Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Kisah Inspiratif

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6 ... 10, 11, 12  Next
AuthorMessage
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: ORANG TUA BIJAK   Sun Apr 04, 2010 10:21 pm

Pernah ada seorang tua yang hidup di desa kecil. Meskipun ia miskin, semua orang cemburu kepadanya karena ia memiliki kuda putih cantik. Bahkan raja menginginkan kuda putih cantik itu karena kuda yang gagah, anggun, dan kuat seperti itu belum pernah dilihat sebelumnya.

Orang-orang menawarkan harga amat tinggi untuk kuda jantan itu, tetapi orang tua itu selalu menolak:

”Kuda ini bukan kuda bagi saya,” katanya. ”Ia adalah seperti seseorang. Bagaimana kita dapat menjual seseorang. Ia adalah sahabat, bukan milik. Bagaimana kita dapat menjual seorang sahabat?”

Orang itu miskin tetapi ia tidak tergoda untuk menjual kuda putihnya.
Suatu pagi ia menemukan bahwa kuda itu tidak ada di kandangnya. Seluruh desa datang menemuinya.

”Orang tua bodoh,”

mereka mengejek dia.

”Sudah kami katakan bahwa seseorang akan mencuri kudamu. Kami peringatkan bahwa kamu akan dirampok. Kamu begitu miskin.... Mana mungkin kamu dapat melindungi binatang yang begitu berharga? Sebaiknya kamu menjualnya. Kamu boleh minta harga berapa saja. Harga setinggi apa pun akan dibayar juga. Sekarang kuda itu hilang dan kamu dikutuk oleh kemalangan.”

Orang tua itu menjawab:

”Jangan bicara terlalu cepat. Katakan saja bahwa kuda itu tidak ada di kandangnya. Itu saja yang kita tahu. Selebihnya adalah penilaian. Apakah aku dikutuk atau tidak, bagaimana kamu tahu itu? Bagaimana kamu dapat menghakimi?”

Orang-orang desa itu protes:

”Jangan anggap kami sebagai orang bodoh! Mungkin kami bukan ahli filsafat, tetapi filsafat hebat tidak diperlukan. Faktanya, kudamu hilang. Itulah kutukan terhadapmu.”

Orang tua itu berbicara lagi:

”Yang kita tahu hanyalah bahwa kandang itu kosong dan kuda itu pergi. Selebihnya kita tidak tahu. Apakah itu kutukan atau berkat, tidak dapat kita katakan.Yang dapat kita lihat hanyalah sepotong saja. Siapa tahu apa yang akan terjadi nanti?”

Orang-orang desa tertawa. Menurut mereka orang itu gila. Mereka memang selalu menganggap dia orang bodoh. Kalau tidak, ia akan menjual kuda itu dan hidup dari uang yang diterimanya. Sebaliknya, ia seorang tukang potong kayu miskin, orang tua yang memotong kayu bakar dan menariknya keluar hutan lalu menjualnya. Uang yang ia terima hanya cukup untuk membeli makanan. Tidak lebih. Hidupnya seng¬sara sekali. Sekarang ia sudah membuktikan bahwa ia betul-betul bodoh.

Sesudah lima belas hari, kuda itu kembali. Ia tidak dicuri. Ia lari ke dalam hutan. Ia tidak hanya kembali, tapi juga membawa sekitar selusin kuda liar bersamanya. Sekali lagi penduduk desa berkumpul sekeliling tukang potong kayu itu dan mengatakan:

”Pak Tua, kamu benar dan kami salah. Yang kami anggap kutukan ternyata berkat. Maafkan kami.”

Jawab orang itu,

”Sekali lagi kalian bertindak gegabah. Katakan saja bahwa kuda itu sudah kembali membawa selusin kuda lain bersamanya, tetapi jangan menilai. Bagaimana kalian tahu bahwa ini adalah berkat? Kita hanya melihat sepotong saja. Kecuali kalau kalian sudah mengetahui seluruh cerita, bagaimana kalian dapat menilai? Kalian hanya membaca satu halaman dari sebuah buku. Dapatkah kalian menilai seluruh buku? Kalian hanya membaca satu kata dari sebuah ungkapan, apakah kalian dapat mengerti seluruh cerita? Hidup ini begitu luas, namun kalian menilai seluruh hidup berdasarkan satu halaman atau satu kata. Yang kalian tahu hanyalah sepotong! Jangan katakan itu adalah berkat. Tidak ada yang tahu. Aku sudah puas dengan apa yang aku tahu dan aku tidak terganggu karena apa yang tidak kuketahui.”

”Barangkali orang tua itu benar,”

mereka berkata satu kepada yang lain. Jadi, mereka tidak banyak berkata-kata. Tetapi, dalam hati mereka tahu bahwa ia salah. Mereka tahu itu adalah berkat. Satu kuda pulang bersama dua belas kuda liar. Dengan kerja sedikit, binatang itu dapat dijinakkan dan dilatih, kemudian dijual. Pasti banyak uang bisa didapat.

Orang tua itu mempunyai seorang anak laki-laki. Anak muda itu mulai menjinakkan kuda-kuda liar itu. Setelah beberapa hari, ia terjatuh dari salah satu kuda dan kedua kakinya patah. Sekali lagi orang desa berkumpul sekitar orang tua itu dan menilai.

”Kamu benar, Pak Tua,”

kata mereka.

”Kamu benar. Selusin kuda itu bukan berkat. Mereka adalah kutukan. Satu-satunya putramu patah kedua kakinya dan sekarang dalam usia tua kamu tidak punya siapa-siapa yang bisa membantumu.... Sekarang kamu lebih miskin lagi.”

Orang tua itu berbicara lagi,

”Ya, kalian kesetanan dengan pikiran untuk menilai, dan menghakimi. Jangan keterlaluan. Katakan saja bahwa anakku patah kaki. Siapa yang tahu bahwa itu berkat atau kutukan? Tidak ada yang tahu. Kita hanya mempunyai sepotong cerita. Hidup ini datang sepotong-sepotong.”

Terjadilah dua minggu kemudian negeri itu berperang dengan negeri tetangga. Semua anak muda di desa diminta untuk menjadi tentara. Hanya anak si orangtua tidak diminta karena ia masih pincang. Sekali lagi orang berkumpul sekitar orang tua itu sambil menangis dan berteriak karena anak-anak mereka sudah dipanggil untuk bertempur. Sedikit sekali kemungkinan mereka akan kembali. Musuh sangat kuat dan perang itu akan dimenangkan musuh. Mereka tidak akan melihat anak-anak mereka kembali.

”Kamu benar, Pak Tua”

mereka menangis.

”Tuhan tahu, kamu benar. Ini buktinya. Kecelakaan anakmu merupakan berkat. Kakinya patah, tetapi paling tidak ia ada bersamamu. Anak-anak kami pergi untuk selama-lamanya.”

Orang tua itu berbicara lagi:

”Tidak mungkin untuk berbicara dengan kalian. Kalian selalu menarik kesimpulan. Tidak ada yang tahu. Katakan hanya ini: anak-anak kalian harus pergi berperang, dan anak saya tidak. Tidak ada yang tahu apakah itu berkat atau kutukan. Tidak ada yang cukup bijaksana untuk mengetahui. Hanya Tuhan yang tahu.”

Salam Triangle!

Sumber : Buku "Life Success Triangle" Terbitan PT. Gramedia Pustaka Utama
Back to top Go down
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Renungan   Sun Apr 11, 2010 7:42 pm

Disalin dari milis tetangga, tulisan dr Indra Nurzam SpOG

Ada seorang kakek yg tinggal dg anak, menantu dan cucunya yg berusia 6 thn. Tangan org tua ini sangat rapuh dan sering bergerak tak menentu, penglihatan nya buram dan berjalanpun sulit. Keluarga tsb biasa makan bersama diruang utama. Namun si orgtua pikun ini selalu mengacaukan suasana makan. Tangannya yg bergetar dan matanya yg rabun membuatnya susah utk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bwh, saat ia meraih gelas susu, susu tsb tumpah membasahi taplak meja. Anak dan menantunya sangat gusar. "Kita hrs melakukn sesuatu,"ujar sang suami. "Aku sdh bosan membereskan segala sesuatu utk Pak Tua ini".
Lalu kedua suami istri tsb membuatkan sebuah meja kayu dan meletakkanya disudut ruangan. Disana sang kakek akan duduk makan sendirian. Krn saring memecahkan piring, mereka memberikan mangkuk kayu utk sangkakek. Sering saat keluarga itu sibuk dg makan malam , terdengar isak tangis dari sudut ruangan. Ada air mata mengalir dari gurat keriput sang kakek. Namun kata yg sering diucapkan pasangan tsb omelan agar jangan menjatuhkan makanan lagi. Anak mrk yg berusia 6 th hanya melihat dlm diam.
Suatu malam, sang ayah memperhati kan anaknya yg sdg bermain dg mainan kayu. Dengan lembut ditanyanyalah anak itu ,"Kau sdg apa?". Jwb anak itu," Aku sdg membuat meja dan mangkuk kayu utk ayah dan ibu jika aku sdh besar kelak , akan aku letakkan disudut dekat meja tempat kakek makan sekarang". Anak itu tersenyum dan melanjutkan bermain. Jawaban itu membuat suami istri itu terpukul. Mereka tak mampu ber kata2 lagi. Airmata mengalir di pipi mrk. Walaupun tanpa kata2,kedua org ini mengerti ada sesuatu yg hrs diperbaiki.
Malam itu juga mrk menuntun sang kakek utk makan malam bersama dimeja makan lg. Tidak ada lagi omelan pd saat piring jatuh, atau saat makanan tumpah di meja.
Marilah kita selalu memberi teladan yg baik utk anak2 dan orang2 disekitar kita. Krn itu adalah tabungan masa depan kita.
Share this NICE Story ({}) Bersyukur utk keberadaan orang tua kita
Back to top Go down
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Renungan   Sun Apr 18, 2010 3:15 pm

Kisah ini diambil dari milis tetangga. Suatu yang patut kita renungkan.

Sy and Unknown
Apr 16 2010, 11:36 AM
Seorang petani kaya mati meninggalkan kedua putranya. Sepeninggal ayahnya, kedua putra ini hidup bersama dalam satu rumah. Sampai suatu hari mereka bertengkar dan memutuskan untuk berpisah dan membagi dua harta warisan ayahnya. Setelah harta terbagi, masih tertingal satu kotak yang selama ini disembunyikan oleh ayah mereka.

Mereka membuka kotak itu dan menemukan dua buah cincin di dalamnya, yang satu terbuat dari emas bertahtakan berlian dan yang satu terbuat dari perunggu murah. Melihat cincin berlian itu, timbullah keserakahan sang kakak, dia menjelaskan, “Kurasa cincin ini bukan milik ayah, namun warisan turun-temurun dari nenek moyang kita. Oleh karena itu, kita harus menjaganya untuk anak-cucu kita. Sebagai saudara tua, aku akan menyimpan yang emas dan kamu simpan yang perunggu.”

Sang adik tersenyum dan berkata, “Baiklah, ambil saja yang emas, aku ambil yang perunggu.” Keduanya mengenakan cincin tersebut di jari masing-masing dan berpisah. Sang adik merenung, “Tidak aneh kalau ayah menyimpan cincin berlian yang mahal itu, tetapi kenapa ayah menyimpan cincin perunggu murahan ini?” Dia mencermati cincinnya dan menemukan sebuah kalimat terukir di cincin itu: INI PUN AKAN BERLALU. “Oh, rupanya ini mantra ayah…,” gumamnya sembari kembali mengenakan cincin tersebut.
Kakak-beradik tersebut mengalami jatuh-bangunnya kehidupan. Ketika panen berhasil, sang kakak berpesta-pora, bermabuk-mabukan, lupa daratan. Ketika panen gagal, dia menderita tekanan batin, tekanan darah tinggi, hutang sana-sini. Demikian terjadi dari waktu ke waktu, sampai akhirnya dia kehilangan keseimbangan batinnya, sulit tidur, dan mulai memakai obat-obatan penenang. Akhirnya dia terpaksa menjual cincin berliannya untuk membeli obat-obatan yang membuatnya ketagihan.

Sementara itu, ketika panen berhasil sang adik mensyukurinya, tetapi dia teringatkan oleh cincinnya: INI PUN AKAN BERLALU. Jadi dia pun tidak menjadi sombong dan lupa daratan. Ketika panen gagal, dia juga ingat bahwa: INI PUN AKAN BERLALU, jadi ia pun tidak larut dalam kesedihan. Hidupnya tetap saja naik-turun, kadang berhasil, kadang gagal dalam segala hal, namun dia tahu bahwa tiada yang kekal adanya. Semua yang datang, hanya akan berlalu. Dia tidak pernah kehilangan keseimbangan batinnya, dia hidup tenteram, hidup seimbang, hidup bahagia.

Inilah hidup sebagai manusia seperti rumput di padang yang mati dan berganti setiap waktu. Relasi bisa datang dan pergi tanpa pernah bisa berhenti. Kemanusiaan yang terbatasi oleh banyak hal. semuanya pasti akan berlalu.
Back to top Go down
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Sun Apr 18, 2010 3:22 pm

Hidup bagaikan roda pedati, selalu berputar, terkadang diatas terkadang dibawah. Jikalau kita diatas janganlah menjadi sombong. Suatu saat kekayaan itu akan berlalu. Jika kita kita dibawah janganlah berputus asa. Suatu saat itu akan berlalu, asal kita sabar menghadapinya.
Forum inipun suatu saat akan berlalu. Renungkanlah sebelum forum ini berlalu.
Back to top Go down
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Renungan   Sun Apr 25, 2010 8:51 pm

Dikisahkan di sebuah kerajaan ada seorang Raja yang hendak mencari perdana menteri baru yang akan menggantikan perdana menteri lama yang akan pensiun, sebuah jabatan tinggi yang hendak dicapai oleh seluruh sarjana dan ahli pikir di kerajaan tersebut.
Namun bukan dengan cara yang lazim melalui tes dan ujian tertulis alih alih sang Raja mengadakan Sayembara yang ditujukan kepada seluruh sarjana yang telah lolos seleksi awal. Jumlah semuanya ada 100 sarjana yang pintar dan cerdik.
Dalam sayembara tersebut Sang Raja memberikan kepada tiap2 sarjana 1 buah bibit dimana sang Raja bertitah "pulanglah,tanamlah bibit ini,pelihara lah dengan baik,ku beri waktu satu tahun untuk memeliharanya dan apabila genap 1 tahun bawalah kemari hasil apapun yang kalian dapatkan,aku sendiri yang akan menilai hasil dari bibit yang kalian pelihara tersebut!"
Mendengar titah tersebut maka semua sarjana tsb pulang dan mulai menanam bibit pemberian raja tsb.
Salah satu sarjana tesebut bernama Ling, sama seperti rekan2 nya ia pun bergegas menanam bibit tersebut di dalam pot dan mulai menyiraminya setiap hari.
Sudah 1 bulan ia menanam bibit tersebut namun bibitnya tidak kunjung tumbuh bertunas. Sementara ia mendengar bahwa salah satu rekan sarjana yg tinggal berdekatan dengannya bibitnya telah mulai tumbuh. Hal ini membuat Ling penasaran dan ia terus menambah air yang disiramkan ke potnya.
3 bulan berlalu bibit tanaman Ling tak kunjung tumbuh. Bulan bulan terus berlalu tanpa hasil yang didapat Ling berkesimpulan bahwa bibitnya mungkin mati karena ia terlalu banyak menyiram, lelah secara emosi ia menjadi stress dan akhirnya ia pasrah bahwa ia telah gagal.
Hingga akhirnya batas waktu penyerahan hasil bibit yang di tanam tiba.
Semua sarjana datang ke istana mereka datang membawa pot mereka yang sudah tumbuh menjadi berbagai macam tumbuhan, ada yang berbunga warna merah, putih, unggu, dan lainnya sedangkan Ling membawa pot kosong.
Sepanjang perjalanan tak sedikit sarjana lain yang mencemooh Ling dan meledeknya. Adapula yg menaruh simpati kepadanya.
Ling hanya terdiam dan menahan malu yang amat sangat karena ia merasa ia satu2 nya yg gagal memelihara bibit tsb.
Akhirnya sang Raja tiba dan mulai melihat satu persatu hasil yg dibawa kepadanya.
Wah semua sangat indah gumam sang Raja.
Pilihan yg sangat sulit lanjutnya.
"Tapi apa ini, pot kosong siapa ini?"hardik Raja sesaat melihat pot milik Ling
Ling bersimpuh dan mohon ampun seraya menyebutkan bahwa itu adalah pot miliknya.
Dibelakang terdengar bisik-bisik, "ia pasti dipenggal karena gagal memelihara bibit tsb"
Sang Raja kemudian menarik nafas panjang seraya berseru
"Inilah Perdana Menteriku yang baru, siapkan upacara penobatannya!"
Semua sarjana terkejut mendengar ucapan sang Raja
Lalu sang Raja berkata "1 tahun lalu aku memberi kalian semua bibit untuk kalian pelihara, tahukah kalian bibit apa yg kuberikan?
itu adalah bibit yang telah kurebus terlebih dahulu sehingga tidak mungkin untuk tumbuh menjadi tanaman"
Hari ini kulihat hanya ada 1 orang yg telah berani jujur membawa hasil yg memang seharusnya seperti itu.

Dan orang itu adalah orang yang pantas menjadi perdana menteriku.
Back to top Go down
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: 6 PERTANYAAN BAGUS   Sun May 02, 2010 9:23 pm

Disarikan dari milis tetangga

Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya...
Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan...

Pertama...
"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab...
"orang tua", "guru", "teman", dan "kerabatnya"...

Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar...
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "kematian"...
Sebab kematian adalah PASTI adanya.....

Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua...
"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab...
"negara Cina", "bulan", "matahari", dan "bintang-bintang"...

Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar...
Tapi yang paling benar adalah "masa lalu"...
Siapa pun kita... bagaimana pun kita...dan betapa kayanya kita... tetap kita
TIDAK bisa kembali ke masa lalu...
Sebab itu kita harus menjaga hari ini... dan hari-hari yang akan datang..

Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga...
"Apa yang paling besar di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab
"gunung", "bumi", dan "matahari"...

Semua jawaban itu benar kata Sang Guru ...

Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu"...
Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya...
Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu...
Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini... jangan sampai nafsu
membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)...

Pertanyaan keempat adalah...
"Apa yang paling berat di dunia ini...???"
Di antara muridnya ada yang menjawab...
"baja", "besi", dan "gajah"...
"Semua jawaban hampir benar...", kata Sang Guru ..
tapi yang paling berat adalah "memegang amanah"...

Pertanyaan yang kelima adalah... "Apa yang paling ringan di dunia ini...???"
Ada yang menjawab "kapas", "angin", "debu", dan "daun-daunan"...
"Semua itu benar...", kata Sang Guru...

tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan ibadah"...

Lalu pertanyaan keenam adalah...
"Apakah yang paling tajam di dunia ini...???"
Murid-muridnya menjawab dengan serentak... "PEDANG...!!!"
"(hampir) Benar...", kata Sang Guru
tetapi yang paling tajam adalah "lidah manusia"...
Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati... dan melukai perasaan saudaranya sendiri...

Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN...

senantiasa belajar dari MASA LALU...

dan tidak memperturutkan NAFSU...???

Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun...

dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH....

serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita...???
Back to top Go down
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Boleh nggak aku membeli waktu ayah 1 jam saja ?   Sat May 08, 2010 11:43 pm

Cerita yang sangat menyentuh…. Untuk bahan renungan kita bersama…

Pada suatu hari, seorang laki-laki pulang dari bekerja larut malam. Hari itu sangat melelahkan baginya. Sesampainya dirumah ia mendapati anaknya yang berusia 5 tahun sudah menunggunya di depan pintu rumah.

Anak: "Ayah, boleh aku bertanya?"
Ayah: "yeah, boleh, ada apa?" jawab sang ayah.
Anak: "Ayah, berapa gaji ayah dalam satu jam?"
Ayah: "Bukan urusan mu.. ngapain kamu nanya-nanya hal begitu??" jawab sang ayah dengan marah.
Anak: " Aku cuma pengen tahu ayah... tolonglah ayah, beritahu aku, berapa penghasilan ayah dalam sejam?" tanya si anak dengan memelas
Ayah: "baiklah, jika kamu emang pengen tahu, gaji ayah mu ini Cuma Rp.30.000 sejam.. puas?" jawab si ayah dengan ketus.
Anak: " Oh..." ujar si anak sambil menundukkan kepala... kemudian ia kembali bertanya
Anak: "ayah, boleh nggak aku minta Rp.15.000?" tanya si anak dengan ragu-ragu..

Begitu mendengar pertanyaan terakhir anaknya, kekesalan sang ayah langsung memuncak....
Pada saat itu juga sang ayah langsung berkata: "oh.. jadi kamu nanya gaji ayah berapa Cuma mau minta uang untuk beli mainan2 ga penting atau barang2 ga berguna lain ya? Kalau begitu sekarang kamu cepat masuk ke kamar mu dan TIDUR... kau tau sekarang jam berapa HAH? Mikir dong... ayah kerja keras tiap hari untuk kamu dan mama mu, tapi kamu egois sekali... kelakuanmu sungguh memalukan" .

Dengan wajah sedih dan kepala menunduk si anak segera menuju ke kamarnya tanpa berkata-kata.. terlihat jelas bahwa ia sangat sedih mendengarkan perkataan ayahnya... ia segera masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu dengan perlahan.

Sang ayah lalu duduk di kursi dan tanpa sengaja kembali memikirkan permintaan anaknya barusan ditengah malam buta seperti saat itu. Dalam pikirannya ia sangat kesal dan tak habis pikir kok teganya anak yang disayanginya itu malah menanyakan uang disaat ia baru saja pulang dan capek setelah bekerja keras seharian.

Setelah beberapa jam berlalu, sang ayah mulai tenang, dan ia bisa berpikir sedikit lebih jernih. Ia kemudian berpikir: "yah, namanya juga anak-anak... atau mungkin saja anak ku memang membutuhkan uang Rp.15.000 itu untuk membeli sesuatu yang sangat penting baginya. Lagi pula, anak ku itu tidak terlalu sering minta uang kok... ia juga bukan anak yang suka konsumtif."
Lalu sang ayah segera menuju kekamar anaknya, lalu membuka pintu kamar anaknya itu.

"kamu udah tidur sayang?" tanya sang ayah.
"belum ayah", jawab anaknya dengan suara agak terbata-bata.
"Ayah udah berpikir, mungkin tadi ayah terlalu keras" kata sang ayah.
"Hari ini sangat melelahkan buat ayah, ayah minta maaf telah melampiaskan kekesalan ayah padamu. Ini, Rp.15.000 yang kamu minta tadi" kata sang ayah dengan nada lembut.
Si anak seketika itu juga langsung berdiri dan tersenyum. "OH... terima kasih ayah... " ujar anaknya dengan riang.

Kemudian, ia merogoh kebawah bantalnya dan mengeluarkan setumpuk uang kertas yang sudah lusuh. Si anak kemudian mulai menyusun dan merapikan uang yang dimilikinya itu diatas kasur.

Ketika sang ayah melihat ternyata anaknya sudah punya uang dalam jumlah yang cukup banyak, ia kembali marah dan kesal.
"Untuk apa kamu minta uang lagi kalau kamu udah punya uang sebanyak itu?" tanya sang ayah dengan nada tinggi.

"Soalnya sebelum ayah kasih, uangnya nggak cukup ayah..." jawab sang anak.
"Tapi sekarang aku udah punya uang yang cukup", kata si anak kemudian.
"Ayah, sekarang aku sudah punya Rp.30.000.. boleh nggak aku membeli waktu ayah satu jam saja…?" tanya anaknya dengan nada sungguh-sungguh dan polos..
"Aku mau makan malam bareng sama ayah dan mama... besok ayah pulang cepat ya…" ujar si anak dengan sungguh-sungguh… matanya menatap polos pada sang
ayah yang diam terpaku dihadapannya.

Mendengar perkataan anaknya, sang ayah langsung terenyuh dan menangis.. ia lalu segera merangkul anak yang disayanginya itu sambil menangis dan minta
maaf pada sang anak..

"Maafkan ayah sayang..." ujar sang ayah. "Ayah telah khilaf, selama ini ayah lupa untuk apa ayah bekerja keras...maafkan ayah anakku..." kata sang ayah ditengah suara tangisnya. Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang ayah...

Cerita ini hanyalah untuk mengingatkan kita semua yang selalu bekerja keras dalam hidup ini. Janganlah kita membiarkan waktu berlalu begitu saja tanpa kita sempat menikmati waktu yang sangat berharga tersebut bersama orang-orang yang sangat kita sayangi dan sangat berarti dalam hidup kita.

Ingatlah untuk selalu berusaha menyisihkan waktu seharga Rp.30.000 untuk orang-orang yang Anda cintai dan sayangi.
Jika kita meninggal besok, perusahaan tempat kita bekerja dapat dengan mudah mengganti orang yang menempati posisi kita hanya dalam hitungan hari..
Tapi, keluarga dan orang dekat tercinta yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan itu sepanjang hidupnya... Bila kita memikirkannya, kenapa kita
masih saja mencurahkan seluruh hidup kita hanya untuk bekerja???
Back to top Go down
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: SEMANGKUK MIE   Sun May 09, 2010 9:10 pm

Disalin dari milis tetangga

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun.
Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan.
Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”
” Ya, tetapi, aku tdk membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu
“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi.
Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.
“Ada apa nona?” Tanya si pemilik kedai.
“Tidak apa-apa, aku hanya terharu" jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,…ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah”
“Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata
“Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”

Ana, terhenyak mendengar hal tsb.
“Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia mnguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya.
Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya.
Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas.

Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang”
Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita.
Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

===============================================================

moga ga repost...
Back to top Go down
Ali Alkatiri
Administrator
Administrator
avatar

Number of posts : 1088
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-08-27

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Sat May 15, 2010 2:59 pm

Penduduk Madinah gempar !

Rumah-rumah orang miskin selalu terkirim sekarung gandum yang digeletakkan didepan pintu.
Itu terjadi selama bertahun-tahun. Karung gandum itu datang lagi ketika persediaan gandum mereka sudah menipis.Seseorang telah mengirimkan gandum itu ketika mereka terlelap tidur.

Nampaknya laki-laki dermawan ini sangat hati-hati agar tidak dikenali masyarakat , Karena orang-orang selalu gagal memergoki Sang pengirim misterius ini. Padahal nereka hanya ingin mengucapkan terima kasih dan mengatakan betapa sangat berartinya sekarung gandum itu untuk keluarga mereka.

Walau berita ini menggemparkan, tapi sampai bertahun-tahun tidak ada seorangpun yang mengaku sebagai pengirim gandum tersebut. Memahami sang pengirim tidak mau diketahui identitasnya, maka penduduk miskin itu hanya mengirimkan doa ketika mendapati gandum tergeletak didepan pintu , agar Allah SWT memuliakan sang dermawan di dunia dan di akhirat.

Suatu malam , setelah menyelesaikan sholat malam ,Zainal Abidin berjalan tertatih-tatih dalam kegelapan. Dia memastikan malam itu sepi dan tidak ada seorangpun di jalanan. Kakinya menahan beban berat yang dia pikul.

Tiba-tiba seseorang melompat dari semak belukar. Lalu menghadangnya! “Hei! Serahkan semua harta kekayaanmu! Kalau tidak…,” orang bertopeng itu mengancam dengan sebilah pisau tajam ke leher Zainal Abidin.

Beberapa saat Zaenal Abidin terperangah. “Ayo cepat! Mana uangnya?!” gertak orang itu sambil mengacungkan pisau. Zaenal Abidin dengan sekuat tenaga melemparkan karung itu ke tubuh sang perampok sehingga membuat orang bertopeng itu terjengkang keras ke tanah. Zaenal Abidin segera menarik topeng yang menutupi wajahnya.

“Siapa kau?!” tanya Zaenal Abidin sambil memperhatikan wajah orang itu.
“Ampun, Tuan….jangan siksa saya…saya hanya orang miskin…,”katanya ketakutan.
“Kenapa kau merampokku?” Tanya Zaenal Abidin kemudian.
“Maafkan saya, terpaksa saya merampok karena anak-anak saya kelaparan,” sahutnya dengan wajah pucat.

“Baik! Kau kulepaskan. Dan bawalah karung makanan ini untuk anak-anakmu....” kata Ali Zaenal abidin.
Beberapa saat orang itu terdiam. Hanya memandangi Zaenal Abidin dengan takjub. “Sekarang pulanglah!” kata Zaenal Abidin. Orang itu pun bersimpuh sambil menangis. “Tuan, terima kasih! Tuan sangat baik dan mulia! Saya bertaubat kepada Allah…saya berjanji tidak akan mengulanginya,” kata orang itu penuh sesal.

Zaenal Abidin mengangguk–anggukkan kepalanya. “Hai, orang yang bertaubat! Sungguh, Allah Maha pengampun.”

“Aku minta, jangan kau ceritakan kepada siapapun tentang pertemuanmu denganku pada malam ini…,” kata Zaenal Abidin sebelum orang itu pergi. Pencuri itu pun berjanji. Pencuri Heran mengapa Zaenal Abidin melarang menceritakan pertemuannya malam itu...

Beberapa tahun kemudian, saat wafatnya Imam Ali Zainal Abidin, orang yang memandikan jenazahnya heran melihat bekas-bekas hitam di punggung jenazah Imam Ali Zaenal Abidin.

Lalu mereka pun bertanya,“Dari manakah asal bekas-bekas hitam ini? Ini seperti bekas benda yang dipikul setiap hari ? Dari mana beliau mendapat bekas ini? " Orang-orang keheranan. mengingat Imam Ali Zaenal abidin adalah Ulama besar, tetapi memiliki punggung menghitam seperti pengangkut barang ( kuli ) pasar.

Tidak ada yang tahu asal bekas-bekas hitam itu, sampai mantan pencuri datang dan membocorkan rahasianya. “Itu adalah bekas karung-karung tepung dan gandum yang biasa diantarkan Imam Ali Zaenal Abidin ke seratus rumah di Madinah pada malam hari ” kata mantan pencuri yang telah bertaubat itu dengan rasa haru.

Menangislah orang-orang miskin yang selama ini selalu mendapat bantuan dari Ali Zaenal Abidin. Mereka baru tahu darimana datangnya Gandum yang menghidup keluarga mereka selama ini. Selama bertahun-tahun mereka tidak berhasil memergoki Sang Dermawan Mulia untuk mengucapkan terima kasih.

Dermawan misterius itu adalah Ali Bin Husein Bin Ali bin Abi Thalib . Cucu Sahabat Ali bin Abi Thalib RA , sekaligus Cicit dari Rosululloh SAW.

(diedit sedikit dari Istanaku Sorgaku)
Back to top Go down
http://www.ilunifk83.com
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Sat May 15, 2010 3:29 pm

Wah bagus sekali Al.
Back to top Go down
 
Kisah Inspiratif
View previous topic View next topic Back to top 
Page 5 of 12Go to page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6 ... 10, 11, 12  Next
 Similar topics
-
» Kisah mistis jenazah Uje sangat mirip kisah syahidnya jenasah Amrozi cs.
» Kisah Nabi Dalam Alkitab (Fitnah Atau Bukan??)
» Kisah Dr OZ dan Asal Mula Yahudi
» Kisah Loo Jo Yee Gadis Cina 17 Tahun Peluk Islam (bahasa Melayu)
» apakah kisah syeikh abdul qadir al jaelani benar-benar terjadi

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: RENUNGAN-
Jump to: