Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Asal Tahu Saja

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 27 ... 51  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Sun Mar 07, 2010 11:45 am

MENGAPA TERTAWA BIKIN ANDA LEBIH SEHAT?
Penulis : Natalia Ririh | Sabtu, 15 September 2012 | 13:49 WIB
KOMPAS.com - Orang tertawa karena mendengar atau melihat sesuatu yang lucu. Efeknya, orang tersebut bisa terhibur bahkan merasa bahagia. Dari sisi kesehatan, tertawa itu menyehatkan. Menurut penelitian, tertawa dapat meningkatkan kesehatan jantung, meningkatkan harapan hidup serta mengurangi rasa sakit. Ketika seseorang tertawa, tubuh akan melepaskan neurontransmitter dan hormon yang dapat mengurangi hormon penyebab stres yakni kortisol dan adrnealin. Pada gilirannya, pelepasan ini membantu menurunkan tekanan darah. Saat tertawa, otot-otot seperti otot perut, wajah, kaki, dan punggung ikut bergerak. Selain itu, tertawa juga membuat paru-paru lebih berkembang sehingga lebih mudah bernapas. Dampak positif dari tertawa ini memberi dorongan bagi sistem kardiovaskular tubuh. Pembuluh darah lancar karena tertawa menyebabkan darah lancar mengalir. Tertawa juga menyeimbangkan otak kanan dan kiri saat menanggapi sebuah lelucon.

Jantung sehat
Jika Anda ingin mengurangi risiko masalah penyakit jantung, cobalah dengan menonton film lucu. Rekomendasi penelitian dari Universitas Maryland menyarankan, tertawa sekitar 15 menit karena film dapat melancarkan pembuluh darah serta meningkatkan aliran darah.Menonton acara yang membuat Anda bisa tertawa sekitar 40 menit setelah makan dapat membatasi kenaikan kadar glukosa darah. Para peneliti percaya jika Anda tertawa, emosi positif akan muncul yang mempengaruhi sistem endokrin pada tubuh. Tertawa juga membuat usia lebih lama. Sebuah studi terhadap 500 orang lebih yang berusia 95 tahun keatas menemukan, kepribadian yang santai, optimis, dan menikmati saat tertawa akan berumur lebih panjang. Namun, para peneliti belum mengetahui secara pasti dimana letak kaitannya. "Ketika kami meneliti kepribadian 243 orang yang berusia lebih dari 100 tahun, kami menemukan kualitas yang mencerminkan sikap positif memandang kehidupan," kata Dr. Nir Barzilai dari Universitas Yeshiva, Amerika Serikat. "Sebagian besar dari mereka hidup dengan rasa optimis besar dan santai. Mereka menganggap tertawa adalah bagian penting dalam hidup," jelasnya.


Last edited by gitahafas on Wed Dec 12, 2012 2:39 pm; edited 11 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Thu Mar 11, 2010 6:44 am

TETAP BAHAGIA SAAT USIA SETENGAH BAYA
Penulis : Natalia Ririh | Sabtu, 25 Agustus 2012 | 07:45 WIB
KOMPAS.com - Saat usia mencapai 50 tahun, Anda mungkin tinggal menunggu waktu untuk pensiun. Bayangan sehari penuh tanpa melakukan apa-apa bisa membuat Anda tertekan. Apalagi, anak-anak dan cucu tinggal jauh dari rumah. Dengan mudah, Anda berubah menjadi sosok tidak bahagia dan kesepian. Sebuah studi panjang menemukan rahasia kebahagiaan untuk orang-orang dengan usia setengah baya. Kuncinya, bagi Anda para wanita paruh baya, jalinan pertemanan serta interaksi yang berkualitas secara psikologis akan membawa dampak positif. Sedangkan bagi pria paruh baya, keluarga adalah yang paling penting untuk membuat Anda selalu merasa bahagia. Hasil studi ini merupakan data yang diambil dari British National Child Development Study (NCDS), sebuah riset panjang yang telah diikuti sekelompok orang pada tahun 1958. Mereka terlahir pada minggu yang sama di tahun tersebut dan menjadi responden saat usianya 7 tahun. Pada saat usia responden mencapai usia 42, 45, dan 50 tahun, para peneliti mewawancarai kesehatan psikis mereka. Termasuk di dalamnya, pertanyaan soal berapa jumlah teman dan kerabat yang mereka temui sekali dalam sebulan atau lebih. 40 persen pria dan sepertiga responden wanita mengatakan mereka memiliki 6 teman dekat. Teman dekat ini kerap berkumpul. Kedekatan antarteman ini secara signifikan membawa kebahagiaan ketimbang mereka yang tidak melakukan hal serupa. Menurut temuan peneliti, orang berusia paruh baya yang memiliki teman kurang dari lima saat umurnya mencapai 45 tahun kurang bahagia. Hasil studi ini ingin menunjukkan betapa pentingnya jaringan pertemanan sampai Anda menua. Penelitian sejenis yang dilakukan pada tahun 2010 mengungkap persahabatan memiliki dampak positif. Manfaatnya seperti mengurangi bahaya yang timbul akibat rokok, alkohol, aktivitas fisik, dan obesitas. Pada penelitian ini, hal menarik justru muncul dari kelompok pria paruh baya yang berpendidikan kurang memiliki teman lebih banyak. Pria yang meninggalkan bangku sekolah saat berusia 17 - 19 tahun, 55 persen memiliki jaringan pertemanan luas. sementara, mereka yang berpendidikan tinggi, memiliki pertemanan sekitar 40 persen. Asumsinya, mereka yang terus melanjutkan pendidikan mendapatkan pekerjaan lebih baik dan lebih tinggi. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengurusi pekerjaan.


Last edited by gitahafas on Wed Dec 12, 2012 2:41 pm; edited 17 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Thu Mar 11, 2010 8:21 pm

SELALU MERASA CEMAS BIKIN ORANG CEPAT TUA
Penulis : Bramirus Mikail | Senin, 16 Juli 2012 | 10:28 WIB
KOMPAS.com - Rasa cemas adalah reaksi emosional yang wajar, seperti halnya sedih atau gembira. Tetapi jangan biarkan kecemasan menguasai hidup Anda. Selain bisa mengurangi kebahagiaan, cemas berlebihan juga akan membuat penuaan lebih cepat datang.
Hal tersebut dibuktikan secara ilmiah. Mereka melakukan analisa sampel darah yang diambil dari 5.243 perawat berusia paruh baya. Mereka menemukan bahwa wanita yang memiliki "kecemasan fobia" pada level tertinggi, secara signifikan memiliki telomere lebih pendek. Telomere adalah sekuens DNA yang terdapat pada ujung kromosom yang menjaga DNA dari penguraian. Memendek atau rusaknya telemore dibatasi dari seberapa banyak sel bisa membelah. Telomeres yang lebih pendek dianggap sebagai tanda penuaan dipercepat. Dalam kajiannya, para peneliti di Boston Brigham and Women Hospital menemukan, tingginya level "kecemasan fobia" - keadaan di mana seseorang takut akan ruang tertutup, ketinggian, dan keramaian - secara bermakna dikaitkan dengan telomere yang lebih pendek. "Banyak orang bertanya-tanya tentang apa dan bagaimana stres dapat membuat kita lebih cepat tua," kata peneliti studi, Olivia Okereke.

Hasil penelitian yang sedang berkembang saat ini menunjukkan bahwa tekanan mental dan gangguan suasana hati (mood) dapat menempatkan orang-orang menuju ke arah penuaan dini. "Jadi, penelitian ini menunjukkan hubungan antara bentuk umum dari stres psikologis - kecemasan fobia - dan mekanisme yang masuk akal untuk penuaan dini," kata Okereke. Dalam risetnya, peneliti mengukur gejala fobia dengan menggunakan kuesioner yang disebut Crown-Crisp index of phobic anxiety. Pertanyaan kuesioner tersebut mencakup: Apakah Anda memiliki ketakutan yang tidak masuk akal di ruang tertutup seperti toko, lift, dll, tidak pernah, kadang-kadang atau sering? Apakah Anda takut ketinggian? Apakah Anda merasa panik di keramaian? Apakah Anda khawatir mendapat beberapa penyakit yang tak tersembuhkan? Sebelumnya, peneliti sudah melakukan pemeriksaan terkait tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit kardiovaskular dan kondisi medis lainnya. Perlu diingat bahwa penelitian ini tidak membuktikan sebab-akibat, melainkan hanya sebuah asosiasi. Perempuan yang masuk dalam kategori fobia tertinggi umumnya kurang sehat ketimbang yang tingkat fobianya rendah. Bahkan mereka juga lebih mungkin untuk merokok, memiliki indeks massa tubuh lebih tinggi dan kurang aktif secara fisik. Para perawat yang terlibat dalam riset ini berasal ras kulit putih dan Eropa, sehingga asosiasi ini mungkin tidak berlaku untuk wanita dari etnis lain atau laki-laki. "Namun demikian, hubungan biologis dasar antara kecemasan dan panjang telomer kemungkinan besar dimiliki oleh semua manusia," kata peneliti.


Last edited by gitahafas on Wed Dec 12, 2012 2:43 pm; edited 7 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Mon Mar 15, 2010 12:35 pm

LEBIH SEHAT BERKAT MEMAAFKAN
Penulis : Lusia Kus Anna | Sabtu, 4 Agustus 2012 | 10:08 WIB
Kompas.com - Tidak mudah memang mengucapkan kata maaf. Tetapi menyimpan dendam dan amarah sesungguhnya tidak membahagiakan. Dengan memaafkan, kita mengundah bahagia dan melindungi diri dari penyakit. Peneliti dari Universitas California, San Diego, AS, menjelaskan, ketika kita berhasil memaafkan orang yang menyakiti kita, tekanan darah akan turun. Dalam jangka panjang, tekanan darah yang normal akan melindungi kita dari penyakit jantung dan stroke. Penelitian tersebut dilakukan terhadap 200 partisipan. Mereka diminta memikirkan suatu waktu ketika sahabat mereka menghianati. Separuh partisipan diminta memikirkan bagiamana hal itu memicu rasa marah, dan sisanya didorong untuk memaafkan. Kemudian setelah diberi pengalih pikiran selama lima menit lalu mereka boleh memikirkan kembali peristiwa penghianatan tersebut dengan cara masing-masing. Dr.Birtta Larsen, yang memimpin penelitian itu, menemukan kelompok yang marah mengalami kenaikan tekanan darah pada sesi pertama. Efeknya tetap terlihat meski mereka sudah diberi pengalih untuk lebih tenang. "Memaafkan bisa menurunkan reaktivitas stres, bahkan melindungi tubuh dari dampak stres tersebut," tulis para peneliti dalam Journal of Biobehavioural Medicine. Kenaikan tekanan darah dalam jangka pendek memang tidak berbahaya. Namun dalam jangka panjang hal itu akan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.


Last edited by gitahafas on Wed Dec 12, 2012 2:48 pm; edited 12 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Wed Mar 17, 2010 12:05 pm

KENAPA SULIT MEMAAFKAN ORANG LAIN?
Jumat, 27 Mei 2011 | 05:41 WIB Kompas.com - dr. Andri SpKJ
TANYA :
Dokter, mengapa saya sulit memafkan? Teman saya mengkhianati saya, saya merasa tidak bisa melupakan dan memaafkannya. Masalahnya hal ini terus menghantui saya setiap hari, tida bisa lepas dari kepala dan hati saya. Apa karena saya tidak menceritakan masalah ini kepada siapa-siapa? Saya terbiasa menyimpan masalah saya sendiri. Sungguh, saya merasa ini menjadi beban karena sudah berlangsung selama dua tahun. Setiap hari saya mengalami mimpi buruk tentangnya. Tolong saya dokter, bagaimana solusinya? (Rina, 32, Jakarta)

JAWAB :
Rina yang baik, Kita menjadi sulit memaafkan karena kita kadang tidak bisa menerima perlakuan orang lain yang tidak kita kehendaki terjadi pada diri kita. Rina mungkin tidak siap kalau teman yang begitu baik bisa mengkhianati. Di pikiran pun hal itu mungkin tidak pernah terpikirkan. Harapan Rina terhadap diri teman ini begitu tinggi sampai Rina lupa kalau manusia bisa saja melakukan kesalahan dan khilaf. Rina merasa tidak pantas diperlakukan begitu. Berbeda kalau Rina memandang teman Rina ini sebagai orang yang bisa saja mengecewakan Rina dan merasa itu bagian dari kondisi manusiawi. Banyak orang yang bisa memaafkan tetapi sulit melupakan. Hal ini dikarenakan orang tersebut tidak mau melepas. Let Go. Lepaskan dan jalani kehidupan seperti apa adanya. Jangan bebankan pikiran kita untuk memikirkan hal yang tidak bisa lagi kita perbaiki. Masa lalu adalah masa lalu, dia bisa menjadi pelajaran buat kita menghadapi masa depan. Kalau Rina menyanyangi diri Rina, maka Rina harus melepaskan perasaan terluka karena dikhianati teman itu. Bercerita kepada orang lain yang tepat memang bisa membantu mendapatkan perspektif berbeda tentang keadaan Rina, mungkin mereka bisa menasehati dan mengingatkan Rina untuk memaafkan dan melupakan. Tetapi semuanya berpulang kepada Rina, apakah Rina mau terus menderita karena tidak mau melepaskan, atau mau menatap masa depan dengan lebih baik karena mau melepaskan perasaan sakit hati itu. Semoga Rina bisa memilih yang terbaik. Salam Sehat Jiwa!


Last edited by gitahafas on Wed Dec 12, 2012 2:49 pm; edited 11 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Wed Mar 17, 2010 12:56 pm

MEMAAFKAN BISA MENYEHATKAN
Penulis : Bramirus Mikail | Selasa, 5 Juli 2011 | 11:29 WIB
Kompas.com – “Sorry is the hardest word to say". Begitulah lirik sebuah lagu yang menggambarkan betapa sulitnya memberi dan meminta maaf. Bukan hanya memaafkan orang lain, terkadang memaafkan diri sendiri juga bukan perkara mudah. Dibutuhkan pengorbanan dan keberanian.
Padahal, terus-menerus memendam kemarahan hanya akan merugikan diri sendiri. Bahkan apabila rasa benci itu terus menguasai, Anda berisiko menderita banyak penyakit. Orang yang tidak bisa memaafkan umumnya akan merasa lebih cemas, takut, dan pemarah. Kebencian kronis memiliki efek yang dapat melemahkan Anda. Karena kebencian tersebut akan menimbulkan kemarahan, rasa bersalah, permusuhan, dan sakit hati dari waktu ke waktu. Emosi bisa melepaskan hormon kortisol, yang bisa berakibat buruk bagi kesehatan Anda. Di sisi lain, belajar memaafkan memberikan banyak manfaat kesehatan, beberapa diantaranya adalah:

* Meningkatkan respon imun,
* Menurunkan tekanan darah
* Meningkatkan tidur
* Mengurangi kecemasan dan depresi
* Meningkatkan harga diri
* Memberikan Anda ketenangan pikiran.

Hal di atas hanya sebagian kecil manfaat yang ditawarkan kepada Anda dengan memaafkan orang lain. Jadi, mengapa Anda tidak mencoba untuk menanamkan kebiasaan tersebut mulai dari sekarang untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang begitu banyak. Satu atau dua kejadian buruk di masa lalu janganlah sampai mempengaruhi kehidupan Anda saat ini. Yang lalu biarkanlah berlalu, karena hidup akan terus berjalan. Oleh karena itu, perlu untuk seseorang belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain! Bagaimana cara memaafkan?

- Terima situasinya.
Apa yang terjadi di masa lalu tidak bisa diubah lagi, jadi terimalah fakta itu. Tak ada seorang pun yang sempurna.

- Lepaskan.
Memaafkan bukan berarti melupakan yang terjadi. Ini berarti Anda tak lagi menciptakan emosi yang sama dengan yang pernah dirasakan lagi dan lagi dalam pikiran. Belajarlah dari situasi dan bergeraklah.

- Hindari kata negatif.
Kata-kata memiliki kekuatan tersembunyi. "Tidak", dan "tak pernah", akan membuat Anda makin terbenam dalam ingatan masa lalu. Jadi, kalimat seperti "saya tak akan pernah bisa bertemu dengannya," atau "saya tak akan lupa apa yang telah dia lakukan," harus dihindari.

- Tuliskan dan hancurkan.
Tuliskan semua hal yang pernah dilakukan dan Anda rasa salah atau apa yang orang lain lakukan terhadap Anda. Menulis bisa membantu membersihkan pikiran. Latihan ini akan membantu Anda menemukan masalah-masalah yang belum terselesaikan dalam pikiran Anda.

- Berhenti menghakimi diri sendiri.
Ijinkan diri Anda untuk berbuat salah. Bersikap baiklah dan cintai diri sendiri. Memilih untuk memaafkan diri kemudian maju selangkah dan lepaskan masa lalu. Jika Anda merasa telah mengecewakan seseorang, tak ada salahnya Anda menemuinya dan secara langsung minta maaf. Anda juga harus memahami apa yang pernah Anda perbuat mungkin tak sebesar itu melukai dirinya. Meminta maaf langsung juga akan membebaskan Anda dari derita pikiran.


Last edited by gitahafas on Wed Dec 12, 2012 2:52 pm; edited 13 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Tue Mar 23, 2010 6:58 am

ORANG JUJUR LEBIH SEHAT DAN BAHAGIA
Penulis : Lusia Kus Anna | Senin, 6 Agustus 2012 | 11:05 WIB
Kompas.com - Untuk mendapatkan tubuh yang sehat, pastikan Anda selalu mengonsumsi buah dan sayuran, rutin berolahraga, serta menjauhi dusta. Menurut penelitian orang yang bersikap jujur lebih sehat secara fisik dan mental. Sebuah penelitian menunjukkan orang Amerika rata-rata berbohong 11 kali dalam seminggu, mulai dari "bohong putih" semacam pujian, sampai ketidaksetiaan atau kebohongan yang lebih serius lainnya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Anita Kelly, profesor psikologi dari Notre Dame, bila kita mengurangi jumlah kebohongan yang kita lakukan sebenarnya kita bisa mencapai kepuasan hidup yang lebih tinggi. Ia melakukan penelitian dengan melibatkan 110 partisipan yang diminta untuk berhenti atau mengurangi berbohong, baik kebohongan kecil atau besar, selama 10 minggu. Sebagai pembanding, partisipan lainnya tidak diberi instruksi khusus tentang kebohongan. Hasilnya, setelah orang dari kelompok yang dilarang berbohong tidak mengatakan kebohongan kurang dari tiga kali dalam seminggu, keluhan mereka akan sakit kepala, sakit tenggorokan, ketegangan, kecemasan, dan gangguan kesehatan lain, berkurang. "Tidak berbohong sangat jelas berkaitan dengan kesehatan yang lebih baik," kata Kelly. Selain kesehatan fisik, ternyata orang-orang dari kelompok dilarang berbohong itu merasakan adanya hubungan personal yang lebih baik dengan orang lain. Menyimpan kebenaran tentu membuat hubungan Anda dengan orang lain menjadi tidak tulus. "Berbohong bisa menyebabkan stres pada banyak orang, memicu kecemasan bahkan depresi. Mengurangi kebohongan bukan hanya baik untuk hubungan Anda, tapi juga menyehatkan," kata Dr.Bryan Bruno, ketua departemen psikiatri dari Lenox Hill Hospital, New York City. Kebiasaan berkata dan bertindak jujur selama 10 minggu juga membuat para partisipan itu lebih pintar menghindari kebohongan. Misalnya saja merespon pertanyaan yang bisa mengarahkan pada kecenderungan untuk berbohong dengan pertanyaan lain sebagai pengalih.


Last edited by gitahafas on Wed Dec 12, 2012 2:54 pm; edited 15 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Wed Mar 24, 2010 12:53 pm

PROFESI YANG TEPAT UNTUK SI INTROVERT
Penulis : Nadia Felicia | Sabtu, 23 Mei 2009 | 13:39 WIB
KOMPAS.com — Meski terlihat sebagai pribadi yang menutup diri dan pendiam, sebenarnya tipe introvert merupakan pribadi yang menarik, kreatif, dan berharga, jika perusahaan tahu di mana tipe kepribadian seperti ini senang bekerja. Tipe kepribadian introvert umumnya tak menyukai kegiatan yang mengharuskannya bertemu banyak orang atau kegiatan yang mengharuskannya bersosialisasi. Ketika seorang introvert menemukan pekerjaan yang ia senangi dan ia memang berbakat di bidang tersebut, ia akan menjadi aset perusahaan yang berharga. Introvert sering diasosiasikan dengan pemalu, namun pada kenyataannya tak selalu begitu. Menurut psikolog asal Swiss yang juga menemukan istilah “introvert”, Carl Jung, introvert adalah tipe kepribadian yang lebih suka menyibukkan diri dengan kehidupan di dalam pikirannya dan aktivitas kesendirian ketimbang harus bersosialisasi dengan orang lain. Tipe kepribadian ini memiliki ketertarikan dalam penyelesaian masalah, bekerja secara kreatif ketika sendiri, dan bisa memberikan solusi ketika berpikir tanpa ada gangguan. Pada dasarnya, para introvert tidak takut bekerja dikelilingi orang lain, namun tipe kepribadian ini hanya memilih untuk bekerja sendirian. Konsultan karier asal Minnesota, JIST Publishing, mengatakan bahwa tipe kepribadian introvert bisa jadi merupakan pemberi solusi yang baik, punya kecenderungan untuk bekerja sebagai analis sistem komputer atau peranti lunak, akuntan, penasihat keuangan, teknik sipil, mekanik, dan desainer grafis. Beberapa profesi yang cocok untuk tipe kepribadian introvert, jika dibekali pelatihan yang tepat, antara lain adalah:

Insinyur peranti lunak komputer
Jenis pekerjaan ini menarik minat bagi tipe kepribadian introvert karena profesi semacam ini mengharuskan si pekerja untuk bekerja secara independen untuk menyelesaikan masalah tergantung kebutuhan pengguna peranti lunak tersebut. Jenis pekerjaan ini dibutuhkan ijazah di bidang komputer. Untuk selalu bisa berkompetisi di bidang ini, seseorang harus terus mau meng-update kemampuan dan pengetahuannya sesering mungkin untuk mengikuti perkembangan teknologi.

Akuntan dan auditor
Karena para introvert sangat berbakat dalam memecahkan masalah, mampu menjalankan analisis sendiri, dan mampu mengembangkan strategi jangka panjang, maka profesi akuntan bisa tergolong cocok untuk mereka. Dibutuhkan pendidikan di bidang akuntan dan finansial untuk bisa mendapatkan pekerjaan di bidang ini.

Desainer grafis
Di bidang ini, para pekerjanya bebas menginterpretasikan imajinasinya. Kebanyakan, para rekan kerja atau atasannya akan melihat hasil kerjanya di akhir, dan membiarkan si pekerja mendesain grafisnya sendiri. Bidang yang sangat bertumbuh belakangan ini akan banyak dibutuhkan di bidang periklanan, penciptaan games, atau animasi. Tak selalu diperlukan pendidikan yang amat mendalam di bidang ini.

Teknik sipil
Dengan semakin bertumbuhnya negara, maka akan makin dibutuhkan teknik sipil untuk memperhitungkan segala hal yang butuh perhitungan saat pembangunan bangunan. Dibutuhkan pendidikan khusus di bidang ini, jika menambahkan pengetahuan seputar lingkungan dan green engineering, maka Anda akan menjadi seorang teknik sipil yang amat dicari.

Analis riset pasar
Tipe pekerjaan ini mengumpulkan data bagaimana pasar berpikir dan kecenderungannya, dan hasilnya akan membantu perusahaan untuk menggapai pasarnya. Untuk pekerjaan ini dibutuhkan pelatihan riset metodologi, statistik, marketing, tren sosial, ekonomi, psikologi, dan lainnya. Diperkirakan, profesi ini meningkat sebanyak 20 persen dari tahun 2006 hingga 2016.


Last edited by gitahafas on Wed Dec 12, 2012 3:25 pm; edited 11 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Wed Mar 24, 2010 1:20 pm

TAK SUKA KERAMAIAN NORMALKAH?
Rabu, 26 Oktober 2011 | 09:55 WIB Kompas.com - dr Andri SpKJ
TANYA :
Dokter, kenapa saya merasa sangat tersiksa bila berada di tengah-tengah orang banyak? Teman-teman dekat saya pun berkomentar bahwa saya memiliki perangai yang sangat berbeda ketika jalan berdua dibanding beramai-ramai. Ketika jalan berdua, saya asyik sekali di ajak mengobrol, tetapi ketika beramai-ramai saya jadi orang yang membosankan. Apakah saya mengalami sejenis gangguan jiwa tertentu? Saya sudah sering berdiskusi dengan Ibu saya tentang ini, tapi belum mendapatkan penyelesaian yang cocok buat diri saya sendiri, mohon bantuan penjelasan dan sarannya Dok, Terimakasih. (Ayu, 22, Jakarta)

JAWAB :
Ayu yang baik,
Tidak semua gangguan perilaku dan perasaan yang dirasakan seseorang itu dapat dikategorikan sebagai gangguan kejiwaan. Dapat disebut gangguan jiwa jika kondisi tersebut membuat kehilangan fungsi dan penderitaan bagi orang tersebut. Jika Ayu merasa lebih nyaman berbicara atau bercengkrama dengan orang hanya dalam batasan tatap muka yang pribadi mungkin ini berhubungan misalnya dengan sifat Ayu yang lebih ke arah introvert. Tidak semua orang memang menyukai berada dalam keramaian. Salah satu yang merasa tidak nyaman dan menghindari keramaian misalnya adalah orang yang mengalami agorafobia. Orang yang mengalami agorafobia menghindari keramaian karena merasa tidak nyaman dan cemas jika berada di ruang terbuka atau keramaian, kecemasannya lebih karena dia takut kalau ada sesuatu hal yang terjadi di tengah-tengah keramaian tersebut, dia akan tidak berdaya. Sedangkan apa yang dialami Ayu adalah lebih kepada Ayu menjadi orang yang tidak "asyik" jika berada bersama banyak orang. Mungkin saja itu disebabkan karena di dalam kelompok yang banyak, Ayu enggan untuk bersosialisasi atau merasa tidak nyaman. Ayu bisa melatih kebiasaan itu dengan lebih memperluas pergaulan atau lebih meningkatkan frekuensi pergi bersama teman sekelompok. Mudah-mudahan itu bisa membantu.
Salam Sehat Jiwa


Last edited by gitahafas on Wed Dec 12, 2012 3:23 pm; edited 12 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Sat Mar 27, 2010 6:30 am

SELALU INGIN MENYENDIRI TANDA SAKIT JIWA?
Kamis, 7 Juni 2012 | 10:17 WIB Kompas.com - dr.Andri SpKJ
TANYA :
Dok, saya sering merasa lebih nyaman jika dalam keadaan sendiri. Maka dari itu, saya sering menyendiri. Dalam kesendirian itu, saya sering menangis sampai ujungnya saya suka tertawa sendiri dengan kuatnya emosi. Terkadang saya ingin konsultasi dengan seseorang, tapi saya bingung harus konsultasi dengan siapa, karena saya tidak mau respon yang dihasilkan tidak berbobot dan hanya sekedar memberi respon saja.
Saya juga sering merasakan ketakutan saat harus menentukan pilihan, karena dari pengalaman, pilihan yang saya diambil selalu tdak berbuah manis. Begitu juga dengan merencanakan sesuatu, pada akhirnya rencananya saya itu tidak terwujud dan membuat hati saya terasa sangat terpukul, sampai saya bisa menangis lama dan mengurung diri di kamar. Saya pernah membaca artikel-artikel tentang penyakit jiwa/gangguan psikologis, beberapa cirinya pernah saya alami. Sempat melabelkan diri sebagai orang yang termasuk mengalami gangguan tersebut, ketika itu saya tambah “down”. Tapi saya pikir itu hanya sebagian dari penilaian saya yang tidak mengerti sebenarnya . Dalam hal ini, orang tua saya tidak mengetahuinya. Tolong jelaskan dok, apakah saya benar-benar orang yang mengalami gangguan psikologis ? Lalu bagaimana cara menyembuhkannya selain konsultasi dengan psikiater. Terima kasih (Ray, 18, Bogor)

JAWAB :
Dear Ray yang baik,
Sepertinya Ray sedang dilanda suatu kondisi yang mungkin banyak anak muda sekarang mengatakannya sebagai Galau. Istilah galau kalau menurut pendapat saya adalah suatu keadaan kesulitan adaptasi psikis terhadap suatu perubahan lingkungan. Kesulitan adaptasi psikis ini meliputi kesulitan yang berhubungan dengan perasaan, pikiran dan perilaku. Orang di sekitar kita akan melihatnya sebagai suatu reaksi emosional yang kadang tidak sesuai. Saat orang-orang bergembira kita bisa bersedih dan begitu juga sebaliknya. Saat kondisi dalam ketidakstabilan psikis, maka gejala-gejala gangguan jiwa bisa muncul karena memang gejala-gejala tersebut bermanifestasi dalam pikiran, perasaan dan perilaku orang tersebut. Jadi wajar jika Ray merasa kok sepertinya menderita salah satu gangguan jiwa tertentu. Satu yang perlu digarisbawahi adalah apa yang dialami Ray terjadi pada usia yang bisa disebut usia dini dari kematangan suatu kepribadian. Usia di mana kepribadian sudah mulai terbentuk untuk menjadi kepribadian dasar dalam kehidupan selanjutnya. Jika Ray merasa tidak nyaman dan mungkin merasa belum mencapai kestabilan itu, sebenarnya masih dianggap wajar karena memang tidak semua orang bisa melaluinya dengan sukses di umur yang diharapkan. Namun tidak usah khawatir, perkembangan kepribadian secara psikososial bersifat terus menerus dan akan mengejar ketertinggalannya. Bicara dengan orang-orang yang dipercaya dan bisa memberikan masukan adalah salah satu cara terbaik mengatasi kondisi yang Ray alami. Jika tidak bisa juga membantu, mungkin Ray bisa datang ke psikolog klinis atau psikiater.
Salam Sehat Jiwa


Last edited by gitahafas on Wed Dec 12, 2012 3:22 pm; edited 15 times in total
Back to top Go down
 
Asal Tahu Saja
View previous topic View next topic Back to top 
Page 3 of 51Go to page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 27 ... 51  Next
 Similar topics
-
» Asal Kata Allah,arti dan makna
» Apakah TUHAN tahu hari kiamat?
» asal usul syiah
» JEHOVAH WITNESSES...SAKSI YEHUWA
» Kaum Tua dan Kaum Muda di awal Abad ke-20

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: SERBA-SERBI-
Jump to: