Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Kesehatan Kulit

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 25 ... 46, 47, 48  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Thu May 23, 2013 10:25 am

4 CARA MEMILIH DAN MEMAKAI SUNSCREEN
Penulis : M01-11 | Selasa, 19 Juli 2011 | 17:13 WIB
KOMPAS.com - Sunscreen atau tabir surya untuk melindungi kulit dari sinar UV mungkin sudah menjadi salah satu daftar barang belanjaan Anda tiap bulannya. Namun banyaknya produk sunscreen di pasaran mungkin membuat Anda bingung untuk memilih produk yang cocok untuk kulit Anda. Agar tak salah pilih, simak beberapa tips membeli krim tabir surya.

1. Periksa kandungannya
Pastikan sunscreen yang Anda akan beli mengandung zinc oxide, avobenzone, atau titanium dioksida, yang menjamin perlindungan yang luas. Menurut Dr Raja Sivamani, ahli dermatologi di UC Davis, kandungan terpenting dalam sunscreen adalah zinc (seng), karena mineral ini dapat memberikan perlindungan penuh pada kulit.

2. Pastikan tingkat perlindungannya
Setelah memeriksa kandungan dalam sunscreen, hal selanjutnya adalah memastikan tingkat SPF-nya.  Menurut Dr Thomas Rohrer, MD, ahli dermatologi yang juga anggota dewan direksi Association of Academic Dermatologic Surgeons, menyarankan untuk mencari sunscreen yang mengandung tingkat SPF 30 atau lebih. Ia sepakat dengan Dr Ike Iheanacho, editor Drug and Therapeutics Bulletin (DTB), yang sebelumnya mengatakan bahwa SPF 15 tak cukup melindungi kulit.

3. Hindari jenis spray
Walaupun produk sunscreen yang Anda gunakan mengandung formula anti air, jangan terlalu percaya bahwa produk ini bisa melindungi kulit Anda sepanjang hari. Apalagi, jika Anda menggunakan jenis yang spray. Rohrer menjelaskan bahwa orang yang menggunakan produk sunscreen spray hanya mendapatkan “rasa aman palsu” karena mereka tidak mendapatkan perlindungan yang sama seperti sunscreen dalam bentuk krim atau gel. Selain itu, yang terpenting sunscreen harus dioleskan kembali secara teratur. “Anda memang membutuhkan SPF yang kuat, tetapi hal yang tidak kalah pentingnya adalah mengoleskan sunscreen yang banyak dan berulang kali,” tambah Rohrer. Sebab, krim ini akan larut atau terkikis oleh udara, kotoran, atau air, setelah beberapa jam.

4. Hindari paparan matahari terlalu sering
Perlindungan terhadap sinar UV bukan hanya ditentukan oleh produk sunscreen yang Anda gunakan setiap harinya. Menurut Sivamani, ada faktor lain yang paling berpengaruh ketika Anda berada di luar ruangan. Hindari berada di luar ruangan ketika matahari sedang tepat berada di tengah-tengah kepala, atau ketika siang hari yang panas. Menggunakan topi, payung, dan pakaian yang dapat melindungi Anda dari kontak langsung dengan sinar matahari juga merupakan upaya utama untuk melindungi kulit.


Last edited by gitahafas on Sat Aug 17, 2013 2:25 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Mon May 27, 2013 10:34 am

BAYI JUGA HARUS PAKAI "SUNSCREEN"
Penulis : Christina Andhika Setyanti | Senin, 11 Maret 2013 | 18:36 WIB
KOMPAS.com - "Jemur bayi di pagi hari agar dia lebih sehat." Saran inilah yang selalu diberikan orangtua kepada para ibu muda. Menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi dianggap berguna untuk membantu pembentukan vitamin D yang berfungsi untuk menguatkan tulang. Selain itu, menjemur bayi juga dianggap mampu membantu memecah produksi bilirubin yang menyebabkan bayi menjadi kuning, hanya saja paparan sinar matahari yang berlebihan justru akan menyebabkan kerusakan permanen pada kulitnya. Waktu terbaik untuk mendapat sinar matahari adalah pukul 07.00 - 08.00 pagi selama 15-30 menit saja. Namun, benarkah menjemur bayi tidak punya dampak negatif sama sekali? Dr Mohamad Rachadian Ramadan, MD, BMedSci, mengungkapkan bahwa sebenarnya menjemur bayi di bawah sinar matahari juga punya efek buruk. "Kulit bayi 40-60 persen lebih tipis dibanding kulit dewasa. Maka penjemuran di bawah sinar matahari akan menyebabkan dampak tak langsung yang buruk," jelasnya, saat talkshow bersama Marina Hand Body Lotion di Jakarta, beberapa waktu lalu. Dampak buruk yang akan muncul dipengaruhi oleh semakin memburuknya kondisi alam yang menyebabkan tipis atau berlubangnya lapisan ozon. Lubang ozon ini akan menyebabkan intensitas radiasi Ultra Violet (UV) ke kulit semakin tinggi. "UV A akan menyebabkan terjadinya penyakit kanker kulit, kusam, dan UV B akan menyebabkan terbakarnya kulit," tambahnya. Sekali terpapar sinar matahari, intensitas radiasi UV A yang diterima kulit berkisar 90 persen, dan radiasi UV B sebesar 5 persen. Paparan sinar matahari inilah yang dikhawatirkan akan berbahaya untuk kulit, terutama kulit bayi. "Jika ingin mencegah paparan radiasi UV yang tidak diinginkan, ada baiknya mengoleskan sunscreen pada kulit bayi," sarannya. Rachadian menambahkan bahwa menurut studi yang pernah dilakukan di beberapa negara, warga Amerika sudah mengoleskan sunscreen kepada bayi agar tak terlalu banyak terpapar sinar matahari. Sedangkan di Australia, sunscreen dioleskan kepada bayi-bayi yang sudah berusia lebih dari enam bulan. Untuk Indonesia, Rachadian menyarankan untuk mengoleskan sunscreen ketika Anda dan si kecil akan berjalan-jalan di bawah matahari, atau saat "berjemur". Sunscreen ini akan berfungsi sebagai proteksi kulit bayi dari radiasi yang berbahaya. Namun, Anda harus lebih cermat saat memilih sunscreen. Rachadian menyarankan untuk memilih sunscreen yang terdiri atas bahan-bahan fisik, dan bukan organik. "Sunscreen yang terbuat dari bahan fisik ini biasanya ditandai dengan adanya bahan zinc oxide, dan titanium oxide di dalamnya. Bahan ini aman digunakan untuk kulit sensitif," pungkasnya. Penggunaan sunscreen organik dinilai bisa diserap kulit dan membuat kulit bayi jadi iritasi.


Last edited by gitahafas on Sat Aug 17, 2013 2:40 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Tue May 28, 2013 1:59 pm

K


Last edited by gitahafas on Sat Aug 17, 2013 1:57 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Jun 05, 2013 4:42 pm

5 FAKTA TENTANG SUNSCREEN
Penulis : Felicitas Harmandini | Rabu, 11 Mei 2011 | 17:48 WIB
KOMPAS.com - Sunscreen selama ini identik dengan aktivitas berenang atau liburan ke pantai. Padahal, produk pelindung matahari ini seharusnya dikenakan setiap hari setiap Anda keluar dari rumah dan terpapar matahari. Kenyataannya, masih banyak fakta mengenai sunscreen yang belum kita ketahui. Beberapa hal di bawah ini adalah contohnya.

1. Banyak produk sunscreen ternyata hanya melindungi kulit dari sinar UVB, kecuali jika pada label kemasannya juga tertulis memiliki proteksi UVA (SPF hanya menunjukkan perlindungan dari UVB). Perlu Anda ketahui, segala aktivitas yang Anda lakukan di luar ruangan akan rentan terhadap pajanan sinar matahari, kelembaban udara, polusi, dan debu. Minimal, kalau Anda hanya akan terpapar matahari saat turun dari mobil dan berjalan ke dalam ruangan kantor, Anda tetap harus menggunakan krim tabir surya. Sebab, ruangan tertutup hanya akan menahan radiasi UVB, sedangkan UVA tetap akan masuk meskipun kita di dalam ruangan. Begitupun bila cuaca mendung, karena gelap itu hanya berasal dari awan, sedangkan sinar matahari tetap menembus.

2. Para pakar kesehatan mengatakan, sunscreen sebaiknya dioleskan ulang setiap 2 jam.
Sebuah studi mendapati bahwa orang yang menunggu hingga 2,5 jam untuk mengaplikasikan ulang sunscreen, kemungkinan kulit untuk terbakar bisa lima kali lebih besar.

3. Produk sunscreen umumnya akan mengalami kedaluarsa setelah sekitar satu tahun, terutama jika produk tersebut sudah terpapar panas di dalam mobil atau tas yang sudah lama tidak Anda pakai. Bahan aktifnya bisa rusak, sehingga tidak bisa memberikan perlindungan yang diinginkan. Saat sudah kedaluarsa produk sunscreen biasanya menunjukkan ciri khas: terlalu kental atau terlalu encer, krim atau gelnya mengkristal, selain itu juga terlihat seperti ada dua lapisan di dalam krim tersebut.

4. Anda juga harus lebih cermat dalam memilih produk sunscreen.
Pilihlah krim dengan SPF yang tinggi, setidaknya SPF30. Untuk aktivitas mendaki gunung atau beraktivitas di tempat-tempat lain yang pajanan sinar mataharinya sangat kuat, pilih yang SPF50. Sunscreen dengan SPF 70 atau 90 tidak benar-benar meningkatkan perlindungan terhadap kulit, dan kulit Anda malah terpapar bahan kimia dua atau tiga kali lebih banyak. Jika Anda memiliki kulit yang sensitif, lebih baik Anda mengaplikasikan SPF yang lebih rendah secara lebih sering. Sebab, Anda bisa mengalami iritasi atau kemerahan pada kulit jika menggunakan SPF yang lebih tinggi, demikian menurut Annet King, kepala The International Dermal Institute.

5. Setiap kali kulit Anda mengelupas, risiko mengalami kanker kulit akan meningkat.
Jika kulit Anda pernah terbakar matahari hingga lima kali dalam hidup Anda, risiko terkena melanoma menjadi dua kali lipat, lanjut King.


Last edited by gitahafas on Sat Aug 17, 2013 2:26 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Mon Jun 10, 2013 8:39 pm

UKURAN TEPAT MEMAKAI "SUNSCREEN"
Penulis : Christina Andhika Setyanti | Senin, 11 Maret 2013 | 17:44 WIB
KOMPAS.com - Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia secara alami mendapatkan paparan sinar matahari dan suhu yang lebih tinggi dibanding Eropa. Apalagi saat ini, intensitas paparan sinar matahari semakin tinggi akibat adanya pemanasan global. Peningkatan suhu yang signifikan dalam waktu singkat membuat kita harus lebih intensif merawat dan melindungi kulit dari bahaya sinar ultra violet (UV). Perawatan ini bisa dilakukan dengan cara mengoleskan pelembab atau krim tabir surya. "UV A dan UV B akan mengakibatkan kulit menjadi kusam, cepat keriput, penuaan dini, dan juga mengakibatkan sunburn," ungkap dr Mohamad Rachadian Ramadan, MD, BMedSci, saat talkshow "Beauty-Morphosis" bersama Marina Hand Body Lotion di Jakarta, beberapa waktu lalu. Tak sulit sebenarnya untuk mengaplikasikan krim tabir surya ini, karena Anda hanya perlu mengoleskannya ke seluruh tubuh. Namun, 15-20 persen orang ternyata memakai sunscreen ini dalam takaran yang salah. Seberapa banyak sih krim ini harus dioleskan agar melindungi kulit dengan optimal? "Menurut penelitian, ukuran yang paling efektif saat menggunakan sunscreen ini adalah dua mg per cm kubik luas kulit," tambahnya. Aturan ini memang agak sulit diterapkan karena sulit untuk menghitung luas kulit. Untuk mempermudah pengaplikasiannya, Rachadian menyarankan untuk menggunakan teaspoon rules. Aturan ini menyebutkan bahwa untuk mendapatkan manfaat sunscreen yang maksimal, Anda harus menakar krim ini dengan menggunakan sendok teh. Gunakan 1/2 sendok teh krim tabir surya untuk masing-masing bagian tangan, wajah, dan leher. Sedangkan untuk kaki, punggung dan dada, gunakan masing-masing bagian ini satu sendok teh krim tabir surya. Jika dijumlahkan, untuk satu tubuh orang dewasa akan menghabiskan krim tabir surya sekitar 35 ml. "Tabir surya ini juga tetap perlu diaplikasikan ulang sesuai takaran ini setelah dua jam terpapar sinar matahari, agar lebih efektif di kulit," sarannya.


Last edited by gitahafas on Sat Aug 17, 2013 2:38 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Mon Jun 10, 2013 8:53 pm

SPF TINGGI TAK MENJAMIN KULIT TERLINDUNGI
Penulis : Christina Andhika Setyanti | Kamis, 14 Maret 2013 | 14:55 WIB
KOMPAS.com - Sudah banyak orang yang sadar akan pentingnya menggunakan krim tabir surya. Hanya saja belum semua paham jenis krim tabir surya yang harus mereka gunakan, dan tingkat SPF (Sun Protection Filter) yang tepat untuk mereka. SPF merupakan perlindungan kulit dari radiasi sinar UV B yang bisa membakar kulit. "Sangat penting untuk memilih tabir surya dengan tingkat SPF yang tepat agar perlindungannya tetap optimal," ungkap dr Mohamad Rachadian Ramadan, MD, BMedSci, dari Gentur Cleft Foundation, saat talkshow "Beauty-Morphosis" Marina Hand Body Lotion UV Extra White SPF 15 di Jakarta, beberapa waktu lalu.  Untuk kulit orang Indonesia yang beraktivitas normal seperti bekerja, sekolah, atau jalan-jalan, SPF 15 sudah cukup melindungi kulit. Namun, jika Anda memiliki banyak aktivitas di luar ruangan dalam waktu lama, atau aktivitas yang berhubungan dengan air seperti berenang, gunakan SPF yang sedikit lebih tinggi.  Sayangnya, dengan pertimbangan suhu dan iklim Indonesia yang panas dan kering, kebanyakan orang Indonesia berpikir bahwa tabir surya ber-SPF tinggi akan memberikan perlindungan yang lebih maksimal. Tak heran, jika kini banyak terdapat produk kecantikan yang mengandung SPF 30 ke atas. Kesalahannya, mereka memilih SPF tinggi tanpa tahu apa manfaatnya untuk kulit. Mereka hanya berpikir, semakin tinggi SPF maka kulit akan makin terlindungi dan mereka makin terlihat putih. Padahal menurut penelitian yang dimuat dalam Cleveland Clinic Journal of Medicine, peningkatan SPF ternyata tidak bersifat linier terhadap perlindungan dari sinar matahari. Artinya, semakin tinggi angka SPF maka perlindungannya terhadap sinar matahari tidak berarti bertambah kuat. Jurnal ini juga mengungkapkan bahwa SPF 15 mampu memfilter sinar UV B sebesar  94 persen. Namun tabir surya ber-SPF 30, yang perlindungannya diharapkan bisa dua kali lipat lebih kuat daripada SPF 15, ternyata tidak mampu melindungi kulit sampai 100 persen lebih. SPF 30 ternyata hanya bisa melindungi kulit sebanyak 97 persen saja.  Selain SPF, yang harus diperhatikan saat memilih tabir surya adalah kandungan PA-nya. Kandungan ini akan melindungi kulit dari bahaya radiasi sinar UV A yang bisa merusak struktur kulit dan menyebabkan penuaan dini. "Menurut American Academy of Dermatology, orang Indonesia sudah cukup terlindungi dengan menggunakan PA + saja," jelasnya.


Last edited by gitahafas on Sat Aug 03, 2013 2:15 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Jun 12, 2013 9:26 am

SPF BUKAN UNTUK MASYARAKAT DI DAERAH TROPIS
Penulis : Wardah Fazriyati | Kamis, 27 Januari 2011 | 07:07 WIB
KOMPAS.com - Hidup di negara tropis dengan sengatan sinar matahari yang tinggi menjadi masalah bagi kebanyakan perempuan Asia. Terutama bagi mereka yang mendambakan kulit putih dan menghindari kulit gelap karena paparan sinar matahari. Pemahaman yang umum dari kebanyakan perempuan adalah mengaplikasikan tabir surya dengan kandungan SPF setinggi-tinginya. Ini salah kaprah, kata cosmetodermatologist tropical, Dr Retno Iswari Tranggono, SpKK, pendiri Ristra Group. Menurut Dr Retno, masih banyak perempuan yang belum teredukasi dengan baik mengenai kegunaan SPF. Sementara serbuan produk kosmetik yang menjual manfaat SPF untuk melindungi kulit dari sinar matahari, tetap tinggi. "Masyarakat sudah teredukasi namun konsumen ada yang smart, ada yang tidak. Banyak yang masih berpikir produk dari luar negeri pasti bagus," jelas Retno, usai temu media di Grand House of Ristra, Radio Dalam, Jakarta Selatan, Rabu (26/1/2011) lalu. Dermatologis yang konsisten meramu kosmetik berbasis medis lebih dari 20 tahun ini menegaskan, SPF tidak tepat untuk orang Indonesia. Produk dengan kandungan SPF tinggi, seperti yang banyak diproduksi di luar negeri, cocok untuk mereka yang tinggal di negara empat musim. Sementara, katanya, orang yang tinggal di negara tropis memiliki kebutuhan serta kondisi kulit yang berbeda. "SPF membuat pencoklatan kulit yang lebih cepat, membuat pigmen kulit lebih besar. SPF dirancang untuk orang luar negeri karena mereka kekurangan pigmen," jelasnya. Negara tropis, jelas Retno, kaya sinar ultraviolet (UV). Disadari atau tidak, lanjutnya, UV menembus kulit yang menimbulkan radikal bebas. Radikal bebas inilah yang kemudian masuk ke seluruh sistem tubuh. Jadi, yang dibutuhkan perempuan Indonesia adalah produk kosmetik yang mengandung pelindung kulit dari UV, bukan level SPF yang semakin tinggi.


Last edited by gitahafas on Sat Aug 03, 2013 2:12 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Tue Jun 25, 2013 8:38 pm

SPF 15 TAK CUKUP MELINDUNGI KULIT
Penulis : Felicitas Harmandini | Kamis, 2 Juni 2011 | 17:45 WIB
KOMPAS.com — Sedang menikmati long weekend untuk berlibur ke pantai? Sudahkah Anda menggunakan sunscreen untuk melindungi kulit Anda dari paparan matahari? Sudah tepatkah pilihan sunscreen yang Anda gunakan? Salah memilih sunscreen ternyata tak akan mampu melindungi kulit Anda dari paparan matahari. Selama ini, National Institute for Health and Clinical Excellence (Nice) menetapkan standar minimal sun protection factor (SPF) 15 apabila seseorang akan keluar dari rumah dan berisiko terpapar matahari. Namun, orang sering menggunakan krim tabir surya ini terlalu sedikit. Karena ketidaktahuan mengenai cara pemakaiannya ini, menurut para peneliti, kita hanya mendapatkan separuh dari jumlah sunscreen yang disarankan. "Factor 15 itu bisa menawarkan perlindungan sepanjang hari hanya jika Anda mengolesnya dengan tebal," kata Dr Ike Iheanacho, editor Drug and Therapeutics Bulletin (DTB). "Dalam kenyataannya, orang biasanya mengaplikasikan sunscreen jauh lebih sedikit sehingga tidak mendapatkan manfaat lebih dari separuh bahan pelindung yang disebut SPF itu." Repotnya, mengoleskan sunscreen dalam jumlah yang cukup juga bikin boros. Untuk melindungi kulit seluruh tubuh orang dewasa, untuk sekali pengolesan, membutuhkan sekitar 35 mililiter (ml) sunscreen. Sudah begitu, Nice juga menyarankan untuk mengulangi pengolesannya setiap dua jam. Artinya, botol sunscreen ukuran 200 ml bisa habis dalam dua atau tiga hari saja. Menurut Dr Iheanacho, jika Anda ingin mengurangi risiko kulit terbakar sinar matahari atau kanker kulit, setidaknya Anda membutuhkan sunscreen dengan SPF 30. Di Inggris, setiap hari setidaknya dua orang berusia di bawah 35 tahun didiagnosa dengan jenis kanker kulit yang paling mematikan. Angka kasus penyakit malignant melanoma pada orang di kisaran usia 15-34 tahun meningkat tiga kali lipat sejak akhir 1970-an, demikian menurut Cancer Research UK. Jadi, bahaya kanker kulit itu bukan sekadar omong kosong.


Last edited by gitahafas on Sat Aug 03, 2013 2:11 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Thu Aug 22, 2013 2:16 pm

TABIR SURYA LINDUNGI SEL KULIT SEHAT DARI KERUSAKAN
Penulis : Wardah Fazriyati | Sabtu, 28 April 2012 | 20:37 WIB
KOMPAS.com - Paparan sinar ultraviolet A (UVA) berdampak buruk bagi kulit. Apalagi bagi Anda yang beraktivitas di luar ruang mulai pukul 09:00 hingga 15:00. Radikal bebas yang berasal dari sinar UV dapat merusak jutaan sel sehat pada lapisan epidermis. Paparan UVA tak bisa dihindari, radikal bebas pun tak mudah dimusnahkan, namun Anda dapat menangkal serangan yang membahayakan kulit dengan perawatan tepat. Langkah paling sederhana melindungi kulit dari pengaruh buruk radikal bebas adalah dengan rutin menggunakan pelembab dan tabir surya. "Pelembab yang mengandung SPF tak lantas melindungi kulit sepenuhnya, karena fungsi utamanya adalah untuk melembabkan. Perlindungan kulit dari paparan sinar UV didapatkan dari tabir surya mengandung PA++ yang dipakai setelah menggunakan pelembab," jelas Ari Martono, Education Manager Kiehl's Indonesia, di sela acara Kiehl's Beauty, Art & Style Talk Show di Sogo Plaza Senayan, Jakarta, Sabtu (28/4/2012). Ari menjelaskan 90 persen kerusakan kulit merupakan dampak dari efek paparan sinar UVA. Inilah sebabnya aplikasi rutin tabir surya menjadi penting sekaligus kunci perawatan kulit wajah. Ia menambahkan, jika tidak menggunakan tabir surya, penuaan pun lebih cepat muncul. Tandanya muncul bintik hitam pada wajah, kulit mengalami dehidrasi, terlihat kusam dan teksturnya menjadi lebih kasar. "Penggunaan tabir surya dapat memproteksi kulit dari radikal bebas yang dapat merusak jutaan sel sehat di kulit lapisan epidermis. Kalau sel sehat ini rusak, kemampuan regenerasi sel akan melemah," jelasnya. Sebaiknya gunakan tabir surya sebagai tahap akhir ritual perawatan kulit harian, setelah pembersihan wajah dan penggunaan pelembab. "Pakai tabir surya 15-20 menit sebelum beraktivitas di luar ruang," sarannya.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Tue Sep 03, 2013 8:11 pm

TABIR SURYA AMPUH CEGAH KANKER KULIT
Sabtu, 12 Oktober 2013 | 07:03 WIBwww.goldenwolfftan.comTERKAIT
Metrotvnews.com: Manfaat tabir surya tidak hanya berguna untuk memberikan perlindungan 100% terhadap sengatan matahari tetapi juga melindungi 'superhero gen' yang berfungsi melawan semua tiga jenis kanker kulit. Demikian temuan peneliti Australia yang dipublikasikan di media massa Australia. Para peneliti dari Queensland University of Technology tersebut mecoba menemukan efektivitas tabir surya dalam mencgah kanker dengan melakukan serangkaian biopsi (pengambilan jaringan tubuh untuk pemeriksaan laboratorium) kulit terhadap 57 orang sebelum dan setelah terpapar sinar ultraviolet (UV), dengan atau tanpa memakai tabir surya. Hasilnya, selain melindungi kulit, tabir surya menjadi semcam perisai bagi gen p53 yang berfungsi mencegah tiga jenis kanker kulit seperti basal cell carcinoma, squamous cell carcinoma, dan malignant melanoma. "Seiring kulit kita rusak karena (sengatan) matahari, gen p53 pun bekerja memperbaiki kerusakan itu dan dengan demikian mencegah terjadinya kanker kulit," ungkap pemimpin peneliti Elke Hacker. (Xinhua/Haufan Hasyim Salengke)


Last edited by gitahafas on Wed Oct 23, 2013 2:06 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
 
Kesehatan Kulit
View previous topic View next topic Back to top 
Page 47 of 48Go to page : Previous  1 ... 25 ... 46, 47, 48  Next
 Similar topics
-
» kulit hitam masuk neraka ???
» Manfaat Shalat Bagi Kesehatan

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: