Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Pentingnya Kesan Pertama Seorang Dokter

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 13 ... 24  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Pentingnya Kesan Pertama Seorang Dokter   Thu Apr 29, 2010 9:56 am

6 KESALAHAN FRESH GRADUATE DI TEMPAT KERJA

Gelar sarjana sudah di tangan, kini saatnya bersiap menghadapi tantangan baru di dunia kerja. Tapi hati-hati, ada 6 hal penting yang sering diabaikan para fresh graduate selama menjalani pekerjaan pertamanya. Apa saja?

1. Karena saya bergelar sarjana, saya tak perlu berurusan dengan hal-hal yang remeh
Ini pemikiran yang salah. Kebanyakn fresh graduate justru memulai dari bawah. Apapun gelar Anda, cara terbaik untuk mempelajari bisnis adalah dengan merangkak dari bawah, mengerjakan hal-hal kecil yang dianggap "kurang penting". Tenang saja, jika Anda mengerjakan tugas ini dengan baik, Anda pasti akan diberi tugas yang jauh lebih menantang.

2. Berpikiran sempit
Mahasiswa biasanya sangat idealis. Mereka punya opini pro atau kontra terhadap semua hal, dan memegang teguh pandangannya itu. Sedangkan di tempat kerja, kita dituntut untuk mempertimbangkan semua pilihan, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.

3. Menganggap enteng social media
Para fresh graduate biasanya tidak memikirkan dampak dari isi Facebook dan Twitter mereka terhadap pekerjaan. Bukan hanya bisa merusak imej profesional, menggunakan social media dengan kurang bijak bisa membuat Anda dipecat.

4. Menunda-nunda
Saat kuliah, jika Anda menunda mengerjakan tugas hingga mepet deadline, hanya Anda yang akan dirugikan. Sementara di tempat kerja, jika Anda menunda pekerjaan, pekerjaan orang lain pun akan ikut terganggu. Imej Anda di mata atasan pun akan rusak.

5. Tidak bergaul dengan senior
Memang lebih asyik makan siang dengan rekan-rekan kerja yang seumuran. Tapi jika ingin mendaki tangga karier dengan lebih cepat, Anda juga harus bergaul dengan para senior.

6. Lupa berterima kasih
Sekecil apapun bantuan yang diberikan oleh rekan kerja atau atasan Anda, jangan pernah lupa untuk mengucapkan terima kasih secara tulus. Jika Anda terkesan tidak peduli, mereka akan berpikir dua kali jika harus membantu Anda lagi.

Sumber: Internet
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Pentingnya Kesan Pertama Seorang Dokter   Tue May 11, 2010 6:02 am

CALON DOKTER BERLATIH DI SECOND LIFE
Muhammad Firman

VIVAnews - Dokter dan para ahli bedah menggunakan situs jejaring sosial Second Life untuk melatih kemampuan para anak didiknya.
Situs online 3 dimensi itu dimanfaatkan untuk mensimulasikan kondisi krisis secara nyata seperti yang terjadi di ruang operasi.
Di Second Life, Imperial College London telah membangun sebuah rumah sakit virtual di mana pelajar bisa mempelajari seputar rumah sakit dan ruang operasi sebelum mereka mulai melakukan aktivitas secara nyata. Mereka kemudian dapat menguji coba pengetahuan mereka di Virtual Respiratory Ward dengan menginterview pasien yang umumnya merupakan profesor atau relawan yang memberikan resep, tes kesehatan, diagnosa penyakit dan merekomendasikan pengobatan.

Menggunakan software yang dibuat oleh para programmer asal San Jose State University, para pelajar dapat memanfaatkan Heart Murmur Sim, yang memungkinkan mereka mendengarkan suara jantung sebenarnya, melatih mereka untuk mendengarkan suara dari dada pasien dan mengidentifikasi detak jantung. Pelajar memakai heads-up display serupa yang digunakan oleh pilot yang menunjukkan data seperti tekanan darah pasien, denyut jantung, dan rekam medis pasien. Pelajar juga bisa mengklik sebuah obyek seperti rak obat-obatan atau pompa infus.

Ketika objek di-klik, maka heads-up display lainnya akan muncul dan memungkinkan pelajar untuk memilih, sebagai contoh, obat-obatan tertentu, dosisi, dan bagaimana penanganannya. Avatar pasien juga akan bereaksi secara realistis. Sebagai contoh, jika seorang siswa memberikan nitrogliserin pada seorang pasien, maka tekanan darah pada avatar sang pasien akan menurun dan ia akan mengalami shock.
• VIVAnews
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Pentingnya Kesan Pertama Seorang Dokter   Sun May 16, 2010 6:30 pm

PERKUAT ILMU KESMAS DALAM KURIKULUM KEDOKTERAN
Peran serta dokter sangat besar untuk membantu meningkatkan kesadaran akan pola hidup sehat dan peran serta masyarakat dalam memudahkan pencapaian derajat kesehatan di masyarakat. Oleh karenanya, pembekalan ilmu kesehatan masyarakat di dalam kurikulum Kedokteran perlu diperkuat, agar dokter mampu berperan maksimal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tersebut. Demikian sambutan Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH pada acara pelantikan Pengurus Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI) masa bakti 2011 – 2014, di kantor Kemkes (3/. Menkes menegaskan, profesi kedokteran dituntut untuk memiliki kesadaran akan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, perlu mengembangkan dan membina sumber daya manusia profesional dalam kompetensi ilmu dan teknologinya.

“Dokter harus berpegang teguh pada etika profesi dan keilmuannya. Bertanggung jawab meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, melalui pelayanan kesehatan yang paripurna, bermutu, merata serta terjangkau oleh masyarakat”, ujar Menkes. Menkes mengingatkan, di masa mendatang, masalah-masalah kesehatan masyarakat akan terus berkembang. Peningkatan ini sesuai dengan perkembangan pluralitas komunitas dengan berbagai kebutuhan dan tuntutan masing-masing yang membutuhkan tingkat profesionalisme dalam menjalankan keprofesiannya termasuk dalam pendekatan kesehatan masyarakat. Menkes menyadari, untuk menuju Indonesia sehat memerlukan SDM berkualitas dan didayagunakan secara merata di tingkat nasional. “Tidak mudah mewujudkan ini, terlebih dengan kondisi ekonomi dan geografis yang berbeda-beda di setiap provinsi. Jumlah penduduk Indonesia yang besar dapat menjadi modal pembangunan bila memiliki kualitas yang memadai” tambah Menkes.

Menkes berharap, PDK3MI dapat berperan dalam pembangunan kesehatan nasional untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, dengan tetap memperhatikan core competency sebagai seorang Dokter. PDK3MI berdiri 29 September 2000. Pendiriannya merupakan suatu respon atas berkembangnya Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Komunitas sehingga menimbulkan percabangan ilmu baru. Ilmu Kesehatan Masyarakat mencakup upaya promotif, preventif dan upaya di luar ilmu kedokteran, seperti Hukum Kesehatan, Kebijakan Kesehatan dan Ekonomi Kesehatan. Sementara Ilmu Kedokteran Komunitas merupakan salah satu bentuk kelompok ilmu dari percabangan Ilmu Kedokteran – di samping Ilmu Kedokteran Dasar (Biomedik) dan Ilmu Kedokteran Klinik yang menerapkan secara menyeluruh tingkat pencegahan, tidak saja promotif dan preventif tetapi juga kuratif dan rehabilitatif.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: (021) 52907416-9, faksimili: (021)52960661, Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC): 021-500567, atau alamat e-mail kontak@depkes.go.id


Last edited by gitahafas on Mon Jul 30, 2012 9:24 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Pentingnya Kesan Pertama Seorang Dokter   Fri May 21, 2010 5:25 pm

DOKTER DIHARAPKAN PERKUAT ILMU TENTANG KESEHATAN MASYARAKAT
Rabu, 03/08/2011 15:54 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Penyakit yang diderita oleh seseorang bisa datang dari mana saja termasuk lingkungan. Untuk itu diharapkan ilmu mengenai kesehatan masyarakat bisa terus diperkuat dalam kurikulum kedokteran. "Peran serta dokter dalam membantu meningkatkan kesadaran akan pola hidup sehat sangat besar," ujar Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih, DrPH, MPH dalam acara pelantikan Pengurus Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI) di Gedung kemenkes, Jakarta, Rabu (3/8/2011). Menkes menuturkan pembekalan ilmu kesehatan mayarakat di dalam lingkungan kedokteran perlu diperkuat agar dokter bisa berperan maksimal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpola hidup sehat. Menkes pun menyadarai untuk menuju Indonesia yang sehat diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan didayagunakan secara merata di tingkat nasional, meskipun tidak mudah untuk mewujudkan hal itu. Karenanya salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan mutu dari para dokter, maka ilmu mengenai kesehatan masyarakat atau ilmu kedokteran pencegahan perlu diperkuat. "Di masa mendatang masalah-masalah kesehatan masyarakat akan terus berkembang," ungkap Menkes. Selain itu saat ini ada pula anggapan di masyarakat bahwa dokter-dokter di pelayanan kesehatan primer atau dokter umum memiliki mutu yang kurang. "Salah satu concern dari PDK3MI ini yaitu melatih para dokter di masyarakat supaya mutunya menjadi lebih baik atau bagus, serta jangan memisahkan antara kuratif dengan preventif dan promotif," ujar dr Siti Pariani , MS, MSc, PhD selaku Ketua Bidang 1 Bidang Pendidikan. PDK3MI sendiri berdiri tanggal 29 September 2000 yang merupakan suatu respons atas berkembangnya ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu kedokteran komunitas, serta untuk mewadahi dokter yang tidak hanya tertarik untuk praktek sendiri tapi juga concern dengan kesehatan masyarakat."Diharapkan PDK3MI bisa berperan dalam pembangunan kesehatan nasional untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat dengan memperhatikan core competency sebagai seorang dokter," ujar Menkes.


Last edited by gitahafas on Mon Jul 30, 2012 9:26 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Pentingnya Kesan Pertama Seorang Dokter   Fri May 21, 2010 6:31 pm

DOKTER DILATIH GUNAKAN OBAT TRADISIONAL
Asep Candra | Senin, 31 Oktober 2011 | 11:05 WIB
SOLO, KOMPAS.com — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Kesehatan mengembangkan pelatihan penggunaan obat tradisional di kalangan dokter. "Dokter yang ingin meresepkan obat herbal harus mengikuti pelatihan selama 120 jam. Untuk tahap awal 50 jam. Dokter yang lulus pelatihan ini boleh menggunakan jamu sebagai obat," kata Ketua IDI Prijo Sidipratomo ketika ditemui di Konferensi Obat Tradisional ke-3 ASEAN di Solo, Senin (31/10/2011). Para dokter juga disebut Prijo harus terdaftar di Dewan Kedokteran untuk memastikan mereka terlindungi secara hukum dan juga memastikan bahwa masyarakat juga terlindungi. "Kalau dokter ingin gunakan obat tradisional, dokter harus diadvokasi terlebih dahulu. Kita sudah menyusun materi training dengan Balitbang," ujarnya. Untuk saat ini, penggunaan obat tradisional menurut Prijo masih dalam tahap pengobatan komplementer (pelengkap), belum sebagai pengobatan utama. "Selain membuat orang menjadi sehat, kita (dokter) juga menjaga seseorang sehat tetap sehat. Itu yang dapat didorong dengan jamu," katanya. Penelitian lebih lanjut menurutnya dapat digunakan untuk mendorong obat tradisional menggantikan obat modern, setelah keampuhan dan kualitasnya dapat dipastikan melalui standardisasi. Kehadiran obat tradisional seperti jamu, diakui Prijo, tidak dapat diabaikan karena telah ada sejak ratusan tahun yang lalu di masyarakat. "Mayoritas masyarakat juga telah menggunakan jamu. Sekitar 95 persen di antaranya menggunakan jamu sebagai pencegahan," katanya. Sementara itu, Konferensi Pengobatan Tradisional ASEAN ke-3 yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah, sejak 31 Oktober-2 November itu membahas mengenai integrasi pengobatan tradisional ke dalam sistem pengobatan dengan memperhatikan keampuhan, ketersediaan, dan kualitas dari obat tradisional.


Last edited by gitahafas on Mon Jul 30, 2012 9:28 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Pentingnya Kesan Pertama Seorang Dokter   Mon May 24, 2010 12:59 pm

PELAYANAN KESEHATAN BISA GUNAKAN JAMU BERSTANDAR
Merry Wahyuningsih - detikHealth - Sabtu, 22/05/2010 17:07 WIB
Jamu merupakan obat turun temurun yang telah digunakan untuk pengobatan dan diterapkan berdasarkan pengalaman yang berlaku di masyarakat. Tapi untuk pelayanan kesehatan seperti di puskesmas dan rumah sakit, jamu yang digunakan harus telah distandarisasi. Menurut UU No 23 tahun 1992 tentang kesehatan, obat tradisional adalah bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Dan menurut Kontanas 2007, jamu adalah obat tradisional dalam bentuk rajangan maupun serbuk, yang siap digunakan dengan cara diseduh. "Orang Indonesia banyak yang mengonsumsi jamu dari jaman dulu, dari mbok-mbok jamu gendong maupun jamu rebusan," ujar Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, Apt, dari Pusat Studi Obat Bahan Alam FMIPA UI, dalam acara seminar bertajuk 'Prospek Pengembangan Jamu Menuju Masyarakat Indonesia Sehat yang Mandiri: Harapan dan Tantangannya' di FKUI, Jakarta, Sabtu (22/5/2010). Tapi menurut Prof Sumali, untuk pelayanan kesehatan yang diberikan di rumah sakit atau puskesmas, jamu atau obat herbal yang digunakan harus yang telah mengalami standarisasi jamu. Obat-obatan dari bahan alam itu dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

1. Jamu
Adalah obat asli Indonesia yang ramuan, cara pembuatan, cara penggunaan, pembuktian khasiat dan keamanannya berdasarkan pengetahuan tradisional. Pembuktian khasiat jamu hanya berdasarkan pengalaman atau data empiris bukan uji ilmiah dan uji klinis.

2. Herbal terstandar
Adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah melalui uji praklinis (pengujian terhadap hewan percobaan) tapi belum uji klinis atau pada manusia meski bahan bakunya telah distandarisasi.

3. Fitofarmaka
Adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan secara ilmiah melalui uji praklinis dan klinis, dimana bahan baku dan produk jadinya telah distandarisasi. Produk fitofarmaka dapat disetarakan dengan obat moderen dan sudah dapat diresepkan oleh dokter.

Seorang dokter hanya boleh meresepkan obat herbal fitofarmaka, yang telah teruji klinis dan telah diujikan terhadap manusia. Namun tidak sembarang dokter boleh memberikan resep obat herbal. Dokter tersebut harus tersertifikasi organisasi profesi. Standarisasi jamu dimaksudkan untuk menjamin kualitas, keamanan dan kemanjuran yang teruji secara pra klinis dan klinis, sehingga dapat diterima di dunia medis secara rasional. Standarisasi jamu meliputi:

- Adanya pendampingan terhadap para petani tanaman obat
- Adanya pendampingan teknologi budidaya
- Standarisasi tanah, jenis tanaman, cara tanam, dan cara panen
- Uji secara praklinis (terhadap hewan percobaan) dan klinis (terhadap manusia)

Dengan standarisasi diharapkan dapat mendorong perkembangan industri jamu atau obat tradisional dalam negeri, diutamakan penggunaan produk industri dalam negeri yang berkualitas dan terjamin ketersediaannya dalam jangka panjang, serta dengan harga terjangkau. Untuk meningkatkan jumlah dan jenis obat tradisional yang memenuhi persyaratan efikasi dan keamanan, sehingga lebih banyak pilihan untuk digunakan dalam pelayanan kesehatan, maka kerjasama penelitian dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian harus diintensifkan. Prof Sumali merekomendasikan hal tentang jamu atau obat tradisional berstandar, yaitu:

- Di setiap Rumah Sakit Umum disediakan klinik obat tradisional yang berstandar
- Puskesmas menyediakan obat herbal terstandar, disamping memelihara tumbuhan obat dalam kebun kecil
- Dokter puskesmas dibekali pengetahuan dasar obat tradisional
- Penelitian obat bahan alam di Program Strata 2 Biomedik dan Penelitian untuk Disertasi Doktor di Fakultas Kedokteran lebih diintensifkan


Last edited by gitahafas on Mon Jul 30, 2012 9:32 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Pentingnya Kesan Pertama Seorang Dokter   Mon May 24, 2010 6:44 pm

DOKTER UMUM DIDORONG TAHU OBAT HERBAL
Minggu, 16 Mei 2010 | 17:41 WIB
Padang, Kompas - Ikatan Dokter Indonesia bersama Kementerian Kesehatan tengah menyusun kurikulum untuk diaplikasikan dalam pendidikan dan pelatihan pengenalan obat-obatan herbal bagi dokter umum di Indonesia. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar IDI Slamet Budiarto mengatakan, penyusunan kurikulum sudah dilakukan selama enam bulan. ”Kurikulum akan diterapkan pada pelatihan bagi para dokter yang sudah berpraktik, terutama dokter umum,” kata Slamet seusai berbicara dalam Seminar Perkembangan Herbal dan Penggunaannya dalam Bidang Kesehatan yang diselenggarakan IDI Kota Padang dan produsen jamu Sido Muncul di Kota Padang, Sabtu (15/5). Slamet mengatakan, kurikulum tentang obat-obatan herbal diharapkan bisa menjadi salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada obat impor. Di sisi lain, dilakukan upaya penelitian guna mendapatkan sandaran ilmiah bagi tanaman herbal untuk bisa digunakan dalam pengobatan medis.

Menurut Slamet, selama ini obat-obatan herbal baru digunakan pada tingkat promotif, belum sampai pada tingkat kuratif (pengobatan). Guru Besar Universitas Diponegoro, Semarang, Prof dr Edi Dharmana menambahkan, hambatan terbesar untuk memproduksi dan mengenalkan obat herbal ialah relatif minimnya anggaran penelitian. Penelitian penting untuk uji klinis obat herbal sebelum menjadi fitofarmaka. ”Kita harapkan para dokter mau menggunakan obat herbal. Masalahnya, belum semua obat (herbal) diteliti kandungan aktifnya. Jadi, tidak ada bukti klinis sehingga dokter ragu,” kata Edi yang juga peneliti obat herbal dan ahli imunologi itu.

Edi menyatakan, saat ini di Indonesia baru ada lima obat herbal Indonesia yang lulus uji klinis untuk jadi fitofarmaka, yaitu Stimuno (peningkat kekebalan tubuh), Tensigard Agromed (obat darah tinggi), X-Gra (peningkat gairah seksual laki-laki), Rheumaneer (pengurang rasa nyeri), dan Nodiar (antidiare). Namun, setelah lolos uji klinis, obat herbal dari bahan-bahan alami tadi harganya relatif mahal dan cenderung sama dengan obat-obatan impor. Contohnya Tensigard Agromed yang terbuat dari seledri (Apium graviolens L) dan tanaman kumis kucing (Orthosiphon stamineus Bent). Menanggapi hal tersebut, Slamet mengatakan, yang terpenting memanfaatkan dan menggunakan dulu obat herbal dari keanekaragaman hayati Indonesia. (INK)


Last edited by gitahafas on Mon Jul 30, 2012 9:33 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Pentingnya Kesan Pertama Seorang Dokter   Mon May 31, 2010 9:53 am

2014, PENGOBATAN TRADISIONAL ADA DI 100 RUMAH SAKIT
Bramirus Mikail | Asep Candra | Rabu, 16 November 2011 | 15:10 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia merupakan negara kedua terbesar di dunia setelah Brazil yang memiliki beragam sumber daya hayati dengan 30.000 ribu jenis tanaman dan sebanyak 9.600 jenis di antaranya terbukti memiliki khasiat sebagai obat. Tetapi sayangnya, pemanfaatan tanaman obat masih sangat terbatas. Oleh karena itu, pada tahun 2014 Kementerian Kesehatan menargetkan sebanyak 100 rumah sakit pemerintah dapat memberi pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer. Demikian disampaikan Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer, Kementerian Kesehatan, Abidinsyah Siregar saat seminar "Indonesia Cinta Sehat, Saatnya Jamu Berkontribusi" di Gedung Kementerian Kesehatan, Rabu, (16/11/2011). Rencana tersebut menurut Abidin senapas dengan pasal 48 Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, yang mempertegas bahwa upaya pelayanan kesehatan meliputi 17 jeni pelayanan, di mana pada urutan kedua adalah pelayanan kesehatan tradisional.

"Pada tahun 2014, kami mengharapkan 50 persen kabupaten kota di Indonesia di mana didalamnya terdapat 2-3 Puskesmas dapat menyajikan pelayanan kesehatan tradisional. Disamping itu 100 rumah sakit pemerintah yang menyebar diseluruh wilayah Indonesia diharapkan mampu pula memberikan pelayanan tradisional sebagai alternatif maupun sebagai komplementer," katanya. Abidin mengatakan, minat masyarakat Indonesia terhadap penggunaan obat-obatan tradisional atau jamu cukup tinggi. Hal itu tercermin dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 yang menunjukkan, sebesar 50 persen penduduk Indonesia pernah mengonsumsi jamu, dan 96,6 persen di antaranya mengatakan jamu berkhasiat untuk meningkatkan kesehatan.

Untuk tahun 2011 ini, lanjut Abidin, baru ada 36 rumah sakit yang telah menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer. Dan baru 20 persen (100 Kabupaten/Kota) yang melaksanakan program pelayanan kesehatan tradisional. "Sudah ada klinik medik yang menangani khusus untuk pengobatan tradisional dan komplementer. Misalnya di RS. Dharmais, mereka sudah menggunakan herbal dan akupuntur. Tapi ingat, obat herbal bukan untuk mengobati, tapi mempercepat proses penyembuhan dan lebih ke preventif dan promotif. Yang mengobati tetap obat-obatan konvensional karena sudah diteliti," jelasnya. Abidin mengaku sudah menjamin keamanan penggunaan obat tradisional di rumah sakit karena sudah distandarisasi dan dapat dipertanggungjawabkan efektivitas, serta keamanannya. Disinggung tanaman obat apa yang menjadi unggulan Indonesia, Abidin mengatakan, "30 ribu jenis tanamaman herbal yang terdapat di Indonesia mempunyai kelebihan masing-masing. Kita belum menetapkan tanaman apa yang menjadi keunggulan. Tapi dengan proses, suatu ketika kita bisa tahu mana yang betul-betul menjadi unggulan," tandasnya.


Last edited by gitahafas on Mon Jul 30, 2012 10:12 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Pentingnya Kesan Pertama Seorang Dokter   Fri Jun 18, 2010 9:34 am

PENGOBATAN TRADISIONAL MASUK KURIKULUM KEDOKTERAN
Bramirus Mikail | Asep Candra | Rabu, 16 November 2011 | 15:49 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Kompetensi pengobatan obat herbal di Indonesia perlu terus di tingkatkan. Salah satunya dengan memasukan ilmu pengetahuan kesehatan herbal ke dalam kurikulum pendidikan ilmu kedokteran. Rencananya, sebanyak 72 fakultas kedokteran di seluruh Indonesia siap untuk mengadopsinya. Demikian disampaikan oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer, Kementerian Kesehatan Abidinsyah Siregar usai acara seminar "Indonesia Cinta Sehat, Saatnya Jamu Berkontribusi" di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta Rabu, (16/11/2011) Rencana tersebut menurut Abidin merupakan usulan dari Wakil Menteri Kesehatan yang baru Prof. dr. Ali Gufron Mukti, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum dari Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI). "Beliau membaca, karena ini adalah amanat UU Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, yang di dalamnya juga menyoroti pelayanan kesehatan tradisional, maka otomatis pengetahuan dan keilmuan ini harus mengalir ke dalam dunia pendidikan," ucapnya. Kapan pastinya program tersebut akan terlaksana, Abidin mengaku belum dapat memastikannya. Namun Ia berharap pengembangan ini bisa memberikan nilai tambah bagi calon dokter dalam mengatasi berbagai jenis penyakit dan punya lebih banyak pilihan dalam memberikan obat kepada pasien. "Ketika dia menjadi dokter, dia sudah punya pilihan dalam mengobati pasien, mau menggunakan obat-obatan konvensional atau herbal. Karena tidak semua penyakit harus dikasih obat. Apalagi, hariga obat makin kesini harganya makin mahal dan terus naik, karena impornya sekarang sudah di atas 95 persen. Otomatis pengobatan herbal bisa menjadi pilihan," jelasnya. Ia menambahkan, beberapa fakultas kedokteran seperti Universitas Airlangga, Diponegoro, Universitas Indonesia, Hassanudin, Universitas Sumatera Utara (USU), dan Gajahmada, sudah menaikan jumlah SKS terkait mata kuliah pengobatan herbal. "Meskipun baru 2 (dua) SKS, paling tidak akan membuat calon dokter mengerti. Jangan sampai ada kesan dokter tidak mengerti. Dokter Indonesia harus memiliki pengetahuan yang lebih berkembang, seimbang antara pengetahuan barat dan timur," tukasnya. Di beberapa negara, lanjut Abidin, seperti China, Korea, Amerika, Jerman dan Australia, sudah membagi ilmu kedokteran mereka ke dalam dua cabang kelompok, yaitu ada yang khusus untuk pengobatan tradisional dan pula yang khusus ilmu kedokteran modern. "Kalau kita sekarang baru mau mulai. Karena Undang-undangnya sendiri juga baru ada tahun 2009. Kita berharap Pak wakil menteri kesehatan selaku Ketua Umum AIPKI mengundang para dekan-dekan kedokteran se-Indonesia untuk mulai memikirkan hal ini, supaya dokter Indonesia tidak canggung lagi menggunakan kekayaan budaya, sebagai bagian dari pelayanan kesehatan," tandasnya.


Last edited by gitahafas on Mon Jul 30, 2012 10:10 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Pentingnya Kesan Pertama Seorang Dokter   Sun Jun 20, 2010 9:51 am

PENGOBATAN DOKTER INDONESIA HARUS DIDASARKAN BUKTI ILMIAH
Selasa, 19/04/2011 12:16 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Sebagai profesi yang memiliki otonomi, dokter bebas menentukan sendiri jenis terapi maupun obat yang akan diberikan pada pasien. Meski begitu, setiap pilihan harus didasarkan pada bukti ilmiah sesuai konsep evidence based medicine. Untuk menyeragamkan pengetahuan para dokter tentang perkembangan ilmu pengetahuan di bidang medis, seluruh fakultas kedokteran dan rumah sakit se-Indonesia membentuk sebuah jaringan riset ilmiah. Jaringan ini dinamakanIndonesian Clinical Epidemology and Evidence Based Medicine(ICE-EBM) Network. "Muaranya nanti adalah setiap dokter mengetahui manajemen diagnosis yang benar," ungkap Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Dr Trihono, MSc dalam peresmian yang dilakukan di Gedung Kementerian Kesehatan, Selasa (19/4/2011). Manajemen diagnosis yang benar yang dimaksud Trihono adalah berdasarkan bukti ilmiah paling mutakhir, bukan keputusan subyektif masing-masing dokter. Otonomi yang dimiliki oleh setiap dokter memungkinkan adanya perbedaan manajemen diagnosis dan terapi antara dokter yang satu dengan yang lain.

Trihono mengakui, perbedaan standar pengobatan sangat mungkin terjadi mengingat kualitas dokter di Indonesia sangat beragam. Dari sekian banyak rumah sakit dan fakultas kedokteran di Indonesia, tidak semuanya memiliki akses yang baik untuk memutakhirkan pengetahuan para dokternya. Sementara itu, Vice President ICE-EBM Network Prof Iwan Dwiprahasto mengatakan setiap dokter perlu mengetahui perkembangan terkini di bidang kedokteran. Hingga kini, masih ada dokter menerapkan teori-teori yang benar di masa lalu namun sudah tidak relevan pada masa kini. "Pengetahuan terus berkembang. Dulu dokter tahunya kalau demam dikompres air dingin, sekarang justru dengan air hangat. Juga soal diagnosis, dulu untuk mendiagnosis typus dokter cukup memakai metode WIDAL tapi sekarang sudah tidak sesuai," ungkap Prof Iwan. Dengan terbentuknya ICE-EBM Network yang rencananya hari ini akan diresmikan oleh Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Prof Iwan berharap pertemuan-pertemuan maupun riset ilmiah di seluruh fakultas kedokteran dan rumah sakit bisa lebih terkoordinir. Dengan demikian, pengetahuan para dokter bisa lebih diseragamkan.


Last edited by gitahafas on Mon Jul 30, 2012 9:31 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
 
Pentingnya Kesan Pertama Seorang Dokter
View previous topic View next topic Back to top 
Page 3 of 24Go to page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 13 ... 24  Next
 Similar topics
-
» benarkah Nabi Adam as manusia pertama dibumi ini???
» Karena Puasa, Seorang Pendeta Amerika Masuk Islam
» pentingnya belajar bahasa arab
» Kalimat Syahadat Menurut Hadis Muslim..
» Rumah Ditinggal Pergi ke Gereja, Nasib Jadi Apes

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: SERBA-SERBI-
Jump to: