Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Diary Sahabat Kami

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : 1, 2  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Diary Sahabat Kami   Tue Nov 29, 2011 9:06 am

DIARY 1
Dear Gita,
Terimakasih atas perhatianmu. Aku memang kemarin2, awalnya, hanya memberitahu sedikiiiit orang, karena aku masih sangat2 galau, masih belum tahu apa yang akan kuhadapi. Jadi aku minta merahasiakan hal ini dan ga usah ngomong apa2 dulu. Yg aku hindari adalah:

1. Orang menunjukkan dan membagikan kecemasan dan kesedihannya ke aku. Padahal aku butuh dukungan. Jangan lagi dibebani dengan aku harus menenangkan orang2 itu. Ini waktunya aku jadi pasien, bukan terapis.

2. Orang2 bisa datang dengan berbagai usulan, sementara aku ini masih berusaha mencerna apa yang terjadi pada diriku. Pengennya sih, aku nurut aja apa yang disarankan dokter2ku. Aku pergi ke teman2 yang aku anggap ahli di bidangnya (dan juga direkomendasikan) sehingga aku yakin mereka akan melakukan yang terbaik untukku dengan mempertimbangkan segala hal. Tapiiii kalau orang sedang bingung, segala komentar dan usulan yang tampaknya lebih baik (less painful, non-invasive) itu bisa 'menggoda'.. Itu aku ga mau.. Sebenarnya ini berdasarkan pengalaman teman2 yang mengalami kanker payudara yang mengambil langkah non bedah dan non kemo, yang hasilnya tidak baik, baik stadium bertambah buruk (karena mencoba terapi alternatif dulu baru akhirnya mengambil langkah bedah, kemo, dan radiasi), atau tak tertolong. Insya Allah langkah yang aku pilih berhasil baik.

3. Kadang2 orang dengan maksud sangat baik, saking sayangnya, saking concerned-nya, cenderung berkhotbah, menasehati, dsb. Ini kadang2 malah mengiritasiku, karena gue lagi pengen menyendiri. Jaman sehat waktu kuliah aja gue kabur kuliah mulu, ini udah sakit harus mendengar kuliah. Teman2 terdekatku, kan tau aku seperti apa, sehingga respons mereka juga pas. Aku tau pasti pas. Sama sih isi dan maksud bimbingan dan sarannya, cuma penyampaiannya pas, tidak terdengar sebagai kuliah. Susah memang menjelaskannya.

4. Diagnosis kan waktu itu belum tegak, sekarangpun masih menunggu hasil PA post-mastektomi, jadi malas sekali harus menjawab pertanyaan yang aku sendiri belum pasti jawabannya.

5. Karena keadaan belum pasti, sementara ada orang2 yang aku tau biang gosip, aku ga mau kalau ternyata hasilnya FAM, tapi sudah tersebar berita yang heboh (namanya masih berharap hasil yang baik). Ini sudah terjadi pada temanku yang disangka Ca paru ga taunya bukan. Tapi beritanya sudah tersebar ke mana2 dan dia menerima emails, sms, ber-tubi2 yang isinya nasehat, usul, saran, doa, dll yang malah membuat dia sebal dan ciut.

Waktu Adik (dasar tukang gosip loe, Dik) di milis memberi ucapan semoga cepat sembuh, mulai orang2 yang tanggap mencari tahu dan tiba2 si Mbah datang, Kampret malam2 datang.. Berita memang cepat menyebar. Untungnya mereka cukup discreet. Aku tahu kalau si Mbah tau, pasti buerte, Pak Ketu, tau. Tapi semua bertanya lewat japri, which I appreciate very much. Yg gw bingung, kenapa Gopur selalu marah2 bilang "Kenapa gw selalu jadi orang terakhir yang tahu?!!!" Yeeh, meneketehe? Kagak nyimak aja lu!

6. Naaah, ga enaknya lagiii, setelah orang2 mulai tahu, mulai tuh.. "Ayo dong ketemuan, gue pengen ketemu loe... Makan siang yuk..." Bahkan "gue HARUS ketemu loe!" Intinya banyak betul orang mau ketemu gue. Aku tau ini karena mereka sayang. Cuma kan gue masih banyak urusan yang harus gue selesaikan disamping badan gw lagi ga fit banget, perlu istirahat (sebelum ekstirpasi tumor, gue ke Malang dan pulangnya flu. Hampir operasi ditunda, tapi gw ga mau. Nekad aja, bismillah ga papa). Terusnya, aku kan lebih pengen menghabiskan waktu sama keluarga gue. Ya sorry to say, dari peringkat orang2 yang kusayangi, teman2 tercinta teteup di bawah keluarga laah.

Anyway, begitu keluar hasil PA awal, dan ganas, invasif (jederrr... Pupus harapan mempertahankan payudara yang ga seberapa besar ini), muncul lagi masalah yang memusingkan (tanya Nad for details, maap Nad). Untunglah ada Nad, terapis keluarga gue yang baru. Dia meminta case-conference. Silakan para ahli berdiskusi, bertengkar mempertahankan pendapat; silakan Sanip bertanya, bahkan mempertanyakan setiap tindakan; yang penting aku ga mau denger segala argumen itu. Segala pertanyaanku dan kecemasanku sudah kusampaikan pada Nad, juru bicaraku, my friend in crime, yang dari pembicaraan2 selama makan siang di Oh La la Kencana sudah tau masalahku (Ade seharusnya memberikan diskon khusus buat gw!). Intinya aku cuma mau denger apa yang harus aku jalankan. Pasrah aja dan yakin mereka memilihkan yang terbaik, sambil berdoa supaya Allah membawa mereka ke keputusan terbaik.

Setelah itu pasti, baru aku mulai mengijinkan berita ini diperluas sebelum pada marah2 "tega banget loe ga cerita ini ke gue!!" Ya ma'ap. Piiiissss! Profile picture Nad yang aku mau mastektomi itu juga membuat berita menyebar. Tapi ada juga yang ga ngeh dan masih marah2 karena ga dikasihtau. Sama yang ga baca milis plus tdk bbm-an. Ya ma'ap.....

Jadi rangkumannya, sejauh ini yang sudah dilakukan:
1. Ekstirpasi tumor + PA.

2. Mastektomi radikal dimodifikasi, artinya tdk semua kgb diangkat, dan m.pectoralis minor juga ga diangkat. Ini karena letak dan besar tumornya tidak memungkinkan payudara dipertahankan (ini salah satu 'suara2' yang diajukan ke gue). Sekaligus mastektomi, dilakukan operasi rekonstruksi payudara (kiri nih) dengan implant karena berbagai pertimbangan (protes dari radiologist kalau pakai lemak sendiri, operasi lebih rumit dan lama kalau harus ambil lemak dan kulit bla3.. Males gue).

3. Kemoterapi dengan hmm.. Gue lupa mulu: taxoter dan en... (Males liat keluar). Kemo direncanakan 6x tiap 3 mgg. Gue baru sekali nih.
Katanya hari 2-3 ini ga enaknya: mual, sakit2, pusing2 kaya orang flu gitu deh. Padahal udah dikasih antimual macem2 dan dexamethasone, tapi masih aja. Sejauh ini hari kedua dilalui tanpa muntah. Gw bawa tidur aja. Tengah malam bangun nyariin donut pesanan gue, eh udah habis, huaaaaaaa... Soalnya belum minum obat malam dan perut harus diisi juga. Untung ada sisa cake. Makan dikit, minum obat, trus buka2 bleki nih.

Nanti hari kelima disuntik obat yang mencegah supaya lekopeni ga drop banget. Hopefully bisa bertahan di atas 2000.
Hari ketujuh, cek lab n kontrol. Sampai hari ke-14 risiko lekopeni. Seminggu sesudah itu katanya sih hari2 aman, hari2 baik.
Sehari sebelum kemo berikutnya mulai dexamethason+omeprazole. Ini H-1 sampai hari kedua. Gunanya untuk menekan efek alergi dll.
Begitulah siklus kemo. Semoga ga aneh2 lagi meski katanya recovery berikut2nya akan lebih lama dari sekarang.
Oh soal rambut rontok, biasanya terjadi sesudah kemo kedua. Tapi sudah ada wig (panas sebenarnya, tapi daripada orang serem liat gue, ya gue pake deh. Padahal gue tadinya mau funky aja, pake scarf atau apa).
Yah 18 minggu dijalani dengan istiqomah dan qonaah, katanya. Konsepnya dapet tapi cemas jalan terus.

Ke depannya:
- Selesai kemo tentu ada evaluasi ulang, apa perlu radiasi atau gak (semoga ga perlu, Ya Allah, Yaa Salaam, Yaa Syifaa, dan semoga ga perlu kemo tambahan lagi).
- Karena sel tumorku hidup dari hormon (ternyata belum masir itu risiko juga, hiks), maka sesudah kemo selesai, aku terapi hormon selama 5 tahun. Ini makan tablet aja.

Jadi ini dulu laporanku. Semoga menjawab pertanyaan teman2. Aku juga tidak menulis di milis karena siapa tahu ada yang malas baca tulisan panjang2, topiknya ga enak pula. Jadi kalau Gita mau kirim ke milis, mungkin sebaiknya dalam bentuk attachment aja. Jadi yang malas baca kan tinggal delete.

Terimakasih atas doa dan dukungan teman2 semua. Sori kalau responsku singkat2 aja, soalnya kapok phlebitis gara2 balas bbm/sms. Eh tapi sekarang kan pake cell site (bener ga namanya?), ada port di bahu kanan, yang masuk ke v.jugularis interna (bener ga ya?). Intinya ga lewat vena permukaan di lengan yang sudah pecah semua. Jadi bebas ketik2. Cuma makan waktu juga, plus capek.

Salam. Semoga teman2 diberkahi kesehatan, kesejahteraan, dan tetap semprul, supaya gue bisa ketawa2 baca celotehan ga jelas kalian. Sungguh menghibur dan membesarkan hati.


Last edited by gitahafas on Mon Dec 05, 2011 11:24 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diary Sahabat Kami   Tue Nov 29, 2011 9:21 am

DIARY 2
Hari ke-6 kemo 1:
Pagi2 masih agak mual. Tampaknya bukan karena obat kemonya lagi tapi karena gastritis gara2 3 hari makan minum ga genah.
Semalaman ga bisa tidur nyenyak, mimpi macam2, banyak nyamuk.
Sesudah sholat subuh baru bisa nyenyak tidur. Gw terbangun karena suara2 orang datang. Ya udah, bangun lalu memutuskan mandi dulu dan 'berdandan' yang pantas karena hari ini mengantisipasi kedatangan beberapa orang. Akhirnyaa bisa b.a.b. Sungguh melegakan.
Sesudah berhari-hari meringkuk seperti orang sakit, hari ini gw memutuskan untuk 'berdandan' dan mengambil peran nyonya rumah. Sebelumnya hoek-hoek (ga ada yang keluar) sampai puas dulu. Lumayan. Gw menemani sepupu gw makan nasi goreng + telur ceplok (selamat!), ngobrol, nonton tv. Agak siang sedikit Uci datang dengan Damar untuk mengajari memakai Mac Book Air (iya Ali, akhirnya gw beli Mac Book Air) dan iPod (hadiah dari sahabat). Lalu sepupu lagi datang. Lalu sahabat lama datang.
Selama itu gw ga sedikitpun meringkuk. Alhamdulillah banget, rasa lemas ga terlalu terasa, mual berangsur hilang. Paksa makan, paksa makan. Itu aja yang gw pikir. Setelah semua pulang, lagi nyemil2, eeeeh, muncul wajah yang sama sekali ga disangka-sangka. Wahyu Rinto Regowo! Ya ampuuun. Sempat2nyaaa... Anyway hari ini I managed to eat without hoek2, bisa sholat biasa (kemarin2 duduk), bisa menemani tamu selama itu tanpa bersandar. Yaaaayyyy! The next few days will be anticipating leucopeny days which I hope won't happen. Kemarin Lis membantu menyuntikkan obat untuk menahan merosotnya lekosit, so hope that helps.
OK that's for now.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diary Sahabat Kami   Tue Nov 29, 2011 9:26 am

DIARY 3
Dear friends - yg sudah dan akan mengucapkan selamat ulang tahun, baik lwt japri, grup, atau milis -
Maaf terimakasihnya borongan, daripada ada yg kelewatan lalu protes....
Terimakasih atas doa, perhatian, kata2 indah yg mengingatkan dan mendukung. Semua membuatku merasa tidak sendiri dalam berjuang ini, merasa disayangi, walau kalian tidak langsung dekat secara fisik, tapi dekat di hati. Ini berkat dari Allah, karunia 'keluarga' semproelers, yg tidak semua orang memilikinya.
Sejauh ini keadaanku tidak nyaman, tapi tidak parah juga. Makan harus maksaaa (kemarin cuma masuk 2 slices roti dari Fely n madu dari Saleha, dan siang bisa masuk nasi empal sedikit), minum apalagi. Lemes n myalgia. Semoga hari ini lebih nyaman supaya bisa siap2 makan banyak, mengumpulkan tenaga menghadapi 'minggu lekopeni' (semoga tidak terjadi) yang katanya lemeesss..
Semoga aku bisa tegar seperti 'pendahulu2ku'.
Celoteh teman2 sangat menghibur. Keep on writing.
(Semoga Lazio menang lagi, Wan!)

Salam.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diary Sahabat Kami   Tue Nov 29, 2011 9:31 am

DIARY 4
Hari ke-6 kemo-1 malam.

Si Sanip ribut minta dianterin beli Mac di Kemang. Lhah, sejak kapan gw beli gadget sendiri, let alone bantuin HANIF dan HASHFI beli gadget?! Gw selalu titip Titi, ppds gw, ex mhsw gw, Miu2, pokoknya mana gw ngerti? Tau beres aja. Trusnya si Rena malam ini mau ke Bogor karena mulai besok dia stase di RS Marzuki Mahdi Bogor (dia di Psikologi UI program magister n profesi klinis dewasa) dan dia ga tau jalan. Supirnya juga gatau jalan. Trusnya katanya mau beli iPad. Gw bilang, pake aja iPad gw yang ga pernah gw pake juga, apalagi gw udah punya Mac Book Air dan dapat iPod touch. Eh si Hashfi lagi, bilang mau beli iPad 1 buat kado ultah dia. Ngapaiiiiin juga beli iPad 1 kalo udah ada iPad 2? Trus ultahnya masih Desember, what's the urgency???! Sebel lah gw. Mana gw capek, seharian tamu melulu. Untungnya hari ini sudah fit. Tapi ya ampuuun, maksa banget. Nge-buru2 pula, katanya takut tokonya tutup! Hampir ga mandi tuh ke sana.
Sampe di tempat, eh banyak mobil. Pas masuk, kayaknya ada event. Gw pikir event anak muda yabg si Hashfi pengen datangi. Makin jengkel gw. Eh tau2... "Surprise!"..... Wajah2 yang kukenal: Sukmadi, Yunus (!), Mutia, Bambang Mul, Uci (lhah, tadi siang ke rumah), Ani dari Bandung! Asri yang baru balik dari Korea. Budi Adriskanda. Pokoknya yang jarang2 ketemu deh disamping the regulars. Hah, speechless!

Mau ngabsen takut ada yg kelewatan. Coba ya, tes memori:
- sektor Tangerang: gita, mutia, budi, yunus, ikik.
- sektor lebak bulus: aswin, iris, siska, ria tobing
- sektor kebayoran dan sekitarnya: nadia, ike, ay-andi, evita . Minus Mbah.
- sektor selatan jakarta/jaksel: uci, refni, adiek, feryal, jachja, tuti, oy-wendy, cita-eka.
- sektor jakarta timur: asri, ino, kampret, inca
- sektor jakpus: buerte, fely, ade indrawan.
- sektor luar kota: anie, bangmul.
- sektor jakbar: sukmadi

Semoga ga ada yang kelewatan. Ma'aaaf kalo ada yang kelupaan. Soalnya kaget tadi.
Band-nya spesialis lagu2 Beatles + penyanyi2 'lokal' 83. Rame lah pokoknya. Foto2 ditunggu yaaaa.... Banyak banget!
EOnya hebat, seksi pengundang dan antar-jemput juga hebat bisa mengumpulkan orang2 sebanyak itu.
Sekali lagiii... Terimakasih banyak atas dukungan teman2 semua.. Hiks hiks, terharu nih!
Nad, cepet sembuh ya dari memar2nya. Teman2 yang punya penyakit tapi ga mau cerita.., semoga ini juga doa dan dukungan bagi kalian. Juga yang keluarganya sakit. Budhy yang mau berangkat haji, semoga ibadah dan perjalanan diberi kemudahan serta kemudahan, sehat selamat sampai kembali dan mabrur.
Anie dan Bambang, kalo dah sampai rumah, bilang2 yaaa...
Yah semoga keriaan ini mengingatkan gw akan kasih-sayang teman2 saat tidak nyanan dan bisa menyemangati aku.
May Allah bless you all!!!!!
Sekarang mau buka kado lalu istirahat. Nite-nite.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diary Sahabat Kami   Tue Nov 29, 2011 9:36 am

DIARY 5
Lagi terpikir aja.
Kemarin ada teman SMA baru tahu bahwa aku sakit. Dia sendiri dulu Ca cervix, dan sudah menjalani kemoterapi di Jepang (dia menikah dg orang Jepang).
Saran dia ketika aku cerita bahwa minggu depan kemungkinan mau kerja, kira2 begini: don't force yourself (I don't, I won't). The first chemo sessions are easy. You will need your energy for the next chemos because you still have a long way to go and it will get worse. Trust me, I've been there. The recovery will take longer (so Lugy said). Intinya gw harus menyimpan tenaga, siap2 untuk 'perang' selanjutnya. Betul sih, tapi kok gw mikirnya terbalik ya? Aku tahu kemo2 berikutnya akan lebih berat, makanya MUMPUNG sekarang masih bisa ngapa2in, gw mau melakukan yang masih bisa kulakukan, membereskan yang bisa kubereskan.
Hmm...........Mungkin I just have to balance it. OK, that's the thought for today. Semoga hari ini trend lekosit sudah meningkat dan gw ga perlu 'disiksa' Lis lagi dg suntik leucogen (Lis, you seemed to enjoy it!).
Take care, you guys!
Selamat menghadiri wisuda anak2, Aswin dan Uci. Satu di Semarang, satu di Bandung. Senangnyaaa....
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diary Sahabat Kami   Tue Nov 29, 2011 9:39 am

DIARY 6
Kemo ke 2
Lapor aja:
Hb 11,1
Leko 3400
Jadi lemes n pusingnya ini mungkin krn PMS. Нёнё☺☺нёнё☺☺, ntar malam bisa nonton si Rena.
Laporan selesai.

I think the hair loss has started much sooner than I expected.
Kemarin2 itu kepala terasa gerah karena rambut sudah mulai gondrong. Mengantisipasi kemo berikutnya, maka kemarin aku ke salon, potong rambut. Biasanya aku memang menggunakan shampoo penguat rambut untuk keramas, maklum menjelang menopause rambut cenderung rontok. Di salon tentunya menggunakan shampoo salon. Pokoknya tadi sepulang dari RSCM, banyak rambut berjatuhan. Kupikir rambut sisa potong kemarin. Tapi tadi aku keramas, ternyata rambut berjatuhan banyak sekali sepanjang rambut sekarang, bukan sepanjang trimming. Kok aneh ya? Padahal ini adalah 'minggu baik'.
Mana sekarang pilek..
Besok kontrol. Semoga keadaanku memungkinkan kemo berjalan sesuai jadwal. Aamiin.


Last edited by gitahafas on Tue Dec 13, 2011 7:48 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diary Sahabat Kami   Tue Nov 29, 2011 9:53 am

DIARY 7
Oya, Gita... Aku tidak ngedumel. When you are faced with a deadly disease, and have the chance to survive through certain treatments which have adverse effects, you feel grateful that there is still a chance for you. Yes, I cried, I pray, aku ngeluh, tapi ga pernah lagi ngedumel meski aku Ms. Complain. Mungkin ini pelajaran untuk aku supaya bisa bersyukur. Aku ga bisa ngebayangin orang2 lain yang mengalami seperti aku, yang harus mencari dokter, bingung mau ngapain karena tidak tahu dia kenapa. Pas tau, ga punya uang, ga punya insurance, harus ngurus SKTM/Jamkesmas yang merepotkan. Kalau dirawat terpaksa di kamar yang ramai dan terasa sempit. Harus mendengar orang2 sekamar mengeluh, hoek2, sesak nafas, merintih.. Keluarga yang menunggu harus duduk di kursi. Makanan ga enak. Kamarku sebesar kamar mereka, untuk satu orang. Ada sofa buat penunggu tidur, ada meja makan, ada sofa selonjor, ada tv yang channelnya bisa kuubah sesukaku atau bisa dinyala-matikan sesukaku. Ruangan yang besar memungkinkan aku menerima supporter yang lumayan banyak. Aku bisa minta makan yang kusuka. Pelayanan ramah dan baik. Dan terutama aku punya keluarga dan teman2 yang sangat sayang sama aku (kalo aku ga sakit begini, aku ga akan tahu betapa aku disayangi begitu banyak orang). Aku punya ilmu sedikit soal ini. Aku punya koneksi yang baik (pas sakit, pas sangat perlu, sepupuku jadi diryan rscm, sahabatku pejabat kencana, teman2ku sudah jadi ajli), jadi banyak sekali kemudahan yang kuperoleh. Banyakkkkk!
Jadi aku ga berani ngedumel, even untuk AC kamar yang rusak di Gedung A. Ngeluh sama ngedumel rasanya beda ya. Heheh, maksa.
Aku juga belajar untuk pasrah. Untuk seorang control-freak spt aku, ini susaaaaah banget, dan ternyata lebih membuat cemas daripada penyalit + tindakannya sendiri. Sakit ga sih, gue? Terbukti setelah semua fixed, tertata, ada, perasaan gundahnya hilang.
Aku pencemas, perlu waktu untuk menata hati dan urusan. Ga bisa memang kalau mendadak2. Harus rapi dulu (jadi sebetulnya beti sama Ari dan Saleha sih. Haha). Begitu rapi, ya gue lebih lega, pasrah...
Udah ah, gue mau tidur lagi. Enak juga ngetik malam2. Dan ga mual tuh jadinya! Semoga besok tetap aman.
Nite-nite, Gita!
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diary Sahabat Kami   Tue Nov 29, 2011 10:09 am

DIARY 8
Hari ini Kemo ke 3
Belum tulis diary karena kemarin sampai rumah sudah dekat magrib, kemudian bikin tiramisu buat Susilo n Pitty......sudah janji lamaaaaa.
Trus balas balas bbm. Lupa email dan sms. Ternyata klo maksa sibuk itu enak. Mrasa hidup! Klo diturutin lemesnya malah bete.
Yang penting leuko baik, makin baik makin ga ada yang harus dikhawatirkan.
Klo lemes, emang jatahnya. Semoga bertahan semangatnya dan ga kalah sama sakit n cemasnya.
Dah, mau berangkat Kemo ke 3.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diary Sahabat Kami   Tue Dec 13, 2011 7:38 am

KEMOTERAPI: Siklus 3.

Apa yg mau kuceritakan supaya tidak membuat teman2 bosan tapi tetap memberi laporan sesuai janjiku?

Sebetulnya di awal siklus kelihatannya semua 'business as usual'. Gambaran umumnya, seperti biasa: hari 3 - 5 adalah puncak rasa mual dan lemas. Bedanya dengan siklus sebelumya, b.a.b kali ini lancar jaya. Alhamdulillah. Pepaya, mangga, sesudah makan, plus minum yang banyak sangat membantu (sepertinya). Selain itu aku merasa lebih segar. Sepertinya tubuhku sudah beradaptasi dengan kemoterapi.

Senin (hari ke-7), cek darah rutin, eh lekosit 5000. Langsung 'hore-hore', sore itu aku ke Darmawangsa Square belanja beberapa keperluan, ke ATM bayar2 (nyaris overdue, dan banyak hutang belum dibayar), sekaligus cari wi-fi, mau ambil kerjaan dsb. Hari ini tidak suntik leukogen. Happy.

Cek ulang, hari ke-9 (Rabu), lekosit 4300. Masih aman. Tidak perlu suntik, kata Lugy, tapi Jumat cek lagi, ya mbak.
Sementara itu, aji mumpung, aku tiap sore ke tempat nongkrong sekitar rumah, 'kerja'.

Kamis malam itu kok merasa lemas lagi? Wah, kecapekan nih, atau jangan2 lekosit turun nih.

Jumat: lekosit 2800 :'(.
Tetap tidak usah suntik karena hari2 dengan risiko lekopeni sudah akan lewat, tapi besok cek lagi ya mbak, kata Lugy.
Sebetulnya karena rasa badan sudah seperti orang flu (memang pilek sih), ngilu, dan lemasnya yang ga enak, pengennya disuntik aja, yakin dua hari kemudian lekosit meningkat. Tapi 850 ribu kalau jadi batik atau apa, kan lumayan juga.

Sabtu: ke lab, lalu ke DSq janjian bimbing ppds. Seharian sampai malam baru pulang. Sementara itu, lekosit 2600. Dan Lugy masih optimis, trend ini akan naik. Tetap observasi ya mbak, senin cek lagi.

Senin: ga masuk kantor dulu, tunggu hasil lab. Siang2 dpt kabar, lekosit 2500. Suntik leukogen ya mbak? Wuih, dengan senang hati! Lebih sakit diambil darah vena daripada injeksi subkutan. Juga terasa benar bedanya kalau semua dalam keadaan normal.

Hari ini cek semua lagi + fungsi hati (persiapan kemo berikutnya) + fungsi ginjal (persiapan CT scan dengan kontras).

Soal CT scan ini, kan aku tanya buat apa? Soalnya kan males juga. Kontrasnya itu loh. Lagian baru 3 siklus kok sudah dievaluasi? Bukannya nanti aja sesudah selesai?
Jawabnya:
Evaluasi respon pengobatan stlh 3 siklus, jika baik/tdk ada perburukan, kemo dilanjutkan sp selesai.

Tidak ada perburukan. Kata kuncinya 'buruk'. Memburuk dalam arti apa?
Misalnya ada tumor baru.
Hah?!

Sungguh2 saking berpikir positif terus (mengingat teman2 yang sudah menyelesaikan terapi dengan baik dan dengan sikap yang berani) dan ga mau membiarkan ide-ide negatif masuk (misal ada yang cerita bahwa siapanya sudah selesai kemo tapi meninggal juga, atau metastase juga, atau si ini jadi demam sampai delirium.. Fuh fuh fuh.. Ga mau denger!), aku sampai tidak memikirkan kemungkinan bahwa kemoterapi itu mungkin saja tidak berhasil.
And now, suddenly my life is put on hold (again).
Tawadhu, istiqomah, qona'ah... Kata2 sakti dari Sonar, when my life was put on hold in the early days of this process.. Itu aja yang kuingat.. Doakan ya teman-teman. Rencana Kamis CT scan, janjian sama Pitty..
Dah adzan subuh. Sholat dulu yuk.


Dari Ani
Sahabatku... ...aku baca catatan/ diary nya yakin banget deh betapa kamu akan semakin bisa menjadi contoh kuatnya wanita meghadapi ujian2 Nya. Allah sayang kamu.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diary Sahabat Kami   Mon Jan 02, 2012 10:27 am

RENUNGAN 2011, DIARY #8 ?

Dear friends,
For me, 2011 is all about finding my strength. Strength that I've never thought I had in me.
Strength to go through the initial shock of hearing the diagnosis, the wait for the pathology report, and the stretch between diagnosis and treatment.
Strength to adapt to life after the operation (I just had the full comprehension of how that operation changed my life).
Strength to deal with a treatment that caused hair loss (temporarily, I hope), affects my taste buds (again, I hope it's temporary... Ini 'aneh2' di siklus 4.. Lidah hambar..), nausea, leucopenia, anemia, weight gain, loss of muscle and rise in fat tissue, the risk of bone loss, which ironically give me back a sense of being in control over this disease, hence my New Year's resolution #1 and 2 are: eat healthier food and start exercising regularly. No matter how lethargic I feel, I have to move my body somehow.

Where is the source of my strength? It's in my prayers and the support and love of my family, and from you, my friends.

So in the second day of 2012, I wish you the best of everything to you, semproelers, kadalers, and ibu2 cantik 83. Thank you for being there for me. Keep on writing!

Happy New Year. Stay young, stay healthy, stay positive..

Khusus Mbah: be brave, man! You have us!
Back to top Go down
 
Diary Sahabat Kami
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 2Go to page : 1, 2  Next
 Similar topics
-
» hanya kepadamulah kami menyembah dan hanya kepadamulah kami memohon pertolongan
» journals /diary
» Personal Journal Entries...dare we?
» today was supposed to be the happiest day of my life
» Melbourne Newbie. Hopefully a patient of Mr Nottle

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: SERBA-SERBI-
Jump to: