Image
 
HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  RegisterRegister  Log inLog in  
Share | 
 

 Pentingnya Kesan Pertama Seorang Dokter

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : 1, 2, 3 ... 12 ... 24  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Pentingnya Kesan Pertama Seorang Dokter   Tue Dec 30, 2008 4:31 pm

Pentingnya kesan pertama seorang dokter
Monday, 11 August 2008
WASHINGTON - "Kesan pertama begitu menggoda". Mungkin Anda sudah familier dengan tagline yang dipopulerkan sebuah iklan parfum tersebut. Hal ini juga berlaku untuk para dokter. Berdasarkan penelitian, para ahli menyarankan para dokter untuk membuat kesan pertama yang baik bagi pasiennya. Sebab, tidak akan ada istilah "kesempatan kedua" untuk meninggalkan kesan yang menyenangkan.

Survei mengungkapkan, hampir semua pasien menginginkan si dokter menyebut nama dan menjabat tangan mereka ketika pertama kali bertemu. Namun, kebanyakan dokter hanya menjabat tangan saja tanpa menyebut nama si pasien. "Sapaan mungkin hanya bagian kecil dari prosesi konsultasi pasien dengan dokternya, namun efeknya bisa jangka panjang," kata kepala studi penelitian dari Northwestern University Feinberg School of Medicine, Gregory Makoul. Dia menegaskan, kesan pertama adalah fpondasi untuk membangun hubungan selanjutnya antara dokter dan pasiennya.

Tak hanya itu, sikap yang sopan juga dapat mencegah salah paham. Dalam dunia medis, banyak kasus kesalahan yang terjadi akibat kurang tepatnya penanganan dan pendekatan dokter terhadap pasien. "Ini bukan hanya soal menyapa. Ada hubungan antara komunikasi yang baik dokter-pasien dengan tingkat kesembuhan penyakit si pasien," kata Dr Sheldon Horowitz dari American Board of Medical Specialties, Amerika. Dalam penelitian yang dilakukan selama kurun waktu 2004-2005 silam tersebut, peneliti menyurvei 415 responden orang dewasa di Amerika, lalu ditanyakan tentang kesan dan pendapatnya tentang sapaan dokter.

Peneliti juga mengamati video kunjungan dari 123 pasien terhadap 19 dokter di Chicago dan Burlington Vermont untuk melihat perilaku si dokter. Hasil studi yang dilaporkan dalam Archives of Internal Medicine itu menyebutkan bahwa sebanyak 78% responden menginginkan dokter menjabat tangannya, sedang 18% menganggapnya tidak perlu. Dari pengamatan video diketahui jabat tangan antara dokter-pasien adalah sebanyak 83%. Namun, dalam separuh dari video kunjungan tersebut terlihat bahwa dokter tidak menyebut nama depan ataupun nama belakang si pasien. Sedangkan sebanyak 39% tidak saling menyebut nama, baik pasien maupun dokternya. (Rtr/inda)

Sumber: KORAN SINDO


Last edited by gitahafas on Tue Dec 07, 2010 10:42 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
Ali Alkatiri
Administrator
Administrator
avatar

Number of posts : 1088
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-08-27

PostSubject: Re: Pentingnya Kesan Pertama Seorang Dokter   Tue Dec 30, 2008 11:04 pm

Git, itu teori lama. Kalau aku jadi dokternya enggak mau berjabat tangan dengan pasien, kecuali kalau aku pakai sarung tangan, atau sesudah berjabat tangan langsung cuci tangan pakai alkohol... Very Happy

Analisanya begini, kalau tuh pasien penderita Flu misalnya, dan sebelum masuk ruang praktek dia baru saja membersihkan ingus dari hidungnya pakai tangan (berhubung tissue abis) maka dengan berjabat tangan si dokter menyediakan diri untuk ditulari. Hal ini berlaku untuk penyakit menular lain.

Alternatif yang paling ideal adalah cara hormat gaya Jepang, cukup dengan membungkukkan badan.
Back to top Go down
http://www.ilunifk83.com
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Pentingnya Kesan Pertama Seorang Dokter   Wed Dec 31, 2008 5:13 am

Untung kamu sudah tidak praktek lagi kalau begitu ALI. Solusinya gampang, cucilah tangan setiap habis periksa pasien, makanya ada wastafel dikamar praktek. Kalau capek cuci tangan melulu, ya cuci setelah pasien terakhir sementara itu selama praktek ya tangan jangan kemulut, mengucek mata, memegang hidung mengusap muka kalau belum cuci tangan.

Tidak usahkan dikamar praktek ALI, bagaimana kalau kamu jumpa dengan orang/teman yang baru melakukan aktivitas yang kamu sebutkan itu diluar kamar praktek ? Memegang uang saja juga penuh dengan kuman, terlalu banyak tangan yang telah memegangnya..........maka selalu mencuci tangan, itu yang paling effektif.


Last edited by gitahafas on Tue Feb 23, 2010 12:53 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
Ali Alkatiri
Administrator
Administrator
avatar

Number of posts : 1088
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-08-27

PostSubject: Re: Pentingnya Kesan Pertama Seorang Dokter   Wed Dec 31, 2008 10:25 am

Git, yang kita tidak tahu:

  • seberapa cepat transmisi virus atau bakteri itu melalui kulit.
  • sudah banyak mutan virus dan bakteri yang kebal terhadap antiseptik, akibat pemakaian antibiotik yang salah.
Jadi cara terbaik ya hindari kontak.

Ilmu ini aku dapat semenjak gaul sama Prof. Wolfgang Graninger, dan memang benar kalau tidak tahu persis hindari berjabat tangan....apalagi yang bukan MUKHRIMnya.... Very Happy

Aku yakin pasien enggak akan marah tanpa disalamin, diberi senyum saja sudah senang sekali, apalagi kalau diberi penjelasan tentang penyakitnya serta apa-apa yang harus dilakukan dan dihindari.
Back to top Go down
http://www.ilunifk83.com
Poer
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 90
Age : 59
Registration date : 2008-08-28

PostSubject: Re: Pentingnya Kesan Pertama Seorang Dokter   Wed Dec 31, 2008 11:26 am

Yang hebat....... bukan muhrimnya itu hahaha
Back to top Go down
ferry611

avatar

Number of posts : 188
Age : 61
Location : jakarta
Registration date : 2008-09-08

PostSubject: Re: Pentingnya Kesan Pertama Seorang Dokter   Sat Jan 03, 2009 4:26 pm

iya memang benar yang dikatakan ali.....gak jaman nya lagi sekarang jabat tangan, kalau pasien 1 ,2 ok lah ...nah kalau pasien 10 aja.......berapa kuman penyakit yang kita bakal terima....bisa 2tiap nyampe dirumah lgsg sakit ....kalau iya udah kebal sih masih untung .....nah kalau penyakitan kaya .....kaya siapa ya.....heheh....
Back to top Go down
http://ferryal.blogspot.com
Ali Alkatiri
Administrator
Administrator
avatar

Number of posts : 1088
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-08-27

PostSubject: Dokter Asing Makin Disuka Pasien   Thu Jul 09, 2009 9:56 am

Kamis, 09/07/2009 09:15 WIB

Dokter Asing Makin Disuka Pasien

Irna Gustia, Nurul Ulfah - detikHealth


(Foto: WP)
Jakarta, Dokter-dokter Indonesia tidak kalah hebat dengan dokter asing. Namun untuk kalangan menengah atas, kepercayaan terhadap dokter asing mengalami tren meningkat. Perilaku kelas menengah atas yang lebih suka berobat ke luar negeri menjadi salah satu indikasinya.

Melihat gelagat seperti itu, dokter Alex Papilaya,-- yang concern terhadap maraknya praktik dokter asing di Indonesia--, khawatir serbuan dokter asing ke Indonesia makin marak setelah pemberlakuan ASEAN Free Trade Area (AFTA) 2010.

"Sudah banyak dokter asing yang berpraktik di Indonesia dan itu belum ada aturan yang jelas. Dokter asing ini biasanya menyasar ke kantong-kantong pemukiman orang kaya, karena orang-orang ini senang yang berbau asing," kata dokter Alex ketika dihubungi detikHealth, Kamis (9/7/2009).

Menurutnya, masuknya dokter asing ke Indonesia itu karena memang ada pasarnya. "Seperti di Bali, Tangerang itu banyak dokter dari Jepang dan Korea," katanya.

Dia melihat budaya masyarakat sangat suka hal-hal berbau asing akan makin menyuburkan praktik-praktik dokter asing. "Kalau misalnya di satu rumah sakit ada dua dokter dengan spesialisasi sama, dokter asing biasanya akan lebih disukai," ujar dokter Alex.

Hal sama juga diungkapkan oleh dr Kartono Mohammad yang juga mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI). "Daerah Jakarta paling banyak adanya praktik dokter asing, sisanya di daerah-daerah," katanya.

Praktik dokter asing itu biasanya dilakukan di rumah sakit swasta atau bekerja dengan pengusaha-pengusaha di hotel. Biasanya dokter asing ini juga bekerja untuk karyawan-karyawan perusahaan dan juga perusahaan asing.

Bahkan beberapa dokter asing diketahui membuka klinik sendiri meski tidak secara terang-terangan. Soal tarif juga biasanya lebih mahal karena biasanya pakai calo.

"Tapi kalau praktik ke rumah-rumah, belum pernah ada dokter asingnya," katanya.

Dokter asing yang masuk ke Indonesia biasanya dari sekitar Asia seperti, China, Pakistan, India, Korea, Jepang Filipina, Taiwan. Beberapa dokter asing juga diketahui berasal dari wilayah luar Asia seperti Brazil dan Australia.

"Mereka datang kesini untuk mencari rezeki, tapi untuk kompetensi belum tentu lebih baik. Orang Indonesia hanya tertarik dengan embel-embel asing atau luar negeri," kata dokter Kartono.

Sementara itu Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) melihat ada plus minusnya soal maraknya praktik dokter asing di Indonesia.

Pengurus harian YLKI Sudaryatmo mengatakan bahwa adanya dokter-dokter asing tersebut justru dapat meningkatkan kompetensi dokter-dokter Indonesia.

"Mau asing, mau lokal, tidak masalah asalkan dia berkompeten dan bisa menghargai pasien," ujarnya ketika dihubungi detikhealth akhir Juni 2009.

Jika melihat dari sisi positifnya, dokter Indonesia justru menjadi terpacu untuk berkinerja lebih baik lagi. Yang terpenting lagi menurutnya, faktor bahasa adalah faktor yang harus dikuasai dokter asing jika ingin praktek di Indonesia.

Hingga saat ini, pihak YLKI memang belum menerima laporan atau keluhan apapun dari masyarakat berkaitan dengan penyelewengan oleh dokter asing.

"Belum ada keluhan bukan berarti tidak ada kasus, namun tetap saja jika ada tindakan menyimpang, pihak rumah sakit tempat dokter asing tersebut bekerja yang harus bertanggung jawab," ucapnya.
Back to top Go down
http://www.ilunifk83.com
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Pentingnya Kesan Pertama Seorang Dokter   Tue Feb 23, 2010 9:39 am

DOKTER ASING ILEGAL
Sabtu, 6 Maret 2010 | 06:50 WIB
Jakarta, Kompas - Dokter-dokter asing yang membuka praktik di Indonesia serta secara langsung menerima pasien tanpa proses rujukan merupakan dokter asing ilegal. Keberadaan dokter asing yang resmi ada di Indonesia saat ini hanya bekerja dalam rangka transfer pengetahuan. Keberadaan dokter asing yang mulai marak berpraktik secara diam-diam ataupun terang-terangan itu diminta segera ditertibkan. Dalam kebijakan mengizinkan dokter asing masuk ke Indonesia harus dengan persyaratan ketat yang dasarnya semata-mata untuk melindungi masyarakat Indonesia.

Demikian persoalan yang mengemuka dalam sarasehan bertajuk ”Keberadaan Dokter Asing di Indonesia” yang digelar Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI) di Jakarta, Jumat (5/3). Acara tersebut menampilkan narasumber dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), dan Kementerian Kesehatan. Menaldi Rasmin, Ketua KKI, menegaskan, KKI belum pernah memberikan surat tanda registrasi (STR) bagi dokter serta dokter gigi warga negara asing dalam rangka izin praktik kedokteran. Izin yang diberikan kepada dokter asing hanya untuk yang akan memberikan alih teknologi bekerja sama dengan institusi pendidikan dan atau pelayanan di Indonesia.

Sundoyo dari Biro Hukum Kementerian Kesehatan mengatakan, dokter asing diperbolehkan hanya di Rumah Sakit Kelas A dan B. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada dokter asing yang mendapatkan izin praktik. Dari pendataan rencana penggunaan tenaga kesehatan asing tahun 2009, ada 41 tenaga kesehatan asing yang namanya sudah diajukan. Meskipun demikian, belum ada yang disetujui. ”Karena itu, yang sudah berpraktik pasti ilegal,” ujarnya.

Patuhi aturan
Menurut Menaldi, dalam era pasar bebas, Indonesia memang tidak bisa menutup diri dari serbuan dokter asing. ”Tetapi, mereka tetap harus mematuhi aturan, terutama bagi pihak yang mengundang dokter asing itu. Mereka harus paham betul aturannya,” ujar Menaldi. Indonesia, kata Menaldi, harus menempatkan kesetaraan dokter dalam negeri dengan dokter asing. Sebab, secara pengetahuan dan keterampilan, dokter Indonesia tidak kalah. Persoalannya, fasilitas layanan kesehatan yang belum lengkap dan memadai.

Sementara itu, KKI akan memperketat permintaan surat tanda registrasi sementara bagi dokter asing yang akan melakukan alih teknologi. Langkah itu dilakukan untuk melindungi masyarakat serta menjaga wibawa profesi kedokteran Indonesia. Slamet Budiarto, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar IDI, mengatakan, menghadapi serbuan dokter dan pemodal asing, Indonesia perlu membangun sistem proteksi. Sistem pelayanan kesehatan, termasuk juga pembiayaan, perlu dibenahi dan diperkuat. ”Kenyataan sekarang, sistem kesehatan amburadul. Berlaku hukum rimba, yang kuat memakan yang lemah. Itu membuat layanan kesehatan tidak optimal,” kata Slamet.

Dengan mengembangkan sistem rujukan, kata Slamet, bisa membuat kebutuhan pada dokter asing semakin sedikit. Pasalnya, rumah sakit bisa merujuk pasien pada dokter ahli lain yang ada di tempat lain. Ari Fahrial Syam, Ketua Bidang Advokasi PB PAPDI, mengatakan, era pasar bebas membuat modal asing bisa membangun rumah sakit yang juga menyertakan dokter asing. Keberadaan dokter asing tetap harus memenuhi pelayanan kesehatan yang standar dan kompeten. Organisasi profesi, seperti PAPDI, juga harus dimintakan rekomendasinya jika ada dokter asing yang ingin praktik. (ELN)


Last edited by gitahafas on Tue Dec 07, 2010 10:32 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Pentingnya Kesan Pertama Seorang Dokter   Tue Feb 23, 2010 10:25 am

BELUM ADA DOKTER ASING YANG DIBERI IZIN PRAKTEK
Jumat, 5 Maret 2010 | 17:41 WIB
Jakarta, KOMPAS.com- Hingga saat ini Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) belum pernah memberikan izin praktek berupa surat tanda registrasi kepada dokter/dokter gigi asing untuk berpraktik di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Menaldi Rasmin, Ketua KKI dalam diskusi mengenai dokter asing yang diadakan oleh Perhimpunan Dokter spesialis Penyakit Dalam di Jakarta (5/3). "Izin yang telah diberikan KKI kepada dokter asing hanyalah kepada dokter yang akan memberikan alih teknologi bekerjasama dengan institusi pendidikan dan atau pelayanan kesehatan di Indonesia," paparnya.

Untuk bisa berpraktek (menerima pasien langsung), dokter asing harus memenuhi berbagai persyaratan yang berlaku sesuai Undang-undang. Antara lain mempunyai surat izin kerja, memiliki surat tanda registrasi (STR) yang diberikan berdasarkan rekomendasi dari organisasi profesi di negara asal. "Dokter yang bersangkutan juga harus mahir berbahasa Indonesia. Tidak boleh dokter berpraktik dengan didampingi penerjemah," papar Menaldi.

Menanggapi masuknya dokter-dokter asing di Indonesia, dr.Slamet Budiarto, SH, Sekjen PB IDI mengatakan hal tersebut merupakan dampak dari globalisasi. Dokter asing tidak dapat lagi ditolak kehadirannya, selama mereka memenuhi persyaratan untuk berpraktik di Indonesia. "Banyak orang asing yang suka bekerja di Indonesia karena kita tidak punya sistem pembiayaan kesehatan dan sistem rujukan yang baik. Padahal, dua hal ini yang akan memproteksi kita dari masuknya dokter-dokter asing," papar Slamet.


Last edited by gitahafas on Tue Dec 07, 2010 10:39 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator
avatar

Number of posts : 23047
Age : 59
Location : Jakarta
Registration date : 2008-09-30

PostSubject: Re: Pentingnya Kesan Pertama Seorang Dokter   Tue Feb 23, 2010 11:09 am

DOKTER INDONESIA SIAP BERSAING DENGAN DOKTER ASING
Rabu, 27 Agustus 2008 | 19:00 WIB
JAKARTA, RABU - Globalisasi mempengaruhi perubahan di semua sektor, tidak terkecuali dunia kedokteran. Apalagi Indonesia sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta menjadi pasar potensial bagi masyarakat dunia di era globalisasi pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, masuknya tenaga dokter dan dokter gigi asing ke Indonesia tidak dapat dihindari.

"Untuk menghambat masuknya dokter dan dokter gigi asing ke Indonesia, kemampuan para profesional medik itu harus ditingkatkan agar setara dengan dokter asing. Jumlah dokter Indonesia yang bisa jadi tokoh-tokoh global di dunia kedokteran internasional perlu ditingkatkan. Selain nama Indonesia jadi harum, rakyat Indonesia dapat merasakan pelayanan dengan keahlian tingkat dunia," kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, dalam seminar bertema Indonesia Menghadapi Globalisasi Praktik Kedokteran , Rabu (27/Cool, di Jakarta.

Menurut Menkes, Pengaturan profesi kedokteran harus selalu pro rakyat, artinya kebijakan apa pun yang diambil harus menjamin bahwa rakyat Indonesia terlindung dari praktik dokter yang merugikan. Sesuai kebijakan Departemen Kesehatan, masuknya dokter asing hanya untuk alih teknologi. "Yang penting saat ini adalah, bagaimana kita mengawal dan menjalankan kebijakan itu dengan baik sehingga tidak disalahgunakan," ujarnya menegaskan.

Menkes meminta agar kalangan organisasi profesi yaitu Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia, dan organisasi profesi lain ikut mengawasi keberadaan dokter asing di Indonesia. "Saya minta agar kalangan organisasi profesi lebih kritis terhadap masuknya dokter-dokter asing ke Indonesia. Kalau perlu, memprotes kepada saya jika ada kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan dokter Indonesia," kata Siti Fadilah.

Perhatian kedua adalah, pendidikan kedokteran yang harus ditingkatkan terus kualitasnya. "Kita memerlukan dokter dalam jumlah cukup banyak agar disebarkan ke seluruh penjuru negara kita, sehingga rakyat di daerah terpencil dapat juga merasakan pelayanan kedokteran, sehingga tidak ada alasan untuk memasukkan dokter asing," ujarnya menambahkan.

Diakui, saat ini sudah ada lebih dari 50 Fakultas Kedokteran (FK) di Indonesia, namun mutunya belum sama sehingga hasil lulusan yang akan dimanfaatkan Depkes tidak selalu memenuhi harapan. Pendidikan dokter dan dokter gigi umumnya ada proses magang, karena itu setiap FK harus punya rumah sakit pendidikan yang memiliki tenaga kesehatan yang handal dengan jumlah kasus atau pasien yang cukup.

Dalam dunia kedokteran, integritas merupakan syarat mutlak. Integritas terhadap keilmuan dan etika kedokteran yang solid akan membuat dokter dan dokter gigi mengutamakan kesembuhan pasien sesuai janji dokternya. Nilai ini harus ditanamkan sejak awal pendidikan sehingga dokter Indonesia dapat jadi dokter yang pandai dan memberi pelayanan yang sesuai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menkes juga mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama membina dan mengawasi praktik kedokteran, sehingga bangsa Indonesia dapat menikmati pelayanan dokter dan dokter gigi yang bermutu. "Perjuangan masih panjang, namun harus disadari bahwa kita dalam fase sangat terlambat dibandingkan negara lain. Kita harus mampu menyusul ketertinggalan kita, menjadikan negara kita yang mandiri dan berdaulat, serta mampu jadi unggul dalam globalisasi ini," katanya.


Last edited by gitahafas on Tue Dec 07, 2010 10:48 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
 
Pentingnya Kesan Pertama Seorang Dokter
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 24Go to page : 1, 2, 3 ... 12 ... 24  Next
 Similar topics
-
» Kenapa saya (seorang Kristen) suka topik mualaf
» pentingnya sikap tawadhu (rendah hati)
» Kapan puasa pertama kali dimulai..?
» benarkah Nabi Adam as manusia pertama dibumi ini???
» "SUNDA" ... ADALAH "AGAMA" PERTAMA DIDUNIA..!!

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: SERBA-SERBI-
Jump to: