Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Kesehatan Kulit

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 5, 6, 7 ... 27 ... 48  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed May 05, 2010 6:01 am

KUTU AIR ITU MENULAR
Senin, 21/02/2011 16:17 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Kutu air (athelete's foot) mungkin dianggap penyakit sepele. Tapi hati-hati jika ada orang terdekat Anda yang sedang terkena kutu air, karena penyakit ini sangat mudah menular. Dilansir MayoClinic, Senin (21/2/2011), penyakit athelete's foot disebabkan oleh jamur yang berkembang di daerah lembab antara jari-jari kaki dan kadang pada bagian kaki lainnya. Kondisi ini disebabkan oleh jamur Tinea pedis yang menyebabkan gatal-gatal, rasa menyengat dan seperti terbakar.mGejala yang muncul adalah rasa gatal di jari-jari atau telapak kaki, rasa gatal seperti melepuh, kulit yang mengelupas terutama di jari kaki dan telapak kaki, kulit kering di bagian bawah atau sisi samping kaki serta kuku kaki yang tebal dan rapuh. Jamur ini akan tumbuh subur jika menggunakan sepatu yang terlalu ketat sehingga jari-jari kaki menjadi hangat atau lembab, serta menggunakan kaus kaki dan sepatu yang basah atau lembab. Hal ini karena lingkungan tersebut sangat mendukung pertumbuhan organisme seperti jamur. Athlete's foot ini bisa menular melalui kontak dengan seseorang yang terinfeksi atau melalui permukaan yang sudah terkontaminasi seperti handuk, lantai atau sepatu yang dipakai secara bergantian.

Untuk menghindari infeksi jamur ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu:
- Biasakan untuk mengeringkan kaki terlebih dahulu sebelum menggunakan kaus kaki, sepatu atau sandal tertutup.
- Gunakan kaus kaki yang terbuat dari bahan alami seperti katun sehingga bisa menarik kelembaban dari kaki
- Ganti kaus kaki atau stoking secara teratur, jika kaki mudah berkeringat gantilah dua kali dalam sehari.
- Gunakan sepatu yang memiliki ventilasi udara baik, serta hindari sepatu berbahan sintetis
- Gunakan sandal atau sepatu tahan air jika berada di dalam kamar mandi umum, kolam renang, pusat kebugaran atau tempat umum lainnya.
- Jangan pernah menggunakan kaus kaki atau sepatu secara bergantian dengan orang lain atau teman.


Last edited by gitahafas on Wed Dec 19, 2012 9:43 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed May 05, 2010 6:09 am

ERITEMA MULTIFORMIS
Eritema Multiformis adalah suatu penyakit yang ditandai oleh adanya bercak-bercak kemerahan yang menonjol dan biasanya tersebar secara simetris di seluruh tubuh.

PENYEBAB
Eritema multiformis merupakan suatu reaksi alergi yang terjadi sebagai respon terhadap obat-obatan, infeksi atau penyakit.

Obat-obatan yang dihubungkan dengan eritema multiformis adalah:
- sulfonamid
- penisilin
- barbiturat
- fenitoin.
Sedangkan infeksi yang dihubungkan dengan penyakit ini adalah herpes simpleks dan infeksi oleh mikoplasma.

Penyebab yang pasti tidak diketahui.
Diduga terjadi kerusakan pembuluh darah kulit yang diikuti oleh kerusakan jaringan kulit.
Hampir 90% kasus eritema multiformis berhubungan dengan herpes simpleks atau infeksi mikoplasma.
Penyakit ini terutama menyerang anak-anak dan dewasa muda.

GEJALA
Biasanya eritema multiformis muncul secara tiba-tiba, dengan bercak-bercak kemerahan dan lepuhan-lepuhan yang paling sering ditemukan di telapak tangan. telapak kaki dan wajah. Lepuhan di bibir dan selaput mulut bisa mengeluarkan darah.
Bercak merah berbentuk bulat dan mendatar tersebar di kedua sisi tubuh.
Bercak ini bisa membentuk cincin berwarna gelap dengan bagian tengahnya berwarna ungu keabuan (seperti sasaran tembakan, target lesion).
Kulit yang kemerahan ini kadang menimbulkan rasa gatal.
Gejala lainnya adalah cold sore (luka di dekat mulut akibat demam), kelelahan, demam dan nyeri persendian.

Serangan eritema multiformis berlangsung selama 2-4 minggu dan bisa kambuh lagi selama beberapa tahun.
Sindroma Steven-Johnson merupakan suatu bentuk eritema multiformis yang sangat berat.
Lepuhan-lepuhan muncul di selaput mulut, tenggorokan, anus, kemaluan dan mata. Kulit lainnya tampak merah.
Kerusakan pada selaput mulut menyebabkan penderita mengalami gangguan makan dan bila mulut dikatupkan terasa sangat nyeri, sehingga penderita mengiler. Mata sangat nyeri, membengkak dan penuh dengan nanah sehingga tertutup rapat-rapat. Pada kornea bisa terbentuk jaringan parut. Lubang pengeluaran air kemih juga bisa terkena sehingga penderita merasakan sakit ketika berkemih.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Tujuan pengobatan adalah mengatasi penyebab, meringankan gejala dan mencegah infeksi.
Pemakaian obat yang dicurigai segera dihentikan.

# Untuk kasus yang ringan: Kelainan kulit dikompres dengan kain basah
# Antihistamin untuk mengurangi gatal-gatal
# Analgesik-antipiretik untuk mengatasi demam dan rasa tidak enak badan
# Obat bius topikal (terutama untuk luka di mulut) untuk mengurangi rasa sakit ketika penderita makan atau minum.

Untuk kasus yang berat:
# Penderita dirawat di rumah sakit dan ditempatkan di unit perawatan intensif
# Untuk mengendalikan peradangan diberikan corticosteroid
# Untuk menghentikan proses penyakit diberikan immunoglobulin intravena
# Untuk mengatasi infeksi sekunder diberikan antibiotik.

Jika diduga penyebabnya adalah herpes simpleks, biasanya diberikan acyclovir per-oral (melalui mulut).
Jika kelainan di mulut menyebabkan penderita mengalami kesulitan makan ataupun minum, maka cairan dan zat gizi diberikan melalui infus.

Medicastore


Last edited by gitahafas on Wed Dec 19, 2012 9:42 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed May 05, 2010 6:13 am

KARSINOMA SEL BASAL
Karsinoma Sel Basal adalah suatu kanker yang berasal dari lapisan epidermis paling bawah.

PENYEBAB
Lebih dari 90% kanker tumbuh di kulit yang secara rutin terpapar sinar matahari atau penyinaran ultraviolet lainnya. Karsinoma sel basal juga bisa ditemukan di kulit kepala. Paling sering muncul pada usia diatas 40 tahun.
# Faktor resiko lainnya adalah: Faktor genetik (sering terjadi pada kulit terang, mata biru atau hijau dan rambut pirang atau merah)
# Pemaparan sinar X yang berlebihan atau penyinaran lainnya.

GEJALA
Karsinoma sel basal biasanya menyerang permukaan kulit yang terpapar oleh sinar matahari.
Tumor berawal sebagai benjolan licin yang sangat kecil (nodul) dan tumbuh sangat lambat, kadang begitu lambatnya sehingga tidak diperhatikan. Tetapi kecepatan pertumbuhan pada setiap tumor berlainan dan ada yang mencapai ukuran 2,5 cm dalam waktu 1 tahun.
Pada bagian tengah nodul bisa terbentuk tukak atau keropeng. Kadang kanker tumbuh mendatar dan tampak seperti jaringan parut. Batas pinggir kanker kadang tampak memutih. Kanker bisa mengalami perdarahan dan membentuk keropeng lalu sembuh, sehingga penderita menduganya sebagai luka dan bukan kanker. Sebetulnya pergantian antara perdarahan dan penyembuhan ini merupakan ciri yang khas untuk karsinoma sel basal atau karsinoma sel skuamos Karsinoma sel basal jarang menyebar ke bagian tubuh yang jauh, tetapi lebih sering menyusup dan merusak jaringan di sekitarnya. Jika karsinoma sel basal tumbuh di dekat mata, mulut, tulang atau otak, maka invasi dari kanker bisa berakibat sangat serius. Pengangkatan tumor secara dini bisa mencegah kerusakan hebat pada struktur di bawahnya.

DIAGNOSA
Diagnosis seringkali bisa ditegakkan melalui gejala-gejalanya.
Sebagai prosedur standar untuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan biopsi kulit.

PENGOBATAN
Biasanya kanker diangkat melalui pengorekan lalu dibakar dengan jarum listrik (kuretase dan elektrodesikasi) atau dipotong dengan pisau bedah. Sebelumnya diberikan suntikan anestesi. Jarang dilakukan terapi penyinaran.
Untuk tumor kambuhan dan karsinoma sel basal yang menyerupai jaringan parut, bisa dilakukan pembedahan mikroskopik (bedah Mohs).

PENCEGAHAN
Lindungi kulit dari cahaya matahari dengan menggunakan topi, kemeja lengan panjang, celana panjang atau rok panjang.
Sinar matahari yang paling kuat adalah pada tengah hari, karena itu sebaiknya hindari sinar matahari pada tengah hari.
Gunakan tabir surya berkualitas tinggi, minimal dengan SPF 15, yang menghambat sinar UV A dan UV B.
Oleskan tabir surya minimal setengah jam sebelum bepergian dan oleskan sesering mungkin.
Periksalah kulit secara teratur untuk mengetahui adanya berbagai perubahan yang mengarah kepada keganasan (pertumbuhan baru di kulit yang membentuk tukak, mudah berdarah, sukar sembuh, berubah warna, ukuran, struktur, terasa nyeri, meradang atau gatal).

Sumber: Medicastore


Last edited by gitahafas on Tue Dec 18, 2012 6:17 pm; edited 8 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed May 05, 2010 6:18 am

KANKER KULIT
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap kanker kulit:
1. Warna kulit terang.
2. Riwayat sunburn ( kulit terbakar sinar matahari ).
3. Paparan sinar matahari yang berlebihan.
4. Riwayat keluarga yang menderita kanker kulit.
5. Pernah terdiagnosis kanker kulit sebelumnya.
6. Kulit sensitif.
7. Paparan dengan zat kimia dan radiasi.
8. Usia.

Kanker kulit biasanya timbul didaerah kulit yang sering terpajan sinar matahari, atau daerah yang banyak kelenjar minyaknya.
Kanker kulit yang terbanyak ditemukan di Indonesia adalah jenis basalioma, yang berjumlah sekitar 70% dari seluruh jenis kanker kulit, namun kemungkinan kanker ini menjalar ke organ lain ( metastasis ) sangat rendah, hanya 0,5% Kanker kulit bisa menyerupai andeng andeng atau tahi lalat. Mirip, tapi tidak sepenuhnya serupa. Oleh karena itu anda harus WASPADA terutama bila ada ambahan tahi lalat di kulit anda, tahi lalat itu diraba keras, sewarna kulit, kemerahan atau kecoklatan, mudah berdarah, warnanya tidak merata. Dapat juga tampak seperti koreng atau bercak saja yang keras dan warna yang bervariasi. Untuk memastikan kelainan tersebut kanker atau bukan perlu dilakukan biopsi. Jika ada kecurigaan kearah kanker tahi lalat itu akan diangkat secara lengkap dengan sayatan operasi yang agak lebih luas.

Sumber: Dokter Kita edisi 1 - Thn V - Januari 2010


Last edited by gitahafas on Tue Dec 18, 2012 6:15 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed May 05, 2010 6:24 am

BASALIOMA / KANKER SEL BASAL / KSB
RACIKAN UTAMA - Edisi Desember 2006 (Vol.6 No.5) Farmacia
Tak jarang kanker ini sudah menginvasi organ sekitar terutama mata. Tidak sedikit pasien yang akhirnya harus kehilangan penglihatan akibat invasi KSB ke rongga orbita, karenanya penanganan dini dan serius dari multidisiplin ilmu menjadi mutlak.

Digigit Tikus
Dr. Herman Cipto, Sp.KK(K) dari Departemen Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo berujar, basalioma merupakan keganasan kulit yang sering ditemui, relatif sama banyaknya dengan karsinoma sel skuamosa (KSS) dan melanoma maligna. Awalnya pasien hanya merasa ada tompel, terutama di muka. Lazimnya orang awam, dibiarkan hingga terus agak membesar, kadang berdarah, barulah datang ke dokter. Jika tidak menginvasi organ vital sekitarnya, dikerjakan bedah beku atau bedah skalpel untuk lesi yang agak besar. Tak jarang lesinya sudah kena palpebra, hidung, atau bibir. Prosedur restorasi bedah yang lebih intensif mau tak mau mutlak dikerjakan dari beberapa disiplin keahlian. Orang-orang desa sudah cukup akrab melihat kasus karsinoma sel basal, terutama kalangan lansia yang sejak muda rutin nandur (menyuburkan tanah sawah dengan cangkul).

Berakibat Buta
Karsinoma sel basal merupakan keganasan yang paling umum terjadi pada manusia. Seperti para petani dan nelayan, biasanya lesi karsinoma muncul pada daerah yang banyak terpajan sinar mathari. KSB tumbuh perlahan-lahan dan jarang sekali bermetastasis, locally invasive, lebih umum dikenal.karena sifatnya yang invasif, KSB mampu mendestruksi kulit hingga menyebabkan kerusakan yang parah, terutama jika tidak diobati dengan benar. Tiga perlima penderita KSB ialah laki-laki, tepatnya bapak-bapak atau orang tua, terutama pada ras kulit putih dan kulit sedang, seperti kulitnya orang-orang asia, termasuk Indonesia. Jarang ditemukan KSB pada ras kulit hitam, meskipun mereka sangat sering terpapar sinar matahari. Morbiditas penyakit ini dapat menjadi signifikan kalau tidak diobati. Karena umumnya lesi KSB terdapat pada daerah exposure seperti wajah, tak heran kalau keluhan utama pasien biasanya dari sisi kosmetis. Namun untuk kasus-kasus rujukan, tak jarang kanker ini sudah menginvasi organ sekitar terutama mata. Tidak sedikit pasien yang akhirnya harus kehilangan penglihatan akibat invasi KSB ke rongga orbita, karenanya penanganan dini dan serius dari multidisiplin ilmu menjadi mutlak. Sebagian kasus juga mengakibat penyebar ke saraf-saraf tepi yang menyebabkan neuritis hingga mati saraf. Meski tidak menyebabkan kematian, namun penanganan KSB, terutama kasus yang sudah lama tidak diobati tetap harus komprehensif, lesi lama sering berakibat ulkus yang menjadi infeksi sekunder.

Berbagai Wajah Klinis
Pasien akan mengeluh sakit pada lesi KSB di badan bagian atas, skalp, leher, telinga, dan wajah, meskipun derajat dan lama sakitnya berbeda-beda setiap pasien. Trauma yang ringan, misalnya mencuci muka atau mengeringkan muka dengan handuk dapat menyebabkan perdarahan spontan. Riwayat anamnesis yang dominan ialah pajanan sinar matahari dalam waktu yang cukup lama, umumnya akibat pekerjaan.

Segera Dieksisi
Terapi yang menjadi primadona tentunya ialah dioperasi saja agar lesi lekas hilang, pasien tidak terlalu repot, dan kekambuhannya relatif sangat rendah. Modalitas operasi ini ialah electrodesiccation dan curettage, bedah eksisi, bedah mikro kimiawi (Mohs) terkontrol, serta bedah beku. Ada satu lagi, yakni radiasi ionisasi, meskipun bukan prosedur bedah, namun termasuk dalam pertimbangan tindakan yang interventif. Elektrodesikasi dan kuret dilakukan di bawah prosedur anestesia lokal, awalnya tumor dikuret, kemudian tepi dan dasar lesi dibersihkan dengan elektrodesikasi, diulang-ulang selama dua kali. Prosedur ini relatif ringkas, praktis, dan cepat serta berbuah kesembuhan hingga 95% untuk KSB nodular dan superfisial. Namun kerugiannya, prosedur ini sangat tergantung pada operator dan sering meninggalkan bekas berupa jaringan parut. Karenanya, sebaiknya prosedur ini tidak dilakukan untuk daerah hidung dan untuk tumor di bawah daerah pilosebasea. Satu cara konservatif namun tetap dipakai sampai sekarang ialah bedah skalpel. Keuntungan prosedur ini ialah tingkat kesembuhan yang tinggi serta perbaikan kosmetis yang sangat baik. Sayangnya, harus dikerjakan oleh tenaga yang memang sangat ahli, selain itu tidak terlalu cocok untuk tumor dengan tepi lesi yang benar-benar tidak jelas. Sebenarnya prosedur bedah ini relatif sama dengan kuret dan elektrodesikasi, namun sesudah dilakukan kuretase dan elektrodesikasi, sebagian jaringan epidermis diambil lagi setebal kira-kira 1mm untuk diperiksa di bawah mikroskop, kemudian jika masih ada tumornya, tentu akan dikuret dan desikasi lagi sampai tuntas. Kedengaran sangat komprehensif, namun pada kenyataannya prosedur ini sangat makan waktu, cepat membuat lelah, sangat butuh ketelitian tinggi, dan anestesi pun mau tak mau harus diberikan secara lebih kepada pasien. Bedah beku dilakukan untuk tumor yang memang sudah jelas-jelas timbul di permukaan kulit. Prosedur ini sangat praktis, namun tetap membutuhkan keahlian tersendiri, terutama untuk membasmi sel-sel tumor di tepi lesi dan infiltrasinya di dalam kulit. Seperti biasa, N2 disemprotkan pada lesi hingga temperatur mencapai -600C dan lesi tumor akan mati perlahan-lahan. Tidak perlu anestesi, namun akan sedikit membuat rasa sakit pada pasien. Terakhir, kalau memang keadaan benar-benar tidak memungkinkan untuk operasi di daerah lesi, misalnya ada tumor di wajah, dapat dilakukan radiasi ionisasi dengan sinar X 4Gy (400rad), hanya tumor di wajah yang bisa dilakukan prosedur seperti ini. Prinsipnya sama seperti radiasi ionisasi secara umum, yakni membelokkan energi elektron sel. Sayangnya, sama juga dengan terapi radiasi lainnya, mau tak mau pasien harus bolak-balik ke rumah sakit untuk mendapat terapi. (Farid)


Last edited by gitahafas on Tue Dec 18, 2012 6:16 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed May 05, 2010 6:28 am

ERISIPELAS
Erisipelas adalah suatu infeksi kulit yang disebabkan oleh streptokokus.

PENYEBAB
Bakteri streptokokus.
Faktor resiko untuk terjadinya infeksi ini adalah trauma lokal (robekan kulit), luka terbuka di kulit atau gangguan pada pembuluh balik (vena) maupun pembuluh getal bening.

GEJALA
Infeksi ini paling sering menyerang wajah, lengan atau tungkai.
Kelainan yang timbul berupa ruam merah dan licin, kulit dibawahnya sangat merah, terasa nyeri, membengkak dan teraba hangat, disertai lepuhan-lepuhan kecil.
Kelenjar getah bening di sekitar daerah yang terinfeksi seringkali membesar dan terasa nyeri.
Pada infeksi yang berat, bisa terjadi demam dan menggigil.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.

PENGOBATAN
Untuk infeksi ringan, digunakan penicillin atau erythromycin per-oral (melalui mulut) selama 2 minggu.
Untuk infeksi berat, biasanya diberikan suntikan antibiotik.Medicastore


Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 2:41 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed May 05, 2010 6:29 am

SELULITIS
Selulitis adalah infeksi pada lapisan kulit yang lebih dalam.

PENYEBAB
Bakteri streptokokus atau stafilokokus atau bakteri lainnya. Dalam keadaan normal kulit memiliki berbagai jenis bakteri, tetapi kulit yang utuh merupakan penghalang yang efektif untuk mencegah masuknya bakteri dan mencegah pertumbuhan bakteri di dalam tubuh.
Jika kulit robek, bakteri bisa masuk dan berkembangbiak, menyebabkan infeksi dan peradangan.
Faktor resiko terjadinya selulitis:
#Gigitan dan sengatan serangga, gigitan hewan, gigitan manusia
# Luka di kulit
# Riwayat penyakit pembuluh darah perifer, diabetes
# Baru menjalani prosedur jantung, paru-paru atau gigi
# Pemakaian obat imunosupresan atau kortikosteroid.

GEJALA
Infeksi paling sering ditemukan di tungkai dan seringkali berawal dari:
- kerusakan kulit akibat cedera ringan
- luka terbuka di kulit
- infeksi jamur diantara jari-jari kaki.

Selulitis menyebabkan kemerahan atau peradangan yang terlokalisasi.
Kulit tampak merah, bengkak, licin disertai nyeri tekan dan teraba hangat.
Ruam kulit muncul secara tiba-tiba dan memiliki batas yang tegas.
Bisa disertai memar dan lepuhan-lepuhan kecil.

Gejala lainnya adalah:
- demam
- menggigil
- sakit kepala
- nyeri otot
- tidak enak badan.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.
Untuk menentukan penyebabnya, dilakukan pembiakan terhadap contoh darah atau jaringan kulit yang terinfeksi.

PENGOBATAN
Pengobatan yang tepat dapat mencegah penyebaran infeksi ke darah dan organ lainnya.

Diberikan penicillin atau obat sejenis penicillin (misalnya cloxacillin).
Jika infeksinya ringan, diberikan sediaan per-oral (ditelan).
Biasanya sebelum diberikan sediaan per-oral, terlebih dahulu diberikan suntikan antibiotik jika:
- penderita berusia lanjut
- selulitis menyebar dengan segera ke bagian tubuh lainnya
- demam tinggi.

Jika selulitis menyerang tungkai, sebaiknya tungkai dibiarkan dalam posisi terangkat dan dikompres dingin untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan.

PENCEGAHAN
Hindari kerusakan kulit pada saat bekerja atau berolah raga dengan menggunakan perlengkapan yang tepat.
Bersihkan setiap luka di kulit. Menjaga kesehatan tubuh dan mengendalikan penyakit menahun.
Tubuh yang sehat lebih mudah melawan bakteri sebelum mereka berkembangbiak dan menyebabkan infeksi.Medicastore


Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 2:42 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed May 05, 2010 6:34 am

LYMPHADENITIS
Lymphadenitis adalah peradangan pada salah satu atau lebih kelenjar getah bening, yang biasanya menjadi bengkak dan lunak.

PENYEBAB
Lymphadenitis hampir selalu dihasilkan dari sebuah infeksi, yang kemungkinan disebabkan oleh bakteri, virus, protozoa, ricketsia, atau jamur. Ciri khasnya, infeksi tersebut menyebar menuju kelenjar getah bening dari infeksi kulit, telinga, hidung, atau mata atau dari beberapa infeksi seperti infectious mononucleosis, infeksi cytomegalovirus, infeksi streptococcal, tuberkulosis, atau sifilis. Infeksi tersebut bisa mempengaruhi kelenjar getah bening atau hanya pada salah satu daerah pada tubuh.

GEJALA
Kelenjar getah bening yang terinfeksi membesar dan biasanya lunak dan sangat menyakitkan. Kadangkala, kulit di sepanjang kelenjar yang terinfeksi tampak merah dan terasa hangat. Orang tersebut bisa mengalami demam. Kadangkala, kantung atau nanah (abses) terbentuk. Kelenjar tubuh yang membesar yang tidak menyebabkan nyeri, atau kemerahan bisa mengindikasikan gangguan serius lainnya, seperti lymphoma, tuberculosis, atau Hodgkin lymphoma. Beberapa kelenjar getah bening memerlukan perhatian dokter.

DIAGNOSA
Biasanya, lymphadenitis bisa didiagnosa berdasarkan gejala-gejala dasar, dan hal itu menyebabkan infeksi sekitarnya yang nyata. Ketika penyebab tersebut tidak dapat diidentifikasi dengan mudah, biopsi (pengangkatan dan penelitian pada contoh jaringan di bawah mikroskop) dan kultur (contoh dikirim ke laboratorium dan diletakkan pada kultur medium yang membiarkan mikroorganisme untuk berkembang) kemungkinan diperlukan untuk memastikan diagnosa dan untuk mengidentifikasikan organisme penyebab infeksi.

PENGOBATAN
Pengobatan tergantung pada organisme yang menyebabkan infeksi. Untuk infeksi bakteri, antibiotik biasanya diberikan secara infus atau dengan mulut. Kompres air hangat bisa membantu mengurangi rasa sakit pada peradangan batang getah bening. Biasanya, ketika infeksi tersebut telah diobati, batang getah bening pelan-pelan menyusut, dan rasa sakit surut. Kadangkala batang yang membesar tetap kuat tetapi tidak lagi terasa lunak. Abscesses harus dikeringkan dengan cara operasi. Medicastore


Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 2:43 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed May 05, 2010 6:37 am

FOLIKULITIS, BISUL & KARBUNKEL
Folikulitis
Folikulitis adalah peradangan pada selubung akar rambut (folikel).
Penyebabnya adalah infeksi oleh bakteri stafilokokus.
Folikulitis bisa terjadi di bagian kulit manapun, biasanya merupakan akibat dari kerusakan folikel rambut karena:
- bergesekan dengan pakaian
- penyumbatan folikel rambut
- pencukuran.

Pada kulit yang terkena akan timbul ruam, kemerahan dan rasa gatal. Di sekitar folikel rambut tampak beruntus-beruntus kecil berisi cairan yang bisa pecah lalu mengering dan membentuk keropeng. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Untuk memastikan bahwa penyebabnya adalah stafilokokus, bisa dilakukan pembiakan contoh jaringan yang terinfeksi di laboratorium. Kompres hangat bisa mempercepat pengempesan folikulitis. Untuk mengendalikan infeksi, bisa diberikan antibiotik (salep maupun kapsul).

Bisul
Bisul (furunkel) adalah infeksi kulit yang meliputi seluruh folikel rambut dan jaringan subkutaneus di sekitarnya.
Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus, tetapi bisa juga disebabkan oleh bakteri lainnya atau jamur. Paling sering ditemukan di daerah leher, payudara, wajah dan bokong. Akan terasa sangat nyeri jika timbul di sekitar hidung atau telinga atau pada jari-jari tangan. Furunkel berawal sebagai benjolan keras berwarna merah yang mengandung nanah. Lalu benjolan ini akan berfluktuasi dan tengahnya menjadi putih atau kuning (membentuk pustula). Bisul bisa pecah spontan atau dipecahkan dan mengeluarkan nanahnya, kadang mengandung sedikit darah. Bisa disertai nyeri yang sifatnya ringan sampai sedang. Kulit di sekitarnya tampak kemerahan atau meradang. Kadang disertai demam, lelah dan tidak enak badan. Jika furunkel sering kambuhan maka keadaannya disebut furunkulosis. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Pembiakan contoh jaringan kulit bisa dilakukan untuk memastikan bahwa penyebabnya adalah stafilokokus. Jika bisul timbul di sekitar hidung biasanya akan diberikan antibiotik per-oral (melalui mulut) karena infeksi bisa dengan segera menyebar ke otak.

Karbunkel
Karbunkel adalah sekumpulan bisul yang menyebabkan pengelupasan kulit yang luas serta pembentukan jaringan parut.
Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus. Pembentukan dan penyembuhan karbunkel terjadi lebih lambat dibandingkan bisul tunggal dan bisa menyebabkan demam serta lelah karena merupakan infeksi yang lebih serius. Lebih sering terjadi pada pria dan paling banyak ditemukan di leher bagian belakang. Karbunkel juga cenderung mudah diderita oleh penderita diabetes, gangguan sistem kekebalan dan dermatitis. Beberapa bisul bersatu membentuk massa yang lebih besar, yang memiliki beberapa titik pengaliran nanah. Massa ini letaknya bisa lebih dalam di bawah kulit dibandingkan dengan bisul biasa.
Infeksi ini menular, bisa disebarkan ke bagian tubuh lainnya dan bisa ditularkan ke orang lain. Tidak jarang beberapa orang dalam sebuah rumah menderita karbunkel pada saat yang sama.
Faktor resiko terjadinya karbunkel adalah:
- tingkat kebersihan yang buruk
- keadaan fisik yang menurun
- gesekan dengan pakaian
- pencukuran.

Pada kulit yang terkena ditemukan beberapa bisul yang bersatu disertai nyeri yang sifatnya ringan atau sedang.
Kulit tampak merah dan membengkak. Karbunkel yang pecah akan mengeluarkan nanah lalu mengering dan membentuk keropeng. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Untuk menentukan penyebabnya, bisa dilakukan biopsi atau pembiakan contoh jaringan yang terinfeksi. Untuk mengendalikan infeksi diberikan sabun anti-bakteri, antibiotik topikal (salep atau krim) dan antibiotik per-oral. Kompres hangat bisa membantu mempercepat penyembuhan. Jangan pernah memencet atau mencoba memecahkan karbunkel di rumah, karena bisa memperburuk dan menyebarkan infeksi. Jika nanahnya sudah mengering, luka yang tertinggal harus sering dibersihkan dan sesudah menangani karbunkel, tangan harus dicuci bersih-bersih.

PENCEGAHAN
Menjaga kebersihan kulit dengan sabun cair yang mengandung zat anti-bakteri merupakan cara terbaik untuk mencegah terjadinya infeksi atau mencegah penularan.

Medicastore


Last edited by gitahafas on Tue Dec 18, 2012 5:38 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed May 05, 2010 6:39 am

IH KOK BISULAN MELULU
Selasa, 13 Juli 2010 | 14:22 WIB
Kompas.com - Pasti anak Ibu banyak makan telur, makanya bisulan." Begitu, kan, komentar yang sering kita dengar? Padahal, itu sama sekali tak benar! "Itu cuma mitos," ujar dr. Titi Lestari Sugito, SpKK. "Enggak ada kaitannya, kok, antara telur dan bisulan," lanjut dokter spesialis kulit dan kelamin RSUPN Ciptomangunkusumo ini. Justru telur adalah makanan bergizi. "Telur itu, kan, mengandung protein. Jadi, boleh diberikan kepada anak," tandas Titi. Bukankah kecukupan gizi yang baik akan meningkatkan daya tahan tubuh menjadi lebih baik? Lantas, apa, dong, sebenarnya yang membikin bisul?

Lingkungan kurang bersih
Bisul atau bisulan (kalau jumlahnya banyak) yang dalam bahasa kedokteran disebut furunkel, seperti dituturkan Titi, merupakan radang atau infeksi yang disebabkan oleh kuman atau bakteri staphylococcus aureus. "Bisul bisa menyerang siapa saja dan dari golongan usia berapa saja, namun yang paling sering diserang adalah bayi dan anak-anak." Lo, kok, begitu? Seperti kita ketahui, faktor kebersihan memegang peranan penting dalam terjadi-tidaknya infeksi. Bila lingkungan kurang bersih, infeksi pun akan mudah terjadi. Sementara yang namanya anak, identik dengan dunia bermain, termasuk main yang kotor-kotor semisal main tanah. Belum lagi habis main si anak langsung pegang ini-itu tanpa cuci tangan lebih dulu. "Nah, kalau kebersihan anak dan bayi tak dijaga dan diperhatikan oleh orang tua, ya, susah. Itu akan mempermudah terjadinya bisul," ujar Titi. Selain itu, anak-anak biasanya sering menggaruk karena rasa gatal yang ditimbulkan akibat banyak keringat dan biang keringat. Padahal, terang Titi, garukan tersebut dapat merusak kulit sehingga memudahkan masuknya kuman dan timbullah infeksi. "Itulah mengapa anak yang sering berkeringat, apalagi keringat buntet, mudah timbul bisulan."

Memerah dan bengkak
Orang tua bisanya kurang tanggap terhadap gejala munculnya bisul. Entah lantaran kurang perhatian atau memang tak tahu seperti apa gejala bisul. Maklumlah, gejala awalnya hanya terlihat semacam bintil merah, baru kemudian membesar dan bahkan terkadang ditemui abses atau bernanah. "Proses membesarnya bisul merupakan proses imflamasi atau radang. Jadi, ada suatu mekanisme atau reaksi dari tubuh terhadap adanya kuman di daerah tersebut," jelas Titi. Warna memerah dan bengkak merupakan tanda bahwa tubuh memberikan suatu respon dengan berusaha mendatangkan sel-sel radang di sekitarnya untuk mematikan kuman dan mengeluarkan kuman tersebut. Lamanya proses membesar tergantung dari respons imunologis yang dimiliki orang tersebut. Bila responsnya baik, maka makin cepat pula sembuhnya. Menurut Titi, sebetulnya gejala bisul tak selalu sampai bernanah. Kalau toh akhirnya bernanah, itu pertanda bahwa pertahanan tubuh kurang atau lantaran infeksi tersebut tak segera ditangani. "Tapi bila pertahanan tubuh baik atau infeksinya segera diobati, misalnya pemberian antibiotik, maka tak akan sampai abses. Biasanya bisul cuma memerah dan kemudian mengecil sendiri." Nah, pada anak-anak, karena pertahanan tubuhnya masih kurang, mau tak mau bisul harus diobati.

Biasanya gejala bisul disertai rasa nyeri akibat radang atau infeksinya. Apalagi kalau bisul semakin besar. Tubuh yang tak bisa mengatasi akan mengakibatkan bisul yang timbul menjadi banyak dan bernanah, sehingga terjadilah penyebaran kuman yang tak hanya di satu lokasi saja. Penyebarannya juga bisa lewat darah atau kelenjar getah bening, "Tapi itu jarang sekali terjadi," ujar Titi. Yang pasti, karena penyebabnya infeksi maka bisul termasuk penyakit menular. "Menularnya bisa karena garukan tangan, sehingga memindahkan kumannya dari satu tempat ke tempat lain." Tak heran awam sering menyebut bisulnya jadi beranak. "Itu menunjukkan daya tahan tubuh anak kurang sekali." Seringkali bisul dibiarkan saja, tak segera diobati. Tunggu sampai istilahnya "matang". Padahal, justru sebetulnya kalau bisa bisul jangan sampai bernanah, "Karena bisa terjadi kerusakan jaringan yang lebih parah dan banyak lagi. Kulit bisa berongga," terang Titi. Jika bisul hanya satu atau beberapa dan masih kecil di permukaan biasanya bisa disembuhkan dengan salep antibiotik. Pemakaian obat dalam bentuk salep atau krim yang dioleskan di kulit lebih efektif ketimbang pengobatan jenis lain. Obat-obatan semacam salep ini sangat dianjurkan untuk kulit karena dibuat dengan daya serap yang cukup efektif terhadap kulit. Tapi, jika sudah membesar, agak dalam dan banyak, anak perlu diberi obat antibiotik yang diminumkan juga.

Bila sudah terjadi abses, sebaiknya nanahnya dikeluarkan. Biasanya dokter akan menginsisi/mengiris dengan pisau tajam sehingga penyembuhannya akan lebih sempurna. Bila pecah sendiri akan menimbulkan kerusakan kulit dan akan berbekas. Begitu pula bila dipaksa dikeluarkan, misalnya dengan dipencet, penyembuhannya akan menimbulkan bekas yang tak sedap dipandang. "Bekas pada jaringan kulitnya akan meninggalkan parut, bisa lekukan atau yang lebih tinggi lagi. Tak mungkin akan normal kembali. Walaupun pada anak kulitnya masih berkembang, namun tetap saja tak akan normal kembali karena jaringannya yang rusak akan membekas," jelas Titi. Untuk mencegah berulangnya kembali bisul pada anak, dianjurkan agar selalu menjaga kebersihan, baik kebersihan diri si anak maupun lingkungannya. Memang, bila dibandingkan sepuluh tahun lalu, masih banyak ditemui bisulan pada bayi dan anak-anak. "Sekarang ini sudah jauh berkurang. Mungkin karena faktor pendidikan, ekonomi dan gizi yang sudah lebih baik," kata Titi.


Last edited by gitahafas on Tue Dec 18, 2012 5:38 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
 
Kesehatan Kulit
View previous topic View next topic Back to top 
Page 6 of 48Go to page : Previous  1 ... 5, 6, 7 ... 27 ... 48  Next
 Similar topics
-
» Dupa Berbahaya Bagi Kesehatan
» kulit hitam masuk neraka ???
» kulit hitam, siapa takut
» Hikmah Diharamkannya Menikahi Saudara Sesusuan
» Mari Berpikir: Kisah Kulit Berganti di Neraka

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: