Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Kesehatan Kulit

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 24 ... 44, 45, 46, 47, 48  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Mar 13, 2013 11:12 am

MANA LEBIH EFEKTIF, TABIR SURYA ATAU SUNBLOCK?
Dwi Indah Nurcahyani - Okezone - Jum'at, 23 Maret 2012 16:06 wib
BANYAK orang tergelincir dalam persepsi abu-abu dalam memahami tabir surya dan sunblock. Untuk lebih mengenalinya, simak ulasan lengkapnya berikut. Fungsinya yang berbeda tipis membuat tabir surya dan sunblock sering banyak salah dipersepsikan orang dalam penggunaannya. Namun di balik itu sebenarnya terdapat persamaan bahwa kedua item tersebut sama-sama menjadi perisai kulit dari terpaan sinar UV. Untuk dapat menggunakannya sesuai dengan kebutuhan, mengenali masing-masing produk tersebut dapat menjadi pilihan. Kenali lebih lanjut mengenai produk tersebut lewat paparan berikut dari Times of India.

Tabir surya : peredam
Apakah tabir surya? Menurut ahli kecantikan dan dokter kulit, Dr Udhay Sidhu dari Apollo Hospital, Bangalore, tabir surya akan meresap ke dalam kulit sehingga dapat menahan radiasi UV. Keuntungan yang dimiliki dari tabir surya yakni kandungannya yang terdiri dari blocker kimia seperti oxybenzone, avobenzone, dan sulisobenzone. Dr Sidhu mengatakan ketika membeli tabir surya sebaiknya Anda menghindari produk yang mengandung bahan-bahan seperti ara-aminobenzoic acid dan paraben." Bahan kimia ini dapat menyebabkan kemerahan, gatal dan masalah kulit lainnya.”

Sunblock : Reflektor
Apa itu sunblock? Dr Sidhu mengatakan bahwa sunblock memberikan perlindungan kulit baik terhadap terpaan sinar UVA dan UVB. Sunblock berfungsi menjadi reflektor dari radiasi sinar berbahaya tersebut sebelum menyentuh kulit Anda. Sunblock cenderung berminyak dan kental serta dapat menyebabkan reaksi sedikit alergi pada kulit. Dr Sidhu menjelaskan, “ Carilah produk yang memiliki kandungan broad spectrum dimana dapat melindungi kulit terhadap UVA dan UVB, memiliki sunscreen yang tahan terhadap air dan minimal mengandung SPF 15. Sementara bagi Anda yang memiliki kulit lebih terang, Dr Sidhu menyarankan untuk menggunakan produk dengan SPF yang lebih tinggi. Sunscreen yang terdapat dalam sunblock berfungsi untuk meredam sinar matahari yang menerpa sehingga ancaman terhadap kerusakan akibat kerusakan sinar tersebut dapat diminimalisir. Tak hanya itu, sunblock juga dapat mengurangi penuaan, bintik-bintik cokelat dan kanker kulit serta keriput.


Last edited by gitahafas on Wed Mar 13, 2013 1:10 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Mar 13, 2013 11:13 am

9 KESALAHAN UMUM APLIKASI TABIR SURYA
Penulis : Nadia Felicia | Kamis, 22 Juli 2010 | 14:53 WIB
KOMPAS.com - Anda pasti sudah paham mengenai fungsi tabir surya pada wajah. Tetapi, bila Anda melakukan satu atau beberapa kesalahan yang berhubungan dengan pengaplikasiannya, maka upaya Anda pun sia-sia. Apa saja yang patut diberikan perhatian lebih untuk menggunakan tabir surya?

Pelit
Jika Anda berusaha menghemat atau berpikir hasilnya akan sama saja jika dioleskan sedikit saja pada kulit, maka perlindungan kulit Anda tak akan total seutuhnya. Jeannette Graf, seorang dermatolog menyarankan untuk menggunakan ukuran koin logam untuk memperkirakan jumlah tabir surya yang baiknya digunakan pada bagian wajah, dan ukuran sekitar 2 gelas sloki untuk seluruh tubuh. Jika Anda akan menghabiskan banyak waktu di luar ruangan, oleskan di seluruh tubuh dan wajah Anda, meski Anda berencana mengenakan pakaian renang tertutup sekalipun. Lakukan pengolesan setidaknya 20 menit sebelum berada di bawah sinar matahari, gunanya untuk memberikan kesempatan si tabir surya meresap. Jika Anda menunggu hingga berada di bawah matahari baru mengoleskan tabir surya, kulit Anda akan menjadi sangat rentan saat diaplikasikan.

Cuek di Saat Mendung
Apakah Anda akan berhenti menggunakan sabuk pengaman hanya karena Anda tak bisa melihat mobil lain di jalan raya? Tidak, kan? Sama seperti hal tersebut, Anda pun butuh proteksi meski Anda tak bisa melihat matahari sekalipun. "Saat mendung pun Anda tetap akan terekspos sinar UVA, yakni tipe sinar matahari yang menyebabkan penuaan dan kanker, sama seperti saat musim panas," terang Graf. Selalu awali hari Anda dengan mengaplikasikan tabir surya di setiap kulit yang rawan terekspos sinar matahari.

Berpikir Bahwa SPF Tinggi Adalah Keamanan Terbaik
"Banyak orang yang berpikir semakin tinggi nilai SPF yang tertera pada kemasan berarti pengamanan yang lebih lama," ujar Graf. Tak peduli berapa pun angka yang tertera pada kemasan tabir surya yang Anda pilih, Anda tetap harus mengaplikasikan ulang dengan sebaik-baiknya setidaknya setiap 90 menit.

Bukan Formula yang Tepat
Tabir surya dengan spektrum luas, yang menghadang sinar UVA dan UVB adalah yang Anda butuhkan. Carilah produk yang mengandung Mexoryl, Helioplex, atau zinc oxide.

Ada yang Terlewat
Rambut tebal tak berarti kulit kepala Anda memiliki proteksi lebih. Jika Anda akan berada di bawah matahari, Graf menyarankan untuk menyemprotkan tabir surya semprot, atau selalu membawa topi. Jangan lupa pula telinga Anda. Tak hanya wajah Anda yang butuh perlindungan. Bagian yang paling sering terlewat lainnya adalah bagian kaki, apalagi usai melangkah di genangan air. Pastikan Anda mengolesi tabir surya di bagian punggung telapak kaki sebelum menggunakan sandal.

Salah Menghitung
Mengoleskan SPF 15 di atas lapisan tabir surya yang nilai SPF-nya 30 bukan berarti Anda akan mendapatkan perlindungan dari SPF 45. Cukup gunakan tabir surya dengan SPF setidaknya 30, dan aplikasikan ulang untuk proteksi optimal.

Bersandar pada Make-up
Banyak make-up bedak atau foundation yang sudah dilengkapi dengan tabir surya. Namun, ini tidak berarti bahwa tata rias tersebut sudah cukup memberikan proteksi yang cukup. Para ahli mengatakan, bahwa Anda perlu mengaplikasikan 7 lapis foundation untuk mendapatkan nilai SPF yang tertera pada kemasan make-up.

Anda Tak Tahu Bahwa Anda Supersensitif
Kebanyakan orang tak menyadari bahwa beberapa medikasi, seperti resep untuk tekanan darah tinggi, obat KB, dan antibiotik tertentu bisa membuat Anda sensitif terhadap sinar matahari dan rentan terhadap kulit terbakar. Perhatikan pula makanan yang Anda asup, seperti seledri dan limau, serta buah sitrus lainnya yang mengandung furocoumarins. Sinar mentari yang berinteraksi dengan zat kimiawi ini bisa menyebabkan bintik hitam yang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menghilang, jadi, perhatikan apa yang Anda seruput saat berada di bawah sinar mentari, ya.

Lupa Melindungi Bibir
Bibir mendapatkan eksposur terhadap sinar matahari lebih banyak ketimbang bagian lain pada wajah. Jika Anda memiliki kebiasaan untuk mengoleskan lip gloss sebelum berenang, sama saja dengan menggunakan baby oil dan berjemur, Anda akan membakar bibir Anda. Jika Anda berencana untuk berada di luar ruangan, pastikan lip gloss Anda mengandung SPF 20, dan aplikasikan sesudah Anda mengolesi bibir dengan pelembap sekaligus tabir surya khusus bibir. Jangan lupa untuk mengaplikasikannya berulang kali. Kita makan, minum, dan menjilat lidah, secara tak sadar, tabir surya ini akan hilang dengan sendirinya. Penting untuk terus menerus mengaplikasikan ulang.


Last edited by gitahafas on Wed Mar 13, 2013 1:12 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Mar 13, 2013 11:17 am

MANA TABIR SURYA YANG SESUAI UNTUK ANDA?
http://www.femina.co.id/
Saat ini tersedia krim tabir surya sesuai jenis kulit. Sebaiknya kenali jenis kulit Anda, lalu pilih krim tabir surya yang sesuai.

Untuk kulit berminyak, pilih produk bertuliskan oil free dan berbahan dasar air atau gel. Lebih bagus jika tidak mengandung pelembap dan tanpa wewangian.

Untuk kulit kering, pilih yang mengandung pelembap, tidak lengket, dan terasa ringan di kulit.

Bila kulit Anda jenis kombinasi, pilih produk yang mengandung benzoyl peroxide, yang mampu mengimbangi kadar minyak di daerah T (dahi, hidung, dan dagu).

Bila Anda sedang menggunakan produk perawatan dari dokter kulit, seperti krim wajah, obat jerawat, atau pil KB, hati-hati. Kadang-kadang produk ini punya efek meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari. Pastikan Anda mengoleskan tabir surya dengan SPF 30. Apalagi bila ada noda bekas luka. Sinar matahari dapat membuat noda bekas luka makin gelap. (f)
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Mar 13, 2013 11:19 am

BEDA TABIR SURYA DAN SUNBLOCK DALAM MELINDUNGI KULIT
by Ilham Choirul on Sun, 6 May 2012
Buat wanita yang peduli dengan kulitnya di saat musim kemarau, tabir surya (sunscreen) dan sunblock biasanya tidak lupa untuk digunakan. Kedua krim tersebut diyakini bisa mencegah efek buruk paparan sinar matahari. Namun, tahukah Anda perbedaan kedua kosmetik ini?

Tabir surya punya sifat sebagai peredam.
Dia mengurangi paparan UV-A dan UV-B di kulit. Sifatnya seperti penyaring sehingga komponen dalam sinar matahari tidak sepenuhnya ditolak. Tabir surya menyerap terutama UV-B dan sebagian UV-A. Tabir surya biasanya terdiri dari komponen kimia oksibenzon, avobenzone, dan sulisobenzone. Kalau Anda membeli tabir surya, hindari yang mengandung para-aminobenzoic acid dan paraben karena bisa menyebabkan kemerahan dan gatal-gatal. Tabir surya kurang cocok dipakai untuk daerah yang sengatan mataharinya cukup panas.

Sementara itu, sunblock bertindak ibarat cermin yang akan membelokkan sinar matahari berbahaya ketika menyentuh kulit.
Meski cenderung berminyak dan tebal saat dikenakan, sunblock lebih efektif dalam menolak UV-A dan UV-B. Sunblock biasanya tersusun dari titanium dioksida dan seng oksida.Sunblock yang baik adalah yang mengandung SPF 15. Semakin tinggi angka SPF, maka kerjanya semakin baik dalam menolak sinar ultraviolet. Kalau kulit Anda terang, carilah yang mengandung SPF tinggi. Sunblock lebih cocok dipakai untuk kulit yang berada di daerah sangat panas.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Mar 13, 2013 11:20 am

ADAKAH PENGARUH PEMAKAIAN TABIR SURYA PADA KECERDASAN ANAK?
Linda Mayasari - detikHealth Rabu, 30/05/2012 14:03 WIB
Jakarta, Akhir-akhir ini muncul kekhawatiran tentang penggunaan tabir surya yang mungkin memiliki pengaruh negatif pada perkembangan mental anak-anak, mengingat penelitian sebelumnya yang telah mengaitkan tingkat tinggi vitamin D terhadap penurunan daya pikir orang dewasa. Karena penelitian sebelumnya telah dinyatakan ada hubungan antara vitamin D tingkat tinggi dengan fungsi kognitif pada orang dewasa. Para peneliti di Inggris kemudian menyelidiki apakah hal tersebut juga berlaku pada anak-anak. Sumber vitamin D ada dua yaitu, vitamin D3 yang secara alami dibuat dalam tubuh dari paparan sinar matahari dan vitamin D2 yang berasal dari makanan nabati. Para peneliti menemukan bahwa kadar tinggi vitamin D3 banyak ditemukan pada anak-anak yang dibesarkan oleh keluarga yang serba ada, sedangkan kadar tinggi vitamin D2 lebih banyak ditemukan pada anak-anak dari keluarga yang sederhana. Para peneliti melakukan pengukuran tingkat vitamin D2 dan D3 terhadap 3000 anak pada usia 9 tahun. Kemudian peneliti melakukan pengujian kognitif ketika anak-anak tersebut berusia antara 13 dan 14 dan lagi pada usia antara 15 dan 16. Hasil studi menemukan bahwa anak dengan kadar vitamin D3 yang lebih tinggi tidak memiliki prestasi akademik yang baik. Sedangkan anak-anak dengan tingkat vitamin D2 lebih tinggi menunjukkan prestasi akademik yang lebih buruk. Temuan dari penelitian ini tidak menemukan hubungan antara tingkat vitamin D dan prestasi akademis pada anak. Mungkin manfaat vitamin D pada fungsi kognitif orang dewasa tidak muncul sampai di kemudian hari. Mungkin juga vitamin ini memiliki dampak yang lebih pada penuaan otak, atau mungkin karena efek kumulatif seumur hidup dari vitamin. Apa pun alasannya, perubahan pedoman kesehatan masyarakat tentang perlindungan terhadap paparan sinar UV telah diusulkan. Penulis penelitian menyatakan bahwa melindungi anak dari paparan sinar matahari melindungi terhadap kerusakan kulit dan kanker kulit dan tidak mungkin memiliki efek yang merugikan pada kinerja akademik. Penelitian ini dipublikasikan secara online dalam Journal of Epidemiology and Community Health seperti dilansir dari thedoctorwillseeyounow, Rabu (30/5/2012).
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Mar 13, 2013 11:22 am

SEMBARANGAN PAKAI TABIR SURYA BISA MEMICU ENDOMETRIOSIS
Linda Mayasari - detikHealth Jumat, 11/05/2012 14:31 WIB
Jakarta, Penggunaan produk perlindungan seperti krim tabir surya perlu digunakan untuk menjaga kulit agar terhindar dari panas matahari yang menyengat. Tetapi, Anda perlu berhati-hati terhadap bahan tertentu yang terkandung dalam krim tabir surya yang diduga dapat menyebabkan penyakit endometriosis. Berdasarkan studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal ACS Environmental Science & Technology menyatakan bahwa penggunaan krim tabir surya yang mengandung bahan tertentu dapat meningkatkan risiko endometriosis. Endometriosis adalah peradangan yang terkait dengan hormon estrogen berupa pertumbuhan jaringan endometrium yang disertai perambatan pembuluh darah, hingga menonjol keluar dari rahim yang menyebabkan nyeri pada pinggang. Beberapa tabir surya dan produk perawatan pribadi mengandung benzofenon (BP). Bahan tersebut sangat efektif menghalangi sinar ultraviolet yang berbahaya dari matahari. Tetapi sejumlah kecil BP dapat melewati kulit dan terserap ke dalam darah, di mana zat tersebut dapat meniru efek hormon estrogen dalam tubuh. Perkembangan endometriosis pada 1 dari 10 wanita usia produktif dipengaruhi oleh kadar estrogen dalam tubuhnya. Tetapi, meskipun fakta-fakta tersebut terkait, para peneliti sampai sekarang belum dapat memastikan penggunaan tabir surya BP dapat meningkatkan kemungkinan endometriosis. Oleh karena itu para peneliti menganalisis tingkat BP dalam urin 625 wanita yang menjalani operasi endometriosis. Peneliti menemukan bahwa wanita yang menderita endometriosis tersebut memiliki tingkat BP yang cukup tinggi yaitu 2,4 OH-BP. "Wanita cenderung memiliki kadar BP yang tinggi selama musim panas dan penggunaan krim tabir surya. Hasil penelitian tersebut menimbulkan spekulasi bahwa paparan tingkat tinggi 2,4 OH-BP mungkin menjadi salah satu penyebab endometriosis," kata Kurunthachalam Kannan, salah seorang peneliti seperti dilansir dari medindia, Jumat (11/5/2012).
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Mar 13, 2013 11:23 am

INILAH MITOS DAN FAKTA SEPUTAR TABIR SURYA
RABU, 13 MARET 2013 | 03:51 WIB
TEMPO.CO , Jakarta:Pajanan radiasi ultraviolet sinar matahari yang berlebihan dapat merugikan kesehatan. Misalnya kulit terbakar, penuaan dini, bahkan memicu penyakit kulit ganas, termasuk kanker. Sebab itu, sejumlah produsen menawarkan produk tabir surya alias sunscreen untuk menangkal efek jahat radiasi tersebut (fotoproteksi). Menurut Hari Sukanto, dokter spesialis kulit dan kelamin dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RSUD Dr Soetomo Surabaya, fotoproteksi tidak hanya terbatas pada pemakaian tabir surya. Upaya menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan juga tak bisa diabaikan. “Gunakan pelindung terhadap paparan sinar matahari dengan baju, topi, kaca mata, dan tabir surya,” katanya dalam Simposium Pearls of Cosmetic Dermatology di hotel Borobudur, Jakarta, akhir Februari lalu. Dalam forum yang sama, Erdina H.D. Pusponegoro, dokter spesialis kulit dan kelamin dari Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FKUI/RSCM Jakarta, mengungkap adanya sejumlah mitos tentang fotoproteksi itu. Agar mitos itu tak terus hidup dan berkembang, ia pun membuka faktanya.

Mitos 1:
Tabir surya dengan SPF (sun protecting factor) tinggi merupakan satu-satunya yang dibutuhkan untuk perlindungan terhadap pajanan matahari.
Fakta 1:
- Tabir surya sendiri tidak dapat memberikan perlindungan sepenuhnya.
- Kebanyakan tabir surya mengalami fotodegradasi ketika terpajan sinar matahari. Tabir surya tidak dibuat untuk bertahan lebih dari dua jam di luar ruangan.
- Tabir surya tidak seefektif menghindari pajanan matahari pada pukul 11.00-16:00 dengan cara mencari tempat teduh dan mengenakan pakaian yang melindungi.

Mitos 2:
Penggunaan tabir surya dengan SPF 15 dan SPF 30 secara bersamaan dapat memberikan proteksi SPF 45.
Fakta2:
- SPF tertinggi yang digunakan, SPF tertinggi yang didapatkan. Pada kasus ini, SPF yang diperoleh 30.
- Penggunaan tabir surya dengan jumlah yang tepat lebih baik daripada penggunaan tabir surya SPF tinggi dengan jumlah yang tidak tepat.

Mitos 3:
Orang dengan kulit gelap sudah terlindungi dari matahari.
Fakta3:
- Kulit normal yang berwarna gelap hanya menawarkan SPF 4, oleh sebab itu tetap dianjurkan untuk memakai fotoprotektor.
- Semua orang, apa pun tipe kulitnya, harus melakukan tindakan perlindungan terhadap pajanan matahari. Orang dengan warna kulit yang gelap memiliki proteksi natural lebih banyak dibandingkan orang dengan warna kulit yang lebih terang.

Mitos 4:
Tanned skin (menggelapkan kulit) membuat Anda terlihat lebih sehat, menarik, dan terlindung dari kerusakan akibat sinar matahari.
Fakta4:
- Sebagian besar orang menganggap bahwa tanned skin terlihat lebih cantik sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri. Ini hanya efek psikologis.
- Tan merupakan reaksi perlindungan kulit terhadap radiasi; merefleksikan kerusakan kulit dan kulit berusaha memberikan perlindungan dengan melanin yang terbatas pada warna kulit, rambut, dan mata untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
- Seiring dengan berjalannya waktu, tanned skin akan menjadi keriput, kendur, kasar, kusam, dan bernada.
- Self-tanning cream tidak memiliki efek perlindungan terhadap matahari.

Mitos 5: Mendapatkan base tan dapat mencegah seseorang mendapat sunburn.
Fakta 5:
- Base tan adalah SPF 2 untuk kulit tipe 2.
- Kebanyakan ras Kaukasia memiliki kulit tipe 2.
- Kulit yang lebih gelap (tipe 4-6) akan memiliki proteksi yang lebih tinggi dengan base tan.

Mitos 6:
Indoor tanning lebih aman karena waktu pajanan lebih pendek.
Fakta6:
- Tidak lebih aman.
- Bohlam tanning bed mengeluarkan radiasi UVA yang berpenetrasi lebih dalam ke kulit dan tidak memberikan tanda-tanda peringatan pajanan UV yang berlebihan seperti sunburn.
- Tanning bed dapat memberikan radiasi 15X lebih banyak dari cahaya matahari di siang hari.
- 20 menit di tanning bed setara dengan 3-4 jam di matahari.

Mitos 7:
Tidak perlu menggunakan tabir surya karena telah menggunakan make-up yang mengandung tabir surya.
Fakta 7:
- Banyak foundation dan make-up yang mencantumkan SPF pada kemasannya tetapi tidak menyebutkan tabir surya yang dikandung, tidak photostable, tidak mengandung UVA blocker, dan diaplikasikan dalam jumlah yang tidak mencukupi untuk mencapai SPF yang diharapkan.

Mitos 8:
Penggunaan tabir surya menyebabkan kekurangan vitamin D.
Fakta 8:
- Dalam jumlah kecil (beberapa menit setiap harinya) sinar matahari memang dibutuhkan (UVB membantu produksi vitamin D pada kulit). Sebagian besar orang mendapatkan kebutuhan vitamin D harian dari makanan.
- Beberapa penelitian menunjukkan penggunaan jangka panjang tabir surya sedikit atau tidak berpengaruh pada level vitamin D, tidak menginduksi hiperparatiroid sekunder atau osteoporosis.
- Pada pasien risiko tinggi, dianjurkan pemberian suplemen vitamin D 1.000 IU/hari.

Mitos 9:
- Tabir surya dapat menyebabkan kebutaan bila mengenai mata.
Fakta 9:
- Tabir surya tidak dapat menyebabkan kebutaan. Apabila mengenai mata, bilas dengan air selama 10-15 menit. Apabila mata kemerahan, nyeri menusuk, bengkak menetap, segera hubungi dokter.

Mitos 10:
Matahari tidak berbahaya bila cuaca mendung/berkabut.
Fakta 10:
- Awan dan kabut tidak memberikan perlindungan penuh dari pajanan matahari. Sampai 80 persen cahaya matahari dapat menembus awan kecil dan kabut. Hal ini menjadi alasan untuk tetap menggunakan photoprotective cosmetic tan dalam lingkungan artifisial, seperti indoor tanning.
- Faktor seperti waktu, musim, awan, polutan, posisi dari garis bumi, pantulan permukaan seperti pasir, salju, dan air mempengaruhi intensitas cahaya matahari.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Wed Mar 13, 2013 1:23 pm

WAKTU TEPAT PAKAI TABIR SURYA
Penulis : Christina Andhika Setyanti | Senin, 18 Maret 2013 | 21:28 WIB
KOMPAS.com - Demi alasan kepraktisan dan kemudahan, kini semakin banyak produk kecantikan yang menambahkan formulasi anti UV di dalamnya, mulai losion, foundation, krim wajah, sampai bedak. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, sebaiknya gunakan krim UV yang murni (tidak bercampur dengan produk kecantikan lain), demikian saran ahli dermatologi dr Rachadian Ramadhan. "Ketika dicampur dengan krim lain, krim tabir surya akan menyatu dengan bahan kimia lain sehingga bisa mengurangi efektivitasnya. Bukan berarti tidak efektif, hanya saja jika memungkinkan gunakan losion dan tabir surya yang terpisah," ungkap dr Rachadian, saat peluncuran losion tubuh di Jakarta, beberapa waktu lalu. Jika digunakan terpisah, mana yang harus lebih dulu dipakai? Dr Rachadian mengungkapkan, kebanyakan perempuan selalu menggunakan krim tabir surya setelah menggunakan losion. Cara ini menurutnya kurang tepat. Justru tabir surya harus dioleskan pertama kali sebelum produk lainnya. "Aplikasikan krim tabir surya ini lebih dulu, baru diikuti dengan produk lainnya. Kecuali, Anda memiliki masalah kulit yang mengharuskan krim kulit ini tersentuh kulit langsung," jelasnya. Setelah mandi, oleskan krim tabir surya, kemudian losion tubuh atau krim wajah, baru dilapisi dengan baju. Pengolesan krim tabir surya di lapisan kulit paling awal berfungsi untuk lapisan perlindungan terakhir kulit dari sinar matahari. Saat terpapar matahari, baju dan losion tubuh akan membantu mengurangi intensitas sinar UV. Dengan demikian saat sinar matahari menyentuh krim tabir surya, intensitas UV-nya sudah berkurang. Selain itu, aplikasi krim tabir surya pada urutan awal juga bertujuan agar krim mudah meresap ke dalam kulit. Krim yang meresap sampai ke lapisan dermis kulit akan mampu mengurangi risiko serangan sinar UV A yang bisa merusak struktur di bawah kulit. "Agar benar-benar meresap dalam kulit dan optimal menangkal sinar UV, sebaiknya gunakan 15-30 menit sebelum beraktivitas. Kemudian aplikasikan lagi setiap 30 menit sekali," sarannya. Agar semakin efektif, pengaplikasian krim tabir surya juga harus memerhatikan ukuran pemakaiannya.


Last edited by gitahafas on Sat Aug 17, 2013 2:33 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Thu Mar 14, 2013 2:21 pm

MELAWAN PENUAAN DINI CUKUP DENGAN TABIR SURYA?
Penulis : K. WAHYU UTAMI | Selasa, 9 Juli 2013 | 16:50 WIB
KOMPAS.com - Meskipun Anda mungkin mengandalkan krim anti-aging yang dikemas dengan antioksidan dan cosmeceuticals untuk menjaga kulit Anda tampak muda, sebuah studi baru menunjukkan bahwa Anda bisa melawan penuaan dini hanya dengan menggunakan tabir surya. Benarkah demikian? Ini adalah studi besar pertama yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine. Studi ini menunjukkan bahwa tabir surya tidak hanya memperlambat penuaan kulit, tetapi juga dapat memberikan lebih baik dari itu. Peneliti membandingkan photoaging pada 900 pria dan wanita dari Australia selama empat tahun, di antaranya tahun 1992 dan 1996. Photoaging yang ditunjukkan berhubungan dengan kulit kasar dan kendur, kerutan meningkat serta kuit kering, peningkatan terlihat pada pembuluh darah kecil, menjadi putih dan komedo di wajah. Orang-orang dewasa, yang semuanya di bawah usia 55 tahun, secara acak dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama, diminta untuk menerapkan SPF 15 + tabir surya setiap hari. Mereka diminta untuk mengaplikasikannya pada wajah, leher, lengan dan tangan mereka setiap pagi. Kemudian, mengaplikasikannya kembali setelah berkeringat, berenang, atau menghabiskan lebih dari beberapa jam di luar ruangan. Sementara, kelompok kedua bisa menggunakan tabir surya sesuai dengan kebutuhan mereka.

Mereka juga disarankan untuk mengkonsumsi suplemen B-karoten, yang sebagian orang percaya dapat melindungi terhadap photoaging, atau suplemen plasebo. Kulit mereka dinilai pada awal dan akhir penelitian. Pada akhir penelitian, 77 persen dari peserta yang menggunakan tabir surya setiap hari, setidaknya minimal tiga sampai empat hari seminggu, diketahui 24 persen lebih kecil kemungkinannya mengalami peningkatan penuaan. Dibandingkan 33 persen peserta yang hanya menggunakan tabir surya sesuai keinginannya. Tabir surya ternyata memberikan perlindungan bagi kulit, tanpa memandang usia. Pada awal penelitian, 58 persen dari peserta memiliki photoaging moderat, namun pada akhir penelitian, jumlah itu turun menjadi 49 persen, menunjukkan penurunan photoaging di beberapa kulit wajah peserta. Tidak ada perbedaan di antara mereka yang melindungi photoaging dengan suplemen karoten dan plasebo. Namun, peneliti mengatakan bahwa mereka tidak bisa mengesampingkan peningkatan kecil atau penurunan penuaan kulit akibat suplementasi karoten. Meskipun secara luas diyakini bahwa tabir surya dapat menunda penuaan, ada sedikit bukti tentang hal ini sampai sekarang. Khususnya, peningkatan photoaging yang dikaitkan dengan peningkatan risiko Solar Keratosis atau pertumbuhan bersisik atau berkerak, dan kanker kulit. “Dengan menggunakan tabir surya secara teratur bisa mencegah perubahan kosmetik dan dapat mengurangi risiko kanker kulit,” jelas para peneliti.


Last edited by gitahafas on Sat Aug 03, 2013 2:04 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Kulit   Mon Mar 18, 2013 1:29 pm

WASPADA, TABIR SURYA BISA BIKIN ALERGI KULIT
Helmi Ade Saputra - Okezone SENIN, 15 JULI 2013 19:43 wib
BAHAYA dari sinar matahari dan sinar ultraviolet bisa menyebabkan kulit terbakar, bahkan kanker kulit. Kebanyakan orang biasanya memilih memakai tabir surya demi memeroleh perlindungan maksimal, efektif, dan aman. Padahal kenyataannya, tabir surya bisa menyebabkan alergi. Alergi kulit terhadap tabir surya dapat terjadi sebagai akibat dari reaksi terhadap salah satu bahan dalam tabir surya. Beberapa pemicu mungkin lebih umum karena aroma atau bahan pengawet dalam losion tabir surya. “Jarang pasien yang menaruh kecurigaan alergi terhadap losion perlindungan sinar matahari,”kata David E. Cohen, MD, MPH, Director of Allergic, Occupational, and Environmental Dermatology di New York University School Medicine. Lebih lanjut, ia menjelaskan, orang yang paling mungkin mengalami alergi terhadap tabir surya adalah mereka yang terkena sinar matahari secara teratur, orang-orang yang bekerja di luar rumah, serta perempuan. Hal ini karena perempuan lebih mungkin terkena kosmetik yang mengandung tabir surya. “Ketika alergi terhadap tabir surya berbahan kimia dicurigai, tabir surya yang mengandung titanium atau zinc dapat membantu,”tutur Dr. Cohen. Kemudian, penelitian yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine tersebut juga mengatakan, orang yang menggunakan tabir surya setiap hari jauh lebih kemungkinannya mengalami alergi dibandingkan mereka yang menggunakan tabir surya hanya bila diperlukan. Jadi, menggunakan tabir surya setiap hari selain mengurangi kemungkinan alergi, juga memungkinkan memperlambat efek kerusakan akibat sinar matahari. (ind)


Last edited by gitahafas on Sat Aug 03, 2013 2:05 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
 
Kesehatan Kulit
View previous topic View next topic Back to top 
Page 45 of 48Go to page : Previous  1 ... 24 ... 44, 45, 46, 47, 48  Next
 Similar topics
-
» Dupa Berbahaya Bagi Kesehatan
» kulit hitam masuk neraka ???
» kulit hitam, siapa takut
» Hikmah Diharamkannya Menikahi Saudara Sesusuan
» Mari Berpikir: Kisah Kulit Berganti di Neraka

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: