Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Kesehatan Mata

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1 ... 26 ... 48, 49, 50, 51  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Sun Jun 02, 2013 8:20 pm

PENGALAMAN YONAS HILANGKAN MINUS 4
Jumat, 12/03/2010 18:00 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Benarkah mata minus bisa dihilangkan? Jika menurut dokter mata minus baru bisa dihilangkan lewat operasi. Tapi Benyamin G Yonas (46 tahun) berhasil lepas dari kacamata minus 4,5 nya dengan mengikuti teknik Bates. Selain mengikuti panduan menurunkan mata minus dari buku Dr William Bates berjudul 'Better Eyesight Without Glasses', Yonas juga mempunyai kemauan dan keyakinan yang kuat. Sehingga ia berhasil lepas dari kacamata minusnya yang telah dipakai selama 26 tahun dengan minus 4,5 dan silinder 2 untuk mata kanan dan kirinya. Yonas menerapkan metode Bates dan menjalani pola hidup yang sehat, kini ia bisa melihat dengan jelas tanpa menggunakan bantuan kacamata lagi. "Dulu setiap kali periksa mata minus saya selalu naik, semua dokter yang saya temui selalu bilang bahwa minus mata saya tidak bisa disembuhkan dan harus menerima nasib. Karena itu lama-lama saya jadi takut sendiri," ujar Yonas, saat dihubungi detikHealth, Jumat (12/3/2010).

Dari mana Yonas tahu metode Bates?
Bermula ketika ia sedang di Singapura sekitar tahun 2002 dan menemukan buku karangan Dr William Bates di salah satu toko buku. Awalnya Yonas mengaku tidak mempercayai hal tersebut karena dokter bilang minusnya tidak bisa disembuhkan. Tapi setelah ia mencoba dan mengalami sendiri bahwa dengan rileks bisa membuat matanya lebih terang, ia mulai mempercayai metode Bates tersebut. Dr William Bates adalah seorang spesialis mata yang telah meninggal dunia sejak lama tahun 1931. Sang dokter yakin banyak orang yang sebenarnya tidak perlu menggunakan kacamata dengan cara melatih matanya. Latihan yang dibuat Bates membantu mengatasi ketergantungan seseorang pada kacamata. Dasar dari terapi ini adalah keyakinan bahwa kombinasi dari tubuh, pikiran dan jiwa digunakan untuk melihat. Selain itu makanan, postur tubuh, stres dan kesehatan seseorang juga mempengaruhi penglihatan.

Sejak awal tahun 2003, Yonas mulai serius menerapkan latihan metode Bates dan pola hidup yang sehat. Setelah latihan selama 6 bulan, ia memeriksakan matanya di salah satu optik karena merasa kacamatanya sudah tidak enak untuk dipakai. "Saya pikir minus saya bertambah lagi, tapi petugas optik bilang kalau minus saya sudah turun menjadi 2,5. Begitu saya coba kacamata dengan minus 2,5, penglihatan saya menjadi terang," ujar Yonas yang kini menetap di Bandung. Namun waktu yang dibutuhkan untuk mengurangi minus mata berbeda tiap orang, ada yang membutuhkan waktu 6 bulan, 3 bulan atau bagi yang minusnya masih sangat kecil bisa hanya beberapa kali melakukan latihan saja. Ini tergantung dari efektifitas latihan dan pola hidupnya.

Yonas menambahkan selain latihan metode Bates ada beberapa faktor lain yang juga turut mempengaruhi seperti olahraga teratur, menghindari makanan yang mengalami proses dan junk food, banyak mengonsumsi segala jenis sayuran dan buah, minum yang cukup serta banyak melakukan gerakan misalnya jalan-jalan, senam atau aerobik. "Kekakuan tubuh bisa menjadi penyebab keburaman mata, karena itu fleksibilitas bagus untuk penglihatan. Rata-rata orang yang matanya buram sedikit melakukan gerakan, kalau di kantor jangan duduk saja tapi cobalah jalan-jalan, mengambil barang atau gerak lainnya sehingga tubuh tidak kaku," ungkapnya. Yonas menuturkan semua hal bisa mempengaruhi penglihatan seseorang mulai dari gaya hidup, makanan, pikiran yang stres, kurang tidur serta kurangnya melakukan rileksasi untuk otaknya. Faktor lain yang juga menentukan keberhasilan metode Bates adalah tidur lebih awal yaitu usahakan sebelum jam 10 malam dan sering-seringlah melakukan rileks untuk diri sendiri. Karena tanpa dua hal tersebut, keberhasilan dengan metode Bates ini akan sulit dicapai. "Sumber mata terang adalah pikiran yang sehat dan santai. Selain itu kemauan dan keyakinan juga turut mempengaruhi keberhasilan metode ini," ujar wiraswasta kontraktor dan properti ini.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Sun Jun 02, 2013 8:25 pm

MATA MINUS DAN SILINDER TAK BISA SEMBUH?
Erninta Afryani Sinulingga - detikHealth Rabu, 22/05/2013 11:24 WIB
Jakarta, Kaca mata memang bisa digunakan sebagai gaya-gayaan. Tapi biasanya mereka yang sudah memakai kacamata, tak akan bisa lepas dari kacamatanya. Malah terkadang gangguan mata seperti minus atau silinder yang dialami semakin bertambah parah. Akhirnya, banyak orang beranggapan bahwa gangguan tersebut mustahil disembuhkan. Benarkah hal itu? "Fakta, itu adalah anatomi. Menghilangkan bisa, pada kasus-kasus tertentu dengan bedah refraktif (LASIK/lensa tanam). Untuk ukuran kecil, dikatakan ada modul latihan tertentu untuk mengurangi atau menghilangkan ukuran, namun tidak widely available (tersedia secara luas)," kata dr Gitalisa Andayani, SpM kepada detikHealth seperti ditulis Rabu (22/5/2013). Dr Gita yang merupakan dokter spesialis mata Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RS Cipto Mangunkusumo KIRANA ini menjelaskan bahwa gangguan mata silinder ataupun minus memang bisa bertambah semakin parah setiap tahunnya. Seseorang dikatakan memiliki mata minus jika mengalami kesulitan melihat benda yang jauh. Hal ini dikarenakan jarak titik api lensa mata terlalu pendek atau lensa mata terlalu cembung. Gangguan ini dikoreksi dengan kacamata berlensa cekung (negatif) yang dapat menempatkan bayangan tepat pada retina. Sedangkan pada kelainan mata silinder atau astigmatisma, penyebabnya adalah karena kelengkungan kornea mata tidak berbentuk bola. Akibatnya sinar-sinar yang masuk tidak terpusat sempurna, sehingga benda-benda yang dilihat seolah selalu berbayang. Kacamata berlensa silindris bisa digunakan untuk mengoreksi keluhan ini. "Untuk anak-anak, umumnya gangguannya bertambah parah tapi stabil setelah berusia 18 tahun. Untuk mata tua atau plus, akan bertambah terus sampai usia 60 tahun. Biasanya umur 40 memakai kaca mata S+1.00, umur 50 memakai S+2.00 dan seterusnya hingga umur 60 ke atas memakai S+ 3.00. Ukuran tersebut ditambahkan pada lensa melihat jauhnya," terang dr Gita
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Sun Jun 02, 2013 8:27 pm

INI AKIBATNYA JIKA SI 'MATA EMPAT' MALAS PAKAI KACAMATA
Erninta Afryani Sinulingga, Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth Rabu, 22/05/2013 14:27 WIB
Jakarta, Penggunaan kacamata merupakan sebuah kebutuhan bagi seseorang dengan mata minus, plus, atau silinder. Seringkali alasan ketidakpraktisan membuat sebagian penderita mata ini malas menggunakan kacamata. Nah, apakah akibatnya jika si 'mata empat' terus dibiarkan tidak menggunakan kacamata? "Seseorang dengan kondisi mata minus, plus, atau silinder yang enggan menggunakan kacamata akan membuat matanya menjadi lelah," ungkap dr Gitalisa Andayani, SpM, spesialis mata Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSCM Kirana yang ditulis oleh detikhealth, Rabu (22/5/2013). Menurut dr Gitalisa, seseorang yang sudah membutuhkan kacamata untuk membantu melihat, maka umumnya akan terus menggunakannya seumur hidup. Kecuali jika orang tersebut melakukan bedah refraktif atau lebih dikenal dengan lasik. "Lasik merupakan tindakan memodifikasi bentuk kornea sehingga yang tadinya minus, plus, atau silinder (dengan batasan tertentu) bisa berkurang. Bisa juga hilang dan menjadi normal," imbuh dr Gitalisa. Prosedurnya, setelah pasien datang ke rumah sakit mata, terutama yang memiliki fasilitas memadai untuk melakukan operasi lasik, maka akan dilakukan pemeriksaan oleh dokter mata dan pemeriksaan penunjang. Tindakan ini dilakukan untuk menilai apakah tindakan lasik bisa dijalankan. Biaya untuk melakukan bedah lasik bervariasi, namun diperkirakan oleh dr Gitalisa tindakan ini membutuhkan biaya sekitar Rp 8 juta ke atas per mata. Biaya ini dibutuhkan bergantung pada teknik yang dilakukan. Dilanjutkan oleh dr Gitalisa, kondisi mata minus, plus, dan silinder ada kemungkinan akan selalu bertambah dari waktu ke waktu, khususnya pada anak-anak. Sedangkan pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas relatif stabil. "Pada dewasa memang relatif stabil, namun terkecuali untuk kondisi tertentu. Misalnya saat berusia di atas 40 tahun, ada risiko timbulnya presbiopia atau 'mata tua'," imbuh dr Gitalisa. Presbiopia merupakan bagian dari proses penuaan alami mata dan dapat diobati. Secara teknis, presbiopia adalah hilangnya kemampuan mata untuk mengubah fokus melihat benda-benda yang dekat, seperti dilansir dari Web MD, Rabu (22/5/2013).
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Sun Jun 02, 2013 8:30 pm

PENGLIHATAN MULAI KABUR? INI SAATNYA ANDA PAKAI KACAMATA
Nurvita Indarini - detikHealth Rabu, 22/05/2013 07:55 WIB
Jakarta, Kelainan atau gangguan pada mata menyebabkan penglihatan terganggu. Saat objek terlihat kabur atau tidak jelas sehingga mengganggu aktivitas, itulah saatnya Anda mengenakan kacamata. Tetapi jika minus, plus, atau silinder pada mata belum tinggi, apakah memakai kacamata menjadi kewajiban? "Umumnya bila kecil, kurang dari atau S-0,50 dan atau C-0,50), tidak diberikan, namun bergantung kebutuhan individu. Bila penglihatan lebih enak atau lebih tajam dengan memakai kacamata, sekalipun kecil, sebaiknya menggunakan kacamata," ujar dr Gitalisa Andayani SpM, spesialis mata dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RS Cipto Mangunkusumo Kirana, dalam perbincangan dengan detikHealth, Rabu (22/5/2013). dr Gita mencontohkan jika seseorang kesulitan saat membaca dan belajar, atau mendapat kesulitan saat bekerja lantaran perlu melihat jelas dalam jarak tertentu arau waktu yang lama, maka kacamata perlu dipakai. Kapan sebaiknya pemeriksaan mata dilakukan? Untuk anak-anak sebaiknya skrining atau pemeriksaan awal kacamata dilakukan di usia prasekolah. Sehingga saat anak-anak masuk sekolah, bila perlu memakai kacamata mereka sudah memiliki dan menggunakan. "Bila anak tersebut memakai kacamata sebaiknya diperiksa secara berkala tiap 3-6 bulan. Secara umum (anak-anak dan dewasa), sebaiknya pemeriksaan mata dilakukan setiap tahun. Namun bila individu terdiagnosis dengan kelainan mata, tentu interval follow up lebih cepat," jelas dr Gita. Nah, berikut ini beberapa gangguan pada mata yang memerlukan kacamata untuk mengoreksi penglihatan:

1. Rabun Jauh atau Miopi
Seseorang memiliki kesulitan melihat benda yang jauh akibat sinar yang masuk jatuh di depan retina. Hal ini dikarenakan jarak titik api lensa mata terlalu pendek atau lensa mata terlalu cembung. Gangguan ini dikoreksi dengan kacamata berlensa cekung (negatif) yang dapat menempatkan bayangan tepat pada retina.

2. Rabun Dekat atau Hipermetropi
Gangguan pada mata ini menyebabkan seseorang kesulitan melihat benda yang dekat. Penyebabnya adalah titik api lensa berada di belakang retina. Penderita hipermetropi perlu menggunakan kacamata berlensa cembung, sehingga sinar yang jatuh di belakang retina akan dikembalikan tepat pada retina.

3. Presbiopia atau Mata Tua
Dalam kondisi mata tua, daya akomodasi mata berkurang. Sehingga seseorang yang mengakami gangguan ini tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat maupun jauh dengann jelas. Gangguan penglihatan ini dikoreksi dengan kacamata berlensa cekung dan cembung sekaligus.

4. Astigmatisma
Astigmatisma merupakan kelainan mata akibat kelengkungan kornea mata yang tidak berbentuk bola. Akibatnya sinar-sinar yang masuk tidak terpusat sempurna, sehingga benda-benda yang dilihat seolah selalu berbayang. Kacamata berlensa silindris bisa digunakan untuk mengoreksi keluhan ini.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Sun Jun 02, 2013 8:32 pm

KACAMATA TEBAL PADA ORANGTUA BESAR KEMUNGKINAN MENURUN PADA ANAK
Erninta Afryani Sinulingga - detikHealth Rabu, 22/05/2013 09:50 WIB
Jakarta, Orang tua yang memakai kacamata tebal akibat minus tinggi seringkali memiliki anak yang juga memiliki mata dengan minus tinggi. Ya, genetika memiliki kontribusi pada kelainan refraksi mata seseorang. "Umumnya pada minus tinggi terdapat kontribusi faktor genetik, namun tidak sepenuhnya karema kebiasaan atau pekerjaan juga berperan. Juga ada faktor-faktor lain yang tidak sepenuhnya diketahui," tutur dr Gitalisa Andayani SpM, spesialis mata dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RS Cipto Mangunkusumo Kirana, dalam perbincangan dengan detikHealth, Rabu (22/5/2013). Orang tua yang memiliki sumbu bola mata lebih panjang dari normal, umumnya juga akan memiliki keturunan dengan sumbu bola mata yang lebih panjang dari normal. Selain karena faktor genetik, gaya hidup juga berpengaruh pada minus seseorang. Orang yang tinggal di perkotaan umumnya lebih banyak yang mengenakan kacamata ketimbang orang desa. Hal ini karena sejak kecil orang di perkotaan lebih jarang keluar rumah sehingga membuat mata jarang kena sinar matahari. Perbedaan intensitas cahaya lampu dengan matahari memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan mata, khususnya jarak antara lensa dengan retina. Karena cahaya lampu relatif lebih redup, berbagai komponen mata tidak berkembang dengan baik sehingga bayangan tidak jatuh tepat pada retina. Akibatnya penglihatan jadi kabur dan harus dibantu dengan kacamata minus agar pandangan jadi lebih fokus. Teori ini bukan sebatas dugaan, karena sudah dibuktikan dalam berbagai penelitian. Salah satunya seperti yang dimuat dalam jurnal Archieve of Opthamology, yang melibatkan anak-anak keturunan China usia 6-7 tahun yang tinggal di Australia dan Singapura, demikian dilaporkan NYTimes. Kedua populasi anak-anak tersebut memiliki faktor genetik yang sama, dalam arti jumlah orangtua yang juga mengalami rabun jauh. Namun populasi yang tinggal di Singapura, jumlah anak yang menderita rabuh jauh mencapai 29 persen atau 9 kali lebih banyak dari Australia. Faktor yang membedakan antara keduanya adalah gaya hidup, karena ternyata anak-anak di Singapura lebih jarang beraktivitas di luar ruangan. Anak-anak di Singapura rata-rata hanya keluar rumah 3 jam/pekan, sedangkan di Australia durasinya mencapai 14 jam/pekan. "Untuk mengurangi risiko mata minus, caranya sangat mudah. Biarkan anak-anak bermain dan menghabiskan waktunya lebih lama di luar rumah," ungkap Sandra Aamodt, seorang profesor biologi molekuler dari Princeton University. Pencegahan gangguan penglihatan dengan mengasup vitamin A tidak terbukti secara ilmiah mengurangi minus seseorang, apalagi jika memiliki faktor genetik. Kebiasaan menonton TV atau bermain komputer terlalu lama dan posisi membaca yang salah juga berkontribusi membuat mata lelah yang pada akhirnya bisa membuat kelainan refraksi mata. Lalu berapakah minus, plus, atau silinder paling parah pada manusia? "Kacamata minus 6 ke atas kita anggap miopia (rabun jauh) tinggi, namun kisaran cukup luas. Ada pasien yang minus 30 namun rekornya berapa, saya tidak tahu," kata dr Gita.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Sun Jun 02, 2013 8:32 pm

ANTARA KACAMATA, LENSA DAN LASIK
RABU, 03 MARET 2010 | 08:26 WIB
TEMPO Interaktif, Dari dulu, Yunisa tidak pernah betah memakai kacamata. Kadang batangnya copot atau kacanya ringsek akibat tertindih badannya sendiri. Sudah setahun mahasiswi sebuah perguruan tinggi negeri di Jakarta ini beralih ke lensa kontak lunak atau softlens. Dia doyan gonta-ganti warna lensa, mulai abu-abu, cokelat, hingga sekarang hitam. Pada awal pemakaian softlens, dara 19 tahun ini tidak memakai resep dokter. Namun, karena takut infeksi dan segala macam, pemilik mata minus 1,75 ini akhirnya datang ke spesialis mata. Sekarang Yunisa sudah menanggalkan kacamata selamanya. Dia merasa penglihatannya lebih luas, tidak cuma sekitar area kacamatanya. Mata itu dianalogikan seperti kamera. Kamera mempunyai lensa untuk fungsi pembiasannya--memfokuskan cahaya. Kamera memiliki gambar yang bagus kalau fokusnya tetap. Fokus lensa harus sejalan dengan kualitas film yang bagus. Yang bersifat sebagai lensa atau pemfokus cahaya di mata adalah kornea, sedangkan retina sebagai filmnya. Karena itu, syarat orang melihat jelas adalah bisa memfokuskan cahaya yang datang ke mata jatuh tepat di retinanya. Orang yang memiliki kelainan pada fungsi ini disebut kelainan refraksi, yang menyebabkan minus atau plus pada matanya. Penanganannya bisa dilakukan tanpa atau dengan operasi. Tanpa operasi, bisa dengan memakai lensa kontak, seperti dilakukan Yunisa, atau dengan menggunakan kacamata. Masalahnya, bagi beberapa orang, kacamata bisa menjadi masalah kalau minus atau plusnya tinggi. Selain bentuknya mirip pantat botol, kacamata bisa menimbulkan efek abrasi. Abrasi itu disebabkan oleh lensa tinggi, yang membuat pembiasan tidak sama bila sinar itu melalui bagian tengah dan pinggir lensa. "Agak bergeser sedikit saja dari titik fokus, penglihatan jadi tidak nyaman," ujar spesialis mata Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Tri Rahayu, SpM, saat diskusi mengenai lensa kontak dan Lasik di Jakarta beberapa waktu lalu. Malah, dia menambahkan, dalam beberapa kasus menunjukkan bahwa pemakai kacamata berlensa tinggi melihat garis lurus menjadi bengkok.

Untuk itu, kalau pakai kacamata tidak nyaman, menurut Tri, orang biasanya beralih ke lensa kontak. Lensa kontak ada dua macam, yaitu lensa kontak keras dan lunak. Yang banyak beredar di Indonesia itu adalah yang lunak atau softlens, yang bisa dibeli di mal atau optik. Tapi Tri tidak menyarankan untuk membeli di kedua tempat itu. "Lebih baik ke dokter," katanya. Meski lensanya tebal, keunggulan alat ini adalah tidak mengganggu penglihatan si pengguna. Softlens juga tidak berkabut atau bergeser selama pemakaian. Kalau hujan, si pengguna tinggal kedip saja dan mata bisa jernih kembali. Sementara itu, si mata empat harus mengelap kacamata agar kembali jernih. Lensa kontak, dijelaskan Tri, juga memberi besar bayangan di retina yang relatif sama. Dia bisa mempertahankan penglihatan yang baik selama pemakaian. Namun perawatan lensa kontak sangat ketat. Setiap hari, begitu dilepas dari mata, lensa harus segera dicuci, dan jangan disimpan dulu. Karena, jika didiamkan dulu, akan membuat kuman berkembang biak. Kuman ini berlipat ganda pada saat lensa ditempelkan ke mata. Apalagi kornea yang kekurangan oksigen akan memicu terjadinya infeksi. Lensa kontak juga tidak dianjurkan bagi pengendara sepeda motor. Sebab, kalau kelilipan, Tri menjelaskan, kotoran akan masuk ke bawah lensa dan menimbulkan goresan di kornea. "Sekali atau dua kali tidak apa. Bayangkan kalau dipakai bertahun-tahun," tuturnya.

Prinsipnya, ibu dosen ini melanjutkan, indikasi pemakaian lensa harus tepat. Kalau ada tanda-tanda dini, tolong segera konsultasikan ke dokter, misalnya tidak nyaman, mata kering, gatal, merah, sakit, dan penglihatan buram. "Kalau ada tanda-tanda itu, segera dilepas. Paling tidak dilepas dulu lensa kontaknya, agar tidak terjadi efek lebih lanjut." Kalau memakai kacamata tidak suka, memakai lensa kontak gatal-gatal, pilihan berikutnya adalah tindakan bedah. Yang banyak dilakukan adalah operasi Lasik. Lasik adalah tindakan mengubah kelengkungan kornea dengan cara diablasi--dikurangi ketebalannya. Syarat dikerjakan Lasik, dipaparkan oleh Tri, adalah ukuran minus, plus, atau silinder mata pasien sudah stabil. Syarat lainnya adalah korneanya harus memiliki ketebalan yang cukup. "Makanya harus ada pemeriksaan pendahuluan sebelum lanjut," dia mengingatkan. Sementara itu, bagi pemakai lensa kontak, mereka diwajibkan melepas lensanya minimal dua pekan sebelumnya. Sebab, pemakaian lensa membuat ketebalan kornea bertambah. Kalau ketebalan kornea tidak cukup, tindakan operasi tidak jadi dilakukan. Operasi Lasik sendiri bisa mengurangi minus sampai dengan 13. Sejatinya, definisi mata sehat adalah mata yang bisa melihat obyek dengan jelas, selain penampilan matanya sendiri cantik. Artinya, mata tidak merah, tidak ada kantong, dan tidak ada pertumbuhan selaput. Mata harus dirasakan nyaman oleh yang punya mata. "Kalau bisa melihat jelas, dan orang menilai bagus, itu baru mata sehat," tutur Tri.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Sun Jun 02, 2013 8:34 pm

TANDA ANAK MULAI PERLU KACAMATA
Penulis : Lusia Kus Anna | Jumat, 28 Desember 2012 | 11:13 WIB
Kompas.com - Anak-anak sangat bergantung pada indera mereka untuk memahami dunia di sekitarnya. Karena itu mata yang sehat dan penglihatan yang prima sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Gangguan penglihatan bisa memengaruhi kemampuan balita mengembangkan koordinasi tangan dan mata, persepsi, dan keterampilan dasar lainnya. Pada anak yang lebih besar gangguan penglihatan akan mengganggu kemampuan akademik dan olahraga mereka. Sayangnya orangtua kerap mengabaikan kesehatan mata anaknya. Penelitian menunjukkan hanya satu dari tiga anak berusia 6-16 tahun yang mendapatkan pemeriksaan mata tahun lalu. Sebuah penelitian juga menunjukkan 90 persen anak usia sekolah yang harusnya memakai kacamata tidak mendapatkannya. Pemeriksaan mata seharusnya dimulai sejak bayi lahir untuk mendeteksi adanya kelainan. Kemudian pemeriksaan diulangi saat bayi berusia 6 bulan, 3 tahun dan saat anak berusia 5 tahun. Pemeriksaan yang rutin akan membantu dokter memprediksi risiko gangguan penglihatan yang mungkin dimiliki anak. Anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan pada umumnya menunjukkan gejala tertentu. Orangtua sebaiknya mewaspadai dan segera memeriksakan anaknya ke dokter mata jika:

- Anak sering sakit kepala dan mual yang tidak disertai penyakit.

- Sering mengucek matanya.

- Memiliki reaksi ekstrim pada cahaya yang terang.

- Sulit mengikuti objek dengan matanya.

- Sering mengeluarkan air mata atau mata memerah.

- Sering menyipitkan mata saat melihat sesuatu.

- Kesulitan membaca atau merasa mual setelah membaca.

- Menonton televisi terlalu dekat.

- Memegang buku terlalu dekat ke wajah.

- Menulis dengan kepala terlalu dekat ke buku.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Sun Jun 02, 2013 8:34 pm

ANAK BERKACAMATA KARENA KETURUNAN?
Rabu, 21 Desember 2011 | 10:19 WIB
TANYA:
Siang dokter, saya ingin bertanya adakah pengaruh keturunan pada pemakaian kacamata? Mata saya minus 3, demikian juga istri saya yang matanya minus. Anak kami belum genap berusia 5 tahun, tetapi dari hasil pemeriksaan di optik matanya minus 1. Saya lihat tidak ada kebiasaannya yang mengganggu matanya, kecuali ia memang suka menonton TV. Bagaimana pengaruh keturunan pada mata seseorang. Saya memang belum membawa anak saya ke dokter mata. Mohon bantuan penjelasan dokter. Terima kasih. Abraham (34), Depok

JAWAB :
Faktor keturunan seringkali memegang peranan penting dalam hal kelainan refraksi mata. Pada anak yang kedua orangtuanya memakai kacamata (minus), kemungkinan ia menderita kelainan refraksi (mata minus) adalah lebih besar dibandingkan pada anak yang kedua orangtuanya tidak mengalami kelainan refraksi. Faktor lain yang menyebabkan risiko menjadi lebih besar adalah kebiasaan menonton TV/bermain komputer yang terlalu lama dan posisi membaca yang salah/kurang penerangan. Sebaiknya segera periksakan si kecil ke dokter spesialis mata, jangan hanya ke optik karena kondisi kelainan refraksi (mata minus, silindris, dan sebagainya) pada anak memerlukan analisis yang lebih mendalam dibandingkan hanya dengan menggunakan kacamata minus.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Mon Aug 19, 2013 2:34 pm

HAL INI BISA BAHAYAKAN MATA
Helmi Ade Saputra - Okezone MINGGU, 18 AGUSTUS 2013 13:35 wib
PERKEMBANGAN teknologi yang semakin maju diikuti dengan menjamurnya keberadaan smartphone saat ini. Namun, smartphone juga bisa memiliki dampak merugikan bagi kesehatan. Hal ini seperti diungkapkan ahli mata yang memperingatkan terhadap kenaikan gangguan penglihatan yang disebabkan oleh penggunaan smartphone. Bahkan, ahli bedah laser mata, David Allamby mengatakan, smartphone telah menyebabkan kasus miopia (rabun) di kalangan remaja Inggris melonjak. Dia melaporkan, terjadi peningkatan 35% pasien dengan myopia sejak peluncuran smartphone pada 1997. Selain itu, Dr Allamby memperingatkan pada orang dewasa keadaan tersebut bisa meningkat menjadi 50% dalam waktu 10 tahun. Lebih lanjut, hampir separuh orang Inggris menghabiskan rata-rata dua jam per hari menggunakan smartphone, serta dikombinasikan dengan jumlah jam yang dihabiskan di depan layar komputer, laptop, tablet, dan televisi. “Hal ini berarti penggunaan barang-barang tersebut, khususnya pada kaum muda dan anak-anak bisa berisiko merusak penglihatan mereka,” ujar Dr Allamby, dikutip Femalefirst. Selanjutnya, penelitian juga menemukan, pengguna smartphone rata-rata memegang ponsel mereka 30 cm dari wajah mereka dan hanya beberapa orang yang memegang dengan jarak 18 cm dari mata. Hal tersebut jauh dibandingkan dengan seseorang memegang surat kabar dan buku 40 cm jauh dari mata.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Sat Aug 24, 2013 7:50 pm

5 TIP MENJAGA KESEHATAN MATA DI ERA DIGITAL
SABTU, 24 AGUSTUS 2013 | 13:18 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Dalam era digital, menjaga mata menjadi lebih sulit dari sebelumnya. Banyak dari kita menghabiskan waktu yang panjang di depan komputer, ponsel, atau tablet. Hal ini sering menyebabkan sakit kepala, pandangan kabur, mata kering, bahkan rabun. Berikut ini lima cara menjaga mata, seperti dilansir laman Daily Health Post, Kamis, 22 Juli 2013.

1. Ubah Pola Makan
Ada banyak makanan yang dapat meningkatkan kesehatan mata, seperti minyak ikan, brokoli, telur, buah, dan sayuran. Buah dan sayuran mengandung antioksidan yang mencegah kerusakan pada mata. Salah satu antioksidan yang sangat membantu adalah lutein. Zat ini banyak ditemukan dalam kangkung, selada, daun bawang, dan bayam. Juga sayuran berdaun hijau gelap, terutama bayam. Tidak hanya bayam, omega 3 juga banyak ditemui dalam ikan salmon.

2. Beristirahatlah
Jika Anda harus menghabiskan hari dengan menatap layar komputer, terapkanlah aturan 20-20-20. Artinya, ambillah istirahat selama 20 detik setiap 20 menit untuk melebarkan pandangan sejauh 20 meter. Harus kita sadari, radiasi yang ditemukan di dalam komputer dapat membahayakan mata.

3. Mengubah Lingkungan
Cara lain untuk melindungi mata dari teknologi adalah mengubah tata letak lingkungan kerja. Anda harus mengatur kecerahan dan kontras layar yang tepat untuk menghindari ketegangan mata. Anda juga dapat mengganti pengaturan ke skema pencahayaan reflektif jika Anda harus membaca untuk jangka waktu yang panjang di komputer. Pastikan juga untuk memberikan jarak yang agak jauh antara mata dan layar komputer. Selain itu, aturlah ukuran teks agar tidak terlalu menyipitkan mata ketika melihatnya.

4. Unduh Aplikasi Pendukung
Ada banyak aplikasi untuk ponsel dan tablet yang melindungi penglihatan, misalnya Eye Reader. Aplikasi ini dapat menerangi halaman dan memperbesarnya hingga lima kali pembesaran. Ada pula aplikasi Vision Test yang dapat mengukur jarak penglihatan, akurasi warna, dan persepsi visual.

5. Konsultasi Dokter
Akhirnya, Anda harus cek kesehatan mata secara teratur untuk memastikan bahwa penglihatan Anda baik-baik saja. Hal ini sangat penting terutama jika Anda memiliki risiko gangguan mata secara genetik.
Back to top Go down
 
Kesehatan Mata
View previous topic View next topic Back to top 
Page 49 of 51Go to page : Previous  1 ... 26 ... 48, 49, 50, 51  Next
 Similar topics
-
» Ilusi Mata - Melatih konsentrasi
» skenario bom bali di mata eggy sujana
» Dupa Berbahaya Bagi Kesehatan
» Di Mata Indonesia, Palestina Lebih Penting daripada Papua
» Snouck Hurgronje, Mata-Mata Belanda di Masa Perang Aceh

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Jump to: