Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 IpTek

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 12 ... 21, 22, 23, 24, 25  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Sun Dec 26, 2010 3:11 am

CUACA EKSTREM DIDEPAN MATA
Rabu, 29 Desember 2010 | 09:37 WIB Oleh Yuni Ikawati
Kompas.com - Anomali cuaca yang melanda kawasan Eropa, Australia, dan Amerika sekarang ini berpotensi memengaruhi iklim di Indonesia. Tentu bukan hujan salju, melainkan cuaca ekstrem seperti tahun 2002, 2005, dan 2007/2008 dan itu akan terjadi pada puncak musim hujan sekitar Januari-Februari 2011. Cuaca ekstrem di luar kawasan khatulistiwa itu, seperti di Australia, Amerika Serikat, Inggris, dan daratan Eropa, merupakan dampak dari penyimpangan cuaca di wilayah Nusantara yang merupakan ’mesin cuaca dunia’,” kata Edvin Aldrian, Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Peran perairan Nusantara ini, antara lain, dalam pendistribusian uap air sehingga memengaruhi cuaca di Asia dan Australia serta kawasan di sekitar Samudra Pasifik dan Hindia. Gangguan cuaca yang terjadi di Indonesia ini berupa pemanasan suhu muka laut, yang sudah berlangsung hampir setahun ini. "Anomali cuaca ini belum pernah terjadi selama ini," lanjut Edvin, yang menamatkan doktornya di Max Planck Institut, Jerman. Badan Pemantau Atmosfer dan Kelautan Amerika Serikat (NOAA) bahkan menyebut tahun ini sebagai tahun terpanas pada abad ini.

"Pada kondisi normal, suhu muka laut di perairan Indonesia pada Juli-Agustus sekitar 25 derajat celsius. Namun, hingga kini suhu yang tercatat di atas 28 derajat celsius, bahkan bulan ini telah mencapai 30 derajat celsius. Pada Januari-Februari diperkirakan akan mencapai puncaknya, yaitu 31 derajat celsius," urai Edvin.

Faktor pemanasan laut
Kondisi inilah, tegas Edvin, yang memengaruhi sistem cuaca global. Menghangatnya perairan Indonesia akan menyebabkan terbentuknya uap air, lalu menjadi awan dan guyuran hujan di wilayah Nusantara. Apabila berlangsung lama, fenomena ini akan berpengaruh pada kawasan sekitar Indonesia hingga ke lingkup global. Kondisi ini, yaitu suhu laut yang hangat, menimbulkan tekanan udara rendah di wilayah Indonesia, hal ini juga menyebabkan massa udara dari subtropis yang bertekanan tinggi masuk ke wilayah tropis yang bertekanan rendah. Penyimpangan cuaca yang telah berlangsung hampir setahun ini telah berdampak luas ke daerah di luar khatulistiwa Indonesia, berupa kurangnya hujan di daratan Asia Tenggara, seperti Vietnam dan Thailand, serta menimbulkan suhu dingin yang ekstrem di kawasan subtropis.

Pemanasan global
Penyimpangan cuaca hingga iklim yang terlihat kian nyata ini, menurut Edvin, merupakan dampak dari pemanasan global akibat pelepasan gas-gas rumah kaca ke atmosfer yang telah berlangsung semakin intensif sejak setengah abad terakhir. Kondisi ini telah mengakibatkan akumulasi energi di atmosfer dan mengganggu arus udara di atmosfer pada ketinggian 900 meter hingga 4.500 meter. Akumulasi energi di atmosfer yang di atas normal itu menyebabkan daya tarik siklon tropis di sekitar wilayah khatulistiwa, yaitu di perairan selatan Filipina dan utara Australia lebih kuat dan jauh, sehingga mengakibatkan badai yang terbentuk berekor lebih panjang. "Kondisi ini dapat berimbas luas bagi wilayah Indonesia yang berada di wilayah khatulistiwa," lanjut Edvin.

Gelombang Rossby
Pemanasan suhu laut yang berlangsung lama di Indonesia hingga kini belum diketahui penyebabnya. Namun, diyakini telah berpengaruh bagi cuaca global, yaitu suhu dingin yang ekstrem di wilayah subtropis dan lintang tinggi. Sementara itu, pakar astrofisika dan astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, berpendapat, kondisi cuaca itu menurut studi pendahuluan yang dilakukannya merupakan indikasi dari pengaruh Matahari yang minimum, yang nyaris tidak menunjukkan adanya bintik Matahari atau sun spot dalam beberapa tahun terakhir.

Pendinginan ekstrem yang menjalar di kawasan subtropis dan lintang tinggi, diyakini Edvin, merupakan gangguan cuaca yang disebut Gelombang Rossby, yang terus bergerak dalam periode 10 hingga 15 hari. Polanya hampir mirip dengan Madden Julian Oscillation (MJO) di kawasan tropis, termasuk Indonesia, tetapi periode MJO berlangsung 50 harian. Melihat pola pergerakan Gelombang Rossby, yaitu mulai dari Chicago, New York, London, dan kini telah sampai daratan Eropa Barat, serta menimbulkan dampak suhu yang sangat dingin, Edvin memperkirakan gelombang ini akan terus bergerak ke Siberia, Rusia, dan dapat menimbulkan hujan salju yang ekstrem.

"Apabila Siberia mengalami cuaca buruk atau blocking, ada kemungkinan akan muncul entakan udara yang membawa uap air dalam jumlah besar, lalu menjalar ke selatan hingga ke wilayah Indonesia," paparnya. Daerah yang dilewati seperti Guangzhou dan Hongkong akan mengalami penurunan tekanan udara yang drastis. Kemudian dalam satu minggu akan berdampak antara lain pada Jakarta berupa curah hujan yang tinggi, seperti kejadian tahun 2005 dan 2007. Sebelum hal itu terjadi, sudah selayaknya kewaspadaan ditingkatkan....


Last edited by gitahafas on Wed Dec 29, 2010 11:13 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Tue Jan 04, 2011 7:36 pm

PENELITI: HALO MATAHARI BUKAN PERTANDA BENCANA
Antara - Rabu, 5 Januari
Yogyakarta (ANTARA) - Halo matahari adalah fenomena yang biasa terjadi, dan bukan pertanda akan terjadi bencana alam, kata peneliti Pusat Studi Bencana Alam Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Sudibyakto. "Fenomena pelangi mengelilingi matahari itu tidak ada kaitannya dengan peristiwa bencana alam seperti gempa bumi," katanya di Yogyakarta, Selasa. Menurut dia, Halo yang terlihat melingkari matahari tersebut merupakan hasil pembelokan cahaya matahari oleh partikel uap air di atmosfer. Halo terbentuk karena dispersi butir-butir es atau air pada awan sirrus oleh sinar ultraviolet. "Pada saat musim hujan, partikel uap air ada yang naik hingga tinggi sekali di atmosfer. Partikel air memiliki kemampuan untuk membelokkan atau membiaskan cahaya matahari," katanya. Ia mengatakan berhubung terjadi pada siang, saat posisi matahari sedang berada tegak lurus terhadap bumi, maka cahaya yang dibelokkan juga lebih kecil. "Itu sebabnya yang tampak di mata masyarakat yang kebetulan menyaksikannya adalah lingkaran gelap di sekeliling matahari," katanya.

Menurut dia, Halo matahari sebenarnya sama dengan proses terbentuknya pelangi pada pagi atau sore setelah hujan. Lengkungan pelangi sering terlihat di bagian bawah cakrawala karena partikel uap air yang membelokkan cahaya matahari berkumpul di bagian bawah atmosfer. "Di sisi lain, pada pagi atau sore matahari pun masih berada pada sudut yang rendah. Pada posisi yang miring itu kemampuan partikel air membiaskan cahaya lebih besar, sehingga warna-warna yang muncul juga lebih lengkap," katanya.

Ia mengatakan pada siang saat matahari pada posisi tegak lurus terhadap bumi, kemampuan pembelokan cahaya menjadi rendah sehingga warna yang terlihat sangat terbatas. "Warnanya terlihat gelap, karena pandangan ke arah matahari juga terhalang debu, sedangkan pada pagi saat udara masih bersih, yang tampak adalah warna kemerahan," katanya. Fenomena Halo matahari terlihat begitu jelas di langit Yogyakarta, Selasa sekitar pukul 10.15 WIB hingga 11.15 WIB. Fenomena itu langsung menarik perhatian warga.


Last edited by gitahafas on Thu Jan 06, 2011 9:31 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Wed Jan 05, 2011 8:59 am

OTAK MANUSIA MENYUSUT DALAM 20.000 TAHUN TERAKHIR
Selasa, 04/01/2011 15:16 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Madison, Wisconsin, Ketika manusia moderen begitu bangga dengan kecerdasannya, temuan para ahli menunjukkan volume otak manusia yang hidup 20.000 tahun lalu justru lebih besar. Tidak tanggung-tanggung, selisihnya hampir sebesar bola tenis. "Dalam 20.000 tahun terakhir, volume rata-rata otak manusia menyusut dari 1.500 cm3 menjadi sekitar 1.350 cm3. Penyusutan ini terjadi pada pria maupun wanita, tidak peduli dari etnis manapun," ungkap Kathleen McAuliffe, antropolog dari University of Wisconsin seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (4/1/2010).

Berbagai spekulasi dikembangkan para ahli untuk menjelaskan temuan yang cukup mengejutkan tersebut. Salah satunya terkait dengan peradaban masa itu yang termasuk dalam periode zaman batu tua (Upper Paleolithic). Pada masa tersebut, aktivitas manusia purba mengalami peralihan cukup drastis dari yang semula tinggal di gua menjadi lebih banyak di luar ruangan. Diduga hawa yang lebih dingin dibanding saat berada di dalam gua memicu terjadinya adaptasi fisiologis pada ukuran tengkorak manusia.

Teori lain mengatakan, perubahan itu lebih terkait dengan perubahan pola makan. Dari yang semula hanya makan daging kuda atau rusa, manusia zaman batu mulai mengolah makanan menjadi lebih mudah dikunyah. Jarang mengunyah menyebabkan rahang tidak tumbuh dan secara keseluruhan ukuran tengkorak mengecil. Spekulasi yang agak berbeda dikembangkan University of Missouri, yang mengaitkannya dengan kepadatan penduduk. Ketika populasi manusia dan kompleksitas hubungan dengan masyarakat meningkat, manusia tidak dituntut untuk terlalu cerdas sehingga volume otak cenderung menyusut.

Namun teori yang terakhir ini tidak terlalu mendapat dukungan dari ahli yang lain, sebab volume otak memang tidak selamanya berbanding lurus dengan tingkat kecerdasan. Faktanya kemampuan dan kreativitas manusia terutama untuk menggunakan bahasa dalam berkomunikasi terus meningkat dari masa ke masa. "Menyusutnya volume otak justru menunjukkan bahwa manusia moderen makin cerdas. Meski volumenya lebih kecil, otak manusia bisa bekerja lebih efisien sehingga tidak boros energi," ungkap Dr John Hawks, antropolog lainnya dari University of Wisconsin.


Last edited by gitahafas on Thu Jan 06, 2011 9:31 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Thu Jan 06, 2011 9:30 am

RESOLUSI 2011: INGIN TAMBAH PINTAR
Rabu, 5 Januari 2011 | 11:20 WIB OLEH NINOK LEKSONO
KOMPAS.com — Menyimak berbagai tantangan pekerjaan atau perkembangan berbagai sisi kehidupan yang semakin rumit, masuk akal kalau ada yang mengadopsi ”ingin jadi lebih pintar dari 2010” sebagai resolusi tahun 2011. Ya, resolusi yang bisa terdengar tidak berlebihan. Perkembangan sains dan teknologi, atau ekonomi, atau masalah kesehatan memang makin pelik sehingga masyarakat pun—mau tak mau—harus berusaha menyesuaikan diri dengan meningkatnya kerumitan soal di atas.

Pintar atau cerdas, bagi sebagian kalangan, dianggap sudah bawaan lahir. Dan, dalam kaitan ini, masa-masa 9 bulan di kandungan merupakan masa yang amat menentukan. Pada masa itulah antara lain otak terbentuk (Time, 4/10/10). Sebagian memandang kecerdasan adalah anugerah sehingga sosok brilian seperti Albert Einstein atau Isaac Newton adalah unik tidak ada duanya. Kalaupun kedua tokoh dari bidang sains ini banyak jadi idola, sah saja apabila setiap insan mendambakan jadi lebih pintar. Dalam perkembangan berikutnya dikenal konsep kecerdasan majemuk, yang dimajukan oleh Howard Gardner (1943- ) dalam karyanya Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences (1983, 1993).

Menurut Gardner, kecerdasan bukan satu entitas tunggal dan diturunkan seperti yang banyak dianut di zaman keemasan psikometri dan behavioris. Seperti diulas kembali oleh Mark Smith (di Infed, 2002, 2008), dengan pemahaman akan kecerdasan majemuk ini, dunia pendidikan mendapatkan pendekatan baru yang lebih terbuka untuk mengapresiasi adanya kecakapan lain di luar kecerdasan logika-matematika yang acap diukur oleh perangkat tes IQ. Sekadar menyebut kembali, Gardner menyebutkan bahwa setidaknya ada tujuh jenis kecerdasan, yaitu kecerdasan bahasa (linguistik), kecerdasan logika-matematika, kecerdasan kinestetik (yang banyak diperlihatkan oleh atlet cemerlang), kecerdasan musikal, kecerdasan antarpersonal (pintar bergaul dengan orang), kecerdasan intrapersonal (mampu memahami perasaan dan kondisi diri), dan kecerdasan spasial (cakap memahami ruang).

Setelah itu, seperti juga dipahami Gardner bahwa daftar yang ia buat belum lengkap, diakui adanya jenis kecerdasan lain, seperti kecerdasan spiritual, kecerdasan naturalis/ lingkungan, dan kecerdasan eksistensial. Paradigma yang diusulkan oleh Gardner banyak mendapat sambutan dari kalangan pendidik dan orangtua, yang kemudian menerima adanya tipe kecerdasan selain logika/matematika dan menindaklanjuti dengan mengarahkan anak ke bidang yang lebih sesuai dengan bakatnya serta tidak memaksa anak untuk menempuh bidang studi yang disukai orangtua atau dianggap populer oleh masyarakat tetapi sebenarnya tidak cocok bagi si anak.

Memacu otak
Di luar munculnya pemahaman baru yang mengakui adanya jenis kecerdasan lain di luar kecerdasan logika/matematika, fokus masih banyak dicurahkan untuk memahami dan meningkatkan kemampuan otak. Hanya saja diakui, hasrat meningkatkan kemampuan otak ini terkendala oleh fakta bahwa sejauh ini pemahaman ahli mengenai mekanisme kecerdasan masih jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pemahaman ahli mengenai mekanisme kekuatan otot (Newsweek, 10, 17/1/11). Namun, di tengah miskinnya hasil riset yang meyakinkan, keinginan untuk memperbesar kapasitas kognitif bukannya tanpa harapan. Seiring dengan terus dipacunya riset neurosains, muncul pula pemahaman akan proses atau mekanisme fisik yang terjadi, meskipun juga tetap diakui bahwa pemahaman tuntas mengenai pikiran manusia masih merupakan hal misterius.

Menerima bakat
Ketika tantangan kognitif makin tinggi dan resep jitu untuk meningkatkan daya otak masih terus dicari, sebagian mencoba mendapatkan daya konsentrasi dan motivasi melalui pendekatan tradisional dan modern. Nikotin dan kafein juga sempat disinggung dalam laporan Newsweek selain stimulan seperti Adderall dan Ritalin. Dua produk terakhir diciptakan untuk meningkatkan level dopamin otak. Ini cairan yang melahirkan motivasi dan perasaan dihargai.

Kearifan yang dapat ditarik dari uraian di atas adalah di satu sisi merupakan keinginan sah untuk menjadi lebih pintar, tetapi di sisi lain hal itu secara ilmiah juga menghadapi kendala. Jalan tengah yang dapat diambil lebih kurang adalah terus berusaha meningkatkan kepintaran, tetapi di sisi lain setiap insan juga bijak menerima bakat yang telah dianugerahkan kepadanya. Seseorang yang kenyataannya lebih memiliki kecerdasan musikal bisa saja memendam keinginan untuk menjadi seorang atlet. Namun, mungkin ia harus mengeluarkan upaya ekstrabesar untuk mencapai keunggulan (excellence). Itu pun kalau memang bisa.

Pencapaian pemahaman akan pengetahuan sendiri, dalam banyak hal, sering disebut karena pencurahan akal budi secara total. Beethoven tak kenal urusan lain, selain musik, dan ia hanya mondar-mandir di ruang kerjanya tanpa memikirkan soal lain. Dengan itu, ia lalu mencapai kejeniusan musik. Pertanyaan relevan, di tengah zaman gadget sekarang ini, sanggupkah kita yang ingin meningkatkan kepintaran menjalani laku seperti Beethoven?
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Wed Jan 12, 2011 6:55 pm

CARA BIJAK MAKAN SEAFOOD
Rabu, 12 Januari 2011, 17:14 WIB Siswanto, Febry Abbdinnah
VIVAnews – Sashimi, sushi, kerapu bakar, tuna asam manis dan sop kepala kakap merah, semuanya makanan menggiurkan selera. Banyak orang di berbagai belahan dunia menggemarinya, mungkin termasuk Anda dan keluarga. Tetapi tahukah Anda, bila kita semua tidak bijaksana dalam mengonsumsi makanan yang berasal dari laut ini, berarti kita ikut terlibat mempercepat kepunahan ikan laut. Bahkan, para ilmuwan kelautan telah memprediksi kita semua akan mengonsumsi plankton pada 2050 mendatang, bila mulai hari ini tidak bijaksana memilih seafood. Plankton adalah pakan alami ikan laut.

“Ikan makin hari semakin seperti emas. Nelayan semakin susah mencarinya,” kata Imam Mustofa, Koordinator WWF-Indonesia National Fisheries Program, pada seminar bertajuk 'Choose Your Food Right' di @america Pacific Place, Jakarta. Seperti Anda ketahui, ikan sangat baik bagi kesehatan manusia karena merupakan sumber protein, lemak, vitamin B6, B12, Biotin, dan Niacin, serta kaya akan mineral yang dapat meningkatkan kecerdasan otak. Karena itu, tidak heran bila penggila sushi atau seafood makin hari makin meningkat, apalagi di Indonesia yang memiliki laut yang luasnya lebih kurang 5,6 juta kilometer persegi dengan potensi sumber daya alam yang melimpah. Namun lucunya, makin hari para nelayan mencari ikan di tempat yang lebih jauh dari garis pantai. Bahkan, nelayan-nelayan dari North Sea mulai mencari ikan di perairan coral triangle, yaitu Indonesia, Malaysia, Filiphina, Timor Leste, dan Papua New Guinea.

Permintaan yang tinggi dari masyarakat akan seafood menyebabkan perusahaan perikanan mendistribusikan ikan dari hasil tangkapan nelayan lebih banyak. Nelayan pun demi keuntungan yang lebih besar mencoba menjaring ikan dalam jumlah yang lebih banyak pula tanpa menghiraukan standar ukuran ikan yang dapat dipanen. Sedangkan kondisi perikanan di Indonesia sendiri cukup mengkhawatirkan. Ukuran yang biasa ditangkap saat ini jauh lebih kecil dari ukuran standar penangkapan. Ikan tuna misalnya, standar penangkapannya adalah 600 gram, tetapi yang sering Anda temui pasti lebih kecil dari itu.

Solusi
Cobalah untuk bijak dalam memilih seafood yang akan Anda makan. WWF telah mengeluarkan 'Seafood Guide' berisi daftar jenis-jenis ikan yang dapat Anda hindari, kurangi, dan Anda makan. Penyu dan telurnya, ketam kelapa, lobster atau udang karang, hiu, tuna sirip biru dan kuning, serta kerapu harus Anda dihindari karena populasinya sedikit sekali. Sedangkan kepiting, kakap, udang, pari, dan gurita sebaiknya yang Anda kurangi. Begitu pula dengan telur ikan karena dengan memakan telur ikan, berarti Anda telah memusnahkan bibit ikan.

Lalu, apa yang dapat Anda makan sepuasnya; teri, tongkol, bandeng, bawal, sarden, tenggiri, cumi-cumi, dan ubur-ubur. Kaget? Tenang saja! 'Seafood Guide' yang dibuat WWF bukanlah harga mati. Anda masih dapat makan tuna, kakap, udang asalkan betul-betul memperhatikan ukurannya. Pilihlah seafood yang ukurannya besar, karena yang berukuran kecil masih merupakan bayi. Dengan mengikuti cara ini, maka Anda akan berhasil memaksa nelayan dan perusahaan perikanan untuk lebih bertanggung jawab. Dan Anda tidak perlu takut akan memberi makan anak dan cucu, plankton di kemudian hari. (pet)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Wed Jan 12, 2011 7:44 pm

DANAU TOBA
Tak lengkap rasanya jika Anda berkunjung ke Sumatera Utara tidak mampir sejenak ke Danau Toba, danau vulkanik yang merupakan danau terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Pesona eksotisnya berupa hamparan danau luas laksana lautan dengan pepohonan rindang dan perbukitan yang menawan. Danau ini berukuran 1700 meter persegi dengan kedalaman kurang lebih 450 meter dan terletak 906 meter di atas permukaan laut, di tengah danau terdapat Pulau Samosir yang tak kalah menariknya menjadi objek kunjungan wisata.

- Arie Basuki/Tempo

Dalam kunjungannya pada 1996, Pangeran Bernard dari Belanda bahkan menyatakan kekagumannya pada panorama indah danau ini. “Juallah nama saya untuk danau ini. Saya tak dapat melukiskan betapa indahnya Danau Toba,” katanya antusias. Ada tujuh kabupaten di sekeliling danau, yakni Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Samosir yang memiliki panorama alam indah dan menjadi lokasi tujuan wisata. Umumnya wisatawan menikmati keelokan Danau Toba dari Parapat di Simalungun dan Tuktuk Siadong di Pulau Samosir.

Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73 ribu-75 ribu tahun lalu dan merupakan letusan super volcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama dua minggu. Debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama satu minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.

Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan, pada beberapa spesies, juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya.

Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir. Ketika menikmati keindahan danau ini, Anda mungkin tak membayangkan bahwa pesona yang terjadi berasal dari bencana dahsyat letusan gunung berapi yang mendatangkan ketakutan dan kengerian ketika itu.
Perjalanan darat ke Danau Toba, tepatnya ke Parapat, memakan waktu empat sampai lima jam dari Medan. Tersedia bus atau travel yang langsung menuju Parapat. Rutenya melewati Lubuk Pakam, Tebing Tinggi, dan belok ke arah Pematang Siantar. Sepanjang perjalanan, kita disuguhi panorama perkebunan kelapa sawit dan karet.

Apabila menggunakan kereta api, dari Medan pilih rute menuju Pematang Siantar. Dari sini perjalanan dilanjutkan menggunakan bus ke Parapat. Waktu tempuhnya satu jam.Untuk tempat menginap dan tinggal lebih lama menikmati keindahan Danau Toba, tersedia banyak hotel dan penginapan. Di Parapat, sedikitnya ada 900 kamar hotel berbagai jenis, mulai dari bintang empat hingga homestay, di Tuktuk juga tak berbeda. Baik di Parapat maupun Tuktuk, wisatawan dapat langsung menikmati danau dari pinggirannya. Tarif hotel di Tuktuk dan Parapat bervariasi, sesuai tipikal turis yang datang. Mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 500 ribu per malam tergantung tipe hotel.

Sebuah perusahaan travel bahkan menawarkan menikmati keindahan Danau Toba dari udara, yakni menggunakan paralayang. Setiap wisatawan diberi kesempatan terbang menggunakan paralayang dari kawasan pegunungan Tongging, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Bagi para wisatawan yang ingin mencoba paralayang akan ditemani seorang instruktur berpengalaman, namun tentunya penentuan bisa terbang atau tidak tergantung pada kondisi cuaca dan angin.

Tidak hanya itu, menikmati keindahan matahari terbit dan terbenam bisa Anda nikmati dari pesisir danau. Dari dataran tinggi Karo di sebelah utara, keelokan danau terlihat memanjang dipandang dari Sikodonkodon. Namun, hanya ada satu resor di sini. Di sisi barat, pemandangan danau dan Pulau Samosir dapat dengan sempurna disaksikan dari Tele. Ada gardu pandang di ketinggian sekitar 1.000 meter dari permukaan laut untuk menikmati senja di Danau Toba.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Sat Jan 15, 2011 9:01 am

BAGAIMANA HIDUNG MEMBEDAKAN BAU BUSUK DAN WANGI?
Jumat, 14/01/2011 14:12 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Hidung manusia sangat cepat membedakan mana bau busuk dan wangi. Bagaimana sebenarnya caranya hidung manusia mampu mengenali bau yang tidak sedap dan wewangian? Hidung manusia bisa mencium ribuan bahkan jutaan aroma yang berbeda. Tapi menurut ilmuwan hidung manusia hanya memiliki sekitar 400 jenis reseptor bau yang berbeda, yaitu protein yang menangkap molekul aroma yang dapat diidentifikasi. Sel reseptor itu mampu melakukan pencampuran dan pencocokan (mix and match).

Dilansir Scientificamerican, Jumat (14/1/2011), setiap sel saraf dalam hidung bisa mencium dan mengenali lebih dari satu bau, tetapi dengan puncak bau yang berbeda. Dan keunikan aroma tergantung pada sel-sel yang menanggapinya dan seberapa intens aroma tersebut sering dihirup. Bagaimana proses orang mampu mengenali aroma sangatlah kompleks, tidak hanya melibatkan indra penciuman tetapi juga otak. Secara internal, epitel penciuman (selaput lendir) yang terletak di bagian atas dinding kedua rongga hidung adalah bagian dari hidung yang mendeteksi bau. Epitel ini berisi sekitar 5 juta neuron penciuman.

Setiap neuron dihubungkan melalui sinapsis ke olfactory bulb (bola saraf penciuman), yang merupakan bagian dari otak dengan serat panjang yang disebut akson. Di olfactory bulb inilah kesan aroma pertama kali dibuat. Setelah aroma mencapai reseptor, olfactory bulb akan mengirimkan impuls saraf melalui saluran penciuman, talamus (yang kemudian mengirimkan impuls ke neokorteks) dan hipotalamus.

Di dalam neokorteks terjadi diskriminasi, persepsi dan menyimpanan memori aroma, yang memungkinkan orang mampu mengidentifikasi aroma yang diciumnya.
Jadi, orang dapat mengenali banyak aroma termasuk membedakan bau busuk dan wewangian bergantung pada memori aroma yang disimpan dan persepsi terhadap bau tersebut di bagian otak.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Fri Jan 28, 2011 5:06 pm

APA GUNANYA MENCARI PLANET LAIN?
Editor: Tri Wahono Jumat, 28 Januari 2011 | 11:50 WIB Kompas.com
Tanya:
Apa sih dampak dan manfaat dari penemuan-penemuan planet ekstrasurya dalam jangka pendek dan jangka panjang untuk kehidupan manusia?

Jawab:
Dampaknya sangat besar, dan lebih besar daripada yang umat manusia saat ini bayangkan. Dalam jangka pendek, kita bisa mempelajari proses asal-muasal tata surya kita, yang artinya juga mempelajari asal-muasal bumi dan tentunya juga asal-muasal kehidupan dan manusia. Dalam jangka panjang, manusia akan mengetahui secara ilmiah, bahwa ada kemungkinan besar banyak sekali kehidupan di planet lain. Dengan pengetahuan ini, maka pola berpikir manusia akan berubah total, baik dari segi filosofi, kepercayaan maupun segi ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Dari segi filosofi, manusia akan mengkaji ulang semua sejarah manusia dan peradaban yang telah dilalui, dan saya yakin banyak sekali yang harus dikoreksi. Dari segi iptek, tentu saja manusia akan berlomba-lomba untuk membuat wahana ruang angkasa untuk menjelajah alam semesta di luar Bumi. Terutama hal ini sangat penting jika ada ancaman terhadap bumi. Seandainya manusia bisa menjelajah ke planet lain, dan memanfaatkan hasil alam di sana dan membuat peradaban baru, maka umat manusia tidak akan punah walaupun misalnya bumi yang kita tempati sekarang tidak dapat lagi menunjang kehidupan atau hancur. Karena keterkaitan erat riset planet ekstra surya dengan astrobiologi, banyak sekali manfaat yang dapat diambil untuk kelangsungan hidup umat manusia di generasi mendatang.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Fri Feb 04, 2011 12:42 pm

ASK JOHNY
Johny Setiawan, seorang astronom asal Indonesia yang dikenal di dunia sebagai penemu beberapa planet ekstrasurya akan kembali meneropong ruang angkasa. Kali ini ia akan kembali berburu planet dari European Southern Observatory di La Silla, Chile, 20-28 Januari 2011. Anda bisa bertanya apa saja kepada dia. Kami akan menyeleksi pertanyaan dan memublikasikan jawaban yang ditulis langsung oleh Johny. Ayo buktikan kalau astronomi itu asik! more about Johny

* Apakah Alam Semesta Ada Batasnya?
*Yang jelas, batas yang terdeteksi oleh manusia melalui cahaya yang ditangkap adalah sekitar 14 miliar tahun yang silam.

* Kenapa Astronomi Indonesia Tidak Maju?
*Untuk memajukan astronomi di Indonesia, hal yang paling mendasar adalah adanya minat besar pada astronomi yang disertai minat untuk meneliti.

* Apa yang Dimaksud Jarak Tahun Cahaya?
*Jika kita melihat sebuah bintang di langit yang jaraknya 1 juta tahun cahaya, berarti yang kita lihat adalah sinar 1 juta tahun yang lalu.

* Apakah Bintang Betelguese akan Meledak?
*Tidak ada bukti ilmiah bahwa Betelgeuse akan meledak pada tahun 2012 dan akan menjadi supernova. Kalaupun meledak efeknya tidak langsung.

* Mungkinkah "Black Hole" Terjadi di Bumi?
* Black hole atau lubang hitam tidak bisa terjadi atau muncul di bumi, dan juga tidak bisa muncul di tata surya kita.

* Benarkah Asteroid Akan Menabrak Bumi?
*Menurut sumber pengamatan resmi Near Earth Object Program NASA tidak ada asteroid berisiko yang akan menghantam Bumi dalam waktu dekat.

* Apakah UFO dan "Alien" Benar-benar Ada?
*Keberadaan UFO belum dapat dipastikan secara ilmiah. Yang saat ini dapat dipastikan adalah adanya kemungkinan besar kehidupan di luar Bumi.

* Benarkah "Crop Circle" Buatan Manusia?
*Crop circle bisa terjadi oleh fenomena alam biasa seperti angin, turbulensi udara, atau buatan manusia untuk menarik perhatian, misalnya reklame.

* Kapan Bisa Ditemukan Kembaran Bumi?
* Mungkin dalam kurun waktu kurang dari 10-15 tahun, kita bisa menemukan planet batuan yang serupa Bumi di sistem tata surya kita.

* Apa Gunanya Sih Mencari Planet Lain?
*Karena keterkaitan erat riset planet ekstrasurya dengan astrobiologi, banyak sekali manfaat untuk kelangsungan hidup umat manusia.

* Benarkah Planet Gliese Bisa Dihuni?
* Sistem tata surya di bintang Gliese 581 memang memiliki planet batuan yang mirip tata surya kita. Namun, tak berarti langsung ada kehidupan.

* Berapa Banyak Planet seperti Bumi?
*Sekitar 23 persen kemungkinan adanya planet yang serupa dengan Bumi dan jika mengandung unsur-unsur tertentu mungkin ada kehidupan di sana.

* Bisakah Mengungkap Asal-usul Manusia?
*Dengan meneliti pembentukan planet-planet di luar tata surya, kita bisa memperkirakan bagaimana Bumi terbentuk dan mungkin kehidupan.

* Sulitkah Menemukan Planet Baru?
*Sangat sulit tapi bukan mustahil. Yang jelas, untuk bisa melakukannya harus belajar fisika dan ilmu astronomi yang digabungkan menjadi astrofisika

*Berapa Lama Sebuah Planet Terbentuk?
*Planet terbentuk melalui konglomerasi debu dan partikel-partikel kecil membentuk inti kemudian membesar dalam waktu 1-10 juta tahun.

Sumber: Kompas.com, Jum'at 4 Februari 2011
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Fri Mar 11, 2011 6:15 pm

TANDA TANDA SEBELUM MUNCUL TSUNAMI
Jumat, 11/03/2011 16:13 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Bencana tsunami biasanya banyak menelan korban nyawa, sehingga perlu ada peringatan dini untuk masyarakat. Meski teknologi sudah bisa memprediksi beberapa bencana tapi tidak ada salahnya mengenali tanda-tanda sebelum bencana terutama tsunami, agar bisa segera mengamankan diri. Tsunami adalah serangkaian gelombang yang disebabkan oleh tanah longsor atau gempa bumi besar baik yang terjadi di darat maupun di laut. Gelombang tsunami dapat terjadi 5 menit hingga 1 jam setelah longsor atau gempa bumi. Berikut beberapa tanda-tanda awal datangnya bencana tsunami, seperti dilansir Ehow, Jumat (11/3/2011), yaitu:

1. Diawali adanya gempa bumi
Bila Anda tinggal di dekat pantai, sebaiknya berhati-hati bila terjadi gempa bumi. Tsunami biasanya terjadi karena adanya gempa bumi yang terjadi di bawah atau di dekat laut. Tidak hanya gempa yang terjadi di daerah Anda, tetapi juga di seluruh dunia. Gempa ribuan kilometer jauhnya dapat menyebabkan potensi tsunami yang mematikan di daerah Anda.

2. Dengarkan suara-suara gemuruh
Banyak korban tsunami telah mengatakan bahwa datangnya gelombang tsunami akan diawali dengan suara gemuruh yang keras mirip dengan kereta barang.

3. Perhatikan penurunan air laut
Jika ada penurunan air laut yang cepat dan bukan merupakan waktu air laut surut, maka segeralah mencari tempat perlindungan yang tinggi. Sebelum terjadi gelombang tsunami, air laut akan terlebih dahulu surut dengan cepat dan kemudian kembali dengan kekuatan yang sangat besar.

4. Selalu waspada pada gelombang pertama
Gelombang tsunami pertama tidak selalu yang paling berbahaya, sehingga tetap mendekatkan diri dari garis pantai sampai keadaaan benar-benar aman. Jangan berasumsi bahwa karena tsunami kecil di satu tempat maka akan kecil juga pada daerah yang lain. Ukuran gelombang tsunami bervariasi dan tidak sama di semua lokasi. Gelombang tsunami juga bisa melakukan perjalanan melalui sungai-sungai yang terhubung ke laut.

Selain tanda-tanda tersebut, alam juga bisa memberi tanda sebelum terjadinya bencana, seperti gerakan angin yang tidak biasa, tekanan udara atau cuaca yang ekstrem dan perilaku hewan yang berubah. Para ilmuwan berteori bahwa hewan mampu menangkap getaran-getaran atau perubahan tekanan udara di sekitar mereka yang tidak dapat dilakukan manusia.

"Saya tidak berpikir bahwa ini adalah indera keenam, setidaknya tidak ada yang dapat kita ukur pada saat ini," kata Diana Reiss, Ph.D., direktur penelitian mamalia laut di Wildlife Conservation Society, berbasis di Bronx Zoo di New York City, seperti dilansir Foxnews. Beberapa kelelawar, yang aktif di malam hari dan biasanya tidur di siang hari, menjadi sangat aktif setengah jam sebelum gelombang tsunami datang. Di Sri Lanka dan Thailand ada sebuah cerita tentang gajah-gajah berlari ke bukit satu jam sebelum tsunami tahun 2004 yang menghancurkan desa dan membunuh hingga 150.000 orang di kedua negara itu.
Back to top Go down
 
IpTek
View previous topic View next topic Back to top 
Page 22 of 25Go to page : Previous  1 ... 12 ... 21, 22, 23, 24, 25  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: SERBA-SERBI-
Jump to: