalu menjadi indikator kanker. Nadia menegaskan, anemia bisa diartikan seperti demam, yang belum pasti menunjukkan gejala penyakit tertentu, melainkan bisa sangat luas. Maka untuk memastikan apa yang menjadi penyebab anemia, harus dilakukan pemeriksaan dengan tepat. Selain kanker, anemia dapat menjadi indikator dari penyakit thalasemia, penyakit ginjal, penyakit hati, penyakit jaringan ikat, infeksi kronik, dan gangguan nutrisi.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Wed Apr 03, 2013 1:42 pm

MELUMPUHKAN SANG PENYAMAR BIOLOGIS
Rabu, 3 April 2013 | 09:53 WIB Kompas.com
Terobosan transformatif di bidang kedokteran terus terjadi, didukung konstelasi dari faktor-faktor penunjang, termasuk turunnya jumlah perokok, perubahan pola diet, kemajuan terapi, dan penemuan obat-obat baru suatu penyakit. Pada tahun 1898, Marie Curie menemukan radium, unsur radioaktif terpenting dalam perintisan bidang radiologi. Penemuan penisilin oleh Alexander Fleming tahun 1928 mengubah seluruh bentang pertarungan melawan infeksi bakteri. Pada 1955, Jonas Salk menemukan vaksin polio. Pencapaian sangat berarti di bidang kesehatan masyarakat pada abad ke-20, menurut David B Agus MD, Kepala Pusat Kanker dan Pengobatan Molekular Terapan pada University of Southern California, AS, dalam The End of Illness (2012), ditandai dengan berkurangnya kematian akibat penyakit pembuluh darah jantung sampai 60-70 persen sejak tahun 1950. Di balik pencapaian itu, ancaman lain diam-diam menunggu: kanker. Kematian karena kanker sepanjang 1950-2007 tak banyak mengalami perubahan. Laporan majalah Time (01/4) bertema ”How to Cure Cancer” mengungkapkan, jumlah penderita baru kanker meningkat, dari 1,4 juta pada 2005 menjadi 1,7 juta pada tahun 2013. Selain itu juga munculnya tipe baru pada kanker prostat, payudara, paru, dan usus besar pada 2013. Biaya perawatan mencapai 77,8 miliar dollar AS pada 2008, dan potensi kehilangan akibat penurunan produktivitas sebesar 124 miliar dollar AS per tahun.

Bak siluman
Kanker adalah pencuri dan penyamar biologis yang membobol sel lalu membajak mekanismenya sehingga sel berkembang dan membelah dengan cara berbahaya. Dr Lewis Cantley, Kepala Pusat Kanker di Weill Cornell Medical College and NewYork- Presbyterian Hospital di New York City, mendeskripsikan, penyamar biologis itu ”membuat bingung jalur penanda”, tak hanya menguasai pertumbuhan, tapi juga umur sel. Laporan Bill Saporito mengulas secara mendalam ”konspirasi” riset oleh suatu tim dengan pendekatan lintas disiplin untuk mencapai kemungkinan penyembuhan dengan hasil yang lebih cepat. Meski memberi harapan, para peneliti terus bekerja untuk mempelajari pola mutasi sel penyebab segala jenis kanker karena munculnya tipe-tipe baru yang baru dikenali pada stadium lanjut. Kanker tak bisa diperlakukan seperti penyakit lain, yang bisa ditinggal begitu pengobatan selesai, tulis Saporito. Kanker bukan hanya satu jenis penyakit, melainkan bisa puluhan, bahkan ratusan. Tak semua kanker disebabkan oleh satu agen, virus, atau bakteri yang bisa dihalau atau ditumpas. Sel kanker bekerja seperti angkatan bersenjata lengkap dalam jumlah besar, yang bak siluman, menyerang udara, laut, dan darat. Karena itu, menurut dr Agus, pada hampir semua jenis kanker, kesembuhan lebih dimaknai sebagai memenangi pertempuran, tetapi tak bisa didefinisikan sebagai kesembuhan. Dr Agus juga menyatakan, kanker bukanlah sesuatu yang didapat tubuh dan sehat bukanlah sesuatu yang dimiliki. Keduanya adalah kondisi: proses dinamis yang dijalani tubuh. Keduanya adalah kata kerja. Tubuh adalah suatu sistem yang sangat kompleks. Sistem tubuh manusia berbeda- beda. Segelas anggur merah yang menyehatkan tubuh seseorang bisa jadi membunuh orang yang lain. Dengan memahami tubuh sebagai suatu sistem, setiap orang harus belajar menginterpretasi tanda-tanda yang disampaikan tubuh. Perhatikan warna kuku, panjang jari, pergelangan kaki, dan cermati perubahannya.

Nasihat kuno
Nasihat hidup sehat masa kini dari dr Agus bisa terkesan kuno. Namun, ia memiliki dasar sangat kuat untuk mengungkapkannya. Diingatkan, tubuh dirancang untuk bergerak. Hasil studi selama 13 tahun memperlihatkan, duduk selama empat jam terus-menerus meningkatkan risiko kena penyakit jantung dua kali lipat meski rutin berolahraga, dan meningkatkan kemungkinan terkena kanker. Duduk lama sama bahayanya dengan merokok. Bahaya duduk lama adalah peradangan, dan itu merupakan faktor risiko yang mematikan. Pemakaian sepatu hak tinggi selama bertahun-tahun tanpa jeda adalah penyebab stres sendi-sendi kaki dan punggung bawah. Stres berarti peradangan, dan peradangan kronik mematikan karena memperlambat dan menghambat proses perbaikan DNA tubuh. Kondisi itu berkaitan dengan kanker, serangan jantung, alzheimer, diabetes, dan penuaan dini. Selain penggunaan sepatu yang nyaman, tidak menganggap remeh flu, dan menanyakan manfaat statin dan baby aspirin kepada dokter jika usia Anda di atas 50 tahun, hal penting lainnya adalah jam tidur tetap dan tidak tidur seharian pada akhir pekan. Hindari tidur siang kecuali memiliki kebiasaan tidur siang sejak kecil. Jadwal makan harus diusahakan pada jam yang tetap dan tidak mengonsumsi apa pun yang dianggap sehat secara eksesif. Misalnya, apakah tubuh membutuhkan 10 wortel yang dijus sekaligus. Dr Agus juga mempertanyakan definisi ”segar” kalau makanan atau minuman berada di perjalanan sepanjang ratusan sampai ribuan kilometer untuk mencapai konsumen. Dr Agus juga menegaskan, suplemen vitamin tak banyak gunanya bagi tubuh karena gizi dari sumber alamiah (sayur, ikan, buah, dan lain-lain) tak bisa digantikan. Semua jenis suplemen vitamin yang katanya menyehatkan bisa menjadi counterproductive, bahkan membahayakan tubuh, karena merusak keseimbangan sistem dan mekanisme tubuh. Padahal, warga Amerika membelanjakan 25 miliar dollar AS per tahun untuk itu. Tentu saja pandangan itu memicu pro dan kontra, apalagi industri obat menguasai pasar dunia kesehatan saat ini. Namun, setidaknya telah diingatkan, dengan perubahan cara hidup dan berbagi informasi medis, seseorang bisa mencapai jenis kemenangan yang lain: pencegahan, penangguhan, dan pengendalian. Seperti dikatakan dr Agus, lepas dari kanker, berarti lepas dari penyakit.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Fri Apr 05, 2013 10:06 am

HARAPAN BAGI PASIEN KANKER STADIUM LANJUT
Penulis : Lusia Kus Anna | Kamis, 4 April 2013 | 10:50 WIB
Kompas.com - Banyak orang takut terhadap kanker karena penyakit ini dianggap sebagai lonceng kematian. Padahal, meski kanker adalah penyakit yang sangat serius, kemajuan ilmu kedokteran dan pengobatan, menjadikan angka kematian akibat kanker terus menurun. Saat ini makin banyak pengobatan kanker yang berhasil baik. Obat-obatan kanker generasi baru yang secara selektif mematikan sel kanker tanpa merusak sel sehat terus dikembangkan. Obat tersebut disebut juga dengan terapi sasaran (targeted therapy). Menurut Dr.Aru Sudoyo, pakar hematologi-onkologi medik, obat yang dipakai dalam terapi sasaran sangat berkontribusi meningkatkan usia harapan hidup pasien kanker stadium lanjut. "Pada tahun 1990-an, orang yang sakit kanker hanya bisa bertahan enam bulan. Sekarang ini, mereka bisa bertahan lebih dari dua tahun. Harapan hidup pasien kanker pasti akan bertambah lama dalam beberapa tahun ke depan," kata Aru dalam acara media edukasi mengenai terapi sasaran yang diadakan oleh PT.Roche Indonesia di Jakarta (3/4/13). Aru menjelaskan, pengobatan dengan terapi sasaran hanya ditujukan untuk pasien kanker stadium lanjut dan tidak untuk menggantikan kemoterapi. Pada pasien kanker stadium satu sampai tiga pengobatan utamanya adalah operasi. "Tujuan pemberian terapi sasaran adalah supaya pasien bisa dioperasi. Karena itu sel-sel kanker yang sudah menyebar dicegah sehingga tumornya menjadi kecil dan bisa dipotong. Kondisinya jadi seperti kembali ke stadium satu," kata dokter dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini. Pemberian terapi sasaran harus digabungkan dengan kemoterapi. "Obat terapi sasaran akan membantu memperkuat kemoterapi. Ibaratnya sel kanker dikepung dari berbagai sisi," katanya.

Generasi baru
Para ilmuwan saat ini terus mengembangkan obat-obatan terapi sasaran generasi baru yang lebih efektif dan mampu meningkatkan harapan hidup dan kualitas hidup pasien kanker. "Obat-obatan terapi sasaran bukan untuk melenyapkan sel kanker, tetapi menjadikan kanker sebagai penyakit kronik seperti halnya hipertensi atau diabetes yang bisa dikontrol dengan obat," kata Aru. Menurut dr.Arya Wibitomo, Head of Medical Affairs PT.Roche Indonesia, saat ini yang menjadi fokus penelitian para ahli adalah mencari obat terapi target yang bisa bekerja tanpa kemoterapi. "Saat ini pasien kanker diberikan dua obat, obat kemoterapi dan terapi sasaran. Nantinya cukup dalam satu sediaan obat dengan efek samping minimal," kata Arya. Ada berbagai jenis obat terapi sasaran, salah satunya adalah antibodi monoklonal yang akan merangsang sistem kekebalan tubuh alamiah yang secara khusus menyerang sel kanker. Pertumbuhan sel-sel darah yang memasok oksigen dan zat gizi ke sel kanker juga akan dihambat sehingga sel kanker menjadi kecil dan mati. Obat-obatan terapi sasaran memang masih cukup mahal. Sebagai ilustrasi, untuk satu siklus pengobatan kanker yang digabungkan dengan kemoterapi, membutuhkan biaya antara 40-50 juta rupiah. Terapi sasaran juga hanya bisa diberikan pada tumor padat seperti kanker paru, payudara, kolorektal, ginjal, dan otak. Obat-obatan terapi sasaran biasanya menyebabkan efek samping naiknya tekanan darah.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Sun Apr 07, 2013 4:42 pm

RIWAYAT SINGAPURA MEMBANGUN PUSAT KANKER TERKEMUKA DI DUNIA
Putro Agus Harnowo - detikHealth Minggu, 07/04/2013 08:15 WIB
Jakarta, Selain terkenal sebagai negara pusat perbelanjaan, Singapura juga terkenal dengan teknologi pengobatannya, terutama pengobatan kanker. Banyak sudah pasien kanker dari Indonesia dan negara-negara lain menyeberangi samudra demi mendapat pengobatan di sana. Kesuksesan ini tak lepas dari kepedulian pemerintah Singapura menyokong berdirinya pusat kanker bernama Parkway Cancer Centre. Salah seorang tokoh yang ikut andil membesarkan pusat kanker tersebut adalah dr Ang Peng Tiam. Tak hanya itu, dr Ang juga ternyata merupakan perintis pusat pengobatan kanker di Singapura. "Alasan utama kenapa Parkway Cancer dibentuk adalah kami mengenali bahwa lebih mudah merawat pasien daripada merawat kanker. Itulah sebabnya kami membentuk Parkway Cancer. Kami semua di Parkway Cancer menargetkan perawatan yang menyeluruh kepada pasien," terang dr Ang kepada detikHealth seperti ditulis pada Minggu (7/4/2013). Sambil berbincang santai di Seafood Terrace, Level 5, Grand Hyatt Jakarta, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Dr Ang menceritakan bagaimana Singapura kini bisa menjadi salah satu negara yang menjadi kiblat kemajuan dunia kesehatan di Asia, terutama mengenai pengobatan kanker. Dr Ang mulai tertarik mempelajari onkologi atau ilmu tentang kanker di tahun 1986. Ketika itu kanker merupakan hal yang baru dan masih misteri sehingga tak banyak orang yang mau mempelajarinya. Penyakit ini identik dengan vonis mati, jadi para dokter keder jika harus berhadapan dengan kanker. "Ada masa di mana orang beranggapan bahwa kanker dekat dengan kematian. Para dokter berpendapat, jika saya mempelajari kanker, maka saya akan melihat orang meninggal setiap hari. Tapi kenyataannya onkologi tidak identik dengan orang meninggal," kata dr Ang. Untungnya, pemerintah Singapura memiliki pendapat berbeda. Mereka tahu bahwa kanker adalah masalah kesehatan yang serius dan perlu mendapat penanganan sejak dini. Karena masih sedikit orang yang mempelajari onkologi, maka pemerintah mengirim dr Ang untuk mempelajari kanker ke MD Anderson Cancer Centre di Houston, Texas dan Stanford University Medical Centre. Tak hanya itu, dr Ang juga dijanjikan apabila kembali ke tanah air nantinya, pemerintah Singapura akan menyediakan pusat penelitian dan penanganan kanker. Janji tersebut ditepati. Ketika kembali di tahun 1990, dr Ang mendirikan sekaligus mengepalai Department of Medical Oncology di Singapore General Hospital. "Itulah sebabnya saya menjadi kepala. Saya melihat mereka membutuhkan orang yang punya sedikit kepintaran tapi mau dididik dan membawa teknologi ke Singapura. Jadi saya adalah sekian dari beberapa orang yang paling awal dikirim keluar negeri. Dan ketika saya kembali, maka saya dipersilakan membuat pusat kanker," kenang dr Ang. Sebagai salah seorang pelopor di negaranya yang kemudian berhasil membuat Singapura menjadi salah satu negara yang terkemuka dalam penanganan kanker, dr Ang menempati posisi terhormat. Ia disebut-sebut sebagai dokter kanker terhebat nomor 5 di seluruh Singapura. Berbagai jabatan pernah disandangnya, mulai dari presiden Singapore Society of Oncology hingga sekarang menjabat sebagai Medical Director and Senior Consultant of Medical Oncology di Parkway Cancer Centre. Ia juga pernah dianugerahi medali emas Prof Sir Gordon Arthur Ransome sebagai kandidat teratas Master of Medicine Clinical Examinations pada tahun 1986. Kini, pengobatan kanker di Singapura sudah berkembang sedemikian hebatnya sampai jika dihitung-hitung, ada sekitar 100 orang spesialis onkologi di negara tersebut. Jika dibandingkan dengan saat dr Ang kembali ke negaranya 20 tahun lalu, angka ini mengalami ledakan dalam waktu yang pesat. "Lalu mengapa kita butuh begitu banyak onkologis? Kalau memang makin banyak kanker artinya makin banyak orang meninggal, kita tak perlu onkologis, tapi pengurus pemakaman. Tapi alasannya mengapa kita butuh onkologis adalah karena kita menyembuhkan pasien. Pasien yang tak tersembuhkan, panyakitnya kita kontrol agar penyakitnmya tidak begitu mengganggu," ujar dr Ang. Walaupun ada banyak dokter hebat, sistem pengobatan yang dibentuk di Singapura tidak mengandalkan kerja perorangan, melainkan kerja tim. Dengan membawa semua ahli di bidangnya dalam satu wadah, para ahli bisa bekerja sama dan berbagi ide untuk mengembangkan sumberdaya demi memecahkan masalah. Sistem ini agaknya ampuh dalam memberikan pelayanan medis yang memuaskan kepada pasien. Kini kebanyakan pasien yang berdatangan ke Singapura berasal dari berbagai negara, mulai dari Indonesia, Filipina, Malaysia, Myanmar dan pasien dari India juga mulai banyak berdatangan. "Kami tak pernah bilang kami adalah yang terbaik, kami bilang kami mencoba menjadi yang terbaik. Pasien lah yang akan mengatakan siapa yang terbaik," pungkasnya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Sun Apr 07, 2013 4:46 pm

KEMATIAN AKIBAT KANKER AKAN TURUN DRASTIS
RABU, 26 SEPTEMBER 2012 | 03:16 WIB
TEMPO.CO, London--Lembaga penelitian berbasis di Inggris, Cancer Research menyatakan angka kematian yang disebabkan kanker akan turun 17 persen pada 2030. Menurunnya jumlah perokok serta perkembangan baru dalam diagnosa dan perawatan kanker menjadi penyebab utama penurunan angka kematian tersebut.  Selama tahun 2010, sebanyak 170 dari 100.000 orang Inggris meninggal karena kanker. Cancer Research UK memprediksi jumlah ini akan menurun menjadi 142 kematian per 100.000 orang. Mayoritas warga Inggris meninggal karena kanker paru-paru, payudara, dan prostat. Penurunan jumlah kematian terbesar diperkirakan terjadi pada penderita kanker ovarium di mana angka kematian akan jatuh sebesar 43 persen.  "Estimasi kami menunjukkan bahwa untuk banyak kasus kanker, tingkat kematian akan turun drastic dalam beberapa dekade terakhir," kata peneliti dari Queen Mary, University of London, Profesor Peter Sasieni. Namun, studi ini menunjukkan bahwa penurunan jumlah kematian tidak terjadi pada penderita kanker liver dan mulut. Sebaliknya angka kematian dari dua jenis kanker ini justru meningkat. Pimpinan Eksekutif Cancer Research UK, Dr. Harpal Kumar menyatakan bahwa estimasi ini mendorong dan menunjukkan kemajuan besar yang diraih. "Penelitian di banyak area menunjukkan dampak yang nyata," katanya.  Departemen Kesehatan Inggris juga menyatakan bahwa estimasi ini menunjukkan perkembangan signifikan dalam penanganan kanker. "Tujuan kami adalah menyelamatkan 5.000 lebih orang per tahun pada tahun 2015, masih banyak yang harus kami lakukan," tulis pernyataan Kementerian Kesehatan Inggris.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 20, 2013 2:21 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Mon Apr 08, 2013 8:21 pm

PERAWATAN PSIKOSOSIAL TENTUKAN KESEMBUHAN KANKER
Penulis : Rosmha Widiyani | Senin, 8 April 2013 | 14:33 WIB
Kompas.com - Kesembuhan pasien kanker tak hanya ditentukan kemajuan teknologi atau pengobatan. Keadaan lingkungan atau psikososial juga memegang peranan penting. Itu sebabnya dibutuhkan dukungan motivasi dari lingkungan terdekat pasien. "Perjalanan menuju sembuh adalah seni. Tiap orang berbeda dan kami terus belajar dari pasien," kata Dr. Ang Peng Tiam, Medical Director and Senior Consultant Medical Oncology Parkway Cancer Centre, Singapura, dalam sebuah kesempatan wawancara dengan Kompas.com di Jakarta, akhir pekan lalu. Menurut Ang, untuk menuju sembuh tim dokter di rumah sakit seharusnya tidak hanya merawat penyakit, tapi juga merawat pasien. Prinsip ini melahirkan perlakuan yang berbeda. Merawat penyakit mengindikasikan proses menuju sembuh yang hanya berpedoman pada proses perkembangan penyakit sementara kondisi psikologi dan kenyamanan pasien menjadi kurang diperhatikan. "Ketika vonis kanker dijatuhkan, kebanyakan pasien merasa khawatir, minder, dan takut akan masa depan. Sebagian pasien kemudian membatasi diri dengan orang terdekatnya. Sebaliknya lingkungan sekitar juga tidak tahu bagaimana memperlakukan pasien kanker," kata Ang. Kurangnya komunikasi membuat pasien kanker merasa terkucil. Padahal hal itu akan memperburuk mood pasien sehingga yang terpikir hanya melulu kanker itu dan mulai membayangkan hal buruk yang mungkin timbul. Saat seseorang terdiagnosa kanker, bukan hanya pasien yang merasa tertekan, tapi juga seluruh anggota keluarga. Untuk itu menurut Ang, pihak keluarga juga harus mendapat informasi yang benar seputar penyakit. Menurut Ang, menjaga kondisi psikologis pasien dan anggota keluarga dibutuhkan karena tidak semua penyakit kanker bisa disembuhkan. "Tidak jarang pasien datang dengan kondisi parah dan tidak mungkin lagi disembuhkan. Pada kondisi ini rumah sakit harus menjadi tempat transit yang pantas menjelang ajal pasien," katanya. Pada pasien yang penyakitnya tidak bisa disembuhkan, perawatan lebih ditekankan pada pengelolaan efek samping pengobatan. Sasaran dari program perawatan ini adalah memungkinkan pasien mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan tenang dan menjalani hari-hari terakhir mereka senyaman mungkin.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Tue Apr 16, 2013 8:17 pm

PROGRAM PENGENDALIAN KANKER DI INDONESIA
Gustia Martha Putri - Okezone Jum'at, 4 Mei 2012 16:34 wib
KANKER merupakan salah satu penyakit penyebab kematian yang mendapatkan perhatian serius dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Beberapa program pengendalian pun telah disusun dan diterapkan sejak lima tahun yang lalu. "Program pengendalian kanker secara terorganisir sudah dilakukan sejak sekitar lima tahun terakhir di Indonesia, sejalan dengan dibentuk dan aktifnya Direktorat Pengedalian Penyakit Tidak Menular di DitJen P2PL. Di pihak lain, pengendalian penyakit menular sudah jauh lebih lama banyak dikerjakan luas sejak Indonesia merdeka," tutur Prof dr Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI dalam rilis yang diterima Okezone, Jumat (4/5/2012). Beban ekonomi pengobatan kanker tidak hanya berdampak terhadap sistem kesehatan, tetapi juga untuk individu dan rumah tangga mereka yang terkena kanker. Dampak ini akan dirasakan paling kuat di kelompok sosioekonomi rendah, khususnya (meskipun tidak secara eksklusif) di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah di mana jaring pengaman sosial, seperti asuransi kesehatan universal kurang tersedia. Sebagai konsekuensinya, kanker bisa menjadi penyebab utama kemiskinan. Mengingat pasien kanker membutuhkan perawatan jangka panjang, maka dibutuhkan tambahan beban ekonomi tersendiri bagi diri pasien dan keluarga. Oleh karenanya, diperlukan upaya pengendalian dari adanya penyakit ini. Berikut lima kegiatan pengendalian kanker yang telah disusun dan dilaksanakan di Indonesia yang dipaparkan Tjandra.

1) Program Promotif dan Pencegahan
Penyebab utama kanker adalah penerapan gaya hidup yang tak sehat. Maka, promotif dan pencegahan merupakan salah satu program penting sebagai upaya pengendalian kanker. "Kementerian Kesehatan telah memperkuat sosialisasi pengendalian kanker di berbagai daerah. Pedoman pengendalian faktor risiko kanker telah disusun untuk petugas kesehatan, kader, anak usia sekolah, dan masyarakat yang berisiko tinggi," jelas Tjandra. Program promotif dan pencegahan dilaksanakan Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan lintas program, lintas sektor, organisasi pemerintah, swasta, dan masyarakat. Konten program promotif dan pencegahan yang telah dilaksanakan meliputi Kampanye Nasional Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan advokasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). "Upaya pengendalian merokok, peningkatan aktivitas fisik, dan peningkatan konsumsi sayur buah telah terintegrasi dalam program PHBS," jelas Tjandra. Selain kampanye PHBS, program lainnya adalah advokasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). KTR telah dilakukan Kementerian Kesehatan kepada Pemerintah Daerah. Setiap daerah diharapkan mempunyai kebijakan KTR pada fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah, tempat bermain anak, dan tempat ibadah. "Pada saat ini, sebanyak 43 Kabupaten/Kota di 21 provinsi telah mempunyai peraturan penerapan KTR di daerah masing-masing," katanya.

2) Program Deteksi dan Tindak Lanjut Dini
Program deteksi dini dilaksanakan untuk beberapa kanker yang dapat dideteksi secara dini, seperti kanker leher rahim, kanker payudara, kanker kolorektal, kanker orofaring, dan retinoblastoma. Beberapa jenis kanker yang telah diadakan program deteksi dini oleh pemerintah adalah kanker payudara dan kanker leher rahim. Deteksi dini dan skrining kanker leher rahim dilakukan dengan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan jika ditemukan IVA positif, maka dilakukan krioterapi dengan metode kunjungan tunggal. Pertimbangan menggunakan metode IVA didasarkan pada efisiensi, efektivitas, dan fisibilitas dalam pelaksanaan skrining kanker leher rahim di seluruh pelosok Tanah Air, yang umumnya belum terjangkau fasilitas pemeriksaan patologi anatomi. Pada daerah perkotaan yang mempunyai atau dekat dengan fasilitas pemeriksaan patologi anatomi, sebagian masyarakat melakukan deteksi dini kanker leher rahim dengan pemeriksaan pap smear. Deteksi dini kanker payudara menggunakan metode pemeriksaan klinis payudara oleh petugas terlatih/Clinical Breast Examination (CBE) dan SADARI. Kegiatan ini dilaksanakan di puskesmas, praktik dokter, bidan swasta, dan rumah sakit. Provider kegiatan ini adalah dokter umum dan bidan. Mammografi digunakan untuk pemeriksaan lanjutan kanker payudara pada fasilaitas kesehatan lebih tinggi (rumah sakit). "Program deteksi dan tindak lanjut dini kanker payudara dan kanker leher rahim telah dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan melalui kerja sama dengan berbagai profesi dan pihak lainnya. Program deteksi dini kanker dapat dikembangkan berdasarkan prevalensi kanker di masing-masing daerah dan ketersediaan sumber daya," lanjut Tjandra. Program deteksi dini kanker telah dicanangkan oleh Ibu Negara Indonesia sebagai program nasional pada 21 April 2008. Sampai 2011, program telah dikembangkan di 310 Puskesmas pada 84 kabupaten/kota di 17 provinsi, yaitu provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Bali, Kaimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimanatan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Lampung, dan Banten. "Program deteksi dini kanker dapat dikembangkan berdasarkan prevalensi kanker di masing-masing daerah dan ketersediaan sumber daya. Selain deteksi dini, buku saku untuk masyarakat untuk dapat melakukan deteksi dini sendiri pun dibagikan,” tutupnya.

3) Surveilans dan registrasi kanker
Surveilans dan registrasi kanker merupakan langkah penting lainnya dalam program pengendalian kanker. "Registrasi kanker telah dimulai sejak 1970-an. Pertama kali, dilakukan survai frekuensi kanker di Semarang pada 1970. Kemudian dikembangkan registrasi kanker berbasis populasi di Kota Semarang sampai 1989. Terdapat juga beberapa registrasi kanker berbasis rumah sakit yang mempunyai sarana patologi anatomi," tutur Tjandra. Lebih lanjut, Tjandra menjelaskan, bahwa salah satu upaya dalam program surveilans pada 2006, Yayasan Kanker Indonesia bekerja sama dengan Ikatan Ahli Patologi Anatomi Indonesia mengembangkan registrasi kanker berbasis data patologi anatomi yang didapat dari 13 RS di Indonesia yang memiliki unit kanker. Walaupun baru diterapkan di DKI Jakarta, Rumah Sakit Kanker Dharmais telah mengembangkan Sistim Registrasi Kanker di Indonesia atau disebut Srikandi. "Pada 2007 Kementerian Kesehatan berkolaborasi dengan World health Organization (WHO) Indonesia mengembangkan suatu model registrasi kanker, berbasis rumah sakit dan populasi di DKI Jakarta. Untuk kepentingan validnya dan komprehensifnya data kanker, kegiatan registrasi kanker berbasis rumah sakit dan populasi perlu dilaksanakan secara berkesinambungan. Data tersebut akan menjadi sumber informasi untuk mengembangkan dan mengevaluasi program pengendalian kanker. Kegiatan tersebut perlu mendapatkan dukungan dari pihak-pihak terkait," paparnya.

4) Diagnosis dan pengobatan
Pada saat ini berbagai rumah sakit di Indonesia sudah mempunyai kemampuan untuk diagnosis dan pengobatan berbagai jenis kanker. "Diagnosis pasti kanker dengan pemeriksaan patologi anatomik dapat dilakukan di banyak laboratorium di negara kita. Pembedahan kanker dan pemberian kemoterapi juga sudah lama dilakukan di berbagai rumah sakit di Indonesia," jelasnya. Tjandra memaparkan bahwa saat ini Indonesia telah mempunyai 21 pusat radiasi, dengan 16 LINAC, 17 telecobalt, dan 45 radiologis kanker yang tersebar di beberapa rumah sakit yang mempunyai unit kanker. Kendati demikian, diakui Tjandra, bahwa peningkatan kualitas dan kuantitas sumberdaya dan fasilitas diagnostik dan pengobatan masih perlu ditingkatkan. "Tentu kita masih memerlukan lebih banyak lagi kelengkapan fasilitas untuk diagnosis dan pengobatan kanker, serta sumber daya manusia untuk menangani kanker di banyak rumah sakit, terutama di luar pulau Jawa," katanya.

5) Pelayanan paliatif
Perawatan paliatif sangat diperlukan karena sebagian besar penderita kanker yang berada pada stadium lanjut sulit disembuhkan, sehingga usaha mengatasi gejala dan mencukupi kebutuhan penderita, serta keluarga dalam fase terminal menjadi penting. "Pada saat akhir kehidupannya, penderitaan terhadap rasa sakit, nyeri, atau hal-hal lainnya perlu segera dicarikan jalan keluarnya. Kementerian Kesehatan telah mengembangkan pedoman pelayanan paliatif di rumah sakit. Ikatan pelayanan paliatif yang berkontribusi dalam pelayanan paliatif sudah dibentuk. Namun, pelayanan paliatif untuk terus meningkatkan kegiatan maka diperlukan pengembangan program pelayanan paliatif baik di rumah sakit maupun di masyarakat," tutup Tjandra.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Sat Apr 20, 2013 8:47 am

VAKSIN TUMOR AKAN TERSEDIA 5 TAHUN LAGI
Rabu, 14/07/2010 10:03 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
London, Untuk pertama kalinya vaksin pencegah berbagai jenis kanker akan tersedia di pasaran dalam 5 tahun mendatang. Karena bekerja pada sistem hormonal, vaksin tersebut juga bisa dipakai sebagai alat kontrasepsi. Jenis kanker yang bisa dicegah oleh vaksin yang dikembangkan oleh Celldrex Therapetics ini cukup beragam. Di antaranya adalah kanker payudara, kanker usus dan kanker serviks atau leher rahim. Vaksin yang diproduksi oleh perusahaan asal Amerika ini bekerja dengan memperkuat sistem imun dan mengontrolnya untuk menyerang hormon hCG, hormon yang dikenal sebagai penanda kehamilan. Hormon tersebut ditemukan pada 50 persen pasien kanker prostat dan pankreas, serta pada beberapa penderita tumor payudara, usus dan serviks. Karena bekerja pada hormon yang sama dengan hormon kehamilan, vaksin tersebut nantinya akan dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi jangka pendek. Efeknya akan hilang dan akseptor (peserta program kontrasepsi) akan kembali subur setelah pemakaian vaksin dihentikan selama 1 tahun. Pada penderita tumor, penyuntikan vaksin tersebut akan mencegah sel kanker untuk menyebar. Tidak hanya itu, Profesor Ray Iles dari Middlesex University yang menciptakan vaksin tersebut mengklaim bahwa sel kanker bahkan bisa menyusut karenanya. Saat ini, pengujian tengah dilakukan terhadap 60 pasien kanker prostat. Prof Iles mengatakan, uji praklinis pada binatang telah dilakukan sebelumnya dan memberikan hasil yang luar biasa bagus. Apabila uji klinis pada 60 pasien itu memberikan hasil yang sama bagusnya, maka pengujian akan kembali dilakukan dengan skala lebih besar sebelum dapat dipasarkan. "Vaksin ini punya potensi besar untuk membantu kita membuat langkah besar dalam menangani kanker," ungkap Prof Iles, dikutip dari Dailymail, Rabu (14/7/2010).
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Sat Apr 20, 2013 9:20 am

12 MAKANAN SUPER PELAWAN KANKER
Penulis : Unoviana Kartika | Jumat, 19 April 2013 | 11:26 WIB
KOMPAS.com — Setiap hari satu orang terdiagnosis kanker. Meski penyebab kanker belum diketahui dengan pasti, bukan berarti kita hanya bisa pasrah menghadapi penyakit ini. Banyak penelitian menunjukkan kanker dapat dicegah dengan menjalankan pola hidup sehat. Memilih makanan yang sehat dan olahraga rutin bukan hanya dapat mencegah kanker, melainkan penelitian juga menunjukkan bahwa makanan yang tepat dapat menghentikan perkembangan sel kanker. Berikut adalah 12 makanan super yang diketahui bisa menjauhkan kita dari kanker.

1. Kacang tanah
Kaya akan vitamin E yang menurunkan risiko kanker kolon, paru-paru, hati, dan kanker lainnya. Selai kacang yang nikmat pada roti gandum utuh akan membantu Anda melawan kanker.

2. Grapefruit
Jeruk, grapefruit, dan brokoli kaya akan vitamin C. Elemen ini penting untuk mencegah pembentukan senyawa nitrogen yang merupakan penyebab kanker. Makanan mengandung vitamin C tinggi ini menurunkan risiko kanker esofagus, kandung kemih, payudara, serviks, lambung, dan usus besar. Jadi, jangan lupakan makanan-makanan ini dalam diet Anda sehari-hari.

3. Berry
Buah berry merupakan pelawan kanker yang tangguh. Kandungan antioksidannya yang tinggilah yang menyebabkan demikian.

4. Ubi jalar
Ubi jalar kaya beta karoten yang dapat menurunkan risiko kanker kolon, lambung, dan paru-paru. Studi menunjukkan, ubi jalar dapat menurunkan risiko kanker payudara hingga setengahnya.

5. Salmon liar
Salmon, terutama ikan yang ditangkap liar, merupakan sumber vitamin D yang baik. Makanan yang kaya vitamin D membantu menghalangi perkembangan pembuluh darah yang memberi makan tumor tumbuh dan membantu menghentikan proliferasi sel kanker dan prakanker.

6. Biji lenan
Asam lemak omega-3 mencegah pertumbuhan sel kanker, selain itu juga dapat mengurangi inflamasi. Selain ikan, biji lenan merupakan sumber asam lemak omega-3 yang baik.

7. Kunyit
Kurkumin, bahan aktif dari kunyit yang berperan dalam anti-inflamasi dan antioksidan. Kurkumin juga dapat menjadi penghalang dari komunikasi sel-sel kanker sehingga mencegah perkembangannya.

8. Teh
Teh mengandung senyawa katekin yang menghambat pertumbuhan kanker. Sebuah studi di China mengatakan, peminum teh hijau memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengembangkan kanker dibandingkan mereka yang tidak.

9. Sayuran
Buah dan sayur mengandung fotonutrien yang sama pentingnya dengan mineral dan vitamin. Sayuran seperti kembang kol dan kubis mengandung fitonutrien yang dapat membantu menghambat metabolisme karsinogen dan merangsang tubuh untuk memproduksi enzim detoksifikasi.

10. Tomat
Studi pada tahun 2009 yang dimuat dalam Journal of Clinical Oncology menunjukkan bahwa tomat mengandung likopen yang membantu mencegah kanker prostat. Likopen merupakan antioksidan kuat yang juga dapat mencegah pelbagai jenis kanker lainnya.

11. Delima
Delima kaya akan asam elagik yang dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker. Asam elagik juga menonaktifkan senyawa penyebab kanker.

12. Bawang bombai
Bawang bombai kaya akan senyawa anti-kanker. Bawang bombai dapat dimakan mentah ataupun sebagai campuran makanan.
Back to top Go down
 
Penyakit Kanker
View previous topic View next topic Back to top 
Page 29 of 32Go to page : Previous  1 ... 16 ... 28, 29, 30, 31, 32  Next
 Similar topics
-
» Dampak Meditasi dan Bahayanya
» Pengobatan Penyakit Jantung yang Aman pada Ibu Hamil

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: