Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Perencanaan Keuangan Keluarga

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 15 ... 26  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Thu Jun 17, 2010 11:46 am

6 CARA MENCARI KERJA LEBIH CERDAS
Senin, 3/5/2010 | 19:32 WIB
KOMPAS.com - Tak butuh gelar tinggi untuk sukses dalam mencari pekerjaan. Menggapai gol karier Anda hanya butuh strategi yang matang dan disiplin. Berikut 6 tips untuk membantu Anda mencari pekerjaan lebih cerdas, bukan lebih keras.

Jual nilai
Apa yang membuat Anda unik? Bagaimana kekuatan, kemampuan, dan prestasi Anda bisa mengurangi permasalahan yang dihadapi perusahaan yang Anda lamar tersebut? Tentukan "tawaran nilai unik" Anda dan buat hal tersebut menjadi rencana integral pada garis besar marketing personal Anda. Perhitungkan setiap dokumen (resume, biografi, kartu nama) atau pertemuan langsung (networking, atau wawancara) sebagai kesempatan untuk menyampaikan nilai dan mengemukakan kebutuhan strategis Anda.

Lebih bersemangat
Mencari pekerjaan bisa jadi sangat melelahkan jika Anda tak memiliki rencana untuk mengisi ulang tenaga Anda. Tetap termotivasi dan selalu siap akan memudahkan Anda membangun rencana praktis dan tetap menjalaninya. Aturlah jadwal harian Anda, lalu putuskan seberapa sering atau berapa jam dalam seminggu bisa Anda siapkan untuk mencari dan menyusun kembali dokumen-dokumen untuk menghitung kembali perkembangan Anda.

Mengaktifkan dan membangun jejaring
Jejaring yang kuat bisa memberikan info dan akses ke lowongan pekerjaan yang tak begitu terekspos ke pasaran. Riset menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen dari semua pekerjaan yang terpenuhi disebarkan lewat jejaring. Setiap orang yang Anda kenal adalah kesempatan untuk membangun jejaring Anda. Jangan lupa, anggota keluarga, teman sosial, atau rekan kerja adalah anggota potensial dalam jejaring Anda.

Riset pilihan
Internet adalah tempat yang tepat untuk memulai riset Anda. Selain situs-situs khusus untuk karier, seperti Kompaskarier.com, situs perusahaan yang Anda tuju pun bisa jadi sumber informasi berharga. Dari sana Anda bisa mempelajari mengenai produk-produk, jasa, siapa yang berwenang, dan banyak hal lainnya.

Mengkhususkan strategi pencarian kerja
Anda akan meningkatkan kemungkinan untuk sukses jika Anda berfokus pada pilihan khusus personal. Pilih dua atau tiga strategi yang sesuai dengan kepribadian dan gaya hidup Anda, lalu bangun pencarian profesi di sekitar wilayah tersebut. Jika Anda ingin bertemu dengan banyak orang baru, cobalah untuk mencari kerja sebagai relawan di sebuah organisasi atau melamar sebagai pemagang sementara di suatu organisasi. Jika Anda adalah tipe pemalu atau introvert, cobalah untuk menghubungi teman-teman lama melalui situs jejaring sosial atau asosiasi alumni. Saluran lain yang bisa Anda coba adalah dengan rajin melirik halaman lowongan pekerjaan di harian ibukota, grup jejaring, atau acara job fair.

Manfaatkan kreativitas Anda
"Jual" diri Anda dengan imajinasi. Lima tahun lalu, pelamar pekerjaan harus mencetak resume mereka di atas kertas berwarna untuk menarik perhatian personalia. Saat ini, perusahaan ingin mencari karyawan yang kualifikasinya mencukupi kebutuhan perusahaan dan tahu bagaimana mempresentasikan nilai mereka. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menciptakan resume video berisi portfolio Anda. dan lainnya.

Apapun metode yang Anda pilih, lakukan pencarian lowongan dengan cara yang terorganisir, bertarget, dan kreatif. Sukses adalah hasil akhir dari kreativitas dan segala kerja keras yang dibangun di sekitarnya.

NAD
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Thu Jun 17, 2010 11:49 am

4 TRIK AGAR CV 'ONLINE" DILIRIK
Rabu, 19/5/2010 | 14:53 WIB
KOMPAS.com — Anda mendaftarkan diri di job search portal alias situs lowongan kerja dan kemudian hanya duduk menunggu datangnya tawaran pekerjaan di e-mail Anda. Tiga bulan kemudian, CV Anda hanya dilihat oleh beberapa perusahaan. Itu pun muncul pada minggu-minggu awal setelah Anda mendaftar. Anda mungkin bertanya-tanya, apakah situs tersebut hanya tipuan? Atau tawaran yang tak kunjung datang malah membuat Anda mulai kehilangan harapan? Sepertinya Anda perlu melakukan lebih dari sekadar mengisi data di situs tersebut, ataupun hanya duduk menunggu, jika serius ingin mencari pekerjaan. Job portal atau situs lowongan kerja sendiri merupakan salah satu cara yang paling mudah, nyaman, dan ekonomis dalam mencari pekerjaan. Namun, untuk mendapatkan pekerjaan lewat situs ini, Anda sebaiknya mengetahui triknya. Ada beberapa hal penting yang perlu Anda lakukan jika ingin membuat resume atau CV online bekerja untuk Anda.

Lengkapi data diri
Pertama kali mendaftarkan diri di job search portal dengan membuat ID dan password, lalu log in (masuk), Anda mungkin mengisi data untuk profil hanya 60 persen atau bahkan kurang dari itu. Padahal, kita disarankan mengisi data profil 100 persen. Ini berarti kita harus mengisi semua bagian selengkap mungkin. Saat ini banyak situs lowongan kerja yang menggunakan teknologi untuk mencocokkan profil kita dengan profil yang diinginkan perusahaan perekrut. Lalu, hasil pencocokan ini diberikan kepada perekrut untuk kemudian melanjutkan dengan proses pemanggilan. Jika data di profil lengkap, Anda akan memiliki kesempatan lebih besar untuk masuk ke dalam daftar calon karyawan yang akan dipanggil karena ada banyak hal dan informasi yang bisa dicocokkan. Memang mengisi data profil selengkap mungkin serasa mengerjakan tugas yang membosankan. Tetapi, percaya deh, hasilnya sebanding dengan keringat yang dikeluarkan.

Perhatikan kata kunci
Biasanya para perekrut atau perusahaan mencari kandidat secara online dengan menggunakan keywords atau kata-kata kunci tertentu. Kata kunci ini akan relevan dengan persyaratan pekerjaan mereka. Misalnya, mereka membutuhkan seorang penulis konten. Beberapa kata kunci yang digunakan adalah menulis, mengedit, content management system (CMS), dan lain-lain. Jika yang dibutuhkan seorang web designer, kata-kata seperti html, dreamweaver, dan kreatif, bisa menjadi kata kunci. Hal ini berarti keterampilan fungsional dan tentu saja khusus, kualifikasi yang relevan dan sejumlah pengalaman kerja menjadi kata-kata kunci yang penting. Itu sebabnya, sangatlah penting jika profil dan resume (CV) Anda menyebutkan kata-kata kunci yang sesuai dengan profil pekerjaan yang Anda inginkan.

Update profil secara reguler
Perlu diingat, membuat profil adalah hal pertama yang mesti dilakukan, bukan terakhir! Setelah Anda membuat dan melengkapi profil dengan menggunakan kata-kata kunci yang relevan, usahakan secara teratur mengecek profil Anda di situ lowongan kerja. Selalu update atau perbaharui beberapa data dan jangan lupa menyimpannya sebelum log out (keluar) dari situs tersebut. Cek selalu profil Anda, setidaknya seminggu sekali. Hal ini akan membuat para calon perekrut melihat resume Anda tetap aktif dan selalu diperbarui. Jika ada perekrut yang sedang membutuhkan seorang manajer SDM dan Anda sesuai dengan persyaratan mereka, bisa jadi Anda akan masuk ke dalam salah satu dari 40 calon yang mereka pilih. Lalu, jika belum lama ini Anda baru mengecek profil, resume Anda akan menjadi salah satu yang teratas dari 40 calon yang memenuhi syarat untuk posisi itu. Jadi, jika Anda memang serius mencari pekerjaan, luangkan waktu untuk selalu log in ke profil Anda secara teratur. Pastikan jika ada perekrut yang tertarik pada resume Anda, informasi kontak yang Anda berikan sudah benar.

Pastikan nomor kontak benar
Nomor telepon Anda, baik telepon rumah maupun seluler, seharusnya menjadi salah satu akses yang memudahkan pihak perekrut menghubungi Anda. Jadi, pastikan bahwa nomor telepon itu sudah ditulis dengan lengkap dan benar, termasuk kode wilayah jika Anda menyertakan nomor telepon rumah. Tak perlu menambahkan nomor telepon tempat Anda bekerja atau e-mail resmi kantor Anda. Selain kurang etis, ditakutkan perusahaan mengetahui rencana Anda pindah kerja dan memblokir e-mail tersebut. Sudah tahu triknya, sekarang saatnya Anda mengimplementasikan tips ini dengan benar. Setelah itu, dijamin CV online Anda akan diperhatikan dan bersiaplah menerima telepon atau e-mail panggilan kerja.


Last edited by gitahafas on Sun Mar 03, 2013 10:12 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Thu Jun 17, 2010 11:52 am

13 HAL YANG DIRAHASIAKAN SDM
Yahoo! SHE – Kam, 25 Okt 2012 15:33 WIB
1. "Setelah Anda menganggur lebih dari enam bulan, Anda akan dianggap sulit diterima bekerja. Kami berasumsi bahwa orang lain lebih berpeluang dari Anda, sehingga kami pun tidak mau berurusan dengan Anda." -Cynthia Shapiro, mantan eksekutif divisi SDM.

2. "Dalam hal mengenai mencari pekerjaan, orang yang Anda kenal akan sangat berpengaruh. Tidak peduli seberapa bagus CV Anda atau seberapa hebat pengalaman Anda, semuanya sangat bergantung pada koneksi." -Direktur SDM di fasilitas kesehatan.

3. "Jika Anda mencoba mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan tertentu, sering kali hal terbaik untuk dilakukan adalah untuk menghindari bagian SDM sepenuhnya. Carilah seseorang di perusahaan tersebut yang Anda kenal, atau hubungi langsung manajer rekrutmen." -Shauna Moerke, administrator SDM di Alabama.

4. "Orang mengira seseorang akan membaca surat lamaran mereka. Saya belum pernah membaca satu pun surat lamaran dalam 11 tahun." -Direktur SDM di sebuah perusahaan jasa keuangan.

5. "Kami akan menilai Anda berdasarkan alamat email Anda. Terutama jika nama alamat email tersebut merupakan sesuatu yang tidak pantas seperti kinkyboots101@hotmail.com atau johnnylikestodrink@gmail.com." -Rich DeMatteo, konsultan rekrutmen di Philadelphia

6. "Jika Anda berusia 50-an atau 60-an tahun, jangan menuliskan tahun kelulusan Anda pada CV." -SDM profesional sebuah perusahaan menengah di North Carolina.

7. "Ada mitos bahwa CV harus terdiri dari satu halaman saja. Sehingga banyak orang yang mengirimkan resume mereka dalam format tulisan yang kecil. Tidak ada yang akan membacanya." -Direktur SDM di sebuah perusahaan jasa keuangan.

8. "Saya selalu membaca resume dari bawah ke atas Dan saya tidak punya masalah dengan resume yang terdiri dari dua halaman, tapi tiga halaman terlalu banyak." -Sharlyn Lauby, konsultan personalia di Florida.

9. "Kebanyakan dari kita menggunakan sistem pelacakan para pemohon yang memindai resume berdasarkan kata kuncinya. Rahasia agar resume Anda terjaring oleh sistem tersebut adalah dengan mengambil kata-kata kunci langsung dari deskripsi pekerjaan dan sertakan ke dalam resume. Semakin kata kunci yang cocok, maka akan semakin besar kemungkinan resume Anda akan terpilih dan dapat dilihat oleh petugas perekrutan. " -Chris Ferdinandi, profesional personalia di wilayah Boston.

10. "Resume tidak perlu diberi warna untuk terlihat menonjol. Ketika saya melihat sedikit warna, saya menyeringai. Dan ketika saya melihat begitu banyak warna, saya merasa ngeri. Saya akan membuangnya dan resume Anda pun tidak akan dilihat lagi sebagai sesuatu yang baik. Itu sebenarnya sedikit menyeramkan. " -Rich DeMatteo

11. "Sangat mengejutkan ketika orang datang untuk wawancara dan berkata, 'Bisakah Anda ceritakan tentang pekerjaan di sini?" Yang benar saja. Ada yang namanya internet. Carilah di sana. " -Profesional personalia di New York City.

12. "Banyak manajer tidak ingin mempekerjakan orang yang memiliki anak kecil, dan mereka menggunakan segala macam trik untuk mengetahui hal itu, secara ilegal. Ada personalia yang menyimpan foto dua anak yang lucu di mejanya meskipun ia tidak memiliki anak (berharap calon karyawan akan bertanya tentang mereka). Sementara yang lain biasanya mengantar calon pegawainya berjalan menuju mobilnya untuk mencari tahu apakah mereka memiliki kursi mobil anak-anak." -Cynthia Shapiro

13. "Apakah akan lebih sulit untuk mendapatkan pekerjaan jika Anda gemuk? Tentu saja. Para manajer rekrutmen membuat penilaian dengan cepat berdasarkan stereotipe. Para manajer tersebut hanya mengikuti karakter George Clooney di film “Up in the Air”, yang mengatakan 'Aku seorang yang melakukan stereotipe. Itu lebih cepat.'" -Suzanne Lucas, seorang mantan eksekutif personalia.


Last edited by gitahafas on Sun Mar 03, 2013 10:11 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Fri Jun 18, 2010 5:21 am

YUK, PANGKAS PENGELUARAN YANG GA PENTING
Selasa, 24/08/2010 10:45 WIB Prilla Kinanti - detikFinance
Jakarta - Dalam menjalankan kehidupan sering sekali kita mengalami suatu kondisi dimana hal yang tidak terencana malah terjadi. Masalahnya lagi, ternyata hal yang tidak produktif cukup membebankan keuangan kita di kemudian hari. Contoh yang paling sederhana ketika kita mengunjungi pusat perbelanjaan, toko, maupun pusat elektronik dsb. Dengan mudahnya pola belanja konsumtif terjadi apalagi didalam saku kita terselip beberapa kartu kredit yang memang diciptakan oleh penerbitnya untuk melakukan transaksi seperti itu. Beberapa fakta konsumtif sering terjadi pada diri kita, hal ini terbukti dengan akrabnya kita dengan percakapan seperti dibawah ini:

"Duh, pengen beli baju deh"
"Eh katanya Gym disitu bagus loh, ikutan yuk"
"Hmm.., gue butuh jeans nih, yang lama udah ga nge-trend"
"Mana yang lebih asik ya?, ipad atau iphone 4?, atau dua-duanya aja deh"
"Nonton konser yuk, band 'itu' mau datang loh ke Jakarta, kapan lagi bisa nonton mereka?"

Selain akrab, mungkin anda sendiri yang mengalaminya. Seringkah kita mengalaminya? Pembaca yang bijaksana, contoh kejadian diatas adalah hal yang disebut dengan budaya konsumtif, membeli barang, melakukan transaksi keuangan yang tidak terlalu dibutuhkan, hal ini dapat terjadi karena besarnya sifat emosional yang mengalahkan sifat rasional atau ego yang begitu besar hingga ingin memiliki sesuatu yang sama dengan teman atau rekannya agar bisa menjadi bagian dari mereka.

Membedakan antara kebutuhan dan keinginan
Sebenarnya ada jalan yang tepat untuk mengatasi contoh konsumtif diatas yakni, kita dapat melakukan identifikasi antara kebutuhan dan keinginan. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan kebutuhan? Kebutuhan adalah sesuatu hal yang diperlukan oleh manusia sehingga dapat mencapai kesejahteraan, sehingga bila ada diantara kebutuhan tersebut yang tidak terpenuhi maka manusia akan merasa tidak sejahtera atau kurang sejahtera. Dapat dikatakan bahwa kebutuhan adalah suatu hal yang harus ada.

Sedangkan keinginan adalah sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas. Namun bila keinginan tidak terpenuhi maka sesungguhnya kesejahteraannya tidak berkurang. Untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan, harus dilihat dari segi fungsinya. Terkadang anda menganggap keinginan sebagai kebutuhan yang wajib dipenuhi.

Inilah pola pikir yang harus diubah, karena jika anda tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan maka konsekuensi logisnya anda tidak biasa membedakan pos pengeluaran yang perlu dan tidak perlu. Karena tidak bisa membedakan maka secara otomatis yang bersangkutan sudah pasti tidak akan bisa mengontrol pengeluaran, jika ini berlangsung kama sudah pasti anda akan mengalami defist keuangan dikemudian hari atau dikenal dengan istilah besar pasak dari pada tiang.

Lalu bagaimana caranya agar tidak menjadi defisit? Ada dua cara yaitu pertama melakukan usaha tambahan agar gaji atau pendapatan bertambah, cara kedua adalah melakukan control atau pengendalian pengeluaran yang tidak perlu. Cara kedua tentu harus menjadi cara yang lebih mudah karena hanya melibatkan diri sendiri, sedang cara pertama tentu harus melibatkan orang lain, minimal bos anda agar kerja anda dapat dinilai baik oleh sang bos sehingga gaji menjadi meningkat. Dalam hal ini cara pertama akan lebih memakan waktu.

Agar lebih jelasnya silahkan lihat contoh kasus berikut:
Misalkan seseorang wanita mempunyai gaji sebesar Rp 2.290.000 per bulan, tetapi total pengeluaran untuk biaya hidup, cicilan motor dan utang kartu kredit serta premi asuransi anda adalah sebesar Rp 2.665.000 per bulan. Ini menujukan bahwa wanita tersebut mengalami defisit yakni sebesar Rp 375.000, dengan defisit ini berarti ia tidak memiliki pos dana untuk tabungan, ivestasi, maupun dana darurat.

Dengan kondisi seperti ini pula (defisit) ia akan menutupinya dengan melakukan utang (melalui kartu kredit), pada akhirnya wanita ini kelak akan gali lubang tutup lubang. Sebelum kondisi gali dan tutup lubang terjadi maka ada sebuah cara yang sederhana untuk memperbaikinya adalah dengan mengendalikan pengeluaran yang tidak perlu.
Berikut ini adalah rinciannya:

Tabel
Sebelum Dikendalikan Sesudah dikendalikan Keterangan
PEMASUKAN Gaji Bersih Rp 2.280.000 Rp 2.280.000 Tdk berubah
Total Rp 2.290.000 Rp 2.290.000 Tdk berubah
PENGELUARAN Utilities
Gas Rp 70.000 Rp 70.000
Air Rp 60.000 Rp 60.000
Listrik Rp 160.000 Rp 160.000
Telpon Rp 70.000 Rp 70.000
Handphone Rp 170.000 Rp 170.000
TV Kabel Rp 135.000 - Tidak perlu
Internet Rp 100.000 Rp 100.000
Makanan
Grocery Rp 200.000 Rp 200.000
Restoran Rp 100.000 Rp 100.000
Transportasi
Bensin dan Parkir Rp 450.000 Rp 350.000 Efisiensi
Cicilan Motor Rp 380.000 Rp 380.000
Lain-lain
Asuransi Kesehatan Rp 150.000 Rp 150.000
Fitness Member Rp 100.000 - Tidak Perlu
Kartu Kredit Rp 200.000 Rp 200.000
Pakaian Rp 100.000 Rp 80.000 Efisiensi
Salon Rp 90.000 - Tidak Perlu
Kosmetik Rp 50.000 - Tidak Perlu
Langganan Koran Rp 80.000 - Tidak Perlu

Tabungan, Investasi & Dana darurat
Investasi Reksa Dana - Rp 150.000 Perlu
Dana Darurat - Rp 100.000 Perlu
TOTAL PENGELUARAN Rp 2.665.000 Rp 2.290.000
SURPLUS (DEFISIT) Rp (375.000)

Mari kita evaluasi catatan pemasukan dan pengeluaran diatas dengan cara seperti yang dituliskan di awal "mengendalikan pengeluaran yang tidak perlu". Contohnya cable TV, ini adalah pengeluaran yang tidak perlu atau tidak wajib, anda dapat memonton acara TV tanpa menggunakan cable TV. Lainnya adalah Fitness membership, anda dapat berolah raga tanpa pergi ke fitness centre bukan? Salon, cosmetic, langganan koran juga bukan termasuk dalam pos pengeluaran yang wajib, bukankah koran online saat ini sudah banyak? Dapat dibaca melalui internet?

Demikian juga dengan transportasi, sebelumnya ia sering melakukan kombinasi menggunakan angkutan umum (taksi) dengan kendaraan sendiri (motor) namun dengan efisiensi, penggunaan kendaraan pribadi dioptimalkan. Bayangkan jika ia menghapus cable TV, fitness membership, salon, cosmetic, dan langganan majalah serta efisiensi penggunaan kendaraan maka wanita tersebut sudah dapat menekan defisit sebesar Rp 375.000,00 per bulan, bahkan lebih dari itu ia memiliki tabungan, investasi serta pos dana darurat sebesar Rp 250.000,00 per bulannya.

Terkadang pengeluaran lebih besar dari pada pemasukan belum tentu karena pemasukannya yang terlalu sedkit tetapi karena kebiasaan menghamburkan uang. Bahkan jika anda memiliki pekerjaan dengan 'gaji tertinggi' di dunia pun, anda dapat berada dibawah hutang akibat kebiasaan anda. Anda dapat mengendalikan pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu tersebut jika anda mau. Memang tidak mudah untuk merubahnya tetapi pasti bisa jika mau. Selamat mencoba!

Prilla Kinanti, Associate Financial Planner TGRM Perencana Keuangan (qom/qom)


Last edited by gitahafas on Sun Dec 12, 2010 11:39 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Fri Jun 18, 2010 5:24 am

BESAR PASAK DARIPADA TIANG, APA MASALAHNYA?
Rabu, 3/3/2010 | 19:16 WIB
KOMPAS.com - Masalah keuangan tak hanya dialami lajang dengan penghasilan pas-pasan, tetapi juga atasan berpenghasilan besar namun punya banyak hutang. Akar masalah yang umum terjadi adalah dari cara mengelola keuangan yang tidak terukur. Perencana keuangan dari Akbar's Financial Check Up, Aidil Akbar Madjid, mengatakan bahwa 95 persen orang memerlukan perencanaan keuangan. Realitasnya tak sedikit lajang ataupun yang telah menikah mengalami masalah pengeluaran membengkak, sementara pendapatan stagnan. Dalam media gathering perencanaan keuangan dengan wartawan beberapa waktu lalu, Akbar menyebutkan sejumlah faktor yang perlu lebih dahulu dikenali agar bisa mengukur kondisi keuangan, seperti:

Hutang
Kurangi hutang konsumtif dan non-produktif. Akbar menjelaskan, hutang terbagi dua yakni produktif dan konsumtif. Dikatakan produktif adalah jika Anda membeli rumah dengan kredit, namun meski berhutang nilai rumah akan terus meningkat, dan harganya pun semakin tinggi. Anda membeli kamera dengan kredit bisa dikatakan hutang produktif jika kamera tersebut digunakan untuk bisnis fotografi misalnya. Artinya kamera ini menghasilkan uang dari sejumlah proyek yang Anda jalankan.

Nilai kekayaan bersih (net-worth)
Pastikan nilai kekayaan bersih positif. Artinya aset dikurangi hutang hasilnya positif. Kekayaan seseorang dilihat dari asetnya, dan bukan sekadar barang mewah yang dimiliki. Aset dikatakan bernilai positif jika nilainya masih baik (atau berkurang 50 persen) dalam kurun waktu tiga tahun. Misalnya, barang yang Anda miliki jika dijual harganya tinggi dan atau menurun sedikit. Jadi jika ingin menjadikan barang yang Anda beli sebagai aset jangan membeli yang nilainya turun.

Arus kas (cash flow)
Seperti dijelaskan di awal, arus kas yang baik adalah ketika penghasilan dikurangi pengeluaran nilainya positif. Jika pengeluaran sudah dibatasi namun masih juga minus, cari penghasilan tambahan dari pendapatan utama. Manfaatkan hobi Anda untuk dijadikan side job. Misalkan mencari tambahan dari penyedia jasa katering, pernikahan, rumah produksi, atau menulis buku.

Dana darurat
Persiapkan dana taktis yang dialokasikan terpisah, untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya sangat darurat atau keadaan terpaksa. Besaran dana taktis sangat bervariasi pada setiap orang. Jika Anda lajang tanpa tanggungan, nilai dana taktis jumlahnya 3 bulan dari gaji utama. Jika lajang atau menikah dengan tanggungan 2 orang, dana taktis jumlahnya 6 bulan dari gaji utama. Untuk tanggungan lebih dari 2 orang, dana darurat sejumlah 12 bulan gaji.

Asuransi
Asuransi kesehatan menjadi kebutuhan penting bagi Anda yang bekerja. Jika perusahaan sudah menyediakan fasilitas ini, Anda bebas masalah. Namun jika ternyata tidak ditanggung, sebisa mungkin asuransi kesehatan dialokasikan. Asuransi jiwa hanya mendesak bagi yang sudah berkeluarga. Bagi lajang, asuransi kesehatan sudah cukup, hal ini terkait dengan investasi di poin berikutnya.

Investasi
Akan lebih menguntungkan jika seorang lajang mengalokasikan dana untuk investasi daripada asuransi jiwa, misalnya. Lantas apa bentuk investasinya? Sebelum memilih, pisahkan dulu pendapatan utama Anda untuk dana darurat sesuai besaran yang tepat dengan kondisi Anda. Kemudian alokasikan dana untuk investasi sesuai kemampuan. Pilihan investasi bergantung kebutuhan dan tujuan. Apakah untuk jangka pendek, menengah, dan panjang. Apakah untuk membeli aset, menyiapkan dana pendidikan anak, atau dana pensiun. Jika sudah mengenali sejumlah faktor ini, Anda akan lebih mudah mencari produk investasi yang tepat.

Dengan mengenali sejumlah alat ukur kondisi keuangan, Anda bisa mengenali akar masalah jika setiap bulan selalu saja defisit. Dengan begitu, Anda bisa mencari solusi keuangan yang lebih tepat, tentu saja konsultasi dengan pakar akan lebih memudahkan Anda.


Last edited by gitahafas on Sun Dec 12, 2010 11:43 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Fri Jun 18, 2010 5:26 am

MENUJU ZONA KEBEBASAN FINANSIAL
Selasa, 22/12/2009 09:40 WIB Taufik Gumulya - detikFinance
Jakarta - Tak terasa sebentar lagi tahun 2009 segera berlalu, namun bagaimana dengan kekayaan anda? Tulisan ini adalah tulisan kami buat secara serial dengan tujuan untuk membuat anda merasa nyaman dengan memasuki zona kebebasan finansial dan bermuara pada peningkatan kekayaan bersih anda.
Harapan kami ditahun yang baru kelak kondisi keuangan anda dapat bertambah baik, untuk mencapainya berikut ini adalah tahapan proses peningkatan kekayaan yang jika dilakukan maka potensi keberhasilannya adalah cukup besar. Untuk mencapainya ada beberapa proses yang harus anda lalui namun proses ini tidak mesti berurutan.

Proses Pertama: Kesehatan Keuangan
Sebuah kalimat klasik yang sering kita dengar bahwa "kesehatan dimulai dari diri sendiri"ini juga berlaku bagi kesehatan keuangan anda. Sebagai contoh seseorang tidak akan dapat bekerja secara optimal jika dalam kehidupannya orang tersebut dibebani dengan kewajiban yang sangat besar hingga diluar kemampuannya, misalkan kewajiban membayar hutang, kewajiban membayar karyawan dan lain sebagainya.

Kesehatan keuangan sangat bergantung dari besarnya pengeluaran dan hutang. Memang pada awal hutang itu terbentuk sudah pasti seseorang tidak ada yang berminat memiliki hutang yang terlalu besar sehingga sangat berpotensi menjadi macet. Namun jika hal tersebut sudah terlanjur (dengan 1001 alasan yang kuat), bagaimana kita dapat mengatasi masalahnya? Jawabannya utama adalah kita harus tetap menjaga kesehatan tubuh (badan & jiwa). Setelah kesehatan tubuh kita rasakan cukup maka langkah penting selanjutnya adalah melakukan "manajemen penyembuhan utang" dan bukan sekedar "manajemen utang".

Untuk dapat memberikan "obat yang mujarab" pada manajemen penyembuhan utang maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan identifikasi posisi terakhir hutang anda, berikut adalah tipsnya:
Hitung besar cicilan hutang anda perbulan, apakah:

a.Kurang dari 30% dari penghasilan anda, jika ini yan terjadi maka anda masih memiliki kemampuan yang kuat untuk menyelesaikan hutang anda secara lancar.

b.Antara 30% hingga 50% dari penghasilan anda maka posisi hutang anda berada dalam kondisi 'dalam perhatian khusus' atau dikenal dalam istilah 'under special mention' ini berarti bahwa pengembalian cicilan hutang berpotensi mengalami keterlambatan sebelum masuk ketahap macet.

c. Diatas 50% hingga 60% dari penghasilan anda maka anda berada dalam posisi 'kurang lancar' atau 'sub standard', pada golongan ini anda sudah pasti mengalami tingkat kemacetan pembayaran yang melebihi 3 kali cicilan perbulannya dan berpotensi untuk menjadi lebih buruk lagi.

d. Diatas 60% dari penghasilan anda maka posisinya menjadi sangat mengkhawatirkan yakni pada posisi 'diragukan' atau 'doubtful' ini berarti posisi anda masuk kedalam potensi besar untuk tidak mampu menyelesaikan pembayaran cicilan.

Langkah berikutnya adalah lakukan solusi untuk penyelesaian hutang anda, sesuai dengan posisi anda, berikut paparannya:
Jika anda berada di posisi diatas 30% dari penghasilan (poin b, c dan d) maka tindakan yang harus diambil adalah mutlak mencari bantuan bukan pinjaman (karena akan menambah hutang baru), ini harus benar-benar diusahakan jika tidak anda akan terpuruk lebih jauh. Ibarat orang sakit anda sedang berada didalam ICU (intensive care unit) atau dalam posisi krisis. Namun dibalik itu semua anda harus berpikir bagaimana melakukan solusi yang terbaik untuk mendapatkan income yang stabil dikemudian hari.

Income yang stabil adalah pintu dari penyelesaian hutang dan sebagai kuncinya adalah anda memiliki rasio cicilan hutang yang tidak lebih dari 30% penghasilan. Bagi anda yang bekerja sebagai karyawan maka ada dua solusi yaitu mengurangi belanja dan menambah income, ini berarti anda mutlak mencari tempat kerja baru atau menambah penghasilan sehingga anda masuk dalam posisi butir a diatas.

Namun sebaliknya jika anda adalah seorang pelaku usaha (wiraswasta) maka yang anda harus lakukan adalah mutlak untuk melakukan review apakah saya sudah berada dalam jalur atau track yang benar dalam melakukan usaha?, berikut adalah sebagian profesi yang sering dilakukan oleh seorang wiraswasta, yakni jika anda:

a. Seorang broker atau penghubung sebaiknya anda hanya melakukan 1 (satu) jenis usaha dan maksimum 2 (dua) jenis. Jangan terlalu 'bermimpi' untuk mampu melakukan kegiatan 'brokerisasi' dalam jumlah yang fantastis besar jika anda tidak atau belum pernah memulainya dalam skala yang kecil. Tips kami untuk profesi ini hanya satu yakni sedikit demi sedikt lama-lama menjadi bukit.

b. Seorang pedagang yakni dengan definisi anda melakukan pembelian barang, melakukan penyimpanan dan penjualan barang tersebut. Maka yang harus dilakukan adalah melakukan telaah apakah posisi perdagangan anda sudah tepat?, dalam proses perdagangan mata rantainya adalah panjang (dari hulu hingga hilir), silahkan teliti posisi anda mungkin ada baiknya merubah atau menambah posisi usaha anda, tentu dalam jenis usaha yang sama.

c. Seorang tenaga professional (konsultan, ahli hukum, ahli manajemen, dll) mulailah anda berpikir untuk mencari partner usaha yang tepat dan cocok dengan anda serta mampu berfungsi sebagai investor baru dalam firma anda. Dengan demikian masalah hutang yang macet dapat terbagi bersama.

Kemudian setelah anda melakukan telaah yang mendalam atas profesi, langkah berikut adalah anda harus berani melakukan penjadwalan hutang (rescheduling) atas tanggal jatuh tempo pembayaran hutang anda. Datanglah kepada Bank, Lembaga Leasing, Kantor Kartu Kredit, Pegadaian, dll. Bicarakan kepada mereka bahwa anda sedang berada dalam posisi kesulitan arus kas sehingga pembayaran hutang dapat diperpanjang. Namun sebelum anda menuju ketempat penjadwalan sebaiknya anda sudah harus berpikir bahwa anda telah mendapatkan solusi penyelesaian yang terbaik walau tidak secara instan.

Demikian penjelasan dari kami, masalah penyehatan atau penyembuhan hutang menjadi suatu yang amat sangat mendasar jika anda ingin (pasti) menambah kekayaan anda dikemudian hari. Setelah anda melakukan 'manajemen penyembuhan utang' maka langkah berikut adalah menjaga posisi anda agar terus berada dalam koridor berhutang yang benar melalui 'manajemen hutang' yang sehat yakni total cicilan hutang tidak lebih dari 30% penghasilan anda.

Artikel selanjutnya adalah bagaimana kita menyikapi pendapatan kita jika kita sudah berada dalam posisi keuangan yang sehat, selamat berusaha dan tentu dengan doa!, karena bagaimanapun giatnya usaha kita keputusan berada 'ditangan. Allah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Taufik Gumulya, CFP® Perencana Keuangan dan CEO pada TGRM Financial Planning Services


Last edited by gitahafas on Sun Dec 12, 2010 11:47 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Fri Jun 18, 2010 5:28 am

MANAJEMEN UTANG PASCA LEBARAN
Senin, 14/09/2009 11:55 WIB Taufik Gumulya - detikFinance
Jakarta - Mengutip status facebook seorang teman: "Menjelang lebaran, ibu-ibu repot seperti biasa..harus bayar THR..cari pembantu inval..pembantu dah nggak konsen kerjaaaa.. nikmati ajaaaa..". Ehm.., ini adalah fakta dari sebagian besar keluarga di Indonesia, mendekati lebaran pengeluaran pasti meningkat. Masalahnya apakah aktifitas tersebut dilakukan sesuai kemampuan atau diluar kemampuan? Nah ini yang bahaya jika aktifitas tersebut dilakukan diluar kemampuan apalagi dengan menggunakan pinjaman alias utang terutama utang kartu kredit. Alangkah baiknya jika kita mulai mengerti bahwa sebenarnya utang dapat dikelola atau di managed dengan tujuan agar utang tidak menjadi bumerang.

Fakta di masyarakat banyaknya penyakit yang sulit disembuhkan yakni utang sindrom alias gali lubang tutup lubang. Pembaca yang bijak, pada umumnya utang yang terjadi diluar ketidakmampuan bayar adalah utang dari transaksi kartu kredit. Agar tidak terjangkit penyakit utang sindrom maka silahkan pergunakan rambu ini: Besar cicilan utang (pokok dan bunga) maksimal 30% dari rata-rata penghasilan rutin anda bukan penghasilan gabungan dengan pasangan serta bukan akumulasi dengan bonus.

Penjelasan:
1. Cicilan maksimal 30% adalah batasan sehat rasio keuangan keluarga karena 70% digunakan untuk investasi serta kebutuhan bulanan yang bersifat rutin.
2. Bukan penghasilan gabungan adalah bagian dari manajemen utang & manajemen resiko untuk menjaga jika satu diantaranya berhenti penghasilannya.
3. Bukan akumulasi dengan bonus adalah karena sifat bonus tidak rutin, ini juga bagian dari manajemen utang.

Contoh kasus
Seorang memiliki kartu kredit dengan limit pemakaian Rp 20 juta, gaji perbulan sebesar Rp 5 juta, bonus THR Rp 4,8 juta, Dalam keadaan darurat (jika amat sangat terpaksa) jumlah pemakaian maksimal kartu kredit adalah sebesar Rp 15 juta dengan kondisi minimum pembayaran 10% yaitu Rp 1.500.000,- (ini adalah 30% dari gaji tanpa bonus). Namun kami sangat tidak menyarankan untuk melakukan kredit melalui Kartu Kredit (bunga sangat tinggi).

Lebih dalam lagi jika kita bedah kasus diatas, pembayaran dilakukan dengan mencicil (tidak penuh), maka wajib diketahui bahwa biaya yang dikeluarkan adalah sangat mahal, karena kelebihan uang yang diberikan pada bank sangat besar, marilah kita hitung: misalkan transaksi dilakukan pada tgl. 1 sebesar Rp 15 juta, pembayaran (minimum) dilakukan tgl. 21 sebesar Rp 1,5 juta sedang bunga kartu kredit adalah 3,0% perbulan, maka setahun menjadi 36%. Dalam kenyataannya bunga yang anda bayar diatas 36% pertahun!

Berikut perhitungannya (asumsi tidak ada transaksi tambahan pada kasus diatas):
Metode perhitungan bunga kartu kredit yang lazim digunakan di Indonesia:
Saldo rata-rata terakhir: [(Rp15 juta X 20 hari)+[(Rp15juta–Rp1,5juta) X 10 hari]] / 30 hari X 3% = Rp 435.000,-
Atau sebesar 3,22% perbulan = 38,67% pertahun.

Selain itu ada biaya keterlambatan (jika lewat dari tgl. jatuh tempo) dan biaya overlimit (jika total tagihan melebihi saldo yang diberikan).
Lalu bagi mereka yang sudah terlanjur memiliki utang melebihi batas maksimum kemampuan bayar (pokok + bunga > 30% gaji)? Berikut adalah tipsnya:

1. Simpan kartu kredit di dalam laci dan kunci laci tersebut, kartu kredit dilarang digunakan kembali

2. Jangan membuat utang baru, gunakan kartu debit dalam bertransaksi

3. Hitung besar kemampuan bayar anda maksimal 30% dari gaji anda

4. Terus berupaya menambah pembayaran utang hingga besar cicilan (pokok+bunga) masuk dalam kisaran < 30%

5. Review aset yang ada apakah bisa & layak utk melunasi hutang?

6. Buat anggaran, batasi pengeluaran agar tidak melebihi anggaran

7. Jika tidak memiliki aset utk melunasi utang, maka poin 6 lebih 'diketatkan', kelebihan dana diarahkan untuk poin '4'.

8. Perlu diketahui jika kartu kredit dibayar minimum 10% secara tetap dari tagihan awal (dengan bunga 3% perbulan) serta tidak ada transaksi tambahan, maka utang anda baru lunas di bulan ke 12, pada contoh diatas pembayaran Rp 1.500.000,- dilakukan dalam jumlah yang tetap setiap bulan.

9. Perlu diketahui jika kartu kredit dibayar minimum 10% dari saldo tagihan (dengan bunga 3% perbulan) serta tidak ada transaksi tambahan, maka di bulan ke 24 dipastikan hutang and masih belum lunas Jika mungkin usahakan gaji anda meningkat dari bulan sebelumnya.

Pembaca, jika kita lihat poin '8' maka bisa dikatakan utang baru lunas dibulan ke 12, sedangkan lebaran selalu maju 11 hari setiap tahunnya, ini berarti bahwa utang tidak pernah akan lunas. Saran kami jika ada bonus segera anda tutupi utang yang ada (terutama dari kartu kredit).

Taufik Gumulya CFP® CEO pada TGRM Financial Planning Services


Last edited by gitahafas on Sun Dec 12, 2010 11:51 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Sun Jun 20, 2010 9:29 am

SEDIKIT ANAK, TANGGUNGANPUN KECIL
Saturday, 19 June 2010 - Seputar Indonesia
SEDIKIT anak berarti sedikit tanggungan. Namun sebenarnya kunci dalam mengelola keuangan dalam keluarga adalah lebih pada kecerdasan menerapkan perencanaan. Ya, perencanaan keuangan adalah kata kunci dalam sebuah keberlangsungan sistem keuangan keluarga. Apakah Anda merupakan keluarga muda dengan dua anak,usia Anda adalah usia produktif tapi gaji bulanan selalu tidak pernah mencukupi kebutuhan? Gaji bulanan selalu habis sebelum tanggal tua sehingga Anda terpaksa mencari utang kanan-kiri untuk memenuhi kebutuhan hidup? Jika demikian halnya, perencana keuangan Safir Senduk menyarankan pentingnya pemahaman perencanaan keuangan dalam keluarga. Selain itu, memiliki dua anak sudah cukup karena banyak anak berarti banyak tanggungan.

”Memang,kita tidak bisa membatasi atau mendorong orang hanya untuk memiliki dua anak. Namun,kita bisa memberikan pandangan yang jelas bahwa memiliki terlalu banyak anak akan memperbesar tanggungan,” ujar Safir dalam diskusi terbatas BKKBN dan harian Seputar Indonesia (SI) bertema ”Pemberdayaan Keluarga Indonesia Cermin Kualitas Bangsa” yang digelar pekan lalu di Kantor Redaksi SI. Karena itu, sangat penting memiliki kesadaran sejak dini tentang perencanaan keuangan keluarga. Terutama ketika sebelum atau sedang membentuk keluarga muda. Fenomena tidak cukupnya gaji bulanan untuk mencukupi kebutuhan adalah klise dan banyak dialami keluarga muda. Bukan berarti hal ini tidak bisa disiasati. Banyak cara yang bisa dilakukan dalam melakukan perencanaan keuangan.

”Perencanaan keuangan adalah hal yang penting untuk disosialisasikan. Ini akan berkaitan langsung pada pemahaman para keluarga muda dalam membentuk keluarga mereka,”tandasnya. Menurut Safir, jika Anda keluarga muda yang merasa penghasilannya tidak pernah bersisa setiap bulannya atau bahkan terkadang kekurangan, sudah saatnya membuat perencanaan dan menentukan skala prioritas pengeluaran. Selain itu, berhemat atas target pengeluaran juga akan cukup membantu. Semisal Anda seorang karyawan dengan satu istri dan dua anak memiliki gaji sekitar Rp4 juta per bulan. Selain menanggung biaya hidup bulanan,Anda juga mengeluarkan biaya rutin untuk cicilan motor, sewa kontrakan rumah,dan lainnya.Menurut Safir, angka pos pengeluaran untuk membayar utang atau cicilan harus dijaga dalam batas wajar.Ukuran maksimal (yang masih terbilang wajar) adalah 30% dari pendapatan.

Dengan menjaga pembayaran cicilan dalam angka itu, sebenarnya sebuah keluarga bisa membuat perencanaan keuangan dengan baik. ”Hal terpenting yang perlu diketahui dalam mengelola keuangan dengan baik adalah mengatur pengeluaran sesuai dengan prioritasnya. Karena kalau tidak diatur prioritasnya, terpaksa harus berutang karena sudah kehabisan sebelum ada pemasukan kembali pada waktu gajian tiba,”ujarnya. Prioritas dalam perencanaan keuangan adalah untuk membayar utang atau cicilan. Sebab pos ini perlu diperhatikan sebagai prioritas pertama karena jika tidak dibayar dengan disiplin akan menambah beban bunga yang harus dibayar.Kemudian untuk prioritas selanjutnya adalah setoran tabungan rutin dan premi asuransi.

Menurut Safir, harus dibiasakanlah untuk selalu bisa menabung setiap bulan. Meskipun jumlah nominal sedikit yang penting rutin dan konsisten. Setelah kedua prioritas tersebut dilakukan, sisanya baru digunakan untuk biaya hidup yang lain. Istilahnya, dalam mengatur perencanaan keuangan bisa dipahami tiga faktor, yakni wajib, butuh, dan ingin. Artinya, setiap keluarga harus terlebih dahulu memprioritaskan keperluan wajib,baru setelah itu kebutuhan dan jika ada anggaran lebih, boleh saja memenuhi keinginan. ”Mengelola keuangan dalam keluarga adalah melakukan kebiasaan yang positif secara bertahap dan konsisten. Jadi cobalah untuk memulai dengan yang sederhana, yaitu mengatur prioritas anggaran dengan mendahulukan cicilan utang dan tabungan,”ungkapnya.

Membangun komunikasi keuangan antara suami istri juga tidak kalah penting. Meskipun banyak anggapan umum yang menyatakan uang bisa menjadi sumber keretakan rumah tangga, sesungguhnya tidak sepenuhnya demikian. Sebab tidak ada yang bisa menjamin, meskipun hidup berkelebihan materi dan tidak berkekurangan, suatu keluarga akan langgeng. Dengan begitu, membangun pengertian satu sama lain tentang kondisi keuangan menjadi kunci dari hubungan keluarga yang harmonis. ”Sehingga kuncinya adalah komunikasi,”ujar Safir. Meskipun tidak mudah untuk membangun komunikasi keuangan, bukan berarti tidak bisa dilakukan. Menurut Safir, bahkan komunikasi itu harus dibangun terusmenerus.

Minimal perkawinan tidak akan terganggu karena masalah keuangan,sebab komunikasi keuangan sudah terjalin dengan baik.Komunikasi keuangan tersebut di antaranya dengan mengutarakan pandangan satu sama lain atas keuangan keluarga. Setelah masing-masing mengetahui tujuan keuangannya, bisa dibuat prioritas tentang tujuan keuangan mana yang bisa dicapai terlebih dahulu oleh keluarga. (abdul malik/islahuddin)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Sun Jun 20, 2010 9:47 am

YUK HITUNG ULANG PENGHASILAN KITA
Senin, 18/01/2010 07:52 WIB Taufik Gumulya - detikFinance
Jakarta - Pembaca yang bijak diawal tahun 2010 ini kami ingin menyampaikan bahwa mumpung masih awal tahun semangat untuk lebih maju pasti masih besar demikian juga dengan semangat untuk menjadi lebih kaya pasti juga sangat besar. Pada artikel kami yang pertama telah kami sampaikan bagaimana menyikapi kondisi agar kita dapat mencapai fase I yaitu kesehatan keuangan. Pada artikel ini juga sekalian kami bahas beberapa pertanyaan terkait dengan arikel kami yang pertama khususnya mengenai hutang yang memang merupakan merupakan 'makhluk' yang dapat berfungsi sebagai 'madu dan racun', berikut adalah paparannya:

1. Bagi mereka yang memiliki pengeluaran 'hanya' sebesar 10% s/d 30% dari penghasilan maka batasan cicilan hutang sebesar 30% menjadi relatif, jawaban tegas dari kami bahwa batasan hutang maksimum sebesar 30% dari penghasilan anda adalah mutlak meskipun pengeluaran 'hanya' sebesar 10% s/d 30%. Berdasarkan survey empiris menyatakan sebuah lembaga keuanganpun tidak akan member kredit kepada seorang debitur jika jumlah cicilan perbulan melebihi 30% s/d 40% dari total penghasilan (kecuali ada rekayasa dari debitur dan kreditur).

2. Untuk mereka yang berada pada poin 'd' maka silahkan anda ikuti saran berikut yakni tetap mencari solusi untuk menyelesaikan hutang secara jangka menengah panjang, sementara jangka pendek anda harus meminta pertolongan dana bantuan bukan pinjaman. Langkah berikut sudah kami paparkan pada artikel yang lalu.

Demikian jika anda sudah menuju untuk berada dalam jalur menuju koridor berhutang yang sehat maka kini saatnya anda melakukan perhitungan akan kebutuhan (bukan keinginan) keuangan anda yang lain. Dapat kami sampaikan bahwa anda perlu memperbesar penghasilan anda namun sebelum itu tercapai maka ada hal yang lebih mudah anda lakukan yakni menekan pengeluaran, mengapa lebih mudah menekan pengeluaran?, karena pengeluaran yang dilakukan adalah sebagian besar sangat bergantung kepada diri anda sendiri, sementara meningkatkan penghasilan sebagian besar sangat bergantung pada pihak lain diluar anda.

Cara yang efektif adalah mulai melakukan pencatatan atas seluruh pengeluaran bulanan (diluar cicilan hutang), lakukan review terhadap 5 (lima) pengeluaran terbesar bulanan anda, lakukan efisiensi atas pengeluaran anda sehingga dapat ditekan besaran pengeluarannya. Setelah anda melakukan pencatatan dan efisiensi pengeluaran, langkah selanjutnya melakukan pencatatan seluruh pembayaran hutang (cicilan + pokok) per bulannya kemudian lakukan penilaian (valuasi) atas penghasilan anda apakah sudah mencapai besaran yang tepat?

Sekedar informasi seluruh pencatatan mohon dilakukan dalam kolom sebelum review dan setelah review dilakukan.

Dalam melakukan valuasi penghasilan anda, ada tahapannya:
1.Tahapan yang buruk (Poor Income Valuation);
2.Tahapan yang wajar (Fair Income Valuation);
3.Tahapan yang ideal (Ideal Income Valuation).

Agar memudahkan, berikut penjelasannya :

1.Tahapan yang buruk (Poor Income Valuation): adalah tahapan dimana kondisi total pengeluaran lebih besar dari penghasilan alias 'Besar Pasak dari pada Tiang', dalam kondisi ini arus kas menjadi defisit atau negatif serta bobot cicilan hutang perbulan diatas 50% dari total penghasilan. Lihat contoh berikut:

Tabel 1:
Uraian per bulan Besarnya Bobot vs Pendapatan
Penghasilan Bersih Rp 18.750.000 100%
Pengeluaran (diluar cicilan hutang) Rp 17.500.000 93,33%
Cicilan hutang Rp 9.825.000 52,40%
Total pengeluaran = 2+3 Rp 27.325.000 145,73%
Surplus (defisit) pengeluaran Rp (8.575.000) -45,73%
Surplus (defisit) cicilan hutang Rp (4.200.000) -22,40%

Dalam kasus diatas terlihat bahwa pengeluaran (defisit) Rp 8.575.000.

Pada kasus ini kemungkinan besar untuk menutupi kekurangan maka dilakukan dengan cara menambah hutang melalui kartu kredit. Cara tersebut sangat berbahaya dan tidak dapat dibenarkan. Sebaiknya pada kondisi ini segera minta bantuan dana dari relasi ataupun keluarga dekat.
Kami sangat menyarankan agar dapat melakukan review atas aktifitas usaha kasus diatas, carilah potensi yang besar untuk meningkatkan penghasilan.

2. Tahapan yang wajar (Fair Income Valuation): kembali pada kasus diatas individu atau keluarga tersebut wajib meningkatkan penghasilan, masalahnya adalah berapa penghasilan yang wajar untuk kasus diatas?, berikut adalah formulasi Valuasi Penghasilan Wajar:

Total pengeluaran dalam kondisi defisit / 90%
Mengapa pembagi harus 90%?, hal ini disebabkan karena untuk mencapai zona kebebasan finansial atau anda menjadi lebih kaya maka wajib menyisihkan penghasilan minimal 10% dan ditempatkan pada investasi yang tepat (akan kami bahas di artikel berikutnya).

Sehingga kasus diatas penghasilan menjadi Rp 30.361.111. Atau dalam tabel berikut:
Tabel 2:
Valuasi Penghasilan Wajar Besarnya Bobot vs Pendapatan
Pendapatan Bersih Wajar Rp 30.361.111 100%
Dana yang diinvestasikan (wajib) Rp 3.036.111 10%
Pengeluaran (diluar cicilan utang) RP 17.500.000 57,64%
Cicilan utang Rp 9.825.000 32,36%
Total pengeluaran Rp 30.361.111 100%
Surplus (defisit) pengeluaran - 0
Surplus (defisit cicilan utang) Rp (716.667) -2,36%

Dari tabel terlihat bahwa defisit sudah nol dan cicilan hutang menurun dari bobot terhadap penghasilan 52,40% menjadi 32,35%.

3. Tahapan yang ideal (Ideal Income Valuation): pada tahapan ini individu/keluarga tersebut sudah berada pada koridor keuangan yang sehat, yakni sesuai tabel:

Tabel 3:
Valuasi Penghasilan Ideal (saat nanti) Besarnya Bobot vs Pendapatan
Pendapatan bersih ideal Rp 50.250.000 100%
Dana yang diinvestasikan (wajib) Rp 5.025.000 10%
Pengeluarn (diluar cicilan utang) Rp 17.500.000 34,83%
Cicilan utang Rp 9.825.000 19,55%
Total Pengeluaran Rp 32.350.000 64,38%
Surplus (defisit) pengeluaran Rp 17.900.000 35,62%
Surplus (defisit) cicilan utang Rp 5.250.000 10,45%
Dana yang diinvestasikan Rp 17.900.000 35,625

Adapun formulasi Valuasi Penghasilan Ideal adalah:

Cicilan hutang perbulan/30% + Pengeluaran (diluar cicilan hutang)
Terlihat bahwa bobot cicilan hutang telah mencapai < 30% yaitu 19,55% serta terjadi surplus sebesar 35,62%.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana saya mendapatkan tambahan penghasilan tersebut?, hal ini dapat dicapai dengan pindah pekerjaan atau melakukan usaha tambahan. Memang bukan merupakan hal yang mudah namun setidaknya anda sudah mengetahui batasan penghasilan yang sehat sesuai dengan kondisi anda. Sekedar informasi penghasilan dan cicilan hutang yang dimaksud disini adalah dapat merupakan penghasilan dan cicilan hutang gabungan (suami & istri). Namun sebaliknya secara realistis kita harus siap dan wajib melakukan 'pengetatan ekstra' terhadap pengeluaran jika proyeksi untuk mendapatkan penghasilan tambahan belum nampak.

Tabel berikut adalah contoh sebuah keluarga yang telah melakukan review 'pengetatan ekstra' terhadap pengeluaran dikarenakan proyeksi penghasilan tambahan belum nampak (kasus sama dengan diatas):

Tabel 4:
Uraian (Total per Bulan) Besarnya (sblm review) Bobot vs Pendapatan (sblm Review) Besarnya (stlh review) Bobot vs Pendapatan (stlh review)
Penghasilan Bersih Rp 18.750.000 100% Rp 18.750.000 100%
Pengeluaran (diluar cicilan utang) Rp 17.500.000 93,33% Rp 8.925.000 47,60%
Cicilan Utang Rp 9.825.000 52,40% Rp 9.825.000 52,40%
Total Pengeluaran RP 27.325.000 145,73% Rp 18.750.000 100%
Surplus (defisit) pengeluaran (Rp 8.575.000) -45,73% - 0%
Surplus (defisit) cicilan utang (Rp 4.200.000). -22,40% (Rp 4.200.000) -22,40%

Perhatikan pengeluaran diluar cicilan hutang wajib dan harus ditekan sehingga total pengeluaran tidak menjadi defisit. Memang sekali lagi ini adalah hal yang berat dan tidak mudah namun dapat dilakukan dengan semangat dan disiplin yang ekstra tinggi. Sekarang kita kembali pada keluarga yang telah berhasil mendapatkan tambahan penghasilan, kisaran peningkatan yang berada diantara Penghasilan Wajar hingga Ideal adalah sudah cukup untuk membuat kekayaan anda bertambah, dengan catatan minimal sebanyak 10% dari pendapatan anda per bulan ditempatkan pada investasi bukan spekulasi.

Taufik Gumulya, CFP(R) CEO dan Financial Planner pada TGRM Perencana Keuangan. (qom/qom)


Last edited by gitahafas on Sun Dec 12, 2010 11:26 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Sun Jun 20, 2010 10:01 am

SAMPAH PLASTIK JADI TAS SAYANG LINGKUNGAN
Minggu, 20 Juni 2010 | 09:31 WIB
KOMPAS.com - Pemutusan hubungan kerja bukanlah kiamat bagi Ummah Daeng Ne’nang (48). Diberhentikan sebagai karyawan dari sebuah perusahaan rotan di Makassar, Sulawesi Selatan, tujuh tahun silam, justru menjadi membawa berkah baginya. Bagi Ummah, justru ini awal dari sebuah kehidupan yang lebih menjanjikan.
Saat itu, pada tahun 2005, terbuka jalan baginya untuk mendirikan Yayasan Peduli Pemulung. Belakangan, bersama sang suami, Abdul Rachman Nur (60), inisiatif mendirikan yayasan itu mengantarnya menekuni dunia usaha membuat tas dari sampah plastik yang digeluti teman-teman pemulung dari yayasannya.

Ide untuk membuat tas dari sampah plastik muncul ketika Ummah menonton acara keterampilan di salah satu stasiun televisi. Dalam acara tersebut, beberapa pengrajin memperagakan pembuatan tas memanfaatkan plastik bekas sabun cuci piring, kecap, minyak goreng, pelembut pakaian, ataupun mi instan. Ia kepincut karena doyan berketerampilan sejak kecil.

Kendati hanya bersekolah hingga kelas III SD, anak ke-2 dari tujuh bersaudara ini memiliki bakat yang paling menonjol dibandingkan dengan kakak dan adik-adiknya. Sejak usia lima tahun, Ummah mampu menganyam seperti yang sering dilakukan sang ibu. Ia pun selalu mengisi waktu luangnya saat masih bekerja di perusahaan rotan dengan menjahit baju boneka dari benang wol.

Ummah pun tidak menyia-nyiakan peluang mengolah sampah plastik itu. Ia meminta para pemulung yang menjadi anggota yayasannya untuk memasok sampah tersebut. Iming-iming upah Rp 3.000 per kilogram (kg) ternyata mampu menarik minat pemulung yang selama ini menganggap sebelah mata sampah plastik.
”Hal ini juga berdampak positif terhadap kondisi lingkungan karena sampah plastik sulit dimusnahkan,” tutur Ummah yang tinggal di Jalan Batua Raya XIV Nomor 12, Makassar, Senin, pertengahan Mei 2010.

Ia dan sang suami pun sepakat melabeli produk mereka, ”tas sayang lingkungan”, sesuai tujuan awal keduanya untuk berperan serta menjaga kelestarian lingkungan ketimbang mencari keuntungan dari penjualan tas. Ummah kemudian menggaet beberapa tetangga untuk mencuci sampah plastik yang menumpuk di depan rumahnya. Untuk 1 kg sampah plastik yang dicuci, Ummah mengupah mereka Rp 2.000 per orang. Sampah plastik yang sudah kering lantas dijahit menggunakan mesin jahit yang dibeli Ummah dari uang hasil patungan dengan sang suami.

Demi kelangsungan pembuatan tas ini, Ummah menyulap rumah tipe 36 milik keluarganya menjadi tempat tinggal sekaligus kantor yayasan dan tempat produksi tas. Salah satu kamar tidur berukuran 3 x 4 meter persegi dijadikan Ummah tempat menjahit tas. Dalam pembuatan tas, Ummah dibantu dua perempuan mantan pemulung yang telah diajarkan menjahit. Pada mulanya Ummah membuat tas sekolah dan tas jinjing yang dijual seharga Rp 40.000 per buah. Dalam sebulan ia berhasil menjual sedikitnya 50 tas. Hal itu berkat kegigihan Ummah berkeliling instansi pemerintah ataupun permukiman untuk menawarkan tas buatannya. Kala itu, omzet yang berhasil diraih Ummah mencapai Rp 1,5 juta-Rp 2 juta per bulan.

Tiga bulan kemudian penjualan tas sempat menurun. Ummah pun mendapat masukan untuk memperbanyak model tas yang dibuat. Salah seorang temannya sempat memberikan hadiah buku berjudul From Trash to Trashion; 25 Kreasi Limbah Plastik (2009) karya Herianti untuk memperkaya wawasan dan kreasi Ummah. Buku tersebut ternyata menginspirasi Ummah untuk membuat beragam jenis produk dari sampah plastik, seperti tas laptop, tas bepergian (travel bag), tas kerja (untuk map dan arsip), jas hujan (untuk anak-anak dan dewasa), celemek (pelindung tubuh saat memasak), dan dompet. Produk tersebut dijual mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 100.000 per buah.

Inovasi ini membuat Ummah semakin percaya diri menawarkan produk buatannya ke instansi pemerintah. Produk tas kerja bikinannya cukup diminati dalam sejumlah seminar yang diadakan pemerintah. ”Saya cukup sering menerima pesanan 100 hingga 200 tas kerja yang saya jual Rp 25.000 per buah,” kata Ummah. Sementara untuk produk lainnya ditawarkan melalui bantuan para pemulung yang merangkap menjadi ”sales” saat mencari barang bekas sehari-hari.

Ikut pameran
Penjualan yang semakin meningkat turut mendongkrak pamor produk dari sampah plastik buatan Ummah. Ia pun mulai mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pameran industri kecil maupun pameran yang berkaitan dengan produk ramah lingkungan sejak dua tahun lalu. Saat mengikuti pameran yang diadakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Selatan, Ummah mendapatkan bantuan lima mesin jahit dari Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo. Hal tersebut dimanfaatkan Ummah untuk mengembangkan usaha.

Ia pun menunjuk delapan karyawan dari pemulung yang dibina ataupun warga sekitar tempat tinggalnya untuk mengerjakan beraneka tas plastik. Dalam sebulan mereka ditarget untuk menghasilkan minimal 500 produk. Tiap karyawan mendapat upah 30 persen dari setiap barang yang terjual. Dengan mekanisme bagi hasil itu, Ummah mampu mengantongi omzet hingga Rp 3 juta sebulan. Jumlah itu bisa lebih besar apabila mendapat pesanan tas kerja untuk seminar yang diadakan pemerintah daerah setempat.

Kiprah Ummah di bidang usaha akhirnya mendapatkan kepercayaan pihak perbankan. Baru-baru ini ia memperoleh pinjaman modal usaha dari Bank Sulawesi Selatan sebesar Rp 20 juta. Dana tersebut rencananya akan digunakan Ummah untuk memperkuat kegiatan usaha mengingat hingga kini produknya belum memiliki pangsa pasar yang jelas dan pasti.

”Terkadang omzet saya bisa turun hingga Rp 1 juta sebulan karena minimnya bantuan dalam memasarkan produk,” ungkap Ummah. Dia berharap peran serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperkenalkan produk sampah plastik ini ke pasar nasional ataupun internasional. ”Saya yakin respons pasar luar negeri akan positif karena yang ditawarkan produk ramah lingkungan,” tutur Abdul Rachman. Sayangilah lingkungan dengan membeli ”tas sayang lingkungan” ala Ummah ini.


Last edited by gitahafas on Tue Jul 27, 2010 8:59 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
 
Perencanaan Keuangan Keluarga
View previous topic View next topic Back to top 
Page 4 of 26Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 15 ... 26  Next
 Similar topics
-
» Model Baju Batik Seragam Keluarga Besar
» Skandal Kebohongan 'Mukjizat' Para Pendeta
» ADAM diturunkan di SUNDALAND (Benua Sunda) ...!!
» Anak Lidya Kandou masuk islam
» Misteri Eksekusi Mati Imam Kartosoewiryo Terkuak

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: SERBA-SERBI-
Jump to: