Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Diabetes Melitus

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 37 ... 70, 71, 72  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Sun Apr 06, 2014 4:18 pm

KETIDAK PAHAMAN PICU PENDERITA DIABETES ALAMI KOMPLIKASI
Zanel Farha Wilda - detikHealth Senin, 10/03/2014 19:13 WIB
Jakarta, Indonesia merupakan negara ketujuh yang memiliki pasien diabetes terbanyak di seluruh dunia. Tercatat hingga tahun 2014 ini, pasien diabetes di Indonesia mencapai angka 8,6 juta orang. Hal ini sangat disayangkan, mengingat pasien diabetes di Indonesia sebagian besar berusia 20-59 tahun, atau masih berusia produktif. "Dari 8,6 juta orang yang menderita diabetes, 50 persen di antara mereka itu sebelumnya belum terlalu paham mengenai diabetes. Tidak heran makanya saat didiagnosis menderita diabetes, 10 persen di antaranya sudah sampai pada tahap komplikasi," ujar Prof. Dr. dr. Achmad Rudijanto, Sp.PD-KEMD, FINASIM, ketua dari Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni). Menurut Prof Achmad, kenyataan ini disebabkan karena kurangnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat awam mengenai diabetes itu sendiri. Untuk itu, sangat dibutuhkanlah edukasi guna mengatasi masalah ini. Edukasi ini akan sangat bermanfaat agar masyarakat paham mengenai gejala awal diabetes. Karena apabila masyarakat sudah paham, mereka pun akan cepat memeriksa ke dokter sehingga deteksi pun akan terjadi sejak dini. "Mereka itu kan tidak tahu diabetes itu sebenarnya seperti apa. Yang mereka tahu, diabetes itu ada karena riwayat keturunan. Padahal kan belum tentu," tutur Prof Achmad saat ditemui pada acara Workshop fo Journalist and Writing Competition di Oakwood Premier Cozmo, Jl. Lingkar Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/3/2014). Prof Achmad mengungkapkan gaya hidup dan pola makan merupakan dua hal yang juga berpengaruh dalam menyebabkan diabetes. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan banyak orang, seperti berolahraga, juga merupakan hal yang dapat berisiko pada diabetes. Karena, apabila seseorang mempunyai gaya hidup dan pola makan yang berantakan serta tidak diimbangi dengan aktvitas fisik yang cukup, maka hal tersebut pun akan berdampak pada kesehatannya. Akibat yang paling sering terjadi adalah kegemukan. Padahal kegemukan merupakan hal utama yang menyebabkan seseorang mengidap diabetes. Statistik menunjukkan tidak hanya orang dewasa yang meningkat angka kegemukannya, melainkan juga pada usia anak-anak.

Untuk mengatasi ini, Prof Achmad menuturkan bahwa pentingnya bantuan berbagai lembaga dalam mengedukasi masyarakat awam. Adapun lembaga-lembaga tersebut, seperti lembaga kedokteran, organisasi profesi atau LSM, lingkungan masyarakat, hingga perusahaan-perusahaan yang dapat melakukan promosi gaya hidup sehat dalam program CSR-nya. Pentingnya dokter dan tenaga medis yang kompeten dalam memberikan informasi mengenai diabetes pun sangat diperlukan. Jangan sampai,dengan terbatasnya atau salahnya informasi yang diberikan, membuat masyarakat semakin tidak paham mengenai apa itu diabetes sebenarnya. Menurut Prof Achmad, pemerintah juga dianggap dapat membantu melakukan sesuatu yang berdampak pada pengupayaan perbaikan perilaku masyarakat Indonesia. "Selama ini orang Indonesia itu malas bergerak, berolahraga. Nah, pemerintah bisa memberikan sesuatu yang berdampak pada hal tesebut. Di Singapura misalnya. Orang-orang yang ingin naik angkutan umum kan harus jalan dulu ke haltenya. Sedangkan Indonesia tidak, kan? Jadi, mungkin pemerintah bisa membangun halte dengan memperketat aturan yang membuat orang Indonesia harus berjalan menuju halte demi naik angkutan. Dengan begitu kan akan jadi banyak aktivitas pergerakan yang dilakukan. Hal inilah yang dapat membantu," paparnya. Prof Achmad menambahkan bahwa hanya edukasilah yang akan membantu mengurangi komplikasi akibat diabetes di Indonesia. Karena selama ini, pasien diabetes yang terdiagnosa memang terasa sudah dalam keadaan yang terlambat ketika didiagnosis. Dengan edukasi pencegahan yang digalakkan, diharap masyarakat akan lebih peka dan paham mengenai diabetes, sehingga bisa mencegah terlambatnya deteksi yang berakibat pada komplikasi diabetes.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Sun Aug 17, 2014 12:46 pm

MAKANAN SAHABAT DIABETES
Penulis : Kontributor Health, Dhorothea | Sabtu, 16 Agustus 2014 | 13:48 WIB
KOMPAS.com- Tidak ada makanan super yang bisa ampuh menurunkan kadar gula darah seorang diabetesi. Mau tak mau seorang diabetesi harus menjaga kadar gula darah dengan pola makan dan olah raga yang tepat supaya penyakitnya terkontrol. Belakangan ini kayu manis diberitakan sebagai bahan pangan yang mungkin bisa menurunkan risiko diabetes atau membantu mengontrol kadar gula darah. Meskipun mungkin kayu manis bisa membantu mengontrol gula darah, para ahli tetap mengingatkan tidak ada makanana ajaib untuk mengontrol kadar gula para diabetesi. “Tidak ada ramuan ajaib untuk diabetes,” kata juru bicara American Dietetic Association Cathy Nonas, RD. Menurutnya, diabetesi tetap perlu mengatur pola makan seimbang dan olah raga teratur utuk mengontrol diabetes. Makanan seperti roti dan nasi putih sebaiknya dihindari oleh diabetesi. Roti dan nasi putih langsung diubah menjadi gula darah. Ini yang menyebabkan kenaikan gula darah mendadak. Sementara makanan seperti nasi merah dicerna lebih lambat sehingga tidak menimbulkan kenaikan gula darah mendadak. Untuk mereka yang mengikuti pola makan diabetesi yang sehat, berikut ini makanan yang bisa membantu gula darah terkendali.

Oatmeal
Oatmeal bisa membantu mengontrol gula darah asalkan tidak ditambah dengan gula. “Meskipun oatmeal adalah karbohidrat, ini karbohidrat jenis yang baik karena tinggi kandungan seratnya sehingga lambat dierna dan tidak menaikkan gula darah dengan cepat.,” kata juru bicara American Dietetic Association Marisa Moore, RD, LD. Bukan hanya mengontrol gula darah, oatmeal juga memberikan sumber energi yang lebih stabil buat tubuh dibanding roti putih atau nasi putih. Plus juga mebantu menurunkan berat badan. Adalah penting bagi diabetesi tipe dua untuk menurunkan berat badan. “Ketika berat badan turun, gula darah juga terkontrol secara signifikan,” kata Nonas.

Brokoli, Bayam dan Kacang Hijau
Di samping mengonsumsi karbohidrat berserat tinggi, diabetesi perlu juga mengonsumsi sayuran seperti brokoli, bayam dan kacang hijau. Sayuran ini kaya serat dan rendah karbohidrat sehingga ideal untuk kaum diabetesi. Lebih baik lagi jika porsi sayuran ini diperbanyak. Sebuah penelitian yang diterbitkan di DiabetesCare, terbukti 43 persen diabetesi tipe 2 yang mengikuti pola makan vegetarian rendah lemak selama 22 minggu mengalami penurunan kebutuhan akan obat-obatan diabetes. Angka 43 persen itu lebih tinggi dibandingkan 26 persen diabetesi yang mengikuti diet ala American Diabetes Association.

Stroberi
Buah seperti stroberi untuk dijadikan camilan tidak akan meningkatkan kadar gula darah. Sebab stroberi itu rendah kalori dan karbohidrat, kaya serat dan air sehingga perut jadi kenyang lebih lama. Diabetesi akan merasa kenyang hanya dengan mengonsumsi sedikit karbohidrat.

Salmon dan Daging Tanpa Lemak
Daging yang kaya protein tidak mempengaruhi gula darah seperti karbohidrat. Demikian kata Nonas. Namun sumber protein untuk diabetesi itu sebaiknya dengan porsi secukupnya dan berupa ikan, dada ayam tanpa kulit atau daging tanpa lemak. Ikan salmon adalah sumber protein yang bagus untuk diabetesi karena mengandung asam lemak omega tiga. Asam lemak ini bagus untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Sebagaimana diketahui 65 persen diabtesi meninggal karena penyakit jantung dan stroke.

Kayu Manis
Baru-baru ini diberitakan kayu manis sebagai bumbu yang punya efek seperti insulin dan membantu menurunkan gula darah diabetesi. Hal ini diteliti oleh ilmuwan dari Jerman. Mereka menyimpulkan bahwa ekstrak kayu manis tampaknya punya dampak moderat menurunkan gula darah diabetesi, khususnya mereka yang sulit mengontrol gula darah. Namun jangan buru-buru mengonsumsi kayu manis banyak-banyak. Diperlukan studi lebih lanjut sebelum dokter merekomendasikan kayu manis untuk diabetes.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Sun Aug 17, 2014 12:47 pm

OBAT DIABETES BIKIN PANJANG UMUR
Penulis : Unoviana Kartika | Selasa, 12 Agustus 2014 | 16:33 WI
KOMPAS.com - Obat yang diresepkan untuk penyakit diabetes ternyata tidak hanya bermanfaat untuk mengelola penyakit itu saja, tetapi juga untuk membantu orang yang mengonsumsinya hidup lebih panjang. Sebuah studi menemukan metformin, obat yang berguna untuk mengontrol gula darah juga dapat mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah, serta kanker, meskipun pada orang tanpa diabetes. Peneliti menganalisis pada lebih dari 180.000 orang dan menemukan perubahan signifikan pada mereka yang diberi metformin, dibandingkan dengan obat anti-diabetes lainnya, baik pada orang dengan diabetes dan orang tanpa diabetes. Kendati demikian, peneliti mengatakan periode waktu tindak lanjut studi relatif pendek sehingga sebenarnya belum dapat disimpulkan demikian. Pasalnya komplikasi diabetes juga dapat memburuk seiring waktu sehingga berhubungan dengan kematian yang lebih cepat. Ketua penelitian Profesor Craig Currie dari Cardiff University School of Medicine mengatakan, pasien yang diterapi dengan metformin menunjukkan perbaikan yang signifikan untuk ketahanan hidup dibandingkan dengan mereka yang hidup tanpa diabetes. Namun yang mengejutkan, temuan ini mengindikasikan bahwa obat itu juga memiliki dampak menguntungkan bukan hanya pada pasien diabetes, melainkan juga pada pasien tanpa diabetes. "Metformin menunjukkan manfaat anti-kanker dan anti-penyakit kardiovaskular, sehingga membantu untuk menurunkan risiko panyakit tersebut hingga sepertiganya, khususnya pada orang pradiabetes," ujarnya. Meski begitu, untuk mendapatkan manfaat optimal dari obat, lanjut dia, orang pradiabetes tipe 2 juga perlu mengurangi berat badannya dengan menjaga pola makan dan berolahraga. Sementara itu, hasil studi ini juga cocok pada kelompok orang tanpa diabetes yang dengan umur, jenis kelamin, kebiasaan merokok dan status klinis apapun, bila ekspektasi usia mereka dibandingkan. Studi yang dipublikasi dalam jurnal Diabetes, Obesity and Metabolism itu juga mencatat, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui dampak metformin pada orang sehat, khususnya juga untuk efek samping yang dihasilkannya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Mon Apr 13, 2015 7:04 am

DIABETES BERBAHAYA TAPI TIDAK DISADARI
Sabtu, 11 April 2015 | 10:40 WIB
JAKARTA, KOMPAS — Diabetes melitus merupakan gangguan kronis. Namun, hampir 70 persen penderita tidak menyadari kondisinya dan belum terdiagnosis. Padahal, dalam jangka panjang, diabetes akan mengganggu fungsi organ vital tubuh, seperti jantung dan ginjal. Karena itu, perlu kesadaran masyarakat untuk melakukan cek kesehatan berkala. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi diabetes melitus (DM) sekitar 6,9 persen. Sebelumnya, pada Riskesdas 2007 tercatat 5,7 persen. "Yang terdiagnosis baru sekitar 30 persen," kata Dyah Erti Mustikawati, Kepala Subdirektorat Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik Kementerian Kesehatan. Hal itu disampaikan dalam pertemuan media "Arti Penting Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan dalam Pengendalian Diabetes", Jumat (10/4), di Jakarta. Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Perkumpulan Endokrinologi (Perkeni) Achmad Rudijanto, serta Guru Besar Endokrinologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Pradana Soewondo. Menurut Dyah, DM sering tidak disadari oleh penderita karena tidak melakukan pengecekan kadar gula darah. DM terjadi ketika konsentrasi glukosa atau gula darah melebihi keadaan normal. Disebut DM jika kadar gula darah dalam keadaan puasa lebih atau sama dengan 126 mg/dL. Selanjutnya, dua jam setelah makan, kadar gula darah sama atau lebih dari 200 mg/dL. Rudijanto menyatakan, diperkirakan pada 2015 terdapat 9,1 juta penderita diabetes. Hal ini menyebabkan Indonesia berada di peringkat kelima negara dengan pengidap diabetes terbanyak.

Pradana menambahkan, masyarakat harus mengetahui faktor-faktor yang memperbesar risiko DM. "Jika tidak diobati, akan jadi komplikasi, seperti stroke dan penyakit ginjal," katanya. Beberapa faktor risiko, antara lain obesitas, gaya hidup tidak sehat, kurang gerak, merokok, pernah mengalami diabetes gestasional (gula darah tinggi saat hamil), usia di atas 45 tahun, dan faktor keturunan. "Faktor risiko itu dapat ditangani untuk mencegah perburukan kondisi diabetes," kata Pradana. Untuk DM tipe 1, perlu penanganan dengan injeksi insulin. Sementara DM tipe 2 dapat dikendalikan melalui konsumsi obat secara teratur. DM tipe 2 dapat dicegah dengan pola makan sehat, membatasi konsumsi makanan manis serta makanan berlemak tinggi, olahraga teratur, dan tidak merokok. Gejala diabetes di antaranya selalu haus, selalu lapar, sering kencing, dan pandangan kabur. Untuk memantaunya, dapat dengan periksa rutin kadar gula darah. Terkait dengan pencegahan, Rudijanto mengatakan, dokter umum harus memiliki kemampuan untuk menangani penyakit DM. Karena itu, Perkeni, Kementerian Kesehatan, dan American Diabetes Association (ADA) bekerja sama melaksanakan program pelatihan dalam kerangka Partnership in Diabetes Control di Indonesia (PDCI). Pelatihan dimulai sejak 2013. "Kami menargetkan memberi pelatihan kepada 5.000 dokter umum dan 500 dokter spesialis penyakit dalam selama lima tahun," ujarnya. Dyah menyatakan akan memperkuat fasilitas kesehatan tingkat pertama, dalam hal ini puskesmas, agar mampu melaksanakan pencegahan serta menangani DM. (B05)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Mon Apr 13, 2015 7:06 am

TIDAK ADA DIABETES BASAH ATAU KERING
Penulis : Lusia Kus Anna | Kamis, 2 April 2015 | 08:00 WIB
KOMPAS.com - Luka yang tidak kunjung sembuh di bagian kaki, bahkan hingga menimbulkan borok kerap dialami oleh pasien diabetes melitus. Masyarakat awam kerap menyebut komplikasi diabetes tersebut sebagai "diabetes basah". Meski demikian, sebenarnya tidak ada kategori diabetes "kering" atau "basah". Jenis diabetes sendiri ada beberapa macam, yakni diabetes tipe 1 yang biasanya terjadi di usia anak-anak, serta diabetes tipe 2 atau diabetes melitus yang disebabkan karena gaya hidup tidak sehat dan diderita orang dewasa. Ada juga diabetes gestasional atau diabetes yang terjadi selama kehamilan. Ada pun "diabetes basah" yang sering salah dipahami awam itu sebenarnya adalah diabetes melitus. "Awam menilai kalau basah maka lukanya jadi jelek," kata dr. Rochsismandoko, Sp.PD dari RS.Betshaida Serpong, Tangerang Selatan. Luka yang menimbulkan borok tersebut merupakan komplikasi penyakit diabetes akibat kadar gula darah terus menerus tinggi. "Ini kombinasi dari saraf dan pembuluh darah yang rusak sehingga mempersulit penyembuhan," katanya. Ulkus atau luka yang sulit sembuh dipicu terjadinya penyempitan pembuluh darah tepi di kaki. Kondisi itu membuat jaringan di bagian kaki yang mengalami luka menjadi tidak teraliri darah, kekurangan oksigen, dan nutrisi hingga akhirnya mati.

Sirkulasi darah yang buruk pada kaki menyebabkan pertahanan tubuh terhadap infeksi kuman terganggu. Kadar gula yang tinggi membuat kuman lebih mudah berkembang biak. Itu semua membuat infeksi makin mudah menyebar hingga akhirnya luka di kaki harus segera diamputasi. "Semakin jauh dari jantung, pembuluh darah akan mudah rusak dan kalau ada luka sulit sembuh. Karena itu pada pasien diabetes yang dipentingkan adalah bagian kaki. Kan, tidak ada luka di tangan atau punggung yang sulit sembuh," paparnya. Rochis menyebutkan, hampir 40 persen pasien diabetes yang datang ke klinik sudah terjadi neuropati (komplikasi pada saraf) dan juga makrioangiopati (penebalan dinding pembuluh darah besar). "Tidak semua pasien diabetes melitus mengalaminya, kalau gula darahnya terkendali tidak mungkin terjadi," Ketua Persadia Tangerang ini. Rochis menjelaskan, pada umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan pembuluh darah di kaki pasiennya. "Kita bisa meraba apakah ada perubahan warna, bentuk, atau rasa di kaki," katanya. Neuropati pada kaki bisa menyebabkan pasien mengalami baal atau mati rasa. "Saya ada pasien yang menginjak paku payung pun tidak merasa. Pulang dari naik bajaj kakinya sudah melepuh karena tidak merasa menginjak sesuatu," katanya. Oleh karena itu pasien diabetes melitus diwajibkan selalu menggunakan sandal, baik di dalam rumah atau luar rumah. Pasien juga harus rutin memeriksakan kakinya dan segera mengobati lukanya. Walau luka yang infeksi sulit sembuh, namun menurut Rochis tidak semua kasus borok di kaki memerlukan amputasi. "Kalau masih bisa diperbaiki ya tidak perlu diamputasi. Kecuali kalau infeksinya sudah kena tulang terpaksa harus diamputasi," katanya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Thu Apr 23, 2015 8:50 pm

MENGENAL DIABETES TIPE 3
Diana Rafikasari Selasa, 7 April 2015 − 16:07 WIB SindoNews
NEW DELHI - Diabetes tipe 3 merupakan diabetes tipe baru. Saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui informasi mengenai diabetes ini. Dilansir dari Times of India, diabetes tipe 1 merupakan penyakit yang disebabkan turunan. Gaya hidup yang tidak sehat dapat memicu diabetes tipe 2. Sedangkan diabetes tipe 3 berhubungan dengan otak. “Bagian-bagian tertentu dari tubuh menyekresikan insulin. Ketika otak resisten terhadap tubuh yang menghasilkan insulin, kondisi ini yang disebut sebagai diabetes tipe 3,” papar Dr S V Madhu dari Research Society for the Study of Diabetes in India (RRSDI). Madhu menjelaskan, penyebab diabetes tipe 3 ini masih belum diketahui pasti. Namun gejala dari diabetes tipe 3 sama seperti diabetes tipe lainnya. Perbedaannya terletak pada masalah disfungsi otak dan ditambah dengan kehilangan ingatan. “Bila penderita diabetes mengalami kehilangan ingatan, segera konsultasikan kesehatan Anda ke dokter,” ujar dia. Pengobatan diabetes tipe 3 ini tidak berbeda dengan penanganan diabetes tipe lain. Pasien diabetes tipe 3 akan diobati sama seperti diabetes lainnya. Sampai saat ini, obesitas menjadi salah satu penyebab dari diabetes dan ini juga memiliki hubungan dengan diabetes tipe 3. Mereka yang obesitas atau memiliki kecenderungan menderita diabetes tipe 2 berisiko diabetes tipe 3.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Thu Apr 30, 2015 7:52 pm

DIABETES, BERARTI HARUS STOP MAKANAN MANIS?
Kamis, 30 April 2015 | 16:07 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Meski jumlah pasien diabetes di Indonesia cukup banyak, namun masih saja ada mitos-mitos keliru tentang penyakit ini yang dipercaya masyarakat. Padahal, salah memahami diabetes bisa membuat penyandang diabetes salah langkah. "Penting bagi diabetesi untuk memahami apa saja yang perlu dilakukan agar bahaya diabetes lainnya tidak menyerang. Salah satunya dengan memilih makanan yang dapat menjaga gula darah," kata dr.Mohammad Firas dalam acara peluncuran buku "Diabetes and Me" oleh Soyjoy di toko buku Kinokuniya, Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (30/4/2015). Berikut beberapa mitos seputar diabetes dan apa fakta yang benar.

1. Diabetesi tidak boleh ngemil
Hal ini merupakan mitos. Sebab, cemilan berfungsi menjaga gula darah tetap stabil sehingga dapat mengontrol pola makan. Namun, pilihlah cemilan yang sehat.

2. Diabetesi harus stop konsumsi gula
Diabetesi tidak perlu berhenti konsumsi gula. Sebab, gula berfungsi sebagai sumber energi untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Tetapi, jumlah konsumsi gula tentunya harus dibatasi.

3. Penyandang diabetes tidak boleh makan berserat karena serat dapat meningkatkan gula darah dan berat badan.
Hal ini juga mitos. Serat justru berfungsi memperlambat penyerapan gula dalam darah sehingga dapat menjaga kestabilan gula darah dan menjaga berat badan.

4. Diabetesi lebih baik hanya makan tiga kali sehari.
Diabetesi boleh saja makan 5-6 kali sehari agar gula darah terjaga. Sebanyak 3 kali untuk makan utama dan 2-3 kali untuk makan selingan.

5. Jika ada anggota keluarga diabetes, sudah pasti Anda terkena diabetes.
Fakta menunjukkan, lebih dari 95 persen penyandang diabetes tidak mewarisi penyakitnya pada keluarganya. Penyakit diabetes yang diderita umumnya karena pola makan yang tidak sehat.

6. Diabetes diturunkan menyilang dari ibu ke anak laki-laki atau dari ayah ke anak perempuan.
Ini juga mitos. Memiliki golongan darah yang sama dengan ayah dan ibu juga tidak membuat Anda terkena diabetes. Riwayat keluarga memang menambah risiko terkena diabetes. Tetapi, utamanya memang disebabkan oleh faktor pola makan.

7. Kadar gula darah rendah lebih baik daripada darah tinggi.
Menurut dokter, gula darah rendah sama berbahayanya dengan kadar gula darah yang tinggi.

Indonesia menempati posisi ke 5 sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi berdasarkan International Diabetes Federation 2014, yaitu 9,1 juta jiwa. Dalam waktu satu tahun, Jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat 600.000 orang. Diperkirakan pada 2030 nanti penduduk Indonesia yang menderita diabetes mencapai 21 juta orang. Untuk itu, sangat penting menjaga pola makan sehat agar memiliki gula darah yang stabil.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Fri May 01, 2015 2:01 pm

5 PILAR YANG HARUS DILAKUKAN DIABETISI
Kamis, 30 April 2015, 23:00 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Diabetes merupakan penyakit yang berhubungan dengan gula darah. Penyakit ini terkadang tidak terasa oleh diabetisi, sebutan bagi orang yang positif terkena diabetes. Mereka seringkali memeriksanya setelah terjadi gejala-gejala yang sudah parah. Setelah positif mengidap diabetes, diabetisi diwajibkan untuk mengontrol pola makan agar gula darah tidak naik. Selain itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Menurut pengurus Persadia Muda (young diabetic), dr Mohammad Firas ada lima pilar Diabetes yang perlu diketahui.

Pertama, aktivitas fisik.
Diabetisi harus aktif berolahraga seperti berenang, lari, bersepeda, dan lainnya secara teratur.

Kedua, menjaga makanan.
Diabetisi harus mengetahui jenis makanan, waktu yang tepat untuk makan, dan jumlah makanan yang baik untuk dikonsumsi.

Ketiga, obat-obatan.
Diabetisi harus disiplin dalam mengkonsumsi obat-obatan dan insulin agar gula darah tetap terjaga.

Keempat, mentoring gula darah.
Diabetisi harus melakukan pemantauan gula darah secara teratur. Ini bisa dilakukan setelah atau sebelum makan.

Kelima, edukasi. Diabetisi dan orang terdekatnya harus terus memperluas wawasan dan pengetahuan seputar penyakit diabetes.
Bukan hanya mengkonsumsi obatan atau insulin saja. Hal ini menjadi penting karena pengetahuan tentang diabetes mempermudah diabetisi dan orang terdekat mengetahui hal apa saja yang bisa dilakukan dan mengetahui pencegahan bila terjadi sesuatu.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue May 05, 2015 7:56 pm

TIPS BERPUASA UNTUK PENDERITA DIABETES
Diana Rafikasari Selasa,  5 Mei 2015  −  13:22 WIB Sindonews
JAKARTA - Diabetesi atau penderita diabetes tidak dilarang untuk berpuasa. Namun, bagi diabetesi, berpuasa akan menjadi tantangan. Pasalnya, diabetesi harus dapat mengatur waktu makan dan menyesuaikan pengobatan. Namun, bagi penderita diabetes yang tidak terkontrol, dokter tidak menyarankan untuk berpuasa. Berikut tips berpuasa bagi diabetesi menurut pengurus Persadia Muda (Young Diabetic), dr Mohammad Firas.

1. Makan di dekat waktu sahur
“Perlambat makan sahur baik untuk mempercepat waktu puasa. Lalu perbanyak makan serat agar tahan lapar. Dan jangan minum yang manis-manis, karena setelah dua jam gula darah dapat naik dan membuat lemas,” papar dr Firas.

2. Rutin cek gula darah
Diabetesi sangat dianjurkan untuk rutin mengecek gula darah secara teratur. Adapun waktu yang tepat untuk mengecek gula darah adalah sebelum sahur, setelah berbuka dan di tengah hari. Hal ini bertujuan untuk memastikan gula darah secara terkontrol.

3. Sesuaikan obat
Diabetesi dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter, minimal dua sampai tiga minggu sebelum menjalankan puasa. Pasalnya, diabetesi perlu melakukan penyesuaian mengubah obat malam untuk siang dan obat siang untuk obat malam.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Fri May 08, 2015 6:36 am

2 HAL INI MAMPU KURANGI RISIKO DIABETES
Kamis, 07 Mei 2015, 22:51 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Olahraga, pembatasan asupan kalori dan pengurangan berat badan, bermanfaat untuk mengurangi risiko seseorang terkena diabetes tipe dua, menurut sebuah studi dalam jurnal Diabetes Care. Dalam studi itu, para peneliti dari Saint Louis University melibatkan laki-laki dan perempuan di usia pertengahan yang mengalami kelebihan berat badan sebagai partisipan. Mereka lalu meminta para partisipan ini mengurangi berat badannya 6-8 persen, dengan membatasi kalori, melakukan olahraga atau mengombinasikan keduanya. Selama studi, tim peneliti yang dipimpin Edward Weiss, Ph.D, itu mencatat tingkat insulin—penanda risiko diabetes yang mengukur seberapa efektif tubuh memanfaatkan insulin—para partisipan. "Jika gula darahmu normal, tetapi tingkat sensitivitas insulinmu rendah, kau bisa saja mengalami masalah gula darah dan ini berpotensi menjadi diabetes tipe dua," kata Weiss. Para peneliti menemukan, olahraga dan pembatasan kalori berefek positif pada tingkat sensitivitas insulin. Hal yang paling menarik menurut mereka, partisipan yang melakukan kedua hal ini dua kali lipat meningkat sensitivitas insulinnya. Di samping itu, olahraga dan pembatasan kalori bermanfaat positif mengatur keseimbangan glukosa dalam tubuh atau glukoregulasi. Hasil studi juga menunjukkan, olahraga saja tidak mampu membantu menyeimbangan kadar glukosa dalam tubuh. Dengan kata lain, efek positif ini tidak akan terjadi jika partisipan hanya mengombinasikan olahraga dan pembatasan kalori. "Kau akan lebih sehat jika melakukan olahraga dan mengonsumsi makanan dalam jumlah cukup," pungkas Weiss seperti dilansir siaran publik Saint Louis University.
Back to top Go down
 
Diabetes Melitus
View previous topic View next topic Back to top 
Page 71 of 72Go to page : Previous  1 ... 37 ... 70, 71, 72  Next
 Similar topics
-
» My little boy going for diabetes tests tomorrow
» Hand Manifestations of Diabetes Mellitus
» Mint and diabetes
» Former 007 Roger Moore reveals suffering from diabetes has forced him to give up martinis
» Jason Fung:The Two Big Lies of Type 2 Diabetes

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: