Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Pedoman Dasar Imbalan Jasa Dokter

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Pedoman Dasar Imbalan Jasa Dokter   Mon Jan 19, 2009 5:32 am

Karena sitat perbuatannya yang mulia maka uang yang diterimanya tidak diberi nama upah atau gaji, melainkan honorarium atau imbalan jasa. Besarnya imbalan tergantung pada beberapa faktor yaltu keadaan tempat, kemampuan pasien, lama dan sifatnya pertolongan yang diberikan dan sitat pelayanan umum atau spesialistik.

Dalam Pedoman Pelaksanan Kode Etik Kedokteran Indonesia, tercantum pedoman dasar imbalan jasa dokter sbb:
1.Imbalan jasa dokter disesuaikan dengan kemampuan pasien.
Kemampuan pasien dapat diketahui dengan bertanya langsung dengan mempertimbangkan kedudukan/matapencaharian,
rumah sakit dan kelas dimana pasien dirawat.

2.Dari segi medik, imbalan jasa dokter ditetapkan dengan mengingat karya dan tanggung jawab dokter.

3.Besarnya imbalan jasa dokter dikomunikasikan dengan jelas kepada pasien. Khususnya untuk tindakan yang diduga
memerlukan biaya banyak, besarnya imbalan jasa dokter dapat dikemukakan kepada pasien sebelum tindakan dilakukan
dengan mempertimbangkan keadaan pasien. Pemberitahuan ini harus dilakukan secara bijaksana, agar tidak menimbulkan
rasa cemas atau kebingungan pasien.

4.Imbalan jasa dokter sifatnya tidak mutlak dan pada dasarnya tidak dapat diseragamkan. Imbalan jasa dokte dapat
diperingan atau sama sekali dibebaskan misalnya:
- Jika ternyata bahwa biaya pengobatan seluruhnya terlalu besar untuk pasien.
- Karena penyulit penyulit yang tidak terduga, biaya pengobatan jauh diluar perhitungan semula.
Dalam hal pasien dirawat di rumah sakit dan jika biaya pengobatan seluruhnya menjadi terlalu berat, maka imbalan
jasa dapat diperingan atau dibebaskan sama sekali. Keringanan biaya rumah sakit diserahkan kepada kebijaksanaan
pengelola rumah sakit.

5.Bagi pasien yang mengalami musibah akibat kecelakaan, pertolongan pertama lebih diutamakan daripada imbalan jasa.

6.Seorang pasien dapat mengajukan permohonan untuk keringanan imbalan jasa dokter, langsung kepada dokter yang
merawat. Jika perlu dapat melalui IDI setempat.

7.Dalam hal ada ketidak serasian mengenai imbalan jasa dokter yang diajukan kepada IDI, maka IDI akan mendengarkan
kedua belah pihak sebelum menetapkan keputusannya.

8.Imbalan jasa dokter spesialis yang lebih besar, bukan saja didasarkan atas kelebihan pengetahuan dan ketrampilan
spesialis, melainkan juga atas kewajiban dan keharusan spesialis menyediakan alat kedokteran khusus untuk menjalankan tugas spesialisasinya.

9.Imbalan jasa dokter dapat ditambah dengan biaya perjalanan jika dipanggil kerumah pasien.

10.Selanjutnya jasa yang diberikan pada malam hari atau waktu libur dinilai lebih tinggi dari biaya konsultasi biasa.
Imbalan jasa dokter disesuaikan dengan keadaan, maka ketentuan imbalan jasa ini dapat berubah.

11.Tidak dibenarkan memberi sebagian dari imbalan jasa kepada teman sejawatnya yang mengirimkan pasien untuk
konsultasi atau komisi untuk orang yang langsung ataupun tidak menjadi perantara dalam hubungannya dengan pasien.

12.Imbalan jasa dokter yang bertugas memelihara kesehatan para karyawan atau pekerja suatu perusahaan, dipengaruhi
oleh beberapa faktor yaitu banyaknya karyawan dan keluarganya, frekwensi kunjungan kepada perusahaan tsb.

13.Imbalan jasa pertolongan darurat dan pertolongan sederhana tidak diminta kepada
-korban kecelakaan
-TS termasuk dokter gigi dan apoteker serta keluarga yang menjadi tanggung jawabnya
-Mahasiswa kedokteran, bidan dan perawat.
-Dan siapaun yang dikehendakinya.
Biaya biaya bahan alat terbuang yang cukup mahal serta rawatan yang ditentukan kemudian setelah petolongan selesai
diberikan.

14.Ancer ancer imbalan jasa dokter ditentukan bersama oleh KaKanwil DepKes/KaDinkes dan IDI setempat.


Last edited by gitahafas on Thu Jun 03, 2010 5:43 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Pedoman Dasar Imbalan Jasa Dokter   Fri Apr 02, 2010 8:42 am

Pasal 27 UU NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN


(1) Tenaga kesehatan berhak mendapatkan imbalan dan pelindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya.

(2) Tenaga kesehatan dalam melaksanakan tugasnya berkewajiban mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.

(3) Ketentuan mengenai hak dan kewajiban tenaga kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dalam Peraturan Pemerintah.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Pedoman Dasar Imbalan Jasa Dokter   Fri Apr 02, 2010 9:00 am

Paragraf 5 UU RI NO 29 TAHUN 2004 TENTANG PRAKTIK KEDOKTERAN
Kendali Mutu dan Kendali Biaya
Pasal 49
1. Setiap dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik kcdokteran atau kedokteran gigi wajib menyelenggarakan kendali mutu dan kendali biaya.
2. Dalam rangka pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diselenggarakan audit medis.
3. Pembinaan dan pengawasan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan oleh organisasi profesi.

Paragraf 6
Hak dan Kewajiban Dokter atau Dokter Gigi
Pasal 50
Dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedoktcran mempunyai hak:
1. memperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional;
2. memberikan pelayanan medis menurut standar profesi dan standar prosedur operasional;
3. memperoleh informasi yang iengkap dan jujur dan pasien atau keluarganya; dan
4. menerima imbalan jasa.
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Pedoman Dasar Imbalan Jasa Dokter   Tue Jul 31, 2012 8:01 am

TARIF DOKTER LIBERAL, BIAYA BEROBAT MAHAL
Senin, 18 April 2011 | 12:18 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Mahalnya biaya pengobatan di Indonesia saat ini di antaranya juga disebabkan oleh kebijakan para dokter yang secara bebas menentukan sendiri tarif untuk pengobatan kepada pasien. Padahal, tingginya biaya obat-obatan dan jasa dokter seringkali membuat masyarakat miskin tidak dapat mengakses pelayanan kesehatan sebagaimana mestinya. Menurut pengamat masalah kesehatan yang juga mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr. Kartono Mohamad, bila Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dapat diimplementasikan, setiap dokter tidak bisa lagi menentukan tarif seenaknya seperti yang terjadi selama ini.

"Tiap dokter menentukan sendiri, itu yang saya katakan liberal. Liberal tidak teratur, tidak ada peraturan. Kalau sistem jaminan sosial diterapkan, dokter hanya boleh menarik sekian, harga obat juga ditetapkan hanya boleh sekian," ujarnya dalam diskusi panel bertajuk ”Sampai Di mana Universal Health Coverage?” yang diselenggarakan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, Jumat (15/4) di Jakarta. Sayangnya, sejak undang-undang tersebut dibuat pada 2004 silam, pemerintah tak kunjung membentuk Badan. Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) yang berwenang untuk menjalankan program tersebut. "Kalau Sistem Jaminan Sosial Nasional diimplementasikan, masyarakat akan mendapat manfaat yang besar. Bisa lebih produktif hidupnya," tambah Kartono.

Dalam UU No. 40 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dikatakan, iuran program jaminan sosial bagi fakir miskin dan orang yang tidak mampu dibayar oleh Pemerintah. Sedangkan bagi yang mampu, wajib membayar iuran yang besarnya ditetapkan berdasarkan persentase dari upah atau jumlah nominal tertentu. Jika tidak ada BPJS, maka tidak akan pernah ada SJSN. Ini artinya, tidak akan ada jaminan kesehatan, jaminan kematian, jaminan pensiun, jaminan hari tua, jaminan kecelakaan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Back to top Go down
 
Pedoman Dasar Imbalan Jasa Dokter
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» ISIS say : " dasar tindakan brutal adalah ALQURAN."
» calon suami muallaf dikhitan dokter wanita
» CWG
» falsafah perekonomian islam
» MENJAWAB UMAT KRISTEN TENTANG SUNAT DAN PERINTAH SUNAT DI DALAM ISLAM

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: PERATURAN dan PERIJINAN-
Jump to: