Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Asal Tahu Saja

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3 ... 26 ... 51  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Mon Mar 01, 2010 12:10 pm

TERSEDAK? TEPUK PUNGGUNG!
Jumat, 17 Desember 2010 | 15:44 Suara Pembaruan
Seringkali, jika tersedak makanan, banyak orang akan langsung menyarankan agar kita segera meminum air sebanyak-banyaknya. Gelontoran air di kerongkongan, diyakini bisa memperlancar makanan yang tersangkut. Logika ini ternyata tidak sepenuhnya benar. Sebab tersedak tidak hanya disebabkan kekurangan cairan saja. Tersedak bisa juga dikarenakan adanya gangguan pada saluran pernapasan atau bahkan saraf yang mempengaruhi fungsi otot. Gelontoran air ini malah kadang bisa membuat makanan masuk ke saluran pernapasan. Jika itu terjadi, akibatnya bisa lebih fatal, napas Anda bisa terhalang. Cara tepat jika tersedak, segera menyuruh orang di dekat Anda untuk menepuk punggung Anda. Proses tepukan ini bisa merespon tubuh untuk mengeluarkan benda penyebab tersedak itu. Tetapi ingat, tepukannya juga harus diukur kekuatannya. Seandainya yang tersedak anak-anak yang masih menyusui atau di bawah enam bulan, tepukannya harus pelan-pelan. Setelah benda penyebab tersedak keluar, Anda harus melakukan relaksasi dengan menarik napas panjang. Setelah rileks baru minum air secukupnya. Namun, air minum yang dikonsumsi jangan dalam keadaan dingin atau dicampur dengan es batu. Sebab, air minum dingin justru akan menimbulkan kontraksi baru, dan menyebabkan tersedak lagi. Agar terhindar dari tersedak, sebaiknya kita mengunyah makanan sesuai anjuran medis, yakni sebanyak 32 kali. Kunyahan ini bisa membuat makanan lebih halus sehingga lebih mudah ditelan. Selain itu, jangan terlalu banyak bicara saat menyantap makanan. Minum juga harus berimbang jumlahnya dengan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh,agar mengurangi risiko tersedak.[berbagai sumber/N-5]


Last edited by gitahafas on Mon Jul 02, 2012 8:48 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Mon Mar 01, 2010 12:28 pm

TEPUKAN DI PUNGGUNG ATASI TERSEDAK
Selasa, 1 Juni 2010 | 13:43 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Seringkali, jika tersedak makanan, banyak orang akan langsung menyarankan agar kita segera meminum air sebanyak-banyaknya. Katanya, gelontoran air di kerongkongan bisa memperlancar makanan yang tersangkut. Fungsi air ini hampir sama seperti oli di mesin, yakni melicinkan makanan supaya turun ke lambung. Logika ini ternyata tidak sepenuhnya benar. Sebab tersedak tidak hanya disebabkan kekurangan cairan saja. Tersedak bisa juga dikarenakan adanya gangguan pada saluran pernafasan atau bahkan saraf yang mempengaruhi fungsi otot. "Jadi sebenarnya tidak baik juga kalau langsung dikasih minum banyak-banyak," kata Mulyadi, pakar kesehatan dari Klinik Medizone, Jakarta. Ia kemudian menjelaskan, gelontoran air ini malah kadang bisa membuat makanan masuk ke saluran pernapasan. Jika itu terjadi, akibatnya bisa lebih fatal, napas Anda bisa terhalang. Suhanto, pakar kesehatan dari Rumahsakit Mediros Jakarta menyarankan, jika tersedak, segeralah menyuruh orang di samping Anda untuk menepuk punggung Anda. Proses tepukan ini bisa merespon tubuh untuk mengeluarkan benda penyebab tersedak itu.

Tetapi ingat, tepukannya juga harus diukur kekuatannya. Seandainya yang tersedak anak Anda yang masih menyusui atau di bawah enam bulan, tepukannya harus pelan-pelan. Nah, setelah benda penyebab tersedak keluar, Anda harus melakukan relaksasi dengan menarik nafas panjang. "Setelah rileks baru bisa Anda minum secukupnya. lanjutnya. Namun, Anda juga harus memperhatikan, air minum yang Anda konsumsi jangan dalam kondisi dingin atau dicampur dengan es batu. Sebab, air minum dingin justru akan menimbulkan kontraksi baru. "Kalau dikasih air dingin malah bisa tersedak lagi. tambahnya. Agar terhindar dari tersedak, Mulyadi memberi saran agar kita mengunyah makanan sesuai anjuran medis, yakni sebanyak 32 kali. "Kunyahan ini bisa membuat makanan lebih halus sehingga lebih mudah ditelan," tuturnya. Selain itu, jangan terlalu banyak bicara saat menyantap makanan. "Soalnya bicara sambil makan juga bisa membuat tersedak," cetusnya. Suhanto melanjutkan, Anda yang sering tersedak bisa mengganti asupan makanan padat menjadi yang lebih lembut. "Minum juga harus berimbang jumlahnya dengan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh," pesannya. (Raymond Reynaldi)


Last edited by gitahafas on Mon Jul 02, 2012 8:48 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Tue Mar 02, 2010 11:46 am

HOT DOG !!!!!
Makanan siap saji, Hotdog dinyatakan para dokter sebagai makanan berbahaya bagi anak anak. Pasalnya, bentuknya yang lonjong memanjang menimbulkan resiko tersedak. Setiap tahun kejadian yang berakibat dari tersedak makanan telah menewaskan 77 anak anak di AS, dan lebih dari 15.000 dirawat diruang gawat darurat.
Sebanyak 17% dari kasus kasus tersebut diakibatkan dari menkonsumsi Hotdog.

Direktur Pusat Penelitian Cidera dan Kebijakan Kesehatan Anak di RS Anak Columbus Ohio, Gary A Smith MD DrPH menyatakan Hotdog bisa menutup saluran tenggorokan anak, dan untuk mengeluarkan sumbatan Hotdog dari tenggorokan adalah hal yang sangat sulit.

Sumber: Seputar Indonesia Selasa 2 Maret 2010
Back to top Go down
Poer
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 90
Age : 59
Registration date : 2008-08-28

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Tue Mar 02, 2010 8:51 pm

Itu hotdog yang di Amerika....... gede2.
Kalo disini kecil2 hahaha
Ngeles mode: ON
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Wed Mar 03, 2010 6:53 am

Di Indonesia belum kita dengar beritanya, mungkin karena ga di expose atau karena belum ada penelitiannya ya.
Tenggorokan anak kan kecil POER, biar sosis kecil juga pasti bisa sangkut....mungkin makannya yang terburu buru kali, tidak dikunyah dulu betul betul dan reflex anak kan belum sempurna sehingga tersedak. Sebaiknya sosisnya juga dipotong kecil kecil saja dulu, baru dimakan.

Pernah juga baca di koran, kalau di Jepang kue moci yang jadi persoalan, banyak orang lansia tersedak moci disana, bentuk moci kan pas buat menyumpal tenggorokan dan reflex orang lansia kan juga sudah berkurang. Kurang hati hati waktu makannya barangkali, jangan sekaligus masuk mulut, gigit sebagian dulu, lalu kunyah betul betul. Tapi moci kan memang kenyal dan agak sulit untuk dikunyah, apalagi untuk lansia.

Yang pernah ada disini, seorang anak perempuan tersedak peniti waktu hendak memasang jilbabnya, rupanya penitinya ditaruh dibibir waktu mengatur jilbab lalu tersedak, di koran diperlihatkan foto rontgen dada, dimana peniti itu kemudian berada di paru paru bagian bawah.
Kasus yang diperlihatkan di televisi adalah seorang ibu yang sedang memasang jilbab dan meletakkan jarum pentul dibibir. Dari belakang saudaranya menepuk pundaknya sehingga sang ibu kaget dan jarum pentul tadi tertelan, tetapi kemudian dengan bantuan endoscopy jarum pentul tadi berhasil di keluarkan dari rongga usus halus.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Thu Mar 04, 2010 9:11 pm

JALAN JALAN ITU SEHAT
Penulis : Dr. Irsyalrusad. Sp.Pd | Rabu, 12 Desember 2012 | 13:58 WIB
KOMPAS.com - Gaya hidup adalah bagian penting dari kesehatan Anda. Gaya hidup sehat yang Anda lakukan, InsyaAllah akan membuat Anda sehat juga. Dan, gaya hidup itu tidak hanya sekedar bagaimana Anda menilih makanan yang sehat, olahraga yang Anda lakukan, cara Anda berpikir, menyikapi sesuatu, tetapi juga bagaimana Anda mengisi waktu luang Anda, waktu liburan Anda. Jalan-jalan, belibur atau rekreasi yang Anda lakuan apalagi bersama keluarga pada waktu tertentu adalah bagian dari gaya hidup yang sehat. Tadi malam baru saja saya kembali dari Medan, jalan-jalan bersama teman-teman satu angkatan di SMA. Tidak lama, hanya 3 hari dan itupun tidak banyak, hanya 14 orang termasuk teman-teman yang ada di sana. Walaupun hanya 3 hari, tetapi banyak manfaat yang saya rasakan selama berlibur itu. Gelak, tawa, canda mengisi waktu kami yang pendek itu. Silaturrahim yang terjalin kembali dengan teman-teman yang ada di Medan, setelah 40 tahun berpisah tentu sangat menyenangkan. Gelak, tawa, canda, silaturrahim itu saja pasti akan menyehatkan. Apalagi aktivitas yang dilakukan selama dalam jalan-jalan itu. Ambil saja satu contoh yang saya alami. Hari ke 2 di Medan kami jalan-jalan ke Brastagi. Setelah sarapan pagi di hotel, dengan sebuah mini bus yang dapat memuat penumpang 14 orang, jam 8 pagi kami sudah menuju ke tempat wisata itu.

Dari awal, keberangkatan saja suasana sudah sangat menyenangkan, apalagi setelah keadaan semakin cair. Ada saja tingkah-polah, komentar, yang dapat membuat kami tertawa terkekeh-kekeh. Salah seorang teman, doktor, yang saya sendiri sudah 40 tahun tidak bertemu dengan dia, saya kira pada mulanya akan banyak diam, ternyata tidak. Celotehannya sangat menggelitik, membuat perjalanan 3-4 jam jadi tidak membosankan. "Apakah ini tidak menyehatkan?" Andaikan Anda bersama kami waktu itu, 3-4 jam aliran darah Anda akan dilimpahi oleh hormon kebahagiaan endorfin pasti akan mengakibatkan banyak perubahan pada mental, emosi Anda. Stres Anda akan hilang, pikiran kusut Anda akan sirna, bahagia akan menyelimuti kehidupan Anda, dan semangat baru akan Anda akan mucul, tidur andapun akan semakin nyenyak, dan imunitas Anda juga akan membaik. Makanya, ada ahli yang mengatakan tertawa itu adalah obat, dan orang bahagia hidupnya akan lebih bermakna dan panjang. Disamping itu, aktivitas fisik yang dilakukan selama jalan-jalan saya kira juga tidak kalah pentingnya untuk kesehatan. Tentu Anda akan lebih banyak berjalan, kalau dihitung jumlah langkah Anda, pasti akan lebih banyak dibandingkan bila hanya duduk, diam di rumah. Apalagi kalau anda mendaki gunung, berenang di pantai, bersepeda, menjelajahi kampung-kampung, kesehatan Anda InsyaAllah akan lebih baik.

Melihat hutan yang lebat, dedaunan yang hijau, laut yang luas, atau Anda mendengar gemercik air alami di sungai, air terjun yang deras, deburan ombak di pantai, merdunya kicauan burung di alam liar, pasti akan memberikan ketenangan, kesejukan dalam pikiran, jiwa Anda. Ketenangan yang Anda rasakan akan berpengaruh terhadap keseimbangan dalam tubuh Anda. Anda juga akan lebih sehat. Terkait dengan manfaat jalan-jalan, berlibur ini terhadap kesehatan, di National Geograhic ada cerita menarik yang pernah saya lihat. Ceritanya begini, seorang Ibu rumah tangga yang masih muda, menderita kanker otak. Diperkirakan umurnya hanya tinggal 4 tahun saja. Karena tahu dengan sisa umur yang pendek itu , maka penderita kanker otak ini kemudian berusaha mengisi sisa hidupnya dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan, yang membuat hari-harinya dilimpahi kebahagiaan. Penderita ini kemudian memilih rekreasi ke pantai pada sebagian besar hari-harinya. Di pantai dia berlari kian kemari menelusuri tepinya, main pasir, berjemur, berenang, memancing, bersilancar dan sebagianya. Beberapa tahun kemudian setelah melakukan aktivitas ini, disamping dia tetap mendapatkan terapi konvensional, dia dinyatakan sembuh, bebas dari kanker otak. Cerita lain, seorang wanita, usia 70 tahun, mengidap kanker payudara yang sudah mengalami metastase. Untuk mengisi sisa-sisa hidupnya, penderita ini lalu sering berekreasi ke pedesaan, gunung. Dia jelajahi desa-desa, pegunungan dengan berjalan kaki, berlari, bersepeda. Setelah berapa lama melakukan aktivitas ini, kankernya membaik, dia sembuh kembali. Rekreasi, jalan-jalan tidak hanya dapat mereduksi stress, memperbaiki kesehatan anda. Rekreasi juga mengurangi kebosanan, kejenuhan dari rutinitas yang Anda lakukan selama ini. Penelitian menunjukkan bahwa produktivitas Anda akan meningkat setelah Anda kembali dari jalan-jalan. Karena itu, saat Anda punya waktu kosong, libur, jalan-jalan, dengan keluarga sebaiknya Anda biasakan. Banyak manfaat yang akan Anda dapatkan dari kegiatan berlibur itu. Liburan, jalan-jalan dengan keluarga juga tidak harus mahal, di dekat rumah bila ada taman misalnya, Anda bisa berkemah atau kegiatan lain di sana. Jangan pernah ragu mengeluarkan sedikit biaya untuk rekreasi, jalan-jalan itu, apalagi bersama keluarga. Itu adalah bagian dari investasi Anda untuk tetap sehat.


Last edited by gitahafas on Wed Dec 12, 2012 2:08 pm; edited 7 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Thu Mar 04, 2010 9:35 pm

PASIEN INI MENINGGAL KARENA KESEPIAN!
Penulis : Dr. Irsyalrusad. Sp.Pd | Kamis, 29 November 2012 | 09:22 WIB
KOMPAS.com - Suatu pagi ketika visite, seorang pasien yang biasanya selalu saya lihat berbaring di tempat tidur dekat jendela ruang perawatan kelas tiga tidak ada lagi di sana. Agak curiga, "mana bapak itu?" Tanya saya kepada perawat yang mendampingi saya -- pasien, seorang lelaki umur sekitar 60 tahun yang menjadi langganan ruang penyakit dalam beberapa bulan terakhir. "Beliau meninggal tadi malam dokter," jawab perawat itu. "Lho, kok bisa?", tanya saya lagi. "Tidak tahu juga pastinya dokter. Semalam waktu dari kamar mandi, pasien mengeluh sakit dada dan sesak nafas, cukup lama Ia mengalami itu, kami baru tahu setelah keluarga pasien sebelahnya memberitahu perawat jaga dok. Kemudian kami melapor ke dokter jaga, menurut dokter jaga kemungkinan alm meninggal karena serangan jantung. Sempat perawat jaga membawa ke ruang ICU, tetapi tidak berapa lama di ruang ICU beliau tidak tertolong lagi dokter," ungkap perawat lain menerangkan.

Setelah selesai visite, di ruang perawat waktu mengisi status pasien, bayangan pasien itu seperti mengikuti saya, barangkali karena pasien ini sudah sering dan lama dirawat. Untuk yang terakhir ini saja telah lebih dari satu bulan. Pasien memang sudah berulang kali dirawat dengan keluhan hipertensi dan Insomnia. Biasanya, dalam 1-2 minggu setelah dirawat, hipertensinya mulai terkontrol dan insomnianya juga membaik. Bila keluar rumah sakit, pasien bukan kembali ke rumah, tetapi ke panti. Tidak berapa lama di panti biasanya masuk rumah sakit lagi dengan keluhan yang sama. Keadaan ini berulang dalam satu tahun terakhir sampai pasien meninggal. Kemudian, karena sedikit penasaran dengan kematiannya, apalagi secara emosional saya sudah merasa dekat dengan pasien, saya pelajari kembali statusnya. Dari data rekam medis pasien, terutama sebelum meninggal, gambaran rekam jantungnya memang sesuai dengan kematian akibat jantung. Tetapi ada yang menarik saya lihat dari catatan petugas gizi, dalam beberapa hari terakhir ternyata sebagian besar menu makanan yang diberikan kepada Alm tidak dimakannya. Melihat ini, saya semakin curiga, jangan-jangan obat-obatan juga tidak dimakan pula. Lalu, kepada perawat saya tanyakan, "bagaimana obat-obatan yang diberikan kepadanya, apa ada dimakan?" " Nggak tahu juga dokter. Seperti biasa, obat kami bagikan dan diambil lagi kalau kotak obat itu sudah kosong, kelihatannya dimakan dok," perawat itu mencoba menerangkan.

"Coba kamu lihat lagi laci pasien,! "saya curiga obat-obat itu tidak dimakannya. Tidak berapa lama, perawat itu kembali dengan satu kantong plastik dengan obat-obatan di dalamnya. Melihat itu........ "Hmmmm, pasien ini meninggal bukan karena serangan jantung, tetapi karena kesepian," saya bicara sendiri. Mendengar komentar saya begitu, "kok bisa dokter?" Kata perawat itu lagi. Sebelum saya menjawab, "tapi benar juga dokter, kami lihat bapak itu akhir-akhir ini lain sekali. Beliau seperti tidak bersemangat, sering melamun, pernah kami melihat Ia menangis sesunggukan, dan bila malam kelihatannya tidak bisa tidur, sering beliau minta tambahan obat tidur dokter. Lalu, dokter, kami tidak pernah melihat keluarganya mengunjungi beliau selama dirawat dokter," cerita sang perawat. Hmmm, ya, saya juga melihat begitu. Suatu waktu saat visite, saya tanyakan mengenai keluarganya, agak lama dan setelah menarik nafas yang dalam, baru ia menjawab; "ada dokter"......, kemudian ia diam lagi,...dan air matanya tampak bergolak. Dan pernah saya lihat pada jam kunjungan pasien, saat pasien lain mendapat perhatian dari keluarganya, Alm menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, tetapi perasaan saya waktu itu mengatkan, beliau bukan tidur, barangkali menangis menahan kepedihan yang dirasakannya karena berharap kunjungan anak-istri, keluarga atau saudara-saudaranya. Lalu, melihat apa yang terjadi pada pasien itu, walaupun serangan jantung dikatakan sebagai penyebab kematiaannya, tetapi di balik serangan jantung yang membunuhnya itu, kesepian, perasaan sendiri, kehilangan cinta-kasih sayang, hubungan-hubungan yang toksis yang dialaminya inilah sebenarnya menurut saya sebagai pencetus penting kematiaanya.

Seperti diketahui, bahwa kita adalah makhluk sosial yang tidak mungkin hidup sendiri. Orang sakit, seperti pasien di atas sebetulnya sangat membutuhkan dukungan-dukungan baik emosioanal, moral, sosial, dan fisik terutama dari keluarga terdekatnya. Cinta, kasih sayang, empati yang diberikan kepada mereka pasti akan berpengaruh terhadap perjalanan, prognosis penyakitya, bahkan harapan hidupnya. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa hubungan yang sehat, contohnya, anatara suami-istri sangat berpengaruh terhadap perjalanan penyakit, penyembuhan, bahkan kematiannya. Angka kematian pasangan suami yang bercerai jauh lebih tinggi daripada pada pasangan yang masih utuh. Kematian salah satu pasangan istri atau suami akan mempengaruhi harapan hidup pasangan lainnya. Penelitian terhadap para suami yang mempunyai faktor risiko penyakit jantung, pada kelompok yang merasa mendapatkan cinta, kasih sayang dari istri mereka, angka kematiannya lebih rendah dibandingkan yang tidak. .....Karena itu, jangan biarkan siapapun sendirian, apalagi bila dalam keadaan sakit, agama juga memerintahkan kita untuk mengunjungi orang yang sakit.


Last edited by gitahafas on Wed Dec 12, 2012 2:12 pm; edited 9 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Fri Mar 05, 2010 1:10 pm

KAKEK INI MASIH INGIN BERCINTA
Penulis : Dr. Irsyalrusad. Sp.Pd | Selasa, 6 November 2012 | 10:05 WIB
KOMPAS.com - Pernah suatu waktu saya menerima BBM dari seorang teman satu grup yang isinya kira-kira begini; Ada seorang kakek umur 80 tahun yang ingin membeli obat Viagra di suatu apotik. Karena merasa aneh dan heran, petugas apotik menanyakan, "untuk siapa?" " Untuk saya," jawab sang kakek. "Untuk bapak?" Sekali lagi petugas apotik itu bertanya seolah-olah tidak percaya. "Ya, memang kenapa?" Sang kakek menimpali sedikit agak kesal. "Apa bapak masih berhubungan seks?" Tanya petugas apotik itu lagi......"oh, kalau itu, tidak lagi", ungkap kakek itu. "Nah, memang untuk apa kek, kan berbahaya, apalagi pada orang tua", sambung pertugas yang agak cerewet ini. Sambil sedikit agak malu sang kakek menjawab; ......" yah.....paling tidak, bila saya buang air kecil, air seni saya tidak menetes lagi di kaki saya". "Aahhh",.....teriak petugas itu, sambil menutup mulutnya karena ingin ketawa cekikan. Sampai sekarang bila saya ingat anekdot ini, kadang-kadang saya bisa tertawa sendiri, mahal-mahal membeli Viagra bagi kakek itu, hanya sekedar agar air seninya tidak menetes di kakinya. Hmmmm, satu sisi kakek ini benar juga, pada usia lanjut, buang air kecil tidak sederas waktu muda lagi. Tetapi, ada pelajaran lain yang dapat saya ambil dari anekdot ini, bahwa sebagian besar kita menganggap hubungan seksual bagi usia lanjut merupakan sesuatu yang aneh, tidak perlu lagi, atau sesuatu yang tabu. Padahal, hubungan seksual, tentunya yang aman asal kita mampu, sampai usia berapapun, boleh dilakukan. Bahkan, sesuai dengan beberapa hasil penelitian, frekuensi hubungan seksual yang tetap dilakukan pada usia lanjut mempunyai pengaruh positip terhadap kesehatan dan harapan hidup seseorang. Dengan kata lain, semakin sering Anda melakukannya dengan pasangan Anda tentunya, Anda akan semakin sehat, dan kemungkinan Anda untuk menikmati matahari pagi esoknya juga Insya Allah lebih besar.

Nah, berlawanan dengan kakek yang di atas, saya ingat seorang pasien saya yang pernah dirawat karena kasus bedah dan radang paru ringan. Walau umur pasien ini sudah mencapai 85 tahun, tetapi penampilannya kelihatan sekitar 20 tahun lebih muda. Selama dirawat, kebetulan saya tertarik dengan penampilannya, gaya bicaranya, cara berpakaiannya, sikapnya menghadapi penyakit, lontaran-lontaran candanya, membuat saya dapat betah lebih lama di kamar perawatannya. Hubungan dengan istrinya saya lihat juga masih sangat hangat, godaan-godaan yang sedikit genit sering saya lihat dilakukannya kepada istrinya yang 30 tahun lebih muda. Kemudian, setelah menjalani perawatan beberapa hari, bekas luka operasinya sudah pulih, begitu juga infeksi paru yang dialaminya telah membaik, pasien ini diperbolehkan pulang. Sebelum pulang, waktu saya di kamar perawat, sedang mengisi status pasien, kakek ini tiba-tiba menghampiri saya. Setengah berbisik beliau lalu bertanya, "dokter, kapan saya boleh melakukannya?"......" Melakukan apa?" Tanya saya agak heran. Setelah menoleh kepada istrinya yang berdiri di dekat pintu--saya lihat istrinya tersenyum seperti agak malu,..........z" berhubunguan dengan istri saya dokter", jawab beliau. .........."Ohh, begitu, boleh, kapan saja boleh, nanti malam pun bisa", ungkap saya sambil senyum.

Istri beliau yang masih berdiri dekat pintu masuk kelihatan juga tersenyum, barangkali Ia tahu apa yang ditanyakan suaminya, atau bisa saja Ia sendiri barangkali yang menyuruh suaminya menanyakan tentang haknya itu. Lalu, setelah beberapa lama kakek ini bercerita tentang kisah hidupnya, termasuk istrinya yang ke tiga ini, sebelum beliau keluar dari kamar, sekali lagi Ia berbisik; "Apa dokter ingin saya beritahu, rahasia umur panjang dan sehat?" Ini dia dokter," sering-seringlah bercinta dokter", jadi, saya tidak mau kehilangan kesempatan itu dokter, saya masih ingin bercinta dengan istri saya" sambung kakek itu sambil berlalu. Dan, setelah kakek yang flamboyan itu pergi, saya buka beberapa referensi yang berkaitan dengan hubungan antara aktivitas seksual dengan kesehatan dan harapan hidup seseorang ini. Hubungan seksual yang sehat ternyata mempunyai pengaruh terhadap status kesehatan dan harapan hidup seseorang. Selama ini, memang banyak kita yang tahu, bahwa sayur-sayuran seperti brokoli, buncis, bayam, tomat, buah-buahan, apel, pisang, jeruk, strawberry, gen yang baik, olahraga teratur mempunyai pengaruh positif terhadap kesehatan dan harapan hidup kita. Tetapi, barangkali tidak banyak yang menyadari hubungan seks yang sehat, juga mempunyai pengaruh yang sama. Cukup banyak penelitian yang telah dilakukan untuk melihat hubungan aktvitas seksual yang sehat dengan harapan hidup seseorang. Sebagai contoh, saya kutip penelitian yang dilakukan di Duke University yang mengamati 252 orang lelaki dan perempuan selama lebih dari 20 tahun. Frekuensi hubungan seks pada lelaki merupakan prediktor penting usia yang lebih panjang, sementara pada wanita kualitas hubungan ternyata lebih menentukan.

Penelitian lain, yang diltakukan pada usia lanjut, usia di atas 70 tahun, juga menunjukkan, bahwa semakin dini mereka menghentikan hubungan seksual, bercinta dengan pasangan mereka maka semakin besar mereka mengalami kematian lebih awal. Penelitian yang dilakukan oleh group yang sama membuktikan bawah hubungan seksual yang dilakukan 3 (tiga) kali atau lebih dalam seminggu akan mengurangi risiko serangan jantung atau stroke setengahnya. Menurut penulis buku "healthy at 100", Jhon Robbins, bahwa suku-suku Abkhasia di Caucasus, Vilcabamba di Equador, Hunza di utara Pakistan, dan Okinawa di Jepang, yang penduduknya banyak yang berumur di atas 100 tahun, salah satu rahasia mereka berumur panjang itu adalah kebiasaan mereka untuk selalu menjaga hubungan seksual dengan pasangannya sampai usia yang demikian. Kemudian, apa hubungan antara aktivitas seksual dengan kesehatan, dan umur Anda? Banyak teori yang mencoba menjelaskannya. Secara sederhana saja dalam tulisan ini, dapat saya kemukakan bahwa hubungan seksual mempunyai pengaruh positip terhadap fisik, mental, emosional Anda. 15 menit hubungan itu akan menghabiskan sekitar 120 kalori, sama dengan kalori yang dibutuhkan untuk jogging sekitar 1 jam. Jantung Anda juga akan berdetak cepat kira-kira 140 kali per menit.

Otot-otot di sekitar panggul Anda, paha, lengan juga akan lebih aktif. Hormon oxytocin, endorphin, dan DHEA yang membuat Anda jadi bahagia, cantik, juga meningkat setelah Anda berhubungan. Hubungan seksual juga mereduksi stres, membuat Anda lebih tenang, puas, dan tidur pun lebih nyenyak. Imunitas Anda juga menjadi lebih baik, sehingga Anda tidak terlalu mudah terserang infeksi. Belaian, sentuhan, kasih sayang yang Anda jalin bersama pasangan Anda, sangat baik untuk kesehatan Anda. Jadi, kalau Anda ingin tetap sehat, panjang umur, disamping membiasakan gaya hidup sehat, pola makan sehat, berpikir yang sehat, olahraga, hubungan seksual yang sehat juga harus Anda jaga. Walaupun usia Anda sudah senja, aktivitas seksual yang sehat, yang bebas stress, tentu saja dengan pasangan setia Anda tidak menjadi alasan untuk tidak melakukannya. Seperti pasien saya di atas atau para centenarian yang banyak ditemukan pada suku-suku Hunza, Vilcabamba, Okinawa, dan Abkhasia, aktivitas seksual yang tetap mereka lakukan adalah salah satu rahasia mereka menjadi sehat dan rata-rata umur mereka lebih panjang.


Last edited by gitahafas on Wed Dec 12, 2012 2:19 pm; edited 8 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Fri Mar 05, 2010 1:37 pm

DIA YANG DAPAT MEMBELI SEMUA, TIDAK KESEHATANNYA
Penulis : Dr. Irsyalrusad. Sp.Pd | Kamis, 20 September 2012 | 12:50 WIB
KOMPAS.com - Dalam suatu perjalanan ke luar kota, seorang Ibu dengan pakaian mewah ditemani anaknya saya lihat duduk di kelas eksekutif suatu maskapai penerbangan. Sekilas saja, nampak Ibu dan anak ini gemuk sekali. Kursi di kelas eksekutif yang lebih besar dari kursi kelas ekonomi itu kelihatannya tidak cukup memuat ke dua paha dan panggulnya yang sangat besar itu. Di atas pangkuannya juga saya lihat beberapa kantong kertas dari produk makanan terkenal, nampak isinya penuh sekali. Coba saja lihat di tempat-tempat umum seperti di restoran, food counter, mall, bahkan dalam acara tayangan televisi. Mereka dengan berat badan sangat berlebih mudah kita temui. Setelah beberapa lama pesawat terbang, dan penumpang diperbolehkan ke kamar kecil. Dengan maksud ingin mengetahui apa yang dilakukan Ibu dan anak ini selama dalam penerbangan, sedikit agak ragu-ragu saya pergi ke kamar kecil yang ada di kelas eksekutif itu. Benar, sesuai dengan dugaan saya, ibu dan anaknya pasti sedang sibuk dengan makanan yang ada di kantong kertas itu. Hmmm, Ibu dan anaknya saya lihat memang sedang asyik melahapnya. Saya yakin, sebelum pramugari menghidangkan makanan untuk penumpang, makanan yang di kantong itu pasti sudah habis. Melihat Ibu dan anak itu, saya sebetulnya sangat prihatin. Dengan kebiasaan makannya, yang saya lihat sepintas, berat badan yang sudah sangat berlebihan itu pasti akan naik lagi. Bisa saja nanti, suatu saat kalau kebiasaan Ibu itu masih diteruskan, barangkali beliau tidak akan mampu menikmati perjalanan lagi, beliau terpaksa mengurung diri di rumah. Bepergian, berjalan mungkin akan menjadi penderitaan baginya....

Hmmm, mungkin saja nanti, ia masih dapat membeli apa saja untuk dimakannya, tetapi tidak untuk kesehatannya. Lalu, saya bertanya dalam hati, "apakah Ibu ini tidak sadar bahwa kegemukan, apalagi sangat gemuk itu adalah pencuri umur yang nyata?"..... Dan, kalau umur beliau panjang, menurut penelitian, sepanjang hidupnya akan diwarnai oleh keterbatasan, cacat, "disabilty" dalam berbagai bentuk. Terbayang juga oleh saya beberapa pasien yang sering berobat, yang dirawat akibat risiko obesitas seperti stroke, diabetes mellitus, hipertensi, gangguan jantung, keganasan, pernafasan, gangguan sendi dan sebagainya Kemudian, saya juga teringat suatu cerita nyata tentang seorang lelaki kaya yang sangat gemuk, dalam buku "Healthy at 100" yang ditulis Jhon Robbins. Lelaki ini tinggal di California Selatan, kekayaannya menurut Forbes mencapai 5,8 milyar dolar AS. Menurut penulis, inilah lelaki yang sangat kaya, termasuk orang terkaya di dunia yang dapat membeli apapun dengan kekayaannya, namun sangat gemuk, dengan tinggi hanya 167 cm, tetapi berat badan mencapai 200 kg, sehingga kalau ke kamar mandi saja harus dibimbing oleh para pembantunya. Bila kebanyakan orang sangat kagum bahkan iri dengan kekayaannya, tetapi penulis mengatakan: inilah lelaki malang, yang sangat miskin, bukan dengan kekayaannya, tapi dengan kesehatannya.

Dan, waktu pria ini meninggal pada tahun 2004 dalam usia yang relatif masih muda, Los Angeles Time banyak mengulas tentang kehidupannya, kekayaannya, aktivitasnya dalam menjual, membeli klub sepak bola, basketball, baseball profesional dan bagaimana, ke mana saja kekayaannya digunakan selama ini, tetapi tidak menyinggung sama sekali penderitaan yang dialaminya akibat berat badannya yang sangat gemuk. Sekitar 10 persen penduduk dewasa di Amerika Serikat mempunyai berat badan sangat gemuk (morbid obesity). Di Indonesia datanya nampaknya belum ada, tetapi kecenderungan peningkatan itu sangat jelas. Coba saja lihat di tempat-tempat umum seperti di restoran, food counter, mall, bahkan dalam acara tayangan televisi. Mereka dengan berat badan sangat berlebih (very obese, morbid obesity) mudah kita temui. Pengalaman saya di bangsal, ruang perawatan mereka juga sering dirawat dengan bermacam-macam komplikasi yang terjadi relatif dalam usia yang masih muda. Seseorang menjadi gemuk, atau pun sangat gemuk tidak datang begitu saja, tidak datang seketika. Anda tidak mungkin saat bangun pagi-pagi tiba-tiba perut anda jadi buncit atau berat badan anda naik 20 kg. Kalau mengalami hal seperti ini, pasti anda akan berteriak, "wooow, gila, ada apa ini?".....Anda akan ketakutan, anda mungkin segera konsultasi ke dokter. Tetapi, itu, berat badan meningkat sedikit demi sedikit, anda mungkin tidak merasakannya, bahkan anda merasa enjoy saja dengan perubahan seperti itu. Jadi, sebelum Anda mengalami itu, sering-seringlah berkaca, lihat, amati perut Anda, sebaiknya dari samping. Bila perut Anda jauh menonjol dari dada, mungkin saatnya Anda perlu merenungkan kembali gaya hidup, pola makan Anda. Jangan menunggu, Anda masih dapat membeli semuanya, tetapi tidak untuk kesehatan Anda!


Last edited by gitahafas on Wed Dec 12, 2012 2:28 pm; edited 13 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Asal Tahu Saja   Fri Mar 05, 2010 9:25 pm

TERTAWA ITU TIDAK BERDOSA...
Penulis : Dr. Irsyalrusad. Sp.Pd | Sabtu, 15 September 2012 | 14:44 WIB
KOMPAS.com - "Matampuk Bu?" Tanya saya kepada seorang pasien ketika sedang melakukan USG pada daerah abdomennya yang kelihatan sedikit membesar. Kemudian, tidak saya sangka, tiba-tiba pasien kelihatan ketawa. Anak pasien yang mendampinginya juga ketawa agak keras, sambil menimpali, "masak dokter, Ibu saya umurnya sudah lebih dari 70 tahun, kan sudah nenak-nenek, mana bisa hamil. Lagi pula dokter, bapak juga sudah tidak ada"...... "Hahahaha," sambil ketawa lebar saya jawab, "mabonga bu" - kebetulan pasien ini keturunan bugis. Mabonga atinya bercanda, sedangkan matampuk artinya hamil...... "Tapi, zaman sekarang ini banyak yang aneh bu, nenek-nenek juga bisa hamil, anak gadis yang belum punya suami juga bisa melahirkan", ujar saya lagi sambil tetap ketawa. Begitu banyaknya manfaat humor, senyum, ketawa, sehingga kalau ini dapat dikemas dalam bentuk sebuah pil, barangkali akan menjadi resep terlaris sepanjang masa.. Ibu ini sejak mulai masuk kamar praktek kelihatan sangat kaku sekali, jangankan senyum atau ketawa, ngomongpun sangat irit, kadang-kadang waktu "anamnesis", tanya-jawab sehubungan dengan keluhannya, yang menjawab adalah anaknya. Tentu saja, saya sedikit mengalami kesulitan mengorek keluhan-keluhan yang sebetulnya dirasakan oleh pasien. Atau, barangkali seperti yang sering terjadi dalam ruang periksa dokter, Ibu ini takut dengan saya atau khawatir dengan penyakitnya.

Tetapi, Alhamdulillah setelah saya pancing dengan sedikit humor tadi, komunikasi saya dengan pasien tadi jadi lebih mudah. Dan, ini juga kelihatan pada raut mukanya yang berubah sama sekali, wajahnya jadi kelihatan seperti orang yang sangat sehat. Saya yakin, bila tekanan darahnya diukur kembali, pasti lebih rendah, begitu juga denyut nadinya. Sakit kepalanya juga mungkin sudah mereda.
Tidak berapa lama setelah Ibu ini keluar, seorang pasien lain, Tuan S, usia sekitar 80 tahun, pasien langganan saya sejak lebih dari 10 tahun lalu masuk ruang praktik. Seperti biasa, mulai dari pintu masuk, pasien ini pasti sudah menebar senyum dan tawanya. "Sun dulu, sun dulu dokter" kata pasien ini sambil menyodorkan ke dua pipinya sebelum beliau duduk. Suasana cair, menyenangkan selalu mewarnai waktu konsultasi dengan Tuan S ini. Selalu saja ada guyonan-guyonan ringan yang dapat memancing saya tertawa..... Dan, suatu ketika saya pernah menanyakan, kenapa sih kelihatannya bapak sangat suka humor, ketawa? "....... "Lho,dokter, terawa itu kan tidak berdosa, maling baru...... dan , bila tidak begitu mungkin jantung saya sudah berhenti berdetak dokter, saya sudah mati kemaren-kemaren. Lalu dokter, kalau saya banyak humor, ketawa, stress saya seperti reda, tidur saya jadi lebih enak, nyeri pada lutut dan pinggang juga berkurang dokter," cerita pasien ini sambil tetap teretawa.

Ketawa, menurut penelitian dapat menurunkan kadar hormos stres, mengurangi risiko peradangan pada dinding pembuluh darah, sehingga mengurangi risiko Anda mengalami serangan jantung, hipertensi, stroke. Penelitian pada penderita kanker stadium lanjut menunjukkan bahwa mereka yang mempuntai rasa humor tinggi, yang banyak ketawa, lebih toleran terhadap rasa nyeri. Nyeri yang sering dirasakan pada pasien Ankylosing Spondylitis (kekakuan pada tulang belakang) mereda setelah pasien menonton tayangan komedi yang dapat memancing ketawa selama 10 menit, dan selama 2 jam setelah itu pasien dapat tidur nyenyak tanpa keluhan nyeri. Hormon endorphin yang membuat anda bahagia, senang, rileks, juga akan melimpahi aliran darah anda bila anda banyak senyum, ketawa. Sehingga anda tidak perlu lagi menambahnya dari luar dengan meyuntikkan morfin misalnya Humor yang memancing ketawa, ibarat Virus dia akan menular ke sekelilingnya, tidak hanya menular, tapi juga merubah suasana. Situasi-situasi emosional yang dapat meledakkan amarah dapat dijinakkan oleh tawa dan humor. Bila anda ketawa, suasana yang tegang, mencekam, tidak menyenang akan cair, hubungan-hubungan anda akan semakin baik, anda akan kaya dengan teman. Begitu banyaknya manfaat humor, senyum, ketawa, sehingga kalau ini dapat dikemas dalam bentuk sebuah pil, barangkali akan menjadi resep terlaris sepanjang masa. Sayang, semakin tua kita semakin jarang ketawa. Waktu bayi kita ketawa ratusan kali setiap harinya, setelah dewasa kita ketawa mungkin hanya dalam hitungan jari. Kita lebih sering mengumbar marah daripada menebar senyum, ketawa. Ketawa menjadi barang langka, sementara marah ada di mana-mana sekarang. Padahal marah itu dapat membunuh Anda, sementara ketawa menyehatkan, memperpanjang umur Anda Oleh karena itu, jadilah orang yang bijak dalam melihat dunia yang luas dan tidak pernah diam ini. Banyak kejadian yang penuh dengan kelucuan yang seharusnya dapat memancing kita ketawa. Jangan pula terlalu menuntut kesempurnaan dalam hidup ini, terhadap diri Anda sendiri atau siapa saja. Ketika Anda lupa di mana menyimpan kacamata, gigi palsu Anda, atau risleting celana Anda terbuka, Anda tidak perlu kecewa, marah, memaki, tapi tertawakanlah, itu lebih menyehatkan. Sisihkan sedikit waktu Anda menikmati video, acara TV yang humoris. Bacalah komik, anekdot-anekdot lucu yang dapat memancing Anda ketawa. Dan, ingatlah kelucuan-kelucuan yang Anda alami, kemudian tertawakanlah diri Anda sendiri, asal jangan menertawakan orang lain. Dan, yang lebih penting lagi, itu tidak berdosa, tetapi menyehatkan dan Anda jadi awet muda, seperti saya....."Hahahahahahaha!"


Last edited by gitahafas on Wed Dec 12, 2012 2:33 pm; edited 14 times in total
Back to top Go down
 
Asal Tahu Saja
View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 51Go to page : Previous  1, 2, 3 ... 26 ... 51  Next
 Similar topics
-
» Asal Kata Allah,arti dan makna
» Kisah Dr OZ dan Asal Mula Yahudi
» cukupkah hanya dengan berbuat baik kepada sesama ciptaan Allah saja?
» Apakah TUHAN tahu hari kiamat?
» asal usul syiah

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: SERBA-SERBI-
Jump to: