Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 IpTek

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 14 ... 25  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Sat Jul 03, 2010 6:40 am

FREKUENSI GEMPA KIAN MENINGKAT
Selasa, 12 Januari 2010 | 18:47 WIB
BANDUNG, KOMPAS.com — Frekuensi gempa di Tanah Air telah meningkat tajam dalam lima tahun terakhir. Kondisi ini menjadi sinyalemen terhadap ancaman gempa besar pada kemudian hari. Belakangan ini, gempa memang kian sering terjadi. "Ini dirasakan terutama setelah gempa tsunami di Aceh. Setelah 2004, gempa-gempa besar seolah tidak berhenti," ungkap Prof Sri Widiyantoro, pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung.

Sri mengungkapkan, sejak 1964 hingga 2005, tercatat sebanyak 30.393 gempa yang terjadi di seluruh Indonesia. Dahulu setidaknya tercatat 1.000 kali gempa, baik ukuran kecil, sedang, maupun besar di Tanah Air. Namun, sejak 2005, frekuensinya meningkat menjadi lebih dari dua kali lipat.
"Pada 2005 saja, tercatat terjadi 2.527 gempa. Hampir tiap hari terjadi setidaknya dua hingga tiga kali gempa di berbagai wilayah di Indonesia," ucap pakar tomografi gempa ini. Gempa NAD yang terjadi pada 2004 diyakini secara tidak langsung ikut memicu pergerakan di sepanjang zona subduksi lempeng tektonik Indoaustralia dan Eurasia di pesisir barat Sumatera. Gempa itu juga memicu pergerakan di segmen patahan-patahan aktif di sepanjang Sumatera.

"Meskipun di satu sisi frekuensi gempa yang tinggi juga berarti positif, yaitu terlepasnya energi perlahan. Namun, Sri meminta masyarakat mewaspadai potensi gempa besar di wilayah Mentawai. Segmen Mentawai kan belum pecah. Selama ini terlewati," tuturnya.

Diperkuat data yang ditunjukkan Prof Jim Mori, ahli gempa dari Universitas Kyoto, Jepang, gempa NAD 2004 yang tercatat sebagai gempa terbesar dalam setengah abad terakhir telah mengakibatkan pergerakan yang tinggi di zona subduksi Aceh dan Mentawai, bahkan menjalar hingga ke utara NAD.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 7:33 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Sat Jul 03, 2010 6:45 am

SETELAH GEMPA BENCANA LAIN MENGANCAM
Selasa, 6 Oktober 2009 | 08:06 WIB
KOMPAS.com — Gempa berskala besar akan merobohkan apa pun di muka bumi yang tak kukuh dan rapuh. Fenomena ini bukan hanya meruntuhkan bangunan, melainkan juga membuat tanah longsor, merekah, dan ambles. Di luar itu, gempa di pesisir juga berpotensi menimbulkan tsunami. Itulah serangkaian ancaman bagi penduduk di daerah rawan gempa. Selama bumi berputar, pergerakan lempeng-lempeng bumi yang menutupi dan mengapung di atas magma tak akan pernah berhenti. Tumbukan antarlempeng atau kerak bumi inilah yang menyebabkan gempa terus terjadi silih berganti di sekujur tubuh bumi ini.

Ketika satu lokasi lapisan bebatuan di batas kerak bumi runtuh karena merapuh menahan desakan lempeng, bebatuan itu akan mencari posisi baru yang stabil. Selama proses ini berlangsung akan terjadi serangkaian gempa susulan, pascagempa utama. Hal ini dapat mengakibatkan bangunan yang retak dan rapuh akhirnya roboh.

Untuk kejadian gempa di Padang, 30 September, terjangan gempa bahkan mencapai ratusan kali sebelum kejadian itu. Sejak gempa di Nanggroe Aceh Darussalam, 26 Desember 2004, Padang dan sekitarnya sering diguncang gempa berskala 4 hingga 6 skala Richter. ”Jumlahnya mencapai ratusan,” kata Sujabar, petugas di Pusat Gempa Nasional Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Guncangan dalam kurun waktu yang panjang secara perlahan telah melemahkan struktur bangunan yang tidak dirancang tahan gempa, antara lain ditunjukkan dengan keretakan tembok. Imbauan kepada masyarakat untuk melakukan perkuatan bangunan yang rentan terhadap gempa sudah dilakukan. ”Namun, sayangnya hal ini diabaikan karena mereka menganggap gempa besar belum pasti datang,” ujar Febrin A Ismail, Koordinator Tenaga Ahli Kelompok Siaga Tsunami (Kogami) Sumatera Barat.

Longsor dan ambles
Ancaman lain yang mengintai setelah gempa adalah tanah longsor dan ambles. Hal ini terjadi di daerah perbukitan karena berkurangnya tutupan lahan.
Berkurangnya areal hutan di kawasan lereng akan membuka potensi tererosi dan longsor ketika diguyur hujan. Kondisi ini diawali saat musim kemarau. Akibat paparan sinar matahari yang intensif, ikatan tanah permukaan yang ”telanjang” akan melemah dan merenggang.

Longsoran umumnya terjadi pada masa peralihan dari kemarau ke musim hujan, terutama di daerah berjenis tanah yang mudah lepas. Ketika terguyur hujan terus-menerus, ikatan yang melemah itu akan putus karena menanggung beban air di pori-porinya. Putusnya ikatan itu ditandai dengan longsoran tanah. Ancaman longsor menjadi makin besar ketika di lereng yang rapuh itu bertengger bangunan, apalagi ketika diguncang gempa. Longsornya lereng di beberapa daerah di Sumatera Barat pascagempa, 30 September, antara lain terpicu oleh kondisi tersebut. Hal serupa juga terjadi di Cianjur, Jawa Barat, 2 September 2009.

Melihat kecenderungan merambahnya areal permukiman ke daerah perbukitan akibat meningkatnya populasi di daerah rawan gempa, pada masa-masa mendatang kejadian longsor saat gempa seperti di Cianjur dan Padang-Solok bakal terjadi pula di daerah lereng lainnya yang rawan gempa dan berpenduduk padat. Selain longsor, amblesnya permukaan juga dapat terjadi di daerah yang diterjang gempa. Akibat gempa, sumber air di bawah tanah teraduk hingga terjadi likuifaksi atau pelembekan tanah. Tanah yang mengalami pembebanan tinggi dan berongga akan ambles.

Efek domino
Efek domino pun dapat terjadi pada segmen kegempaan dan patahan yang berdekatan dengan bebatuan yang runtuh yang menjadi sumber gempa. Kondisi itu antara lain terjadi pascagempa Padang yang keesokan harinya diikuti gempa Jambi, yang bersumber dari sesar Semangko. ”Saat ini segmen kegempaan Mentawai pun perlu mendapat perhatian setelah gempa Padang akhir bulan lalu,” kata Danny Hilman, pakar geologi dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Sebab, sumber gempa tersebut berada di tepi barat segmen Mentawai—disebut megathrust—yang terbentang dari Pulau Siberut hingga Pulau Pagai. Penelitian LIPI di Kepulauan Mentawai menunjukkan, tahun 1650 pernah terjadi gempa di atas 8 SR di Pulau Siberut. Tahun 1797 dan 1883 gempa berskala sama kembali muncul di daerah itu.

Kedua gempa—berdasarkan penelitian koral dan lapisan sedimen—menimbulkan tsunami di Padang setinggi 10 meter. Adapun pemodelan perambatan tsunami akibat gempa 8,7-8,9 SR pada 1797 dan 1833, yang dibuat pakar tsunami ITB, Hamzah Latief, gelombang akan sampai ke pantai Padang dalam waktu 30 menit dengan ketinggian hampir 5 meter.

Segmen Mentawai merupakan bagian dari sistem kegempaan di barat Sumatera yang terbagi dalam empat segmen utama (Simelue, Nias, Mentawai, Enggano). Sejak 10 tahun terakhir gempa di segmen-segmen ini ”bertalu-talu”. ”Munculnya gempa akhir September itu dapat mengusik segmen Mentawai yang tidur, hingga menimbulkan tsunami,” ujar Danny.

Gempa-gempa di kepulauan di barat Sumatera itu periode pengulangannya sekitar 200-300 tahun. Hal ini akibat efek penunjaman dari lempeng Indoaustralia yang menekan ujung lempeng Eurasia di bawah bagian barat sesar Semangko hingga ke kepulauan di pesisir Sumatera. Kecepatan desakan lempeng tersebut 6 hingga 7 sentimeter per tahun.

Bebatuan di ujung lempeng pada suatu waktu akan melenting karena tidak mampu lagi menahan tekanan itu. Hal ini ditandai dengan gempa besar, pergeseran posisi daratan di segmen itu, dan menjauhnya pulau dari daratan beberapa meter dari posisi semula. Pascagempa tahun 2004, kepulauan di pesisir Banda Aceh menjauh 1-3 meter.

Selain fenomena alam yang menyertai gempa besar, dampak lain adalah ancaman penyakit, kelangkaan pangan, serta trauma kejiwaan korban yang kehilangan harta dan keluarganya. Karena itu, Danny mengingatkan semua pihak di Padang harus waspada dan melakukan antisipasi menghadapi perulangan gempa berpotensi tsunami.en Mentawai kan belum pecah. Selama ini terlewati," tuturnya. Diperkuat data yang ditunjukkan Prof Jim Mori, ahli gempa dari Universitas Kyoto, Jepang, gempa NAD 2004 yang tercatat sebagai gempa terbesar dalam setengah abad terakhir telah mengakibatkan pergerakan yang tinggi di zona subduksi Aceh dan Mentawai, bahkan menjalar hingga ke utara NAD.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 7:36 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Sat Jul 03, 2010 12:22 pm

PETA ZONASI GEMPA DILUNCURKAN
Jumat, 16 Juli 2010 | 12:08 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Pekerjaan Umum, Jumat (16/7/2010) di Jakarta, meluncurkan peta zona gempa. Peta ini merepresentasikan potensi bahaya gempa yang lebih akurat dibandingkan dengan peta tahun 2002. Peta ini diperbarui berdasarkan data seismisitas, hasil-hasil riset terbaru seismotektonik di Indonesia, dan dianalisis menggunakan model sumber gempa tiga dimensi dengan mengacu pada standar internasional yang berlaku. Peta tahun 2010 ini juga disusun dengan mengacu pada international building code yang menggunakan probabilitas terlampaui 2 persen untuk masa layan bangunan 50 tahun pada periode pendek T=0,2 detik dan periode T=1 detik sebagai dasar untuk menentukan spektra percepatan di batuan dasar.

"Peta ini sudah mengakomodasi seluruh kebutuhan, yaitu untuk bangunan gedung, bangunan air, dan jembatan," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian PU Amuazi Idrus, kepada para wartawan. Peta zonasi gempa ini, sambung Amuazi, merupakan hasil kerja tim yang dibentuk Panitia Teknis Bahan Konstruksi dan Rekayasa Sipil. Tim kerja ini diisi oleh pakar dari ITB, LIPI, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dan PU.

Pada peta tersebut, tergambar peta Indonesia beserta potensi bahaya gempanya. Semakin berwarna gelap, berarti daerah tersebut semakin rawan gempa. Peta ini rencananya diedarkan ke pimpinan kementerian/lembaga negara, gubernur dan bupati/wali kota se-Indonesia. Diharapkan, mereka dapat melakukan penyesuaian begitu menerima peta zonasi gempa.


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 6:16 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Sat Jul 03, 2010 12:39 pm

MENYELAMATKAN DIRI LEWAT TANGGA DARURAT BUKAN TINDAKAN TERBAIK
Kamis, 3 September 2009 | 22:37 WIB NADIA FELICIA/KOMPAS.COM
JAKARTA, KOMPAS.com - Masih membekas di ingatan kita peristiwa kepanikan massal ketika ribuan orang di Jakarta digoyang gempa Tasikmalaya (2/9) lalu. Terlebih mereka yang sedang berada di gedung-gedung pencakar langit. Gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter yang berpusat di barat daya Tasikmalaya membuat gedung-gedung di Jakarta bergoyang, ribuan orang seketika berjejal menyelamatkan diri berjuang turun dari gedung melalui tangga darurat.

Para orang tua dan wanita bergegas menuruni ribuan anak tangga. Bisa dibayangkan banyak tenaga yang terkuras hingga membuat pingsan. Ada pula sejumlah ibu hamil yang pingsan dan dilarikan ke rumah sakit karena kejang perut. Ternyata lari seketika menuruni anak tangga menuju luar gedung saat gempa bukan tindakan tepat. Kepanikan tidak harus terjadi jika kita tahu prosedur standar penyelamatan diri saat terjadi gempa.

Berikut standar praktis penyelamatan gempa seperti dirilis Federal Emergency Management Agency (FEMA) sebuah badan yang menjadi bagian dari Departemen Keamanan Daerah AS (DHS) melalui situs mereka. Bertahan seaman mungkin selama gempa berlangsung. Sadarilah bahwa ini adalah gempa permulaan. Gempa susulan yang lebih besar mungkin terjadi. Gerakan minimal hanya ke tempat yang aman di dekat Anda dan tetap tinggal di dalam ruangan hingga goncangan berhenti dan Anda yakin keluar dengan aman.

Jika di dalam ruangan:
* Segera merunduk ke lantai. Berlindung ke bawah meja yang kokoh dan jangan keluar sampai goncangan gempa berhenti. Jika di dekat Anda tidak ada meja, lindungi wajah dan kepala dengan lengan sambil berjongkok di dekat sudut ruangan.
* Jauhi benda kaca, jendela, pintu dan dinding luar dan apapun yang bisa jatuh seperti lampu atau benda-benda furnitur.
* Jika sedang tiduran di kasur, tetaplah bertahan. Lindungi kepala Anda dengan bantal atau jika berada di bawah lampu yang berat, segera pindah ke sudut aman yang terdekat.
* Tinggal di dalam sampai goncangan berhenti lalu yakinkan bahwa Anda aman untuk keluar. Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan luka-luka terjadi ketika orang-orang di dalam bangunan panik atau berjejal untuk segera keluar gedung.
* Saat menuruni gedung jangan gunakan lift atau tangga berjalan.

Jika di Luar Rungan:
* Tetap bertahan
* Menjauhlah dari bangunan, lampu jalanan, atau apapun bangunan atau pohon yang ada di dekat Anda.
* Tetap bertahan di luar sampai guncangan berhenti. Sebanyak 120 korban jiwa dari gempa yang terjadi sejak tahun 1933 membuktikan, mereka tewas karena tertimpa puing reruntuhan dan dinding runtuh. Gerakan tanah selama gempa jarang menjadi penyebab langsung kematian atau cedera. Sebagian besar korban gempa meninggal atau cedera karena tertimpa dinding runtuh, pecahan kaca, atau tertimpa benda berat lainnya.

Jika sedang berkendara:
* Berhenti secepatnya dan tinggal di dalam mobil. Hindari berhenti di dekat atau di bawah bangunan, pohon, jalan layang, atau instalasi listrik atau kabel.
* Lanjutkan dengan hati-hati setelah gempa berhenti. Hindari jalan, jembatan, atau areal landai yang mungkin telah rusak akibat gempa.

Jika terperangkap di bawah puing:
* Jangan nyalakan api.
* Jangan bergerak atau menendang debu. Tindakan ini juga bisa membuat runtuhan semakin parah.
* Lindungi mulut anda dengan sapu tangan atau kain baju.
* Tekan perlahan dinding sehingga penyelamat dapat menemukan Anda. Gunakan peluit jika tersedia. Berteriak hanya sebagai pilihan terakhir. Berteriak dapat mengakibatkan bahaya Anda menghirup debu.

Tindakan di atas bersifat praktis. Tanya dan diskusikanlah tindakan lainnya kepada orang yang pernah mengikuti pelatihan penyelamatan bencana gempa. Perlu diketahui, hanya sedikit perusahaan di Indonesia yang berkantor di gedung tinggi telah melatih karyawannya bertindak darurat khusus jika terjadi gempa bumi.


Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 7:17 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Sat Jul 03, 2010 12:41 pm

RATUSAN KOTA HARUS WASPADA
Jum'at, 23 Juli 2010, 21:28 WIB Umi Kalsum, Anda Nurlaila
VIVAnews - Peta gempa 2010 membuat bulu kuduk bergidik. Peta itu memuat data wilayah-wilayah rawan gempa berkali lipat dari peta delapan tahun lalu. Pemimpin daerah pun kian waspada. Sebetulnya, kata pakar gempa dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Dr Danny Hilman Natawidjaja, tidak ada pola gempa baru dari peta baru dikeluarkan pekan lalu. Hanya saja banyaknya pihak terlibat dalam pembuatan data menjadikan peta makin lengkap. Daerah rawan gempa pun kian mudah dideteksi. Apakah semua daerah sama bahayanya? Dalam wawancara dengan VIVAnews pada Kamis 22 Juli 2010, Danny membeberkan kondisi terbaru 'dapur' gempa di Indonesia. Berikut petikannya.

Apa arti pentingnya peta baru gempa ini?
Peta gempa berisi potensi bahaya gempa yang tersimpan di tiap daerah. Ada wilayah dengan potensi terjadi gempa cukup tinggi, ada juga yang rendah.

Bedanya dengan peta gempa yang lama?
Data peta yang baru selesai secara umum lebih baik daripada peta gempa 2002 lalu. Datanya lebih lengkap karena dari berbagai instansi. Sebelumnya data-data hanya berasal dari perorangan. Metode yang digunakan juga lebih bagus.

Lebih spesifik, apa bedanya dengan peta sebelumnya?
Berbeda dari sebelumnya, peta gempa saat ini memuat daerah dengan potensi gempa yang lebih luas. Sebelumnya ada beberapa daerah yang belum masuk, sekarang diikutkan. Begitu juga dengan potensinya sekarang lebih tinggi karena datanya lebih lengkap.

Ada pergeseran lempeng dalam peta yang baru dibanding sebelumnya?
Tidak ada. Karena dasarnya dari data.

Di mana saja daerah yang berpotensi besar?
Semua kota yang berada di wilayah patahan aktif. Misalnya Padang, Banda Aceh, Surabaya, Malang, Semarang. Jumlahnya ratusan kota. Hanya pulau Kalimantan saja yang relatif aman dari gempa.

Bagaimana dengan Jakarta? Apakah termasuk daerah rawan gempa?
Jakarta termasuk cukup rawan. Dari data terbaru, tingkat kerentanan Jakarta terhadap gempa bumi naik probabilitasnya (potensi) dari 0,15 pada peta gempa 2002 menjadi 0,20 pada peta saat ini.

Apa artinya?
Goncangan gempa yang menimpa bertambah tinggi bisa mencapai 0,2. Intensitasnya kini mencapai 7-8.

Bisakah memprediksi kapan dan besar gempa berdasarkan peta gempa terbaru ini?
Peta gempa tidak bisa memprediksi kapan gempa terjadi. Yang dipublikasikan hanya secara umum seperti besaran dan intensitas gempa. Untuk memprediksi gempa harus ada metode yang lebih mendetail.

Belum lama ini ditemukan gunung api bawah laut di Sangihe dan gunung berdiameter 4.600 meter di Sumatera. Seberapa besar potensi gempa bumi dari dua gunung api dibandingkan dengan letusan gunung Krakatau pada 1883?
Gunung berapi tidak berpengaruh pada gempa bumi. Tetapi letusannya bisa menyebabkan gempa bumi.

Dari data gempa yang ada, bagaimana sebaiknya antisipasi yang harus dilakukan?
Peta gempa digunakan sebagai bahan pertimbangan ketahanan bangunan. Penerapannya dilakukan Departemen Pekerjaan Umum (DPU) untuk kualitas bangunan. Kekuatan bangunan harus disesuaikan dengan besaran yang ada saat ini. Kalau dulunya ketahanan bangunan berdasarkan 0,15 sekarang kekuatannya harus 0,2. Semuanya sudah diperhitungkan dan tiap individual bangunan sangat bervariasi.

Apa yang sebaiknya dilakukan masyarakat?
Masyarakat yang tinggal di daerah rawan gempa harus lebih berhati-hati dan memperhatikan kondisi struktur rumah dan bangunan mereka. Penataan bangunan dan rumah harus mempertimbangkan keselamatan apabila terjadi gempa.
• VIVAnews


Last edited by gitahafas on Thu Aug 12, 2010 6:00 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Sat Jul 03, 2010 12:49 pm

GUNUNG API BISA TIDUR RIBUAN TAHUN
Rabu, 21 April 2010 | 09:00 WIB Oleh Brigitta Isworo L
KOMPAS.com — Gunung api dan gempa hingga kini masih menyimpan misteri. Fenomena gunung api terasa di luar jangkauan tangan manusia. Kekuatan dan daya rusaknya ada dalam skala "superhuman". Letusan sebuah gunung di Eslandia di gletser Eyjafjallajökull menggugah kembali mitos dan legenda soal gunung.
Kekuatan yang dikeluarkan gunung di Eyjafjallajökull adalah ”simpanan” energi yang dihimpun selama lebih dari 1.100 tahun. Tak heran jika ”simpanan”-nya berupa abu vulkanik sedemikian besar volumenya, mengakibatkan kegelapan di langit Eropa utara dan lebih dari 16.000 penerbangan dibatalkan. Tercatat hanya dua kali gunung itu meletus, terakhir terjadi antara tahun 1821 dan 1823.

Bentuk gunung berapi ini menurut vulkanologis Benjamin Edwards memang bisa menipu. Bentuknya yang landai membuat orang berpikir tak akan terjadi letusan yang eksplosif. Menurut Edwards, gunung api yang letusannya bersifat eksplosif biasanya kandungan magmanya kaya akan oksigen dan silikat. Dan, bentuk gunungnya kerucut seperti gunung Fujiyama di Jepang atau Gunung St Helen—sebelum letusan hebat pada tahun 1980 yang menyebabkan pucuknya terpotong.
Jenis lain yaitu gunung-gunung di Hawaii, seperti Mauna Loa, yang saat meletus mengeluarkan magma yang kental dan sedikit kandungan gasnya, meleleh dari celah-celah di sepanjang tubuhnya atau dari kepundannya.

Namun, pada gunung api tipe stratovolcano seperti di Eslandia ini terdapat magma bentukan baru yang kemudian bercampur magma lama. Kondisi ini mampu memperkaya magma dengan oksigen dan silikat. Faktor X lainnya adalah lapisan es tebal. Air dari es yang mencair yang kontak dengan magma, menurut Edwards, dapat memicu letusan yang eksplosif.

Teori lain dikemukakan Edward Venzke dari Global Volcanism Network di Washington, AS. Jaringan ini juga melibatkan US Geological Survey (USGS) dan Museum of Natural History Smithsonian Institution. Pada erupsi (letusan) pertama Maret lalu, magma memancur keluar dari retakan-retakan—mengindikasikan ada kandungan gas. Ketika erupsi berhenti, magma menyumbat retakan sehingga tekanan di bawah puncak yang dilapisi es meningkat. Naiknya suhu magma mencairkan es. Air yang terbentuk inilah yang memicu letusan eksplosif.

Waspada Katla
Ketika Eyjafjallajökull meletus, pantas diwaspadai akankah ini memengaruhi aktivitas gunung api tetangganya, Katla, yang berjarak hanya sekitar 25 kilometer dari Eyjafjallajökull. Dari laporan yang dimuat dalam jurnal Developments in Quaternary Science oleh tim ilmuwan pimpinan peneliti Erik Stukell dari University of Gothenburg, Swedia, kedua gunung tersebut pernah meletus bersama pada tahun 1612, 1821, dan tahun 1823. Dari laporan tersebut terbaca bahwa Katla memuntahkan material lebih banyak dibandingkan dengan Eyjafjallajökull.

Seperti laporan yang dimuat Christian Science Monitor, ditemukan sejumlah bukti bahwa magma di kedua gunung itu bersama-sama meningkat aktivitasnya pada kurun waktu 1999-2004. Katla telah beberapa kali meletus dan puncaknya bertumbuh. Tim pimpinan Stukell kini mewaspadai Katla.

Dari ”hotspots”
Bencana letusan Eyjafjallajökull menyebabkan kerugian hingga Rp 2,18 triliun per hari gara-gara penerbangan terganggu. Banjir setinggi 3 meter menyebabkan sekitar 1.000 orang diungsikan. Letusan masif gunung berapi sering kali katastropik. Gunung api di Eslandia dan di Hawaii muncul dari hotspot, (titik panas), di mana magma yang bersuhu tinggi keluar dari rekahan di daerah punggungan samudra dari Sea Floor Spreading, di mana lempeng bumi bergerak saling menjauh.

Sementara itu, terbentuknya gunung api di Indonesia adalah dari area zona subduksi, di mana dua lempeng bumi bertemu sehingga saling gesek dan menimbulkan panas tinggi yang memproduksi magma. Magma ini keluar ke permukaan sebagai gunung api. Meski proses terbentuknya berbeda, sifat katastropik letusan beberapa jenis gunung api adalah sama.

Toba terbesar
Indonesia masih menduduki puncak bencana masif letusan gunung api dengan letusan Gunung Toba—ditengarai ada di lokasi Danau Toba sekarang.
Dari skala intensitas letusan yang disebut volcanic explosivity index (VEI), letusan Gunung Toba dituliskan mencapai 8 atau bahkan lebih. Kapan terjadinya? ”74.000 before the present” adalah jawabannya—yaitu sekitar 74.000 tahun lalu (Volcanoes in Human History, de Boer/Sanders, 2002).

Setelah Toba, letusan terbesar sepanjang sejarah bumi adalah letusan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa pada bulan April tahun 1815. Korban tewas mencapai 70.000. Mereka tewas seketika dan banyak lainnya menyusul beberapa waktu kemudian akibat kelaparan dan penyakit. Abu vulkanik menutup hutan, ladang, dan sawah. Ketinggian abu vulkanik mencapai lapisan stratosfir—tempat proses iklim terjadi—dan mengubah pola iklim. Daerah basah menjadi kering, daerah kering menjadi basah. Radiasi matahari terhalang. Pada tahun 1816 di Amerika Serikat dikenal sebagai ”The Year without a Summer” (Volcanoes in Human History, 2002).

Menggambarkan katastropi ini, penyair Lord Byron menuliskan puisi ”Darkness” yang isinya berbunyi:
Terang matahari lenyap, juga bintang; Meninggalkan kegelapan di ruang angkasa tak bertepi; Tak ada sinar, tak ada jejak, bumi bagai bongkah es; Semua menjadi buta dan menghitam di udara tanpa bulan; Pagi datang dan pergi dan datang lagi dan tak ada hari; Dan manusia lupa akan kepeduliannya di tengah rasa takut; tercekam akan kepedihan ini....


Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 7:18 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Mon Jul 05, 2010 8:37 pm

RINJANI TERANCAM BATAL JADI CALON 'GEOPARK' DUNIA
Sabtu, 3 Juli 2010 | 16:43 WIB



MATARAM, KOMPAS.com — Taman Nasional Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, terancam terpental dari calon taman bumi atau geopark dunia karena dokumen teknis sebagai berkas pendukungnya belum lengkap. Heryadi Rahmat, ahli Geologi yang juga mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), membenarkan hal itu ketika dikonfirmasi di Mataram, Sabtu (3/7/2010). "Dokumen teknisnya belum lengkap. Kalau pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait lainnya tidak melengkapinya, maka sangat mungkin Rinjani akan terpental dari calon geopark dunia," ujarnya. Ia mengatakan, Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) diusulkan menjadi calon geopark dunia ke Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) karena memiliki sedikitnya lima hal pokok untuk menjadi geopark global.

Kelima hal pokok itu, yaitu,
Pertama, Gunung Rinjani memiliki nilai warisan geologi penting dari aspek kegunungapian, situs warisan alam berupa kaldera, kerucut-kerucut gunung api muda, lapangan solfatara, mata air panas, dan bentangan lainnya yang memiliki nilai estetika tinggi, seperti air terjun.

Kedua, situs-situs geologi gunung api mempunyai makna bagi pengembangan ilmu pengetahuan kebumian dan pendidikan.

Ketiga, Gunung Rinjani sudah memiliki badan pengelola yakni Rinjani Trekking Management Board (RTMB) yang melibatkan warga lokal secara aktif.

Keempat, penyelenggara pariwisata berbasis geologi yang telah banyak memberi manfaat berupa pertumbuhan ekonomi lokal melalui jasa pemandu, penginapan, rumah makan, transportasi dan penjualan cinderamata.

Kelima, Gunung Rinjani sebagai bentuk keberhasilan pengembangan pariwisata karena telah memperoleh tiga penghargaan internasional, yakni World Legacy Award untuk kategori "Destination Stewardship" dari Conservation International and National Geographic Traveler 2004 serta finalis Tourism for Tomorrow Award masing-masing tahun 2005 dan 2008.

Usulan tersebut diajukan ke Sekretariat Global Geoparks Network (GGN) UNESCO oleh Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. "Namun usulan dalam bentuk dokumen teknis Geopark Rinjani itu belum lengkap, misalnya penjelasan atas pertanyaan apakah pengelola Rinjani sudah pernah mengikuti pelatihan khusus, kegiatan ekowisata, dan penjelasan lainnya," ujar Heryadi. Berkas usulan TNGR sebagai geopark dunia yang belum lengkap itu berisi data pendukung yang sudah terformat sedemikian rupa sehingga akan menggambarkan potensi calon geopark dunia tersebut.

Format berkas pendukung yang disediakan UNESCO itu memiliki bobot 100 hingga 1.000 sesuai daya dukung alam dan potensi calon geopark. Ia mengatakan, proses pengisiannya pun tidak mudah karena harus memahami berbagai hal yang berkaitan dengan potensi pendukung geopark.
"Biasanya diisi oleh para ahli dan itu yang dipraktikkan pengelola gua kapur di Pacitan, Jawa Timur, dan Gunung Batur di Kintamani, Bali, sehingga relatif lengkap," ujarnya. Menurut Heryadi, ketidaklengkapan dokumen teknis itu mengindikasikan lemahnya pengawalan pemerintah daerah di NTB dan lembaga terkait lainnya dalam memperjuangkan TNGR menjadi geopark dunia.

Kendati demikian, Heryadi mengingatkan semua pihak terkait bahwa TNGR masih berpeluang ditetapkan sebagai geopark dan akan menambah jumlah geopark dunia yang saat ini sebanyak 53 tempat dan tersebar di 17 negara di bawah jaringan UNESCO. "Masih ada peluang. Memang, berkas pengusulan TNGR sebagai geopark dunia belum lengkap sehingga perlu dilengkapi sesegera mungkin," ujarnya.


Last edited by gitahafas on Wed Jul 07, 2010 8:55 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Mon Jul 05, 2010 8:39 pm

PENELITI MENGUAK RAHASIA TSUNAMI 2004
Jum'at, 9 Juli 2010, 11:05 WIB Elin Yunita Kristanti
VIVAnews - Dua gempa besar pernah mengguncang Sumatera, pada akhir 2004 dan awal 2005. Meski termasuk dua gempa terdahsyat di dunia, terjadi dalam waktu berdekatan di lokasi yang dekat, dampak kedua gempa ini jauh berbeda. Pada 26 Desember 2004, gempa berkekuatan 9,1 skala Richter mengguncang Aceh. Dampaknya dirasakan sampai 1.200 kilometer dari pusat gempa. Akibatnya adalah bencana, tsunami menyapu sejumlah pantai di Samudera Hindia sampai ketinggian 30 meter. Lebih dari 230.000 orang tewas dan jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal. Tiga bulan kemudian, 28 Maret 2005 terjadi gempa dengan kekuatan 8,7 skala Richter dan memicu tsunami yang menewaskan 1.300 orang di Pulau Nias, Sumatera Barat.

Akibat dari dua gempa dahsyat itu berbeda -- meski berada di segmen yang berdekatan -- patahan kerak Bumi.Mengapa?
Studi terbaru dari jurnal ilmu pengetahuan, Science, 9 Juli 2010 mengungkapkan bahwa gempa Aceh 2004 mampu menggerakkan dasar laut.
Akibatnya, gempa itu seperti sebuah dayung raksasa di dalam air, menggerakkan dasar laut dan memicu ombak besar. "Kedua gempa terjadi dalam sistem sesar yang sama, mulai 19 sampai 25 mil, atau 30 sampai 40 kilometer di bawah dasar laut," kata ahli geologi dari Universitas Southampton, Inggris, Simon Dean, seperti dimuat laman Christian Science Monitor, Jumat 9 Juni 2010.

"Hasil penelitian ini akan membantu kita lebih memahami mengapa perbedaan bagian dalam sesar gempa memiliki akibat terhadap tsunami yang berbeda. Ini sangat penting untuk melakukan perkiraan bahaya dan mitigasi." Para ilmuwan melakukan penelitian di atas kapal riset Sonne -- menggunakan istrumen seismik untuk menyelidiki lapisan sedimen di bawah laut dengan gelombang suara. Hasilnya menunjukan sesar 2004 memiliki kepadatan yang lebih rendah dari batuan sekitarnya. Ini mendorong sesar mendekati dasar laut selama gempa.

Sementara, untuk gempa 2005, tak ada bukti bahwa sesar tersebut memiliki kepadatan rendah. Itu menjelaskan mengapa tsunami yang dihasilkan lebiih kecil.
Para peneliti menemukan sejumlah fitur yang tidak biasa lainnya di zona gempa 2004 seperti topografi dasar laut, cacat sedimen dan lokasi gempa susulan yang terjadi setelah gempa utama. Untuk mempelajari lapisan batu itu di bawah, dasar laut peneliti Jamie Austin University of Texas di Austin dan awak kapal memantulkan suara ke dalam laut, dengan pita kabel mereka mendengarkan kembali suara yang dipantulkan.

Sumatera jadi langganan gempa bumi karena lokasinya yang berada di antara dua lempeng tektonik bumi. Gempa terjadi pada apa yang dinamakan zona subduksi. Para peneliti yakin zona terdampak gempa 2004 punya sifat luar biaasa -- yang menunjukkan potensi bahaya tsunami akan sangat tinggai di wilayah ini. "Dengan memahami parameter yang membuat kawasan tertentu lebih berbahaya ketika diguncang gempa dan tsunami, kita bisa bicara soal potensi bahaya margin yang lain lain," peneliti, Sean Gulick dari University of Texas, Austin. "Kita perlu meneliti apa yang membatasi ukuran gempa bumi dan sifat-sifat apa berkontribusi pada pembentukan tsunami." • VIVAnews


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 8:52 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Mon Jul 05, 2010 8:42 pm

TSUNAMI, TITANIC, BENCANA AIR TERBESAR DI DUNIA
Sabtu, 17 Juli 2010, 08:42 WIB Umi Kalsum, Elin Yunita Kristanti
VIVAnews - Air adalah sumber kehidupan, namun ia juga bisa sangat mematikan. Telah terbukti bahwa kekuatan air tak bisa dianggap remeh. Seringkali manusia tak berdaya menghadapinya. Persatuan Bangsa Bangsa membuat program untuk menaksir tren global bencana yang berhubungan dengan air. Salah satu kesimpulannya, bencana yang disebabkan air adalah yang paling berulang dan menimbulkan masalah keamanan dan pembangunan berkelanjutan.

Studi tersebut memaparkan, antara tahun 1980 sampai 2006, ada 2.163 bencana air yang dilaporkan ke pusat data bencana global. Bencana ini mempengaruhi kehidupan 1,5 miliar manusia, menewaskan 300 ribu jiwa, dan nilai kerugiannya hingga ratusan miliar dollar. Bencana yang terjadi sejak 1900 sampai 2006 juga menunjukkan dominasi bencana air. Berikut ini adalah beberapa bencana air terburuk, baik baik yang disebabkan oleh alam maupun hasil perbuatan manusia.

Badai dahsyat di Great Lakes 1913
Sejak 7 November sampai 10 November 1913, badai salju menghantam Great Lakes Basin dan Ontario, Kanada. Hampir 300 orang tewas, 19 kapal hancur, dan pantai terendam air laut. Pada tanggal 10 November, kapal tak dikenal ditemukan mengambang di lepas pantai timur Michigan. Lima hari setelah penemuannya, kapal itu diidentifikasi sebagai Kapal Charles S. Price -- sebuah kapal barang yang memiliki panjang 504 kaki. Dari semua 12 kapal yang hilang dalam badai itu, hanya tujuh orang ditemukan. Mayat-mayat dari kapal yang tenggelam terdampar di daratan -- menciptakan pemandangan menyayat hati -- tubuh-tubuh beku dan rusak, beberapa di antaranya terlihat berpelukan.

Banjir China 1931
Serangkaian banjir yang melanda China pada 1931 diyakini sebagai bencana banjir terburuk di abad ke-20. Dua tahun sebelum banjir melanda, China justru mengalami kekeringan hebat. Cuaca mulai tak teratur sejak 1930 dan 1931. Badai salju diikuti oleh hujan deras menyapu seluruh negeri, menewaskan ratusan ribu orang. Rangkaian banjir dari sungai Kuning (Juli-November), Yangtze (Juli sampai Agustus), dan Huai (Agustus) diklaim menewaskan hampir 4 juta korban.

Tenggelamnya Kapal Titanic 1912 dan karamnya Kapal Dona Paz 1987
Tenggelamnya Kapal Titanic menewaskan 1.517 jiwa. Bencana ini terjadi pada 14 April 1912 saat Titanic berlayar dari Southampton ke New York -- lalu menabrak gunung es dan tenggelam. Saat itu ada 3.547 penumpang dalam kapal termewah di zamannya ini. Namun, hanya ada 20 sekoci penyelamat yang maksimal mengangkut 1.178 penumpang yang panik. "Tiba-tiba langsung padam, keributan dan kepanikan memenuhi udara. Sedikit demi sedikit Titanic tenggelam tanpa suara, sebelum akhirnya tegak lurus, dan menghilang ke dalam laut," kata salah satu korban selamat Titanic, Pierre Marecha. Tak hanya Titanic, bencana juga terjadi pada kapal feri MV Dona Paz pada 20 Desember 1987 -- yang diyakini sebagai bencana kapal feri terburuk dalam sejarah. Saat berlayar menuju Manila, kapal ini bertabrakan dengan kapal tanker MT Vector yang mengangkut bensin dan produk minyak. dari ribuan orang yang dilaporkan ada di kapal -- sekitar 4.375 orang -- hanya 26 yang dinyatakan selamat, dua di antaranya penumpang kapal tanker. MV Dona Paz mendapat julukan 'Titanic Asia'.

Topan Bhola 1970 dan Topan Nargis 2008
Bencana datang pada 12 dan 13 November 1970 saat badai menghantam Bangladesh dan Bengali Barat di India, menewaskan sekitar 500 ribu jiwa, merusak pemukiman, sementara 100 ribu orang dilaporkan tewas. Sementara, Topan Nargis yang menghantam Myanmar Selatanpada 2008. Sedikitnya 138 ribu orang tewas dan 50 ribu orang dilaporkan hilang. Korban bencana makin menderita karena junta militer menolak donasi dari negara lain.

Tumpahan minyak Exxon Valdez 1989 dan di Teluk Meksiko
Pada tanggal 24 Maret 1989, lebih dari 10 juta galon minyak mentah tumpah ke perairan Alaska ketika kapal tanker minyak Exxon Valdez menabrak karang. Menurut laman eoearth.org, dibutuhkan 11.000 personel, 1.400 kapal dan 85 pesawat untuk membersihkan tumpahan minyak itu.
Sementara, pada 2010, rig pengeboran lepas pantai di Teluk Meksiko meledak pada tanggal 20 April 2010 -- mengalirkan lebih dari 4.000.000 galon minyak ke laut.

Tsunami Samudra Hindia 2004
Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa bumi bawah laut 9,3 skala Richter mengguncang Samudera Hindia di lepas pantai Sumatra Utara, Indonesia. Gempa dahsyat itu memicu tsunami mematikan. Dampak gempa itu begitu kuat hingga mencapai Alaska. Hampir 250.000 orang tewas di Aceh dan wilayah lain di Samudera Hindia.

Badai Katrina2005
Dari 23 Agustus sampai 30 September 2005, Badai Katrina menewaskan hampir 2.000 orang, menghancurkan properti senilai lebih dari US$80 miliar. Daerah paling terdampak Katrina adalah New Orleans. Pada 31 Agustus 2005, 80 persen New Orleans terendam air, menimbulkan penyakit seperti hepatitis, TBC, demam tipus, dan kolera. Kondisi diperparah dengan aksi penjarahan bersenjata dan perampokan. (Philippine Online Chronicles)


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 8:53 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: IpTek   Mon Jul 05, 2010 8:47 pm

10 RAMALAN KIAMAT YANG TAK TERBUKTI
Senin, 23 November 2009 | 08:49 WIB
KOMPAS.com — Munculnya film 2012 yang didasari ramalan kiamat dari kalender Maya membuat banyak orang membicarakan zaman akhir. Banyak yang menganggap ramalan itu sesat. Namun, ada juga yang sedikit percaya. Walau demikian, ternyata ramalan tentang kiamat yang kebanyakan berasal dari latar belakang keagamaan sudah sering diungkapkan. Sepuluh di antaranya— yang kemudian terbukti meleset— adalah:

1. Ayam Peramal dari Leeds, 1806
Sejarah mencatat banyak tokoh yang menyatakan bahwa zaman akhir hampir tiba ditandai dengan kedatangan nabi. Namun, mungkin "nabi" yang paling aneh adalah seekor ayam petelur dari Kota Leeds, Inggris, 1806. Ayam ini awalnya disangka menghasilkan telur yang bertuliskan "Kristus akan datang". Seiring menyebarnya kabar mujizat ini, banyak orang menjadi percaya bahwa kiamat hampir tiba sehingga seorang penduduk yang penasaran akhirnya mengawasi sang ayam ketika bertelur dan menyaksikan penipu yang menuliskan kalimat itu.

2. Kaum Millerite, 23 April 1843
Seorang petani di New England bernama William Miller, setelah beberapa tahun mempelajari Alkitab, menyimpulkan bahwa waktu yang dipilih Tuhan untuk menghancurkan dunia bisa disimpulkan dari penafsiran harafiah isi Alkitab. Ia menjelaskan hal ini kepada siapa saja bahwa dunia akan berakhir antara 21 Maret 1843 dan 21 Maret 1844. Ia berkotbah dan menerbitkan tulisan cukup banyak dan memimpin ribuan orang (yang disebut kaum Millerite) yang meyakini bahwa tanggal pasti kiamat adalah 23 April 1843. Banyak yang menjual atau menyumbangkan semua harta miliknya karena percaya semuanya tak dibutuhkan lagi; tapi ketika tanggal 23 April datang (tapi Yesus belum juga datang) maka grup itu pun dibubarkan, lalu sebagian dari mereka membentuk gerakan yang hingga kini dikenal sebagai Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (Seventh Day Adventist).

3. Armageddon/Kiamat kaum Mormon, 1891 atau sebelumnya
Joseph Smith, pendiri gereja Mormon, mengadakan rapat gereja pada Februari 1835 untuk memberitahu bahwa ia berbicara kepada Tuhan. Selama pembicaraan itu, Smith mengakui bahwa Yesus akan kembali dalam 56 tahun ke depan, dan selanjutnya masa akhir zaman akan segera dimulai.

4. Komet Halley, 1910
Tahun 1881, seorang astronom, dari analisa spektral, menemukan bahwa ekor komet mengandung gas mematikan yang disebut cyanogen (dari asal kata sianida). Tadinya ini tak terlalu menarik hingga seseorang menyadari bahwa lintas bumi akan berpotongan dengan ekor komet Halley di tahun 1910. Apakah permukaan planet akan terselubung oleh gas beracun? Itulah spekulasi yang dicetak di halaman depan koran The New York Times dan sejumlah koran lainnya, yang mengakibatkan menyebarnya kepanikan di seluruh AS dan di negara lainnya. Akhirnya, para ilmuwan dengan kepala dingin menjelaskan bahwa hal itu tak patut dikhawatirkan.

5. Pat Robertson, 1982
Mei 1980, televangelis dan pendiri Koalisi Kristen, Pat Robertson, mengejutkan dan menakuti banyak orang ketika ia menyatakan dalam acara TV-nya, "700 Club", kepada pemirsa di seluruh dunia bahwa ia tahu kapan dunia akan berakhir (padahal dalam Alkitab sendiri di Matius 24:36 tentang kiamat dinyatakan "Tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, bahkan malaikat-malaikat di surga tidak tahu"). "Saya menjamin bahwa pada tahun 1982 akan ada penghakiman dunia," kata Robertson.

6. Heaven's Gate, 1997
Ketika komet Hale-Bopp muncul tahun 1997, muncul isu bahwa pesawat alien tengah mengikuti komet itu. Hal itu ditutupi oleh NASA dan komunitas astronomi. Walau dugaan itu dibantah oleh para astronom (dan bisa dibantah siapa saja yang memiliki teleskop yang bagus), isu ini sempat disiarkan dalam acara radio "Coast to Coast AM" yang dibawakan Art Bell dan bertemakan paranormal. Dugaan ini menginspirasi suatu kultus pemercaya UFO (unidentified flying object yang dianggap pesawat alien) di San Diego yang menamakan diri Heaven's Gate untuk memercayai bahwa dunia akan segera berakhir. Dunia memang berakhir bagi 39 anggota kultus itu yang bunuh diri pada 26 Maret 1997.

7. Nostradamus, Agustus 1999
Karya tulis Michel de Nostradame yang sangat membingungkan dan metaforis telah menarik perhatian banyak orang selama lebih dari 400 tahun. Tulisannya, yang ketepatannya sangat tergantung pada interpretasi yang sangat fleksibel, telah diterjemahkan dan diterjemahkan ulang dalam puluhan versi yang berbeda. Salah satu baris tulisannya menyebutkan, "Tahun 1999, bulan ketujuh / Dari langit datang raja besar teror." Banyak pengikut Nostradamus menjadi resah karena menduga bahwa inilah penglihatan sang peramal terkenal itu terhadap kiamat.

8. Y2K, 1 Januari 2000
Ketika abad lalu hampir berakhir, banyak orang khawatir bahwa komputer akan menyebabkan kiamat. Permasalahannya, yang diketahui sejak 1970, adalah bahwa banyak komputer takkan bisa membedakan antara tahun 2000 dan 1900. Tak ada yang tahu pasti apa efeknya, tapi banyak yang menduga akan terjadi bencana, mulai dari mati lampu massal hingga ledakan nuklir. Penjualan senjata meningkat dan orang bersiap bertahan hidup dalam bungker. Namun nyatanya, tak banyak kesalahan terjadi ketika milenium baru dimulai.

9. 5 Mei 2000
Kalau memang kesalahan Y2K tak terjadi, maka bencana global dijamin akan terjadi oleh Richard Noone, pengarang buku 5/5/2000 Ice: the Ultimate Disaster di tahun 1997. Menurut Noone, massa es di Antartika akan menjadi setebal 3 mil pada tanggal 5 Mei 2000, suatu tanggal yang juga bertepatan dengan sejajarnya planet-planet di tata surya, yang entah bagaimana akan menyebabkan pembekuan global yang fatal. Tanggal itu berlalu dan bumi belum beku, tetapi buku itu malah "panas" di pasaran. Mungkin juga, pemanasan global mencegah terulangnya zaman es itu.

10. God's Church Ministry, musim gugur 2008
Menurut pendeta dari God's Church, Ronald Weinland, akhir zaman telah tiba, lagi. Bukunya di tahun 2006, 2008: God's Final Witness, menunjukkan bahwa ratusan juta orang akan meninggal, dan pada akhir 2006, "paling lama 2 tahun tersisa sebelum dunia mengalami waktu terburuk sepanjang sejarah manusia. Pada musim gugur 2008, Amerika akan tumbang sebagai negara berkuasa, dan tak akan menjadi negara merdeka lagi," dan buku itu juga mencatat, "Ronald Weinland mempertaruhkan reputasinya sebagai nabi akhir zaman Tuhan."

Nah, kesepuluh ramalan itu tidak terjadi sehingga ada baiknya kita juga tidak khawatir berlebihan tentang ramalan akhir zaman tahun 2012. Bukankah banyak tulisan yang menyebutkan bahwa tidak seorang pun akan tahu waktunya?


Last edited by gitahafas on Wed Aug 11, 2010 8:56 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
 
IpTek
View previous topic View next topic Back to top 
Page 3 of 25Go to page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 14 ... 25  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: SERBA-SERBI-
Jump to: