Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Kisah Inspiratif

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, ... 10, 11, 12  Next
AuthorMessage
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Renungan Minggu   Sun May 24, 2009 9:24 am

“Ma'afkan ayah anakku...”







Sebuah kisah yang harus kita ketahui bersama untuk dapat diperhatikan...

Ini ada bahan untuk bahan renungan bagi kita semua yang barangkali ada yang
kelupaan pada kata yang satu ini, yaitu : MA'AF.

Jam sudah menunjukkan angka sebelas ketika aku duduk merebahkan diri di ruang
tengah. Tentu saja istri dan anakku Aisyah sudah tertidur lelap. Tapi kenapa
pintu kamar Aisyah masih terbuka? Aku tertegun saat berdiri di depan pintu
kamar Aisyah. Aisyah tertidur di meja belajarnya ditangan kanannya masih
memegang pinsil dan sepertinya ia menulis sesuatu di buku tulisnya dan ada
segelas kopi.

"Tumben anak ini minum kopi," pikirku.

Kuangkat dia ketempat tidur. Kubereskan meja belajarnya yang berantakan, namun
sebelum aku menutup buku tulisnya aku ingin melihat apa yang ditulis Aisyah.
Aku tertegun sejenak saat membaca tulisan-tulisannya, ternyata semuanya cerita
tentang diriku. Sampai akhirnya aku membaca 3 lembaran terakhir yang sangat
menyentuh hatiku.

Di lembaran pertama dia menulis : "Hari ini ayah tidak jadi menemaniku ke
toko buku, mungkin ayah tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Aku mengerti
dengan kesibukanmu ayah."

Aku jadi ingat beberapa minggu yang lalu Aisyah mengajakku ke toko buku, aku
ingat sekali gaya bicaranya yang polos.

"Ayah nanti sore ada kegiatan nggak sih," sapa Aisyah saat aku akan
pergi kerja.

"Ada apa sayang," jawabku.

"Ayah mau nggak menemani Aisyah ke toko buku?"

"Kalau ayah nggak sibuk nanti sore akan ayah usahakan menemani kamu yach".

"Terima kasih, ayah," ucap Aisyah dengan wajah yang sangat gembira
sambil mencium pipiku.

Aku tersenyum melihat tingkahnya yang lucu dan menggemaskan.

Di lembaran kedua dia menulis : "Hari ini ayah tidak jadi lagi menemaniku
ke toko kaset, padahal aku ingin sekali mendengar lagunya Sulis dan memutarnya
di kamarku saat aku sedang sendiri agar aku tidak merasa sunyi. Sebenarnya aku
mau ngajak ibu tapi aku ingin sekali ditemani ayah. Tapi lagi-lagi ayah
sibuk".

Dan aku ingat lagi kalau Aisyah memang pernah mengajakku menemaninya membeli
kaset.

Kalau dia ingin mengajakku dia selalu bicara seperti ini, "Ayah nanti sore
sibuk nggak atau Ayah nanti sore ada kegiatan?"

Bahasa yang sopan sekali menurutku sehingga aku tidak bisa untuk mengatakan
tidak walaupun terkadang aku tidak bisa memenuhi keinginannya.

Di lembaran terakhir dia menulis : "Hari ini dan untuk kesekian kalinya
ayah tidak bisa menemaniku. Tadi aku mengajak ayah ke pasar malam padahal ini
kan hari terakhir ada pasar malam di komplekku dan aku udah janji sama Pak
Mamat kalau aku akan membeli boneka yang ditawarkan tadi sore saat pak Mamat
lewat depan rumahku, aku katakan pada pak Mamat kalau aku akan pergi bersama
ayah ke pasar malam dan aku akan membeli boneka pak Mamat. Karena ayah masih belum
pulang pasti pak Mamat sudah menjualnya. Pak Mamat maafkan Aisyah yah. Besok
pagi akan Aisyah tunggu di depan rumah dan minta maaf pada pak Mamat kalau
Aisyah tidak bisa pergi ke pasar malam. Kali ini Aisyah yang akan duluan
meminta maaf, biasanya kan pak Mamat selalu minta maaf kalau sudah melihatku di
depan rumah menanti majalah yang kupesan. Dia selalu bilang, 'maaf yah neng,
pak Mamat terlambat'. Padahal menurutku pak Mamat nggak terlambat hanya aku
yang terlalu cepat menunggunya. Begitu melihatku sudah menunggu dia mengayuh
sepedanya lebih cepat lagi. Saat kutanya kenapa sih pak Mamat selalu minta maaf
padahal pak Mamat kan nggak punya salah pada Aisyah. 'Iya neng, Pak Mamat tidak
ingin mengecewakan neng Aisyah kemaren kan sudah bilang kalau pak Mamat
nganterin pesanan neng Aisyah pagi-pagi sebelum neng pergi kesekolah. Coba
kalau pak Mamat datangnya kesiangan pasti neng kecewa, pak Mamat nggak ingin
neng, ngecewakan orang karena kekecewaan itu akan menimbulkan luka di hati. Dan
susah neng untuk menyembuhkannya kecuali kita minta maaf dengan tulus pada
orang yang telah kita kecewakan'. Aku jadi ingat sama ayah, ayah tidak pernah
mengucapkan maaf padaku, atau mungkin karena ayah menganggapku masih kecil atau
ah, aku tidak mau berprasangka buruk terhadap ayah. Walaupun sebenarnya aku
sangat kecewa dengan ayah tapi aku tidak ingin menyimpan kekecewaan itu didalam
hati. Bahkan hatiku selalu terbuka untuk kata maaf ayah".

Aku menangis membaca tulisan Aisyah, kudekati Aisyah di pembaringan sambil
kupandangi wajahnya yang polos. Aisyah anakku sayang maafkan ayah, ternyata kau
punya hati emas. Aku memang tidak pernah minta maaf pada Aisyah atas
janji-janji yang tidak pernah kupenuhi padanya. Dan aku selalu menganggapnya
dia sudah melupakannya begitu melihatnya dipagi hari wajahnya begitu cerah dan
selalu tersenyum. Dan ternyata dia masih mengingatnya dalam tulisan-tulisannya.
Ah, entah sudah berapa banyak goresan rasa kecewa yang ada dihatimu andai kau
tidak memaafkan ayah. Aisyah, ayah akan menunggumu sampai terbangun untuk
meminta maafmu.
Back to top Go down
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Sun May 31, 2009 8:33 am

Sedekah


Suatu saat Rasulullah SAW
meminta para sahabat untuk mengumpulkan hartanya untuk disedekahkan kepada
perjuangan Islam. Abubakar Assidiq berpikir inilah saatnya mengalahkan Umar bin
Khatab dalam pengabdian kepada Islam. Keesokan paginya dia membawa sebagian
hartanya untuk diserahkan kepada perjuangan Islam. Maka bertanyalah Rasulullah
SAW : “Wahai Abubakar sahabatku, apakah yang engkau sisakan untuk keluargamu?”



Abubakarpun menjawab : “Aku berikan setengah dari hartaku ya
Rasulullah. Untuk keluargaku cukuplah setengah sisanya saja.”



Ketika datang Umar bin Khatab, dia membawa seluruh hartanya
dan menyerahkan kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAWpun bertanya :”Wahai Umar, apakah yang engkau sisakan
untuk keluargamu?”. Umar bin Khatabpun menjawab :”Ya Rasulullah, aku serahkan
seluruh hartaku untuk perjuangan Islam, dan aku sisakan Allah dan RasulNya
untuk keluargaku”.



Pernahkah terpikir oleh kita untuk menyerahkan sebagian
saja dari harta kita untuk disedekahkan di jalan Allah? Pernahkah terpikir di
hati kita untuk hanya meninggalkan Allah dan RasulNya untuk keluarga kita?



Suatu ketika datang menghadap Baginda Rasulullah SAW,
seorang yang sangat miskin. Dia tidak
mempunyai apa2. Harta yang ada hanyalah pakaian yang melekat di badannya. Itupun
sudah compang camping. Dia bertanya kepada Rasulullah SAW :”Wahai Rasulullah,
apakah yang harus aku lakukan untuk dapat bersedekah? Hartaku hanyalah pakaian yang
melekat di badanku ini”.



Rasulullah SAW
menjawab :”Sedekahkan tenagamu kepada orang yang membutuhkan”. Orang
itupun menjawab :”Ya Rasulullah, aku terkadang makan terkadang tidak. Tidak ada
tenaga lagi untuk aku sedekahkan kepada orang lain”.



Rasulullah SAW kemudian bersabda :”Sedekahkan senyummu kepada semua orang. Itulah sedekah yang
paling mulia bagimu
”.



Sering kita memberikan sedekah sambil melempar kepada
orang yang kita berikan. Sering juga kita memberikannya dengan membentak atau
marah2. Alangkah jauh lebih baik jika kita memberikan senyum kepada orang lain.
Back to top Go down
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Sun Jun 07, 2009 8:00 pm

Rahasia di Balik Sakit


Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah
dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang
tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah ta’ala berfirman yang
artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikansebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa’: 35). Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur’an- menafsirkan ayat
ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit,kekayaan dan
kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.”
(Tafsir Ibnu Jarir).Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian
dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat di nalar oleh akal manusia.



Sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia
bersabar



Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang
mukmin,
sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan
baginya, dan
jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya.
(HR. Muslim)



Sakit akan menghapuskan dosa


Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas
kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran,
penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu
juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman
Allah ta’ala, “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan
oleh perbuatan tanganmu sendiri
, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari
kesalahan-kesalahanmu).”
(QS. asy-Syuura: 30). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan
sampai kesusahan yang menyusahkannya,
melainkan akan dihapuskan dengannya
dosa-dosanya
. (HR. Muslim)



Sakit akan Membawa Keselamatan dari api neraka


Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam
bersabda yang artinya,” Janganlah kamu mencaci maki penyakit
demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan
dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi
.
(HR. Muslim)



Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang
dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan
musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya
Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit
demam itu
menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.” (HR. Al Bazzar, shohih)



Sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya


Wahai saudaraku, sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan
mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali
kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam
dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan
dunia dan melalaikan Rabb-nya. Oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan
suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan
ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama
ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri.
Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (QS. al-An’am: 42) yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan
mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)



Terdapat hikmah yang banyak di balik berbagai musibah


Wahai saudaraku, ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah yang sangat banyak. Maka perhatikanlah saudaraku
nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini: “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang
terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah
(yang dapat kita gali, -ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan
kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan
dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar
matahari.”
(Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas)


Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada
hamba-Nya. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya
Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan
.”
(HR. Tirmidzi, shohih).
Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan
meringankan segala musibah dunia ini. Amin.



***


Sumber :


Penulis:
Abu Hasan Putra
Artikel
www.muslim.or.id
Back to top Go down
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: EMPAT ORANG YANG DIRINDUKAN SURGA   Sun Jun 14, 2009 2:58 pm

Teman2, ini artikel di ambil dari Wisata Hati yang ditulis oleh Ust Ahmad Jameel,
semoga bisa bermanfaat buat qt semua. Wassalam,


EMPAT ORANG YANG DIRINDUKAN SURGA

Kita yakin… siapapun kita, pada strata sosial manapun kita, apapun prosfesi kita,
dibumi manapun kita berpijak pasti mau menjadi orang yang dirindukan oleh
syurganya Allah SWT. Tempat yang di idam-idamkan oleh seluruh makhluk Allah,
tempat yang tidak terdengar di dalamnya perkataan yang tak berguna,sia-sia dan
dusta, didalamnya ada mata air yang mengalir, takhta-takhta yang ditinggikan,
gelas-gelas berisi minuman yang terletak dekat, bantal-bantal sandaran yang
tersusun, permadani-permadani yang terhampar, kebun-kebun dan buah anggur,
gadis-gadis remaja yang sebaya. Kebayang enggak indahnya syurga?….

Rasulullah SAW, mengatakan :” Syurga merindukan empat orang:

Pertama, orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an. Nampaknya wajar jikalau
syurga merindukan ahli qur’an ini karena sejak didunia saja mereka sudah diservis
oleh Allah dengan ketenangan bathin, kasih sayang-Nya, kecintaannya, kemuliaan
dan selalu di ingat oleh-Nya.

Kedua, penjaga lidah. Memang lidah tak bertulang tapi ia lebih tajam dari sebilah
pedang, dampaknya akan mengakibatkan peperangan antar suami isteri, antar
kelompok, bahkan antar dua bangsa. Efek negatifnya akan membuat orang menjadi
sengsara, akan melenyapkan pahala kebaikan yang kita buat seperti api memakan
kayu bakar, akan membuat puasa jadi hampa dan sia-sia. Namun bila kita menjaganya,
subhanallah… begitu banyak kenikmatan akan kita raih, dengan lisan kita berdakwah,
dengan lisan kita bertilawah, dengan lisan kita berdo’a.

Ketiga, pemberi makan orang yang kelaparan. Sungguh, Allah Yang Maha berterimakasih
(Syakuur) akan membalas sekecil apapun kebaikan kita kepada orang lain. Bila kita
memberi minum kepada saudara kita yang kehausan maka Allah akan memberi kita
minum pada hari kiamat nanti disaat orang-orang sedang dilanda dahaga, Bila kita
memberi makan kepada saudara kita yang sedang kelaparan, niscaya Allah akan
memberi kita makan di saat orang-orang kelaparan pada hari akhir nanti, Bila kita
memberi pakaian kepada saudara kita didunia ini, niscaya Allah akan memberi kita
pakaian yang indah disaat orang-orang telanjang pada hari perhitungan nanti, bila kita
memudahkan urusan saudara kita yang sedang kesulitan dan dihimpit permasalahan,
yakinlah bahwa Allah akan memudahkan urusan kita sejak didunia ini. Pertolongan Allah
akan datang kepada seorang hamba manakala sang hamba menolong saudaranya.

Keempat, Orang-orang yang berpuasa di bulan ramadhan. Di bulan yang mulia yang
penuh berkah, rahmat, ampunan ini Allah menjanjikan kepada kita akan pembebasan
dari panasnya api neraka, pedihnya azab neraka dan kejamnya siksa neraka bila kita
berpuasa, dan menghidupkan malamnya dengan shalat, qiro’at dan kholwat serta ibadah
apapun dengan hanya mengharap ridho-Nya.

Bila empat amal ini kita lakukan, nampaknya wajarlah bila syurga merindukan kehadiran kita…
Amien
Back to top Go down
Ali Alkatiri
Administrator
Administrator
avatar

Number of posts : 1088
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-08-27

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Mon Aug 03, 2009 11:24 am

"Perhitungan telah dekat kepada umat manusia, sementara mereka berpaling dalam kelalaian" (QS. Al Anbiya': 1)

Dalam hidup, paling tidak ada tiga hal besar yang banyak mengilhami karya-karya besar lahir dari buah pikir manusia. Tiga hal tersebut adalah, cinta, wanita dan kematian. Mungkin banyak hal lain yang tak kalah dahsyatnya, tapi untuk kali ini mari kita membicarakan satu di antara tiga inspirasi di atas, yakni kematian.

Pada hakekatnya, kematian bukanlah selalu berarti kehidupan yang lumat dan akhir segala cerita tentang dan dari manusia. Sebaliknya, justru kematian lah yang mampu "mengabadikan hidup" manusia yang fana. Sebut saja, salah seorang penyair Indonesia, Subagio Sastrowardoyo misalnya. Namanya, sampai saat ini masih menjadi aikon tersendiri dalam khazanah sastra Indonesia, justru karena salah satu puisinya yang berbicara tentang kematian. "Dan Kematian Makin Akrab," begitu judul puisi yang ditulisnya semasa hidup.

Dalam puisinya tersebut, Subagio bercerita, bahwa kematian sebenarnya sangat akrab sekali dengan kita, "Seperti teman kelakar yang mengajak tertawa," tulisnya. Tapi apakah cukup dengan menuliskan puisi tentang kematian manusia akan mengabadikan hidupnya? Tak cukup.

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Pepatah tua itu, tampaknya cukup mampu menjawab pertanyaan di atas. Tak ada yang mampu mengabadikan "hidup" manusia, selain peninggalannya. Maka tak heran jika Rasulullah jauh-jauh hari dulu pernah bersabda, "Manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat untuk lingkungannya." Hanya dengan berbuat baik saja, nama kita akan dikenang sepanjang zaman, minimal oleh anak cucu kita, melampaui umur yang dianugerahkan pada kita.

Sekarang masalahnya adalah, sering kali manusia lupa, bahwa sesungguhnya hidup ini adalah untuk mati. Tak kurang dan tak lebih. Kehidupan dunia dengan segala pernik dan warnanya dibanyak waktu telah membuat kita gila. Manusia tak ada
bedanya dengan laron-laron di musim hujan yang keluar dari tanah dan mengejar cahaya. Kian dekat dunia digapai, kian besar bahaya dituai.

Terangnya sinar lampu dunia telah membuat kita gelap mata, bahwa semakin dekat kita dengan sumber cahaya, semakin tinggi pula suhu dan panasnya. Dan kita bisa terbakar di dalamnya dengan sia-sia.

Banyak keistimewaan yang bisa kita dapatkan dengan mengingat kematian. Aisyah, pernah berkata, suatu ketika salah seorang sahabat bertanya pada Rasulullah. "Ya Rasulullah, apakah ada orang yang kelak dibangkitkan bersama dengan para syuhada?" Kemudian Rasulullah menjawab, "Ada, ia adalah orang-orang yang mengingat mati dua puluh kali dalam sehari." Dalam kesempatan lain, sahabat Anas ra, berkata, ia pernah mendengar Rasulullah bersabda, "Banyak-banyaklah
mengingat mati, karena dengannya akan terkikis dosa-dosa dan terhapus ambisi manusia pada dunia."

Kini mari kita tanyakan pada diri sendiri, berapa kali sehari kematian melintas di dalam angan? Mungkin tak setiap hari, gelak tawa, gurau canda kita dengan kawan dan keluarga kadang membuat kita terlena. Untuk orang-orang seperti ini, Rasulullah pernah memberikan peringatan.

Suatu saat, ketika beliau memasuki masjid, terlihat beberapa orang sedang tertawa senang. Kemudian Rasulullah menghampiri mereka dan menegurnya, "Ingatlah kematian. Demi Allah, seandainya kalian tahu apa yang kuketahui,
niscaya kalian akan sedikit tertawa dan menangis."

Dari peristiwa tersebut, Rasulullah seakan memberikan isyarat, betapa berat dan dahsyat kematian itu. Satu peristiwa dalam fase yang tak satupun kehidupan lolos darinya, meski telah sembunyi dan melarikan diri. "Katakanlah, sesungguhnya maut, yang kalian lari darinya, pasti akan mendapati kalian. Kemudian, kalian akan dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui segala yang gaib dan yang nyata. Lalu Dia akan memberitahukan kepada kalian, apa-apa yang telah kalian lakukan." (QS. Al Jumu'ah: 8 )

Sesungguhnya, kematian itu sangat dekat dengan kehidupan. Segala sesuatu yang tak pernah diketahui dan segala sesuatu yang tak pernah diprediksi adalah dekat. Kematian dan kehidupan, seolah-olah hanya dibatasi garis tipis. Jika saat ini kita masih hidup, tak ada yang menjamin esok hari nyawa masih dikandung badan. Jangan kan sehari, sedetik ke depan pun tak ada yang mampu memberikan jaminan.

Jika demikian, tak pernahkah kita merasa takut mengahadapinya. Sudahkah cukup perbekalan yang kita kumpulkan saat kematian datang. Tak ada yang tahu. Para ulama sufi berpendapat, saat kita hidup sebenarnya adalah tidur panjang, ketika kematian datang, saat itulah kita harus bangun dan sadar. Dan saat itu manusia hanya punya dua pilihan.

Pertama, ia bangun dari tidurnya panjang dan menjadi segar. Saat dibangkitkan setelah kematian ia benar-benar menjadi manusia yang beruntung karena tidur panjang yang diberikan betul-betul ia gunakan dengan baik dan penuh manfaat. Kebangkitannya dari kematian adalah sesuatu yang dinantikan. Orang-orang seperti ini akan mengucapkan kata seperti yang pernah keluar dari bibir Rabi' bin Khutsaim. "Tidak ada satu hal yang tersembunyi yang dinanti-nanti oleh orang beriman yang lebih baik dari kematian."

Kedua, ia bangun dari tidur tapi lesu dan bersedih hati, karena waktu yang diberikan tidak benar-benar dimanfaatkan. Ia memohon untuk diberikan sedikit waktu lagi dan mengumpulkan bekal. Tapi apa lacur, waktu tak bisa berjalan mundur atau berhenti. Waktu akan terus meluncur, mendorong yang bertahan dan menggilas yang kelelahan. Dan orang-orang seperti ini akan berkata, "Celakalah kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang merugi."

Sekaranglah saatnya sadar, bahwa hidup yang selama ini kita jalani, ternyata hanya bersiap untuk mati, untuk menuju kehidupan yang lebih nyata. Meski demikian, bukan tempatnya kita hanya memikirkan mati dan keabadian saja, kehidupan dunia pun tak bisa kita lepaskan begitu saja.

Seorang muslim selayaknya jika siang ia seperti singa yang mencari buruannya. Tapi jika datang senja, ia akan menjadi rahib yang merintih meminta ampun dan berkah pada Tuhannya. Karenanya, "Kematian yang tiba-tiba adalah rahmat bagi orang beriman, dan nestapa bagi orang durhaka," demikian sabda Rasulullah.
Back to top Go down
http://www.ilunifk83.com
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Hidup bagaikan perjalanan sebuah kereta   Sun Aug 09, 2009 8:03 pm

Kereta api harus berjalan diatas relnya jika ingin mencapai tujuan. Jika kereta berjalan keluar dari relnya, maka kereta itu akan hancur berantakan. Demikianlah juga hidup kita. Jika ingin sampai kepada tujuan kita, berjalanlah diatas rel yang telah ditentukan. Jangan mencoba untuk berjalan diluar rel yang telah ditentukan. Atau kita akan terperosok kedalam jurang kehancuran.
Ada 2 pedoman yang telah ditetapkan untuk kita tetap diatas rel, kitab Alquran dan Hadits Rasulullah SAW. Jika kita mengikuti petunjuk keduanya, maka kita akan selalu berada diatas rel yang benar menuju tujuan akhir yang kita inginkan.
Seperti juga kereta, maka hidup kita masing2 mempunyai tujuan akhir yang berbeda. Ada yang menuju surga dan ada yang menuju neraka. Terserah kepada kita untuk memilih kereta mana yang akan kita naiki. Jangan menyalahkan takdir. Kitalah yang memilih kereta yang akan kita naiki. Terserah kepada kita apakah akan naik kereta argo yang seba mewah atau kita memilih kereta biasa. Jika kita ingin naik kereta mewah, berusahalah mencari karcis untuk kereta mewah. Jangan kita berharap diberi oleh orang karcis kereta argo. Demikian juga hidup kita, jangan berharap ALLAH akan memberikan hidup yang indah kalau kita tidak berusaha. Tidak akan berubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri tidak berusaha.
Semoga kita bisa membeli karcis kereta argo untuk mencapai tujuan akhir hidup kita yang kita dambakan.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Mon Aug 10, 2009 5:39 am

Alhamdulillah sudah posting lagi Pak Ustad.........lama sekali tidak memberi wejangan..........ditunggu ya minggu depan...........kan namanya aja Minggu Alkitab...........berarti harusnya ada setiap minggu.
Back to top Go down
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Dua Pilihan   Sun Aug 16, 2009 7:50 pm

Disalin dari milis tetangga
Pada sebuah jamuan makan malam pengadaan dana untuk sekolah anak-anak cacat, ayah dari salah satu anak yang bersekolah disana menghantarkan satu pidato yang tidak mungkin dilupakan oleh mereka yang menghadiri acara itu.

Setelah mengucapkan salam pembukaan, ayah tersebut mengangkat satu topik:

' Ketika tidak mengalami gangguan dari sebab-sebab eksternal, segala proses
yang terjadi dalam alam ini berjalan secara sempurna/ alami. Namun tidak
demikian halnya dengan anakku, Shay. Dia tidak dapat mempelajari hal-hal
sebagaimana layaknya anak-anak yang lain. Nah, bagaimanakah proses alami ini berlangsung dalam diri anakku? '

Para peserta terdiam menghadapi pertanyaan itu.

Ayah tersebut melanjutkan: 'Saya percaya bahwa, untuk seorang anak seperti Shay,
yang mana dia mengalami gangguan mental dan fisik sedari lahir, satu-satunya
kesempatan untuk dia mengenali alam ini berasal dari bagaimana orang-orang
sekitarnya memperlakukan dia'

Kemudian ayah tersebut menceritakan kisah berikut:

Shay dan aku sedang berjalan-jalan di sebuah taman ketika beberapa orang anak
sedang bermain baseball. Shay bertanya padaku,'Apakah kau pikir mereka akan
membiarkanku ikut bermain?' Aku tahu bahwa kebanyakan anak-anak itu tidak akan
membiarkan orang-orang seperti Shay ikut dalam tim mereka, namun aku juga tahu
bahwa bila saja Shay mendapat kesempatan untuk bermain dalam tim itu, hal itu
akan memberinya semacam perasaan dibutuhkan dan kepercayaan untuk diterima oleh
orang-orang lain, diluar kondisi fisiknya yang cacat.

Aku mendekati salah satu anak laki-laki itu dan bertanya
apakah Shay dapat ikut dalam tim mereka, dengan tidak berharap banyak. Anak itu melihat sekelilingnya dan berkata, 'kami telah kalah 6 putaran dan sekarang sudah babak kedelapan. Aku
rasa dia dapat ikut dalam tim kami dan kami akan mencoba untuk memasukkan dia
bertanding pada babak kesembilan nanti '

Shay berjuang untuk mendekat ke dalam tim itu dan mengenakan seragam tim dengan
senyum lebar, dan aku menahan air mata di mataku dan kehangatan dalam hatiku. Anak-anak tim tersebut melihat kebahagiaan seorang ayah yang gembira
karena anaknya diterima bermain dalam satu tim.

Pada akhir putaran kedelapan, tim Shay mencetak beberapa skor, namun masih
ketinggalan angka. Pada putaran kesembilan, Shay mengenakan sarungnya dan
bermain di sayap kanan. Walaupun tidak ada bola yang mengarah padanya, dia
sangat antusias hanya karena turut serta dalam permainan tersebut dan berada dalam lapangan itu. Seringai lebar terpampang di wajahnya ketika aku melambai
padanya dari kerumunan. Pada akhir putaran kesembilan, tim Shay mencetak
beberapa skor lagi. Dan dengan dua angka out, kemungkinan untuk mencetak
kemenangan ada di depan mata dan Shay yang terjadwal untuk menjadi pemukul berikutnya.

Pada kondisi yg spt ini, apakah mungkin mereka akan mengabaikan kesempatan
untuk menang dengan membiarkan Shay menjadi kunci kemenangan mereka?

Yang mengejutkan adalah mereka memberikan kesempatan itu pada Shay.

Semua yang hadir tahu bahwa satu pukulan adalah mustahil karena Shay bahkan
tidak tahu bagaimana caranya memegang pemukul dengan benar, apalagi berhubungan
dengan bola itu. Yang terjadi adalah, ketika Shay melangkah maju ke dalam
arena, sang pitcher, sadar bagaimana tim Shay telah mengesampingkan kemungkinan
menang mereka untuk satu momen penting dalam hidup Shay, mengambil beberapa
langkah maju ke depan dan melempar bola itu perlahan sehingga Shay paling tidak
bisa mengadakan kontak dengan bola itu.

Lemparan pertama meleset; Shay mengayun tongkatnya dengan ceroboh dan luput. Pitcher
tsb kembali mengambil beberapa langkah kedepan, dan melempar bola itu perlahan
kearah Shay. Ketika bola itu datang, Shay mengayun kearah bola itu dan mengenai
bola itu dengan satu pukulan perlahan kembali kearah pitcher.

Permainan seharusnya berakhir saat itu juga, pitcher tsb bisa saja dengan mudah
melempar bola ke baseman pertama, Shay akan keluar, dan permainan akan berakhir.

Sebaliknya, pitcher tsb melempar bola melewati baseman pertama, jauh dari
jangkauan semua anggota tim. Penonton bersorak dan kedua tim mulai berteriak,
'Shay, lari ke base satu! Lari ke base satu!'. Tidak pernah dalam hidup Shay
sebelumnya ia berlari sejauh itu, tapi dia berhasil melaju ke base pertama.
Shay tertegun dan membelalakkan matanya. Semua orang berteriak, 'Lari ke base
dua, lari ke base dua!'

Sambil menahan napasnya, Shay berlari dengan canggung ke base dua. Ia terlihat
bersinar-sinar dan bersemangat dalam perjuangannya menuju base dua. Pada saat
Shay menuju base dua, seorang pemain sayap kanan memegang bola itu di
tangannya.

Pemain itu merupakan anak terkecil dalam timnya, dan dia saat itu mempunyai
kesempatan menjadi pahlawan kemenangan tim untuk pertama kali dalam hidupnya.
Dia dapat dengan mudah melempar bola itu ke penjaga base dua. Namun pemain ini
memahami maksud baik dari sang pitcher, sehingga diapun dengan tujuan yang sama
melempar bola itu tinggi ke atas jauh melewati jangkauan penjaga base ketiga.
Shay berlari menuju base ketiga.

Semua yang hadir berteriak, 'Shay, Shay, Shay, teruskan perjuanganmu Shay'. Shay mencapai base ketiga saat seorang pemain lawan berlari ke arahnya dan memberitahu Shay arah selanjutnya yang mesti ditempuh.
Pada saat Shay menyelesaikan base ketiga, para pemain dari kedua tim dan para
penonton yang berdiri mulai berteriak, 'Shay, larilah ke home, lari ke home!'.

Shay berlari ke home, menginjak balok yg ada, dan dielu-elukan bak seorang hero
yang memenangkan grand slam. Dia telah memenangkan game untuk timnya.

Hari itu, kenang ayah tersebut dengan air mata yang berlinangan di wajahnya,
para pemain dari kedua tim telah menghadirkan sebuah cinta yang tulus dan nilai
kemanusiaan ke dalam dunia.

Shay tidak dapat bertahan hingga musim panas berikut dan meninggal musim dingin itu. Sepanjang sisa
hidupnya dia tidak pernah melupakan momen dimana dia telah menjadi seorang
hero, bagaimana dia telah membuat ayahnya bahagia, dan bagaimana dia telah
membuat ibunya menitikkan air mata bahagia akan sang pahlawan kecilnya.

Seorang bijak pernah berkata, sebuah masyarakat akan dinilai dari cara mereka
memperlakukan seorang yang paling tidak beruntung diantara mereka.

Catatan kaki:

Kita sering mengirim ribuan jokes lewat email tanpa pikir panjang, namun bila
kita harus mengirimkan mail tentang pilihan dalam hidup, kita seringkali ragu.
Kejadian-kejadian vulgar, kasar dan mengerikan acap terjadi dalam hidup ini,
namun pembicaraan tentangnya seolah tertelan waktu, baik itu di lingkungan
pendidikan atau kerja.

Jika Anda berpikir untuk forward email ini, kemungkinannya Anda akan memilih
daftar orang-orang dari email address Anda yang Anda pikir layak untuk menerima
email Anda. Ingatlah, bahwa orang yang mengirimi Anda email ini berpikir bahwa
kita semua dapat membuat perbedaan.

Kita semua mempunyai banyak pilihan dalam hidup setiap harinya untuk dapat memahami
'kejadian alami dalam hidup'. Begitu banyak hubungan antar 2 manusia yang
kelihatan remeh, sebenarnya telah meninggalkan 2 pilihan bagi kita:

Apakah kita telah meninggalkan cinta dan kemanusiaan atau, Apakah kita telah
melewatkan kesempatan untuk berbagi kasih dengan mereka yang kurang beruntung,
yang menyebabkan hidup ini menjadi dingin?


Last edited by ino on Mon Aug 17, 2009 2:39 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Sun Aug 16, 2009 8:56 pm

Naaah......gitu dong Pak Ustad......welcome back.......kita butuh nih pencerahan rohani.......bagus ya ceritanya Pak Ustad.......menyentuh hati.......ditunggu lagi minggu depan dan minggu minggu selanjutnya.
Back to top Go down
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Sholat subuh   Sun Aug 23, 2009 11:16 am

Assalamu'alaikum ww.

Pada zaman perang salib, terdapat seorang panglima islam bernama Salahuddin. Dia pusing melihat kalahnya balatentara islam saat itu. Akhirnya beliau kumpulkan prajuritnya saat itu. Waktu itu kebetulan hari maulid Nabi SAW. Kemudian dia berpidato yang begitu hebatnya sampai prajurit2nya
terbangun dari tidurnya. Dia mengingatkan akan perjuangan Rasulullah SAW yang tidak mengenal lelah. Inilah yang kemudian diteruskan sampai sekarang sebagai perayaan maulid. Sebelumnya tidak ada perayaan maulid.
Pada salah satu pidatonya beliau mengemukakan betapa para prajurit telah melalaikan agama. Mereka bangun pagi2 mempersiapkan senjatanya. Mengasah pedang, membersihkan senjata dari darah. Tapi mereka lupa untuk subuh berjamaah. Beliau menyampaikan salah satu ungkapan panglima yahudi :'Kami akan takut dengan tentara islam, jika jumlah jemaah subuhnya telah menyamai jemaah ketika sholat jumat'.
Inilah yang terjadi sekarang ini. Jika diperintah bos, mereka rajin bangun pagi. Jika janji dengan pacar, cepat sekali bangun pagi. Tapi bertemu dengan ALLAH di pagi hari alangkah malasnya. Sering kita bangun pagi, mempersiapkan segala sesuatu untuk bekerja pagi ini, tapi kita lupa mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Tuhan. Bahkan ada yang menyepelekan, sehingga subuh tatkala matahari hampir bersinar. Tidak ada yang mempersiapkan subuh dengan berbondong pergi ke mesjid. Bahkan tidak jarang pada era tehnologi modern ini, kita lebih senang membuka bb terlebih dahulu, daripada mempersiapkan diri untuk sholat subuh di mesjid.
Marilah kita mempersiapkan diri di pagi hari untuk berbondong pergi ke mesjid untuk sholat subuh berjamaah. Ramaikanlah mesjid disaat subuh. Mulailah dari sekarang, mulai dari lingkungan kita yang kecil.

Assalamu'alaikum ww.
(disarikan dari milis tetangga)
Back to top Go down
 
Kisah Inspiratif
View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 12Go to page : Previous  1, 2, 3, ... 10, 11, 12  Next
 Similar topics
-
» [film] kisah nabi musa
» Kisah Kang_Asepr myQuran menolak Buddha
» SEGOROWEDI:Kisah Adam-Isa di Quran NYONTEK Alkitab
» Hadist Ibnu Abbas...nyambung KEMANA...??
» Kisah Nyata Polwan Inggris Jatuh Cinta Pada Islam dan Berjilbab

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: RENUNGAN-
Jump to: