Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 IpTek

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 5, 6, 7 ... 15 ... 25  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Mon Jul 05, 2010 9:49 pm

TOILET CANGGIH, TAPI PENGGUNANYA HARUS PANDAI "MEMBIDIK"
Minggu, 14 Maret 2010 | 07:55 WIB
KOMPAS.com — Mungkin toilet ramah lingkungan generasi pertama sudah lumayan banyak diketahui, bahkan di Indonesia, yaitu tipe toilet yang ada dua tombol bilasnya, satu bilas ringan untuk sekadar pipis dan satu lagi bilas penuh untuk mengenyahkan kotoran. Tapi, kini diciptakan jenis toilet yang lebih ramah lingkungan lagi, yaitu toilet NoMix alias "tak bercampur", yang bisa memisahkan antara urine dan kotoran. Cara kerja toilet ini adalah dengan membagi wadahnya menjadi dua bagian. Bagian depan untuk urine dan bagian belakang untuk kotoran. Jadi memang butuh penyesuaian bagi para pemakai toilet. Jangan sampai salah "bidik", kalau salah percuma saja.

Apa keuntungan pemisahan ini?
Bagi pemerintah, secara jangka panjang, lebih hemat. Di negara maju, segala tinja dialirkan lewat saluran bawah tanah ke pusat daur ulang, tapi cara ini mahal dan secara jangka panjang tak bisa dipertahankan. "Salah satu solusinya yang lebih mudah daripada saluran gorong-gorong adalah dengan memisahkan urine untuk dipakai ulang," kata Judit Lienert, peneliti dari Institut Pemerintah Swiss untuk Iptek Air.

Urine mengandung nitrogen dan fosfor, jadi bisa dipakai sebagai pupuk. Suatu survei terpisah mengatakan bahwa kebanyakan orang tak keberatan memakan hasil bumi yang memakai pupuk urine manusia. Urine yang sudah didaur ulang juga bisa dipakai untuk membilas urine di toilet. Lebih masuk akal daripada membilas urine dengan air yang 100 persen segar. Lienert juga mengingatkan bahwa urine manusia lebih baik dipakai di kebun dan pertanian daripada dialirkan ke sungai atau laut di mana urine bisa menyuburkan alga. Alga jika berlebihan bisa menghabiskan kandungan oksigen di perairan sehingga ikan-ikanan dan makhluk lainnya malah tercekik.

Sejauh ini, penemuan toilet NoMix telah disambut dengan baik. Kira-kira empat dari lima orang, atau 80 persen responden, suka dengan model baru ini.
Toilet ini sebenarnya sudah mulai dipakai di Swedia sejak sepuluh tahun lalu dalam proyek perumahan terencana yang ramah lingkungan. Dan, ide untuk memisahkan urine dari kotoran ini pun sebetulnya bukan ide baru. Orang Romawi kuno dulu melakukan hal ini walau dengan cara yang lebih sederhana.

Kesulitan toilet NoMix
Pertama, yah masalah "membidik" pipis tadi. Urine harus masuk di bagian depan wadah toilet. Ini bisa menjadi kendala psikologis bagi para pria yang sudah terbiasa pipis berdiri. Agar urine lebih pasti masuk ke bagian depan, disarankan pipis dalam posisi duduk, bahkan bagi pria.

Kedua, memang cara membersihkan toilet ini lebih rumit. Ketiga, kalau memang urine mau langsung dipakai sebagai pupuk di halaman sendiri, sejauh ini penampung urine harus dikeluarkan secara manual. Hasil riset toilet NoMix ini dikeluarkan oleh Lienert dan diterbitkan dalam edisi bulan Januari jurnal American Chemical Society's Environmental Science & Technology.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 6:07 pm; edited 6 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Mon Jul 05, 2010 9:51 pm

MATAHARI TIDUR, BUMI MEMBEKU
Sabtu, 30 Januari 2010 | 08:13 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Cuaca dingin ekstrem melanda kawasan lintang tinggi Bumi. Fenomena ini, antara lain, disebabkan oleh Matahari yang tidur berkepanjangan. Dampaknya menjadi terasa berat karena semakin diperparah oleh adanya pemanasan Bumi dan perubahan iklim global.
Sejak Desember lalu, suhu ekstrem terus melanda kawasan Lintang Utara, yaitu mulai dari Benua Amerika, Eropa, hingga Asia. Di Eropa, suhu dingin bulan lalu pernah mencapai minus 16 derajat celsius di Rusia dan minus 22 derajat celsius di Jerman. Bagi Inggris, ini suhu ekstrem terdingin dalam 30 tahun terakhir. Jalur transportasi ke Perancis lumpuh. Amerika Serikat pun mengalami hal yang sama. Serbuan cuaca ekstrem ini berdampak pada kegagalan panen di Florida dan menyebabkan dua orang meninggal di New York.

Kejadian luar biasa yang berskala global ini diyakini para pengamat meteorologi dan astronomi berkaitan dengan kondisi melemahnya aktivitas Matahari yang ditandai oleh menurunnya kejadian bintik matahari atau sunspot. Bintik hitam yang tampak di permukaan Matahari melalui teropong bila dilihat dari sisi samping menyerupai tonggak yang muncul dari permukaan Matahari. Tonggak itu terjadi akibat berpusarnya massa magnet di perut Matahari hingga menembus permukaan.

Akibat munculnya bintik hitam berdiameter sekitar 32.000 kilometer atau 2,5 kali diameter rata-rata Bumi, suhu gas di fotosfer dan kromosfer naik sekitar 800 derajat celsius dari normalnya. Hal ini dapat mengakibatkan badai matahari dan ledakan cahaya yang disebut flare. Namun, yang terjadi beberapa tahun terakhir ini adalah Matahari nonaktif. Menurunnya aktivitas Matahari itu berdasarkan pantauan Clara Yono Yatini, Kepala Bidang Matahari dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), mulai terlihat sejak tahun 2000.

Para pakar astrofisika matahari di dunia menyebut tahun 2008 sebagai tahun dengan hari tanpa bintik matahari yang tergolong terendah dalam 50 tahun terakhir. Mereka memperkirakan beberapa tahun sesudah 2008 akan menjadi tahun-tahun yang dingin, kata Mezak Ratag, pakar astrofisika yang tengah merintis pendirian Earth and Space Science Institute di Manado, Sulawesi Utara.

Pengukuran kuat medan magnet bintik matahari dalam 20 tahun terakhir di Observatorium Kitt Peak Arizona menunjukkan penurunan. Dari medan magnet maksimum rata-rata 3.000 gauss pada awal 1990-an turun menjadi sekitar 2.000 gauss saat ini. Penurunan sangat signifikan ini merupakan bukti bahwa hingga beberapa waktu ke depan Matahari masih akan pada keadaan malas, kata Mezak. Ia memperkirakan kalau aktivitas maksimumnya terjadi pada sekitar tahun 2013, tingkatnya tidak akan setinggi maksimum dalam beberapa siklus terakhir.

Matahari dan iklim
Saat matahari redup berkepanjangan, musim dingin ekstrem berpotensi terjadi karena Matahari—sumber energi bagi lingkungan tata surya—adalah penggerak mesin iklim di Bumi. Sejak 1865, data di Lapan menunjukkan kecenderungan curah hujan berkurang saat Matahari tenang. Demikian pula musim dingin parah sejak akhir 2009 terjadi saat Matahari amat tenang (deep minimum) mirip kejadian 1995-1996, urai Thomas Djamaluddin, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lapan.

Bukti keterkaitan dengan perilaku Matahari ini ditunjukkan oleh fenomena kebalikannya, yaitu musim dingin minim salju saat Matahari aktif pada tahun 1989. Musim dingin sangat panjang terjadi saat Minimum Maunder tahun 1645-1716 dan minimum Dalton awal 1980-an. Kondisi serupa terjadi pada 1910-1914. Itu banyak dikaitkan dengan dinginnya laut pada musibah tenggelamnya Titanic pada April 1912. Normalnya, waktu itu sudah musim semi.

Sementara itu, Mezak berpendapat, pola aktivitas Matahari minimum saat ini mirip dengan kejadian tahun 1880, 1890, 1900, dan 1910. Jadi, siklus Matahari tidak hanya menunjukkan siklus sebelas tahun. Ada siklus lebih panjang dengan periode sekitar 100 tahun—siklus Gleisberg. Dalam catatan meteorologis, saat terjadi siklus itu, banyak cuaca ekstrem dingin, tetapi tidak seekstrem Minimum Maunder.

Cuaca dan GRK
Efek aktivitas Matahari minimum lebih banyak memengaruhi daerah lintang tinggi. Aktivitas Matahari sejak sekitar tahun 2007 hingga kini memperbesar peluang terjadinya gradien suhu yang besar antara lintang tinggi dan lintang rendah. Akibatnya, kecepatan komponen angin arah utara-selatan (meridional) tinggi.

Prof CP Chang, yang mengetuai Panel Eksekutif Monsun Badan Meteorologi Dunia (WMO), berkesimpulan, aktivitas monsun lintas ekuator yang dipicu gradien suhu yang besar di arah utara-selatan akhir-akhir ini meningkat secara signifikan dibandingkan dengan statistik 50 tahun terakhir.
Hal ini memperkuat dugaan, aktivitas Matahari minimum yang panjang berkaitan erat dengan cuaca ekstrem dingin. Di Indonesia, kejadian angin berkecepatan tinggi lintas ekuator menjadi penyebab utama munculnya gelombang-gelombang tinggi dari Laut China Selatan ke perairan Laut Jawa.

Adanya gas rumah kaca di atmosfer, lanjut Thomas, juga meningkatkan suhu udara yang menyebabkan perubahan iklim. Efek gabungannya cenderung meningkatkan kerawanan bencana terkait iklim, kata Thomas. Teori pemanasan global mengatakan, atmosfer yang memanas membuat partikel-partikel udara menjadi semakin energetik dan berpotensi menghasilkan cuaca ekstrem. (YUNI IKAWATI)


Last edited by gitahafas on Fri Aug 13, 2010 10:39 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Tue Jul 06, 2010 10:20 am

MENGHINDARI RISIKO TERSAMBAR PETIR
Minggu, 21/02/2010 15:30 WIB Irna Gustia - detikHealth
Jakarta, Angin kencang, awan gelap dan hujan adalah tanda peringatan akan datangnya petir. Semua tempat punya risiko tersambar petir tapi ada beberapa tindakan yang dapat mengurangi risiko terkena sambaran petir. Bahaya tersambar petir berakibat sangat serius mulai dari pingsan, terbakar hingga menyebabkan kematian. Tapi banyak orang yang meremehkan bahaya petir saat cuaca sedang buruk.

Seperti dikutip dari NOAA's National Weather Service, Minggu (21/2/2010), di Amerika petir lebih mematikan dari pada topan atau tornado. Rata-rata petir membunuh 73 orang dan melukai 300 orang per tahun di Amerika. Sambaran petir ini sangat berbahaya karena bisa merusak sirkulasi darah, pernapasan dan sistem saraf. Itulah yang menyebabkan orang sampai mati jika tersambar petir secara langsung.

Petir terjadi karena adanya tarik-menarik antara muatan positif dan negatif di atmosfer yang mengakibatkan penumpukan energi listrik. Pemanasan dan pendinginan udara yang cepat ini menghasilkan gelombang kejut yang nantinya menghasilkan petir. Selama terjadi badai, hujan akan mendapat tambahan elektron yang bermuatan negatif. Kelebihan elektron ini nantinya akan mencari muatan positif di tanah. Muatan ini mengalir dari awan dan mencari elektron bebas lain untuk kemudian menciptakan jalur konduktif. Ketika lonjakan arus yang melewati jalur ini semakin tinggi terciptalah petir.

Jika petir datang segeralah mencari tempat tertutup yang aman untuk berlindung. Perhatikan pula tempat-tempat yang sebaiknya dihindari.
1. Jika Anda terperangkap di luar segera masuk ke dalam bangunan. Tidak ada tempat yang aman di luar. Larilah ke mobil atau bangunan yang aman setelah Anda mendengar guntur.
2. Jangan berada di sawah, lapangan, taman. Karena petir mencari tanah untuk melepaskan energinya.
3. Jika sedang di kolam renang dan terlihat tanda-tanda awan sudah gelap segeralah ke luar karena kolam renang adalah sasaran empuk buat petir melepas energi.
4. Jangan berlindung di bawah pohon karena pohon yang tersambar petir energinya bisa melompat ke tubuh.
5. Jauhi tiang listrik, menara atau sesuatu yang tinggi yang mudah tersambar petir.
6. Jika sedang berteduh di luar ruangan jangan terlalu dekat dengan orang lain setidaknya beri jarak 3-5 meter untuk menghindari lontaran energi jika ada petir.
7. Jika sedang mengendarai motor segeralah berhenti dan cari tempat berlindung.

Tempat yang aman dari petir adalah:
1. Mobil, karena petir hanya akan mengelilingi permukaan mobil lalu energinya jatuh ke tanah.
2. Rumah, dengan syarat jika ada petir cabut stop kontak listrik seperti televisi dan komputer karena antena TV bisa menghantarkan listrik yang tersambar petir. Jauhi teras. Jangan menelpon pakai telpon rumah karena arus listrik bisa melewati sambungan telpon. Pakai telpon genggam lebih aman. Menjauhlah dari peralatan rumah yang terbuat dari logam seperti kusen atau pegangan pintu dari logam.

Asal tahu saja, kilat dapat menyambar di tempat yang sama sebanyak dua kali atau bahkan ratusan kali. Kondisi yang menarik bagi petir tidak mungkin berubah. Jadi jika ada sambaran petir dekat dengan Anda, jangan menganggap Anda sudah aman.

NOAA's National Weather Service menyarankan Anda mengikuti aturan 30/30 untuk mengetahui apakah Anda sudah aman atau belum. Caranya menghitung detik setelah ada sambaran kilat. Jika Anda mendengar petir mulailah menghitung dalam waktu 30 detik kemudian berlarilah ke tempat yang aman. Jangan ke luar ruangan lagi sampai 30 menit setelah bunyi petir terakhir.

Fakta tentang petir:
1. Udara dalam petir panasnya mencapai 50.000 derajat fahrenheit
2. Tanah yang tersambar petir menghasilkan listrik 100 juta sampai 1 miliar volt listrik
3. Panas sambaran kilat lima kali lebih panas dari permukaan matahari.
(ir/ir)


Last edited by gitahafas on Fri Aug 13, 2010 10:41 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Tue Jul 06, 2010 11:05 am

PERTAHANKAN SUMBER PANGAN LOKAL
Selasa, 20 Juli 2010 | 22:15 WIB
DENPASAR, KOMPAS.com - Potensi sumber pangan dari Indonesia beragam tersebar di berbagai daerah. Untuk bahan pokok sumber karbohidrat saja misalnya ada padi dengan aneka varietasnya, sagu, singkong, dan sebagainya. Tapi, kenapa masalah pangan dan malnutrisi masih sering terjadi?
Menurut Dr Arzyana Sunkar, peneliti masalah pangan dan etnobotani dari Institut Pertanian Bogor (IPB), hal tersebut karena belum adanya cara pandang yang benar mengenai pemenuhan kebutuhan pangan. Sehingga sumber bahan pangan yang variatif malah sering tidak dilirik padahal punya kandungan gizi yang tinggi.

"Situasi dan kondisi pangan di Indonesia saat ini masih tergantung kepada beberapa komoditi saja seperti sumber karbohidrat dengan nasi dan gandum, sumber protein dan vitamin yang terbatas, kurangnya ketersediaan benih lokal berkualitas untuk para petani, dan turunnya kualitas tanah karena eksploitasi berlebihan," kata Dr Arzyana Sunkar dalam simposium internasional Association for Tropical Biology and Conservation (ATBC) 2010 di Bali, Selasa (20/7/2010).

Ia mengatakan saat menghadapi potensi krisis pangan seringkali pemerintah dan masyarakat terlalu berharap sumber pangan dari luar, padahal sumber daya lokal tersedia. Menurutnya, sumber pangan terbaik adalah yang berasal dari sekitar tempat tinggal manusia karena paling mudah beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Misalnya sagu untuk orang papua, singkong untuk orang Gunung Kidul.

"Bukan berarti orang Papua tidak boleh makan nasi, namun alangkah lebih biak jika makanan lokal seperti sagu tidak ditinggalkan. Perlu menghidupkan kembali rediversifikasi pangan di kalangan masyarakat," ujar Arzyana Sunkar. Selain bagus untuk ketahanan pangan dalam janga panjang, manusia yang mengonsumsi sumber makanan yang variatif secara genetis juga lebih baik.

Meski demikian, hal terpenting dalam pemenuhan kebutuhan pangan adalah keseimbangan gizi agar tidak terjadi malnutrisi. Menurutnya perlu sosialisasi yang benar kepada masyarakat gara paham bagaimana pola konsumsinya. Misalnya, dari sisi karbohidrat, nasi kalah sama sagu atau singkong, tapi proteinnya lebih banyak. Sagu yang karbohidrat tinggi tapi proteinnya rendah harus dikonsumsi dengan pelengkapnya seperti ulat sagu yang juga sudah menjadi kebiasaan masyarakat Papua. Ubi jalar bermanfaat karena punya kandungan karbohidrat tinggi sehingga baik untuk menghangatkan tubuh buat masyarakat di pegunungan seperti di Wamena. Gaplek juga berguna buat masyarakat Gunung Kidul karena sumbernya lokal sehingga tidak terpengaruh harga komoditas lainnya.

Menurut Arzyna Sunkar, langkah paling bijak adalah mengajak masyarakat kembali mencintai bahan pangan lokal karena merekalah yang akan mempertahankan sumber daya tersebut. Jadi, ayo kembali ke bahan pangan lokal demi masa depan.


Last edited by gitahafas on Fri Aug 13, 2010 10:54 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Tue Jul 06, 2010 7:52 pm

PEMANASAN GLOBAL, AYO 1 ORANG TANAM 60 POHON
Minggu, 25 Juli 2010 | 10:59 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengajak masyarakat untuk terus menerapkan pola hidup ramah lingkungan guna menghentikan pemanasan global. Menurut Zulkifli, setiap orang harus menanam minimal 60 pohon untuk menggantikan oksigen dan air yang telah dia habiskan selama hidupnya. "Cara untuk cinta pada alam sebenarnya mudah saja. Tiap orang, selama hidupnya, minimal harus sudah menanam 60 batang pohon," kata Zulkifli usai mengikuti acara funbike "Gowes Bareng Segarkan Kota Jakarta" yang digelar Harian Kompas, Minggu (25/7/2010).

Zukifli menerangkan, setiap manusia menghabiskan 8-10 ton oksigen setiap tahunnya. Sementara tiap harinya, manusia juga bisa menghabiskan 8-10 liter air. "Maka itu, pemanasan global dan perubahan iklim itu bukan isu semata. Tapi benar-benar kita hadapi," ujarnya. Dengan menanam 60 batang pohon, kata Zulkifili, tiap orang sudah bisa menggantikan air dan oksigen yang dia habiskan, sekaligus juga mencegah dan mengurangi dampak pemanasan global. "Setiap pohon bisa menghasilkan 20 ton oksigen dan 100 liter air. Maka itu setiap orang sekurang-kurangnya harus bisa menanam pohon 60 batang," tutur dia.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 4:32 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Tue Jul 06, 2010 7:53 pm

MANGROVE JAWA DAN BALI 68% RUSAK
Rabu, 28 Juli 2010 | 12:12 WIB KOMPAS/LASTI KURNIA
JAKARTA, KOMPAS.com - Kemusnahan mangrove di pesisir utara Jawa dan Bali di ambang pintu. Data yang dirilis LSM lingkungan KIARA menyebutkan, kerusakan hutan mangrove mencapai 68 persen dari periode 1997-2003. Sebagai area pemijahan dan asuhan bagi ikan, udang, dan kerang-kerangan, mangrove memberi arti penting bagi nelayan dan masyarakat pesisir. Untuk itu, pemerintah perlu menyegerakan upaya pemulihan kawasan pesisir.

"Rusaknya ekosistem mangrove disebabkan oleh limbah antropogenik daratan di sekitar pantai, khususnya limbah industri. Juga akibat konversi lahan pantai untuk kepentingan industri, kawasan perniagaan, dan permukiman mewah," kata Abdul Halim, Koordinator Program Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) dalam siaran persnya, Rabu (28/7/2010).

Hingga 2014, Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan pemulihan kawasan pesisir seluas 1.440 hektare (ha) dari kerusakan lingkungan di sepanjang pantai nasional. Dari target 2014 seluas 1.440 ha, diharapkan capaian per tahunnya mencapai 401,7 persen.

"Besaran target yang dipatok harus dibarengi dengan kesungguhan Menteri Kelautan dan Perikanan dalam melaksanakan program. Kesungguhan ini bisa diwujudkan jika program yang dijalankan tidak berpangku pada ketersediaan anggaran semata, melainkan pada tujuan mulia program, yakni mengembalikan fungsi-fungsi ekologis dan sosial ekosistem pesisir. Dalam kondisi inilah, partisipasi nelayan dan masyarakat pesisir penting untuk dilibatkan," papar Halim.

Pada prinsipnya, mangrove adalah daerah pemijahan dan asuhan bagi ikan, udang, dan kerang-kerangan. Daerah pesisir yang memiliki mangrove juga berfungsi sebagai daerah penyangga atau filter akibat pengaruh daratan, seperti penahan sedimen dan melindungi pantai dari erosi, serta gelombang dan angin kencang.

"Hilangnya mangrove akibat konversi dan proyek reklamasi juga turut memusnahkan hutan mangrove di wilayah pesisir. Bahkan, di Langkat, Sumatera Utara, kami menemui beralihnya hutan mangrove menjadi perkebunan sawit. Inilah bentuk penghancuran hutan mangrove," jelas Halim.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 4:59 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Tue Jul 06, 2010 7:58 pm

DEKLARASI BALI: SELAMATKAN HUTAN KITA
Jumat, 23 Juli 2010 | 19:05 WIB
DENPASAR, KOMPAS.com — Simposium internasional Association for Tropical Biology and Conservation atau ATBC 2010 yang digelar pada 19-23 Juli 2010 menghasilkan "Deklarasi Bali" sebagai rekomendasi bersama para ilmuwan dunia. Deklarasi Bali berisi sejumlah rekomendasi yang mendorong penyelamatan hutan Indonesia. Ada 12 poin yang tertuang dalam rekomendasi tersebut yang akan dibacakan dalam penutupan, Jumat (23/7/2010). Berikut beberapa rekomendasi dalam Deklarasi Bali yang diterima Kompas.com:

1. Mendorong Pemerintah Indonesia untuk menerapkan dan memantau pelaksanaan moratorium selama dua tahun terhadap konsesi kayu, kelapa sawit, dan perkebunan lainnya; melaksanakan moratorium ini sesegera mungkin; dan memastikan bahwa ekspansi perkebunan berikutnya tidak dilakukan di lahan tanpa tegakan hutan.

2. Meminta agar semua bentuk konsesi yang membuka hutan terkait moratorium tersebut dievaluasi kembali secara cermat untuk melihat nilai keanekaragaman hayati dan kandungan karbonnya.

3. Merekomendasikan kepada Pemerintah Indonesia untuk menerapkan kembali pelarangan pembukaan hutan gambut seperti tahun 2007 yang dibuka lagi sejak 2009 karena manfaat lahan basah ini sangat tinggi untuk menyerap karbon.

4. Secara khusus merekomendasikan agar upaya mengurangi laju penggundulan hutan segera dikonsentrasikan di titik-titik konversi hutan yang sudah dilakukan maupun yang sedang berlangsung, seperti di Sumatera bagian tengah, Kalimantan Timur dan Barat, dan Papua Barat.

5. Mengajak Pemerintah Indonesia untuk melindungi dan mengelola daerah dengan nilai keanekaragaman hayati yang tinggi secara efektif, termasuk daerah-daerah yang dilindungi dan inisiatif konservasi baru, seperti program Heart of Borneo dan konsesi hutan restorasi.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 4:40 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Tue Jul 06, 2010 8:08 pm

CUACA EKSTREM LANDA SEBAGIAN INDONESIA
Selasa, 6 April 2010 | 06:47 WIB
BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksikan cuaca ekstrem di sebagian wilayah Indonesia pada 6-8 April 2010. Cuaca ekstrem itu berupa hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Wilayah yang berpotensi terkena adalah Nanggroe Aceh Darussalam, pesisir barat Sumatera, Sumatera Barat, Riau, Jambi, serta Kalimantan Barat bagian utara dan barat.

Kemudian, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jabodetabek, sebagian besar Jawa, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, serta Papua bagian utara dan tengah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca tersebut setelah ada siklon tropis ROBYN di Samudra Hindia sebelah barat daya Bengkulu.

Pusaran angin tertutup di perairan sebelah barat NAD membentuk daerah pumpunan/pertemuan angin yang memanjang dari perairan barat daya Banten hingga pesisir barat Sumatera, serta daerah tekanan rendah di Australia utara membentuk daerah pumpunan/pertemuan angin memanjang dari Sulawesi bagian tenggara hingga Laut Banda bagian timur. Kondisi tersebut meningkatkan aktivitas pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat dan timur.

Selain itu, faktor pemanasan berskala lokal yang ditandai dengan suhu udara yang tinggi antara pagi dan siang hari di beberapa wilayah Indonesia mendukung bagi pertumbuhan awan Cumulonimbus yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang sampai lebat, yang disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 5:22 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Tue Jul 06, 2010 8:23 pm

WASPADAI GELOMBANG TINGGI 4-5 METER
Jumat, 18 Juni 2010 | 17:43 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini prediksi terjadinya gelombang laut setinggi 4-5 meter di sejumlah perairan Indonesia. Gelombang tinggi diperkirakan akan terjadi di sebagian besar perairan bagian Timur dan sebagian kecil perairan bagian Barat Indonesia mulai hari ini hingga 24 Juni 2010.

"Gelombang laut dengan ketinggian bervariasi, mulai dari yang sedang hingga gelombang tinggi, masih akan terjadi sepanjang Juni ini," kata Kepala BMKG Sri Woro dalam konferensi pers di Gedung BMKG, Jalan Angkasa I, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (18/6/2010).

Gelombang setinggi 4-5 meter antara lain diperkirakan terjadi di perairan Andaman, Laut Timor bagian Timur, Perairan Sumba, Perairan Babar dan Tanimbar, Laut Arafura, Teluk Karpentaria, Perairan Yos Sudarso, Perairan Selatan Merauke, Enggano Perairan Kai dan laut Banda Bagian Selatan, Samudera Hindia dan Perairan Selatan Jawa.

Menurut Sri Woro, ketinggian gelombang laut tersebut merupakan salah satu dampak dari fenomena anomali cuaca yang tengah melanda Indonesia, yakni meningkatnya suhu permukaan laut yang menyebabkan potensi hujan meski di musim kemarau. Gelombang El Nino pada Perairan Pasifik telah membuat uap air meningkat, dan mendorongnya ke arah Indonesia. Di Indonesia sendiri, suhu permukaan air laut yang tengah meningkat telah ikut menyeret uap air tersebut. Pertemuan kedua hal tersebut pada Perairan Timur Indonesia, telah membuat kecenderungan terjadinya gelombang laut tinggi.

Sri Woro menjelaskan BMKG masih akan terus melakukan monitoring terhadap anomali cuaca yang berpotensi menimbulkan gelombang laut ini. Prakiraan cuaca dan tinggi gelombang pada bulan Juli akan dimonitor dalam waktu-waktu selanjutnya.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 5:27 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Wed Jul 07, 2010 11:39 am

"GREEN ENERGY" SOLUSI TERBAIK
Sabtu, 30 Agustus 2008 | 10:52 WIB Oleh M Sigit Cahyono
Kompas.c0m - Saat ini Indonesia di ambang keterpurukan karena krisis energi. Harga minyak mentah yang melonjak sampai 145 dollar per barrel menekan pemerintahan SBY untuk menaikkan harga bahan bakar minyak dengan alasan menyelamatkan APBN. Akibatnya, harga kebutuhan pokok semakin meningkat, yang berakibat menurunnya kesejahteraan masyarakat.

Adanya kebijakan ini ditentang banyak kalangan, terutama mahasiswa dan politikus yang vokal terhadap pemerintah. Bahkan, nasib pemerintah di ujung tanduk setelah munculnya hak angket di DPR, yang bisa berujung pada impeachment terhadap presiden. Jika ini terjadi, bisa dibayangkan kondisi bangsa Indonesia kelak.

Sebenarnya, semua permasalahan menyangkut krisis energi tidak akan terjadi jika menyadari bangsa ini memiliki potensi besar yang belum dikembangkan secara optimal. Apa itu? Jawabannya adalah green energy!

Energi hijau adalah energi yang berasal dari tanaman hidup (biomassa) yang terdapat di sekitar kita. Energi itu biasa disebut sebagai bahan bakar hayati atau biofuel. Energi ini tidak akan pernah habis selama tersedia tanah, air, dan matahari masih memancarkan sinarnya ke muka bumi. Selama mau menanam, membudidayakan, serta mengolahnya menjadi produk bermanfaat seperti bahan bakar.

Kita sering kali diingatkan, Indonesia sebagai negara agraris merupakan negara yang kaya akan potensi energi terbarukan, salah satunya adalah energi dari biomassa. Menurut data Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (2001), potensinya mencapai 50.000 megawatt. Ironisnya, dari potensi yang besar itu baru 302 megawatt atau 0,64 persen yang dimanfaatkan.

Saat ini, Indonesia merupakan negara yang paling kaya dengan energi hijau. Kita memiliki minimal 62 jenis tanaman bahan baku biofuel yang tersebar secara spesifik di seluruh pelosok Nusantara. Kelapa sawit tumbuh di wilayah basah dengan curah hujan tinggi.

Selain itu, ada tanaman tebu yang menghendaki beda musim yang tegas antara hujan dan kemarau. Singkong mampu berproduksi baik di lingkungan sub-optimal dan toleran pada tanah dengan tingkat kesuburan rendah. Jarak pagar mampu berproduksi optimal di daerah terik dan gersang. Kelapa terdapat di pantai-pantai, bahkan di pulau- pulau terpencil. Ditambah tanaman lainnya, seperti sagu, nipah, nyamplung, bahkan limbah-limbah pertanian, seperti sekam padi, ampas tebu, tongkol jagung, dan biji-bijian sangat mudah didapatkan di Indonesia.

Ini menunjukkan ada banyak pilihan untuk memproduksi biofuel di seluruh Indonesia sesuai karakter daerah, sifat lahan, kekayaan sumber energi hijau setempat, dan penguasaan ilmu. Betapa indah dan bijak jika warga Papua menghasilkan biofuel dari ubi jalar dan nipah, warga Maluku dari sagu, penduduk Madura dari jagung dan nyamplung, orang Manado dari aren, masyarakat Lampung dari singkong, Pulau Sangir Talaud dan pulau-pulau terluar Indonesia dengan biofuel berbasis kelapa, rekan-rekan di Rote dengan kesambi, dan warga Kupang dengan jarak pagar atau kelor.

Teknologi
Di sisi lain, penguasaan teknologi sangat diperlukan dalam memanfaatkan energi biomassa. Ada tiga cara yang paling populer dalam mengonversi biomassa jadi energi, yaitu pembakaran langsung (direct combustion), pembuatan gas biomassa, dan konversi menjadi bahan bakar cair.

Pemanfaatan energi biomassa melalui pembakaran langsung telah dilakukan sejak zaman nenek moyang kita, dengan pemanfaatan kayu bakar. Saat ini, teknologi yang bisa menghasilkan energi cukup besar, yaitu pembakaran biomassa untuk menghasilkan uap pada pembangkit listrik atau bahan penunjang manufaktur. Dalam sistem pembangkit, kerja turbin biasanya memanfaatkan ekspansi uap bertekanan dan bersuhu tinggi untuk menggerakkan generator yang bisa menghasilkan listrik.

Sebagai contoh, Pembangkit Listrik Tenaga Sekam di Desa Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat. Di sana terdapat mesin setinggi 4 meter hasil penelitian PT Indonesia Power, anak perusahaan PLN, yang berdiri sejak September 2003. Pembangkit ini berkekuatan 100 kilowatt, berbahan bakar sekam padi, yang dibakar menjadi gas yang dialirkan ke dalam ruang bakar mesin diesel. Tambahan gas itu bisa menekan kebutuhan solar hingga tinggal 20 persen, artinya enam kilogram sekam menggantikan satu liter solar sebagai bahan bakar.

Sementara itu, pemanfaatan gas biomassa pada skala kecil sudah banyak diaplikasikan masyarakat, yaitu pemanfaatan gas metana hasil fermentasi yang langsung dibakar untuk kebutuhan rumah tangga, yang dikenal melaui teknologi biogas digester.

Teknologi ini berkembang pesat di India, yang ditandai dengan pembangunan digester sebanyak 400.000 unit pada kurun waktu 1980- 1985. Pada skala yang lebih besar dan massal, pemanfaatan gas biomassa melalui sistem pirolisis dan gasifikasi menggunakan temperatur tinggi untuk mengubah biomassa menjadi campuran gas hidrogen, karbon monoksida, dan metana, yang telah banyak diaplikasikan di negara-negara maju sebagai bahan bakar kendaraan yang ramah lingkungan.

Cara ketiga dan yang paling populer adalah mengonversi biomassa menjadi bahan bakar cair, yaitu bioetanol dan biodiesel. Bioetanol adalah alkohol yang dibuat dengan fermentasi biomassa, terutama bahan berpati, seperti singkong, biji jagung, biji sorgum, sagu, gandum, dan kentang, serta bahan bergula seperti tetes tebu, nira kelapa, dan batang sorgum manis.

Adapun biodiesel adalah ester yang dibuat menggunakan minyak tanaman, lemak binatang, ganggang, atau minyak goreng bekas melalui proses esterifikasi. Kedua produk biofuel ini paling sering digunakan sebagai aditif bahan bakar untuk mengurangi emisi karbon monoksida (CO) dan asap lainnya dari kendaraan bermotor. Secara ekonomis, kedua produk ini lebih murah dibanding BBM. Bandingkan, biaya produksi bioetanol per liter hanya Rp 2.400, jauh lebih murah daripada harga bensin saat ini yang Rp 6.500 per liter.

Melihat potensi biomassa yang cukup melimpah di Indonesia dan teknologi pemanfaatannya yang berkembang sangat cepat, green energy merupakan alternatif terbaik dalam mengatasi krisis energi di Indonesia.

Kini saatnya kita mendirikan "kilang-kilang hijau" berupa alat pemerah biji tanaman penghasil biodiesel dan bio-oil skala rumahan, juga alat mini fermentasi penghasil bioetanol skala kemasyarakatan. Melalui alat-alat sederhana itu, akan terwujud desa mandiri energi. Harapannya, oil-refinery Pertamina akan berubah pula menjadi "kilang hijau" karena disuplai dengan biofuel untuk diolah menjadi green diesel, bahan bakar nabati ramah lingkungan yang harganya pasti lebih murah dibanding biodiesel konvensional.

M Sigit Cahyono Mahasiswa Magister Sistem Teknik UGM, Yogyakarta Bekerja sebagai Konsultan di Bidang Lingkungan Hidup


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 5:13 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
 
IpTek
View previous topic View next topic Back to top 
Page 6 of 25Go to page : Previous  1 ... 5, 6, 7 ... 15 ... 25  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: SERBA-SERBI-
Jump to: