Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Penyakit Kanker

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 17 ... 32  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Sat Jun 02, 2012 6:23 am

GAWAT, KONSUMSI MULTIVITAMIN JUSTRU BISA PICU KANKER
Jumat, 09 April 2010 21:36 WIB
Mengonsumsi multivitamin sebagai pelengkap asupan gizi memang dianjurkan. Namun, apa yang terjadi bila multivitamin dikonsumsi setiap hari? Pertanyaan ini yang kemudian memancing para peneliti untuk mencari tahu. Hasil riset yang dipublikasikan American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan perempuan yang minum multivitamin tiap hari untuk mencegah penyakit, justru dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Peneliti juga menemukan perempuan paruh baya dan lebih tua yang secara teratur mengonsumsi suplemen multivitamin, hampir 20 persen lebih berpotensi mengembangkan tumor. Bahkan yang lebih parah suplemen multivitamin dapat memicu pertumbuhan tumor dengan meningkatkan densitas jaringan payudara atau yang dikenal merupakan faktor risiko untuk kanker. Hasil riset juga menunjukkan mengkonsumsi suplemen yang mengandung vitamin dan mineral dapat meningkatkan jaringan payudara lebih dari 5 persen. Peneliti meyakini asam folat yang mungkin ditemukan dalam pil multivitamin juga bisa menjadi faktor, dan menurut riset asam folat dosis tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan tumor. Di Inggris, sekitar 40.000 perempuan setiap tahunnya didiagnosis dengan kanker payudara atau sama dengan lebih dari 100 hari. Dari angka itu, setiap perempuan di negara itu memiliki satu dari sembilan kesempatan untuk mengembangkan penyakit tersebut dibeberapa titik dalam hidupnya.

Meski begitu peneliti juga menyatakan peningkatan kasus kanker tidak hanya disebabkan konsumsi multivitamintetapi ada faktor lain yang mungkin mendukung seperti gaya hidup yang tidak sehat pada wanita. Mereka juga memperingatkan hasil temuan ini perlu dilakukan riset mendalam untuk menentukan apakah multivitamin aman atau tidak untuk dikonsumsi setiap hari. Manajer Informasi Science Cancer Research UK, Kat Arney berpendapat seperti hasil riset sebelumnya, multivitamin mungkin tidak benar-benar bermanfaat untuk kesehatan. " Semua nutrisi yang tepat untuk tubuh bisa kita dapatkan dari pola makan yang sehat, kaya serat dari buah dan sayuran," ujarnya seperti dikutip dari Dailymail.co.uk, baru-baru ini. Sebelumnya, peneliti dari Institut Karolinska di Stockholm, Swedia, telah mempelajari lebih dari 35.000 wanita berusia antara 49 dan 83 selama 10 tahun. Mereka mencatat orang-orang yang secara teratur mengonsumsi multivitamin, 19 persen lebih mungkin mengembangkan tumor payudara. Bahkan ketika peneliti memperhitungkan sejumlah faktor resiko seperti perempuan yang merokok, terlalu banyak latihan atau memiliki riwayat kanker, mereka menemukan adanya kaitan yang signifikan dengan pengonsumsian multivitamin.

Hasil riset ditahun 2007 mencatat hampir 300.000 orang ditemukan mengonsumsi suplemen lebih dari sekali sehari, 32 persen lebih mungkin mengembangkan kanker prostat agresif. Ditahun berikutnya, penelitian di Universitas Kopenhagen menemukan bahwa dosis tinggi vitamin A, vitamin E dan beta-karoten tampaknya meningkatkan peluang kematian dini. Menyikapi sejumlah catatan hasil riset yang ada, Gilbert Ross, Direktur Medis, American Council on Scinece and Health mengatakan bila individu merasa perlu untuk mengkonsumsi vitamin sebaiknya riset ini diabaikan. Dilain pihak, tidak terdapat rekomendasi untuk mengkonsumsi multivitamin terkecuali yang bersangkutan mengalami masalah dalam asupan nutrisi.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 1:21 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Sat Jun 09, 2012 4:47 pm

PEMBALSEM MAYAT RAWAN TERKENA KANKER
Senin, 23/11/2009 15:40 WIB Nurul Ulfah - detikHealth
Washington, Bekerja di prosesi pemakaman tidak hanya menimbulkan horor, tapi juga menimbulkan risiko penyakit kanker. Peneliti melaporkan kasus kematian akibat penyakit leukemia pada pekerja yang berurusan dengan formaldehid untuk membalsem mayat. Peneliti melakukan studi terhadap 400 pekerja pemakaman untuk mengetahui pengaruh formaldehid yang biasa dipakai untuk membalsem mayat terhadap risiko penyakit kanker. Hasil studi yang dimuat dalam Journal of the National Cancer Institute itu menyebutkan bahwa para pekerja yang sering kontak dengan bahan pengawet mayat (formaldehid) ternyata punya risiko penyakit kanker, terutama leukemia.

"Studi sebelumnya menunjukkan tingkat kematian yang tinggi akibat penyakit lymphohematopoietic malignancies dan kanker otak pada orang-orang yang berhubungan dengan mayat, seperti para ahli anatomi, patolog dan semua orang yang berhubungan dan mengurus mayat dengan bahan formaldehid," ujar Laura Freeman dari U.S. National Cancer Institut seperti dikutip dari Reuters, Senin (23/11/2009). Peneliti menganalisa 168 ahli mayat dan profesional lainnya yang meninggal dunia akibat kanker. Sebanyak 48 orang meninggal karena tumor otak sedangkan 265 pekerja pemakaman lainnya meninggal karena faktor lain, beberapa karena kanker jenis lain.

"Lebih dari 2 juta pekerja di Amerika saat ini terpapar bahan kimia formaldehid, diantaranya mereka yang berprofesi sebagai ahli anatomi, patolog dan pekerja lainnya yang berhubungan dengan mayat yang diawetkan dengan formaldehid," ujar Freeman. Studi ini membantu menjelaskan mengapa para ahli tersebut punya tingkat kematian yang tinggi akibat kanker. "Ternyata orang yang sering kena bahan kimia formaldehid selama bertahun-tahun bisa meninggal dunia karena leukemia atau kanker lainnya," jelas Freeman.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 7:50 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Sat Jun 09, 2012 5:25 pm

EFEK MEROKOK TAK MELULU GANGGUAN PERNAFASAN, TAPI MEMICU KANKER
Kamis, 31 Mei 2012 | 10:15
[JAKARTA] Sudah diketahui bahwa rokok berdampak buruk bagi kesehatan. Yang menjadi masalah, bagi perokok karena sudah candu tidak mudah bagi mereka untuk meyakinkan diri untuk tidak melakukannya. Bagi perokok kadang-kadang yang menjadi patokan dampak merokok buat mereka adalah gangguan pernafasan. Sehingga jika mereka tidak batuk dan tidak sesak mereka masih tetap merokok. Menurut Ketua Bidang Advokasi PB PAPDI (Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia) dokter Ari Fahrial Syam, efek samping dari merokok tidak melulu berdampak pada saluran pernafasan. Tampaknya mereka harus kapok terlebih dahulu sebelum mereka berhenti merokok. Pasien yang mengalami kanker antara lain kanker lidah, karena kerongkongan, kanker usus besar, kanker paru atau kanker pankreas akan menyesali kenapa mereka merokok setelah menderita kanker ”Rasanya cerita dampak buruk rokok pada seseorang akan selalu dialami terjadi pada keluarga. Apalagi saya yang sehari-sehari bertemu dengan pasien, melihat langsung dampak rokok pada kesehatan seseorang. Kalau penyakit akibat rokok tidak terlalu berat biasanya pasien hanya mengurangi sedikit rokoknya.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 7:26 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Sat Jun 09, 2012 5:49 pm

MENGENALI FAKTOR FAKTOR PEMICU KANKER
oleh: akhirkelana
Mendengar kata "kanker" rasanya begitu menakutkan. Penyakit yang mematikan, agar kita bisa menghindarinya maka mengenalinya antara lain faktor-faktor penyebabnya :

1.Keturunan
Faktor ini sulit untuk dihindari. Mengapa demikian ? Karena kita tidak selalu dilahirkan oleh orang tua
yang benar-benar sehat. Seseorang yang dilahirkan dengan DNA yang rusak yang kemudian
diturunkan dari alah satu atau keduanya. Sejumlah peneliti menemukan sekitar 5% dari kasus kanker
disebabkan faktor keturunan.

2.Lingkungan.
Kehidupan manusia tentu tidak bisa dilepaskan dengan lingkungan. Kondisi lingkungan yang sehat
tentu sangat mendukung untuk suatu kehidupan yang sehat.Namun sebaliknya perkembangan
peradaban yang juga berdampak merusak lingkungan menjadikan suatu kondisi yang tidak sehat
untuk kehidupan manusia, seperti asap, rorkok, sinar ultra violet dan bahan kimia yang dapat
merusak DNA. Rusaknya DNA cepat atau lambat akan menyebabkan kanker. Menurut Wienberg
50% kasus kanker disebabkan asap rokok.

3.Diet
Pada kasus kanker usus besar, payudara, prostat, faktor makanan diperkirakan menyumbang 80%.
Seringnya mengkonsumsi makanan berlemak tinggi terutama daging. Untuk vegetarian secara umum
lebih kecil resikonya terhadap kanker. Buah dan sayuran mengandung jenis antioksidan yang mampu
menetralisir partikel berbahaya dalam tubuh yaitu radikal bebas. Radikal bebas ini merupakan perusak
DNA, yang akhirnya berpotensi terkena kanker

Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/alternative-medicine/1935443-mengenali-faktor-faktor-pemicu-kanker/#ixzz24eXBQRTO


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 7:57 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Sat Jun 09, 2012 5:57 pm

MAKIN BANYAK KANKER DICETUSKAN VIRUS
Jumat, 20 Agustus 2010 | 10:13 WIB
KOMPAS.com — Selama ini penyebab kanker masih jadi misteri yang belum terpecahkan. Namun, hasil penelitian beberapa dasawarsa terakhir mulai mengarah pada kemungkinan adanya virus yang jadi biang keladi terhadap timbulnya kanker. Para ilmuwan baru mengetahui segelintir kanker yang disebabkan virus, seperti kanker serviks, yang virusnya berhasil diisolasi dari gen virus yang berasal dari sel kanker. Namun, beberapa jenis virus diduga pandai "main petak umpet". Mereka memicu kanker lalu lenyap sebelum penyakit diketahui. Riset teranyar yang dilakukan pada mencit menunjukkan, virus herpes pada tikus mampu mencetuskan kanker lalu menghilang dari sel kanker. Virus herpes tikus hampir sama dengan virus epstein-barr yang masih dalam famili virus pencetus penyakit herpes pada manusia. "Boleh dibilang virus herpes bisa menimbulkan banyak penyakit dari yang selama ini kita duga, termasuk lebih banyak jenis kanker," kata ketua penelitian, Philip Stevenson, dari University of Cambridge, Inggris. Namun, harus diingat pula, kanker yang muncul pada mencit berbeda dengan kanker yang diderita manusia sehingga hasil penelitian ini mungkin tidak sama hasilnya jika dilakukan pada manusia. Penyakit kanker terjadi ketika materi genetik dalam sel, atau sel DNA, bermutasi kemudian menyebabkan pembelahan sel tidak bisa dikontrol. Mutasi ini terkadang meningkat ketika DNA merusak. Virus ternyata bisa memiliki dampak yang serupa dengan mutasi ketika mereka membenamkan diri dalam DNA. Hasil akhirnya pun sama: pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Dua jenis human papillomavirus (HPV) diyakini menimbulkan kanker serviks dengan mekanisme tersebut. Dengan masuk ke dalam DNA sel, virus akan "hilang" dari sistem imun tubuh sehingga sel pertahanan tubuh tidak bisa mengusirnya. Ini berarti, para ilmuwan akan bisa menemukan bukti bahwa HPV merupakan biang keladi penyebab kanker serviks karena virusnya meninggalkan gen khusus, seperti halnya penjahat meninggalkan sidik jari di TKP. Stevenson menduga bahwa 20 persen kanker disebabkan oleh virus. Kendati begitu, sel tubuh kita memiliki beberapa mekanisme pertahanan tubuh untuk mencegah pertumbuhan tumor. Sering kali sel yang bermutasi itu menghancurkan diri sendiri sehingga tidak berkembang menjadi kanker. Namun, virus bisa mengganggu mekanisme tersebut. Dengan terungkapnya mekanisme tersebut, para peneliti yakin, vaksinasi untuk melawan virus kelak akan efektif untuk mencegah kanker. Penelitian terhadap mencit juga menunjukkan, ketika mencit itu divaksin untuk melawan virus herpes, tak ada satu pun yang terkena kanker.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 8:10 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Sat Jun 09, 2012 5:59 pm

HIDUP MODERN BIKIN KANKER MAKIN 'GANAS'
Jumat, 15 Oktober 2010 | 09:47 WIB
LONDON, KOMPAS.com - Para ilmuwan berpendapat, kanker adalah penyakit yang muncul akibat kehidupan manusia yang semakin modern. Penyakit ini bukanlah kondisi yang muncul karena alam, tetapi timbul akibat faktor gaya hidup manusia yang semakin modern serta polusi yang dihasilkan industri. Kesimpulan itu diungkapkan para egyptologist atau peneliti budaya Mesir di Universitas Manchester, Inggris. Kajian terhadap ratusan mumi asal Mesir dan Afrika Selatan menunjukkan, hanya ditemukan saja satu mumi yang terserang kanker. Sedangkan di zaman yang serba canggih saat ini, kanker merupakan penyebab utama satu dari tiga kasus kematian. "Dalam masyarakat industri, kanker adalah menempati peringkat kedua setelah kardiovaskuler sebagai penyebab kematian utama," ungkap Professor Rosalie David, pakar biomedis dari Universitas Manchester. "Namun di zaman dahulu, penyakit ini sangat jarang. Tak ada faktor lingkungan yang dapat menyebabkan kanker. Oleh sebab itu, kanker adalah penyakit yang dibuat manusia, akibat polusi dan perubahan dari diet dan gaya hidup," tambah David.

Untuk melacak asal muasal kanker, Prof David dan rekannya Professor Michael Zimmerman, mencari jejak penyakit ini pada ratusan mumi yang berusia hingga 3.000 lalu. Mereka juga meneliti fosil-fosil dan naskah-naskah kuno. Melalui analisa jaringan terehidrasi di bawah mikroskop, mereka hanya menemukan lima kasus tumor yang kesemuanya terbilang jinak. Bukti dari fosil pun sangat jarang, sedangkan naskah-naskah kuno menyebut beberapa kasus tetapi kesemuanya diperdebatkan, seperti kasus pada binatang dan tulang-tulang Neanderthal. Ilmuwan justru menemukan penyakit lain yang berkaitan dengan faktor penuaan seperti penebalan dinding pembuluh darah dan artritis. Temuan ini, menurut para ahli, mengesampingkan argumen bahwa manusia purba usianya tidak cukup panjang sehingga tidak mengidap kanker. Kajian terhadap tubuh mumi, baik dari keturunan raja atau rakyat jelata, menunjukkan bahwa rata-rata harapan hidup mereka bervariasi antara 25 hingga 50 tahun, tergantung latar belakangnya. Bukti hadirnya kanker dalam naskah kuno Mesir juga dinilai peneliti lemah, karena penyakit yang mirip kanker ini cenderung disebabkan oleh lepra atau bahkan varises vena. Satu-satunya mumi yang didiagnosis kanker adalah seorang sosok biasa yang hidup sekitar 200 Masehi. Catatan di era modern menunjukkan, kasus penyakit kanker di dunia meningkat secara masif setelah era Revolusi Industri, khususnya kanker yang ditemukan pada anak-anak.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 8:11 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Sat Jun 09, 2012 6:01 pm

AYO, JAUHI PEMICU KANKER
Selasa, 18/01/2011 11:20 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Tanpa disadari banyak hal yang dapat membuat orang lebih rentan terkena penyakit serius seperti kanker, terlebih lagi dipicu oleh banyaknya radikal bebas dari lingkungan. Ayo jauhi pemicu-pemicu kanker! Beberapa penelitian terakhir menunjukkan bahwa radikal bebas saat ini adalah tertuduh utama dari banyak penyakit, termasuk kanker, penyakit kardiovaskuler dan penuaan dini. dr Phaidon L Toruan, MM, pakar hidup sehat, seperti dikutip dari tulisannya, Selasa (18/1/2011), menyebutkan ada beberapa radikal bebas yang sering menjadi biang kerok penyakit berbahaya, yaitu:

1. Rokok
Akan jauh lebih efektif apabila gerakan mengurangi konsumsi rokok digalakkan secara masif.

2. Asap knalpot
Akan jauh lebih efektif bila edukasi penggunaan tutup hidung, pengurangan jumlah kendaraan bermotor, pengalihan ke kendaraan ramah lingkungan, kontrol emisi gas buang yang diperketat

3. Stres
Saat stres tubuh akan menghasilkan hormon kortisol dan salah satu kerja hormon ini adalah memecah lemak untuk diubah menjadi gula, guna memenuhi kebutuhan otak akan gula.

Proses pemecahan lemak menjadi gula ini disebut oksidasi yang artinya menghasilkan oksidan alias radikal bebas. Manajemen stres sendiri seharusnya komprehensif, terdiri atas diet yang sehat, olahraga yang sehat (olahraga di pinggir jalan Jakarta sore saat masih banyak kendaraan termasuk tidak sehat), dan tips mengelola pikiran. Selain itu menurut dr Phaidon, edukasi masalah yang langsung menyebabkan stres juga dapat mengurangi risiko terserang penyakit berbahaya, misalnya:

1. Edukasi finansial, agar masyarakat mampu mandiri.
2. Edukasi hubungan suami istri agar komunikasi baik
3. Edukasi pencapaian agar mau meningkatkan prestasi
4. Edukasi aparat supaya melayani masyarakat dengan baik, misalnya bisa mengatasi macet yang bikin stres warga masyarakat.

"Selain itu, mungkin perlu juga penelitian lebih lanjut mengenai berapa besar sih sebetulnya toksin yang masuk tubuh kita. Soalnya kalau dipikir-pikir, saat ini tubuh kita terpapar banyak sekali bahan kimia sintetis yang masuk baik langsung atau tidak langsung ke dalam tubuh manusia," jelas dr Phaidon, yang juga merupakan sports scientist Badan Tim Nasional PSSI 2010. dr Phaidon menyebutkan beberapa bahan kimia sintetis yang juga bisa menyebabkan kanker dan penyakit serius lainnya antara lain:

1. Pestisida dan herbisida. Per hektar lahan memerlukan beberapa ton pestisida guna mencegah hama.
2. Pupuk kimia
3. Obat-obatan. Terlebih bagi yang mengkonsumsinya secara reguler. Apapun yang terjadi, pasti ada efek toksik bagi tubuh. Termasuk antibiotik yang pastinya mengganggu keseimbangan flora usus, hormon yang dipakai oleh kaum wanita, dll.
4. Sisa cat tekstil, mobil, rumah, kapal laut, pesawat terbang, yang terbuang dan masuk ke dalam air tanah dan masuk ke rantai makanan.
5. Obat-obatan yang terbuat dari bahan kimia sintetis yang dimakan oleh ternak, dan akhirnya dimakan manusia.
6. Pengawet makanan, aroma sintetis dan perasa sintetis makanan
7. Minyak goreng yang strukturnya rusak akibat pemanasan tinggi dan dimakan dalam bentuk jajanan gorengan atau lemak trans yang sangat melukai pembuluh darah yang sering dijumpai dalam restoran fastfood.

"Rasanya tumpukan toksin yang masif tersebut sangatlah berpotensi menyebabkan terjadinya kerusakan permanen pada tubuh manusia dan bermanifestasi dalam berbagai penyakit," tutup dr Phaidon.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 7:44 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Sat Jun 09, 2012 6:02 pm

DOMINASI HORMON PEMICU KANKER
Jumat, 19 Juni 2009 00:55 WIB Republika.co.id
Kasus kanker payudara, prostat dan rahim semakin banyak terjadi setip tahun. Langkah-langkah pencegahan konvensional seperti mammogram, belum berjalan cukup efektif untuk mencegah peningkatannya. Salah satu usaha yang bisa dilakukan adalah menekan faktor pemicu yaitu kondisi tubuh yang didominasi hormon estrogen. Dominasi estrogen adalah kondisi dimana hormon estrogen melebihi jumlah yang seharusnya karena tubuh terlampau banyak memproduksi estrogen. Kondisi itu biasanya berkaitan dengan penurunan pada hormon progesterone, terlebih saat tubuh sedang mempersiapkan untuk kehamilan. Estrogen umumnya terkait dengan perempuan tapi ternyata dominasi estrogen juga bisa terjadi pada laki-laki. Anak-anak juga rentan dengan kondisi tersebut karena faktor usia dan fluktuasi hormon. Tidak ada statistik yang pasti mengenai angka dominasi estrogen, tapi jika dilihat gejala dan kondisi yang terkait, dapat dikatakan dominasi estrogen meluas dengan penyebab yang beragam. Menurut Psikolog Klinis Dr Richard Malter, tingkat stres yang tinggi membuat tubuh mengalami ketidakseimbangan hormonal dan lingkungan serta pola hidup memicu estrogen lebih banyak dari progesteron. Ketika tubuh stres, kelenjar adrenal cenderung menghasilkan lebih banyak hormon cortisol. Kemudian tubuh akan memasuki fase yang disebut "pencurian progesteron" dalam tubuh untuk menghasilkan lebih banyak kortisol.

Pada akhirnya, rangsangan pada kelenjar adrenal untuk memproduksi hormon stres semakin besar dan akhirnya kelenjar mulai melemah. Lambat laun kondisi ini akan mengakibatkan kelelahan kelenjar dan kerusakan kelenjar. Dalam kondisi seperti ini tubuh akan kehilangan kemampuan untuk dapat mengolah stres sehingga tubuh akan merasa lelah, lesu, dan rentan terhadap penyakit kronis. Kesehatan kelenjar adrenal dapat dibantu dengan mengkonsumsi vitamin C, 1000-3000 mg / hari vitamin C dapat membantu mencegah dominasi estrogen pada tubuh. Fungsional makanan seperti serbuk hijau, rumput laut, serbuk merah atau Spirulina adalah salah satu cara untuk memberikan tubuh gizi tambahan. Ada juga jenis herbal yaitu adaptogens yang dapat membantu tubuh beradaptasi dengan stres. Beberapa contoh adalah astragalus, berbagai ginseng, licorice dan ashwagandha.

Selain stres, tahapan lain yang seorang wanita dapat mengalami rendah progesterone adalah pada saat hamil. Selama kehamilan, tubuh memproduksi estrogen dan progesterone berlebih, sehingga ada keseimbangan antara keduanya. Namun setelah kehamilan ada penurunan produksi progesterone, tetapi mungkin masih banyak estrogen dalam tubuh. Hal ini karena untuk melihat gejala dominasi estrogen biasanya setelah kehamilan. Penyebab lainnya dominasi estrogen termasuk penggunaan alat KB oral atau menyuntikkan kontrasepsi, konvensional hormone replacement therapy (dari estrogen), kekurangan gizi (terutama magnesium, zinc, tembaga dan vitamin B kompleks) dan obesitas karena kelebihan lemak sel membuat kelebihan estrogen. Memang benar perempuan dan laki-laki memproduksi estrogen, tetapi menjadi tidak wajar jika sesuatu yang dihasilkan dan dibutuhkan tubuh justru menjadi penyebab penyakit. Masalahnya adalah bahwa tubuh kita bukan satu-satunya sumber estrogen. Diet Makanan

Ketika mengkonsumsi makanan yang bersifat estrogen maka resiko kanker akibat dominasi estrogen pun meningkat. Salah satu sumber makanan yang bersifat estrogen yaitu kedelai. Kedelai diklasifikasikan sebagai phytoestrogen (estrogen tumbuhan). Produk difermentasi kedelai seperti kecap, miso, tempe, dan kecap lethicin (dalam jumlah kecil) yang tidak akan terlalu berpengaruh, tapi minyak kedelai, kacang edamame, formula bayi, susu kedelai, dan tepung kedelai serta tahu jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi dapat menjadi masalah. Mengurangi konsumsi kedelai atau produk turunannya bisa menjadi cara untuk mengurangi resiko berlebihnya produksi hormon estrogen dalam tubuh. Istilah xenoestrogen berarti estrogen asing atau berasal dari luar tubuh. Sumber terbesar xenoestrogen dalam pola hidup kita adalah plastik. Anda mungkin tidak berpikir plastik sebagai bagian dari makanan, tetapi lapisan tipis plastik yang digunakan untuk kemasan makanan bisa menjadi sumber.

Ketika menggunakan kantong plastik sebagai kemasan makanan maka Anda juga memakan plastik. Dalam beberapa tahun terakhir botol plastik air telah menjadi perhatian utama. Penggunaan plastik berkali-kali tidak dapat dihindari, namun ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk melindungi diri kita sendiri. Bila Anda membeli makanan menggunakan plastik, bungkus makanan di dalam kertas atau kertas kulit untuk mencegah pencemaran makanan dari plastik. Jangan gunakan plastik untuk membungkus makanan yang panas. Juga, ingat bahwa plastik yang tipis, semakin rentan akan menyatu ke dalam makanan.

Minyak kelapa dapat membantu tubuh mengurangi kelebihan estrogen. Menggunakan 3-4 sendok makan meinyak kelapa untuk memasak akan membantu menyeimbangkan jumlah hormon estrogen dan progesteron. Selain itu konsumsi makanan berserat seperti buah-buahan dan sayuran juga dapat membantu tubuh melakukan detokfikasi. Asupan rata-rata yang dianjurkan adalah antara 20-30 gram serat sehari. Air juga penting karena membantu tubuh untuk sistem detoksifikasi limbah, seperti kelebihan estrogen. (iol/cr1/rin)


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 7:39 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Sat Jun 09, 2012 6:03 pm

OBAT OSTEOPOROSIS PICU KANKER
Senin, 06/09/2010 12:58 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Oxford, Tak sedikit orang yang mengonsumsi obat untuk melawan penipisan tulang agar terhindar dari osteoporosis. Tapi menurut studi, mengonsumsi obat osteoporosis dapat meningkatkan risiko kanker. Para ahli memperingatkan bahwa obat osteoporosis dapat dua kali meningkatkan risiko terkena kanker esofagus atau kanker kerongkongan. Dilansir dari Dailymail, Senin (6/9/2010), sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi obat bisfosfonat oral (obat osteoporosis) selama 5 tahun, yaitu durasi yang dianjurkan untuk meningkatkan kekuatan tulang, berada pada risiko tinggi terkena kanker esofagus. Bifosfonat oral adalah jenis obat yang digunakan untuk mengobati osteoporosis dan penyakit tulang lainnya. Bifosfonat oral juga merupakan perawatan yang paling sering direkomendasikan untuk kondisi penipisan tulang. Diperkirakan, dengan mengosumsi obat tersebut risiko terjadi refluks lambung sangat besar, yaitu asam lambung naik dan mengalir kembali ke saluran makanan terutama kerongkongan. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan perubahan pra-kanker. Peneliti dari Cancer Epidemiology Unit, University of Oxford dan Badan Pengatur Obat dan Produk Kesehatan Inggris (Medicines and Healthcare products Regulatory Agency atau MHRA) menganalisis data dari UK General Practice Research Database. Peneliti fokus pada pria dan wanita berusia lebih dari 40 tahun yang mengonsumsi bifosfonat oral (termasuk Fosamax) dan kaitannya dengan tiga jenis kanker, yaitu kanker esofagus, kanker perut dan kanker usus, antara tahun 1995 dan 2005.Hasilnya, peneliti menemukan bahwa orang yang mengonsumsi 10 atau lebih resep obat untuk osteoporosis selama sekitar tiga sampai lima tahun, hampir dua kali berisiko terkena kanker esofagus dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsi sama sekali. Secara umum, biasanya kanker esofagus berkembang pada 1 dari 1000 orang usia 60-79 tahun selama lima tahun. Tapi dengan penggunaan obat penangkal penipisan tulang, risiko tersebut naik menjadi dua kasus per 1000 orang. Hasil penelitian ini telah dipublisikasikan pada British Medical Journal.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 7:43 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Penyakit Kanker   Sat Jun 09, 2012 6:03 pm

7 BENDA SEHARI HARI YANG BISA JADI PEMICU KANKER
Jumat, 01/10/2010 15:01 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Senyawa bisphenol A (BPA) yang sering ditemukan pada plastik diketahui sebagai salah satu pemicu kanker. Ternyata, tidak sedikit benda sehari-hari yang mengandung senyawa berbahaya tersebut. Selain bisa memicu kanker, BPA juga sering dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan yang lain. Diantaranya serangan jantung, kerusakan saraf, diabetes impotenisi hingga kematian. Dalam pembuatan plastik polimer maupun mesin hitung, BPA sudah digunakan sejak lama. Namun ancamannya terhadap kesehatan baru mulai menjadi perhatian serius sejak senyawa organik tersebut ditemukan juga dalam makanan kaleng. Seperti dikutip dari CBS News, Jumat (1/10/2010), beberapa contoh benda sehari-hari yang mengandung BPA adalah sebagai berikut.

1. Struk belanja
Struk belanja dicetak di atas kertas thermal, yang dibuat dengan menggunakan campuran BPA. Jenis kertas yang sama juga sering digunakan untuk mencetak tiket bioskop, nota kontan serta bukti transaksi yang lain. Kandungan ini terlacak dalam sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Analytical and Bioanalytical Chemistry edisi bulan September 2010. Jika terakumulasi hingga jumlah tertentu, BPA dalam kertas-kertas tersebut bisa memicu impotensi.

2. Tambalan gigi
Riset di Mount Sunai School of Medicine di New York mengungkap bahwa beberapa jenis tambalan untuk gigi berlubang memiliki kandungan BPA. Senyawa itu bisa lepas saat bereaksi dengan air liur. Namun penelitian tersebut mengungkap bahwa kadarnya cukup aman sekalipun pada anak kecil. Hanya saja untuk ibu hamil, disarankan untuk waspada dan mengonsultasikannya dengan dokter.

3. Bungkus pizza
Beberapa toko pizza membungkus dagangannya dengan karton yang dibuat dari bahan kertas thermal. Seperti telah disebutkan di atas, kertas thermal merupakan sumber BPA yang bisa memicu impotensi.

4. Minuman ringan
Ancaman obesitas dan gigi berlubang adalah lagu lama yang sering didengungkan pakar kesehatan tentang minuman bersoda. Kini ada satu alasan lagi untuk mengurangi konsumsi minuman ringan, sebab kaleng kemasannya ternyata memiliki lapisan plastik yang mengandung BPA.

5. Tisu toilet
Sebuah penelitian terbaru di Denmark mengungkap bahwa tisu toilet banyak dibuat dari kertas daur ulang. Dalam pengolahannya, kadang-kadang produsen menggunakan jenis kertas yang mengandung BPA.

6. Makanan kaleng
Sama seperti minuman bersoda, makanan kaleng juga dikemas dengan lapisan plastik yang mengandung BPA. Sejumlah penelitian telah mengungkap adanya lapisan tersebut pada produk-produk kalengan berisi tuna, buah-buahan, sayur dan lain-lain.

7. Anggur (wine)
Di satu sisi, anggur punya manfaat bagi kesehatan karena mengandung antioksidan yang mencegah kanker dan penuaan dini. Namun di sisi lain, anggur khususnya yang difermentasikan dalam tong dengan lapisan plastik tertentu bisa terkontaminasi BPA yang ironisnya justru memicu kanker.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 26, 2012 7:41 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
 
Penyakit Kanker
View previous topic View next topic Back to top 
Page 3 of 32Go to page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 17 ... 32  Next
 Similar topics
-
» Jus Lalat sebagai obat untuk penyakit
» Cara Mengobati Penyakit Liver
» Dampak Meditasi dan Bahayanya
» Penipuan Pendeta Gyntara Yongky Wenas alias Oen Tay Joeng
» Pantangan Makanan Penderita Sakit Ginjal

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: