Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Diabetes Melitus

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 38 ... 72  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Sun May 30, 2010 10:07 am

DIABETES MELITUS
DEFINISI
Istilah diabetes mellitus mengarah pada beberapa kondisi kesehatan yang mempengaruhi bagaimana tubuh menggunakan gula dalam darah (glukosa). Glukosa sangat penting bagi kesehatan karena merupakan sumber energi utama bagi otot dan jaringan. Jika anda memiliki diabetes tipe apapun, itu berarti anda memiliki terlalu banyak glukosa. Terlalu banyak glukosa dalam darah akan menyebabkan masalah yang serius. Diabetes kronis terdiri dari diabetes tipe 1 dan tipe 2.

GEJALA
Gejala diabetes bervariasi berdasarkan jenis diabetes yang anda miliki. Jika anda memiliki prediabetes (kadar gula darah lebih tinggi dari normal tapi belum cukup dikategorisasikan sebagai diabetes) atau gestational diabetes (gula darah yang meningkat saat kehamilan) mungkin tidak akan mengalami gejala.

Tanda dan gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 antara lain:
Sering haus
Sering buang air kecil
Sangat lapar
Hilang berat badan secara tiba-tiba
Kelelahan
Pandangan kabur
Apabila memiliki luka, luka tersebut sulit sembuh
Sering mengalami infeksi, seperti infeksi gusi atau kulit dan infeksi vagina atau kandung kemih

Diabetes tipe 1 umumnya terjadi pada anak-anak dan remaja meskipun pada dasarnya dapat terjadi pada usia berapapun. Diabetes tipe 2 yang merupakan tipe yang paling umum dapat terjadi pada usia berapapun dan sering dapat dicegah.

Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab
Untuk dapat mengerti tentang diabetes anda harus mengetahui bagaimana glukosa diproses tubuh secara normal.

Bagaimana glukosa bekerja secara normal
Glukosa adalah sumber energi utama bagi tubuh. Glukosa berasal dari dua sumber yang utama, yaitu makanan dan hati. Saat mencerna makanan gula diserap ke dalam aliran darah dengan dibantu oleh insulin (hormon yang mengatur metabolisme karbohidrat). Hormon insulin dihasilkan oleh pankreas.
Dalam proses ini hati bertindak sebagai gudang penyimpanan dan pusat pengolahan. Contohnya ketika anda tidak makan untuk beberapa waktu, hati akan melepaskan glukosa yang tersimpan untuk menjaga kadar glukosa tetap normal.

- Penyebab diabetes tipe 1
Pada diabetes tipe 1, sistem imun anda yang normalnya berfungsi untuk melawan bakteri atau virus malah menyerang hormon insulin. Kondisi ini membuat anda kekurangan atau bahkan tidak memiliki insulin. Alih-alih dihantarkan ke dalam sel, gula akan menumpuk di dalam aliran darah.

- Penyebab prediabetes dan diabetes tipe 2
Pada kondisi prediabetes yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2 dan diabetes tipe 2, sel menjadi resisten terhadap hormon insulin. Hal ini menyebabkan pankreas tidak mampu menghasilkan cukup insulin. Alih-alih mengalirkan ke dalam sel, gula akan menumpuk di dalam darah. Penyebab pastinya tidak diketahui meskipun kelebihan lemak dan perilaku pasif merupakan faktor penting.

- Penyebab gestational diabetes
Saat kehamilan, plasenta memproduksi hormon untuk menopang kehamilan. Hormon ini membuat sel lebih resisten terhadap insulin. Seiring pembesaran plasenta pada tiga bulan kedua dan ketiga, maka hormon tersebut semakin banyak dihasilkan.
Normalnya pankreas akan merespon dengan menghasilkan lebih banyak insulin. Tetapi terkadang pankreas justru tidak mampu meresponnya. Ini membuat glukosa banyak menumpuk di darah dan tidak terserap ke dalam sel.

Faktor risiko
Faktor risiko diabetes didasarkan pada tipe diabetes.

- Faktor risiko diabetes tipe 1
Meskipun penyebab pasti diabetes tipe 1 tidak diketahui, faktor keturunan mungkin mempengaruhi. Faktor lainnya adalah terkena penyakit yang disebabkan virus.

- Faktor risiko diabetes tipe 2
Lemak. Semakin banyak lemak pada jaringan tubuh anda, semakin tinggi pula resistensinya terhadap insulin.
Perilaku pasif. Perilaku pasif akan membuat lemak dalam tubuh tidak terbakar. Aktifitas fisik akan membantu mengontrolnya dan semakin banyak penggunaan glukosa untuk energi maka semakin sensitif sel anda terhadap glukosa.
Faktor keturunan.
Usia. Risiko akan meningkat seiring dengan usia dimana aktifitas fisik cenderung menurun.
Gestational diabetes. Jika anda memiliki gestational diabetes ketika hamil, maka risiko mengalami prediabetes dan diabetes tipe 2 akan meningkat kemudian. Jika bayi yang anda lahirkan memiliki berat lebih dari 4 kilogram maka anda juga berisiko terkena diabetes tipe 2.
Polycystic ovary syndrome. Ditandai dengan periode menstruasi yang tidak teratur, tumbuh rambut yang terlalu banyak dan obesitas.

Kondisi lain yang terkait diabetes antara lain:
Tekanan darah tinggi
Kolesterol

Pencegahan
Diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah. Akan tetapi diabetes tipe 2 dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat.
Makan makanan sehat rendah kalori dan lemak
Lebih aktif secara fisik, khususnya dengan berolahraga
Jaga berat badan ideal


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 5:38 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Sun May 30, 2010 10:12 am

GAYA HIDUP TINGKATKAN RISIKO DM
KILAS - Edisi Juni 2009 (Vol.8 No.11) Farmacia
Kaitan antara penyakit diabetes dan gaya hidup sudah lama dipercaya. Teori tersebut kembali diperkuat melalui hasil penelitian dari Amerika Serikat yang menganalisa keterkaitan antara gaya hidup dengan insiden diabetes. Penelitian ini berlagsung selama lebih dari 10 tahun pada 4883 laki-laki dan wanita yang berusia 65 tahun atau lebih. Faktor gaya hidup yang dianalisa adalah aktivitas fisik, pola makan, kebiasaan merokok dan konsumsi alcohol, serta berat badan. Secara keseluruhan, peneliti menemukan ada penurunan sebesar 35% insiden diabetes pada mereka yang memiliki gaya hidup yang rendah risiko diabetes. Orang dengan aktivitas fisik dan pola makan yang bagus berpeluang 46% lebih rendah terjangkit diabetes. Sementara pada kelompok yang memiliki aktivitas fisik dan pola makan bagus serta tidak meminum alkohol maupun merokok, 82% lebih rendah untuk terjangkit diabetes. Sebaliknya pada kelompok yang tidak memiliki gaya hidup sehat dalam 4 faktor yang dianalisa tadi, akan berpeluang 80% menderita diabetes. Kegemukan juga berperan besar dalam insiden diabetes. Ternyata pada kelompok yang sudah menerapkan gaya hidup sehat di 4 hal tersebut ditambah ia tidak obesitas serta lingkar pinggang kecil, 89%-nya tidak akan berkembang menjadi diabetes. Studi ini dipublikasikan di Archives of Internal Medicine.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 14, 2012 2:31 pm; edited 6 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Jun 01, 2010 5:15 am

MITOS SEPUTAR DM
Senin, 20 September 2010 | 08:08 WIB
Kompas.com - Diabetes melitus merupakan penyakit yang cukup "disegani", selain karena tidak mungkin disembuhkan, efek samping penyakit ini bisa berakibat fatal. Meski penyakit ini cukup dikenal, nyatanya masih banyak mitos yang melingkupinya. Cari tahu fakta sebenarnya di sini.

Kebanyakan gula bikin diabetes
Mengurangi asupan gula memang salah satu dari cara mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes. Namun bukan berarti hal itu menjadi penyebab penyakitnya. Faktanya, diabetes disebabkan karena tubuh tak cukup menggunakan insulin, hormon yang dihasilkan oleh pankreas. Akibatnya, terjadi kelebihan gula di dalam darah sehingga menjadi racun bagi tubuh.

Penderita diabetes harus mengonsumsi makanan diet
Sebenarnya tidak tepat begitu. Hingga saat ini belum ada diet khusus untuk diabetes, yang ada adalah upaya menormalkan kembali kadar gula darah. Semua makanan boleh dikonsumsi diabetesi asalkan sanggup membatasi jumlahnya sesuai kebutuhan. Jika tidak, apalagi sulit menurunkan gula darahnya, untuk amannya konsumsi jenis makanan yang disarankan dokter. Penelitian menunjukkan, makanan yang kaya serat efektif menurunkan gula darah.

Pengidap diabetes butuh insulin
Mitos ini sering membuat pasien yang baru didiagnosa diabetes menjadi panik. Memang penderita diabetes tipe 1, yang tubuhnya tidak bisa memproduksi insulin, membutuhkan suntikan insulin. Pasien diabetes tipe 2 butuh suntikan insulin bila obat-obatan sudah tidak efektif lagi. Tetapi dengan pengaturan pola makan dan obat saja biasanya sudah cukup.

Penyakit diabetes ada yang ringan
Tidak. Sebagian pasien memang memiliki kadar gula darah yang tinggi dibanding yang lain sehingga penyakitnya mengalami komplikasi. Namun, begitu dokter mendiagnosa Anda terkena diabetes, jangan pernah mengingkarinya dan menganggap penyakit ini sepele. Karena Anda perlu melakukan titik balik perubahan gaya hidup. Lakukan perubahan pola makan dan berolahraga untuk mengontrol gula darah.

Sering kencing malam hari tanda diabetes
Sering buang air kecil, mudah haus, berat badan turun drastis, nafsu makan meningkat dan kelelahan merupakan gejala diabetes. Namun ada kondisi pendahuluan dari munculnya diabetes, yaitu penderita belum mengalami gejala fisik diabetes tapi kadar gula darah puasanya sudah di atas normal. Kondisi ini disebut gejala pre-diabetes. Untuk itu, cara terbaik untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan pemeriksaan kadar gula darah minimal setahun sekali, terutama jika Anda termasuk kegemukan dan memiliki riwayat keluarga penderita diabetes.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 14, 2012 2:32 pm; edited 6 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Jun 01, 2010 6:32 am

DIABETES MELITUS
Selasa, 30/06/2009 15:02 WIB
Diabetes millitus terjadi karena kadar gula dalam darah meningkat akibat� gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Kadar gula yang normal dalam darah berkisar antara 70 - 150 mg/dL {millimoles/liter (satuan unit United Kingdom)} atau 4 - 8 mmol/l {milligrams/deciliter (satuan unit United State)}, Dimana 1 mmol/l = 18 mg/dl.

indodiabetes.com menyatakan bahwa salah satu penyebab diabetes millitus adalah sakit gigi. Menurut situs tersebut penelitian di Amerika Serikat (AS) yang menyatakan penderita kerusakan gigi kronis bisa menjadi pengidap penyakit diabetes tipe 2. Ahli diabetes dan gigi di Inggris menyetujui hasil riset itu walau perlu penelitian lebih dalam lagi.

Pada kerusakan gigi yang parah, bakteri dapat masuk ke aliran darah dan mengganggu sistem kekebalan tubuh. Sel sistem kekebalan tubuh yang rusak melepaskan sejenis protein yang disebut cytokines. Cytokines inilah penyebab kerusakan sel pankreas penghasil insulin, hormon yang memicu diabetes. Gejala Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini meskipun tidak semua dialami oleh penderita :

1. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)
2. Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)
3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)
4. Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)
5. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya
6. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki
7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu
8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba
9. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya
10.Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.

Pengobatan
Prinsip pengobatan diabetes adalah mengembalikan atau mempertahankan kadar gula darah dalam keadaan normal. Pengobatan diabetes meliputi pengendalian berat badan, olah raga dan diet.
(tbs/tbs)


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 6:02 am; edited 7 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Mon Jun 07, 2010 9:42 am

LIBURAN BIKIN PENYAKIT DIABETES MENINGKAT
Kamis, 08/07/2010 16:13 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Penyakit diabetes yang tidak dapat disembuhkan hanya dapat diatasi dengan mengontrol gaya hidup dan pola makan. Tapi saat liburan, orang dengan diabetes seakan terlena dan mengabaikan semua pantangannya, sehingga banyak pasien yang mengalami peningkatan gula darah. "Saat liburan, pasien diabetes yang biasa kontrol ke saya, mengalami peningkatan gula darah yang cukup tinggi," ujar Prof DR dr Sidartawan Soegondo, SpPD, KEMD, FACE, President Elect 2009-2011 Persadia (Persatuan Diabetes Indonesia), dalam acara Peluncuran Kampanye Siaga 140 di Harum Manis Resto, Jakarta, Kamis (8/7/2010).

Prof Sidartawan menuturkan bahwa pasien diabetes yang kebanyakan adalah orang tua, biasanya akan mengabaikan pantangannya demi bisa bersenang-senang dengan anak dan cucunya saat liburan. Ini sangat mengkhawatirkan bila terjadi terus-menerus. Karena penyakit diabetes sangat rentan dengan komplikasi penyakit berbahaya. Asal tahu saja, ada dua jenis komplikasi yang terjadi pada penyakit diabetes, yaitu mikrovaskular dan makrovaskular. Mikrovaskular (pembuluh darah kecil) meliputi pembuluh darah ke mata, ginjal dan saraf. Sedangkan makrovaskular (pembuluh darah besar) meliputi pembuluh darah ke otak, jantung dan kaki.

"Mungkin terlihat sepele, hanya kelebihan kadar gula dalam darah. Tapi dampaknya bisa mengenai seluruh organ vital di tubuh," pungkas Prof Sidartawan. Bila komplikasi mengenai mikrovaskular, maka orang dengan diabetes akan mengalami kebutaan, gagal ginjal dan gangguan saraf (baal atau mati rasa). Dan jika mengenai makrovaskular, maka orang diabetes akan mengalami stroke, penyakit jantung dan kelumpuhan. Maka dari itu, meski musim liburan, lebaran atau hari-hari besar yang menyediakan banyak makanan yang menggiurkan, orang dengan diabetes tetap harus hati-hati dalam menjaga pola makan dan tetap teratur melakukan olahraga, agar tidak berakibat fatal dan merenggut kebahagiaan Anda dengan seketika. Orang dengan diabetes benar-benar harus menjaga makanan dan teratur olahraga agar gula darahnya tidak meningkat dan menyebabkan komplikasi penyakit yang lebih berbahaya.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 14, 2012 2:34 pm; edited 8 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Fri Jun 11, 2010 4:33 pm

10 TIPS TETAP NIKMATI LIBURAN DENGAN DIABETES
Senin, 04 Pebruari 2013, 06:34 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Liburan pastinya sangat menyulitkan bagi anda yang menderita penyakit diabetes. Bagaimana tidak, anda akan dikelilingi oleh aneka menu makanan yang sejatinya tak boleh anda makan. Untuk sebagian orang, makanan-makanan itu mungkin hanya berpengaruh menaikkan berat badan. Namun, bagi penderita diabetes, bisa menjadi masalah yang sangat serius. Berikut adalah 10 tips untuk membantu penderita diabetes tetap menikmati liburannya sembari menjaga penyakitnya, dikutip dari SymptomFind, Senin (4/2).

1. Jangan fokus pada makanan
Masa liburan pastinya menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman. Ya, hampir selalu ada makanan, tetapi anda tak harus berfokus padanya. Anda sebaiknya tetap fokus pada kebersamaan keluarga, bukan fokus melahap setengah lusin donat yang terhidang di meja. Cobalah untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersosialisasi dengan anggota keluarga dan kurangi waktu makan.

2. Buat menu makanan sendiri
Penderita diabetes dapat membuat menu makanan sendiri yang aman untuk dikonsumsi. Saat ini, banyak makanan dan minuman berkonsep zero sugar yang bisa menjadi pilihan untuk anda nikmati. Anda juga bisa menyarankan kepada anggota keluarga anda untuk mengonsumsi makanan zero sugar tersebut. Ini juga bisa membantu anggota keluarga anda terhindari dari kemungkinan menderita penyakit diabetes.

3. Aktif bergerak
Aktivitas bergerak sangat penting untuk menjaga kadar gula darah yang sehat. Sebab, tubuh anda akan menggunakan gula dalam darah untuk bahan bakar energi. Setelah makan malam bersama anggota keluarga, tak ada salahnya anda iseng bermain sepak bola ringan di halaman belakang rumah, atau sekadar berjalan kaki bersama anak cucu anda ke taman. Pada saat liburan, banyak hotel yang memiliki pusat kebugaran yang bisa digunakan oleh tamu mereka. Penderita diabetes harus memanfaatkannya. Jika anda tinggal dengan keluarga atau teman-teman selama liburan, tak ada salahnya anda menanyakan dimana lokasi pusat kebugaran yang bisa anda pakai untuk berolahraga.

4. Perhatikan resep makan
Ada ribuan resep makan yang tersedia untuk penderita diabetes. Jika anda mengunjungi situs pencarian online, banyak bermunculan resep-resep tersebut. Ada ratusan buku masak ramah diabetes yang tersedia di toko buku lokal. Resep ramah diabetes juga baik bagi mereka yang melakukan diet rendah karbohidrat. Jadi, jika seseorang menerapkan gaya hidup rendah karbohidrat, ini akan memberikan manfaat besar bagi mereka.

5. Susun perencanaan makan
Sebelum liburan, ada baiknya anda yang menderita diabetes untuk menyusun perencanaan makan anda. Penderita diabetes harus memiliki rencana makan yang sehat. Bahkan jika perlu berdasarkan anjuran dari dokter mereka. Penderita diabetes harus tetap berpegang pada perencanaan itu, apakah itu hari libur atau tidak. Ada baiknya anda memantau gula darah secara teratur, makan dengan benar, dan tetap aktif bergerak. Penderita diabetes dapat menikmati liburannya jika bisa mempertahankan kontrol diabetes mereka.

6. Makan porsi kecil
Ada ungkapan yang mengatakan bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu adalah penyakit. Demikian juga dengan pola makan. Makan yang berlebihan hanya akan mendatangkan banyak penyakit. Sebaiknya, penderita diabetes makan dalam porsi kecil semasa liburannya. Ini adalah cara terbaik untuk tetap mengontrol gula darah mereka. Makan dalam porsi kecil namun teratur bisa mengurangi jumlah kalori tak sehat dalam tubuh anda. Ini juga bisa menurunkan kadar gula darah anda yang tinggi. Ketika seseorang makan terlalu banyak, gula darah mereka akan menumpuk. Jika tubuh seseorang tak bisa membakar semua glukosa itu, maka tubuh akan menyimpannya dalam bentuk lemak.

7. Makan teratur
Tip ini sejalan dengan makan dalam porsi yang kecil. Untuk alasan yang sama, makan secara teratur dan makan dalam porsi kecil akan membantu menjaga gula darah anda berfluktuasi. Melewatkan jam makan berarti anda membiarkan penurunan gula darah terlalu rendah, ini juga tak baik bagi penderita diabetes. Penderita diabetes perlu memastikan bahwa mereka makan secara teratur.

8. Memberitahu keluarga dan teman
Penderita diabetes harus memastikan bahwa keluarga dan teman-temannya menyadari kebutuhan khusus mereka yang sedang menderita diabetes. Ini adalah cara keluarga dan teman-teman dapat yakin bahwa ada makanan yang tepat tersedia untuk penderita diabetes.
Ini juga memungkinkan keluarga dan teman-teman anda bisa mengontrol penyakit anda. Hal ini harus anda sampaikan beberapa hari sebelum liburan.

9. Hindari alkohol
Penderita diabetes biasanya disarankan untuk tidak mengonsumsi alkohol. Alasan untuk ini adalah kadar gula darah dan efek alkohol. Minuman beralkohol dapat menyebabkan gula darah rendah. Jadi, jika seseorang akan minum alkohol, mereka harus memastikan bahwa mereka tidak menderita diabetes.

10. Kendalikan diri
Menjadi sehat berarti anda harus mengontrol diabetes anda. Sebaiknya anda berolahraga secara teratur, dan tahu kapan harus berkata 'tidak' jika ditawari berbagai hal, misalnya makanan manis, yang berpotensi meningkatkan kadar gula darah anda. Hal terbaik untuk membantu penderita diabetes tetap bisa menikmati liburannya adalah mampu mengurus dirinya sendiri terlebih dahulu.


Last edited by gitahafas on Thu Feb 07, 2013 9:22 am; edited 9 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Sun Jun 13, 2010 1:13 pm

SAKIT LIVER, PEMBUNUH UTAMA DIABETESI
Lusia Kus Anna | Kamis, 31 Maret 2011 | 14:32 WIB
Kompas.com - Penderita diabetes beresiko 70 persen lebih banyak untuk meninggal karena penyakit liver dibandingkan pasien lain yang tidak mengidap diabetes. Penyakit diabetes yang tidak terkontrol akan menyebabkan sejumlah komplikasi, termasuk beberapa jenis gangguan liver. Gula darah yang tidak terkontrol akan memicu parut pada liver yang disebut dengan sirosis dan juga kanker hati. Dalam penelitian yang dilakukan tim dari Edinburgh, para ahli menganalisa data orang berusia 35-84 tahun selama enam tahun. Mereka lalu membandingkan 1.267 pasien diabetes dengan 10.100 orang yang bukan diabetes, yang seluruhnya meninggal akibat penyakit liver.

Hasilnya ditemukan satu dari empat (24 persen) pasien diabetesi akan meninggal akibat kanker hati, jauh lebih banyak dari yang bukan diabetesi yang hanya satu dari 10 orang (9 persen). Pada pasien kanker hati yang tidak diabetes, kebanyakan meninggal akibat penyakit liver alkoholik (63 persen). "Saat ini makin banyak pasien penyakit perlemakan hati yang non-alkoholik, terutama orang muda yang menderita diabetes. Faktor risiko yang terbesar adalah kegemukan," kata dr.Sarah Wild dari Universitas Edinburgh.

Perlemakan hati kronis bisa diatasi dengan penurunan berat badan, olahraga, perbaikan fungsi hati, dan mengontrol gula darah serta tekanan darah. Pasien yang diabetes juga disarankan untuk menjauhi minuman beralkohol karena berpengaruh pada kadar gula darah dan meningkatkan berat badan. Sementara itu di Indonesia, orang yang menderita diabetes lebih banyak yang mengalami komplikasi ginjal.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 14, 2012 5:38 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Jun 15, 2010 10:30 am

CARA AGAR ANDA TERHINDAR DARI RISIKO DIABETES
Jumat, 13/07/2012 16:59 WIB Linda Mayasari - detikHealth
Jakarta, Diabetes merupakan salah satu penyakit yang menakutkan, tetapi juga merupakan penyakit yang paling dapat dicegah. Ubah pola hidup Anda dari sekarang agar terhindar dari risiko diabetes. Berikut 10 hal yang perlu Anda lakukan agar terhindar dari diabetes, seperti dilansir dari prevention, Jumat (13/7/2012) antara lain:

1. Jaga berat badan Anda
Orang yang menderita obesitas lebih berisiko terhadap diabetes. Anda dapat mengurangi risiko diabetes dengan menurunkan berat badan Anda. Jaga berat badan Anda agar tetap ideal agar terhindar dari bahaya diabetes. Bahkan mengurangi berat badan sekitar 5 persen saja dapat menurunkan risiko diabetes hingga 70 persen.

2. Tambahkan cuka ke dalam makanan
Tambahkan sedikit cuka ke dalam salad yang Anda makan. Cuka mengandung asam asetat, yang dapat menonaktifkan enzim pengolahnya sehingga memperlambat pencernaan karbohidrat. Bahkan, efek cuka mungkin mirip dengan obat penurun kadar gula dalam darah, Acarbose. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Arizona State University, orang dengan diabetes tipe 2 atau resistensi insulin dapat menurunkan tingkat gula darah dengan mengonsumsi 2 sendok makan cuka sebelum makan makanan yang tinggi karbohidrat.

3. Olahraga teratur
Studi di Finlandia menyatakan bahwa berolahraga sekitar 4 jam seminggu atau sekitar 35 menit per harinya, dapat menjauhkan Anda dari risiko diabetes hingga 80 persen. Anda hanya perlu berolahraga ringan seperti berjalan kaki untuk membantu tubuh memanfaatkan hormon insulin agar lebih efisien dengan meningkatkan jumlah reseptor insulin pada sel-sel Anda. Insulin membantu gula darah mendistribusikan energi dan gizi pada sel-sel di seluruh tubuh. Ketika tubuh kurang berolahraga, mekanisme gula darah dalam pembuluh darah akan terhambat dan menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

4. Mengonsumsi sereal gandum utuh
Sereal yang terbuat dari gandum utuh merupakan sumber terbaik biji-bijian yang dapat menghindarkan Anda dari risiko penyakit kanker payudara, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan stroke. Tetapi, hindari memilih sereal yang menggunakan istilah-istilah seperti dekstrosa, fruktosa, maltosa, molase, gula, dan sukrosa pada kemasannya. Istilah tersebut menandakan bahwa sereal tersebut mengandung pemanis buatan.

5. Minum kopi
Para peneliti di Harvard School of Public Health melakukan penelitian terhadap 126.210 pria dan wanita dan menemukan bahwa orang yang memiliki kebiasaan minum kopi, memiliki risiko yang rendah terhadap diabetes. Menurut peneliti, kafein dalam kopi dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh serta mengandung kalium, magnesium, dan antioksidan yang membantu sel menyerap gula dalam darah.

6. Hindari makan makanan cepat saji
Sebuah studi di University of Minnesota melakukan penelitian selama 15 tahun terhadap 3.000 orang dengan usia 18 sampai 30 tahun. Orang yang gemar makan makanan cepat saji lebih terancam mengalami obesitas dan mengembangkan tingkat resistensi insulin hingga 2 kali lipat. Selain itu, banyak makanan cepat saji yang sarat akan lemak trans yang tidak sehat dan karbohidrat olahan. Hal tersebut dapat membuat berat badan Anda tidak stabil dan meningkatkan risiko diabetes.

7. Kurangi konsumsi daging merah
Orang yang makan daging merah setidaknya 5 kali dalam seminggu memiliki risiko diabetes tipe 2 hingga 29 persen lebih tinggi dibandingkan orang yang makan daging merah kurang dari jumlah tersebut. Para ilmuwan menduga kolesterol dalam daging merah dan zat aditif dalam daging olahan dapat meningkatkan risiko tersebut. Kurangi makan daging merah dan perbanyak makan sayuran hijau yang lebih sehat.

8. Konsumsi kayu manis
Menurut penelitian di Jerman, kayu manis dapat membantu mengendalikan gula darah tinggi. Peneliti melakukan penelitian terhadap 65 orang dewasa yang memiliki diabetes tipe 2. Peserta diminta untuk mengambil kapsul yang mengandung 1 gram bubuk kayu manis atau mengambil plasebo. Kedua obat tersebut harus diminum sebanyak 3 kali sehari selama 4 bulan. Orang yang mengonsumsi kayu manis berhasil mengurangi kadar gula dalam darahnya hingga 10 persen sedangkan yang mengambil plasebo hanya menurunkan sekitar 4 persen. Senyawa dalam kayu manis dapat mengaktifkan enzim yang merangsang reseptor insulin. Penggunaan kayu manis sebagai bumbu masakan juga telah terbukti membantu menurunkan kolesterol dan trigliserida yang dapat menyebabkan risiko diabetes.

9. Tidur malam yang cukup
Sebuah studi di Yale University yang dilakukan terhadap 1.709 pria, menemukan bahwa orang yang jam tidurnya kurang dari 6 jam per hari memiliki risiko diabetes 2 kali lipat lebih besar daripada orang yang tidur lebih dari 8 jam per harinya. Kurangnya tidur dapat mengganggu hormon yang mengatur gula darah. Pastikan Anda memiliki jam tidur yang cukup setiap harinya, yaitu 7 hingga 8 jam.

10. Lakukan tes darah
Orang yang lebih tua dari 45 tahun dan orang muda yang memliki faktor risiko terhadap diabetes, seperti kelebihan berat badan, riwayat keluarga, dan kolesterol tinggi dan tekanan darah harus menguji tingkat kadar gula dalam darahnya. Hal ini perlu dilakukan agar Anda dapat mengetahui risiko diabetes lebih dini.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 14, 2012 2:42 pm; edited 7 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Jun 15, 2010 10:32 am

GAMPANG CAPAI TANDA DM?
Senin, 14 Desember 2009 | 13:15 WIB
KOMPAS.com Mudah haus, banyak kencing pada malam hari, mudah lapar, dan berat badan turun drastis merupakan gejala umum penyakit diabetes. Meski begitu, masih ada beberapa gejala tidak khas yang perlu diwaspadai, salah satunya adalah mudah lelah. Rasa mudah lelah ini terjadi karena tubuh kekurangan energi. Gula atau glukosa bersama asam lemak merupakan molekul bahan bakar utama pemicu metabolisme makhluk hidup. Organ pengguna bahan bakar terbanyak adalah hati, otak, jantung, otot, dan jaringan adiposa.

Pada orang yang menderita diabetes sel-sel tidak dapat memperoleh glukosa yang dibutuhkannya karena insulinnya tidak bekerja. Oleh karena itu, meski jumlah glukosa berlebih, penggunaannya di dalam organ-organ tubuh sangat rendah. Artinya, penderita diabetes merasa kelaparan walau kelebihan gula darah. "Tubuh akan memakai protein dan lemak sebagai sumber energi yang tentu saja tidak sebagus dari gula. Itu yang menyebabkan orang gampang capai dan lelah," papar dr Sandra Utami Widiastuti, Sp PD dari Diabetic & Wound Clinic RS Siloam Kebon Jeruk, Jakarta.

Sementara itu, glukosa yang tidak masuk ke dalam sel akan menumpuk dalam aliran darah. Tubuh lalu meresponsnya dengan memproduksi lebih banyak insulin sampai ada gula yang bisa masuk ke dalam sel. Namun, lama kelamaan tubuh tidak mampu lagi memproduksi insulin. Glukosa yang menumpuk dalam darah tadi secara perlahan akan merusak pembuluh darah di mata, ginjal, dan jantung.

Kelebihan konsentrasi glukosa dalam larutan tubuh membuat masalah metabolisme lain. Pada kadar 180 mg per 100 ml, ginjal tidak lagi mampu mengabsorbsi gula dari filtrat darah sehingga gula tumpah melalui urin, kadang mencapai 100 gr per hari, sehingga disebut diabetes melitus (secara harfiah berarti kencing manis).

Menurut dokter Sandra, gejala tidak khas dari penyakit diabetes lainnya adalah keputihan, gampang kesemutan, mudah infeksi, serta gigi sering berlubang. Untuk memastikannya, konsultasikan ke dokter dan lakukan pemeriksaan untuk mengetahui kadar gula darah.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 8:19 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 58
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Diabetes Melitus   Tue Jun 22, 2010 5:35 am

KENAPA PENDERITA DIABETES SERING PIPIS DAN HAUS?
Kamis, 29/07/2010 14:13 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Salah satu gejala yang muncul dari penyakit diabetes adalah sering buang air kecil dan merasa haus. Apa yang membuat pederita penyakit yang susah sembuh ini sering pipis dan haus? Pakar diabetes Prof Dr dr Sri Hartini KS Kariadi, SpPD, KEMD menjelaskan, jika kadar gula darah dalam tubuh seseorang tinggi, maka glukosa yang tidak bisa dimetabolisme akan ikut terbuang melalui urine.

Hal ini menyebabkan urine menjadi lebih kental, sehingga membutuhkan air untuk mengencerkannya. Air yang digunakan ini diambil dari dalam tubuh.
"Akibatnya tubuh akan mengalami dehidrasi sehingga membutuhkan banyak minum. Jika seseorang banyak minum, maka buang air kecilnya juga akan menjadi lebih sering," ujar Prof Sri dalam acara Media Edukasi dan Peluncuran Buku 'Diabetes? Siapa Takut!', di Hotel le-Meridien, Jakarta, Kamis (29/7/2010).

Prof Sri menuturkan terdapat lima gejala klasik (khas) dari diabetes, yaitu:
1. Poliuri, sering buang air kecil dengan volume yang banyak dan biasanya lebih sering di malam hari.
2. Polidipsi, yaitu sering merasa haus dan ingin minum sebanyak-banyaknya.
3. Polifagi, yaitu nafsu makan yang meningkat.
4. Berat badan menurun secara drastis sehingga seseorang menjadi lebih kurus.
5. Kurang bertenaga.

Namun kadang terdapat gejala-gejala lain yang muncul seperti kesemutan di kaki, gatal-gatal yang biasanya terjadi di daerah selangkangan serta luka yang tak kunjung sembuh. Gejala-gejala ini disebut dengan gejala komplikasi yang menunjukkan sudah adanya komplikasi yang terjadi. Gula darah yang selalu tinggi pada penderita diabetes dapat terjadi karena 2 hal, yaitu pankreas yang tidak dapat menghasilkan insulin dan yang kedua karena kerja insulin mengalami hambatan atau terganggu. Hambatan insulin atau resistensi insulin sering terjadi karena kegemukan (obesitas).

"Obesitas merupakan salah satu faktor risiko dari diabetes, tapi faktor risiko ini bisa dicegah dengan menjaga berat badannya agar tetap tidak berlebih. Karena obesitas yang berbahaya itu jika banyak lemak di perut," ungkap guru besar Universitas Padjajaran ini. Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah dan juga dikenal sebagai penyakit kencing manis.Hal ini karena di dalam urine diabetesi memang terdapat gula yang rasanya manis, padahal urine yang normal ini tidak mengandung gula dan tentunya tidak terasa manis. Dan penyakit ini bisa menyerang siapa saja.


Last edited by gitahafas on Tue Aug 24, 2010 5:34 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
 
Diabetes Melitus
View previous topic View next topic Back to top 
Page 4 of 72Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 38 ... 72  Next
 Similar topics
-
» Is borderline type 2 diabetes life-threatening illness/disease?
» type 1 diabetes and the sleeve....
» My little boy going for diabetes tests tomorrow
» Post sleeve & gestational diabetes
» Hand Manifestations of Diabetes Mellitus

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: