Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 IpTek

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 14 ... 23, 24, 25
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Mon Nov 05, 2012 10:38 am

MEREKA YANG PERCAYA BUMI ITU DATAR
Oleh Yahoo! News | Yahoo! News – Sabtu, 3 November 2012 Oleh Natalie Wolchover, Staf Penulis LiveScience
Bumi itu bulat? Tidak demikian bagi para anggota organisasi Flat Earth Society. Mereka percaya Bumi itu datar. Saat berjalan di permukaan Bumi, yang terlihat dan terasa memang datar. Tak heran mereka membantah semua bukti yang bertentangan dengan kepercayaan mereka, seperti foto Bumi dari satelit yang menunjukkan bahwa Bumi itu bulat. Mereka bilang itu adalah “konspirasi Bumi bulat” yang diciptakan oleh NASA dan agen pemerintah lainnya. Menurut pengurus Flat Earth Society, anggota mereka telah tumbuh sebanyak 200 orang (sebagian besar orang Amerika dan Inggris) per tahun sejak 2009.

Pandangan Flat Earth Society
Organisasi ini siap dibilang konyol karena menolak teori Bumi itu bulat. Mereka mengatakan, Bumi itu berupa cakram dengan Lingkar Arktik terletak di pusat, dan Antartika — yang menjulang setinggi 32 meter — berada di tepian. Mereka bilang, pegawai NASA menjaga dinding es ini dan mencegah orang memanjat supaya tidak terjatuh keluar cakram. Kalau bumi itu rata, bagaimana dengan siklus siang-malam? Menurut mereka, matahari dan bulan adalah bola berukuran 51 kilometer yang bergerak mendatar memutari cakram Bumi, dengan jarak 4.828 km. (Sementara itu bintang, kata mereka, jaraknya 4.988 km.) Seperti lampu sorot, bola-bola langit menerangi bagian yang berbeda dari planet dalam siklus 24 jam. Mereka percaya bahwa pasti ada semacam “antimoon” yang tak terlihat yang menutupi bulan saat gerhana. Selanjutnya, mereka tidak percaya gravitasi Bumi. Bukan kita tertarik ke bawah, melainkan cakram Bumi yang bergerak ke atas dengan percepatan 9,8 meter per detik kuadrat. Pergerakan cakram ke atas ini disebabkan oleh kekuatan misterius bernama energi gelap. Saat ini, masih ada debat di kalangan anggota mengenai teori relativitas Einstein. Apakah menurut teori itu Bumi bisa bergerak ke atas tanpa melebihi kecepatan cahaya? (Rupanya, hukum Einstein masih berlaku di dunia mereka.) Lalu apa yang berada di bawah cakram? Belum diketahui. Tapi banyak anggota yang percaya di bawah cakram ada “batu.” Para anggota Flat Earth Society percaya, foto-foto mengenai Bumi yang berbentuk bulat sudah direkayasa dengan Photoshop. Para pilot pun dikibuli — dengan cara rekayasa GPS — supaya mereka mengira terbang dalam trayek melengkung sesuai kontur Bumi. Padahal, sebenarnya mereka terbang mellingkar mendatar di atas cakram. Motif pemerintah dunia menyembunyikan bentuk asli dari Bumi masih belum dipastikan, namun anggota Flat Earth Society curiga hal itu berkaitan dengan motif ekonomi. "Singkatnya, secara logis akan lebih murah untuk memalsukan program ruang angkasa daripada melaksanakan program yang sebenarnya,” kata organisasi tersebut dalam website mereka.

Bukan lelucon
Teori tersebut mengikuti cara berpikir bernama "Metode Zetetic," yang merupakan alternatif metode ilmiah, yang dikembangkan oleh orang-orang yang percaya bahwa Bumi itu datar pada abad ke-19, ketika pengamatan sensorik mendominasi saat itu. "Secara umum, metode tersebut banyak menekankan penggabungan empirisme dan rasionalisme, dan membuat kesimpulan logis berdasarkan data empiris," kata wakil presiden Flat Earth Society, Michael Wilmore kepada Life’s Little Mysteries. Dalam astronomi Zetetic, persepsi bahwa Bumi itu datar menggiring kita pada kesimpulan bahwa Bumi sebenarnya pasti datar. “Antimoon”, konspirasi NASA dan lainnya hanyalah upaya rasionalisasi. Semua detail tersebut membuat teori organisasi tersebut terdengar seperti lelucon, tapi mereka sedang tidak bercanda. Wilmore menganggap dirinya di antara orang yang percaya teori tersebut. "Keyakinan saya sendiri adalah hasil dari introspeksi filosofis dan data besar yang saya amati secara pribadi, yang masih saya susun," katanya. Di satu sisi, Flat Earth Society meragukan NASA. Anehnya, di sisi lain, Wilmore dan presiden organisasi, Daniel Shenton, menganggap bahwa pemanasan global memang kuat (padahal banyak bukti pemanasan global berasal dari data satelit yang dikumpulkan oleh NASA). Mereka juga percaya teori evolusi dan prinsip utama ilmu pengetahuan lainnya.

Psikologi teori konspirasi
Teori mereka tidaklah mengejutkan para ahli. Karen Douglas, seorang psikolog di University of Kent di Inggris yang mempelajari psikologi teori konspirasi, mengatakan bahwa keyakinan para anggota Flat Earth Society sama dengan orang-orang pencipta teori konspirasi lain yang telah ia pelajari. Ia mengatakan, semua teori konspirasi memiliki dorongan dasar yang sama: Mereka menyajikan sebuah teori alternatif tentang isu penting atau peristiwa, dan membangun penjelasan (sering kali) samar-samar tentang alasan seseorang menutupi kejadian yang sesungguhnya. "Salah satu poin utama dari bantahan itu adalah bahwa mereka menjelaskan kejadian besar tetapi sering tanpa memberikan penjelasan lengkap," ujarnya. "Banyak kekuatan terletak pada kenyataan bahwa mereka samar-samar." Rasa percaya diri ahli teori konspirasi untuk tetap berpegang pada teori mereka membuat kisah tersebut semakin menarik. Lagipula, para anggota Flat Earth Society lebih bersikukuh bahwa Bumi ini datar daripada kebanyakan orang yang mengatakan bahwa Bumi itu bulat (mungkin karena sebagian dari kita merasa kita tidak punya apa-apa untuk membuktikannya). "Jika Anda dihadapkan dengan sudut pandang minoritas yang diungkapkan dalam cara yang cerdas, diinformasikan dengan baik, dan ketika para pendukung organisasi itu tidak menyimpang dari pendapat kuat yang mereka miliki, mereka bisa sangat berpengaruh. Kami menyebutnya pengaruh kaum minoritas," kata Douglas. Dalam penelitian terbaru, Eric Oliver dan Tom Wood, ilmuwan politik di Universitas Chicago, menemukan bahwa sekitar setengah dari orang Amerika mendukung setidaknya satu teori konspirasi, dari gagasan bahwa Tragedi 9/11 dilakukan oleh orang dalam Amerika hingga pembunuhan John F Kennedy. "Banyak orang yang memercayai banyak ide yang secara langsung bertentangan dengan narasi budaya yang dominan," kata Oliver kepada Life’s Little Mysteries. Ia mengatakan bahwa keyakinan konspirasi mengakar dari kecenderungan manusia untuk memahami kekuatan gaib di tempat kerja, yang dikenal sebagai pemikiran magis. Namun, para anggota organisasi tersebut tidak sepenuhnya senang dengan gambaran umum tersebut. Kebanyakan pembuat teori konspirasi mengadopsi teori dengan pandangan ekstrem, bahkan yang bertentangan satu sama lain. Sementara itu, para anggota tersebut hanya mempergunjingkan masalah bentuk Bumi. “Jika mereka seperti pembuat teori konspirasi lainnya, mereka harus menunjukkan kecenderungan untuk memercayai pemikiran magis, seperti memercayai UFO, ESP, hantu iblis, makhluk tak terlihat lainnya,” tulis Oliver.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Mon Nov 05, 2012 11:00 am

ILMUWAN HARVARD MENDUGA BULAN TERCIPTA DARI BUMI
Oleh Yahoo! News | Reuters Videos – Jum, 19 Okt 2012
(REUTERS) -- Sebuah teori baru yang diajukan oleh para ilmuwan Harvard menyimpulkan bahwa Bulan dulunya adalah bagian dari Bumi yang lepas saat berputar setelah terjadi tubrukan dengan benda langit lain. Dalam laporan yang diterbitkan Rabu lewat jurnal Science, Sarah Steward dan Matija Cuk mengatakan bahwa teori mereka akan menjelaskan alasan Bumi dan Bulan memiliki komposisi dan unsur kimiawi yang mirip. Bumi berputar sangat cepat pada saat Bulan terbentuk, dan satu hari berlangsung hanya 2-3 jam. Dengan perputaran Bumi yang sangat cepat itu, dampak dahsyat yang terjadi melontarkan cukup banyak materi Bumi untuk membentuk Bulan, menurut penjelasan para ilmuwan seperti diterbitkan oleh situs Harvard. http://www.fas.harvard.edu/~planets/sstewart/Moon.html. Menurut teori baru tersebut, Bumi kemudian mencapai perputaran seperti sekarang melalui interaksi gaya gravitasi antara orbitnya pada Matahari dan orbit Bulan pada Bumi. Para ilmuwan sadar bahwa teori mereka berbeda dari teori yang kini awam dipahami, yaitu bahwa Bulan tercipta dari lepasan materi raksasa yang pernah menubruk Bumi. Stewart adalah profesor ilmu bumi dan planet di Harvard, sedangkan Cuk, seorang astronom dan penyelidik di SETI Institute -- pendukung penelitian pencarian kehidupan ekstraterestrial. Cuk tengah melakukan penelitian pasca-doktoral di Harvard.

(Penulisan oleh Ellen Wulfhorst; Penyuntingan oleh David Brunnstrom)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Sun Jan 06, 2013 8:13 pm

13 FENOMENA LANGIT WAJIB TONTON DI 2013
Oleh Yahoo! News | Yahoo! News – Jum, 4 Jan 2013 Oleh Joe Rao | SPACE.com
Tahun 2012 telah berakhir, beberapa orang mungkin bertanya-tanya apa yang akan muncul di langit pada 2013. Fenomena apa yang mungkin kita bisa saksikan di langit? Saya telah memilih 13 "pemandangan langit" terbaik pada 2013 versi saya, meski tidak semuanya akan terlihat di setiap wilayah (Anda mungkin harus melakukan perjalanan untuk melihat semua gerhana). Foto David Kingham/DavidKinghamPhotographyTahun 2013 juga menjanjikan kemungkinan dua komet bersinar terang: PANSTARRS dan ISON. Seperti yang dikatakan astronom, komet terkenal berubah-ubah, kita hanya bisa menebak seberapa terang mereka dan berapa lama ekor mereka akan terlihat. Kita hanya harus menunggu dan melihatnya. Secara umum, tahun 2013 menjanjikan 12 bulan yang seru untuk penikmat langit.

21 Januari: Bulan terlihat sangat dekat/konjungsi Jupiter
Bagi warga Amerika Utara, ini hal yang benar-benar menakjubkan. Fenomena ini dapat dengan mudah terlihat bahkan dari kota-kota yang terang. Bulan terlihat bersinar tidak utuh, hanya 78 persen bersinar, akan melewati kurang dari satu derajat ke selatan dari planet Jupiter, planet terbesar dalam tata surya kita. Kedua benda bercahaya ini akan terlihat sangat dekat di langit malam sehingga bisa dilihat oleh semua. Hal yang lebih menarik adalah ini akan menjadi konjungsi Bulan-Jupiter terdekat hingga 2026!

2-23 Februari: Pemandangan malam terbaik Merkurius
Merkurius, planet terdalam yang "sukar dipahami", akan bergerak cukup jauh dari silau matahari sehingga akan mudah terlihat di langit barat, segera setelah matahari terbenam. Pada 8 Februari malam Merkurius akan terlihat dalam kurang dari 0,4 derajat dari planet yang jauh lebih redup, Mars. Merkurius akan tiba di perpanjangan terbesarnya dari matahari pada Feb.16. Planet ini akan sangat terang (-1.2 sampai -0.6 magnitudo) sebelum tanggal ini dan akan memudar dengan cepat hingga +1.2 besarnya setelah itu. Foto: SPACE.com/Hunter Davis(Astronom mengukur kecerahan objek langit menggunakan magnitudo, sebuah skala terbalik yang angka lebih rendah berhubungan dengan objek yang lebih terang. Magnitudo negatif menunjukkan tingkat terang yang luar biasa.)

10-24 Maret: Penampakan terbaik komet PANSTARRS!
Komet PANSTARRS, yang ditemukan pada Juni 2011 dengan menggunakan Teleskop Pan-STARRS 1 di Haleakala, Hawaii, diperkirakan akan berada pada bentuk terbaiknya dalam periode dua pekan ini. Selama waktu ini, komet tersebut juga akan berada paling dekat dengan matahari (45 juta kilometer) dan Bumi (164 juta kilometer). Meskipun Komet PANSTARRS sangat redup dan jauh saat pertama kali ditemukan, komet ini semakin terang sejak saat itu. Komet ini diharapkan dapat mencapai sedikitnya magnitudo pertama dan seharusnya terlihat rendah di langit barat-barat laut tak lama setelah matahari terbenam. Pada 12 Maret malam komet akan terletak 4 derajat ke kanan dari bulan sabit yang sangat tipis. oto SPACE.com/Institute for Astronomy/University of Hawaii/Pan-STARRS25 April: Gerhana Bulan sebagian. Ini akan menjadi gerhana bulan parsial yang sangat kecil, dengan tungkai teratas bulan menggores sedikit sinar di atas Bumi yang gelap, bayangan umbra. Pada pertengahan gerhana, kurang dari 2 persen diameter Bulan akan berada di dalam bayangan gelap. Belahan Timur (Eropa, Afrika, Australia dan sebagian besar Asia) akan mendapatkan pemandangan terbaik. Gerhana bulan ini tidak akan terlihat dari Amerika Utara.

9 Mei: Gerhana Matahari melingkar seperti cincin
Selama gerhana matahari melingkar (juga dikenal sebagai gerhana "Cincin Api"), kerucut bayangan umbra bulan yang panjang terlalu pendek untuk mencapai Bumi. Dalam ukuran sudut, lingkar Bulan muncul sekitar 4,5 persen lebih kecil dari lingkar matahari. Jadi, efeknya seperti menempatkan satu koin uang receh di atas nikel: cincin sinar matahari tetap terlihat mengelilingi bulan. Jalur bayangan dari cincin itu dapat dilihat terbentang ribuan mil, tapi tidak akan lebih luas dari 172 km pada titik gerhana terbesar. Sebagian besar jalur berada di atas Samudra Pasifik, tapi saat atau segera setelah matahari lokal terbit, jalur itu akan terbelah di sepanjang bagian utara Australia (sekitar 10 Mei pagi) dan ujung timur ekstrem Papua Nugini, bersama dengan beberapa Kepulauan Solomon di dekatnya. Pada titik gerhana terbesar, fase cincin akan berlangsung selama 6 menit, 4 detik. Warga Hawaii akan melihat gerhana parsial pada 15:48 waktu Hawaii, bulan akan menjadi kabur sekitar 32 persen dari lingkar matahari.

24-30 Mei: Planet saling berdansa
Merkurius, Venus dan Jupiter akan memberikan pertunjukan menarik yang rendah di barat-barat laut langit temaram segera setelah matahari terbenam. Planet-planet tersebut akan terlihat acak satu sama lain, yang perubahan posisi planet-planet itu terlihat jelas dari satu malam ke malam berikutnya. Dua planet yang paling terang, Venus dan Jupiter, akan terpisah hanya dengan jarak 1 derajat pada 28 Mei, dengan Venus melewati barat laut (kanan atas) Jupiter dan bersinar lebih terang enam kali dibandingkan Jupiter.

23 Juni: Bulan purnama terbesar 2013
Pada 23 Juni, bulan akan bulat sempurna pada 7:32 EDT (1132 GMT), dan 32 menit sebelumnya bulan akan berada pada titik terdekat dengan Bumi pada 2013 pada jarak 356.991 km, yang membuatnya disebut supermoon. Diperkirakan terjadi pasang-surut ekstrem di laut (sangat rendah hingga sangat tinggi) selama beberapa hari berikutnya. Foto SPACE.com/Jeff Rose/Jeka Photography12 Agustus: Hujan meteor Perseid Hujan meteor Perseid tahunan dianggap salah satu fenomena tahunan terbaik berkat kemunculan 90 meteor per jamnya. Hujan meteor tersebut merupakan favorit orang-orang yang berkemah pada musim panas dan sering menjadi tontonan penduduk kota yang mungkin menghabiskan waktu di bawah langit gelap dan berbintang. Pada musim panas lalu, bulan berbentuk sabit lebar dan mengalami gangguan kecil selama hujan meteor. Namun pada 2013, bulan akan menjadi beberapa hari sebelum kuartal pertama dan akan menghilang pada malam hari, membuat malam menjadi gelap.

18 Oktober: Gerhana Bulan Penumbra
Bulan muncul melalui bagian utara dari bayangan penumbra Bumi selama gerhana bulan. Pada pertengahan gerhana, 76 persen diameter Bulan akan tenggelam dalam penumbra, mungkin cukup dalam untuk menyebabkan kegelapan yang samar, namun bagian bawah bulan yang menggelap dapat dilihat. Wilayah yang dapat melihatnya meliputi sebagian besar Asia, Eropa dan Afrika. Bagian tengah dan timur Amerika Utara bisa melihat fenomena Hunters’ Moon yang sedikit menggelap saat petang. Foto SPACE.com/Remanzacco Observatory/Ernesto Guido, Giovanni Sostero & Nick3 November: Gerhana Matahari campuran
Ini adalah gerhana matahari yang agak tidak biasa, yang terjadi dalam jarak 13.600 km di seluruh permukaan bumi, gerhana berubah cepat dari melingkar menjadi total, oleh karena itu dikenal para astronom sebagai "gerhana campuran." Sebenarnya, sebagian besar di sepanjang jalurnya, gerhana tampak secara total, dengan lingkaran (atau cincin) yang sangat tipis dari sinar matahari terlihat di dekat jalur awal. Jalur dari garis tengah gerhana ini dimulai dari Atlantik sekitar 875 km barat daya dari Bermuda. Jadi, di sepanjang Atlantic Coast Amerika Utara, penonton yang tertarik (menggunakan alat bantu lihat yang tepat, seperti proyeksi lubang jarum atau kaca yang biasanya dipakai pengelas) hanya akan melihat lingkaran bulan gelap keluar dari bagian depan matahari saat matahari terbit. Jalur gerhana akan melewati selatan Cape Verde Islands, kemudian kurva akan menuju tenggara sejajar dengan garis pantai Afrika. Gerhana terbesar, dengan ketotalan 100 detik dari keseluruhan dan lebar jalur mencapai maksimal hanya 58 km, terjadi sekitar 402 km di lepas pantai Liberia. Jalur bayangan kemudian akan menyapu Afrika tengah, melewati sebagian Gabon, Kongo, Republik Demokratik Kongo, Uganda dan Kenya, sebelum berakhir saat matahari terbenam di perbatasan Ethiopia-Somalia.

Pertengahan November hingga Desember: Komet ISON
Pada 21 September 2012, dua astronom amatir (Vitali Nevski dari Belarusia dan Artyom Novichonok dari Rusia) menggunakan teleskop yang dimiliki oleh International Scientific Optical Network untuk menemukan sebuah komet baru yang diberi nama menggunakan akronim dari instrumen yang digunakan untuk menemukannya: Komet ISON. Kalkulasi orbit menunjukkan bahwa komet ISON akan begerak paling dekat menuju matahari, kurang dari 1,2 juta km di atas permukaan matahari, pada 28 November (Thanksgiving Day di Amerika Serikat). Komet tersebut bisa cukup terang sehingga dapat terlihat pada siang hari saat waktu terdekatnya dengan matahari. Komet kemudian akan bergerak menuju Bumi, menempuh jarak 64 juta km dari planet Bumi sebulan kemudian. Karena komet ISON akan berada pada tempat terbaik untuk dilihat pada pagi dan malam hari dari belahan bumi utara selama beberapa pekan berikutnya, komet tersebut bisa menjadi salah satu komet yang paling banyak ditonton sepanjang masa.

Desember: Pesona Venus
Venus, planet paling terang dari semua planet, mempersembahkan pertunjukan selama satu bulan penuh, dan sangat spektakuler! Venus memberikan pemandangan paling hebat untuk 2013 dan 2014 baik langit malam atau pagi hari. Venus menghiasi langit malam barat daya selama tiga jam setelah matahari terbenam pada awal bulan, dan 1,5 jam setelah matahari terbenam saat Malam Tahun Baru. Bulan sabit indah akan muncul di atas kanan planet tersebut pada 5 Desember, dan malam berikutnya Venus akan mencapai puncak kecemerlangannya. Venus tidak akan seterang "bintang malam" itu lagi hingga 2021.

13-14 Desember: Hujan meteor Geminid
Jika ada satu penampakan meteor yang dijamin akan memberikan pertunjukan yang sangat menghibur, itu adalah hujan meteor Geminid. Sebagian besar ahli meteor saat ini menempatkannya di puncak daftar meteor, karena memiliki kelebihan dalam kecemerlangan dan lebih dapat diandalkan bahkan melebihi Perseid pada Agustus. Sayangnya, pada 2013, bulan akan ada beberapa hari sebelum fase sempurna dan akan menerangi langit malam, membuat meteor lain yang lebih redup tidak kelihatan. Namun, sekitar pukul 4:30 (waktu lokal Anda), bulan akhirnya akan tenggelam, membuat langit gelap gulita sekitar satu jam. Itu akan menjadi kesempatan Anda untuk melihat penampakan dua meteor per menit, atau 120 per jam!

Jadi penikmat langit malam, tandai kalender Anda: 2013 menjanjikan fenomena langit yang luar biasa!
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Sun Jan 20, 2013 7:39 am

UDARA DINGIN VERSUS PEMANASAN GLOBAL: APA YANG SEDANG TERJADI?
Oleh LiveScience | Yahoo! News – Kamis 18 Januari 2013
Oleh Jeanna Bryner | LiveScience.com
Baru-baru ini salju ringan turun di Yerusalem dan beberapa bagian Lebanon, bersamaan dengan suhu beku di California Selatan. Padahal planet ini mengalami pemanasan global, dan cuaca dingin tidak dapat menghalau fakta tersebut, kata sejumlah ahli iklim. Bahkan, badai yang “jarang terjadi” seperti itu sudah diperkirakan akibat dari pemanasan global. “Saat dunia ini menghangat, sejumlah wilayah di Bumi yang mengalami musim dingin akan tetap mengalami musim dingin, dan kita akan tetap melihat serangkaian perubahan iklim yang terjadi secara acak, seperti yang kita lihat pada musim dingin ini,” kata ilmuwan iklim Michael Mann dari Pennsylvania State University kepada LiveScience. “Namun perubahan iklim memuat serangkaian masalah iklim, sehingga “enam” iklim menjadi lebih umum terjadi, dan “salah satunya” menjadi kurang umum terjadi.” Tidak ada peristiwa cuaca tunggal yang dapat dijadikan patokan dalam perubahan iklim, yang merupakan tren jangka panjang yang seiring waktu memengaruhi cuaca, dan perubahan itu memengaruhi cuaca di berbagai daerah berbeda dengan cara yang berbeda pula. Sebaliknya, saat planet ini menghangat, kemungkinan peristiwa ekstrem, seperti hujan salju yang sangat besar, meningkat. Artinya, perubahan itu memuat sejumlah peristiwa ekstrem. “Iklim adalah statistik cuaca jangka panjang,” kata Ken Caldeira, seorang ilmuwan senior di Carnegie Institute for Science at Stanford University kepada LiveScience tahun lalu. “Tidak ada peristiwa cuaca yang spesifik yang dapat dikonfirmasi dengan sendirinya atau menyangkal badan pengetahuan ilmiah yang berkaitan dengan perubahan iklim itu.”

Pemanasan global dengan udara dingin
Udara dingin merayap di atas California pekan ini. Suhu di daerah San Diego berada pada minus 5 derajat Celsius, memecahkan rekor yang dibuat pada 2007. Dan, menurut sejumlah laporan berita dan Badan Cuaca Nasional, pantai-pantai di San Diego kemungkinan akan mengalami peristiwa pelapisan es pada pagi hari, sementara peringatan pembekuan es tetap berlaku hingga Selasa pagi untuk San Joaquin Valley. Sementara itu, sebuah sistem badai membuang salju setinggi 4-6 cm di Yerusalem pekan lalu, menewaskan sedikitnya delapan orang. Dan hujan yang bercampur es dan salju akan membentang di beberapa bagian tenggara Southeast pada hari ini dan Selasa, menurut weather.com. Namun, di tengah berita utama mengenai udara dingin, Bumi terus memecahkan rekor panas di bagian kiri dan kanan. “Sangat mudah untuk memilih dan menemukan tempat-tempat yang mungkin mengalami suhu dingin luar biasa pada waktu tertentu, seperti California Selatan pada saat ini,” kata Mann kepada LiveScience dalam sebuah email. “Tapi sementara itu, bunga bakung bermekaran di Cincinnati. “Selama dekade terakhir, kami telah melihat catatan harian kerusakan yang diakibatkan oleh kehangatan sepanjang waktu dua kali lebih sering seperti catatan harian sepanjang musim dingin,” tulis Mann. “2012 memiliki rasio tertinggi yang pernah kita catat, lebih dari empat banding satu. Itu seperti ‘enam musim’ terjadi empat kali sesering ‘satu musim’.” Berikut adalah betapa suhu dingin dan hujan salju dapat terjadi secara berlimpah di beberapa daerah saat bumi menghangat: Udara hangat membuat lebih banyak uap angin daripada saat musim dingin. Itu berarti, jika suhu cukup rendah, “musim dingin yang lebih hangat akan menyebabkan peristiwa hujan salju yang lebih besar yang kontra-intuitif,” jelas Mann. Dan pendinginan yang sederhana diperkirakan menjadi hasil dari pemanasan global di beberapa daerah. Misalnya, jelas Mann, sejumlah model memperkirakan perlambatan suhu hangat, air laut yang bergerak ke arah inti bumi saat ini berada di Atlantik Utara, sebuah perlambatan yang secara sederhana akan mendinginkan bagian laut tersebut.

Sebagian besar Bumi akan jadi lebih panas
“Namun ini adalah efek yang sangat musiman dan regional,” kata Mann. “Sebagian besar dunia akan menghangat secara substansial untuk abad berikutnya, yang kemungkinan dengan konsekuensi negatif yang mendalam, jika kita terus memanaskan planet ini dengan meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca melalui pembakaran bahan bakar fosil.” Bahkan, setidaknya di Amerika Serikat, 2012 adalah tahun terpanas dalam catatan, mematahkan rekor tahun terpanas sebelumnya pada 1998. Dan dekade terakhir menetapkan secara terpisah dari segi cuaca ekstrem, dari gelombang panas dan kekeringan hingga banjir, yang ilmuwan katakan sebagai sesuatu yang dapat, sebagian, disebabkan oleh perubahan iklim. “Sangat mungkin bahwa beberapa peristiwa ekstrem yang belum pernah terjadi sebelumnya pada dekade terakhir tidak akan terjadi tanpa pemanasan global yang antroposentris,” tulis sejumlah peneliti studi pada 25 Maret 2012, isu dari jurnal “Nature Climate Change”. Dalam penelitian tersebut, dua ilmuwan mengulas kembali kejadian cuaca ekstrem pada 2000 serta penelitian terhadap memungkinkan hubungan yang berkaitan dengan pemanasan global. Sejak 1950, perubahan iklim yang diakibatkan oleh ulah manusia tempaknya telah membuat dampak cuaca yang lebih ekstrem, dengan cuaca ekstrem yang diperkirakan lebih banyak pada abad ini, lapor Intergovernmental Panel on Climate Change, badan internasional yang bertanggung jawab menilai perubahan iklim, pada 2011. Sejauh tahun ini, Amerika Serikat menetapkan 630 catatan untuk suhu maksimum tertinggi dibandingkan 114 catatan untuk suhu minimun terendah, menurut Pusat Data Iklim Nasional. “Saat Anda melihat ke belakang secara keseluruhan, sangat jelas bahwa kita dapat melihat pemanasan secara keseluruhan, dan sebuah peningkatan dramatis dalam suhu hangat yang memecahkan rekor di seluruh dunia,” kata Mann, menunjukkan catatan suhu panas dan kebakaran hutan yang terjadi di Australia saat ini dan rekor panas yang terjadi di Amerika Serikat musim panas ini. “Keduanya merupakan gejala dari dampak yang jelas dan mendalam, bahwa perubahan iklim sudah terjadi dalam cuaca kita,” tambah Mann.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Wed Jan 23, 2013 3:23 pm

90% WILAYAH INDONESIA TERANCAM BENCANA EKOLOGI
Selasa, 22 Januari 2013 | 20:02 WIBMI/SusantoTERKAIT
Metrotvnews.com, Jakarta: Bencana ekologis seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, dan kekeringan telah diperkirakan terjadi di 90% wilayah Indonesia. Selain topografi alami di suatu wilayah, potensi bencana ekologis Indonesia turut disebabkan maraknya deforestasi, praktik pertambangan, dan monokultur seperti perkebunan sawit di Indonesia. "Seiiring dengan berkembangnya bisnis dan investasi penjualan lingkungan di Indonesia, kami menemukan semakin bertambah pula potensi bencana ekologis di Indonesia," ujar Manajer Desk Bencana Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Eksekutif Nasional Mukri Friatna di Jakarta, Selasa (22/1). Mukri merujuk data riset yang dilakukan walhi pada 2007 yang memperkirakan potensi bencana ekologis di Indonesia sebesar 83%. Namun, angka tersebut melonjak drastis pada penelitian lima tahun kemudian yakni pada 2012, di mana angka potensi bencana tersebut meningkat menjadi 90%. "Kondisi wilayah dengan potensi bencana ekologis terparah yakni Banten 62,5% dari keseluruhan luas wilayahnya, kemudian DKI Jakarta dengan 51,9%, lalu Jawa Barat dengan 48,0%," papar Mukri. Kondisi tersebut lanjut Mukri dipengaruhi oleh model pembangunan dan perencanaan yang masih meletakan lingkungan bukan sebagai faktor utama yang harus diperhatikan melainkan hanya sebagai aset bisnis semata. Pertambangan pasir di sepanjang sungai di Banten dan Jawa Barat selain juga penebangan hutan untuk dikonversi menjadi pemukiman, tempat wisata, dan pusat bisnis, menurut Mukri, menjadi penyebab banjir dan tanah longsor yang juga melanda Jakarta saat ini. "Kita kalau di Jakarta bilangnya banjir kiriman, sementara di Banten sendiri menuding akibat sungai meluap," ujar Mukri. Penyebab yang hampir sama juga terjadi di wilayah lainnya. "Kalau di Sumatra potensi bencana terbesar ada di Aceh dan Sumatra Barat. Selain topografi kedua wilayah ini berbukit-bukit keduanya juga jadi sasaran konversi hutan untuk perkebunan sawit dan konsesi pertambangan," ujar Mukri. Salah satu bencana ekologis terbesaar dialami Aceh, lanjut Mukri, yakni kebakaran hutan yang akrab dengan sebutan Rawa Tripa. "Kasus Rawa Tripa misalnya, pembakaran lahan konservasi gambut di Aceh Tengah itu jelas-jelas karena sawit," tegas Mukri. Untuk wilayah Kalimantan, lanjut Mukri, yang paling berpotensi yakni Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. "Kaltim sangat rentan longsor karena topografinya. Sedangkan Kalsel yang landai rentan dilanda banjir dan kebakaran hutan," jelas Mukri. Sedangkan Sulawesi, tambah Mukri, rentan dilanda lonsot dan banjir karena topografi juga trend deforestasinya, terutama di Sulawesi Utara, Tengah, dan Tenggara. "Untuk wilayah Bali kecendrungannya longsor dan banjir karena alih guna lahan, lalu di Nusa Tenggara yang lazim yakni kecenderungan bencana kekeringan," ujar Mukri. Untuk wilayah Papua, ujar Mukri, relatif aman, karena meskipun curah hujan cukup tinggi dan dataran tempat tersebut tidak terlalu banyak penduduknya. Dengan berbagai paparan tersebut, Direktur Walhi Eksekutif Nasional Abetnego Tarigan menegaskan, semestinya pemerintah sadar nilai investasi yang selama ini diberikan untuk merambah hutan dan dan mengeksploitasi habis sumber daya alam Indonesia tidak sebanding dengan kerugian yang diderita akibat bencana. "Banjir Jakarta saja yang paling dekat misalnya bisa dijadikan pelajaran bahwasanya alih guna lahan tanpa mengindahkan dampak terhadap lingkungan akan berakibat kerugian yang lebih banyak lagi baik fisik maupun materi," tegas Abetnego. (YA/OL-04)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Sun Nov 03, 2013 4:06 pm

DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI INDONESIA KIAN NYATA
Jum'at, 01 November 2013 | 22:24 WIBMI/Usman Iskandar/fzTERKAIT
Metrotvnews.com, Jakarta: Ancaman dampak perubahan iklim kian nyata dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Melalui Kajian Kerentanan Adaptasi Perubahan Iklim (KRAPI) Kemenetrian Lingkungan Hidup (KLH) menemukan anomali nyata di beberapa wilayah Indonesia seperti naiknya pasang surut, kejadian gagal panen, hingga rusaknya ekosistem. "Di sepanjang 2012 silam kami melakukan riset bersama-sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) soal kerentanan Indonesia terhadap dampak perubahan iklim. Ternyata hasilnya cukup mengejutkan karena kami menemukan terdapat anomali keadaan di beberapa wilayah yang mengindikasikan kerentanan Indonesia," papar Deputi Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Peerubahan Iklim KLH Arief Yuwono dalam Media Briefing di Hotel Atlet Jakarta, Jumat (1/11). Tiga wilayah yang di riset KLH lanjut Arief yakni Palembang, Malang , dan Tarakan. "Ketiga wilayah tersebut kami pilih karena mewakili kerentanan tiga jenis topografi kawasan di Indonesia. Palembang untuk kawasan dataran rendah, Malang untuk kawasan dataran tinggi, dan Tarakan untuk kawasan ekosistem kepulauan," papar Arief. Dari riset tersebut lanjut Arief telah ditemukan beberapa dampak nyata perubahan iklim sesuai dengan tipologi masing-masing daerah. "Di Palembang kami temukan telah terjadi kenaikan pasang surut yang cukup signifikan yakni sebesar 0.55 mm sampai 0.7 mm sejak dua dekade. Tak hanya itu, di wilayah ini juga banyak sekali kasus epidemi demam berdarah yang meningkat signifikan sejak dua dekade sebagai pertanda kenaikkan suhu," papar Arief. Sementara di Malang, cuaca yang tidak stabil akibat perubahan iklim lanjut Arief menyebabkan tanaman sulit berbuah akibat banyak putik. yang mati. "Ini menjelaskan menurunya produksi apel malang dan meningkatnya pengiriman pangan ke Malang dari luar daerah," papar Arief. Sementara yang terburuk, lanjut Arief ditemukan di kawasan pesisir dan ekosistem kepulauan di daerah Tarakan. "Fenomena coral bleaching atau pemutihan terumbu karang dan rusaknya ekosistem bakau marak terjadi di kawasan pesisir dan kepulauan," tukas Arief. Rusaknya tanaman bakau menurut Arief erat kaitannya dengan keadaan air yang asam sementara coral bleaching diakibatkan air laut yang semakin hangat. "Dua kondisi tersebut mempengaruhi kehidupan organisme lain seperti ikan dan udang. Tak heran belakangan nelayan harus melaut lebih lama dan lebih jauh untuk mendapatkan ikan," tukas Arief. Hasil riset tersebut menurut Arief masih harus disempurnakan kembali termasuk dari segi penghitungan data. (Soraya Bunga Larasati)
Back to top Go down
 
IpTek
View previous topic View next topic Back to top 
Page 25 of 25Go to page : Previous  1 ... 14 ... 23, 24, 25

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: SERBA-SERBI-
Jump to: