Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Numpang Lewat

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : 1, 2, 3 ... 26 ... 51  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Numpang Lewat   Wed Feb 17, 2010 8:05 pm

NIKAH SIRI
Draf Usulan Rancangan Undang Undang ( RUU ) Hukum Materiil Peradilan Agama Bidang Perkawinan

Pasal 143 RUU
UU yang hanya diperuntukkan bagi pemeluk Islam ini menggariskan, setiap orang yang dengan sengaja melangsungkan perkawinan tidak dihadapan pejabat pencatat nikah, dipidana dengan ancaman hukuman mulai dari 6 bulan hingga 3 tahun dan denda mulai dari Rp 6 juta hingga Rp 12 juta.

Pasal 144 RUU
Setiap orang yang melakukan perkawinan mut'ah dihukum penjara selama lamanya 3 tahun dan perkawinannya batal karena hukum.

Pasal 142 ayat 3 RUU
Calon suami yang berkewarganegaraan asing harus membayar uang jaminan kepada calon istri, melalui bank syariah sebesar Rp 500 juta.

Sumber: Seputar Indonesia Rabu, 17 Februari 2010


Last edited by gitahafas on Sat Jul 31, 2010 7:55 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Wed Feb 17, 2010 8:24 pm

PENCEGAHAN KEJAHATAN DI ATM
Dalam satu literatur tentang pencegahan kejahatan disebutkan bahwa untuk menghindari terjadinya kejahatan ATM, pemilik terminal ( Terminal Owners ), dan BUKAN nasabah, adalah pihak yang paling bertanggung jawab di dalam mengendalikan lingkungan di sekitar ATM, terutama untuk menjamin keamanan dan keselamatan bagi pengguna ATM dan seluruh personel yang terlibat dalam berjalannya proses transaksi di ATM ( Lawrence J Fennelly, 2004 ).

Pemilik terminal setidaknya harus melakukan beberapa hal, seperti:
1. Menyiagakan penjaga bersenjata ( Armed Guards ) untuk setiap ATM.
Keberadaan penjaga lebih diutamakan untuk melakukan pengawasan bila terjadi proses transaksi yang diluar kebiasaan, misalnya terlalu lama berada di dalam ATM, mencegah dipasangnya alat skimming atau kamera tersembunyi, bahkan melindungi pengerusakan ATM atau pembobolan ATM secara fisik.

2. Pemilik terminal harus membuat mekanisme bahwa pintu masuk ke dalam ATM hanya dapat dibuka oleh kartu yang dimiliki oleh nasabah.
Mekanisme ini sering disebut dengan control access to facilities ( Ronald V Clarke and John E Eck, 2005 ), yang dimaksudkan agar hanya nasabah dengan kartu yang boleh masuk ke dalam ATM.

3. Pemilik terminal juga harus menyediakan penerangan yang cukup dan melengkapi terminal dengan kamera video.
Penerangan untuk membantu pengawasan secara fisik terhadap ATM. Sedangkan kamera video, selain untuk membantu pengawasan terhadap ATM, juga jika kamera tersebut terlihat jelas, maka diharapkan pelaku akan mengurungkan kejahatannya, karena pasti akan dengan mudah dapat terdeteksi.

4. Pemilik terminal harus melakukan pendidikan kepada nasabah tentang keamanan bertransaksi di ATM.

Sudahkah semua ini dilaksanakan?
Selama ini nasabah selalu yang disalahkan, bukankah kecerobohan dan kelalaian nasabah dalam menjaga kerahasiaan PIN justru merupakan bagian indikatif dari kegagalan pemilik terminal dalam mendidik nasabah? Satu hal yang belum banyak diberitakan adalah apakah terdapat kelemahan atau kebocoran dalam data base yang dimiliki oleh bank sehingga ratusan data nasabah dapat diperoleh oleh pelaku kejahatan?
Kebocoran data base bukan hanya dikarenakan intrusi dari cracker, akan tetapi perlu juga diperhatikan peran "orang dalam" bank itu sendiri.
Peran "orang dalam" dapat saja di latar belakangi oleh kepentingan atau keuntungan dari "orang dalam" itu sendiri ataupun karena ketidak tahuan "orang dalam" dalam kebijakan keamanan data base sehingga tereksploitasi oleh social engineer yang dilakukan oleh cracker ( CSI Computer Crime and Security Survey, 2009 ). Ada satu pertanyaan yang pernah ditanyakan mengenai pembuktian, artinya ketika dana nasabah hilang dan sementara nasabah mengaku tidak melakukan transaksi, siapakah yang harus membuktikan? Apakah nasabah atau pihak bank?
Mengingat bahwa proses transaksi di ATM, alat yang digunakan dalam bertransaksi dan keabsahan transaksinya dibuat, dikeluarkan dan disahkan oleh bank, maka banklah yang bertanggung jawab dalam pembuktiannya.

Sumber: Suara Pembaruan Rabu 17 Februari 2010


Last edited by gitahafas on Sat Jun 09, 2012 4:37 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Thu Feb 18, 2010 6:29 am

4 KESALAHAN SAAT MENGGUNAKAN ATM
Rabu, 20/10/2010 | 10:50 WIB
KOMPAS.com - Demi melindungi rekening Anda, Anda sudah menutupi keypad pada mesin ATM ketika akan memasukkan PIN. Anda juga tidak mengambil uang di ATM yang terletak di daerah yang gelap dan sepi. Atau, Anda sudah mengenali ATM mana yang sering membuat kartu tertelan. Semua tindakan pengamanan ini memang akan mencegah penjahat menjarah uang Anda secara langsung. Tetapi, apakah Anda sendiri telah menjaga agar saldo rekening Anda agar tidak dibelanjakan sembarangan? Hati-hati, bila Anda melakukan kebiasaan seperti di bawah ini, Anda akan merampok uang Anda sendiri tanpa sadar.

Biaya-biaya ATM
Saat pertama kali Anda mendapatkan kartu ATM (ketika baru membuka rekening di bank), Anda perlu menanyakan secara detail berapa banyak Anda akan di-charge ketika menggunakan ATM. Entah itu saat menarik dana tunai, mentransfer uang, atau membayar tagihan (bila ada, sesuai bank penerbit kartu ATM Anda). Jadi Anda tahu, makin sering Anda mentransfer uang ke bank lain, misalnya, makin banyak fee yang di-charge dari saldo rekening Anda.

PIN yang mudah diterka
Anda tentu tidak ingin menciptakan angka PIN yang asal-asalan, karena pasti sulit diingat. Mencatatnya di ponsel atau di kertas yang disimpan di dompet akan membantu, tetapi cara ini tidak aman. Tetapi, ada cara yang juga tidak disarankan, yaitu membuat PIN yang mudah diterka. Misalnya, dari ulang tahun Anda, ulang tahun anak, atau apapun yang mudah diketahui oleh pencuri. Pencuri yang tidak Anda kenal mungkin mengetahuinya dari kartu identitas yang tercecer. Sedangkan "pencuri" yang ternyata orang-orang di sekitar Anda, dan sudah menggenggam kartu ATM Anda, bisa menebak-nebak saja. Untuk menciptakan nomor PIN yang mudah diingat, lihatlah pada huruf-huruf di keypad ponsel, lalu pilih sebuah kata yang dirangkai dari sejumlah angka.

Tidak melacak pembayaran yang dilakukan
Banyak orang yang malas mencatat pengeluaran. Namun jika Anda ingin selalu mengikuti budget yang sudah Anda tentukan, Anda perlu tahu untuk apa saja uang dibelanjakan. Apakah Anda menggunakan kartu ATM untuk menarik dana tunai atau mendebetnya saat makan di luar, mengisi bensin, ngopi di gerai kopi, atau membeli buku-buku? Sedikit-sedikit, tetapi bila dilakukan berulangkali tentu akan menjadi banyak. Mintalah bon pembayaran setiap kali Anda membelanjakan uang.

Memperlakukannya seperti kartu kredit
Meskipun kartu ATM diciptakan untuk memudahkan Anda dalam menggunakan uang, tetapi jangan menggunakannya seperti saat menggunakan kartu kredit. Misalnya, ketika membeli sesuatu dengan kartu kredit, Anda bisa mengaturnya agar baru ditagih pada bulan berikutnya. Jika membayar dengan kartu debet, tentu Anda akan kehilangan uang saat itu juga. Ketika menarik tunai dari ATM, ada batas maksimal mengenai jumlah uang yang akan ditarik, namun hal ini tidak tergantung saldo rekening Anda. Berbeda dengan penarikan tunai dari kartu kredit, yang didasarkan pada prosentase dari limit kartu kreditnya. Sederhananya, pada beberapa kasus, lebih susah mengontrol pengeluaran jika Anda menggunakan kartu ATM.

WASPADAI PEMBOBOL ATM SAAT RAMADHAN
VIVAnews By Maryadie, Sandy Adam Mahaputra - Senin, 9 Agustus
VIVAnews - Berbagai modus kejahatan mulai marak menjelang bulan suci Ramadan. Mulai dari perampokan toko emas sampai pembobol dana nasabah bank melalui anjungan tunai mandiri (ATM). Modus ini dengan menempelkan stiker call center bank palsu di mesin ATM. Seperti yang terjadi, kemarin, komplotan ini ditangkap petugas Polres Metro Depok di Bandara Soekarno-Hatta. Pelaku yang berjumlah empat orang, masing-masing berinisial RA (35), SR (30), RP (39), dan WA (35) dibekuk saat akan mencairkan uang hasil kejahatan mereka dari para korbannya. Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Saidal Mursalin menuturkan, pengungkapan kasus ini bermula adanya laporan korban kejahatan saat bertransaksi di mesin ATM. "Kita akhirnya membekuk para tersangka di Bandara Soekarno Hatta," katanya kepada wartawan Senin 9 Agustus 2010.

Sedangkan untuk modus yang digunakan para pelaku dengan mengganjal mulut mesin ATM menggunakan batang korek api. Para pelaku juga menempelkan stiker call centre palsu di mesin ATM. Kapolres menjelaskan, para pelaku memasang perangkap dengan memasukkan batang korek api ke mulut mesin ATM agar kartu ATM korban tersangkut. Karena tersangkut tentunya nasabah menelepon nomor telepon call center palsu yang terletak di mesin ATM. Di stiker tertulis siap memberikan bantuan jika ada kartu ATM yang tertelan ke mesin. Stiker call center dipasang komplotan itu hanya akal-akalan semata. Sebab, pelaku juga menyertakan nomor ponselnya di stiker agar dihubungi korban yang minta tolong. Dan ketika nomor call center dihubungi, yang menjawab adalah salah satu dari komplotan pembobol ATM ini. Biasanya ketika korban telepon minta tolong, tersangka meminta nomor PIN dan nomor rekening. Lalu tanpa sepengetahuan korban, tersangka mengambil kartu ATM yang tersangkut kemudian berbekal nomor PIN menguras dana korban. "Sindikat ini sudah setahun beraksi, tidak hanya di Kota Depok, tapi juga di Jakarta Timur dan Bekasi," tegasnya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap aksi kejahatan yang ditenggarai meningkat jelang bulan puasa. "Kita tahu aktivitas warga menjelang bulan puasa lebih tinggi, seperti berbelanja atau mengambil uang di bank dan ATM," katanya. Boy juga kembali berpesan agar warga tidak mudah percaya dengan orang yang belum dikenal, bahkan hanya sekedar untuk memberikan pertolongan. "Modus kejahatan kian canggih dan beragam bahkan tidak lagi menggunakan cara-cara konvensional," pesan Boy.


Last edited by gitahafas on Sat Aug 13, 2011 10:51 pm; edited 8 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Thu Feb 18, 2010 8:23 am

BAGAIMANA IDENTITAS ANDA DICURI?
Rabu, 6/10/2010 | 16:12 WIB
KOMPAS.com - Masih ingat dengan kasus pembobolan ATM beberapa bank yang terjadi beberapa bulan lalu? Hal ini terjadi karena pengguna kartu ATM lalai menyimpan atau menggunakan kartu ATM-nya, sementara si pencuri identitas pun makin serius merancang aksinya. Kasus pencurian identitas juga terjadi di banyak negara lain. Di Amerika, 9 juta nasabah telah menjadi korbannya setiap tahun. Membayar dengan kartu kredit, meng-update teman-teman di situs jejaring sosial, dan membuang sampah sembarangan, adalah beberapa kebiasaan pengguna yang dimanfaatkan pencuri untuk mengambil identitas pengguna. Menurut Federal Trade Commission (FTC), agen perlindungan konsumen di Amerika, pencurian identitas terjadi ketika seseorang menggunakan informasi pribadi Anda, seperti nama, nomor social security (di Amerika), atau nomor kartu kredit, tanpa sepengetahuan Anda, untuk melakukan berbagai kejahatan. Jika identitas Anda dicuri, Anda tak hanya mengalami kerugian materi, tetapi juga kesehatan Anda. Betapapun canggihnya metode yang digunakan si pencuri, Anda harus lebih cerdik melindungi identitas Anda. Caranya adalah dengan mengetahui metode yang populer digunakan para pencuri untuk mengambil identitas Anda.

1. Skimming
Skimming adalah metode yang beberapa tahun belakangan marak terjadi. Saldo rekening Anda tiba-tiba menyusut, padahal Anda tidak melakukan transaksi. Skimming terjadi ketika Anda mengambil uang di ATM, atau ketika Anda membayar sesuatu dengan kartu kredit atau kartu debet. "Skimming itu terjadi ketika data pribadi Anda direkam dari kartu kredcit secara ilegal," ujar Leonard Gordon dari FTC. Teknologi skimmer biasanya diinstal di mesin EDC (electronic data capture), sistem yang didesain untuk mengumpulkan data dalam format eletronik. Perangkat yang tidak terlihat dengan mata telanjang ini akan membuat dua kopi dari informasi kartu kredit Anda. "Satu kopi untuk memproses transaksi, dan satu untuk pencuri yang akan men-download-nya belakangan," jelas Gordon. Skema ini sangat merugikan konsumen maupun bank penerbit kartu kredit. Dalam kasus di Los Angeles belum lama ini, sekelompok pencuri berhasil mengumpulkan 2 juta dollar setelah memasang skimmer di mesin EDC kartu kredit di pom bensin.

2. Jejaring sosial
Coba bayangkan pengaruh buruk dari mengungkap berbagai identitas pribadi Anda di situs jejaring sosial. Tak jarang orang memasukkan e-mail dan nomor telepon di dalamnya. Bagaimana mungkin pencuri identitas tidak memanfaatkan hal ini? Menurut survei dari CMO (Chief Marketing Officer) Council, satu dari setiap lima pengguna jejaring sosial terkena pencurian identitas. Informasi mengenai usia, asal rumah, kantor, bahkan hal-hal yang menjadi kesukaan, bisa digunakan untuk mengambil keuntungan. Caranya, setelah melihat halaman profil Anda untuk mengetahui informasi dasar mengenai Anda, si pencuri akan berpura-pura menjadi organisasi yang Anda percayai dan menelepon untuk meminta data pribadi penting seperti tanggal ulang tahun atau nomor telepon Anda.

3. Keluarga dan teman-teman
Anda pasti tak menyangka, sumber pencarian keempat adalah keluarga dan teman-teman. Dari merekalah separuh kejahatan identitas terjadi. Seringkali hal ini terjadi di tempat-tempat yang kita anggap paling aman, termasuk di kantor, kampus, atau bahkan di rumah. Bagaimana terjadinya? "Jangan meninggalkan buku agenda Anda tergeletak, atau meninggalkan dompet di sembarang tempat. Periksa juga tagihan kartu kredit Anda begitu Anda menerimanya," ungkap Gordon. Gunanya, agar Anda mengetahui kalau-kalau terdapat detail tagihan yang tidak Anda kenali. Misalnya, Anda dinyatakan membeli sebuah perangkat elektronik, padahal Anda tidak melakukannya. Cohen juga menyarankan untuk memeriksa laporan kredit dua kali setahun, untuk mengetahui semua jenis kesalahan identitas.

4. Membuang berkas pribadi
Setiap tahun, diperkirakan setiap orang membuang 79 kg kertas, dan banyak di antaranya termasuk informasi pribadi yang bisa digunakan pencuri untuk menggunakan identitas Anda. Karena itu, hati-hati saat Anda membuang struuk-struuk pembayaran dan tagihan kartu kredit, bukti transfer atau setor tunai dari bank, atau foto kopi identitas diri yang tidak Anda perlukan lagi. Semua itu bisa digunakan pencuri untuk mengungkap identitas Anda.

5. Identitas medis
Di Amerika, pencurian identitas dari institusi medis juga meningkat akhir-akhir ini. Jenis pencurian identitas ini tidak hanya menimbulkan risiko finansial, tetapi juga mengancam seluruh hidup Anda. Bila tercecer, identitas Anda akan digunakan untuk mengakses dokter, resep-resep, dan prosedur-prosedur lain, kemudian mengirimkan tagihannya pada Anda. Menurut Experian, perusahaan informasi kredit, tahun 2009 sebanyak 1,4 juta orang Amerika menjadi korban dari pencurian identitas medis ini. "Bisa saja orang yang menyamar sebagai Anda terdaftar secara medis, menjalani suatu prosedur perawatan. Lalu Anda dibawa ke ruang gawat darurat dalam keadaan tidak sadar, sementara catatan medis menunjukkan bahwa Anda telah menjalani prosedur ini, padahal Anda tidak melakukannya. Jadi, ada beberapa risiko kesehatan yang terjadi," tambah Gordon. Jika Anda mulai menerima tagihan-tagihan untuk prosedur yang tidak Anda lakukan, atau dari provider yang tidak Anda gunakan (bila menggunakan asuransi, misalnya), itulah yang menunjukkan bahwa seseorang telah menggunakan manfaat medis milik Anda.

HATI HATI SAAT BERBELANJA ONLINE
Monday, 05 July 2010 - Seputar Indonesia
SETIAP celah bisa dimasuki tindak kejahatan.Tidak terkecuali pada belanja online. Hal inilah yang membuat para konsumen online lebih berhat-hati daripada pembeli secara konvensional. Saking hati-hatinya, dalam survei Nielsen disebutkan bahwa konsumen cenderung kurang percaya pada iming-iming hadiah yang dijanjikan di dalam internet. Hal ini untuk mencegah mereka masuk pada tindak penipuan. Paypal, perusahaan yang lama bergerak di bidang belanja online, memberikan sejumlah tips agar konsumen dan calon konsumen tidak terjebak penipuan. Tips dasar menurut situs ini adalah ketika browsing pada situs belanja harus dipastikan beberapa hal. Pertama, menggunakan kata sandi (password) yang aman. Saat membuat akun di sebuah toko online,jangan memilih kata-kata seharihari, nama anggota keluarga, atau tanggal lahir. Sebaliknya, gunakan kombinasi huruf besar dan huruf kecil, nomor, dan simbol. Biasakan memberikan passwordyang unik dari akun ke akun. Kedua, perlu ada sebuah checkout aman dan proses pembayaran.

Pastikan toko onlinemenggunakan secure socket layer(SSL) yang mengenkripsi informasi yang sensitif.Cari ikon gembok terkunci di bagian bawah jendela browseruntuk melihat apakah konsumen terlindungi. Ketiga,melihat reputasi pedagang.Perlu sebuah penelitian kecil untuk mengetahui dan mengenal pedagang atau penjual yang menawarkan produk.Untuk hal ini perlu belajar tentang pedagang,cari ulasan dari pembeli lain. Banyak situs e-commerce, termasuk eBay, memiliki sistem umpan balik fitur komentar dan penilaian dari pembeli lain. Selanjutnya pertanyaan bisa diajukan dan jawaban didapat untuk item dari pedagang sebelum melakukan pembelian atau penawaran. Komunikasi yang baik akan membantu memastikan transaksi berjalan mulus. Di samping itu perlu mencari pengembalian dana atau kebijakan kembali.

Jika kebijakan tidak diposting, bisa diminta kepada pedagang batas waktu untuk mengembalikan barang dan apakah pengembalian dana penuh atau barang dagangan kredit yang ditawarkan. Selain itu perlu diperiksa status keanggotaan dan mencari anggota verified yang telah aktif selama setidaknya 60 hari. Selanjutnya perlu diketahui spesifikasi item yang akan dibeli. Semakin besar nilai yang ditawarkan pada produk, harus semakin banyak spesifikasi yang harus diketahui. Seperti produk komputer, perhiasan, dan elektronik memerlukan kehati-hatian ekstra. Perlu ada tambahan pengecekan berulang sebelum melakukan pembelian. Langkah seperti ini terutama sangat penting di kala masa liburan.Juga perlu ada konfirmasi tentang keaslian barang yang akan dibeli.

Ada juga tanda peringatan umum yang harus diketahui calon pembeli.Misalnya melihat tanda-tanda pengiriman. Konsumen jangan sampai lengah tentang waktu pengiriman.Waktu pengiriman harus sesuai dengan yang dijanjikan sejak awal. Jangan mengabaikan tanggal pengiriman yang disarankan. Hati-hati dengan penawaran produk yang sebenarnya tidak diminta. Misalnya menerima email tidak diminta dari penjual dengan produk sejenis yang sebelumnya telah dibuat penawaran.Sebab hal ini memungkinkan sebagai jalan masuk menuju penipuan. Konsumen perlujuga memperhatikanapabilabarangyangdijanjikan terlalu bagus dibandingkan barang sejenis di pasaran. Atau menawarkan dengan harga yang terkesan lebih rendah dari harga pasar.Kelengahan sedikit saja pada pembelian online bisa membuat calon pembeli malah tertipu.Apalagi jika pembelian itu merupakan pengalaman pertama. Maka harus lebih banyak belajar baik dengan membaca dari situs-situs yang telah tersedia atau belajar dari teman yang sudah berpengalaman. (abdul malik/islahuddin)


Last edited by gitahafas on Sat Aug 13, 2011 11:26 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Fri Feb 19, 2010 6:10 am

AMANKAH KARTU ATM ANDA?
Senin, 8/2/2010 | 05:03 WIB
Hilangnya dana pemegang rekening yang memiliki kartu ATM di Kuta, Denpasar, secara misterius pada pertengahan Januari 2010 membangunkan para pengguna jasa perbankan dari mimpi indah yang meninabobokan bahwa sistem pengamanan transaksi ATM yang digunakan bank-bank di Indonesia sudah aman. Selama ini, kasus-kasus yang muncul ke permukaan kebanyakan adalah kasus penipuan rekayasa sosial yang memanfaatkan keserakahan korbannya, seperti ditipu menang undian dan diminta mentransfer dana dari rekeningnya ke rekening penipu. Sebelum kasus ini, kesan yang timbul di masyarakat adalah sistem pengamanan transaksi bank di ATM sangat aman karena hanya kartu ATM yang bersangkutan yang dapat digunakan untuk menarik dana dari rekeningnya. Kalau ada kesalahan, berarti pemegang kartu yang memberikan kartu ATM dan PIN kepada orang lain dan bank secara sepihak dapat melakukan pendebetan rekening nasabah hanya mendasarkan pada verifikasi kesamaan data kartu magnetik milik nasabah dan PIN nasabah. Seharusnya bank berkewajiban untuk memberikan data pendukung yang independen, seperti rekaman CCTV pada saat transaksi dilakukan. Apalagi dibandingkan dengan sistem transaksi perbankan melalui internet yang sering dituduh sebagai sarang penyamun sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus karena ancaman dari dunia maya yang tidak terlihat dikesankan lebih berbahaya dari ancaman di dunia nyata. Meskipun secara teknis pengamanan transaksi melalui internet yang menggunakan token (kalkulator PIN) sebenarnya jauh lebih aman daripada pengamanan transaksi melalui kartu ATM. Wajar saja, kebanyakan orang lebih takut setan daripada preman.

Teknologi lawas
Kenyataannya, teknologi kartu magnetik yang digunakan ATM saat ini adalah teknologi kuno yang ditemukan oleh IBM pada tahun 1960-an dan mulai di implementasikan sejak tahun 1972 oleh NBI (National BankAmericard Inc) yang kemudian berubah nama menjadi VISA dan meluas penggunaannya sampai hari ini. Jika anda ingin mendapatkan perbandingan, teknologi kartu magnetik ini memiliki dua jenis. Pertama, teknologi perekaman lagu di kaset reel to reel analog yang saat ini sudah mulai menjadi barang kuno dan sudah bertransformasi menjadi digital dan disebarkan baik melalui keping CD atau online. Kedua, floppy disk drive (FDD) yang disimpan dalam bentuk disk magnetik dan bertransformasi menjadi penyimpanan dalam bentuk memori flash (UFD, USB flash disk). Teknologi kartu magnetik memang sudah harus ditinggalkan dan sebenarnya hal ini sudah dilakukan para vendor kartu kredit (atas ”paksaan” dari Bank Indonesia) yang mulai mengimplementasikan Smart Card pada seluruh kartu kredit sejak Januari 2010. Namun, mungkin karena alasan ekonomis, bank-bank yang sebenarnya telah mendapatkan banyak keuntungan dari teknologi lawas ini tidak buru-buru menerapkan Smart Card pada kartu ATM. Mungkin karena implementasi Smart Card membutuhkan penggantian hardware, baik kartu baru, mesin ATM, dan mesin debit yang tidak sedikit jumlahnya. Namun, apabila pertimbangan ekonomis mengalahkan pertimbangan keamanan, keputusan yang diambil oleh bank-bank ini cepat atau lambat akan menjadi bumerang bagi bank, terbukti dari munculnya kasus di Kuta ini dan bukan tidak mungkin akan mengakibatkan kerugian yang jauh lebih besar dari saat ini karena alat dan teknologi penyadapan dan pemalsuan kartu magnetik ini sudah sangat umum dan mudah didapatkan.

Proses keamanan
Jika nasabah dan bank selalu berhati-hati, mawas diri dan sadar sekuriti, kemungkinan terjadi insiden sekuriti akan dapat ditekan. Sebagai perbandingan, transaksi keuangan melalui internet secara teori sangat berbahaya karena, selain nasabah yang bersangkutan, ratusan juta orang di seluruh dunia terhubung ke internet yang sama dan tidak terhitung pelaku kriminal yang siap menerkam jika ada kesempatan. Namun, terbukti karena semua pihak, baik bank maupun nasabah, sadar akan ancaman ini sehingga menjadi mawas diri dan mencari metode pengamanan yang memadai di mana salah satunya menggunakan token (two factor authentication) saat ini menjadikan transaksi di internet jauh lebih aman dibandingkan dengan transaksi menggunakan kartu ATM dan belum ada satu pun laporan yang sistem pengamanan dengan token ini berhasil di tembus. Menurut pengamatan penulis, bank sebenarnya sudah menyadari akan adanya kelemahan pada pengamanan ATM ini, terbukti dengan dipasangnya alat anti-skimmer dan penutup keypad yang bertujuan untuk mempersulit penyadapan data, baik data kartu magnetik yang dapat disadap menggunakan skimmer (alat penyadap data kartu ATM magnetik) yang ditempelkan di mesin ATM persis di depan lubang memasukkan kartu ataupun data PIN yang biasanya disadap menggunakan kamera tersembunyi.

Namun, ternyata tidak semua mesin ATM dipasangi alat anti-skimmer dan penutup keypad sehingga teoretis lebih rentan disadap daripada mesin dengan anti-skimmer dan penutup keypad. Akan tetapi, sebenarnya hal ini bukan merupakan solusi permanen karena fungsi kartu ATM sekarang sudah lebih dari sekadar menarik uang di ATM, tetapi juga berfungsi sebagai kartu debit dan secara teknis lebih mudah menyadap data kartu pada kasir mesin debit dibandingkan dengan pada ATM. Karena mesin debit sudah menyebar meluas dan dapat diakses dengan mudah tanpa pengawasan seperti mesin ATM dan mayoritas keypad pada alat debit sampai saat ini belum dipasangi penutup. Jika anda pengguna ATM dan kartu debit, ada baiknya menerapkan satu kebiasaan baru, yaitu tutupi keypad saat memasukkan PIN di mana pun, di ATM, kasir supermarket, atau ketika berbelanja ke Mangga Dua. Bagi bank, penulis hanya memberikan satu saran yang harusnya sudah dilakukan dari tahun-tahun lalu. Segera ganti kartu-kartu ATM yang menggunakan teknologi magnetik kuno ini dengan kartu cip yang memiliki keuntungan utama mampu mengenkripsi data kartu dan selalu disiplin cadangkan dana untuk meng-update pengamanan ATM. Karena, sekali lagi, keamanan bukanlah sebuah produk, tetapi keamanan adalah sebuah proses.

Alfons Tanujaya Antivirus Specialist Vaksincom E-mail: info@vaksin.com


Last edited by gitahafas on Sat Jun 09, 2012 4:36 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Fri Feb 19, 2010 6:52 am

BOLEHKAH PEKERJAKAN PRT DIBAWAH 17 TAHUN?
Sabtu, 26/6/2010 | 20:07 WIB
KOMPAS.com - Sehabis Lebaran tahun lalu, pembantu rumah rumah tangga (PRT) keluarga saya membawa keponakannya. Dia seorang gadis yang baru berusia 15 tahun. Gadis itu meminta dicarikan tempat untuk bisa bekerja sebagai PRT. Kebetulan banyak saudara dan teman yang memang sedang mencari PRT karena PRT yang lama tidak kembali lagi sehabis Lebaran. Tetapi saya bingung dengan usia si gadis yang masih di bawah 17 tahun. Apakah mengabulkan permintaannya untuk bekerja bisa membuat saya dianggap mempekerjakan anak di bawah umur? Tapi demi Tuhan, boleh percaya atau tidak, ini keinginannya sendiri. Bukan saya atau PRT saya yang memaksa dia untuk bekerja. Sebenarnya berapakah batas usia seseorang sudah mulai bisa bekerja? Saya lihat banyak kok rumah lain yang pembantunya masih kecil-kecil. Mohon penjelasannya, Bu. Terima kasih banyak sebelumnya. - Hermy, Pondok Gede.

Hingga kini, Indonesia belum memiliki Undang-undang yang khusus mengatur pembantu rumah tangga (PRT), misalnya mengenai batas umur, upah minimum, jumlah jam kerja per hari, dan sebagainya. Namun, batasan usia minimum anak diperbolehkan bekerja diatur dalam Konvensi International Labour Organization (ILO) no. 138 dan rekomendai no. 146 yang telah disahkan oleh pemerintah Indonesia dengan Undang-undang no. 20 Tahun 1999.

Undang-undang tersebut menjelaskan bahwa batas minimum usia anak bekerja di Indonesia adalah 15 tahun. Dengan demikian, Ibu tidak dapat dipersalahkan atau dituduh mempekerjakan anak di bawah umur, sebab telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku (anak itu sudah berusia 15 tahun).

Karena belum ada Undang-undang yang khusus mengatur tentang PRT, jika terjadi kasus-kasus tertentu seperti kekerasan, peraturan yang dapat mengatur kasus tersebut adalah undang-undang umum seperti KUHP, Undang-undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dan sebagainya.
(Prof. Dr. Zulfa Djoko Basuki SH.MH, Ahli Hukum dan Guru Besar FHUI/Majalah Sekar)


Last edited by gitahafas on Sat Jul 31, 2010 7:43 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Wed Feb 24, 2010 11:56 am

MEMANUSIAKAN P R T
Senin, 26/7/2010 | 17:07 WIB
KOMPAS.com - Pekerja rumah tangga dapat berperan sangat besar dalam kehidupan pribadi kita, bahkan untuk keberlangsungan ekonomi keluarga dan masyarakat. Bayangkan apabila suami-istri tidak lancar bekerja karena tidak memiliki PRT, seimbangkah biaya material dan non-material yang harus dikeluarkan dengan gaji yang diberikan kepada PRT?

Ibu bekerja, Pam, menulis surat ini:
”Aku ada masalah dengan pekerja rumah tanggaku. Aku menggajinya Rp 700.000 per bulan, bersih. Ia menginap di rumahku yang ukuran rumah 6 m x 20 m. Ruang tidurnya sekitar 2 x 3 m persegi. Makan, sabun, pembalut, dan kebutuhan yang diperlukannya diperoleh di luar gaji yang ia terima. Di rumah, aku tinggal bersama anakku yang masih berusia 2 tahun 10 bulan. Suamiku bekerja di luar kota, dan pulang per 4 bulan sekali. Saya memberi gaji kepada PRT segitu karena saya pikir ia telah mengerjakan tugas all in, artinya mencuci, memasak, menjaga anakku, mengantar dan menemaninya ke sekolah. Pokoknya, mengerjakan semua urusan rumah tangga yang tidak bisa kutangani selama aku bekerja di kantor. Akan tetapi, lingkungan sekitar bilang gaji yang kuberikan kepada PRT-ku merusak pasar, saya dianggap sombong menggaji PRT yang menurut mereka tinggi. Biasanya di tempatku tinggal rata-rata gaji PRT adalah Rp 400.000 hingga Rp 450.000 per bulan, dan mengerjakan all in juga sepertiku, dan sebagian luas rumahnya melebihi luas rumahku. Saya tidak bermaksud merusak pasar. Saya hanya ingin menghargai PRT-ku. Jika saya yang melakukan pekerjaan yang dilakukannya, itu berat bagi saya. Juga kondisinya sangat berbeda dengan situasi kerjaku di kantor. Namun, saya juga tidak ingin interaksi sosial dengan para tetangga menjadi buruk. Saya mohon masukan Mbak, bagaimana seharusnya saya bersikap? Sebenarnya berapa upah yang pantas jika saya ingin menghargai PRT saya?”

Tuntutan perlindungan vs profesionalitas
Di seputar Jabodetabek, cukup umum menggaji PRT (yang menginap) sejumlah Rp 400.000-Rp 500.000 per bulan, dan sekitar Rp 250.000-Rp 400.000 untuk yang pulang pergi membersihkan rumah atau mencuci. Awalnya saya menyangka bahwa PRT yang bekerja di rumah megah dengan majikan kelas atas dan tuntutan melayani gaya hidup high class akan memperoleh gaji yang signifikan lebih besar daripada PRT yang bekerja pada kelompok menengah atau menengah bawah. Ternyata dugaan saya tidak sepenuhnya benar. Majikan kelas atas belum tentu menggaji lebih besar karena menganggap PRT tidak mempunyai keterampilan profesional. Ada banyak perdebatan dalam masyarakat mengenai tuntutan perlindungan kerja versus profesionalitas PRT. Ada yang memperjuangkan PRT harus memperoleh gaji setidaknya sebesar upah minimum regional (UMR), dengan berbagai aturan perlindungan. Ada pula yang mengeluh PRT tidak profesional, tidak pantas digaji sebesar UMR, juga seharusnya PRT berterima kasih karena bisa ”numpang” tempat tinggal dan ikut makan di keluarga majikan. Bayangkan apabila harus menyewa rumah sendiri. Yang tidak setuju pengaturan upah PRT mengatakan akan bersikap sangat ”tegas” dengan sepenuhnya menuntut profesionalitas PRT apabila sampai ada aturan upah minimal, tidak lagi bersedia menerima PRT yang menginap, dan tidak mau lagi menyediakan keperluan-keperluan lain (misalnya sabun, odol, sikat gigi) untuk PRT-nya.

Memanusiakan PRT
Pekerjaan sebagai pekerja rumah tangga sangat dibutuhkan untuk menunjang perguliran aktivitas keluarga, masyarakat, dan kehidupan ekonomi negara. Di sisi lain, kerja rumah tangga paling tidak memperoleh perlindungan, paling rentan pelanggaran hak, paling murah bayarannya, paling tidak membanggakan. Dengan bayaran Rp 450.000 per bulan, yang berarti sekitar Rp 15.000 per hari, kita meninggalkan rumah kepada PRT, memercayakan anak dan rumah tangga kita kepada mereka. Tentu ada cukup banyak dari kita yang cemas dengan usulan kenaikan upah PRT mengingat gaji kita sendiri yang amat terbatas. Untuk keluarga berpenghasilan lima jutaan rupiah, menggaji PRT sebesar UMR berarti sudah menghabiskan 20 persen anggaran. Akan tetapi, banyak pula dari kita yang sebenarnya sangat mampu menggaji PRT dengan lebih baik. Menarik bahwa cukup banyak orang merasa keberatan menaikkan gaji PRT-nya, tetapi mampu dan sukarela mengeluarkan uang ratusan ribu bahkan jutaan untuk makan malam, bersedia membayar PRT pengganti dengan remunerasi harian yang sangat mahal di hari-hari raya saat PRT sangat langka, atau malah ramai-ramai menginap di hotel mewah menyewa beberapa kamar, yang mungkin berbiaya entah berapa bulan gaji PRT. Masih ada cukup banyak pula PRT anak yang memiliki dan harus dipenuhi kebutuhan tumbuh kembangnya secara optimal, tetapi dalam kenyataannya situasinya sering lebih tak terlindungi. Perlu pula disinggung soal latar belakang keluarga atau pribadi yang khusus, misalnya miskin, pecah, atau tercabut dari akar, yang menyebabkan PRT anak lebih rentan eksploitasi. Kemampuan ekonomi masyarakat memang berbeda-beda. Yang terpenting adalah memiliki niat baik dulu untuk menyusun aturan perlindungan yang sama-sama menguntungkan. Dengan demikian, majikan lebih terpenuhi kebutuhan dan hak-haknya, dapat meninggalkan rumah dengan hati nyaman, tidak kesal karena PRT ”tidak bisa apa-apa”, tidak harus waswas bahwa PRT tiba-tiba ”ngambek” minta pulang, atau melakukan hal-hal yang merugikan. Sementara itu, PRT juga dapat makin meningkatkan profesionalitasnya. Semoga Ibu Pam dapat bersikap rendah hati untuk menghindari konflik dengan tetangga, sekaligus memengaruhi sekitar untuk lebih menghargai PRT dengan cara masing-masing. Apabila kita dapat bekerja dengan nyaman di luar rumah, bersosialisasi dengan orang-orang penting, mengembangkan karier, memperoleh uang memadai, bahkan dalam jumlah besar karena ada PRT yang menjaga rumah, mengapa tidak menghargai PRT dengan lebih baik? Pada akhirnya, memanusiakan PRT dan memanusiakan orang lain adalah juga memanusiakan diri kita sendiri.

(Kristi Poerwandari, psikolog)


Last edited by gitahafas on Sun Mar 03, 2013 7:59 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Wed Feb 24, 2010 12:23 pm

TIPE MAJIKAN SEPERTI APAKAH ANDA?
Rabu, 5/1/2011 | 17:12 WIB
KOMPAS.com — Peran pekerja rumah tangga (PRT) tak bisa dianggap sepele. Pekerjaan domestik yang dilakukan sejak pagi hingga petang tentunya meringankan kerja Anda di rumah. Bukankah dengan peran PRT, Anda lebih leluasa menjalani berbagai aktivitas lain yang menjadikan Anda individu produktif? Sebab, memang pekerjaan PRT di rumah menjaga, membantu, dan memastikan semua urusan rumah tangga beres sehingga para majikan dapat bekerja dengan tenang. Lantas, seperti apa relasi yang Anda bangun bersama PRT di rumah? Apakah Anda termasuk majikan yang sudah menjamin hak PRT sebagai pekerja dan individu terpenuhi? Bagaimanapun PRT adalah individu sama seperti Anda, yang bekerja, yang perlu diperlakukan manusiawi, jelas hak dan kewajibannya. Gadis Arivia dalam bukunya berjudul Feminisme: Sebuah Kata Hati menuliskan, ketika PRT diartikan sebagai manusia yang memiliki hak asasi, otomatis majikan memiliki kewajiban memenuhi hak-haknya sebagai pekerja karena nilai manusianya sebagai orang yang bekerja (bukan sekadar membantu). Dengan melihat PRT sebagai manusia yang produktif, relasi majikan dan pekerja rumah tangga (PRT) bisa dibangun secara bermartabat, egalitarian, bersahabat, bahkan dengan kekeluargaan. Namun, bukan kekeluargaan yang bersifat eksploitatif, yakni menganggap PRT sebagai pembantu tanpa melihatnya sebagai manusia yang memiliki hak asasi.

Menjamin dan melindungi hak PRT
Meski belum ada aturan baku berskala nasional yang mengatur hak PRT, Anda bisa merujuk pada peraturan daerah (perda) sesuai tempat tinggal Anda. Menurut Gadis, perda yang dinilainya cukup baik adalah Yogyakarta. Lantas seperti apa seharusnya majikan menjamin hak PRT yang bekerja padanya? Hasil modifikasi dengan LSM Jaringan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga memaparkan sejumlah perlindungan yang seharusnya diberikan kepada PRT, di antara perlindungan tersebut adalah:

* Batasan usia minimal PRT 18 tahun.
* Tidak boleh mempekerjakan anak-anak.
* Besaran upah minimum harus sesuai dengan upah minimun provinsi.
* PRT juga berhak mendapatkan cuti atau libur. Seperti cuti haid, cuti tahunan 12 hari kerja setelah bekerja minimal satu tahun, selama cuti tetap mendapatkan upah, PRT yang mengalami kehamilan, bersalin atau keguguran, berhak istirahat selama tiga bulan.
* Soal jam kerja, PRT juga berhak mendapatkan aturan yang jelas. Bekerja penuh waktu maksimal 14 jam per hari, sedangkan jika paruh waktu maksimal 10 jam per hari.

Inilah beberapa hak yang semestinya diterapkan majikan kepada PRT, yang perlu dilihat sebagai karyawan, bukan pembantu.

Menggunakan istilah yang lebih memanusiakan
PRT adalah istilah yang dianggap lebih menyetarakan dan menghargai hak sebagai pekerja atau karyawan. Berbeda dengan istilah yang digunakan sejak lama di masyarakat kita, seperti babu, batur, atau kacung, yang semuanya memiliki karakter yang sama, yakni bekerja di wilayah domestik. Sebutan seperti ini lebih mencerminkan budaya kolonial. "Para elite masyarakat Jawa meniru gaya hidup raja (atau orang-orang Belanda) ketika itu, dengan mempekerjakan pembantu yang mengabdi membantu di rumah, bahkan termasuk harus 'melayani' sang tuan. Sifat eksploitasi sangat terasa ketika itu, bahkan pembantu tak dipandang sebagai manusia yang sepenuhnya mempunyai hak," jelas Gadis.

Menunjukkan kepedulian sebagai sesama perempuan
Sebagai perempuan yang mempekerjakan PRT, Anda juga perlu membangun kesadaran melindungi dan menjamin hak PRT. Menurut Gadis, terlepas dari tuntutan terhadap negara untuk berbuat lebih banyak melindungi PRT, mengapa para majikan, terutama perempuan, tidak mulai bergerak. Berdasarkan data yang disampaikan Gadis, di Indonesia terdapat 2,5 juta PRT dan 90 persen darinya adalah perempuan. Mereka inilah yang mengisi peluang pekerjaan di sektor informal rumah tangga. Mereka jugalah yang ikut mengurangi pengangguran di Indonesia. Bukankah kontribusi Anda memberikan hak PRT lebih adil adalah juga bentuk kontribusi Anda untuk memerangi pengangguran dan membuka lapangan pekerjaan? Mungkin saja, berbagai kasus negatif mengenai PRT yang kerap dialami di rumah tangga karena mereka tak mendapatkan hak yang layak. Sementara kewajiban yang dijalankan PRT melebihi dari kapasitas, seperti tanpa jam kerja pasti, semau hati majikan memerintahnya mengerjakan tugas domestik, tanpa henti tanpa cuti.


Last edited by gitahafas on Sun Mar 03, 2013 7:58 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Wed Feb 24, 2010 12:47 pm

10 TIPS ANTI JAMBRET DI TERMINAL
Senin, 5 Juli 2010, 08:26 WIB
VIVAnews - Hati-hati saat berada di terminal bus, stasiun kereta, ataupun tempat perhentian kendaraan umum lainnya. Bukan rahasia lagi, lokasi-lokasi itu rawan kejahatan jalanan seperti pencopetan, pemerasan (pemalakan) serta penipuan. Untuk menghindari bahaya, anda perlu ekstra waspada dan selalu berhati-hati. Namun itu saja tak cukup. Senin 5 Juli 2010, Polda Metro Jaya membagikan 10 tips anti kejahatan jalanan yang biasa terjadi di tempat pemberhentian kendaraan umum :

1. Tampil sederhana.
2. Miliki peta kota atau kawasan di mana terminal itu berada.
3. Kalau tidak punya peta, sekali lagi jangan bingung dan panik.
4. Jika tak tahu tujuan, bertanyalah kepada petugas resmi seperti polisi atau petugas Dinas Perhubungan. Tak salah juga jika anda bertanya pada penjaga warung makan atau kios.
5. Jika anda masih melanjutkan perjalanan ke kota lain dengan bus, belilah tiket pada loket penjualan tiket bus resmi.
6. Saat naik bus malam, biasakan berangkat dari terminal resmi bus tersebut. Jika terpaksa naik di terminal umum, datanglah lebih awal.
7. Bus yang kosong atau sesak sama bahayanya, dua kondisi itu ideal bagi pencopet. Mereka biasa bergerombol, tiga sampai lima orang.
8. Waspada saat naik atau turun dari bus yang sesak.
9. Agar terhindar dari pembiusan, jangan menerima minuman atau makanan yang ditawarkan orang yang baru anda kenal di kawasan terminal.
10. Dompet sebaiknya jangan ditaruh di saku. Simpan uang secukupnya saja di saku baju depan. (hs)


Last edited by gitahafas on Sun Mar 03, 2013 7:58 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Numpang Lewat   Wed Feb 24, 2010 8:54 pm

BERJALAN DIATAS BARA API TANPA LUKA BAKAR
Selasa, 20/07/2010 08:12 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Aksi atau permainan berjalan di atas bara api tanpa mengalami luka sudah sering kita lihat. Ada dugaan orang-orang yang melakukan itu menggunakan sihir karena tubuhnya tidak hangus berjalan di atas api. Tapi ada penjelasan ilmiah kenapa seseorang bisa berjalan di atas bara api tanpa terbakar? Yang pertama, kebanyakan aksi berjalan di atas api mengggunakan api yang berasal dari potongan kayu.
Potongan-potongan kayu ini terdiri dari banyak senyawa karbon, beberapa molekul organiknya mudah menguap termasuk menguapkan air. Molekul organik ini akan mudah untuk menguap jika dipanaskan, karena panas yang dikeluarkan oleh api akan menguapkan semua senyawa organik volatil (mudah menguap) dan juga air. Sehingga yang didapatkan hanya senyawa karbon yang hampir murni dan karbon adalah merupakan salah satu unsur yang ringan.

Dikutip dari Howstuffworks, Selasa (20/7/2010) struktur dari karbon ringan merupakan penghantar panas yang buruk, sehingga dibutuhkan waktu yang relatif lama untuk mentransfer panas dari bara ke kulit seseorang. Tapi jika bara yang dihasilkan berasal dari bahan logam, maka perpindahan panas akan terjadi dalam waktu seketika dan seseorang akan mendapatkan luka bakar parah.

Kedua, abu yang dihasilkan dari proses pembakaran juga bisa bertindak sebagai penghambat panas atau lapisan isolator, sehingga perpindahan panas ke kulit seseorang akan menjadi lebih lambat. Bukan berarti tidak mungkin terbakar sama sekali, karena perpindahan panas masih bisa terjadi. Jika seseorang berdiri diam di atas bara selama beberapa waktu, maka orang tersebut pasti akan mendapatkan luka bakar yang cukup serius.

Namun jika seseorang membatasi kontak kulitnya dengan bara api misalnya dalam jangka waktu yang sangat singkat atau berjalan dengan cepat, maka kaki tidak akan mendapatkan panas yang cukup untuk membakar kulitnya. Itulah kenapa aksi-aksi berjalan di atas api memang tidak membuat seseorang terbakar. Tapi memang tidak mudah melakukannya dan dibutuhkan keahlian tertentu.

Luka bakar sendiri akan terjadi jika tubuh terpapar oleh suatu zat yang bersuhu tinggi dan salah satu penyebab utama kecelakaan luka bakar adalah terpapar api. Berdasarkan derajat kerusakan jaringan, maka luka bakar dibedakan menjadi 3 tipe, yaitu:
1. Luka bakar derajat 1, yakni kerusakan pada lapisan epidermis yang ditandai dengan bengkak ringan di daerah tersebut, kulit kemerahan dan luka lecet.
2. Luka bakar derajat 2, yakni kerusakan meliputi epidermis dan sebagian dermis (lapisan kulit yang lebih dalam), timbul rasa nyeri, infeksi dan terkadang dehidrasi.
3. Luka bakar derajat 3, yakni kerusakan meliputi seluruh lapisan dermis, mengenai lapisan otot dan tulang serta terjadi infeksi.


Last edited by gitahafas on Sat Jun 09, 2012 4:36 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
 
Numpang Lewat
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 51Go to page : 1, 2, 3 ... 26 ... 51  Next
 Similar topics
-
» Menjawab Fitnah:Apakah Nabi Muhammad bersenggama dengan sepupunya (Umi Hani)?
» Seorang Dosen Guru Besar Tafsir al-quran masuk Kristen
» numpang tanya

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: SERBA-SERBI-
Jump to: