Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Kisah Inspiratif

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 10, 11, 12  Next
AuthorMessage
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Renungan   Sun Aug 30, 2009 11:18 pm

CERITA BARU TENTANG KURA-KURA DAN KANCIL
Suatu hari Kura-Kura dan Kancil berdebat tentang siapa yang lebih cepat. Mereka menyetujui jalur tertentu untuk bertanding dan mulailah mereka bertanding . Sang Kancil melesat dengan cepat dan setelah merasa jauh melampaui Kura-Kura, dia berhenti sejenak dibawah pohon untuk beristirahat sebelum memulai lagi perlombaannya. Sang Kancil terduduk dibawah pohon dan akhirnya tertidur. Dan Kura-Kura berhasil melampauinya dan keluar sebagai juara . Sang Kancil terbangun dan mendapatkan dirinya kalah didalam perlombaan tersebut.
Maksud dari cerita ini adalah mereka yang lambat, apabila konsisten, akan dapat memenangkan pertandingan .
Ini adalah cerita yang biasa kita dengar sejak masa kecil . Rupanya ceritanya bersambung ……….

Sang Kancil sangat kecewa dengan kekalahannya lalu melakukan analisis penyebabnya. Dia sadar bahwa dia kalah karena terlampau percaya diri, kurang hati hati dan terlena . Kalau saja dia bisa lebih waspada maka tidaklah mungkin Kura Kura bisa mengalahkannya.
Lalu ditantangnya lagi Kura-Kura tersebut untuk melakukan lomba ulang yang disetujui oleh Kura-Kura. Dan kali ini, sang Kancil menang mutlak karena dia berlari tanpa henti.
Maksud dari cerita ini adalah:
Cepat dan konsisten akan mengalahkan yang lambat dan konsisten

Kali ini sang Kura-Kura mulai berpikir dan sadar bahwa tidaklah mungkin berlomba dengan Kancil pada jalur seperti yang lalu. Setelah berpikir keras, kali ini Kura-Kura menantang sang Kancil untuk berlomba lagi pada jalur perlombaan yang berbeda. Sang kancil setuju.
Mereka mulai berpacu dan sang Kancil berlari dengan cepat tanpa berhenti sampai akhirnya terpaksa berhenti ditepi sungai, karena harus menyeberang. Rupanya garis finish nya terletak beberapa ratus meter setelah tepi diseberang sungai . Sang Kancil bingung tidak tahu harus berbuat apa…..
Dan tak lama kemudian muncul Kura-Kura menyusul dan dengan santainya menyeberang sampai kegaris finish dan memenangkan pertandingan.
Maksud cerita ini adalah:
Temukan kekuatan utama anda kemudian carilah tempat bertanding yang sesuai dengan kekuatan utama anda


Intisari cerita :
1. Jika kita konsisten, walaupun lambat, kita akan berhasil.
Mungkin pada awalnya kita tidak bisa berbuat apa2. Tapi dengan terus berusaha kita akan mencapai hasil juga.
2. Walaupun konsisten, kitaharus berusaha untuk lebih cepat.
Jika kita menguasai ilmu mengenai masalah yang kita hadapi, tentu kita akan menyelesaikannya dengan lebih baik.
3. Sesuaikan kekuatan anda dengan medan yang akan anda hadapi.
Sesuaikanlah pekerjaan anda dengan kemampuan yang anda miliki. Jika anda seorang dokter, janganlah mengobati mobil yang sedang sakit. Sebaliknya seorang ahli mesin janganlah mengobati seorang yang sedang sakit.

Semoga cerita ini bermanfaat untuk kita semua.















Last edited by ino on Sun Jul 04, 2010 9:30 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Renungan   Sun Sep 06, 2009 10:01 am

Kisah Tsabit Bin Ibrahim

Seorang lelaki yang saleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat sebuah apel jatuh ke luar pagar sebuah kebun buah-buahan. Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah terbitlah air liur Tsabit, terlebih-lebih di hari yang sangat panas dan di tengah rasa lapar dan haus yang mendera. Maka tanpa berpikir panjang dipungut dan dimakannyalah buah apel yang terlihat sangat lezat itu. Akan tetapi baru setengahnya di makan dia teringat bahwa buah apel itu bukan miliknya dan dia belum mendapat ijin pemiliknya.
Maka ia segera pergi ke dalam kebun buah-buahan itu dengan maksud hendak menemui pemiliknya agar menghalalkan buah apel yang telah terlanjur dimakannya.
Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki. Maka langsung saja ia berkata, “Aku sudah memakan setengah dari buah apel ini. Aku berharap Anda menghalalkannya”. Orang itu menjawab, “Aku bukan pemilik kebun ini. Aku hanya khadamnya yang ditugaskan merawat dan mengurusi kebunnya”. Dengan nada menyesal Tsabit bertanya lagi, “Dimana rumah pemiliknya? Aku akan menemuinya dan minta agar dihalalkan apel yang telah kumakan ini.” Pengurus kebun itu memberitahukan, “Apabila engkau ingin pergi kesana maka engkau harus menempuh perjalanan sehari semalam”.
Tsabit bin Ibrahim bertekad akan pergi menemui si pemilik kebun itu. Katanya kepada orangtua itu, “Tidak mengapa. Aku akan tetap pergi menemuinya, meskipun rumahnya jauh. Aku telah memakan apel yang tidak halal bagiku karena tanpa seijin pemiliknya. Bukankah Rasulullah Saw sudah memperingatkan kita lewat sabdanya : “Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka.”

Tsabit pergi juga ke rumah pemilik kebun itu, dan setiba disana dia langsung mengetuk pintu. Setelah si pemilik rumah membukakan pintu, Tsabit langsung memberi salam dengan sopan, seraya berkata, “Wahai tuan yang pemurah, saya sudah terlanjur makan setengah dari buah apel tuan yang jatuh ke luar kebun tuan. Karena itu sudikah tuan menghalalkan apa yang sudah kumakan itu ?” Lelaki tua yang ada di hadapan Tsabit mengamatinya dengan cermat. Lalu dia berkata tiba-tiba, “Tidak, aku tidak bisa menghalalkannya kecuali dengan satu syarat.” Tsabit merasa khawatir dengan syarat itu karena takut ia tidak bisa memenuhinya. Maka segera ia bertanya, “Apa syarat itu tuan?” Orang itu menjawab, “Engkau harus mengawini putriku !” Tsabit bin Ibrahim tidak memahami apa maksud dan tujuan lelaki itu, maka dia berkata, “Apakah karena hanya aku makan setengah buah apelmu yang jatuh ke luar dari kebunmu, aku harus mengawini putrimu ?” Tetapi pemilik kebun itu tidak menggubris pertanyaan Tsabit. Ia malah menambahkan, katanya, “Sebelum pernikahan dimulai engkau harus tahu dulu kekurangan-kekurangan putriku itu. Dia seorang yang buta, bisu, dan tuli. Lebih dari itu ia juga seorang gadis yang lumpuh !” Tsabit amat terkejut dengan keterangan si pemilik kebun. Dia berpikir dalam hatinya, apakah perempuan semacam itu patut dia persunting sebagai isteri gara-gara ia memakan setengah buah apel yang tidak dihalalkan kepadanya? Kemudian pemilik kebun itu menyatakan lagi, “Selain syarat itu aku tidak bisa menghalalkan apa yang telah kau makan !” Namun Tsabit kemudian menjawab dengan mantap, “Aku akan menerima pinangannya dan perkawinannya. Aku telah bertekad akan mengadakan transaksi dengan Allah Rabbul ‘Alamin. Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban-kewajiban dan hak-hakku kepadanya karena aku amat berharap Allah selalu meridhaiku dan mudah-mudahan aku dapat meningkatkan kebaikan-kebaikanku di sisi Allah Ta’ala”.
Maka pernikahanpun dilaksanakan. Pemilik kebun itu menghadirkan dua saksi yang akan menyaksikan akad nikah mereka. Sesudah perkawinan usai, Tsabit dipersilahkan masuk menemui istrinya. Sewaktu Tsabit hendak masuk kamar pengantin, dia berpikir akan tetap mengucapkan salam walaupun istrinya tuli dan bisu, karena bukankah malaikat Allah yang berkeliaran dalam rumahnya tentu tidak tuli dan bisu juga. Maka iapun mengucapkan salam, “Assalamu’alaikum….” Tak dinyana sama sekali wanita yang ada dihadapannya dan kini resmi menjadi istrinya itu menjawab salamnya dengan baik. Ketika Tsabit masuk hendak menghampiri wanita itu, dia mengulurkan tangan untuk menyambut tangannya. Sekali lagi Tsabit terkejut karena wanita yang kini menjadi istrinya itu menyambut uluran tangannya. Tsabit sempat terhentak menyaksikan kenyataan ini. “Kata ayahnya dia wanita tuli dan bisu tetapi ternyata dia menyambut salamnya dengan baik. Jika demikian berarti wanita yang ada di hadapanku ini dapat mendengar dan tidak bisu. Ayahnya juga mengatakan bahwa dia buta dan lumpuh tetapi ternyata dia menyambut kedatanganku dengan ramah dan mengulurkan tangan dengan mesra pula”, kata Tsabit dalam hatinya. Tsabit berpikir mengapa ayahnya menyampaikan berita-berita yang bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya ? Setelah Tsabit duduk disamping istrinya, dia bertanya, “Ayahmu mengatakan kepadaku bahwa engkau buta. Mengapa ?” Wanita itu kemudian berkata, “Ayahku benar, karena aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Allah”. Tsabit bertanya lagi, “Ayahmu juga mengatakan bahwa engkau tuli. Mengapa?” Wanita itu menjawab, “Ayahku benar, karena aku tidak pernah mau mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat ridha Allah. Ayahku juga mengatakan kepadamu bahwa aku bisu dan lumpuh, bukan?” tanya wanita itu kepada Tsabit yang kini sah menjadi suaminya. Tsabit mengangguk perlahan mengiyakan pertanyaan istrinya.
Selanjutnya wanita itu berkata, “aku dikatakan bisu karena dalam banyak hal aku hanya mengunakan lidahku untuk menyebut asma Allah Ta’ala saja. Aku juga dikatakan lumpuh karena kakiku tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang bisa menimbulkan kegusaran Allah Ta’ala”.

Tsabit amat bahagia mendapatkan istri yang ternyata amat saleh dan wanita yang akan memelihara dirinya dan melindungi hak-haknya sebagai suami dengan baik. Dengan bangga ia berkata tentang istrinya, “Ketika kulihat wajahnya……Subhanallah, dia bagaikan bulan purnama di malam yang gelap”.
Tsabit dan istrinya yang salihah dan cantik rupawan itu hidup rukun dan berbahagia. Tidak lama kemudian mereka dikaruniai seorang putra yang ilmunya memancarkan hikmah ke penjuru dunia. Itulah Al Imam Abu Hanifah An Nu’man bin Tsabit.
Back to top Go down
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Renungan   Sun Sep 13, 2009 2:11 pm

Papa Baca Keras-keras Ya, Supaya Jessica Bisa Dengar.....
________________________________________
Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses, seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas pekerjaan kantor yang dibawanya pulang ke rumah, karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat penting dengan para pemegang saham. Ketika ia sedang asyik menyeleksi dokumen kantor tersebut, Putrinya Jessica datang mendekatinya, berdiri tepat disampingnya, sambil memegang buku cerita baru. Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut, sangat menarik perhatian Jessica, “Pa liat”! Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya. Budi menengok ke arahnya, sambil menurunkan kacamatanya, kalimat yang keluar hanyalah kalimat basa-basi “Wah,. buku baru ya Jes?”,

“Ya papa” Jessica berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari ayahnya. “Bacain Jessi dong Pa” pinta Jessica lembut, “Wah papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh” sanggah Budi dengan cepat. Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas yang berserakkan didepannya, dengan serius.Jessica bengong sejenak, namun ia belum menyerah. Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu “pa, mama bilang papa mau baca untuk Jessi” Budi mulai agak kesal, “Jes papa sibuk, sekarang Jessi suruh mama baca ya” “Pa, mama cibuk terus, papa liat gambarnya lucu-lucu”, “Lain kali Jessica, sana! papa lagi banyak kerjaan” Budi berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi, menit demi menit berlalu, Jessica menarik nafas panjang dan tetap disitu, berdiri ditempatnya penuh harap, dan tiba-tiba ia mulai lagi. “Pa,.. gambarnya bagus, papa pasti suka”, “Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI!!” kata Budi membentaknya dengan keras, Kali ini Budi berhasil, semangat Jessica kecil terkulai, hampir menangis, matanya berkaca-kaca dan ia bergeser menjauhi ayahnya
“Iya pa,. lain kali ya pa?” Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh lembut tangan ayahnya ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah.“Pa kalau papa ada waktu, papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger”.
Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa dua pekan telah berlalu namun permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi, buku cerita Peri Imut, belum pernah dibacakan bagi dirinya.
Hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras “Buukk!!” beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabuk yang melajukan kendaraannya dengan kencang didepan rumah Budi. Tubuh Jessica mungil terhentak beberapa meter, dalam keadaan yang begitu panik ambulance didatangkan secepatnya, selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica kecil sempat berkata dengan begitu lirih“Jessi takut Pa, Jessi takut Ma, Jessi sayang papa mama” darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak tertolong lagi ketika sesampainya di rumah sakit terdekat.
Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani Budi. Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji. Kini yang ada hanyalah penyesalan. Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana,.. pun tidak terpenuhi. Masih segar terbayang dalam ingatan budi tangan mungil anaknya yang memohon kepadanya untuk membacakan sebuah cerita, kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali,
“,…papa baca keras-keras ya Pa, supaya Jessica bisa denger” kata-kata Jessi terngiang-ngiang kembali. Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang tersisa hanya keheningan dan kesunyian hati, canda dan riang Jessica kecil tidak akan terdengar lagi, Budi mulai membuka buku cerita peri imut yang diambilnya perlahan dari onggokan mainan Jessica di pojok ruangan. Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil. Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia membuka halaman pertama dan membacanya dengan suara keras, tampak sekali ia berusaha membacanya dengan keras.
Ia terus membacanya dengan keras-keras halaman demi halaman, dengan berlinang air mata. “Jessi dengar papa baca ya” selang beberapa kata,.. hatinya memohon lagi “Jessi papa mohon ampun nak” “papa sayang Jessi” Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores lubuk hatinya, tak kuasa menahan itu Budi bersujut dan menangis,.. memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai. Seseorang yang mengasihi selalu mengalihkan kesenangan dan membagi kesedihan kita, Ia selalu memberi PERHATIAN kepada kita karena ia peduli kepada kita. ADAKAH “PERHATIAN TERBAIK” ITU BEGITU MAHAL BAGI MEREKA ? BERILAH “PERHATIAN TERBAIK” WALAUPUN ITU HANYA SEKALI Bukankah Kesempatan untuk memberi perhatian kepada orang-orang yang kita cintai itu sangat berharga ? DO IT NOW. Berilah “PERHATIAN TERBAIK” bagi mereka yang kita cintai. LAKUKAN SEKARANG !! KARENA HANYA ADA SATU KESEMPATAN UNTUK MEMPERHATIKAN DENGAN HATI KITA
Back to top Go down
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Renungan   Sun Sep 27, 2009 10:50 am

4 istri dalam hidup
________________________________________
Anda ingin beristeri lebih dari seorang? Atau jika anda wanita anda ingin bersuamikan lebih dari satu? tak mungkin kan?.

Kita semua sudahpun mempunyai 4 isteri/suami. begini..................

Suatu ketika dahulu, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri.

Dia mencintai isteri ke-4 dan menganugerahinya harta dan kesenangan, sebab ia yang tercantik di antara semua isterinya.

Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. ia sangat bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu khuatir takut isterinya ini lari dengan pria lain.

Begitu juga dengan isteri ke-2. Sang pedagang sangat menyukainya kerana ia isteri yang sabar dan penuh pengertian. Ketika pedagang mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri ke-2-nya ini, yang selalu menolong dan mendampingi sang suami melewati masa-masa sukarnya.

Sama halnya dengan isteri pertama. Ia adalah pasangan yang sangat setia dan selalu membawa kebaikan bagi kehidupan keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisness sang suami. Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya meski isteri pertama ini begitu sayang kepadanya.

Suatu hari si pedagang sakit dan menyedari bahawa ia akan meninggal dunia.

Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hati, "Ketika ini aku punya 4 isteri. Namun ketika aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan."

Lalu pedagang itu memanggil semua isterinya dan bertanya pada isteri ke-4-nya. "Engkaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Nah, sekarang aku akan mati. Maukah kamu mendampingi dan menemaniku?"

Ia terdiam.... tentu saja tidak! Jawab isteri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa2 lagi.

Jawaban ini sangat menyakitkan hati. Seakan2 ada pisau terhunus dan mengiris- iris hatinya. Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3.

"Aku pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku dan menemani akhir hayatku?"

Isterinya menjawab, "hidup begitu indah di sini, Aku akan menikah lagi jika kau mati".

Bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul dengan jawaban tsb. Badannya terasa demam. Kemudian ia memanggil isteri ke-2. "

Aku selalu berpaling kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dan kau selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku memerlukan sekali bantuanmu. Kalau aku mati, maukah engkau mendampingiku?"

Jawab sang isteri, "Maafkan aku kali ini aku tak dapat menolongmu. Aku hanya dapat menghantarmu hingga ke liang kubur. Nanti akan kubuatkan makam yang indah untukmu."

Pedagang ini merasa putus asa. Dalam keadaan kecewa itu, tiba-tiba terdengar suara, "Aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemana pun kau pergi. Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu."

Pria itu lalu menoleh ke samping, dan mendapati isteri pertamanya di sana. Ia tampak begitu kurus. Badannya seperti orang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, "Kalau saja aku dapat merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus seperti ini, isteriku."

Pengajaran:

HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTERI

Sesungguhnya, kita punya 4 isteri dalam hidup ini.

Isteri ke-4 adalah TUBUH kita.

Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah. Semua ini akan hilang dalam suatu batas waktu dan ruang. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.

Isteri ke-3, STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN.

Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya. Sebesar apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada.

Sedangkan isteri ke-2, yakni KERABAT DAN TEMAN.

Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, kita tak akan dapat terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani kita.

Dan sesungguhnya isteri pertama kita adalah JIWA DAN AMAL KITA.

Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemana pun kita melangkah. Hanya amallah yang mampu menolong kita di akhirat kelak.

Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita dengan bijak serta jangan malu untuk berbuat amal, memberikan pertolongan kepada sesama yang memerlukan. Betapa pun kecilnya bantuan kita, pemberian kita menjadi sangat bererti bagi mereka yang memerlukannya.

Mari kita belajar memperlakukan jiwa dan amal kita dengan bijak.
Back to top Go down
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Renungan Minggu   Sun Oct 18, 2009 11:21 am

Tukang Perahu dan Pak Guru
________________________________________
Refleksi Diri:
Disuatu hari ada "pak guru" yang harus mengajar ke tempat sekolahnya di suatu daerah yang harus dilewati dengan sebuah perahu kecil, dan disitu ada seorang "tukang perahu tua". Pak guru meminta tukang perahu mengatarkan dia ke seberang. dan terjadilah percakapan antara keduanya ;
Pak Guru :" Sudah Lama pak jadi tukang perahu?" dengan wajah sombong dia berkata!
Tukang Perahu :"Dari kecil pak!" jawab tukang perahu dengan wajah lusuhnya
Pak Guru :" Masa dari kecil cuma jadi tukang perahu "
Pak Guru :" Makanya sekolah dong "
Tukang Perahu :"Masa jd tukang perahu aja harus sekolah, Pak"
Pak Guru :"Iya dong biar km bisa baca dan tulis"
Tukang Perahu hanya menganggukkan kepalanya diam dan termenung apa yang telah dikatakan pak guru, sambil mendayung perahu kecilnya.
Pak guru diam tak menghiraukan apa yg dikerjakan tukang perahu dia membaca koran pagi yg baru dia beli...

Ditengah-tengah perjalanan tiba-tiba tukang perahu berkata :
Tukang perahu:"Pak perahu saya bocor neh,!!?"
Pak Guru:"Waduh gimana dong, sayakan tidak bisa berenang". dengan wajah takut pak guru tersebut bertanya ke tukang perahu.
Tukang perahu:"Ya.. kita harus berenang...!!!???" tukang perahu tersebut menjawab dengan senyuman.

Dengan cerita diatas kita bisa mengambil hikmah apa yang terjadi di kehidupan ini.
bahwa kita harus sadar semua orang mempunyai "kelemahan dan kelebihan."
Maka jangan sombong atas kelebihan apa yang kita punya.
dan hormatilah orang lain walau dalam keadaan apapun. senang susah, baik buruk, kaya miskin....
Back to top Go down
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Renungan   Sun Nov 01, 2009 1:23 pm

SAHABAT
Seringkali kita mendengar kata2 sebagai berikut : “Untung waktu itu ada saya. Sayalah sahabat sejatimu. Kalau tidak ada saya entah mungkin apa yang terjadi dengan dirimu”
Sudahkah kita menemukan sahabat sejati? Sahabat sejati ibaratkan kedua belah tangan kita.
Jika bertemu maka kedua tangan akan saling berjabat bahkan berangkulan. Tidak ada yang merasa tangan yang lebih baik atau lebih rendah. Demikian juga sahabat sejati jika bertemu akan berjabat tangan dan saling merangkul. Tidak ada kata2 melebihkan kehebatannya. Sahabat sejati mempunyai taraf yang sama. Tidak juga hanya sekedar saling sapa, just to say ‘hello’.
Jika tangan kiri sedang gatal atau sakit, maka tangan kanan akan menggaruknya atau mengelusnya dan sebaliknya. Demikian juga seorang sahabat sejati.Jika sahabatnya sakit maka dia akan datang menghibur atau bahkan mengantarkannya untuk berobat. Bukan hanya sekedar memberikan seuntai bunga atau sebuah parcel buah2an.
Jika tangan kiri dalam bahaya maka tangan kanan akan membantu melindungi juga sebaliknya. Seorang sahabat sejati akan melindungi sahabat sejatinya dari bahaya, tidak pernah membahayakan sahabatnya, atau justru menjerumuskan sahabatnya kedalam bahaya.
Jika bekerja maka tangan kanan dan kiri akan saling membantu. Mengangkat yang berat akan bersama-sama membantu untuk mengangkatnya. Tapi masing2 tangan akan mengerjakan sendiri jika dia mampu mengerjakannya. Demikianlah sahabat sejati. Tidak pernah merongrong sahabatnya. Dia hanya akan meminta bantuan jika dia benar2 tidak bisa mengatasinya sendiri. Bukan hanya sekedar meminta tanpa usaha.
Sudahkah anda mempunyai sahabat sejati? Saya sudah! Dialah ALLAH SWT. Jika saya dalam keadaan gelisah, maka ALLAH akan datang menghibur saya. Jika saya dalam keadaan susah maka DIA akan datang menolong. DIA akan mengabulkan apa permintaan saya yang menurutNYA baik. Jika itu tidak baik untuk saya, maka DIA tidak akan memberikannya.
Bagaimanakah caranya menjadi sahabat sejati ALLAH. Cukup dengan melaksanakan segala perintahNYA dan menjauhi segala laranganNYA. Lakukanlah. Semoga anda menjadi sahabat sejati ALLAH.
Semoga renungan ini bermanfaat untuk kita semua, terutama untuk penulis sendiri. Amin
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Sun Nov 01, 2009 2:16 pm

Aamiin.


Last edited by gitahafas on Mon Jan 02, 2012 10:47 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Renungan   Sun Nov 15, 2009 8:43 am

GEMBALA KAMBING
Dahulu kala ada seorang gembala kambing yang ingin menjual seekor kambingnya. Sebagai teman perjalanan, dia mengajak seorang anaknya yang telah dewasa. Pergilah mereka ke pasar kambing yang cukup jauh dari desa mereka.
Mengingat usia kambing yang sudah tua dan tidak mempunyai tenaga lagi, mereka menuntun kambing itu berdua.
Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan seorang kenalan baik. Kenalan ini menegur mereka :”Alangkah bodohnya kalian. Ada kendaraan bukan dinaiki malah dituntun!”. Mereka menepi dan berundinglah ayah dan anak. Keduanya sepakat si anak yang akan mengendarai kambing, karena kambing itu tidak cukup kuat. Mereka berjalan kembali dengan si anak diatas kambing.
Belum jauh mereka berjalan, bertemulah mereka dengan sahabat yang lain. Sahabat ini berkata :”Dosa! Dosa! Dosa! Berdosa engkau anak muda. Engkau yang masih tegap berjalan, enak-enakan naik kambing, sedang ayahmu yang tua kau suruh berjalan, Sungguh dosa yang kau lakukan”.
Kembali ayah dan anak berunding, Kali ini diputuskan ayah yang akan menaiki kambing dan si anak menuntun kambing itu.
Belum terlalu jauh berjalan kembali mereka bertemu teman yang lain. “Sungguh orangtua tidak tahu diri.Lihatlah anakmu yang belum pengalaman kau suruh berjalan sampai terseok-seok begitu. Kau kan sudah sering berjalan jauh, Kau ingin anakmu sakit?”.
Lagi ayah dan anak berunding lagi. Kali ini diputuskan mereka akan naik berdua. Maka mereka melanjutkan kembali perjalanan mereka dengan keduanya duduk diatas kambing. Tapi apa yang terjadi? Belum jauh mereka berjalan, kambing tua itu terjatuh dan mati. Tubuhnya yang tua tidak sanggup memikul kedua orang tersebut. Akhirnya mereka memanggul kambing mati tersebut dan membawanya ke pasar. Sudah dapat diduga kambing itu tidak laku. Perjalanan mereka hanya sia-sia, membuang waktu dan tenaga.

Setiap nasehat dari orang lain, pertimbangkanlah baik-baik. Apa yang baik untuk mereka, belum tentu baik untuk kita. Buruk menurut mereka, belum tentu buruk untuk kita. Pikirkanlah semuanya sebelum kita melaksanakan nasehat itu. Pikir itu pelita hati.
Back to top Go down
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Renungan   Sun Dec 06, 2009 9:09 am

Kemungkaran
Setiap orang beriman yang melihat kemungkaran maka dia akan mencegah dengan ke2 tangannya, setidaknya mencegah dengan lidahnya, paling tidak dia akan berdoa dalam hatinya, tapi itulah selemah-lemahnya iman.
Ibarat 2 kelompok orang naik kapal, orang beriman naik ke kelas dilantai 2 dengan membawa makanan dan minuman, sedang orang tidak beriman akan naik ke dek yang terletak dibawah. Di tengah laut orang beriman minum dari minuman yang mereka bawa. Orang tidak beriman yang tidak membawa minuman kehausan. Mau naik keatas mereka malas, karena tangganya tinggi. Maka mereka mengambil pahat untuk membolongi dasar kapal, untuk mengambil air dari bawah kapal. Diatas memang tidak akan ada kebocoran, tapi air akan masuk kapal dan seluruh kapal akan tenggelam.
Contoh lain : Sekelompok orang tidak beriman membuang sampah ke sungai karena mereka malas pergi ke tempat pembuangan sampah yang jauh. Rumah orang beriman tidak kotor oleh perbuatan itu. Di musim hujan, karena sampah yang menumpuk, aliran sungai tidak lancar, air naik keatas dan akibatnya terjadi banjir. Rumah orang berimanpun terkena banjir.
Nah dimanakah letak iman kita? Akankah kita mencegah orang membuang sampah ke sungai dengan ke2 tangan kita, atau cukup dengan kita menasehati mereka, ataukah kita hanya akan berdoa semoga tidak terjadi banjir?
Banyak pejabat yang korupsi. Apakah yang akan kita lakukan? Kita cegah mereka dengan membawa mereka ke pengadilan? Ataukah kita nasehati mereka untuk tidak korupsi? Ataukah cukup kita berdoa semoga negara kita tetap makmur, kaya raya gemah ripah loh jinawi?
Back to top Go down
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Renungan   Fri Dec 18, 2009 7:47 am

Usaha dan kerja keras!
________________________________________
Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Beberapa saat setelah memesan makanan, tiba tiba seorang anak penjaja kue menghampirinya.

"Om, beli kue om, masih hangat dan enak rasanya" ujar anak kecil penjaja kue itu.
"Engga dik, saya lapar mau makan nasi aja," kata si pemuda menolak dengan halus.
Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu diluar restoran. Dia duduk tepekur didepan restoran. Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si anak menyamperi lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda sambil beranjak kekasir hendak membayar makanan berkata :"Tidak dik, saya sudah kenyang"
Sambil bersikeras mengikuti si pemuda, si anak berkata :"Kuenya bisa buat oleh oleh pulang om,"
Dompet yang belum sempet dimasukan kekantong pun dibukanya kembali, dikeluarkan 2 lembar ribuan dan mengangsurkan keanak penjual kue.
"Saya tidak mau kuenya, uang ini anggap saja sedekah dari saya."
Dengan senang hati, anak kecil penjaja kue itu menerima uang tersebut dan bergegas keluar restoran lalu memberikan kepada pengemis didepan restoran.
Merasa heran dan sedikit tersinggung sipemuda menegurnya.
"Hai, adik kecil kenapa uangnya kau berikan kepada orang lain?, Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang, kenapa setelah ada uang ditanganmu malah kamu berikan kepada orang lain?" tanya pemuda itu.
"Om, jangan marah yah. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan, bukan dari mengemis. Kue-kue ini dibuat oleh ibu saya sendiri dan ibu pasti akan sedih dan marah, jika saya menerima uang dari om bukan hasil menjual kue. Tadi om bilang, uang sedekah, maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu."
Si pemuda merasa takjub dan menganggukan kepala tanda mengerti.
"Baiklah berapa kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh oleh."
Si anak pun menghitung dengan gembira.
Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata.
"Terima kasih dik, atas pelajaran hari ini. Sampaikan salam saya kepada ibu mu."
Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap.
"Terima kasih om, ibu pasti akan senang sekali,hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami"

Begitulah, bagaimanapun memang lebih nikmat rasanya jika kita mendapatkan sesuatu dengan usaha dan kerja keras.
Bagaimana dengan anda???
Apakah kenikmatan hidup yg anda nikmati hari ini merupakan berkah dari keringat anda sendiri????
Apakah anda lebih senang menerima uang yang bukan hasil kerja jeras anda????


RENUNGKANLAH.
Back to top Go down
 
Kisah Inspiratif
View previous topic View next topic Back to top 
Page 3 of 12Go to page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 10, 11, 12  Next
 Similar topics
-
» [film] kisah nabi musa
» Kisah Kang_Asepr myQuran menolak Buddha
» SEGOROWEDI:Kisah Adam-Isa di Quran NYONTEK Alkitab
» Hadist Ibnu Abbas...nyambung KEMANA...??
» Kisah Nyata Polwan Inggris Jatuh Cinta Pada Islam dan Berjilbab

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: RENUNGAN-
Jump to: