Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Kisah Inspiratif

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : 1, 2, 3 ... 10, 11, 12  Next
AuthorMessage
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Kisah Inspiratif   Sun Mar 15, 2009 4:47 pm

Kisah Nazaruddin

Di suatu pagi yang
cerah, Nazaruddin duduk di teras rumahnya.
Pagi itu matahari bersinar dngan indahnya. Suasana alam yang segar
ditambah pemandangan halaman yang dihiasi dengan bunga2 yang indah, membuat Nazaruddin
merasa bersyukur telah diberi kesempatan untuk menikmati indahnya ciptaan
ALLAH.


Tiba2 tampak seorang
tetangganya, datang tergopoh-gopoh memasuki pekarangannya. Orang itu langsung
menuju kehadapan Nazaruddin.


Tamu :”Assalamu’alaikum
wahai sahabatku Nazaruddin”.


Nazaruddin :”Wa’alaikumsalam
wahai sahabatku. Duduklah. Apa gerangan yang membuatmu tampak tergesa-gesa
seperti telah terjadi sesuatu?”.


T :”Tolonglah aku wahai
Nazaruddin. Aku telah mengalami tekanan bathin yang mendalam. Engkau tahu
rumahku tidaklah terlalu besar. Sejak kedatangan ibu mertuaku 1 bulan yang
lalu, rumah itu bagai neraka bagiku”.


N :”Bukankah engkau
tampak bahagia selama ini?”


T :” Sejak kedatangan ibu
mertuaku kebahagiaan itu telah sirna. Hanya tersisa derita dalam hidupku”’


N :”Ceritakanlah apa
yang terjadi. Mungkin aku dapat membantumu”.


T :”Setiap pagi
mertuaku selalu mengomel tidak keruan, Suaranya bagaikan barang kelontong yang
saling beradu. Suaranya yang melengking nyaring telah membuat sakit telingaku.
Belum lagi suara anak2ku yang saling ribut memperebutkan mainan. Itu membuat
semua pikiranku menjadi kacau. Aku pergi bekerja dengan pikiran tidak tenang.


Ketika pulang sore hari
hal yang sama terjadi lagi. Sehingga suasana hatiku tidak tenang rasanya
tinggal dirumah itu. Ingin rasanya aku membuat rumah lagi”.


N :”Apakah bukan karena
engkau telah mempekerjakan seorang wanita cantik di tokomu?”


T :”Ayolah sahabatku.
Engkaukan tau bagaimana sifatku terhadap istriku. Aku sangat menyayanginya.
Tolonglah aku wahai Nazaruddin”.


N :”Tidakkah istrimu
mempunyai saudara?”


T :”Ada 2 orang.
Seorang kakak laki2 yang pekerjaannya tidak menentu. Dia bekerja kesana kemari,
mengharap ada orang yang membutuhkan tenaganya. Dia mempunyai 3 orang anak.
Hidup mereka dari belas kasihan orang. Adiknya perempuan, mempunyai suami yang kerjanya
berniaga sampai lama diluar kota. Kadang sampai 6 bulan baru dia kembali.
Mereka mempunyai 2 anak kecil yang sedang lucu2nya”.


N :”Kalau begitu
undanglah mereka untuk menginap di rumahmu semuanya”.


T :”Apakah engkau sudah gila? Dengan yang ada sekarang saja rumah itu
sudah membosankan. Ditambah lagi dengan keluarga istriku. Apa tidak tidak
bertambah kacau?”


N :”Percayalah sahabat apa yang aku katakan. Lakukanlah semua itu, maka
engkau akan mendapat kebahagiaan”.


T :”Baiklah sahabat, akan aku laksanakan nasehatmu”.

Tamu itupun pergilah meninggalkan Nazaruddin. Nazaruddin hanya
menggeleng-gelengkan kepalanya, merasa kasihan kepada tetangganya itu.


3 hari kemudian tetangga itu datang lagi.

T :”Masya Allah Nazaruddin. Rumahku bagai kapal pecah. Suara anak2 yang
ribut. Belum lagi suara ribut para wanita. Kepalaku terasa pecah. Tolonglah aku
wahai Nazaruddin”.


N :” Bersabarlah engkau, maka engkau akan mendapat kebahagiaan.
Tunggulah beberapa hari lagi”.


Tamu itupun pergi dengan langkah gontai. Kembali Nazaruddin
menggeleng-gelngkan kepalanya merasa kasihan dengan sahabatnya itu. Andai dia
sabar menghadapi cobaan.....


7 hari telah berlalu. Sahabat itupun datang lagi. Wajahnya tampak kusut,
langkahnya tidak menentu, matanya merah seperti orang yang tidak tidur beberapa
hari. Sambil meneteskan air mata, orang itupun memohon kepada Nazaruddin.


T :”Wahai Nazaruddin sahabatku. Tolonglah aku. Rumahku bagaikan neraka
jadinya. Setiap pagi anak2 itu sudah ribut berebut mainan, ditambah dengan teriakan
ibu2 mereka yang lantang. Pikiranku setiap pagi menjadi kacau. Pulang kerja
terjadi hal yang sama.


Aku tidak dapat bebas melangkah didalam rumahku. Disetiap tempat mainan
anak2 tersebar berantakan. Di malam hari aku tidak dapat tidur. Anak2 itu saling
bermain sambil berteriak. Ditambah lagi teriakan ibu2nya yang bukan
menenangkan, malah menambah ribut suasana. Bagaimana mungkin aku bisa tidur?
Tolonglah wahai sahabatku”.


N :”Baiklah sahabat, Sekarang engkau dapat menyuruh keluarga istrimu
untuk kembali ke tempat mereka masing2. Semoga engkau mendapat kebahagiaan di
rumahmu”.


3 hari kemudian sahabat itu datang lagi. Langkahnya tegap. Mulutnya
menyunggingkan senyum. Matanya berbinar-binar. Mukanya bersinar terang. Dia
tampak bahagia.


T:”Wahai sahabat, terima kasih atas semua nasehatmu. Sekarang aku telah
menemukan kebahagiaan dalam rumahku. Rumahku bagaikan surga. Suara teriakan
anak2 bagaikan suara burung yang merdu di pagi hari. Suara teriakan mertuaku
bagaikan suara penyanyi gambus yang melagukan lagu yang riang merdu mengalun. Hatiku
terasa tenang. Sekarang berapakah yang harus kubayar untuk semua nasehatmu itu?”


N :”Tidak usah engkau membayarnya. Syukuri saja semua rezeki yang telah
engkau terima. Betapa bahagianya engkau telah mempunyai rumah tangga yang
dikaruniai istri yang cantik dan setia. Bandingkanlah dengan keluarga istrimu.


Kakak istrimu tidak mempunyai pekerjaan. Hidup mereka susah, hanya
berdasarkan belas kasihan para tetangga. Bagaimana mungkin engkau titipkan ibu
mertuamu disana? Bagaimana makannya?


Adik istrimu mempunyai suami yang kerjanya berniaga. 6 bulan sekali baru
mereka bertemu. Anak2 mereka masih kecil2. Bagaimana jika ibu metuamu yang
sudah tua itu tinggal disana, kemudian dia jatuh sakit? Tidak ada laki2 dewasa
disana.


Beruntunglah engkau yang mendapat amanah mengurus seorang ibu. Ingatlah surga
di telapak kaki ibu.


Jika engkau ingin membayarku, berikanlah uang itu kepad fakir miskin,
anak2 yatim, atau mereka yang membutuhkannya. Semoga engkau mendapat ridho dari
ALLAH.


Jika engkau hendak membangun rumah lagi, bangunlah rumah untuk ALLAH.
Dirikanlah mushola atau rumah yatim piatu. Semoga dengan itu ALLAH akan
membangun rumah yang indah untukmu disurga.


Sekarang pulanglah engkau. Bahagiakanlah keluargamu, karena mereka
amanah dari ALLAH. Syukurilah semua rezeki yang telah engkau dapat, maka ALLAH
akan melipat-gandakan rezekimu. Janganlah engkau selalu melihat keatas kepada
orang2 yang lebih darimu. Pada suatu saat engkau akan tergelincir oleh sebuah
kerikil. Lihatlah orang2 disekitarmu yang lebih rendah darimu. Bantulah mereka
semampumu, maka ALLAHpun akan membantumu.
Back to top Go down
Ali Alkatiri
Administrator
Administrator
avatar

Number of posts : 1088
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-08-27

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Wed Mar 18, 2009 7:52 pm

Contoh cerita yang bagus Pak Ustadz. cheers

Nazaruddin tinggalnya dimana ya? Aku pengen konsultasi....

Rumahku sepi...
Hanya berdua dengan isteri...
Masak, cuci, setrika sendiri...
Akibat pembantuku pergi kawin lari...
Malang benar nasibmu Ali Alkatiri...

Very Happy Very Happy Very Happy
Back to top Go down
http://www.ilunifk83.com
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Wed Mar 18, 2009 11:40 pm

Waduh maaf Al. Waktu dia pergi kemarin ini, dia tidak bilang mau kemana dan tinggal dimana. Tapi kalau dia balik nanti akan saya tanyakan persoalan ini.
Untuk sementara coba jadikan istrimu sebagai pembantu dan engkau mencari istri baru. Tapi ingat jangan yang terlalu muda, nanti dipenjara seperti salah seorang kiai kondang. Hanya gara2 menikahi gadis yang masih usia 12 th. Dimana keadilan? Sedangkan Nabi SAW saja dinikahkan waktu Siti Aisyah berusia 9 th. Memang sih bersatunya setelah usia 16 th.
Back to top Go down
Ali Alkatiri
Administrator
Administrator
avatar

Number of posts : 1088
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-08-27

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Thu Mar 19, 2009 9:56 am

ino wrote:
Waduh maaf Al. Waktu dia pergi kemarin ini, dia tidak bilang mau kemana dan tinggal dimana. Tapi kalau dia balik nanti akan saya tanyakan persoalan ini.

Enggak usah ditanyakan....ajak saja gue dulu sebelum konsultasi bareng dengan isteri....nanti aku yang dikte nasehat dia "Undanglah Kris Dayanti dan Sandra Dewi untuk menginap di rumahmu".... Very Happy

Masih gila gue....masuk lagi... bom
Back to top Go down
http://www.ilunifk83.com
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Fri Mar 20, 2009 1:57 pm

Wah kalau itu gue gak ikut campur Al. Ngundang Sandra Dewi tau2 ada foto bugil dia di dunia maya(t), nanti gue yang dituduh menyebarkan. Ogah deh. Gue belum sanggup bersaing dengan Roi Suryo.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Sun Mar 29, 2009 7:25 am

Sebuah Perangkap Tikus
Mar 22, 2009 in
Cerita Renungan

Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja.
Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam“hmmm…makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??”
Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak ” Ada Perangkap Tikus di rumah….di rumah sekarang ada perangkap tikus….”
Ia mendatangi ayam dan berteriak ” ada perangkap tikus” Sang Ayam berkata ” Tuan Tikus…, Aku turut bersedih, tapi itu tidak
berpengaruh terhadap diriku”
Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata ” Aku turut ber simpati…tapi tidak ada yang bisa aku lakukan”
Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. ” Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali”
Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata, ”Ahhh…Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku”
Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.
Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut,
sang istri tidak sempat diselamatkan. Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian
istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam.Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam)
Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.
Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk
memberi makan orang-orang yang melayat.
Dari kejauhan…Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan.
Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.
– sekian –
sumber : Nazaro - AcehForum

Life is a song - sing it.
Life is a game - play it.
Life is a challenge - meet it.
Life is a dream - realize it.
Life is a sacrifice - offer it.
Life is love - enjoy it.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... !
Pak Ustad Osteforte
Back to top Go down
Ali Alkatiri
Administrator
Administrator
avatar

Number of posts : 1088
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-08-27

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Sun Mar 29, 2009 2:10 pm

Alangkah bahagianya tuh suami ---> bisa kawin lagi.

Jangan-jangan sengaja beli perangkap tikus.... Very Happy
Back to top Go down
http://www.ilunifk83.com
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: 7 santri   Sun Apr 19, 2009 1:46 am

Di suatu pagi yang indah, mentari bersinar terang, cuaca sungguh segar. Pada saat itu, di suatu pesantren, berkumpullah 7 santri menghadap sang kiai, pemimpin pesantren itu. Hari itu sang kiai ingin menguji ilmu agama mereka. Kiai itu berkata : 'Hai murid2ku, hari ini aku akan memberi tugas kepada kalian semua. Kalian akan mendapat seekor ayam dan sebilah pisau yang tajam. Tugas kalian adalah membunuh ayam itu tanpa diketahui siapapun. Menjelang magrib nanti kalian harus kembali kemari dengan membawa ayam yang sudah terpotong".
Para santri kemudian mengambil seekor ayam dan sebilah pisau yang telah disediakan kiai dihadapan mereka. Kemudian mereka pergi masing2 dengan arah yang berbeda. Dalam hati mereka sudah tertanam rencana apa yang akan mereka lakukan.
Sore hari mereka kembali dengan membawa ayam dan pisau yang tadi mereka bawa. Di padepokan sang kiai sudah menunggu kedatangan mereka. Setelah dekat dengan sang kiai,ke 7 santri itu duduk bersila membentuk 1/2 lingkaran dengan sang kiai sebagai pusat lingkaran.
"Nah sekarang ceritakanlah bagaimana kalian memotong ayam2 itu tanpa diketahui siapapun".
Santri I bercerita : "Saya masuk ke kamar mandi kemudian menguncinya. Ayam saya sembelih kemudian darahnya saya bersihkan. Tidak ada yang melihat apa yang saya lakukan."
Santri II bercerita : "Saya masuk kedalam kebun sampai dibagian yang paling dalam. Dibalik sebuah pohon yang besar saya memotong ayam ini. Tidak mungkin ada yang melihat saya."
Santri III bercerita : "Saya masuk kedalam hutan dan mencari tempat yang pohonnya paling banyak dengan daun2 yang rimbun. Suasana gelap disana. Sayapun memotong ayam ini. Siapa yang bisa melihat apa yang saya lakukan?"
Santri IV bercerita : "Saya masuk kedalam kali, kemudian memotong ayam ini didasar kali itu. Pasti tidak ada yang melihat."
Santri V bercerita : "Saya naik keatas pohon yang tinggi dan lebat. Disana saya memotong ayam. Siapa yang bisa melihat setinggi itu?"
Santri VI bercrita : "Saya menggali lubang yang dalam. Disana saya memotong ayam ini. Mana mungkin ada yang melihat saya memotong ayam ini?"
Santri ke 7 bernama oste. Dia maju ke depan sang kiai sambil menyerahkan sebilah pisau dan seekor ayam yang masih hidup. Mukanya tampak pucat, badannya bergetar hebat. Dia tampak sangat ketakutan.
" Hai oste, kenapa belum kau sembelih ayammu? Dan kenapa badanmu gemetar disertai wajah yang ketakutan begitu?'
"Maaf kiai, saya telah berusaha mencari tempat yang tersembunyi. Tapi setiap kali saya mau menyembelih ayam itu, selalu ada yang melihat saya. Saya tidak mungkin bersembunyi dari ALLAH. Dia akan selalu melihat apa yang saya lakukan. Jangankan menyembelih ayam itu, berniat menyembelihnya saja ALLAH sudah tau. Bagaimana saya bisa bersembunyi dari ALLAH? Saya tidak mungkin menyembelih ayam itu tanpa bisa diketahui ALLAH. Badan saya bergetar karena saya takut kepada ALLAH. Selama ini saya sering melakukan dosa yang saya pikir tidak diketahui siapapun, ternyata saya lupa. ALLAH selalu tau apa yang terjadi."
Seketika itu terdengar tangis dari ke6 santri yang lain. Mereka menyesal telah lupa bahwa apa yang mereka lakukan tidak bisa luput dari penglihatan ALLAH.
Back to top Go down
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Renungan   Sun Apr 26, 2009 8:18 am

Pertanyaan Nabi : “Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?” Jawab Iblis : “Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram. Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasrad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa riya’, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat.
Back to top Go down
ino

avatar

Number of posts : 140
Age : 61
Registration date : 2008-09-29

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Sun May 17, 2009 2:14 pm

ZIKIR


Zikir adalah menyebut nama ALLAH dengan lidah kita dan mengingatNYA dalam hati kita. Menyebut nama ALLAH saja tanpa mengingatNYA dalam lubuk hati kita sama saja kita sering menanyakan orang tua kita kepada saudara2 kita, tapi kalau mendengar orangtua sakit tidak tergerak hati kita untuk menengoknya. Mengingat nama ALLAH tanpa pernah menyebut namaNYA sama seperti kita yang sering datang ke rumah orang tua, memberikan bantuan uang kepada mereka, tanpa bicara sepatahpun kepada mereka.
Sementara ALLAH memerintahkan kita untuk berzikir. “Hai orang2 yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) ALLAH, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepadaNYA di waktu pagi dan petang”. (Q:33:41-42).
Dan dalam surat yang lain ALLAH telah memperingatkan kita akan akibat jika tidak mengingatNYA. “Barangsiapa berpaling dari mengingat TUHAN YANG MAHA PEMURAH, maka kami adakan baginya setan (yang menyesatkan). Maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya”. (Q:43:36).
Adapun zikir itu terdiri dari 4 tahap :
1. Zikir lisan
Mulut menyebut nama ALLAH, tapi hati menerawang entah kemana. Setiap kali selalu menyebut nama ALLAH, tapi pikiran masih mengingat hutang yang belum terbayar, proyek yang sedang tender. Segala sesuatu terjadi karena kehendak ALLAH. Maka kalau ada kemalangan juga menyebutkan sudah takdir Tuhan. Padahal sebetulnya dia sendiri tidak pernah berusaha.
2. Zikir Qolbi
Mulut menyebut nama ALLAH dan hati hanya mengingat ALLAH. Segala apa perintah ALLAH dan segala laranganNYA ditinggalkan. Orang seperti ini sudah menjadi islam, tetapi tidak ada usaha mengembangkan islam. Yang penting saya islam.
3. Zikir Aqliyah
Mulut menyebut nama ALLAH dan hati mengingatNYA. Segala yang ada disekitarnya digunakan untuk mengingat ALLAH. Pikirannya ditujukan untuk mengingat ALLAH.
Segala tindakannya ditujukan untuk menyebarluaskan syiar islam.
4. Zikir Tawakal
Mulut, hati dan akal pikirannya ditujukan hanya untuk mengingat ALLAH. Yang terpenting adalah keridhoan ALLAH semata. Inilah zikir yang sebenar zikir. Hidupnya hanya demi ALLAH semata.

Semoga kita dapat mencapai pada ZIKIR TAWAKAL.
Semoga yang saya berikan ini bermanfaat untuk kita semua, terutama untuk penulis sendiri. Amin.
Back to top Go down
 
Kisah Inspiratif
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 12Go to page : 1, 2, 3 ... 10, 11, 12  Next
 Similar topics
-
» Kisah mistis jenazah Uje sangat mirip kisah syahidnya jenasah Amrozi cs.
» Kisah Nabi Dalam Alkitab (Fitnah Atau Bukan??)
» Kisah Dr OZ dan Asal Mula Yahudi
» Kisah Loo Jo Yee Gadis Cina 17 Tahun Peluk Islam (bahasa Melayu)
» apakah kisah syeikh abdul qadir al jaelani benar-benar terjadi

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: RENUNGAN-
Jump to: