Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Perencanaan Keuangan Keluarga

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : 1, 2, 3 ... 13 ... 26  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Perencanaan Keuangan Keluarga   Sun Jan 24, 2010 8:11 pm

TIPS MENGELOLA KEUANGAN KELUARGA
Sabtu, 2 Mei 2009, 16:37 WIB Finalia Kodrati, Mutia Nugraheni
VIVANews - Sebagai pasangan baru Anda dan pasangan pasti masih harus banyak melakukan penyesuaian termasuk dalam mengelola keuangan keluarga. Uang memang harus dikelola dengan baik, karena jika tidak nantinya bisa menimbulkan masalah dalam keluarga Anda. Bahkan menurut Dr. Judy Kuriansky, penulis The Complete Idiot’s Guide to a Healthy Relationship, uang adalah salah satu dari tiga hal yang merupakan sumber masalah dalam sebuah keluarga. Dua sumber lainnya adalah seks dan pengasuhan anak. Dr. Judy memberikan tips bagaimana mengelola keuangan keluarga. Tips ini bisa Anda intip, tentunya untuk menghindari masalah keuangan yang bisa muncul kemudian hari.

1. Uang untuk merayakan hari besar. Perayaan hari besar baik hari raya keagamaan, ulang tahun atau hari istimewa lainnya pasti membutuhkan sejumlah uang. Anda pasangan harus sepakat seberapa besar uang yang dialokasikan untuk merayakannya. Tentunya dengan mempertimbangkan keperluan pokok, sehingga uang yang dikeluarkan untuk hari raya tidak menggangu anggaran pokok lain.

2. Pengangguran, atau pemberhentian sementara. Status penggangguran atau diberhentikan sementara secara otomatis menimbulkan masalah keuangan. Selain itu, tentu saja berpengaruh pada menurunnya rasa percaya diri dan menimbulkan emosi mudah terpancing. Jika hal tersebut melanda Anda atau pasangan sebaiknya diskusikan langkah-langkah penghematan yang bisa diambil. Hal itu untuk menghindari terjadinya pertengkaran yang di picu perbedaan pendapat dalam pengeluaran.

3. Promosi, dan kenaikan gaji. “Promosi dan kenaikan gaji pun bisa menjadi sumber masalah dalam keluarga,” kata Dr Judy. Anda dan pasangan harus membuat rencana keuangan agar uang yang kelebihan uang yang masuk bisa digunakan dengan baik dan tidak terbuang percuma tanpa bekas.

4. Kebutuhan anak-anak, hiburan, pendidikan dan rekreasi. Kebutuhan tersebut adalah tentunya harus dipenuhi, dan jangan mengabaikan kebutuhan rekreasi dan hiburan, Karena hal itu bisa mendekatkan Anda dan anak-anak. Untuk itu, buatlah anggaran untuk rekreasi dan liburan bersama keluarga. Ajarkan juga anak-anak untuk mengelola uang jajan mereka.

5. Rumah, mobil, apartemen. Ketika membeli rumah, mobil atau barang mewah lainnya sebaiknya pikirkan tidak hanya masalah materi tetapi juga emosi. Pengeluaran yang besar tentu berimplikasi pada banyak hal termasuk pengeluaran Anda selanjutnya. Untuk itu, jangan membuat keputusan yang hanya memikirkan diri sendiri saja, pertimbangkan juga kepentingan pasangan.


Last edited by gitahafas on Sun Dec 12, 2010 9:53 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Sun Jan 24, 2010 8:38 pm

JURUS JITU MENGELOLA KEUANGAN RUMAH TANGGA
Mengelola keuangan rumah tangga memang bukan pekerjaan remeh, apalagi jika penghasilan suami - bisa jadi ditambah penghasilan istri - masih tergolong pas pas-an. Dalam hal ini perlu jurus jitu agar ibu rumah tangga tidak terus menerus 'menjerit' menjelang akhir bulan. Salah satu jurus itu adalah dengan menyeimbangkan pengeluaran dengan pemasukan, menurut perencana keuangan keluarga Ahmad Gozali. Disini yang perlu diperhatikan adalah menyeimbangkan antara keinginan dengan pemasukan. Jadi keinginan membeli sesuatu harus melihat dahulu kemampuan. Jadi jika menginginkan sesuatu, lihat dulu apakah pemasukan cukup atau lebih. Jika tidak cukup, lebih baik jangan dipaksakan. Yang terjadi di banyak rumah tangga selama ini adalah lebih banyak pengeluaran ketimbang pemasukan. Mestinya setiap pengeluaran rumah tangga harus ada daftar prioritas sehingga tidak sembarangan. Daftar prioritas pengeluaran rumah tangga:

1. Zakat sebesar 2,5%.
2. Membayar cicilan hutang, jumlahnya jangan lebih dari 30%.
3. Menabung dan membayar asuransi ( 10 - 20% ).
4. Membiayai kebutuhan sehari hari ( 40 - 50% ).

Jurus lain yang ditawarkan Ahmad Gozali untuk mengatur keuangan rumah tangga adalah mengalokasikan surplus dengan optimal. Maksudnya, seseorang harus menginvestasikan harta yang dimilikinya agar tidak mandek, tetapi terus berkembang sehingga semakin banyak. Hal yang keliru adalah menginvestasikan surplus keuangan dengan membeli barang barang yang konsumtif. Jurus berikutnya adalah mengatasi defisit dengan bijak. Maksudnya jika suatu kali terjadi defisit, hindari berhutang dengan pembayaran yang berkepanjangan. Kalaupun suatu kali terjadi pengeluaran tidak rutin dan mendesak, maka solusinya harus ada uang cadangan, semisal berupa tabungan.

Untuk menyiasati harga harga barang kebutuhan rumah tangga yang terus meroket, solusinya adalah dengan berhemat dan kalau bisa mencari penghasilan tambahan. Jika belum cukup juga dengan penghasilan tambahan, itu artinya anda seorang pemboros. Solusinya, kurangi penghasilan, tetapi itu bukan berarti anda minta pengurangan gaji, tetapi maksudnya membatasi membawa uang tunai, lebih baik amankan uang anda di bank atau membeli emas sebagai investasi.

Kiat lain adalah mengelola dan melindungi aset dengan baik. Islam mengajarkan untuk memisahkan harta yang dibawa istri, warisan orang tua istri dengan harta yang dibawa suami. Hal ini berkaitan dengan hak waris dikemudian hari.

Sumber: koran


Last edited by gitahafas on Sun Dec 12, 2010 10:01 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Sun Jan 24, 2010 8:39 pm

5 TANDA KEUANGAN ANDA SEHAT
Selasa, 27/4/2010 | 15:26 WIB
KOMPAS.com - Boleh dibilang bahwa aktivitas keuangan kita -entah itu utang kartu kredit, biaya bulanan, sewa rumah, atau tagihan pinjaman rumah- tak bisa dilepaskan dari hidup kita. Karena itu jangan heran jika utang dalam jumlah besar atau kondisi keuangan kita secara langsung akan mempengaruhi kehidupan emosional, fisik, dan spiritual kita.

Bayangkan ketika separuh penghasilan Anda harus Anda setor kembali ke bank untuk membayar utang kartu kredit setiap bulan. Hal ini menjadi tanda bahwa Anda dikendalikan oleh uang (atau utang). Penghasilan bukan lagi menjadi tanda bahwa Anda mandiri, melainkan menjadi sumber stres karena sebagian harus digunakan untuk melunasi hutang. “Perempuan harus membangun hubungan yang sehat dan jujur dengan uang," ujar pakar finansial Suze Orman. “Kita juga perlu melihat hubungan ini sebagai suatu refleksi hubungan kita dengan diri kita sendiri."

Penting untuk menjaga bahwa kondisi keuangan kita tetap sehat. Suze Orman mengatakan, setidaknya ada lima hal yang menunjukkan bahwa keuangan Anda cukup sehat:

1. Anda sadar dengan “money personality” Anda. Hal ini bisa dilihat dari latar belakang keluarga Anda, apakah orangtua Anda berinvestasi di bidang properti, memiliki rekening di bank yang menetapkan bunga yang rendah, reksa dana, atau justru mereka terlibat utang? Kebiasaan Anda menabung dan menggunakan uang, cara Anda berinvestasi, berpandangan mengenai uang, dan bagaimana perspektif finansial, sebagian dibentuk oleh cara orangtua Anda memperlakukan uang saat Anda masih kecil. Kepribadian uang Anda langsung mempengaruhi hubungan Anda dengan uang, dan semakin Anda sadar mengenai hal ini, semakin Anda tidak tergantung pada uang.

2. Anda berani mengambil risiko finansial. Berani mengambil risiko secara finansial tidak selalu berarti Anda berani berinvestasi sebesar Rp 100 juta dalam bisnis baru seorang teman, atau Anda hobi berbelanja dengan kartu kredit hingga tagihan Anda mencapai ratusan juta rupiah. Risiko finansial bisa juga digolongkan sebagai langkah yang cerdas, misalnya jika Anda membeli rumah sebagai investasi, atau mencari cara-cara untuk memperoleh uang dari hobi Anda.

3. Anda memiliki tabungan, investasi, atau account kartu kredit sendiri. Banyak perempuan yang ingin meninggalkan suami mereka, namun tidak sanggup karena mereka tidak memiliki penghasilan sendiri untuk membiayai hidup mereka. Bila Anda memiliki rekening di bank sendiri, itu sudah menandakan bahwa Anda perempuan independen dalam hal keuangan.

4. Anda memiliki tujuan keuangan secara individu maupun berpasangan. Tujuan Anda sebagai pasangan menikah, biasanya adalah mampu membayar tagihan rumah dalam hitungan sekian tahun. Tujuan Anda sebagai perempuan bekerja adalah meningkatkan penghasilan menjadi sekian juta rupiah sebulan. Sedangkan suami mungkin juga memiliki tujuan sendiri, namun berkaitan dengan investasi. Sebagai perempuan yang memiliki kebebasan dalam mengelola penghasilan, sebaiknya Anda juga menetapkan tujuan yang terpisah dari pasangan Anda.

5. Anda memahami persoalan keuangan secara mendasar. Sebut saja mengenai asuransi kesehatan, dana pensiun, suku bunga, pajak penghasilan, dan lain sebagainya. Semakin Anda menguasai masalah keuangan, semakin Anda menjadi independen, karena Anda tahu apa yang harus Anda lakukan dengan uang Anda.


Last edited by gitahafas on Sun Jul 29, 2012 11:00 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Sun Jan 24, 2010 8:42 pm

GENERAL CHECK UP UNTUK KEUANGAN ANDA
Rabu, 1/9/2010 | 08:55 WIB
KOMPAS.com - Kenapa Anda ke dokter? Karena Anda tidak ingin sakit, tentunya. Nah, general check-up bukan hanya dibutuhkan oleh tubuh, tetapi juga oleh kondisi keuangan. Kapan terakhir Anda melakukan check up terhadap kondisi keuangan Anda? Hitung ulang berapa penghasilan Anda per bulan, lalu hitung juga berapa total pengeluaran per bulan. Apakah hasilnya masih surplus? Kalau ya berapa persen, surplus Anda dibandingkan dengan total penghasilan. Atau malah defisit? Berapa besar? Lalu bagaimana cara Anda menutupi defisit tersebut? Sangat mungkin Anda berutang, misalnya dengan menggunakan kartu kredit. Kalau situasi ini berlangsung terus, berarti keuangan Anda memang ”sakit” dan akan menjadi masalah besar jika terus dibiarkan. Agar tidak menjadi masalah, coba cermati dulu bagaimana kondisi kesehatan keuangan Anda dengan menjawab beberapa pertanyaan di atas. Yang utama adalah, apakah keuangan Anda setiap bulan mengalami surplus atau defisit. Umpamakan penghasilan Anda Rp 10 juta. Lalu biaya pengeluaran, termasuk untuk membayar utang, adalah sebesar Rp 10 juta juga, atau malah lebih. Kalau faktanya seperti ini, kondisi keuangan Anda berada dalam keadaan tertekan. Kenapa? Karena untuk menutupi biaya pengeluaran saja, penghasilan Anda sudah tidak memadai. Lalu apa solusinya? Naikkan penghasilan dan atau kurangi pengeluaran. Untuk menaikkan penghasilan memang bukan perkara mudah. Akan tetapi, untuk mengurangi pengeluaran bukan pula tidak mungkin. Salah satu caranya adalah dengan mengurangi angsuran utang Anda. Nilai angsuran diturunkan sehingga Anda masih memiliki cash flow positif. Memang, di sisi lain, utang Anda boleh jadi akan lebih lama lunasnya. Namun, paling tidak, pengeluaran Anda lebih kecil ketimbang penghasilan. Akan tetapi, ini pun dengan catatan Anda tidak membuat utang baru. Jika realitasnya adalah sebagaimana dipaparkan di atas, apakah kondisi keuangan Anda tergolong sehat? Kondisi keuangan seperti itu masih dalam keadaan kurang sehat. Artinya, cash flow Anda tidak defisit, tetapi tidak ada dana lebih yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan keuangan Anda. Dengan kata lain, kondisi keuangan Anda akan seperti itu seterusnya. Aset juga tidak akan bertambah.

Fase sehat
Bagaimana agar kondisi keuangan bisa masuk dalam fase cukup sehat? Harus ada surplus yang bisa dialokasikan untuk mencapai suatu tujuan keuangan. Seperti contoh di atas, katakanlah penghasilan Anda sebesar Rp 10 juta. Lalu, katakanlah Anda lebih hemat sehingga pengeluaran Anda umpamakan hanya sebesar Rp 7 juta per bulan. Berarti, Anda memiliki surplus sebesar Rp 3 juta. Apakah kondisi keuangan seperti ini sudah bisa dianggap sehat? Tunggu dulu. Cek lagi tujuan keuangan Anda. Katakanlah dalam dalam 5 tahun mendatang Anda ingin memiliki aset senilai Rp 300 juta. Berarti, setiap tahun Anda mesti mengalokasikan Rp 60 juta. Dengan kata lain, setiap bulan mesti tersedia Rp 5 juta. Padahal, surplus yang Anda miliki hanya sebesar Rp 3 juta. Konkretnya, meskipun setiap bulan keuangan Anda surplus, tetapi tujuan keuangan Anda 5 tahun mendatang tidak akan tercapai. Lantas di mana masalahnya? Surplus Anda kurang besar. Ini bisa terjadi karena struktur pengeluaran Anda yang masih kurang optimal. Kurangi pengeluaran yang kurang perlu. Mungkin Anda mengatakan semua pengeluaran Anda adalah perlu. Oke, itu hak Anda. Akan tetapi, coba cek, dalam struktur pengeluaran Anda ada komponen biaya konsumsi dan juga komponen utang. Bagaimana strategi keuangan Anda dalam menyelesaikan utang? Jika Anda mampu mengurangi biaya konsumsi dan pembayaran utang Anda sebesar Rp 2 juta per bulan, Anda akan memperoleh surplus sebesar Rp 3 juta + Rp 2 juta, atau sejumlah Rp 5 juta. Namun, di sisi lain, tentu saja konsumsi Anda mesti dikorbankan dan utang Anda masih akan terus berlangsung. Akan tetapi, tidak mengapa, sepanjang Anda mampu melunasinya kendati dalam waktu yang cukup panjang.

Dana darurat
Jika Anda mampu melakukan langkah di atas, kondisi keuangan Anda berada dalam kategori cukup sehat. Ya, cash flow Anda tidak defisit dan memiliki surplus untuk mencapai tujuan keuangan yang masih sederhana. Namun, keuangan Anda tetap belum aman. Kenapa? Karena Anda belum memiliki yang namanya emergency fund dan dana darurat. Pernahkah Anda terpikir kalau tiba-tiba terjadi krisis ekonomi, lalu perusahaan tempat Anda bekerja bangkrut dan Anda mengalami PHK? Semua itu memang tidak diinginkan. Akan tetapi, sekali lagi, hal tidak terduga bisa saja terjadi. Oleh karena itu, Anda mesti berjaga-jaga dalam bentuk emergency fund. Berapa besar? Tergantung Anda. Namun, lazimnya, nilai dana yang tersimpan dalam rekening emerging fund harus sekitar 6 bulan penghasilan. Kenapa 6 bulan? Karena dalam kurun waktu 6 bulan diharapkan Anda sudah memperoleh pekerjaan baru. Kesimpulannya, kondisi keuangan baru bisa dianggap sehat jika cash flow keseharian Anda positif, memiliki surplus dana yang dialokasikan untuk mencapai tujuan keuangan di masa mendatang, baik melalui tabungan maupun investasi lainnya, dan juga memiliki alokasi dana untuk berjaga-jaga. Namun, mesti diingat, ketiga hal di atas tidak diukur dari nilai nominal, melainkan dari perspektif tujuan keuangan pribadi.

(Elvyn G Masassya, praktisi keuangan)


Last edited by gitahafas on Sun Jul 29, 2012 11:03 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Mon Jan 25, 2010 5:15 am

6 TANDA ANDA SUKSES MENGELOLA KEUANGAN
Senin, 15/11/2010 | 12:23 WIB
KOMPAS.com - Setiap orang pasti ingin mampu menghadapi situasi keuangan yang menguntungkan dalam hidupnya. Karena itu, mereka mengejar penghasilan yang tinggi agar merasa aman dengan kebutuhan hidupnya. Namun apalah artinya gaji yang tinggi bila Anda tidak mampu menabung, bukan? Sudah bukan rahasia lagi bila dikatakan bahwa banyak orang berpenghasilan tinggi pun tidak mampu menabung dengan pantas, akibat gaya hidup yang dianutnya. Maka, yang lebih penting di sini adalah bagaimana Anda mampu mengelola keuangan Anda, sehingga bisa menikmati hasilnya dengan layak. Anda tidak yakin apakah Anda telah mengelola keuangan Anda dengan baik? Coba simak tanda-tandanya berikut ini.

1. Anda lebih banyak menabung daripada membelanjakan uang. Boleh dibilang, inilah langkah fundamental menuju keuangan yang sukses. Prinsip pertama ini dapat Anda patuhi, tak peduli meskipun ada biaya-biaya tak terduga yang terjadi, misalnya biaya kesehatan yang tiba-tiba harus dipenuhi. Dalam kasus seperti ini, bisa saja Anda memang mendahulukan pengeluaran untuk kesehatan daripada menabung. Namun pada saat lain, Anda mampu hidup dengan pengeluaran lebih sedikit daripada penghasilan Anda.

2. Anda menghargai komitmen terhadap uang. Orang yang dengan segera bisa memenuhi kewajiban finansial akan menyadari bahwa semua upaya mereka itu lebih menguntungkan. Misalnya saja, Anda membeli barang yang sedikit mahal dengan menggunakan kartu kredit, namun Anda membayar lunas sebelum jatuh tempo. Maka, Anda mendapatkan keuntungan dengan memperpanjang masa pembayaran barang tersebut.

3. Anda tidak memiliki utang. Salah satu faktor penting yang membedakan orang yang menang dan yang kalah adalah utang. Pinjaman rumah atau pinjaman untuk modal usaha memang menguntungkan; yang sebaiknya tidak dilakukan adalah pinjaman pribadi untuk berbagai produk elektronik, perabotan rumah, atau benda-benda lain yang hanya mampu Anda bayar secara minimum payment. Penggunaan kartu kredit seringkali memang menjebak. Pahamilah bahwa keuntungan kartu kredit adalah pada kenyamanan ketika Anda tidak membawa uang tunai untuk membayar barang. Seperti telah disebut di atas, ketika tagihan datang, bayarlah secara lunas sebelum jatuh tempo.

4. Anda selalu bersikap skeptis. Dalam mengarungi jalan untuk menuju kesejahteraan, Anda akan menemui berbagai godaan. Hindari godaan ini dengan menerapkan sikap skeptis. Misalnya, menahan godaan untuk berbelanja saat midnite sale (Anda meragukan bahwa harga yang terpampang merupakan harga yang memang sudah didiskon, sehingga layak atau tidak untuk dibeli). Anda tidak gegabah membuat investasi hanya karena dibujuk seorang teman atau keluarga. Anda berusaha memahami mengapa seseorang yang tidak memiliki pengetahuan berani mempertaruhkan uang yang tidak sedikit untuk diinvestasikan. Bukan berarti Anda tidak boleh, hanya saja selalu berpikir dua kali apakah godaan tersebut layak dituruti atau tidak.

5. Anda mampu pensiun pada usia 50 tahun. Pensiun dini memang didambakan banyak orang, dan tidak ada patokan khusus pada usia berapa Anda mampu melakukannya. Anda memang masih perlu mempertimbangkan tahun-tahun yang akan Anda jalani sesudahnya. Jika separuh awal dari hidup Anda dihabiskan untuk mengumpulkan uang, masuk akal jika selama separuh hidup Anda sesudahnya Anda bisa mengandalkan uang yang telah Anda kumpulkan itu. Kebanyakan orang yang sukses memang mengejar kekayaan selama mereka mampu. Namun, pilihan ada di tangan Anda.

6. Anda memiliki reputasi kejujuran. Reputasi sebagai orang yang jujur adalah salah satu aset paling bernilai yang bisa dimiliki seseorang. Tidak ada pintu yang terbuka, atau kesempatan yang ditawarkan pada orang yang kata-kata dan tindakannya tidak dapat dipercaya. Lakukan pekerjaan atau kegiatan Anda dengan cara dimana keandalan Anda tidak perlu dipertanyakan lagi. Karakter seperti ini, jelas merupakan patokan orang yang sukses.

Kekayaan, setidaknya sejumlah kecil yang mampu Anda miliki, merupakan kriteria penting dalam kesuksesan. Meskipun begitu, memiliki kekayaan saja tidak akan cukup. Kombinasi dari aset, gaya hidup, dan attitude, adalah yang menghasilkan kesuksesan.


Last edited by gitahafas on Sun Dec 12, 2010 9:56 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Mon Jan 25, 2010 5:36 am

5 KEBIASAAN KEUANGAN YANG BIKIN ANDA BAHAGIA
Rabu, 22/9/2010 | 08:14 WIB
KOMPAS.com - Memiliki kontrol yang cukup besar atas uang yang Anda miliki boleh dibilang merupakan salah satu hal yang dapat membuat Anda bahagia. Ada beberapa kebiasaan spesifik yang dapat Anda coba untuk membuat uang berada di bawah kontrol Anda. Dengan perbedaan tersebut, Anda akan merasa lebih bahagia. Simak caranya.

1. Mengelola keuangan
Anda tidak perlu menyewa perencana keuangan profesional. Anda hanya perlu menerapkan beberapa program tabungan yang Anda pahami sehingga Anda dapat melakukannya dengan cepat dan tanpa kerumitan. Itu adalah kuncinya. Orang yang cukup terorganisasi dan bisa mendapatkan apa yang mereka butuhkan dengan cepat umumnya lebih bahagia daripada mereka yang tidak.

2. Tidak membayar semua tagihan bersamaan
Bayangkan bila Anda memiliki tagihan dua kartu kredit, PLN, PAM, ponsel, dan asuransi, dalam waktu bersamaan. Melihat sejumlah besar uang Anda raib dari saldo rekening di bank bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Jika masing-masing tagihan tersebut memiliki waktu jatuh tempo yang berbeda, kenapa tidak membayarnya langsung begitu tagihan diterima? Anda akan merasa segera terbebas dari kewajiban, dan terpakainya uang untuk membayar utang pun tidak begitu terasa.

3. Menabung lima persen
Ada hubungan yang kuat antara tabungan dan kebahagiaan. Jika Anda dapat menabung sebanyak lima persen saja, Anda pasti akan merasa bahagia. Jumlah ini tidak besar, kok. Jika gaji Anda Rp 5 juta, maka lima persennya berarti hanya Rp 250.000. Menabung sedikit uang tersebut, bila dilakukan rutin tiap bulan, pada akhir tahun Anda sudah bisa menggunakannya untuk tiket pesawat untuk liburan berdua. Dimulai dari lima persen, setelah terbiasa menyisihkan uang Anda dapat menabung sepuluh persen.

4. Tetapkan dan jalankan tujuan Anda
Mencapai kebahagiaan bukan masalah telah mencapai tujuan, melainkan masalah membuat kemajuan. Meskipun untuk mencapai tujuan itu seringkali Anda mengalami kekecewaan, Anda harus tetap maju. Intinya adalah memotivasi diri. Anda hanya perlu melihat hasil yang akan Anda capai untuk terus maju.

5. Donasikan sebagian uang Anda
Tidak ada cara lain untuk meningkatkan kebahagiaan keuangan Anda sendiri selain membuat hidup orang lain sedikit lebih baik. Banyak cara yang bisa Anda lakukan, dari memberi modal usaha untuk PRT yang ingin mandiri, atau menyumbang untuk proyek pelestarian lingkungan. Orang-orang yang memberikan sedikit uangnya tidak hanya akan merasa bahagia, tetapi juga akan lebih sehat. Orang yang tahu bagaimana memberi juga dapat mengingatkan diri bahwa menginginkan lebih banyak bukan berarti memanjakan kesenangan. Kebahagiaan Anda tidak bergantung pada seberapa banyak yang Anda miliki, tetapi pada cara Anda menanganinya.


Last edited by gitahafas on Sun Dec 12, 2010 9:59 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Sun Feb 07, 2010 3:40 pm

CARA MENGHEMAT PENGELUARAN HARIAN
Agar hidup tetap berjalan 'senormal' mungkin, ada beberapa kebiasaan sehari hari yang harus diubah atas nama penghematan.
Tentu saja tujuannya agar kualitas hidup tetap seimbang.
Mulailah dari hal hal yang kelihatan sepele, namun mampu memberikan hasil yang cukup signifikan bagi kondisi kantong.

Beberapa hal simpel yang dimaksud antara lain adalah:
1. Biasakan sarapan sebelum mulai beraktivitas.
Hal ini mungkin terdengar sangat sepele. Namun tahukah anda bahwa ternyata sarapan yang mengenyangkan selain membuat kita lebih bersemangat kerja, juga bisa membantu mengurangi keinginan jajan sebelum jadwal makan siang tiba.

2. Membawa bekal makan siang.
Luangkan sedikit waktu sebelum berangkat kerja untuk menyiapkan makanan yang mudah dibawa.
Bila perlu ajak teman teman di kantor untuk membawa bekal makan siang juga, sehingga andapun bisa bertukar menu dengan mereka.
Walaupun terkesan sepele, hal ini bisa menghemat pengeluaran. Bayangkan jika setiap harinya anda menghabiskan dana Rp 15.000,- untuk makan siang diluar, kalikan dengan jumlah hari kerja, maka setidaknya bisa menghemat pengeluaran hingga Rp 300.000,-.

3. Beberapa kalangan sudah mulai mengandangkan mobil di garasi dan mulai menggunakannya hanya pada saat akhir pekan ketika pergi bersama keluarga. Sementara untuk mobilitas kerja mereka sehari hari, Trans Jakarta atau sepeda motor bisa dijadikan solusi yang cukup menjanjikan.

4. Mulailah bangun lebih pagi untuk sekedar berjalan jalan atau jogging disekitar komplek perumahan.
Selain menyehatkan badan, andapun bisa menghemat pengeluaran yang sedianya digunakan untuk iuran keanggotaan di pusat kebugaran.

5. Hentikan kebiasaan merokok sesegera mungkin.
Selain merusak kesehatan jantung, merokok sama halnya dengan 'membakar' uang karena nyaris tidak ada manfaat yang didapat.

6. Hilangkan kebiasaan ngobrol selama ber jam jam di telepon.
Selain membuang buang uang untuk membeli pulsa, nyaris tak ada manfaat ekstra yang didapat dari menggosip. Kecuali jika profesi anda memang seorang telemarketer.

Walaupun terkesan sepele, dengan menerapkan beberapa tip hidup hemat tersebut dalam kehidupan sehari hari, niscaya akan banyak hal positif yang di dapat.

Sumber: Koran
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Sun Feb 07, 2010 4:15 pm

BERBELANJA DENGAN HEMAT
1. Miliki memo kecil untuk mencatat apa yang dibutuhkan dan mencatat apa yang anda beli.
Seperti sihir, cara ini sebenarnya cukup ampuh untuk mencegah dan membuang uang percuma.
Terbiasa mencatat juga akan membantu anda menjadi lebih cermat dan tentu lebih hemat saat belanja.

2. Jangan suka belanja mendadak.
Makin banyak waktu untuk belanja, makin hematlah anda. Anda bisa membandingkan harga, sebelum akhirnya mengambil keputusan.
Hukum ini berlaku lebih pada momen momen tertentu, seperti persiapan merayakan hari besar, ulang tahun dan lain sebagainya.

3. Manfaatkan program promo dan diskon yang diberikan pusat perbelanjaan secara optimal.
Anda dapat menemukan banyak sekali penawaran menarik, baik yang diinformasikan di media massa atau melalui selebaran dipintu pintu masuk pusat perbelanjaan.
Jika anda cerdik, anda dapat menghemat atau memperoleh hasil maksimal dengan dana yang anda miliki.

4. Uang cash adalah raja.
Kalau belum jadi konglomerat dengan limpahan uang di deposito, lebih baik bawa uang cash didompet untuk dibelanjakan, dibandingkan memakai kartu kredit.

5. Gunakan kartu kredit dengan bijaksana dan se optimal mungkin.
Kartu kredit dapat membantu anda mengelola keuangan, karena anda dapat berbelanja sekarang dan membayarnya kemudian.
Apalagi, tidak jarang kartu kredit menawarkan program promo dan diskon yang menarik.
Manfaatkan sebijaksana mungkin sesuai kebutuhan. Namun, berhati hatilah, dengan tidak beranggapan bahwa dana yang terdapat pada kartu kredit sebagai 'dana-lebih', karena pada akhirnya anda juga membayar tagihannya.

6. Jadilah penawar sejati.
Jangan malu untuk menawar. Kalau memang malas, belanjalah dengan teman yang jago menawar.
Dengan begitu anda bisa menghemat sejumlah uang, walaupun tidak terlalu besar jumlahnya, tapi uang itu bisa di alokasikan untuk keperluan yang lain.

7. Jangan lupa bawa daftar belanja anda.
Dan biasakan untuk tidak membeli apapun yang tidak ada dalam daftar tersebut.

8. Jangan pergi belanja dalam keadaan lapar.
Itu akan membuat anda jadi boros membeli makanan yang harganya bisa relatif lebih mahal.
Kalau bisa makan dulu dirumah sebelum pergi, itu akan jauh lebih baik, kecuali kalau memang mempunyai niat makan diluar.

9. Jangan belanja dalam keadaan bingung, sedih atau dalam masalah lain.
Terutama pada wanita, belanja dalam keadaan seperti itu akan membuat anda 'lapar mata' dan akhirnya membeli sesuatu yang sama sekali tidak perlu.

10. Belanjalah sendirian.
Membawa pasangan atau anak ketika belanja akan membuat anda tergoda untuk membeli sesuatu untuk mereka.
Tinggalkan saja mereka dirumah.

11. Jangan langsung membuang bukti pembayaran.
Anda bisa baca ulang bukti itu untuk menjadi bahan perhitungan dan perenungan.
Dan siapa tahu barang yang anda beli rusak, maka anda dapat mengembalikannya dengan membawa bukti itu.

12. Jangan malu cari barang tertentu di toko barang bekas atau garage sale.
Jika pandai memilih anda bisa menghemat sejumlah uang untuk barang yang masih berkualitas baik.

Sumber: Koran


Last edited by gitahafas on Sun Feb 07, 2010 4:47 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Sun Feb 07, 2010 4:46 pm

WASPADA GELAP MATA KARENA SALE
Musim sale sudah tiba. Berbagai macam tawaran produk dengan harga miring semakin menggoda kita untuk merogoh kocek sedalam dalamnya.
Tapi jangan sampai anda kalap karena tak bisa menahan godaan barang barang dengan harga murah meriah nan yahud itu.

1. Rekam dikepala anda ataupun catat di handphone anda, barang barang apa saja yang ada di urutan atas 'must buy' sebelum anda menginjakkan kaki di shopping centre tujuan. ( must buy= dibeli karena memang dibutuhkan ).

2. Sadar akan anggaran yang dimiliki juga menjadi kunci utama tidak terjadinya kekhilafan membeli barang.

3. Jangan membeli barang hanya karena barang tersebut cantik, tanpa anda ketahui kapan anda akan menggunakannya.

4. Walaupun sepatu sepatu cantik sedang di sale dengan harga gila gilaan, namun bayangkan lagi apakah anda sudah memiliki pakaian yang bisa dipadu padankan dengan sepatu tersebut.

5. Aksesori bisa mempercantik, namun hanya dipakai untuk acara acara tertentu. Jadi, kalau memang tidak memiliki acara penting yang akan dihadiri dalam waktu dekat, singkirkan keinginan untuk membeli aksesori menjadi urutan yang paling bawah.

6. Jika over budget, dijamin anda tidak bisa memungkiri akan ada sedikit penyesalan ketika tiba dirumah dan menyadari kalau banyak barang barang tidak penting yang telah anda beli.

7. Banyak membeli barang sale bukan belanja cerdas, jika anda tidak bisa memperhitungkan prioritas kebutuhan.

Sumber: Koran Seputar Indonesia
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Perencanaan Keuangan Keluarga   Sun Feb 07, 2010 5:07 pm

PENGENAAN PAJAK ATAS PENGHASILAN
Sehubungan dengan surat pembaca di Kompas mengenai Pengenaan Pajak bagi Pensiunan, perlu dijelaskan bahwa pajak penghasilan dikenakan atas penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak ( WP ), dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk yang pensiun serta yang memperoleh pesangon.

Ada 2 cara mengenakan pajak atas pensiun, yaitu:
1. Dipungut bulanan apabila pensiun dibayar setiap bulan.

2. Dipungut satu kali apabila pensiun dibayar secara sekaligus.
- Batas tidak dikenakan pajak sampai Rp 25 juta.
- Tarif pajak 5% untuk pensiun diatas Rp 25 juta sampai Rp 50 juta.
- Tarif pajak 10% untuk pensiun diatas Rp 50 juta sampai Rp 100 juta.
- Tarif pajak 15% untuk pensiun diatas Rp 100 juta sampai Rp 200 juta.
- Tarif pajak 25% untuk pensiun diatas Rp 200 juta.

Dengan demikian, dari uang pensiun sebesar Rp 100 juta yang dibayarkan sekaligus, yang dikenakan pajak adalah Rp 100 juta dikurangi dulu dengan Rp 25 juta, berarti yang kena pajak adalah sebesar Rp 75 juta.
Dengan lapisan tarif itu, maka pajak yang dikenakan adalah sebesar Rp 6.250.000 ,-.

Pajak yang dibayarkan setiap WP, digunakan oleh negara untuk berbagai keperluan belanja negara, seperti penyediaan fasilitas umum, infra struktur, keamanan, kesehatan, pendidikan dan lain lain.

Sumber: Kompas / Surat Pembaca dari Djoko Slamet, Direktur P2 Humas Direktorat Jenderal Pajak.
Back to top Go down
 
Perencanaan Keuangan Keluarga
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 26Go to page : 1, 2, 3 ... 13 ... 26  Next
 Similar topics
-
» Model Baju Batik Seragam Keluarga Besar
» Skandal Kebohongan 'Mukjizat' Para Pendeta
» ADAM diturunkan di SUNDALAND (Benua Sunda) ...!!
» Anak Lidya Kandou masuk islam
» Misteri Eksekusi Mati Imam Kartosoewiryo Terkuak

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: SERBA-SERBI-
Jump to: