Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Asal Tahu Saja

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6 ... 28 ... 51  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Fri Apr 16, 2010 10:10 pm

PEMETAAN GENETIK MIKROBA UNTUK KESEHATAN MANUSIA
Asep Candra | Senin, 18 Juni 2012 | 07:59 WIB
KOMPAS.com - Penelitian terbaru oleh ratusan ilmuwan dari berbagai universitas Amerika Serikat berhasil mengembangkan peta genetik, di mana hampir semua mikroba yang mendiami tubuh manusia sehat. Peta ini akan dapat digunakan sebagai referensi utama bagi para ilmuwan di seluruh dunia dalam mengeksplorasi tentang interaksi antara mikroba dan sistem kekebalan tubuh manusia.Temuan penelitian sama dengan pencapaian ilmuwan di bidang pemetaan genom manusia lebih dari satu dekade lalu. Namun, jumlah mikrobakteri yang ditemukan kini meningkat sampai dengan lebih dari 10.000 spesies. Jumlah ini diklaim merupakan 99 persen dari total seluruh mikrobakteri yang ada pada tubuh manusia.

Dengan presentase sebesar 99 persen, peta ini dapat digunakan sebagai referensi utama bagi para ilmuwan di seluruh dunia dalam mengeksplorasi tentang interaksi antara mikroba dan sistem kekebalan manusia. Penelitian ini merupakan puncak dari proyek Human Microbiome Project yang telah berlangsung selama lima tahun dan biaya hingga USD173 juta. Biaya sebesar ini digunakan untuk sensus terhadap lokasi dan konsentrasi mikroba (bakteri, virus, dan jamur) di dalam tubuh manusia sehat. "Mengetahui mikroba apa saja yang tinggal atau berada di lingkungan normal tubuh orang sehat akan membawa kita bisa menganalisis lebih dalam saat timbul penyakit yang terkait mikrobakteri. Misalnya penyakit maag dan obesitas," ungkap George Weinstock, ilmuwan asal Washington University, di St. Louis.

Referensi diperoleh setelah mereka menguji 5.000 sampel dari 242 relawan di Amerika Serikat. Para peneliti mengambil sampel dari 15 titik di tubuh pria, serta 18 titik di tubuh wanita, termasuk dari air liur, darah, kulit hingga feses. Direktur National Human Genome Research Institute Eric Green mengutarakan, dokter dan peneliti ahli telah lama mengetahui bahwa manusia berbagi tubuh dengan triliunan mikroorganisme. Setidaknya ada sekitar 10 sel bakteri untuk setiap sel dalam tubuh manusia. Namun, karena ukurannya sangat renik, sel-sel mikroba tersebut hanya menyumbang satu hingga tiga persen dari total massa tubuh manusia. Green mengatakan, pada orang dewasa berbobot 100 kilogram, terdapat satu hingga tiga kilogram bakteri. "Sebetulnya selalu hidup berdampingan dengan mikroba secara harmonis. Tapi kadang hubungan harmonis itu rusak, dan mengakibatkan terjadi penyakit," ujarnya.(Gloria Samantha/Live Science, PLoS)


Last edited by gitahafas on Sun Jul 01, 2012 1:29 pm; edited 6 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Sat Apr 17, 2010 7:05 pm

DOKTER LEBIH MALAS CUCI TANGAN DIBANDING PERAWAT
Kamis, 11/11/2010 17:09 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Di seluruh dunia, kesadaran untuk mencuci tangan di kalangan tenaga kesehatan baru mencapai 50 persen. Fakta yang terungkap di Indonesia lebih menarik, sebab ternyata para dokter lebih malas cuci tangan dibanding para perawat. Padahal risiko penularan kuman penyakit relatif lebih tinggi ketika berada di rumah sakit. Selain karena banyak terjadi interaksi dengan banyak orang, para pasien yang dirawat pada umumnya memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

"Strategi paling murah untuk mencegah infeksi di rumah sakit adalah dengan cuci tangan. Sayangnya 50 persen upaya ini gagal di seluruh dunia," ungkap Dr Latre Buntaran, Sp-MK, Sekjen Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indionesia (Perdalin), dalam jumpa pers di Hotel Intercontinental, Jakarta, Kamis (11/11/2010). Jumpa pers tersebut digelar dalam rangka penandatanganan kerjasama antara Perdalin dengan Bayer Schering Pharma dalam mengampanyekan kebersihan tangan dan pengendalian infeksi. Kampanye tersebut ditujukan kepada dokter dan perawat di beberapa rumah sakit se-Indonesia.

Di negara berkembang, kegagalan yang dimaksud Dr Latre sering dipicu oleh keterbatasan dana untuk mengadakan fasilitas cuci tangan. Namun ketika sudah ada dana, kendala berikutnya yang sebenarnya paling memprihatinkan adalah kurangnya kepatuhan untuk menaati prosedur. Penelitian yang dilakukan di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada awal tahun 2010 mengungkap masalah yang kurang lebih sama. Di rumah sakit tersebut, tingkat kepatuhan dokter maupun perawat untuk mencuci tangan setelah melakukan tugas tertentu masih sangat rendah.

Jenis tindakan ------------Kepatuhan Perawat -------Kepatuhan Dokter
Sesudah kontak dengan pasien--- 60%--------------- 50%
Sesudah tindakan invasif (bedah dll) ---70%---------- 60%
Tindakan aseptik (pencegahan sebelum kontak dengan pasien 67% ---42%
Sesudah kontak dengan lingkungan atau benda-benda milik pasien 47%---- 30%
Sesudah kontak dengan cairan tubuh pasien 53% -----43%

Yang menarik dari tabel di atas adalah dokter-dokter RSCM yang umumnya mengenyam jenjang pendidikan yang lebih tinggi justru kalah rajin dari para perawat. Namun secara umum ada beberapa alasan yang membuat para tenaga kesehatan malas untuk cuci tangan, di antaranya:
1. Infrastruktur dan peralatan cuci tangan kurang memadai dan letaknya kurang strategis
2. Terlalu sibuk
3. Tangan tidak terlihat kotor
4. Sudah menggunakan sarung tangan
5. Mengalami iritasi kulit jika terlalu sering cuci tangan
6. Cuci tangan menghabiskan banyak waktu.


Last edited by gitahafas on Mon Jul 02, 2012 9:09 am; edited 9 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Mon Apr 19, 2010 7:04 am

PERLUKAH CEK KESEHATAN KE LUARNEGERI?
Vera Farah Bararah - detikHealth - Kamis, 21/01/2010 16:32 WIB
Jakarta, Masyarakat kalangan atas banyak yang memilih ke luar negeri meski sekedar untuk cek kesehatan . Apakah ini pertanda rumah sakit lokal gagal memberikan fasilitas sebaik di luar negeri? Memang banyak yang menyangsikan peralatan rumah sakit lokal. Tapi hal-hal ini lah yang kini mulai disadari rumah sakit lokal terutama rumah sakit swasta. Kini tak perlu lagi repot-repot ke luar negeri karena peralatan dan pelayanan di Indonesia sudah sama bagusnya. Medical check up adalah serangkaian pemeriksaan kesehatan yang dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya berbagai penyakit di dalam tubuh sejak dini. Karena jika suatu penyakit dapat ditemukan saat masih awal, maka biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan menjadi lebih murah serta peluang kesembuhannya semakin besar. "Kebanyakan orang melakukan medical check up ke luar negeri karena bisa sambil berlibur, sambil bekerja dan yang lebih sering adalah karena faktor gengsi. Orang akan merasa lebih bergengsi serta menganggap mutunya lebih terjamin jika melakukan pemeriksaan di luar negeri," ujar Dr Yuliana, MARS, dalam acara media gathering 'Health Check Up: Mengapa Harus Ke Luar Negeri?', di RS Pondok Indah Jakarta, Kamis (21/1/2010).

Dr Yuliana menjelaskan pemeriksaan di luar negeri bisa saja tidak komprehensif karena terkadang terhambat oleh masalah bahasa. Seseorang tidak bisa menjelaskan dengan detail apa yang menjadi keluhannya pada dokter, akibatnya dokter tidak akan bisa menganalisis permasalahan pasiennya secara mendalam. Hal ini bisa saja menyebabkan adanya informasi yang hilang mengenai diri pasien. "Kalau dibandingkan per paket medical check up mungkin rumah sakit di Indonesia harganya lebih mahal dibandingkan dengan di Malaysia atau Singapura, tapi jika dibandingkan dengan per itemnya maka pemeriksaan disini bisa jauh lebih murah," ujar dr Yanuar Herdianto. dr Yanuar mencontohkan untuk pemeriksaan MSCT Cardiac di luar negeri biasanya tidak dilengkapi dengan kontras, sementara di sini menggunakan kontras sehingga dapat memvisualisasikan pembuluh darah di jantung dengan lebih jelas dan hasil pemeriksaannya lebih akurat. Sedangkan di luar negeri dokter hanya bisa menduga saja dan pasien akan dirujuk ke dokter spesialis, tentunya dengan harga yang lebih mahal. "Biasanya jika melakukan medical check up di luar negeri yang menangani adalah dokter umum, radiografer atau paramedis. Sedangkan di sini pasien akan langsung ditangani oleh orang yang memang ahli dibidangnya seperti dokter spesialis dan ahli radiologi, sehingga pasien bisa menjadi lebih puas dan yakin," ujar Dr Yuli selaku Head of Executive Health Check Up RS Pondok Indah.

Pelayanan lain yang diberikan adalah adanya sentuhan personal antara pasien dan dokter, ruang yang dibuat khusus untuk pemeriksaan sehingga orang tidak harus ke poli yang kemungkinan bercampur dengan pasien sakit lainnya. Serta mendapat penjelasan mengenai hasilnya secara detail dari dokter yang bersangkutan. Dr Yuli menambahkan agar didapat hasil yang optimal, sebaiknya seseorang mempersiapkan diri sebaik mungkin setidaknya seminggu sebelum medical check up. Seperti istirahat yang cukup, jangan begadang, pola makan tidak berlebihan dalam arti seperti biasanya saja. Sehingga hasil yang didapatkan benar-benar sesuai dengan kondisi tubuhnya. Bagi orang yang belum pernah melakukan medical check up sebaiknya diawali dengan pemeriksaan lengkap, tapi untuk selanjutnya cukup fokus pada pemeriksaan tertentu yang memang bermasalah atau berisiko. Dan pemeriksaan ini rutin dilakukan setidaknya 6 bulan sampai 1 tahun sekali.


Last edited by gitahafas on Sun Jul 01, 2012 1:26 pm; edited 9 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Mon Apr 19, 2010 8:00 pm

JAMUR JUGA BISA TUMBUH DI DARAH
Jumat, 15/10/2010 07:55 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Jamur yang tumbuh dan berkembang biak di tubuh manusia biasanya banyak hidup di bagian tubuh yang lembab, seperti kulit, kaki atau alat kelamin. Namun, jika kondisi kesehatan terganggu jamur pun bisa tumbuh di dalam aliran darah. Di tubuh manusia, jamur biasanya hidup dan berkembang di bagian-bagian yang hangat, lembab, gelap seperti kulit, kaki atau alat kelamin. Jamur ini akan dilawan setiap hari oleh bakteri baik yang ada dalam tubuh manusia. Tapi bila kondisi kesehatan sedang terganggu, maka jamur dapat tumbuh ke seluruh sistem tubuh dengan melakukan perjalanan dalam aliran darah. Dilansir dari Livestrong, Jumat (15/10/2010), berikut beberapa penyebab jamur dapat tumbuh dan berkembang di dalam darah:

1. Infeksi sinus
Infeksi sinus kronis adalah penyebab paling umum tumbuhnya jamur dalam darah. Sinus biasanya disebabkan oleh bakteri, tetapi jika antibiotik digunakan untuk membunuh bakteri, jamur dapat mengambil alih dengan sangat cepat. Selaput lendir yang hangat serta lingkungan yang lembab memungkinkan jamur untuk tumbuh. Para peneliti di Mayo Clinic menemukan jamur pada 96 persen orang dengan sinusitis kronis. Kondisi ini dapat diobati dengan obat anti-jamur atau prosedur pembedahan yang mana jamur harus dikorek keluar dari sinus. Jika jamur di sinus menyebar ke darah akan menimbulkan gejala seperti demam, menggigil, shock, pembekuan darah, sakit kuning dan kesulitan bernafas. Biasanya jamur ini adalah jenis Aspergillus yang dapat melakukan perjalanan dari sinus ke otak, hati dan ginjal. Penyebaran yang cepat biasanya terjadi pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

2. Pemakai Antibiotik
Jamur juga mudah menyerang pada orang-orang yang mengonsumsi antibiotik dalam waktu yang lama. Antibiotik memang membunuh bakteri, sayangnya obat ini juga membunuh bakteri baik dalam tubuh sehingga mengundang jamur untuk tumbuh dengan cepat. Dalam kondisi ini, jamur biasanya sering berkembang di mulut dalam bentuk sariawan. Sariawan biasanya disebabkan oleh jamur yang disebut Candida, yang merupakan jamur yang agresif dan bersaing dengan bakteri baik untuk tumbuh di mulut Anda. Jika terjadi Candida sistemik, maka akan timbul gejala seperti demam, shock yang ditandai dengan penurunan tekanan darah dan denyut jantung meningkat, sulit bernapas, tekanan multi organ, ruam sistemik dan kulit mengelupas.

3. Diabetes
Penderita diabetes terutama dengan diet terbatas, lebih rentan terhadap jamur yang dapat menyebar ke dalam darah karena adanya kelebihan gula di dalam aliran darahnya. Berdasarkan laporan Quest Diagnostics, jamur tertentu dapat tumbuh di lingkungan glukosa dan mengurangi fungsi kekebalan tubuh.

4. Kanker
Penderita kanker dan menjalani kemoterapi akan meningkatkan risiko serbuan jamur sistemik. Kemoterapi didasarkan pada obat yang membunuh sel-sel kanker bersamaan dengan rusaknya sel-sel sehat. Ketika sel-sel sehat mati, sistem kekebalan tubuh akan terganggu karena terbunuhnya sel darah putih, yang merupakan pejuang infeksi dalam tubuh. Seperti halnya sel-sel sehat dikurangi dengan kemo, jamur jahat juga dapat berkembang dengan sangat cepat. Jamur yang paling sering menyerang adalah Alternaria, Penicillium, Cladosporium, Aspergillus, Candida dan Fusarium.

5. AIDS
AIDS menyebabkan disfungsi sistem kekebalan tubuh yang menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu. Orang yang hidup dengan penyakit ini akan menjadi rumah yang nyaman bagi jamur, terutama di jaringan dan darahnya. Jamur yang menyerang orang dengan HIV/AIDS (ODHA) biasanya dapat menyancam jiwa.


Last edited by gitahafas on Sun Jul 01, 2012 1:25 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Tue Apr 20, 2010 10:02 am

BEDA KUMAN, VIRUS DAN BAKTERI
Jumat, 25 Februari 2011 | 10:32 WIB
KOMPAS.com — Mikroorgansime penyebab penyakit ada di mana-mana, di udara, pada makanan dan minuman, pada hewan dan permukaan lainnya. Jika sistem kekebalan tubuh sedang lemah dan kita berhadapan dengan organisme yang kekebalannya belum dimiliki tubuh, kita bisa sakit. Ada beberapa jenis organisme penyebab penyakit, mulai dari kuman, virus, bakteri, jamur atau cacing. Sebenarnya, apa bedanya?

Kuman
Kuman merupakan istilah awam yang identik dengan bakteri, yaitu organisme bersel satu yang hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop. Ketika bakteri menular memasuki tubuh, jumlahnya akan bertambah dan berpotensi memproduksi sejumlah zat kimia yang kuat, yang biasa disebut toksin, yang bisa menghancurkan sel-sel tertentu pada jaringan yang diserangnya sehingga membuat kita sakit. Tidak semua bakteri berbahaya. Beberapa bakteri yang tinggal dalam tubuh, seperti pada usus dan mulut, malah menguntungkan. Penyakit yang ditimbulkan bakteri seperti radang paru, jerawat, radang tenggorokan, kolera, dan sebagainya, bisa diobati dengan antibiotik.

Virus
Ketika menyerang tubuh manusia, virus memasuki beberapa sel tubuh dan menguasainya, memerintahkan sel "tuan rumah" memproduksi bagian-bagian yang diperlukannya untuk memperbanyak diri. Dalam prosesnya, akhirnya sel tuan rumah akan dibasmi. Polio, HIV/AIDS, influenza, campak, atau meningitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Pengobatannya dengan antivirus.

Jamur
Organisme bersel satu ini sedikit lebih besar dari bakteri. Sebenarnya jamur tidak menular, tetapi ada jenis tertentu yang bisa menular, misalnya kandida. Kandida dapat menyebabkan guam atau sariawan. Sementara itu, fungi menjadi penyebab terbesar ruam popok yang menimbulkan infeksi.

Cacing
Bila jenis parasit ini atau telurnya memasuki tubuh manusia, biasanya ia akan tinggal di saluran usus, paru, hati, kulit, atau otak, dan hidup dari nutrisi yang ada di dalam tubuh manusia.


Last edited by gitahafas on Sun Jul 01, 2012 1:24 pm; edited 8 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Tue Apr 20, 2010 10:15 am

RUMAH SAKIT BUKAN LAHAN BISNIS
Sabtu, 31/07/2010 14:05 WIB Sandika Dwi Putri - detikHealth
Jakarta, Mahalnya biaya rumah sakit di Indonesia menjadi masalah bagi masyarakat kebanyakan. Menteri Kesehatan meminta rumah sakit jangan melupakan fungsi kemanusiaannya. "Rumah sakit itu pelayanan kesehatan bukan lahan bisnis. Harusnya rumah sakit merupakan lahan untuk mengeksplor kemanusiaan," kata dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Ph.D di acara peletakan batu pertama pembangunan Siloam Hospital Lippo Village Extension, Rumah Sakit Umum dan Pendidikan berstandar International di Siloam Hospitals Lippo Village, Karawaci, Sabtu (31/7/2010).

dr. Endang berpendapat bahwa rumah sakit harus mengutamakan keselamatan pasien, memiliki pelayanan yang komunikatif, memiliki teknologi yang memadai. Rumah sakit juga diharapkan bisa menjadi 'green hospital', yaitu rumah sakit ramah lingkungan yang peduli limbahnya terhadap lingkungan.
Menkes juga menegaskan selain kesehatan dan keselamatan pasien yang menjadi faktor utama, rumah sakit berbasis tanggap bencana juga perlu diperhatikan.

Dalam pembangunannya, rumah sakit harus memperhatikan konstruksi bangunan, jalur evakuasi untuk pasien ketika terjadi bencana, dan sebagainya. Kewaspadaan antara para dokter dan perawat juga perlu ditingkatkan, misalnya selama 1 bulan sekali melakukan latihan simulsi kebakaran, latihan evakuasi pasien dan sebagainya. "Rumah sakit swasta walaupun itu private, bukan berada dalam pulau sendiri. Jadi harus ikut mendukung program pemerintah," kata Menkes. "Rumah sakit diharapkan ikut dalam program pemberian obat generik bagi warga yang kurang mampu, program imunisasi, program jamkesmas, dan sebagainya," lanjut dr. Endang.

Indonesia memiliki 2 jenis rumah sakit, yaitu rumah sakit pemerintah dan rumah sakit non-pemerintah atau yang biasa disebut rumah sakit swasta. Rumah sakit yang termasuk rumah sakit pemerintah adalah rumah sakit pusat, daerah, kejaksaan, rumah sakit hukum & HAM, dan rumah sakit agama.
Di Indonesia jumlah rumah sakit non-pemerintah lebih banyak ketimbang rumah sakit pemerintah. Jumlah rumah sakit pemerintah sendiri hanya berkisar kurang dari 50 persen. "Pembangunan kesehatan tidak dapat hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tidak dapat hanya dilakukan oleh 1 sektor saja," tukas Menkes.


Last edited by gitahafas on Mon Sep 13, 2010 7:23 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Tue Apr 20, 2010 9:02 pm

TITEL RS INTERNASIONAL AKAN DIHAPUS
Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) akan menghapus titel rumah sakit ( RS ) internasional mulai Agustus 2010.
Selama ini banyak ditemukan RS yang mencantumkan titel internasional, namun setelah dilakukan pengecekan ternyata mereka tidak memiliki penilaian standardisasi internasional dari badan akreditasi rumah sakit tingkat internasional ( Joint Commision International-accreditation / JCI ) di Amerika Serikat.

Di Indonesia, menurut Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Kemenkes, Farid W Husein baru ada 1 RS yang telah mengantongi sertifikat dari JCI yaitu Siloam Hospital Lippo Karawaci, Tangerang. Selebihnya hanya mencantumkan nama internasional tanpa mengantongi sertifikasi standar internasional.
Ada lebih dari 10 RS yang menggunakan kata internasional pada namanya.

Mengenai keberadaan dokter asing, juga akan ditertibkan Kemenkes. Dokter asing yang bekerja di RS di Indonesia harus mengantongi izin terlebih dahulu.
Penertiban dokter asing ini dilakukan setelah Kemenkes menemukan penggunaan tenaga asing di RS Mayapada Tangerang Banten tanpa izin Konsil Kedokteran Indonesia ( KKI ). Langkah tegas akan dilakukan untuk mendisiplinkan RS dan melindungi masyarakat dari praktik kedokteran ilegal.

Meski demikian pengawasan terhadap keberadaan dokter asing di Indonesia sangat sulit dilakukan, sebab mayoritas dokter asing ilegal tersebut masuk ke Indonesia secara diam diam. Pada kasus RS Mayapada ini misalnya, baru diketahui setelah pihak RS memasang iklan di sebuah surat kabar nasional yang isinya menginformasikan adanya layanan medis oleh dokter ahli onkologi asing.

Sumber: Seputar Indonesia Kamis, 18 Februari 2010


Last edited by gitahafas on Mon Sep 13, 2010 7:26 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Tue Apr 20, 2010 9:11 pm

RS INTERNASIONAL WAJIB CANTUMKAN MASA BERLAKUNYA
Jumat, 01/10/2010 17:22 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah berhasil menertibkan rumah sakit yang memakai nama internasional. Sedangkan untuk rumah sakit yang benar-benar sudah diakui secara internasional wajib mencantumkan masa berlaku status internasionalnya. "Perlu diketahui bahwa status akreditasi internasional itu ada masa berlakunya. Jika tidak dicantumkan, maka status itu bisa menyesatkan," ungkap Dirjen Bina Pelayanan Medik Kemenkes, dr Supriyantoro, Sp.P, MARS dalam jumla pers di Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (1/10/2010). Aturan itu dituangkan dalam Kepmenkes No. 1195 tahun 2010 tentang Lembaga/Badan Akreditasi Rumah Sakit Bertaraf Internasional yang ditetapkan pada 23 Agustus 2010. Dalam keputusan tersebut, pencantuman status akreditasi internasional harus disertai dengan nama lembaga atau badan yang mengakreditasi dan masa berlakunya. Tanpa disertai informasi tersebut, istilah internasional tidak boleh melekat pada nama rumah sakit.

Lembaga atau badan yang melakukan akreditasi juga harus sudah diakreditasi oleh International Society for Quality in Health Care (ISQua). Kemenkes kini juga tengah memperbaiki dan mengembangkan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) agar memenuhi standar ISQua. dr Supriyantoro mencatat hingga saat ini baru 1 rumah sakit yang terakreditasi secara internasional yakni Siloam Hospital Lippo Karawaci. Beberapa rumah sakit lainnya sedang dalam proses akreditasi, di antaranya RS Eka Pekanbaru dan RS Santosa Bandung. Ia juga mengungkapkan pada tahun 2014 ditargetkan sudah ada sedikitnya 5 rumah sakit yang sudah terakreditasi secara internasional. Bahkan dengan rencana roadmap mulai 18 Oktober 2010, ia optimistis target itu akan dapat terlampaui.


Last edited by gitahafas on Sun Oct 17, 2010 11:21 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Wed Apr 21, 2010 8:43 am

PEMERINTAH AKAN GELAR SIDAK DOKTER ASING
Republika - Sabtu, 2 Oktober
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pemerintah dalam waktu dekat akan menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap dokter asing di Indonesia. Pemerintah menengarai terdapat dokter asing yang berpraktek ilegal di rumah-rumah sakit ternama di Indonesia. Dirjen Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan, Supriyantoro mengatakan, dirinya tak menampik terdapat dokter asing ilegal di Indonesia. "Namun sampai saat ini belum ada laporan resmi kepada kami," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (1/10). Sidak tersebut perlu untuk dilakukan. Dengan adanya dokter yang berparktek ilegal, keamanan konsumen kesehatan menjadi taruhannya. "Belum tentu kualitas dokter asing lebih baik daripada dokter kita," tukasnya.

Supriyantoro menengarai, para dokter asing tersebut acap menipu pemerintah. "Mereka praktek dengan menggunakan izin dokter lokal, padahal yang menangani pasien secara langsung adalah mereka," katanya. Wakil Ketua Kolegium Kedokteran Indonesia (KKI), Adriyati Rafly mengatakan, saat ini belum ada dokter asing yang berpraktek secara legal di Indonesia. Untuk dapat membuka praktek, lanjutnya, para dokter tersebut harus mempunyai surat tanda registrasi (STR) yang dikeluarkan KKI. "Sampai saat ini, belum ada yang mempunyai STR," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prijo Sidihadipratomo mengaku keberadaan dokter asing ilegal sangat meresahkan masyarakat. "Kualitas dokter Indonesia kalah dengan mereka," ujarnya. Pada kesempatan yang sama, Supriyantoro juga menjelaskan perihal keberadaan rumah sakit internasional di Indonesia. "Pada 2014, kita berharap mempunyai lima RS internasional," ujarnya. Dikatakannya, saat ini hanya terdapat satu RS yang berstandar Internasional. "Dan itupun tak boleh mencantumkan label internasional dalam namanya," ujarnya. Larangan tersebut dikatakannya untuk melindungi para konsumen kesehatan.


Last edited by gitahafas on Sun Oct 17, 2010 11:21 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Sat Apr 24, 2010 6:47 am

KEMENKES INGATKAN DEADLINE RS INTERNASIONAL
Saturday, 10 July 2010 - Seputar Indonesia
JAKARTA (SI) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali mengingatkan sejumlah rumah sakit (RS) yang mencantumkan label ”internasional” namun belum besertifikat internasional. Pemerintah meminta rumah sakit tersebut untuk segera mencabut atau menghilangkan kata ”internasional” sebelum batas waktu (deadline) yang ditentukan. ”Batas waktunya sampai 14 Agustus 2010. Kalau ada yang melanggar batas waktu tersebut,kami akan jalankan prosedur teguran mulai dari peringatan tertulis sampai yang terberat, mencabut izin operasional,” ujar Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Kemenkes Supriyantoro di Jakarta kemarin.

Supriyantoro mengatakan, ketentuan pelarangan pencantuman kata kelas dunia/internasional/ global dan sejenisnya telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 659/MENKES/ PER/VIII/2009 tentang Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia.Menurut dia, pelarangan tersebut ditekankan karena menyangkut nyawa dan mutu pelayanan kepada manusia.

”Ini semata untuk kepentingan masyarakat supaya tidak terkelabui. Jika kemudian RS yang bersangkutan mampu mencapai standar internasional, kata ’internasional’ tidak harus dicantumkan dalam nama. Cukup disebutkan bahwa RS ini sudah terakreditasi internasional atau sudah mendapatkan ISO dan ada masa berlakunya,” beber Supriyantoro.

Direktur Medik Spesialistik Direktorat Bina Pelayanan Medik Kemenkes Andi Wahyuningsih menambahkan, terdapat sekitar delapan rumah sakit yang menggunakan kata ”internasional”.Yakni RS Thamrin Internasional, RS Royal Progres Internasional, RS Mitra Internasional Jatinegara,RS Internasional Bintaro, RS Omni Internasional Alam Sutera Tangerang, RS Surabaya Internasional, RS Jogja Internasional, dan RS Santosa Bandung Internasional.

Di antara delapan RS tersebut, ungkap Andi, lima di antaranya telah menyurati Kemenkes perihal perubahan nama RS.Di antaranya RS Surabaya Internasional yang berubah menjadi RS Premier Surabaya, RS Internasional Bintaro menjadi RS Premier Bintaro, RS Mitra Internasional Jatinegara menjadi RS Premier Jatinegara, RS Omni Internasional menjadi RS Omni, dan RS Jogja Internasional menjadi RS Jogja. (inda s)


Last edited by gitahafas on Sat Jul 31, 2010 12:16 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
 
Asal Tahu Saja
View previous topic View next topic Back to top 
Page 5 of 51Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6 ... 28 ... 51  Next
 Similar topics
-
» Asal Kata Allah,arti dan makna
» Kisah Dr OZ dan Asal Mula Yahudi
» cukupkah hanya dengan berbuat baik kepada sesama ciptaan Allah saja?
» Apakah TUHAN tahu hari kiamat?
» asal usul syiah

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: SERBA-SERBI-
Jump to: