Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Prof. dr. Abdulrahman Saleh Sp.F

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Ali Alkatiri
Administrator
Administrator
avatar

Number of posts : 1088
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-08-27

PostSubject: Prof. dr. Abdulrahman Saleh Sp.F   Wed Jun 24, 2009 11:54 am

Prof. dr. Abdulrahman Saleh SpF (pahlawan)



Abdulrahman Saleh, Prof. dr. Sp.F, Marsekal Muda Anumerta, (lahir di Jakarta, 1 Juli 1909 – wafat di Maguwo, Yogyakarta, 29 Juli 1947 pada umur 38 tahun) atau sering dikenal dengan nama julukan "Karbol" adalah seorang pahlawan nasional Indonesia, tokoh Radio Republik Indonesia (RRI) dan bapak fisiologi kedokteran Indonesia.

Masa kecil

Abdulrachman Saleh dilahirkan pada tanggal 1 Juli 1909 di Jakarta. Pada masa mudanya, ia bersekolah di HIS (Sekolah rakyat berbahasa Belanda atau Hollandsch Inlandsche School) MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) atau kini SLTP, AMS (Algemene Middelbare School) kini SMU, dan kemudian diteruskannya ke STOVIA (School Tot Opleiding van Inlandsche Artsen). Karena pada saat itu STOVIA dibubarkan sebelum ia menyelesaikan studinya di sana, maka ia meneruskan studinya di GHS (Geneeskundige Hoge School), semacam sekolah tinggi dalam bidang kesehatan atau kedokteran. Ayahnya, Mohammad Saleh, tak pernah memaksakannya untuk menjadi dokter, karena saat itu hanya ada STOVIA saja.

Orang-orang lebih mengenalnya dengan sebutan “Karbol”. Sebutan itu berasal dari bahasa belanda yaitu Krullebo yang artinya berambut keriting. Nama tersebut diberikan oleh teman-temannya semasa baru memasuki sekolah di Genekundisge Hoogeschool (GHS – sekarang FKUI).

Ketika ia masih menjadi mahasiswa, ia sempat giat berpartisipasi dalam berbagai organisasi seperti Jong Java, Indonesia Muda, dan KBI atau Kepanduan Bangsa Indonesia.

Kegiatan kedokteran dan militer

Setelah ia memperoleh ijazah dokter, ia mendalami pengetahuan ilmu faal. Setelah itu ia mengembangkan ilmu faal ini di Indonesia. Oleh karena itu, Universitas Indonesia pada 5 Desember 1958 menetapkan Abdulrachman Saleh sebagai Bapak Ilmu Faal Indonesia.

Ia juga aktif dalam perkumpulan olah raga terbang dan berhasil memperoleh ijazah atau surat izin terbang. Selain itu, ia juga memimpin perkumpulan VORO (Vereniging voor Oosterse Radio Omroep), sebuah perkumpulan dalam bidang radio. Maka sesudah kemerdekaan diproklamasikan, ia menyiapkan sebuah pemancar yang dinamakan Siaran Radio Indonesia Merdeka. Melalui pemancar tersebut, berita-berita menegnai Indonesia terutama tentang proklamasi Indonesia dapat disiarkan hingga ke luar negeri. Ia juga berperan dalam mendirikan Radio Republik Indonesia yang berdiri pada 11 September 1945.

Setelah menyelesaikan tugasnya itu, ia berpindah ke bidang militer dan memasuki dinas Angkatan Udara Ia diangkat menjadi Komandan Pangkalan Udara Madiun pada 1946. Ia turut mendirikan Sekolah Teknik Udara dan Sekolah Radio Udara di Malang. Sebagai Angakatan Udara, ia tidak melupakan profesinya sebagai dokter, ia tetap memberikan kuliah pada Perguruan Tinggi Dokter di Klaten, Jawa Tengah.

Akhir hidup

Pada saat Belanda mengadakan agresi pertamanya, Adisutjipto dan Abdulrachman Saleh diperintahkan ke India. Dalam perjalanan pulang mereka mampir di Singapura untuk mengambil bantuan obat-obatan dari Palang Merah Malaya. Keberangkatan dengan pesawat Dakota ini, mendapat publikasi luas dari media massa dalam dan luar negeri.

Tanggal 29 Juli 1947, ketika pesawat berencana kembali ke Yogyakarta melalui Singapura, harian Malayan Times memberitakan bahwa penerbangan Dakota VT-CLA sudah mengantongi ijin pemerintah Inggris dan Belanda. Sore harinya, Suryadarma, rekannya baru saja tiba dengan mobil jip-nya di Maguwo. Namun, pesawat yang ditumpanginya ditembak oleh dua pesawat P-40 Kitty-Hawk Belanda dari arah utara. Pesawat kehilangan keseimbangan dan menyambar sebatang pohon hingga badannya patah menjadi dua bagian dan akhirnya terbakar.

Peristiwa heroik ini, diperingati TNI AU sebagai hari Bakti TNI AU sejak tahun 1962 dan sejak 17 Agustus 1952, Maguwo diganti menjadi Lanud Adisutjipto.

Abulrachman Saleh dimakamkan di Yogyakarta dan ia diangkat menjadi seorang Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No.071/TK/Tahun 1974, tanggal 9 Nopember 1974.

Pada tanggal 14 Juli 2000, atas prakarsa TNI-AU, makam Abdulrahman Saleh, Adisucipto, dan para istri mereka dipindahkan dari pemakaman Kuncen ke Kompleks Monumen Perjuangan TNI AU Dusun Ngoto, Desa Tamanan, Banguntapan, Bantul, DI Yogyakarta.

Nama Ia diabadikan sebagai nama Pangkalan TNI-AU dan Bandar Udara di Malang. Selain itu, piala bergilir yang diperebutkan dalam Kompetisi Kedokteran dan Biologi Umum (Medical and General Biology Competition) disebut Piala Bergilir Abdulrahman Saleh.



Last edited by Ali Alkatiri on Tue May 26, 2015 5:17 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
http://www.ilunifk83.com
Ali Alkatiri
Administrator
Administrator
avatar

Number of posts : 1088
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-08-27

PostSubject: Re: Prof. dr. Abdulrahman Saleh Sp.F   Tue May 11, 2010 11:49 am

Monumen Pahlawan Nasional Kembali Terpasang di UI

Minggu, 9 Mei 2010 20:31 WIB
Jakarta (ANTARA News) - Monumen salah satu pahlawan nasional Marsekal Muda anumerta Abdulrachman Saleh, kembali terpasang di kampus Universitas Indonesia, setelah hilang pada dua bulan silam.

Pemasangan kembali monumen itu diresmikan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Salemba, Jakarta, Minggu.

Penempatan monumen Marsda (Anumerta) Prof. Dr. Abdulrachman Saleh di FKUI atas gagasan Ikatan Alumni FKUI untuk menghormati seniornya tersebut.

Ketua Ikatan Alumni (ILUNI) FKUI dr. Doddy P. Partomohardjo mengatakan, Abdulrachman Saleh telah memberikan teladan dengan dimensi profesionalisme, kepemimpinan dan kejuangan dalam kepribadiannya.

Sementara Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Imam Sufaat, dalam sambutan yang dibacakan Wakasau Marsdya TNI Sukirno, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada ILUNI FKUI atas keinginan luhur dan gagasan terhadap pemasangan kembali monumen salah satu pahlawan nasional, tokoh RRI, Bapak Fisiologi Kedokteran Indonesia Marsda (Anumerta) Prof. Dr. Abdulrachman Saleh.

Imam mengemukakan, di usia 38 tahun Marsda (Anumerta) Prof. Dr. Abdulrachman Saleh bagi bangsa Indonesia dikenal sebagai tokoh multitalenta, penuh dedikasi perjuangan yang tidak diragukan pada masa kemerdekaan.

Sosok yang juga dikenal dengan nama "Pak Karbol", di dunia kedokteran Indonesia merupakan salah satu pelopor bidang Ilmu Faal dan pada 1944 menjadi Guru Besar serta pada 1958 diangkat menjadi Bapak Ilmu Faal Indonesia.

Di masa perjuangan Prof. Dr. Abdulrachman Saleh berhasil mendirikan studio radio dengan nama Radio Indonesia Merdeka, yang pada 11 September 1945 menetapkan dasar-dasar RRI sekaligus mencetuskan semboyan RRI "Sekali di Udara Tetap di Udara" yang kita kenal saat ini, ungkap Kasau.
Sumber: ANTARANEWS
Back to top Go down
http://www.ilunifk83.com
 
Prof. dr. Abdulrahman Saleh Sp.F
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Prof. M.A. Malik (1923-2013)
» PLEASE HELP.Is there any change in ATLP, Prof prog old syllabus?
» cs prof prog material....
» Coaching centres in hyderabad for cs prof prog.................
» Central Bank: restructuring of the Iraqi dinar will not start before 2013 or intention for the printing of new categories of cash

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: TOKOH-TOKOH KEDOKTERAN-
Jump to: