Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Asal Tahu Saja

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 27 ... 49, 50, 51
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Thu Oct 10, 2013 4:22 pm

INILAH 3 BAHAN PANGAN MASA DEPAN
Jumat, 31 Mei 2013 | 11:36 WIB
Kompas.com - Permintaan pangan diperkirakan meningkat sekitar 70 persen pada 2050. Untuk memenuhi kebutuhan itu, revolusi hijau difokuskan untuk membantu petani kecil. Kiranya tanaman pangan yang diproduksi dan dikembangkan dalam skala kecil itu hasilnya bakal berdampak signifikan sebagai sumber pangan. Inilah tiga sumber pangan yang bakal jadi priomadona di masa depan sebagaimana dipaparkan National Geograpic.

Kacang arab
Kacang chickpea atau kacang arab yang kaya protein tumbuh di lebih dari 50 negara mulai dari Mediterania sampai Asia Selatan. Jenis kacang ini juga memperkaya tanah dengan nitrogen, sehingga para petani bisa mengurangi pemakaian pupuk. Varietas baru kacang arab, yang dikembangkan agar dapat tumbuh di kondisi yang lebih keras dan dapat memberantas busuk daun, memungkinkan para petani di Asia dan Afrika meningkatkan hasil panen mereka. Kacang arab juga kaya kandungan nutrisi. Kandungan proteinnya lebih dari dua kali protein jagung. Sementara kandungan seratnya lebih dari empat kali serta beras merah.

Serangga
Serangga merupakan penganan yang bergizi. Jumlahnya pun melimpah dan seringkali renyah. Belalang, kumbang badak, dan rayap hanya sebagian dari lebih dari seribu spesies serangga yang dimakan di seluruh dunia. Kebanyakan dicari di alam liar. Tetapi seiring peningkatan harga pangan, peternakan serangga mungkin akan menjadi industri yang berkembang pesat.

Kentang
Bentuknya memang sederhana. Tetapi kentang merupakan sumber karbohidrat sehingga bisa menjadi makanan pokok pengganti nasi, roti, atau sagu. Sebagai produsen kentang terbanyak di dunia, Cina sedang memgembangkan benih kentang bebas penyakit dan varietas-varietas baru yang disesuaikan untuk berbagai iklim saat populasinya bertambah.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Thu Oct 10, 2013 4:23 pm

5 SERANGGA BERGIZI TINGGI
Penulis : Lusia Kus Anna | Selasa, 27 Agustus 2013 | 14:03 WIB
Kompas.com — Organisasi pangan dan pertanian dunia (FAO) beberapa waktu lalu menyebut potensi serangga sebagai sumber pangan bergizi tinggi yang murah meriah dan tersedia melimpah di sekitar kita. Kenali apa saja serangga bergizi tinggi yang layak dicoba!

1. Jangkrik
Jangkrik sebenarnya sudah lama dikonsumsi oleh masyarakat di beberapa negara di Asia. Kandungan kalsiumnya yang tinggi membuat serangga ini paling banyak dikonsumsi. "Protein adalah nutrisi terbesar dari serangga, tetapi ada juga kandungan kalori, vitamin, dan mineral," kata May Berenbaum, kepala departeman entomologi dari Universitas Illinois di Urbana-Champaign.

2. Belalang
Bentuknya mirip dengan jangkrik, tetapi belalang memiliki antena lebih pendek dan lebih aktif di siang hari. Kandungan gizinya yang tinggi membuat belalang bisa menjadi pilihan camilan sehat. Kandungan protein dalam belalang hampir setara dengan sepotong dada ayam berukuran 100 gram, tetapi dengan lemak lebih banyak. Serangga ini terasa lebih lezat jika dipanggang atau dibumbui bawang putih, bawang, cabai, serta kecap.

3. Kepik air raksasa
Kepik air raksasa (giant water beetles) sering ditangkap oleh penduduk di wilayah pedesaan Thailand. Selain karena mudah ditemukan, serangga ini juga mengeluarkan bau yang sedap ketika dimasak. Kandungan proteinnya jauh lebih tinggi dibanding dengan kacang merah.

4. Semut merah
Semut merah dan telurnya sudah lama dikenal dalam kuliner di negara Timur. Selain mengandung protein tinggi, semut memiliki lemak lebih sedikit seperti halnya ikan. Meski begitu, mengumpulkan semut merah bukan perkara mudah karena hewan kecil ini cukup sakit jika menggigit.

5. Ulat daun
Ulat juga bukan serangga baru yang menjadi bahan makanan. Kandungan proteinnya yang tinggi menjadi keunggulan utama ulat untuk dikonsumsi.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Thu Oct 10, 2013 4:25 pm

PBB: MULAILAH KONSUMSI BANYAK SERANGGA
Senin, 13 Mei 2013 | 23:06 WIB
NEW YORK, KOMPAS.com — Mengonsumsi serangga bisa menjadi cara untuk memerangi kelaparan di dunia. Demikian menurut sebuah laporan PBB terbaru. Laporan yang dirilis Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) itu juga mengatakan bahwa mengonsumsi serangga meningkatkan nutrisi konsumennya dan mengurangi polusi. FAO mencatat setidaknya dua miliar orang di seluruh dunia sudah mengonsumsi serangga sebagai variasi makanan sehari-hari mereka. Lebah, kumbang, dan serangga-serangga lainnya saat ini sudah menjadi makanan bagi manusia dan hewan ternak. FAO mengatakan, peternakan serangga adalah salah satu jalan untuk meningkatkan ketahanan pangan dunia. "Serangga ada di mana-mana dan mereka bereproduksi sangat cepat. Serangga memiliki pertumbuhan tertinggi, tetapi meninggalkan jejak lingkungan yang sangat rendah," demikian laporan FAO. Laporan itu juga menyebut serangga juga memiliki rasa yang lezat, tinggi kadar protein, serta memiliki kadar lemak dan mineral yang memadai. Serangga, lanjut FAO, bisa menjadi makanan pengganti yang penting, khususnya bagi anak-anak yang kekurangan gizi. Serangga juga sangat efisien saat diolah menjadi makanan. Sebagai contoh, jangkrik. Serangga ini membutuhkan jumlah makanan 12 kali lebih sedikit ketimbang hewan ternak besar untuk memproduksi kandungan protein yang sama. Selain itu, sebagian besar serangga juga menghasilkan gas rumah kaca berbahaya lebih kecil dibanding ternak lainnya. Serangga di sejumlah kawasan sudah menjadi makanan reguler. Namun, sebagian besar warga negara Barat masih menganggap serangga sangat menjijikkan untuk dikonsumsi. Laporan FAO itu juga menyarankan agar industri makanan dunia ikut mempromosikan dan meningkatkan status serangga dengan memasukkan mereka ke dalam resep baru dan menambahkan serangga ke dalam menu-menu restoran. Di beberapa belahan dunia, serangga bahkan sudah dianggap menjadi makanan sehari-hari. Misalnya, di Afrika bagian selatan, warga di sana menganggap ulat sebagai makanan mewah dan dijual dengan harga tinggi.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Mon Apr 20, 2015 12:58 pm

PROGRAM INDONESIA SEHAT UNTUK ATASI MASALAH KESEHATAN
Jakarta, 3 Februari 2015
Indeks Pembangunan Manusia Indonesia dari tahun ke tahun meningkat, walaupun saat ini Indonesia masih berada pada ranking 108 dari 187 negara di dunia. Pembangunan manusia pada dasarnya adalah upaya untuk memanusiakan manusia kembali. Adapun upaya yang dapat ditempuh harus dipusatkan pada seluruh proses kehidupan manusia itu sendiri, mulai dari bayi dengan pemberian ASI dan imunisasi hingga lanjut usia, dengan memberikan jaminan sosial. Kebutuhan-kebutuhan pada setiap tahap kehidupan harus terpenuhi agar dapat mencapai kehidupan yang lebih bermartabat. Seluruh proses ini harus ditunjang dengan ketersediaan pangan, air bersih, sanitasi, energi dan akses ke fasilitas kesehatan dan pendidikan, jelas Menkes Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, Sp.M(K) saat Jumpa Pers Awal Tahun tentang program kerja Kemenkes, di Jakarta (3/2). Dalam rangka mendorong pembangunan manusia secara menyeluruh, perlu perhatian pada kesehatan sejak dini atau sejak Balita. Kita lihat bahwa sangat penting untuk melakukan investasi yang tepat waktu agar pertumbuhan otak anak sampai usia 5 tahun dapat berjalan dengan baik, untuk menghindari loss generation, terang Menkes. Ditegaskan, salah satu ancaman serius terhadap pembangunan kesehatan, khususnya pada kualitas generasi mendatang, adalah stunting. Dimana rata-rata angka stunting di Indonesia sebesar 37.2%. Menurut standar WHO, persentase ini termasuk kategori berat. Menkes juga mencermati angka kejadian pernikahan dini yang masih cukup tinggi dan kerentanan remaja pada perilaku seks berisiko serta HIV/AIDS khususnya pada kelompok usia produktif. Kematian ibu juga menjadi tantangan dari waktu ke waktu. Ada berbagai penyebab kematian ini baik penyebab langsung maupun tidak langsung, maupun faktor penyebab yang sebenarnya berada di luar bidang kesehatan itu sendiri, seperti infrastruktur, ketersedian air bersih, transportasi, dan nilai-nilai budaya. Faktor-faktor non-kesehatan inilah yang justru memberikan pengaruh besar karena dapat menentukan berhasil tidaknya upaya penurunan angka kematian ibu, ungkap Menkes. Guna mengurangi dampak kesehatan seperti contoh di atas, Kemenkes menyelenggarakan Program Indonesia Sehat sebagai upaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang berperilaku sehat, hidup dalam lingkungan sehat, serta mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Program Indonesia Sehat terdiri atas
1) Paradigma Sehat;
2) Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer; dan
3) Jaminan Kesehatan Nasional. Ketiganya akan dilakukan dengan menerapkan pendekatan continuum of care dan intervensi berbasis risiko (health risk).

Paradigma sehat menyasar pada
1) penentu kebijakan pada lintas sektor, untuk memperhatikan dampak kesehatan dari kebijakan yang diambil baik di hulu maupun di hilir, 2) Tenaga kesehatan, yang mengupayakan agar orang sehat tetap sehat atau tidak menjadi sakit, orang sakit menjadi sehat dan orang sakit tidak menjadi lebih sakit;
3) Institusi Kesehatan, yang diharapkan penerapan standar mutu dan standar tarif dalam pelayanan kepada masyarakat, serta
4) Masyarakat, yang merasa kesehatan adalah harta berharga yang harus dijaga.

Kementerian Kesehatan akan melakukan penguatan pelayanan kesehatan untuk tahun 2015-2019. Penguatan dilakukan meliputi
1) Kesiapan 6.000 Puskesmas di 6 regional;
2) Terbentuknya 14 RS Rujukan Nasional; serta Terbentuknya 184 RS Rujukan regional.
Khusus untuk daerah terpencil dan sangat terpencil, di bangun RS kelas D Pratama dengan kapasitas 50 Tempat Tidur untuk lebih mendekatkan pelayanan kesehatan rujukan. Pada regional Papua akan didirikan 13 Rumah Sakit Pratama. Sementara pada Regional Sumatera, Jawa, Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi akan didirikan 55 Rumah Sakit Pratama. Menkes menjelaskan, Kementerian Kesehatan telah melakukan implementasi e-catalogue pada pengadaan obat dan alat kesehatan di lingkup Satuan Kerja Pemerintah. Hal ini telah dimulai sejak tahun 2013 untuk obat, dan awal tahun 2014 untuk alkes. Ini merupakan wujud nyata tindak lanjut arahan Presiden RI agar pengadaan barang/jasa di lingkup Pemerintah dilakukan secara elektronik.

Kartu Indonesia Sehat (KIS)
KIS yang diluncurkan tanggal 3 November 2014 merupakan wujud program Indonesia Sehat di bawah Pemerintahan Presiden Jokowi. Program ini 1) menjamin dan memastikan masyarakat kurang mampu untuk mendapat manfaat pelayanan kesehatan seperti yang dilaksanakan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan; 2) perluasan cakupan PBI termasuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan Bayi Baru Lahir dari peserta Penerima PBI; serta 3) Memberikan tambahan Manfaat berupa layanan preventif, promotif dan deteksi dini dilaksanakan lebih intensif dan terintegrasi.

Pertemuan Antar Menteri
Dalam mensinergikan program kesehatan dengan program pembangunan di kementerian lain, Menteri Kesehatan telah melakukan beberapa pertemuan dengan Menteri Kebinet Kerja. Pertemuan dilakukan sejak akhir tahun 2014 dan masih berlangsung hingga saat ini.

Tanggal 23 Desember 2014 Menkes bertemu dengan Mendagri. Ini merupakan pertemuan pertama antar Menteri Kabinet Kerja. Hasil pertemuan kedua Menteri adalah Mensosialisasikan JKN melalui asosiasi kepala daerah; Memperkuat pembekalan teamwork Nakes yang akan ditempatkan di daerah untuk menyeimbangkan pelayanan promotif-preventif dan kuratif-rehabilitatif; Memperbanyak Puskesmas Bergerak untuk pelayanan kesehatan di daerah terpencil; Prioritas pembangunan Puskesmas di 50 wilayah; Membuat surat edaran kepada kepala daerah untuk mendukung peraturan pemerintah terkait Standar Pelayanan Mutu (SPM) bidang kesehatan; dan Integrasi data administrasi kependudukan.

Tanggal 31 Desember 2014 Menkes bertemu dengan Menkominfo. Hasil pertemuan menyepakati Penguatan SPGDT dengan layanan satu nomor panggil 119 serta Pelaksanaan assessment oleh Kemenkominfo terhadap berbagai aplikasi yang ada di Kemenkes.

Pada tanggal 2 Januari 2015 Menkes melakukan rapat koordinasi dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Hasil pertemuan adalah Menyiapkan infrastruktur pendukung (bangunan fisik, jalan, air bersih, sarana komunikasi); Sistem keamanan secara khusus untuk wilayah perbatasan terkait dengan pergerakan manusia, hewan, barang, penyakit; dan Khusus untuk wilayah transmigrasi baru mempertimbangkan juga bidang usaha kecil yang terjamin dan sehat.

Tanggal 5 Januari 2015, Menkes bertemu dengan Menteri Perdagangan. Hasil pertemuan adalah Mempromosikan jamu sebagai warisan budaya Indonesia baik di dalam negeri maupun luar negeri; Mendukung perlindungan masyarakat untuk produk makanan import; Mendukung pengaturan bahan berbahaya untuk makanan dan minuman; Meningkatkan koordinasi perdagangan barang dan jasa dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Pada tanggal 8 Januari 2015 Menkes melakukan Rapat Koordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dengan hasil yaitu Membangun akses masyarakat ke fasilitas pelayanan Kesehatan Primer; Meningkatkan pembangunan saranan air bersih dan sanitasi untuk masyarakat; Membangun perumahan untuk tenaga kesehatan; Mengintegrasikan pembangunan kawasan kumuh dengan program Kesehatan (Air bersih, STBM dan PHBS); dan Target kolaborasi dilaksanakan dalam 5 tahun ke depan,

Tanggal 27 Januari 2015 Menkes bertemu dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Adapun hasil pertemuan adalah Menyusun materi PHBS untuk guru sebagai agent of change; Merevitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS); Menghidupkan kembali program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) melalui gerakan sarapan pagi; Membangun paket kegiatan rutin anak sekolah berupa Membaca, Olah raga, menyanyi lagu daerah dan piket membersihkan lingkungan sekolah; serta Kegiatan akan dimulai dengan tahun ajaran baru 2015/2016: Menyusun peraturan tentang pendirian SMK dan bidang penjurusannya.

Nusantara Sehat (NS)
Sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan primer untuk mewujudkan Indonesia Sehat Kemenkes membentuk program Nusantara Sehat (NS). Di dalam program ini dilakukan peningkatan jumlah, sebaran, komposisi dan mutu Nakes berbasis pada tim yang memiliki latar belakang berbeda mulai dari dokter, perawat dan Nakes lainnya (pendekatan Team Based). Program NS tidak hanya berfokus pada kegiatan kuratif tetapi juga pada promitif dan prefentif untuk mengamankan kesehatan masyarakatdan daerah yang paling membutuhkan sesuai dengan Nawa Cita membangun dari pinggiran.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan email kontak[at]depkes[dot]go[dot]id.
- See more at: http://www.depkes.go.id/article/view/15020400002/program-indonesia-sehat-untuk-atasi-masalah-kesehatan.html#sthash.TUf4KJPx.dpuf
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Mon Apr 20, 2015 7:32 pm

INDONESIA BISA DISERBU DOKTER ASING DI ERA PASAR BEBAS ASEAN
Senin, 20 April 2015 | 18:06 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau pasar bebas ASEAN, Indonesia dikhawatirkan menjadi ladang basah bagi dokter asing maupun pemodal asing di bidang kesehatan. Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin mengatakan, salah satu kesepakatan yang ditandatangi dalam ASEAN Framework Agreement on Services adalah penyertaan modal asing mencapai 70 persen, kecuali di Makassar dan Manado, yaitu 51 persen. Sementara itu, terdapat pendirian terbatas di ibukota provinsi di wilayah Indonesia Timur. Hal ini berlaku di semua sektor, bukan hanya kesehatan. Menurut Zaenal, hal ini dapat mengancam kedaulatan negara di sejumlah sektor, terutama di bidang kesehatan. “Di bidang kesehatan, kekhawatiran akan liberalisasi jasa kesehatan muncul di kalangan pelaku jasa kesehatan yang sepenuhnya dari dalam negeri,” kata Zaenal dalam diskusi "Kedaulatan Kesehatan Menjelang Serbuan Dokter Asing”di Jakarta, Senin (20/4/2015). Dengan adanya ketentuan MEA tersebut, dikhawatirkan para dokter asing yang menawarkan jasa keahlian tertentu akan datang ke Indonesia. Zaenal menampik jika kekhawtiran terbesar adanya pasar bebas ASEAN adalah tidak bisa bersaingnya para dokter di Indonesia dengan dokter asing. Lebih dari itu, menurut Zaenal ia lebih khawatir jika dalam era pasar bebas ASEAN akan memunculkan perusahaan asing di bidang kesehatan. “Kalau hanya dokternya enggak terlalu pusing kita, tapi kalau dia masuk dalam perusahaan artinya bukan hanya sekedar untuk praktik saja,” ungkap Zaenal. Menurut dia, perusahaan asing yang akan masuk bukan bertujuan untuk memberi kemakmuran masyarakat, melainkan hanya untuk berbisnis dan mencari keuntungan. Masuknya pihak asing tidak dapat menjamin dapat meningkatkan derajat kesehatan di Indonesia. Dalam diskusi yang sama, Ketua Bidang Penataan Globalisasi Praktik Kedokteran Ario Djatmiko mengatakan, pemerintah harus sepenuhnya memegang kendali dalam perbaikan sistem kesehatan nasional. JIka tidak, pasar besar di sektor kesehatan hanya akan membawa Indonesia memiliki pelayanan kesehatan berbiaya tinggi, hingga terjadi gap.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Tue Apr 21, 2015 7:47 pm

IDI TOLAK LAYANAN KESEHATAN DIPERDAGANGKAN DI ASEAN
Selasa, 21 April 2015 | 07:18 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia akan menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) atau pasar bebas ASEAN pada awal 2016. MEA tentunya akan memengaruhi berbagai sektor usaha di Indonesia, termasuk sektor kesehatan. Namun, organisasi profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menolak jika sektor kesehatan Indonesia menjadi komoditas bisnis ASEAN. “IDI menolak pelayanan kesehatan Indonesia dijadikan komoditas bisnis ASEAN. Pemerintah harus sepenuhnya memegang kendali perbaikan sistem kesehatan nasional,”ujar Ketua Bidang Penataan Globalisasi Praktik Kedokteran IDI Ario Djatmiko dalam diskusi “Kedaulatan Kesehatan Menjelang Serbuan Dokter Asing” di Jakarta, Senin (20/4/2015). Pasar bebas ASEAN dikhawatirkan dapat membuat pihak asing mengembangkan bisnis di sektor kesehatan di Indonesia. Padahal, sistem kesehatan di Indonesia masih banyak mengalami masalah. Sebelumnya, IDI berharap MEA di sektor kesehatan ditunda hingga sistem kesehatan nasional berjalan baik. Salah satu permasalah di Indonesia, lanjut Ario, yaitu tidak meratanya distribusi dokter di sejumlah daerah. Sejumlah dokter menumpuk di kota-kota besar. Menurut Ario, pemerintah harus mendukung penuh dalam pembangunan sistem kesehatan hingga sumber daya manusia yang mampu bersaing. Pemerintah pun perlu melakukan terobosan kreatif untuk memperbaiki sistem kesehatan di semua lini. Pemerintah juga harus menyiapkan langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan teknologi. “Gunakan cara kreatif untuk menanggulangi masalah kesehatan. Melihat problem atau keadaan kesehatan di daerah yang berbeda-beda, tidak bisa menggunakan cara-cara yang seragam melihat kondisi geografis di Indonesia,” terang Ario. Ketua Umum PB IDI Zaenal Abidin menambahkan, Indonesia bisa mengikuti MEA jika status kesehatan rakyat telah kuat. Pemerintah, menurut Zaenal seharusnya melibatkan masyarakat untuk memperkuat status kesehatan. Ia khawatir, pasar bebas di sektor kesehatan bukan bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran rakyat, melainkan hanya untuk berbisnis. “Pelayanan kesehatan tidak bisa diperdagangkan. Perdagangan bebas ideologinya kapitalisme, pelayanan kesehatan ideologinya sosialisasi. Ada dua ideologi berbeda,” kata Zaenal. Hal senada dikatakan Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) Bambang Supriyanto. Menurut dia, Indonesia perlu melakukan proteksi terhadap serbuan pihak asing di era pasar bebas dengan menetapkan regulasi.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Sat Apr 25, 2015 7:53 pm

10 NEGARA TERSEHAT DI DUNIA
Sabtu, 25 April 2015 | 12:00 WIB
KOMPAS.com - Kemajuan teknologi kedokteran, jaminan kesehatan yang baik, dan kesadaran dalam pencegahan penyakit telah meningkatkan angka harapan hidup secara drastis dalam beberapa dekade terakhir. Perbaikan ini tidak merata, namun kondisi kesehatan terus bevariasi antarbangsa. Untuk menilai keadaan kesehatan suatu negara secara menyeluruh, Wall Street mengulas sejumlah faktor yang secara umum dikategorikan sebagai indikator kesehatan, ukuran akses, atau ekonomi. Negara paling sehat dipimpin oleh negara yang memiliki nilai keseluruhan tertinggi, sementara negara terendah, yakni Sudan menerima angka paling rendah. Berikut sepuluh negara tersehat di dunia:

10. Australia
Angka harapan hidup: 79,9 tahun (tertinggi ke-5)
Angka kematian bayi (per 1.000 kelahiran): 3,4 (terendah ke-21)
Biaya kesehatan per kapita: $6.140 (tertinggi ke-6)
Tingkat pengangguran: 5,7 persen (terendah ke-58)

Berdasarkan penilaian dari perilaku kesehatan dan hasilnya, akses terhadap fasilitas kesehatan, serta faktor ekonomi yang beragam, Australia berada di peringkat sepuluh negara tersehat di dunia. Sistem perawatan kesehatan nasional yang kuat bila dibandingkan dengan negara lainnya menjelaskan peringkatnya. Terdapat 3,3 dokter per 1.000 orang Australia pada tahun 2011, tertinggi ke-26 dari 174 negara yang ditinjau, dan juga dua kali lebih dari prevalensi global yang hanya 1,5 dokter per 1.000 orang. Pendapatan perkapita negara ini keenam tertinggi dari semua negara yang dinilai dan hampir enam kali dari pengeluaran global yaitu $ 1.030 per kapita. Sebagian dari hasilnya menunjukkan bahwa penduduk di negara ini memiliki angka harapan hidup terpanjang di dunia, yakni mendekati 80 tahun pada 2012. Namun Australia juga memiliki tingkat obesitas yang cukup tinggi, sekitar 28, 6 persen, serta tingkat konsumsi alkohol yang tinggi.

9. Swedia
Angka harapan hidup: 79,9 tahun (tertinggi ke-5)
Angka kematian bayi (per 1.000 kelahiran): 2,4 (terendah ke-Cool
Biaya kesehatan per kapita: $5.319 (tertinggi ke-10)
Tingkat pengangguran: 8,1 persen (tertinggi ke-62)

Seperti kebanyakan negara tersehat lainnya, Swedia memiliki jaminan kesehatan sosial, dengan pasien hanya membayar sedikit dari biaya kesehatan tersebut. Pengeluaran tahunan kesehatan di negara ini berjumlah $5.319 per kapita, disebut sebagai pengeluaran tertinggi ke-10 sedunia. Tingginya pengeluaran perawatan keseahtan dan jangkauan biaya yang kuat menghasilkan kesehatan yang baik bila dibandingkan dengan negara lain. Hanya ada 2 kematian bayi per 1.000 kelahiran dan empat kematian ibu per 100.000 kelahiran di Swedia. Angka tersebut mendekati angka terendah kematian ibu dan bayi di dunia. Penduduk di Swedia juga hidup lebih lama dari kebanyakan orang, dengan angka harapan hidup saat lahir kira-kira 80 tahun. Akan tetapi bila dibandingkan dengan negara sehat lainnya, angka pengangguran di Swedia pada tahun 2013 mencapai 8,1 persen dan itu cukup tinggi.

8. Singapura
Angka harapan hidup: 79,9 tahun (tertinggi ke-5)
Angka kematian bayi (per 1.000 kelahiran): 2,2 (terendah ke-5)
Biaya kesehatan per kapita: $2.246 (tertinggi ke-22)
Tingkat pengangguran: 2,8 persen (terendah ke-13)

Negara tetangga ini memiliki kekuatan ekonomi yang sangat kuat. Kurang dari 3 persen tenaga kerja di Singapura menganggur pada tahun 2013, salah satu tingkat terendah pengangguran di dunia. GDP Singapura per kapita pada tahun 2013 yaitu $55.182, yang merupakan pengeluaran ekonomi tinggi sedunia. Selain ekonomi, biaya kesehatannya juga baik. Tingkat obesitas di negara ini mencapai 6,2 persen yang merupakan salah satu tingkat terendah di seluruh dunia, dan lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara sehat lainnya. Seorang anak yang lahir diperkirakan memiliki harapan hidup hingga mendekati 80 tahun. Bila sistem jaminan kesehatan di negara lainnya adalah universal, terutama seperti banyak negara sehat lainnya, Singapura memiliki sistem yang unik. Warga harus memiliki tabungan dana untuk biaya pengobatan yang disimpan dalam Rekening Medisave. Pendaftaran asuransi bencana dan kesehatan diwajibkan untuk semua warga, meskipun mereka dapat memilih untuk keluar.

7. Austria
Angka harapan hidup: 78,4 tahun (tertinggi ke-20)
Angka kematian bayi (per 1.000 kelahiran): 3,2 (terendah ke-15)
Biaya kesehatan per kapita: $5.407 (tertinggi ke-9)
Tingkat pengangguran: 4,9 persen (terendah ke-45)

Pengeluaran layanan kesehatan di Austia berjumlah $5.400 per kapita tiap tahunnya, tertinggi kesembilan dari seluruh negara yang ditinjau. Seperti negara sehat lainnya, pengeluaran kesehatan yang tinggi di Austria membantu meningkatkan jumlah dokter dan kualitas pelayanan kesehatan. Setidaknya ada 5 dokter per 1.000 penduduk pada tahun 2011, yang merupakan peringkat keempat tertinggi sedunia. Pemerintah Austria juga mengontrol sebagian besar fungsi dari sistem pelayanan kesehatan negara tersebut. Meski masuk dalam salah satu negara yang paling sehat, hampir setengah dari orang dewasa di sana dilaporkan memiliki kebiasaan merokok pada tahun 2011, termasuk jumlah perokok yang tinggi di seluruh dunia.

6. Islandia
Angka harapan hidup: 81.6 tahun (tertinggi)
Angka kematian bayi (per 1.000 kelahiran): 1,6 (terendah)
Biaya kesehatan per kapita: $3.872 (tertinggi ke-16)
Tingkat pengangguran: 5,6 persen (terendah ke-56)

Berdasarkan populasinya, Islandia jumlahnya terkecil di antara negara tersehat lainnya. Islandia merupakan negara tersehat keenam karena sebagian nesar memiliki angka harapan hidup paling tinggi, yakni 81,6 tahun yang lebih panjang dari Swiss, negara dengan angka harapan hidup tertinggi kedua. Sekitar 18 persen perempuan dewasa Islandia merokok, menjadikannya peringkat ke-88 tertinggi di seluruh dunia, sementara 19 persen laki-laki dewasa merokok, tertinggi ke-17 sedunia. Islandia juga memiliki angka kematian bayi yang rendah, yaitu 1,6 kematian per 1.000 kelahiran. Rendahnya tingkat kematian bayi masih tetap dicapai meskipun sekitar 91 persen anak usia 12 sampai 23 bulan menerima vaksin DPT - difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus serta campak.

5. Jepang
Angka harapan hidup: 79,9 tahun (tertinggi ke-4)
Angka kematian bayi (per 1.000 kelahiran): 2,1 (terendah ke-3)
Biaya kesehatan per kapita: $4.752 (tertinggi ke-11)
Tingkat pengangguran: 4 persen (terendah ke-32)

Dengan jumlah penduduk 127 juta orang, Jepang merupakan negara dengan penduduk terbanyak dalam peringkat 10 negara tersehat di dunia. Ironisnya, mereka mempunyai angka kematian tertinggi dalam daftar ini, yakni 10 dari 1.000 orang. Sekitar seperempat dari populasi mereka berusia di atas 65 tahun pada 2014, dan itu menjadi bukti umur panjang dan kesehatan masyarakat Jepang. Satu faktor yang berpartisipasi dalam tingkat kesehatan mereka yakni angka obesitas orang dewasa di Jepang hanya 3,3 persen. Jumlah tersebut merupakan terbaik ketujuh di dunia dan paling baik di antara 10 negara tersehat. Di samping ranking tingginya, Jepang memiliki tingkat merokok yang relatif tinggi pada pria dan wanita, serta tingkat emisi CO2 yang tinggi yaitu 9,2 metrik ton per kapita. Itu hampir dua kali lipat rata-rata global yang sebesar 4,9 metrik ton per kapita. Tingkat tuberkulosis di Jepang berkisar 18 per 100.000 orang, jauh di bawah tingkat global dengan total 126 per 100.000 orang.

4. Luxemburg
Angka harapan hidup: 79,1 tahun (tertinggi ke-16)
Angka kematian bayi (per 1.000 kelahiran): 1,6 (terendah)
Biaya kesehatan per kapita: $7.452 (tertinggi ke-4)
Tingkat pengangguran: 5,9 persen (terendah ke-63)

Dengan anggaran layanan kesehatan terbesar keempat, Luxemburg juga memiliki hasil kesehatan terbaik keempat. Negara di Eropa ini juga memiliki tingkat kematian terendah pada bayi dan anak di bawah usia 5 tahun. Tetapi seperti kebanyakan 10 negara tersehat, Luxemburg relatif memiliki angka kematian yang tinggi. Namun alasannya cukup kuat, karena secara keseluruhan negara tersebut memiliki angka konsumsi alhokol pada penduduknya hingga 11,9 liter per kapita, serta angka obesitas tinggi yang mencapai 23,1 persen.

3. Swiss
Angka harapan hidup: 80,6 tahun (tertinggi ke-2)
Angka kematian bayi (per 1.000 kelahiran): 3,6 (terendah ke-24)
Biaya kesehatan per kapita: $8.980 (tertinggi ke-2)
Tingkat pengangguran: 4,4 persen (terendah ke-40)

Dengan angka harapan hidup tertinggi kedua dari seluruh dunia, Swiss merupakan negara tersehat nomor tiga di dunia. Negara ini memiliki 3,9 dokter per 1.000 penduduk, dengan rasio tertinggi kesembilan dari 172 negara yang ditinjau. Swiss menduduki peringkat atas meskipun memiliki angka kematian yang juga tinggi, yaitu 9 kematian per orang serta faktor risiko yang lazim. Konsumsi alkohol per kapita di Swiss yakni 10,7 liter yang hampir 73 persen lebih tinggi daripada rata-rata di dunia. Diperkirakan 22 persen wanita dewasa dan 31 persen pria dewasa merokok. Insiden tuberkulosis di Swiss pun mencapai 6,5 kasus per 100.000 orang, menjadikan Swiss negara tertinggi ke-16 di dunia terkait tuberkulosis. Di samping kebiasaan kurang sehat tersebut, hampir seluruh warga Swiss sangat sehat, kemungkinan disebabkan oleh anggaran pelayanan kesehatannya. Anggaran tahunan sebesar $8.980 per kapita merupakan angka tertinggi kedua secara global.

2. Norwegia
Angka harapan hidup: 79,9 tahun (tertinggi ke-5)
Angka kematian bayi (per 1.000 kelahiran): 2,3 (terendah ke-6)
Biaya kesehatan per kapita: $9.055 (tertinggi)
Tingkat pengangguran: 3,5 persen (terendah ke-22)

Norwegia menghabiskan lebih banyak anggaran pada layanan kesehatan dibanding dengan negara lainnya. Pengeluaran tahunan untuk layanan kesehatan mereka berjumlah $9.055, memimpin Swiss dan Amerika Serikat. Norwegia pun mempunyai tingkat kematian tinggi, yakni 8,4 kematian per 1.000 orang, enam kali lebih banyak dari Qatar. Namun tingkat kematian bayi dan anak di bawah lima tahun serta angka harapan hidup bayi termasuk dalam jajaran 10 besar dari seluruh dunia. Negara di Eropa Utara ini memiliki perekonomian yang kuat, serta para penduduknya memiliki akses ahli dan fasilitas kesehatan terbaik di dunia. Mereka memiliki akses dan pelayanan terbaik kedua, tercermin dari air bersih dan seluruh masyarakat yang memiliki akses listrik. Setidaknya ada 4 dokter per 1.000 orang di negara ini, dan ini tergolong paling tinggi.

1. Qatar
Angka harapan hidup: 77,6 tahun (tertinggi ke-28)
Angka kematian bayi (per 1.000 kelahiran): 7,0 (terendah ke-44)
Biaya kesehatan per kapita: $2.029 (tertinggi ke-25)
Tingkat pengangguran: 0,5 persen (terendah ke-2)

Sementara Qatar menduduki peringkat pertama negara tersehat versi 24/7 Wall St, ini satu-satunya negara dari 10 negara tersehat tidak memiliki sistem pelayanan kesehatan nasional. Mereka sedang dalam proses peralihan ke jaminan universal. Qatar berencana mencakup biaya kesehatan seluruh penduduknya pada akhir tahun ini. Dengan 7,7 dokter per 1.000 orang, sistem kesehatan mereka sudah sangat baik. Negeri timur tengah ini sangat baik dalam bidang kesehatan, akses, dan langkah-langkah ekonominya, terutama pada tingkat kematian yang relatif rendah secara keseluruhan yakni 1,4 kematian per 1.000 orang, serta angka kematian ibu yang juga relatif rendah. Negara ini melindungi warganya dari penyakit dengan cara pemberian vaksin. Sebanyak 99 persen anak-anak di Qatar menerima vaksin DPT dan campak. Namun seperti di beberapa negara makmur dan sehat lainnya, Qatar ternyata memiliki tingkat obesitas tertinggi kedua di dunia. (Purwandini Sakti Pratiwi)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Sat Apr 25, 2015 7:57 pm

FORMALIN DALAM MAKANAN PICU BERBAGAI KANKER
Jumat, 24 April 2015 | 15:10 WIB
JAKARTA, KOMPAS — Meski sudah berlangsung lama, penyalahgunaan formalin menjadi pengawet makanan di Indonesia tidak pernah tuntas diatasi. Padahal, kandungan berlebih formaldehida, senyawa aktif dalam formalin, dalam tubuh bisa memicu berbagai penyakit, mulai dari peradangan saluran cerna hingga berbagai jenis kanker. Menurut ahli kimia pangan dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, Nuri Andarwulan, dihubungi dari Jakarta, Kamis (23/4), formalin ialah larutan formaldehida dengan konsentrasi 37 persen. Selain cair, formaldehida bisa berbentuk gas atau serbuk. Formaldehida ialah bahan penting dalam industri. Peranannya sulit digantikan. Senyawa aktif itu digunakan sebagai perekat kayu lapis, pengawet kayu, pembunuh kuman, bahan baku plastik, bahan cat, bahan bangunan, dan bahan komponen mobil. "Masalahnya, formaldehida di Indonesia disalahgunakan jadi pengawet makanan," ujarnya. Penyalahgunaan serupa ditemukan di sejumlah negara berkembang. Beberapa bahan makanan yang kerap ditemukan mengandung formalin ialah mi basah, tahu, bakso, ikan, hingga roti. Formaldehida termasuk bahan kimia berbahaya dan beracun. Oleh karena itu, formaldehida tidak boleh dipakai di industri makanan. "Jika formalin untuk pengawetan makanan, itu jelas menyalahi aturan," kata Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Widodo. Meski demikian, lanjut Nuri, formaldehida banyak ditemukan di alam. Formaldehida dihasilkan dari proses metabolisme semua makhluk hidup. Oleh karena itu, kandungan formaldehida banyak ditemui pada beragam jenis sayur, buah, daging, produk susu, hingga ikan laut. Beberapa produk pertanian dengan kandungan formaldehida tinggi ialah jamur shiitake kering yang punya 100-406 miligram formaldehida per kilogram dan buah pir 38,7-60 miligram/kilogram. Selain itu, ada kembang kol dengan kandungan formaldehida 26,9 miligram/kilogram, anggur 22,4 miligram/kilogram, dan kentang 19,5 miligram/kilogram. Penyalahgunaan bahan kimia formaldehida untuk pengawet akan membuat kandungan formaldehida dalam sejumlah bahan pangan itu kian tinggi. Selain makanan, paparan formaldehida pada manusia bisa berasal dari bahan bangunan dan perabot di rumah ataupun mobil. Paparan juga bisa bersumber dari udara sekitar. Formaldehida pada udara berasal dari rokok, pembangkit listrik, gas buang kendaraan, atau industri.

Mekanisme alami
Namun, tubuh manusia punya mekanisme alami mendetoksifikasi formaldehida dalam jumlah tertentu. Setiap menit, liver mengonversi 22 miligram formaldehida menjadi karbon dioksida. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan, asupan harian yang bisa ditoleransi (TDI) untuk formaldehida dalam air minum ialah 150 mikrogram per kilogram berat badan. Dokter spesialis gizi klinik di Rumah Sakit MRCCC Siloam Jakarta, AR Inge Permadhi, mengatakan, konsumsi makanan yang mengandung formaldehida tinggi akan menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan. Akibatnya, muncul mual, muntah, dan diare. Jika masuk dalam darah, formaldehida menyebabkan pusing. Persoalannya, sedikit kandungan formaldehida pada makanan akan sulit dideteksi karena tak banyak mengubah tekstur ataupun aroma makanan. Dalam jangka panjang, bahan kimia tersebut tertimbun dalam tubuh dan sulit dimetabolisme tubuh. Hal itu mengakibatkan formaldehida dalam tubuh akan masuk ke inti sel dan memicu mutasi genetik hingga menimbulkan berbagai jenis kanker. Badan Riset Kanker Internasional (IARC) WHO menyebut ada hubungan antara formaldehida yang terhirup dan munculnya kanker nasofaring (faring atau tekak adalah daerah antara rongga hidung, mulut, dan kerongkongan) dan leukemia (kanker darah). Paparan formaldehida juga dikaitkan kanker mulut, saluran pernapasan, paru-paru, otak, hingga pankreas. Inge menambahkan, kandungan formalin tinggi pada bahan makanan bisa dideteksi dari aromanya yang seperti mengandung bahan obat. Sementara dari penampilannya, makanan berformalin biasanya lebih kenyal, tidak mudah rusak, dan tidak dihinggapi lalat.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Wed Jun 03, 2015 5:32 am

JANGAN OLESKAN PASTA GIGI KE LUKA BAKAR
Minggu, 31 Mei 2015 | 16:16 WIB Oleh : Ricky Anderson
VIVA.co.id - Tidak semua luka bakar membawa efek mengerikan bagi tubuh. Dokter Tri Ari Wibowo dari laman Meetdoctor menjelaskan, luka bakar yang berbahaya adalah yang mengenai anggota tubuh bergerak, seperti muka dan kemaluan. Lalu, banyak yang bertanya, apakah memakai pasta gigi dapat mengurangi rasa sakit atau luka bakar yang nantinya akan menghilang? “Hal tersebut hanya mitos. Karena penggunaan bahan bahan kimia seperti pasta gigi atau minyak goreng, justru akan membuat iritasi lebih lanjut dan memperburuk keadaan luka bakar,” ujar sang dokter. Luka bakar adalah cedera pada jaringan yang dapat disebabkan api, bahan kimia, sinar matahari atau sengatan listrik. Pertolongan pertama yang tepat untuk menyelamatkan hidup penderit yakni, dengan menghentikan penyebab luka bakar. Jika korban masih dalam keadaan terbakar, padamkan api menggunakan selimut, bed cover, karpet, jaket atau bahan lain. Jangan melepaskan pakaian yang melekat pada luka.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Fri Jun 12, 2015 10:08 am

BERAPA LAMA SEBAIKNYA HANDUK DIPAKAI SEBELUM DICUCI?
Sabtu, 6 Juni 2015 | 12:15 WIB
KOMPAS.com - Walau dipakai setiap hari, namun banyak orang yang kurang memperhatikan kebersihan handuk. Padahal, handuk yang jarang dicuci justru bisa menjadi tempat berkembang biaknya kuman. Berapa lama sebaiknya handuk mandi dipakai sebelum dicuci? Idealnya handuk dicuci setelah tiga atau empat kali pemakaian. Menurut badan kesehatan konsumen dan lingkungan AS, penggunaan handuk yang lebih lama dari itu berarti kuman dan bakteri sudah berkembang. Karena memiliki bahan yang tebal handuk sangat mudah mengunci kelembaban dan juga membuatnya mudah berbau. Meski begitu tidak disarankan mencuci handuk dengan deterjen yang mengandung pewangi karena justru bisa mengunci bau. Jika Anda sedang sakit, disarankan untuk mencuci handuk dengan bahan disinfektan, misalnya bahan klorin pemutih jika handuk Anda berwarna putih, atau disinfektan lain jika handuk Anda berwarna. Handuk juga sebaiknya dijemur di bawah sinar matahari langsung dengan cara dilebarkan agar seluruh bagiannya menjadi kering. Sementara itu, untuk handuk wajah sebaiknya segera dicuci setiap kali dipakai. "Jika hanya dipakai untuk mengelap wajah yang kering, tidak apa dipakai beberapa kali. Tapi jika biasa dipakai untuk mengelap keringat atau kosmetik, gantilah setiap habis dipakai," kata Dr.Eric Schweiger, ahli dermatologi.
Back to top Go down
 
Asal Tahu Saja
View previous topic View next topic Back to top 
Page 51 of 51Go to page : Previous  1 ... 27 ... 49, 50, 51
 Similar topics
-
» Asal Kata Allah,arti dan makna
» Apakah TUHAN tahu hari kiamat?
» asal usul syiah
» JEHOVAH WITNESSES...SAKSI YEHUWA
» Kaum Tua dan Kaum Muda di awal Abad ke-20

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: SERBA-SERBI-
Jump to: