Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Numpang Lewat

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 27 ... 49, 50, 51
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Fri Nov 01, 2013 7:16 am

GAJI DAN HUKUM BAGI PEKERJA RUMAH TANGGA
diberkaskan dalam: Pekerja Rumah Tangga, Konvensi ILO, Gaji Pekerja Rumah Tangga
Ada sedikitnya 52,6 juta orang bekerja di dunia yang bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT), termasuk yang dikirim ke luar negara mereka. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa jumlahnya bisa mendekati 100 juta orang dan 80% diantaranya adalah pembantu rumah tangga wanita, dilansir dari data Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).  Pekerja Rumah Tangga (PRT) rentan terhadap ekploitasi dan perlakuan semena-mena, seperti gaji rendah dan penganiayaan, karena mereka dianggap bukan pekerja formal dan tidak berhak mendapatkan kondisi kerja seperti pekerja di sektor formal. Untuk itu, Konvensi ILO No. 189 disetujui dalam sidang ILO di Geneva, Swiss,  Konvensi yang merupakan perlindungan bagi pekerja rumah tangga di seluruh dunia ini akan menjadi landasan untuk memberi pengakuan dan menjamin Pekerja Rumah Tangga mendapatkan kondisi kerja layak sebagaimana pekerja di sektor lain.

1. Apa yang dibahas dalam Konvensi No. 189 dan apa standar ketenagakerjaan yang ditetapkan oleh Konvensi No. 189 bagi pekerja rumah  tangga?

Hak-hak dasar pekerja rumah tangga
- Promosi dan perlindungan hak asasi manusia seluruh pekerja rumah tangga  (Pembukaan ; Pasal 3)
- Penghormatan dan perlindungan prinsip-prinsip dan hak-hak dasar di tempat kerja:

a. kebebasan berserikat dan pengakuan efektif terhadap hak atas perundingan bersama
b. penghapusan segala bentuk kerja paksa atau kerja wajib
c. penghapusan pekerja anak
d. penghapusan diskriminasi dalam hal pekerjaan dan jabatan  (Pasal 3, 4, 11)

- Perlindungan efektif dari segala bentuk penyalahgunaan, pelecehan dan kekerasan (Pasal 5)
- Ketentuan kerja yang fair dan kondisi hidup yang layak (Pasal 6)

Informasi mengenai syarat dan ketentuan kerja
Pekerja rumah tangga harus diberi informasi mengenai syarat dan ketentuan kerja mereka dengan cara yang mudah dipahami, sebaiknya melalui kontrak tertulis. (Pasal 7)

Jam kerja
- Langkah-langkah yang ditujukan untuk menjamin perlakuan sama antara pekerja rumah tangga dan pekerja secara umum berkenaan dengan jam kerja normal,  kompensasi lembur, masa istirahat harian dan mingguan, dan cuti tahunan berbayar (Pasal 10)
- Masa istirahat mingguan sekurang-kurangnya 24 jam kerja berturut-turut (Pasal 10)
- Peraturan jam siaga (jangka waktu di  mana pekerja rumah tangga tidak bebas menggunakan waktu mereka sekehendak mereka dan diharuskan untuk tetap melayani rumah tangga tersebut guna untuk menanggapi kemungkinan panggilan) (Pasal 10)

Pengupahan
- Upah minimum jika aturan upah minimum ada untuk pekerja lain (Pasal 11)
- Pembayaran upah harus dilakukan secara tunai, langsung kepada pekerja, dan dalam jangka rutin yang tidak lebih lama dari pada satu bulan. Pembayaran dengan cek atau transfer bank –bila diperbolehkan oleh undang-undang atau kesepakatan bersama, atau dengan persetujuan pekerja.(Pasal 12)
- Pembayaran dengan barang diperbolehkan dengan 3 syarat: hanya proporsi terbatas dari total upah; nilai moneter adil dan wajar; barang atau jasa yang diberikan sebagai  pembayaran dengan barang merupakan pemakaian pribadi oleh dan bermanfaat bagi  pekerja. Ini berarti bahwa seragam atau perlengkapan pelindung tidak dianggap  sebagai pembayaran dengan barang, tetapi  sebagai peralatan yang harus disediakan oleh majikan untuk pekerja secara gratis untuk pelaksanaan tugas-tugas mereka.(Pasal 12)
- Biaya yang dikenakan oleh agen ketenagakerjaan swasta tidak dipotongkan dari upah.(Pasal 15)

Keselamatan dan kesehatan kerja
- Hak atas lingkungan kerja yang aman dan sehat (Pasal 13)
- Langkah-langkah diadakan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja.(Pasal 13)

Jaminan sosial
- Perlindungan jaminan sosial, termasuk tunjangan persalinan (Pasal 14)
- Kondisi yang tidak kurang menguntungkan dari pada kondisi yang berlaku untuk pekerja secara umum (Pasal 14)

Standar mengenai pekerja rumah tangga anak
- Persyaratan untuk menetapkan usia minimal untuk masuk ke dalam pekerjaan rumah tangga (Pasal 4)
- Pekerja rumah tangga berusia 15 tahun tetapi kurang dari 18 tahun – pekerjaan mereka tidak boleh menghalangi mereka dari pendidikan wajib, atau menganggu peluang mereka atas pendidikan lanjutan atau pelatihan kerja.(Pasal 4)

Standar mengenai pekerja tinggal di dalam rumah
- Kondisi hidup layak yang menghormati privasi pekerja (Pasal 6)
- Kebebasan untuk mencapai kesepakatan dengan majikan atau calon majikan mereka mengenai apakah akan tinggal di rumah tangga tersebut ataukah tidak (Pasal 9)
- Tidak ada kewajiban untuk tetap berada di rumah tangga atau bersama dengan para anggotanya selama masa libur atau cuti mereka (Pasal 9)
- Hak untuk menyimpan sendiri dokumen identitas dan dokumen perjalanan mereka (Pasal 9)
- Peraturan jam siaga (Pasal 10)

Standar mengenai  pekerja rumah tangga migran
- Sebuah kontrak kerja yang bisa ditegakkan di negara tempat kerja, atau tawaran kerja tertulis, sebelum berangkat ke negara tempat kerja (Pasal Cool
- Kondisi jelas di mana pekerja rumah tangga berhak atas pemulangan di akhir kerja mereka (Pasal Cool
- Perlindungan pekerja rumah tangga dari praktik pelecehan oleh agen ketenagakerjaan swasta(Pasal 15)
- Kerjasama antara negara pengirim dan negara penerima untuk menjamin efektifnya penerapan ketentuan-ketentuan Konvensi untuk pekerja rumah tangga migran (Pasal Cool

Agen ketenagakerjaan swasta
Langkah-langkah yang harus diadakan (Pasal 15):
- Meregulasi operasi agen ketenagakerjaan swasta
- Menjamin perangkat yang memadai untuk penyelidikan pengaduan dari pekerja rumah tangga
- Menyediakan perlindungan pekerja rumah tangga yang memadai dan pecegahan pelecehan, dengan berkolaborasi dengan para Anggota lain bila dirasa tepat
- Mempertimbangkan mengikat kesepakatan bilateral, regional atau multilateral untuk mencegah praktik pelecehan dan penipuan

Penyelesaian perselisihan, pengaduan, penegakan
- Akses efektif ke pengadilan, tribunal atau mekanisme penyelesaian perselisihan lain, termasuk mekanisme pengaduan yang mudah diakses (Pasal 17)
- Langkah-langkah harus diadakan untuk menjamin kepatuhan terhadap undang-undang nasional untuk perlindungan pekerja rumah tangga, termasuk langkah-langkah inspeksi ketenagakerjaan. Dalam hal ini, Konvensi mengakui perlunya menyeimbangkan hak pekerja rumah tangga atas perlindungan dan hak atas privasi anggota rumah tangga.(Pasal 17)

2. Apakah Indonesia mempunyai Peraturan Perundang-undangan mengenai Pekerja Rumah Tangga?
Belum. Akan tetapi Pemerintah Indonesia sudah menyatakan komitmennya di mata internasional untuk mendukung dan mengadopsi Konvensi ILO tentang Kerja Layak bagi Pekerja Rumah Tangga. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  menegaskan bahwa konvensi ini dapat menjadi acuan bagi negara pengirim dan negara penerima guna melindungi Pekerja Rumah Tangga migran. Dan di Indonesia hal ini menjadi isu penting karena sebagian besar buruh migran Indonesia adalah PRT.  Selain memperjuangkan agar Pemerintah segera meratifikasi Konvensi ILO no. 189, Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA-PRT) bersama serikat buruh seperti KSPI, KSBSI, ASPEK,dll juga sedang mendesak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar draft Rancangan Undang-Undang Pekerja Rumah Tangga dapat disahkan. Sehingga PRT mempunyai Undang-Undang khusus yang  mengatur hak-hak fundamental mereka sebagai pekerja.

3. Berapa gaji rata-rata per bulan yang bisa didapatkan oleh seorang Pekerja  Rumah Tangga?
Saat ini, pihak JALA-PRT sedang melakukan surveI mengenai gaji yang diterima oleh PRT. Gajimu sendiri telah melakukan survei dan menanyakan kepada setidaknya 30 orang PRT di Jakarta mengenai gaji yang mereka terima selama sebulan. Rata-rata gaji PRT di Jakarta berkisar antara Rp. 500.000 – Rp. 600.000.

4. Apakah Pekerja Rumah Tangga bisa melakukan keluhan terhadap hak-hak pekerjanya yang tidak dipenuhi oleh majikan seperti bayaran yang rendah, jam kerja 24 jam ataupun mempekerjakan pekerja dibawah umur? Kemana PRT bisa mengadu?
Tentu saja PRT bisa mengadukan keluhan terhadap majikannya. Karena PRT sendiri belum mempunyai UU layaknya pekerja sektor formal maka biasanya PRT dapat mengadukannya ke pihak Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT), serikat-serikat pekerja ataupun ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) setempat. Sedangkan untuk alamat-alamat yang bisa dihubungi untuk membantu masalah PRT :
Sekretariat JALA PRT : d/a Kapal Perempuan : Jl. Kalibata Utara I No. 18, Jak-Sel, Indonesia
Telp./Fax. : +62-21-7988875
HP : +62-811282297 dengan Lita
Email : jala_prt@yahoo.com
Website : http://www.jala-prt.org

Sumber :
ILO Indonesia
Jaringan Advokasi Nasional Pekerja Rumah Tangga
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Wed Apr 22, 2015 8:14 pm

BAHAYAKAH MEMBUNYIKAN JARI KETIKA PEGAL?
Minggu, 19 April 2015, 07:14 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pada sebagain orang, membunyikan jari dengan cara mematahkan ruas jari-jari ketika pegal mengkhawatirkan. Namun, hal tersebut bisa merenggangkan jari tangan. Apalagi suara 'ceklek' yang kerap terdengar ketika ruas jari kita. Sebagian orang berfikir hal tersebut membahayakan karena suaranya yang mirip suara patahan. Namun, hal tersebut tak perlu dikhawatirkan, penelitian membuktikan hal tersebut tidak berbahaya. University Of Albera menjelaskan, hasil penelitian setelah melalui penglihatan melalui MIR scanner, suara tersebut bisa timbul karena diantara ruas jari terdapat celah yang berisi angin diantara sendi. Ketika ruas jari ditekuk, maka bisa menimbulkan suara 'ceklek' tersebut. "Ini sedikit seperti membentuk ruang hampa," kata penulis utama studi Greg Kawchuk, seorang profesor di Fakultas Kedokteran Rehabilitasi seperti lansir Time, Ahad (19/4). Greg menjelaskan, sebagian permukaan sendi tiba-tiba terpisah, tidak ada lagi cairan yang tersedia untuk mengisi volume sendi meningkat, sehingga rongga yang dibuat dan menibulkan suara. Tak ada resiko terbesar terkait hal ini. Resiko patah tulang yang kerap disebut salah satu ancaman ini tak terbuktikan. Hanya saja, jangan kerap dilakukan, agar tangan tak terkena resiko pergeseran sendi.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Sun Apr 26, 2015 11:25 am

MENGAPA "FISH SPA" DILARANG DI AMERIKA SERIKAT?
Jumat, 24 April 2015 | 12:08 WIB
KOMPAS.com - Fish spa atau terapi ikan saat ini memang tidak sepopuler dua tahun terakhir, namun kita masih bisa menemuinya di beberapa tempat. Di beberapa negara bagian Amerika Serikat, layanan terapi semacam ini sudah dilarang. Dalam kasus terbaru, Mahkamah Tinggi AS pada Senin (20/4) menolak permohonan banding pemilik spa di Phoenik, Arizona, AS, yang keberatan dengan peraturan daerahnya tentang pelarangan fish spa. Penolakan tersebut mengakhiri perdebatan panjang mengenai keamanan terapi ikan. Pemerintah AS menilai, terapi ikan tidak aman dan beresiko tinggi menularkan infeksi. Fish spa adalah sebuah terapi menggunakan ikan-ikan Garra rufa yang tidak bergigi. Ikan itu ditempatkan dalam semacam akuarium, dimana konsumen memasukkan kaki mereka ke dalamnya. Ikan-ikan yang juga disebut "ikan dokter" itu akan memakan sel-sel kulit mati sehingga kulit akan terasa lembut. Cindy Vong, pemilik salon kuku di Phoenix, mulai memperkenalkan terapi ikan ini di tahun 2008. Ia mengimpor ikan dari Tiongkok dan mengubah model bisnisnya menjadi fish spa yang ternyata sangat populer. Namun di tahun 2009 Vong ditegur oleh Dewan Kosmetik Arizona karena terapi ikan itu dianggap melanggar standar keamanan. Jika diteruskan ia dianggap melanggar hukum. Alasan yang dikemukakan dewan tersebut adalah setiap peralatan menicure dan pedicure harus disterilkan dengan cara khusus, namun tentu saja ikan tidak bisa disterilkan. Dengan demikian ikan tidak bisa dijamin aman saat melakukan kontak dengan kulit konsumen. Beberapa penelitian juga menyebutkan banyak fish spa yang menggunakan ikan jenis lain yang lebih agresif dari pada ikan Garra rufa. Ikan yang agresif ini dikhawatirkan melukai kulit sehingga kuman atau virus lebih mudah masuk lewat luka yang terbuka.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Thu Apr 30, 2015 7:55 pm

BANYAK NEGARA TAK SIAP HADAPI BAKTERI KEBAL OBAT
Kamis, 30 April 2015 | 13:00 WIB
Kompas.com - Bakteri kebal antibiotik atau kerap disebut "superbug" kini menjadi ancaman bagi dunia kesehatan. Sayangnya, menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) baru 34 negara yang memiliki rencana nasional menghadapinya. Dalam survei yang dilakukan WHO mengenai rencana pemerintah tiap negara menghadapi bakteri kebal obat ini, hanya seperempat dari 133 negara yang menganggap serius ancaman ini. "Ini adalah tantangan terbesar dalam penyakit infeksi saat ini. Berbagai jenis mikroba, termasuk virus dan parasit, sekarang jadi kebal obat," kata Keiji Fukuda, asisten direktur jenderal keamanan kesehatan WHO. Fukuda menambahkan, bakteri kebal obat ditemukan di semua bagian dunia. "Karena itu tiap negara harus ambil bagian menghadapi ancaman global ini," imbuhnya. Obat-obatan antimikroba seperti antibiotik dan antivirus selama ini menjadi andalan dalam menghadapi penyakit, misalnya saja infeksi aliran darah, radang paru, tuberkulosis, dan HIV. Tetapi infeksi superbug, misalnya saja tuberkulosis kebal obat, sudah membunuh ribuan orang pertahunnya. Tren tersebut diperkirakan bakal meningkat. Walau begitu, menurut WHO baru beberapa negara saja yang punya rencana untuk menyiapkan antibiotik. Negara tersebut antara lain negara kaya seperti di Eropa dan Amerika Utara, yang sistem kesehatannya sudah baik dan dana penelitiannya lebih besar. "Harus ada lebih banyak negara lagi yang siap dengan strategi komperhensif untuk mencegah penggunaan antibiotik yang salah sehingga kasus bakteri kebal obat bisa ditekan," katanya. WHO mengatakan bahwa kunci mengendalikan resistensi antibiotik adalah dengan monitoring. Tapi saat ini hal tersebut tidak efektif. Di banyak negara, kemampuan laboratorium yang rendah, infrastruktur dan manajemen data yang belum baik, membuat pemerintah sulit menemukan pola dan tren penyakit. Di saat yang sama, pembelian antibiotik secara mudah di apotik dan toko obat adalah hal yang biasa. Akibatnya penggunaan antibiotik secara berlebihan dan tidak perlu.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Thu Apr 30, 2015 7:59 pm

SEBELUM BEROBAT CEK DULU DOKTERNYA DISINI
Selasa, 28 April 2015 | 11:10 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap dokter yang melakukan praktik resmi wajib mendaftarkan diri pada Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Setiap pasien pun bisa mengecek apakah dokter yang bersangkutan memiliki Surat Tanda Registrasi atau tidak. "Iya, dokter praktek wajib punya STR yang dikeluarkan KKI," kata Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr.Zaenal Abidin, MH.Kes dalam pesan singkat elektronik kepada Kompas.com, Selasa (28/4/2015). Validasi surat tanda registrasi bisa dilakukan di situs http://www.kki.go.id/cekdokter/form. Meski demikian, menurut Zaenal, meski tidak memiliki STR dari KKI, status dokter terkait tetap terdaftar sebagai anggota IDI. Mengingat, ada beberapa dokter IDI yang tidak melakukan praktek karena kesibukan lainnya. Terkait hal tersebut, IDI berencana melakukan konsolidiasi dengan KKI agar dapat mendata dokter praktek yang ada. "Kalau di IDI, mungkin agak berbeda. Sebab ada dokter yang nggak praktek karena kesibukan atau jabatan tertentu. Tapi tetap anggota IDI. Memang ada rencana konsolidasi data antara KKI dengan IDI," terangnya. Kemudahan melakukan validitas seorang dokter praktek diungkapkan salah satu pemilik akun jejaring sosial Facebook, Andry Sugiarto. Ia menyampaikannya dalam kolom komentar di unggahan Abigail Anggita Vela, terkait biaya tambal gigi sebesar Rp 9 juta yang dialaminya, 20 April lalu. "Cek disini Mbaa http://www.kki.go.id/cekdokter/form ternyata nama dokternya ga ada," tulis Andry, Sabtu (25/4/2015). Dokter yang dimaksud, adalah drg. Ingrid Tandiari. Seorang salah satu dokter praktek di Rumah Sakit MMC, yang menangani kasus Vela. Saat Kompas.com mencoba menelusuri situs dengan tampilan laman berwana biru tersebut, terdapat lambang burung garuda di pojok kiri atas, diikuti tulisan "Konsil Kedokteran Indonesia" di bagian bawahnya. Lalu, di sebelah kanan logo tersebut, tertulis judul situs, "Aplikasi Cek Dokter yang telah teregistrasi." Kemudian, ada kalimat pembuka di atas kolom pencarian nama dokter. Untuk mengecek STR dokter praktek seluruh Indonesia, netizen (pengguna internet) dapat memasukkan nama dokter yang diinginkan. Kemudian, netizen akan diminta memasukkan captcha atau verivikasi kata sebelum meng-klik tombol "cari" yang berwarna hijau. Jika dokter yang dicari telah teregistrasi dan memiliki STR, maka nama dokter yang bersangkutan akan muncul pada bagian bawah halaman situs tersebut. Begitu nama dokter tersebut di klik, maka akan muncul laman baru yang berisi data dokter yang dicari. Rinciannya, selain nama dokter, akan ditampilkan juga data lainnya seperti jenis kelamin, tempat praktek, lulusan universitas mana, kompetensi yang dimiliki, nomor STR, nomor berkas, tanggal berlaku dan berakhir STR dan domisili sang dokter.
Back to top Go down
 
Numpang Lewat
View previous topic View next topic Back to top 
Page 51 of 51Go to page : Previous  1 ... 27 ... 49, 50, 51
 Similar topics
-
» Menjawab Fitnah:Apakah Nabi Muhammad bersenggama dengan sepupunya (Umi Hani)?
» Seorang Dosen Guru Besar Tafsir al-quran masuk Kristen
» numpang tanya

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: SERBA-SERBI-
Jump to: